You are on page 1of 15

A.

Gambaran mental (Mental Imagery)
Ketika kita diminta untuk mengingat sebuah benda atau tempat yang kita ketahui
sebelumnya, kita pasti akan membayangkan bagaimana bentuk dan kondisi benda tersebut.
Bayangan atau gambaran yang kita ciptakan di dalam pikiran, meskipun rangsangan aktual
yang kita bayangkan tidak ada, adalah hasil dari gambaran mental, yang terbentuk tanpa
adanya masukan sensorik. Setiap orang memiliki kemampuan untuk membayangkan rasa,
aroma, sentuhan, bahkan kebanyakan orang daat membayangkan melodi dari lagu yang
familiar ia dengar.
Gambaran mental (mental imagery) adalah representasi dalam pikiran tentang suatu
benda atau kejadian (Feldman, 2012). Kata “mental imagery” dalam psikologi kognitif
merupakan suatu representasi situasi lingkungan dalam kognisi atau pikiran seseorang.
Sebagai suatu bentuk representasi mental, seseorang akan mencoba untuk membayangkan,
menggambarkan suatu situasi seolah ia sedang melakukan suatu tindakan tindakan tertentu
atau berada di dalam lingkungan tertentu. ada juga yang mengatakan bahwa mental imagery
sebagai visualisasi dan mental rehearsal merupakan pengalaman yang dalam persepsi
seseorang, dan terjadinya tanpa kehadiran rangsangan langsung (Plessinger, 2007).
Gagasan tentang hubungan antara imajeri dan pemikiran ini memunculkan perdebatan
dengan beberapa psikolog. Aristoteles berpendapat bahwa “pikiran tidak mungkin dilakukan
tanpa bayangan," sedangkan menurut pengamatan Francis Galton orang-orang kurang
memiliki kemampuan membentuk imajeri visual, masih cukup mampu untuk berpikir.
Argumen lain untuk melawan gagasan bahwa imajeri diperlukan untuk pemikiran diajukan
pada akhir 1800-an dan awal 1900-an. Namun argumen kontra ini berakhir ketika
behaviorisme menggulingkan imajeri dari tempat utamanya dalam psikologi. Para
behavioris mencap studi imajeri tidak produktif karena gambar visual tidak terlihat oleh
semua orang kecuali orang yang mengalaminya. Hal ini menyebabkan pendiri behaviorisme,
John Watson, menetapkan imajeri sebagai ilmu yang tidak terbukti dan mitologis sehingga
tidak layak untuk dipelajari. Namun, situasi ini berubah saat studi kognisi terlahir kembali
di tahun 1950an.

B. Imagery Visual dan Pembelajaran
Secara tidak sadar, kita sering sekali mengandalkan imagery visual dalam
mempelajari suatu material. Kegunaan imagery visual dalam mempelajari suatu materi
merupakan bentuk dari elaborasi. Atkinson dan Shiffrin mengajukan tiga metode dalam

keakuratan pengenalan tidak begitu tinggi. Estimasi Standing adalah subjek dapat mengingat sebanyak 6. Standing memperkirakan jumlah item yang dapat diingat oleh subjek dalam tes tersebut (kemungkinan subjek dapat menebak dengan tepat juga turut diperhitungkan). Mereka menggunakan istilah “pengodean” untuk merujuk pada elaborasi semantik. Estimasi ini tidak memperhitungkan banyaknya detail gambar.000 kata. Kelompok partisipan lainnya. Eksperimen yang dilakukan oleh Standing (1973) memberikan sejumlah bukti bahwa lebih mudah mengingat gambar daripada kata. Salah satu alasan mengapa mereka dapat melakukan hal terebut dengan sangat baik adalah karena tes tersebut mudah untuk dikerjakan. Subjek dalam penelitiannya diperlihatkan 612 gambar secara berulang kali. Shepard (1967) merupakan salah seorang yang dapat menunjukkan bahwa akurasi pengenalan terhadap material visual sangat tinggi. pengodean.000 gambar biasa . Sekelompok subjek diperlihatkan 10. diuji 1 minggu kemudian. Salah satu indikasi bahwa imagery visual memiliki kemungkinan memberikan kode memori yang efektif adalah orang biasanya lebih mudah dalam mengenali gambar daripada tulisan. Subjek yang diberikan tes segera setelah melihat kata-kata tersebut mampu mengenali kata-kata yang telah diperlihatkan dengan tingkat ketepatan sebesar 88 persen dari pasangan kata yang diperlihatkan kepadanya. Subjek sebenarnya hanya dapat mengingat sedikit dari gambar-gambar tersebut dan tetap dapat mengenali gambar yang telah dilihatnya dari dua pilihan gambar yang diperlihatkan kepadanya. Setiap pasangan gambar terhadap gambar-gambar yang telah diperlihatkan kepada subjek sebelumnya dan di dalamnya juga terdapat gambar-gambar baru. kemudian diberikan tes pengenalan memori dalam bentuk pasangan gambar. sehingga dapat membedakan antara gambar yang telah diperlihatkan dengan gambar yang belum pernah mereka lihat. partisipan biasanya dapat mengenali pasangan gambar-gambar yang telah diperlihatkan sebelumnya dengan sempurna. Subjek dapat melakukan hal yang sama ketika pengetesan dilakukan satu minggu kemudian. tetapi dengan menggunakan gambar. 1. Setelah proses belajar selesai pada hari yang kelima.600 gambar. masih dapat mengingat gambar yang terdapat dalam pasangan gambar sebesar 87 persen. tetapi kelompok lainnya diperlihatkan 1. Akan tetapi. Subjek pada penelitian Standing tidak diperlihatkan 10.000 gambar dalam rentang waktu lima hari.000 kata sebagai perbandingan. dan membuat gambaran. Ketika mereka diuji 2 jam kemudian. partisipan diberikan tes ppengenalan memori yang hampir sama seperti yang dilakukan oleh Shepard.mempelajari materi: pengulangan. ketika tes tersebut dilakukan kembali dengan menggunakan kata bukan dengan gambar.

Dua hari kemudian subjek diberikan pertanyaan mengenai manakah dari dua kemungkinan gambar yang telah diperlihatkan pada eksperimen tersebut. dalam arti bahwa individu bisa saja lupa salah satu kode tanpa melupakan kode lainnya. maka kita akan mengalami kesulitan untuk membentuk gambaran tertentu. Cara yang kedua adalah menciptakan gambaran visual dalam menggambarkan suatu kata. Kata seperi “puisi” dapat menghasilkan berbagai macam asosiasi yang dapat membantu kita untuk membedakannya dengan kata-kata lainnya. Kritik terhadap teori pengodean ganda adalah bahwa teori tersebut hanya berfungsi dalam situasi ketika orang terfokus pada relational (yang mengungkapkan keterkaitan). Kata pertama merujuk pada objek konkret. terutama sajak. maka kita akan membayangkan orang yang sedang melempar-lempar tiga bola. Cara yang pertama menekankan pada asosiasi verbal. kata kedua merujuk pada konsep yang bersifat abstrak.000 gambar hidup (seperti gambar anjing menggigit pipa di mulutnya ). 770 gambar biasa. dan 615 kata dengan tepat tanpa menebak-nebak. Individu yang telah menyimpan kata “kucing” dan gambaran kucing dapat mengingat salah satu dari hal tersebut jika teringat salah satunya. hal ini sejalan dengan hasil penelitian Shepard. atau pengalaman yang anda miliki di kelas. C. atau 1. Teori Paivio disebut dengan teori pengodean ganda (dual coding theory) karena teori tersebut mengajukan dua kode memori yang berbeda. Bukti yang ada menyatakan bahwa dua kode memori bersifat independen.(seperti anjing). Hal ini membuktikan bahwa pengenalan memori dapat dilakukan dengan baik jika menggunakan gambar daripada kata. Standing memperkirakan bahwa partisipan dapat mengingat sebanyak 880 gambar hidup. yaitu kedua kode tersebut dapat digunakan dalam proses pengingatan kembali. Maka akan lebih mudah membentuk gambaran pada objek konkret dibanding dengan konsep yang bersifat abstrak. . Kita dapat memikirkan berbagai macam jenis “puisi”. Paivio (1969) menyatakan bahwa ada dua cara yang dapat membantu individu dalam memahami materi yang dipelajarinya. Tetapi jika diminta untuk mengingat kata kebenaran (truth). Teori Pengodean Ganda Paivio Setelah melakukan sejumlah penelitian dalam meneliti proses belajar. Jika diminta untuk mengingat kata “juggler” (pemain sulap). Menurut Paivio (1975) mengungkapkan alasan mengapa imagery dapat menjadi lebih efektif adalah karena gambaran memberikan kode memori lain yang besifat independen dari kode verbal.

penyimpanannya tidak dalam bentuk visual atau spasial. Pendukung pengkodean analog mengemukakan bahwa gambaran mental anda mengenai segitiga diterima dengan cara yang sama. atau apakah gambaran mental tersebut mewakili bahasa (menggunakan kode proporsional). Seperti sebagian besar . deskripsi ini bersifat abstrak. Sebagian besar ahli teori mengemukakan bahwa informasi mengenai suatu gambaran mental disimpan dalam bentuk kode analog. Misalnya. Berdasarkan pendekatan kode analog. bukan persepsi. Berdasarkan pendekatan kode proporsional. Suatu kode analog (yang disebut juga representasi depiktif atau representasi pictorial) adalah representasi yang mendekati objek fisik. Ketika anda melihat suatu foto segitiga. seperti bahasa Inggris atau Indonesia. Sebagian besar orang yang melakukan penelitian mengenai gambaran mental mendukung posisi analog. detil-detil tersebut sering hilang dari gambaran mental mereka mengenai objek ini. Meskipun demikian. Sebuah kode proporsional (yang disebut juga representasi deskriptif) adalah representasi menyerupai bahasa yang abstrak. gambaran mental relatif cukup dekat dengan bahasa. seperti analogi antara objek sebenarnya dengan gambaran mental.Perdebatan imagery : persepsi atau bahasa? Stephen Kosslyn dan rekannya menggunakan istilah imagery debate (perdebatan imajeri) untuk sebuah kontroversi yang penting. otak anda akan menerima deskripsi bahasa mengenai garis-garis dan sudut. ketika anda mencoba menciptakan sebuah gambaran mental dari segitiga. Perhatikan bahwa analog merupakan bentuk analogi. Namun. Apakah gambaran mental yang kita miliki mewakili persepsi (menggunakan kode analogi). gambaran mental relatif dekat dengan persepsi. Serupa dengan hal ini. dan tidak secara fisik mewakili stimuli sebenarnya. Ahli teori belum menspesifikasi karakteristik dari deskripsi verbal ini. menunjukkan hubungan yang sama antara garis-garis dalam segitiga tersebut. para pendukung pendekatan ini tidak mengemukakan bahwa manusia benar-benar memiliki sebuah gambar dalam pikiran mereka. dan tidak mewakili bahasa asli manapun. fitur fisik dari segitiga tersebut diterima otak anda dalam suatu bentuk yang menunjukkan hubungan fisik antara tiga garis. Berlawanan dengan posisi kode analog. mereka mengemukakan bahwa manusia sering gagal dalam memperhatikan detil-detil secara tepat ketika mereka melihat sebuah objek. mungkin karena mereka sendiri mengalami secara nyata penggambaran menyerupai gambaran. Kontroversi mengenai pengkodean analog dan proporsional masih belum terselesaikan. ahli teori lainya mengemukakan bahwa kita menyimpan images dalam bentuk kode proporsional. Lebih jauh lagi.

Misalnya. kita seharusnya bisa memutar gambaran mental yang kita miliki sebagaimana kita memutar benda nyata. dan kita seharusnya mampu menciptakan efek visual ketika kita menciptakan gambaran mental. Penilaian mengenai jarak dan bentuk juga seharunya serupa. Para peneliti telah mencoba menyelesaikan masalah ini dengan logika berikut: jika sebuah gambaran mental benar-benar mewakili sebuah objek. Aplikasi yang lebih spesifik dari strategi imagery dalam pembelajaran asosiasi berpasangan adalah belajar untuk mengasosiasikan nama dengan wajah. baik pendekatan analog maupun proporsional mungkin benar. Akan tetapi. tetapi juga berhasil dalam mengaplikasikan teknik tersebut dan memperlihatkan kemampuan yang luar biasa dalam proses dalam proses pengingatan. belajar mengasosiasikan antara nama . jika Tuan Gordon memiliki hidung yang besar. tidak seperti eksperimen yang dilakukan oleh Bower dan Winzenz (1970) yang meminta sejumlah orang untuk mengingat sejumlah pasangan kata benda yang diasosiasikan. Meskipun metode kata kunci (keyword method) membutuhkan dua tahapan. D. paling tidak secara terpisah. Sebagai tambahan.kontroversi dalam psikologi. Selanjutnya. metode ini didukung oleh suatu penelitian. penelitian mereka tidak ditujukan untuk mengajarkan orang menggunakan strategi tersebut. Metode yang digunakan Lorayne adalah membentuk gambaran visual dari nama tersebut dan menghubungkannya dengan bagian wajah yang menonjol dari orang tersebut dan menghubungkannya dengan bagian wajah yang menonjol dari orang tersebut. Perbandingan Antara Strategi Asosiasi Belajar Sering kali kita membaca buku yang dapat membantu kita d5alam meningkatkan memori. Misalnya. maka manusia harus membuat penilaian mengenai gambaran mental tersebut dengan cara yang sama ketika mereka menilai objek nyata tersebut. kita seharusnya bisa menemukan 2 interpretasi dari satu gambaran mental mengenai figur yang ambigu. Meskipun terlihat sedikit aneh. Hasil yang didapatkan oleh Paivio dalam Reed (2011) menyatakan bahwa imagery merupakan strategi yang baik yang dapat digunakan untuk menggambarkan sebuah kata. gambaran mental dari suatu benda seharusnya berbaur dengan persepsi dari benda tersebut. gambaran yang diciptakan mungkin adalah sebuah garden (garden memiliki kesamaan bunyi dengan Gordon) tumbuh keluar melalui hidungnya. Penggunaan imagery dalam mengingat sejumlah nama tergantung dari seberapa mudah individu dapat membentuk gambaran dari nama tersebut. Buku seperti ini biasanya ditulis oleh orang yang tidak saja mempraktikan teknik mnemonic (mnemoci theory).

E. dan (3) kata kunci tersebut memudahkan kita dalam membentuk gambaran yang berhubungan dengan kosakata yang dipelajari. metode ini masih sangat efektif. Tahap pertama adalah mengasosiasikan kosakata bahasa Rusia dengan kosakata bahasa Inggris. Penekanannya adalah pada deskripsi karakeristik gambaran. Bukti Penggunaan Gambaran dalam Melakukan Tugas-tugas Kognitif Meskipun para psikolog sering mempertanyakan mengenai keberadaan gambaran. Berikut ini beberapa contoh kosakata Rusia dengan kata kunci terkait disajikan dalam tabel dibawah ini. Tahap yang kedua adalah membentuk gambaran mental dari kata kunci yang berhubungan dengan arti dari kosakata dalam bahasa Inggris. . Kata kunci yang baik harus memenuhi kriteria berikut ini : (1) memiliki kesamaan bunyi dengan kosakata yang sedang dipelajari. gambar analog yang ada di dalam kepala. Penelitian dengan menggunakan metode kata kunci ini membagi kosakata bahasa Rusia ke dalam dua tahap. beberapa lainnya mempertanyakan kegunaan gambaran sebagai suatu teori. Demonstrasi yang menarik dari efektivitas metode ini diilustrasikan dari penelitian yang dilakukan oleh Atkinson dan Raugh (1975) dalam perolehan sejumlah kosakata bahasa Rusia. Pylyshyn dalam Reed (2011) berpendapat bahwa salah jika kita menganggap gambaran sebagai foto yang tidak dapat ditafsirkan. dengan kata kuncinya dan membentuk gambaran dari kata kunci tersebut. kata kunci yang memiliki kesamaan bunyi dengan kosakata dalam bahasa Rusia. (2) harus berbeda dengan kata kunci lain yang telah digunakan. bukan pada karateristik sensoris yang merupakan tema sentral dari teori proposisi (propositional theory). Ia memberikan pandangan berbeda bahwa gambaran lebih mendekati deskripsi sebuah adegan daripada sekedar gambar. Bahasa Rusia Kata Kunci Terjemahan VNIMÁNE [peneumonia] ATTENTION STRANÁ [straw man] COUNTRY GORÁ [garage] MOUNTAIN ÓSEN [ocean] AUTUMN PÓEZD [poised] TRAIN ZDANIE [dawn] GEDUNG Seleksi kata kunci yang tepat adalah aspek yang penting dari penggunaan metode ini.

Meskipun data dari sebagian hasil eksperimen imagery dihasilkan tanpa subjek melakukan imagery. salah satu pola dari hasil penelitian ini membentuk garis lurus dan hasil lainnya berbentuk spiral. mental rotation. Pengolahan secara paralel versus secara urut . Terdapat lima hasil penemuan eksperimen yang diperkirakan akan dapat memberikan penjelasan yang lebih baik yang berdasarkan pada imagery dibandingkan dengan berdasarkan informasi nonsensoris. Hal ini disebabkan mereka tidak dapat memprediksikan hasil dari eksperimen. a. Akan tetapi. Pemindaian Gambaran Visual Banyak penjelasan mengenai imagery visual memperkirakan bahwa gambaran merupakan representasi spasial yang bersifat analogi terhadap pengalaman dalam melihat suatu objek pada saat terjadi persepsi visual. Dua dari lima hasil penemuan menyoroti pada pembahasan pemindaian gambaran visual (scanning visual images). Gambaran dapat diproses dengan cara yang sama ketika kita memproses informasi persepsi. orang-orang gagal dalam memprediksikan bagaimana perbedaan bentuk dapat mepengaruhi waktu memindai. Operasi tersebut dinamakan dengan pemindaian visual (visual scanning). Gambaran dengan bentuk garis lurus dapat dipindai dengan lebih cepat dibandingkan dengan gambaran berbenuk spiral. Banyak operasi yang digunakan dalam menganalisis pola-pola visual juga digunakan untuk menganalisis gambaran visual. Analogi antara gambar (picture) dengan gambaran (image) menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemindaian antara dua objek dalam suatu gambaran seharusnya dapat berfungsi karena adanya jarak di antara keduanya. b. hasil waktu memindai mereka diperoleh pada saat mereka melakukan pemindaian pada berbagai macam pola bukan berdasarkan prediksi yang mereka buat. Contoh spesifik mengenai tugas-tugas yang hasilnya tidak dapat diperkirakan oleh subjek yang biasanya disebabkan subjek melakukan tugas-tugas tersebut pertama kalinya. Sebagai contoh. Tingkat penggunaan pemindaian gambaran visual terhadap pola tergantung dari bentuk pola tersebut. Reed (2011) mengajukan hipotesis bahwa orang mungkin saja tidak dapat memprediksi bagaimana bentuk dari suatu pola dapat mempengaruhi waktu memindai mereka. Kita akan menyoroti satu variabel yang mempengaruhi pemindaian terhadap waktu—pengaruh jarak dengan objek. kecil kemungkinan orang dapat melakukan tugas-tugas spasial tanpa menggunakan imagery. visual matching. Kemudian kita akan berusaha memahami tiga penemuan lainnya. dan selective interference.

Jika cara- cara tersebut dapat mengurangi interferensi. Pada kondisi yang kedua. individu diperlihatkan secara acak rangkaian cahaya dalam lightboard dua dimensi. informasi verbal disimpan dalam bentuk serangkaian artikulasi kata dan infomasi visual disimpan dalam bentuk sketsa visual—spasial. Menurut model memori kerja. Metode yang pertama adalah metode tipikal verbal. Metode selanjutnya adalah metode visual atau spasial. Eksperimen yang dilakukan oleh dua orang psikolog Belanda membuktikan bahwa rentang memori dapat ditingkatkan dengan menggunakan materi dengan dua metode yang berbeda. Representasi paralel (parallel representation) dari informasi spasial dan representasi berurutan dari informasi verbal mempengaruhi seberapa cepat orang dapat menentukan apakah pola yang mereka persepsi sama dengan pola yang telah tersimpan dalam memori. Jika pola yang sudah ada dalam memori disimpan dalam bentuk gambaran visual. Bukti dari Neurosains Kognitif . maka orang seharusnya dapat mengingat kembali lebih banyak item. sedang. dilakukan dengan cara menunjukkan serangkaian konsonan. Terdapat lima tampilan bagian wajah—telinga. atau kecil. Jika pola tersebut disimpan dalam bentuk deskrisi verbal. dan siswa harus menentukan apakah wajah tersebut sesuai dengan wajah atau deskripsi yang telah diberikan sebelumnya. d. eksperimenter memberikan tes wajah. Interferensi juga dapat dikurangi dengan mengubah informasi antara informasi yang bersifat visual dan verbal. hidung. proses mencocokkan akan berlangsung lebih lama dan dipengaruhi oleh jumlah ciri-ciri yang harus dicocokkan. Sebuah eksperimen menguji prediksi tersebut dengan menunjukkan kepada siswa sebuah gambar entah sketsa wajah atau deskripsi verbalnya. alis. Salah satu perbedaan antara informasi yang dipertahankan dalam bentuk gambaran visual dan informasi yang dipertahankan dalam bentuk kode verbal adalah gambaran visual memungkinkan kita untuk mencocokkan informasi secara paralel. Setiap bagian wajah dapat digambarkan ke dalam tiga ukuran –besar . Interferensi Penelitian tentang proactive interference telah memperlihatkan bahwa interferensi dapat dikurangi dengan mengubah informasi ke dalam kategori semantik. proses mencocokkan akan berlangsung dengan cepat dan relatif tidak dipengaruhi oleh jumlah tampilan yang harus dicocokkan. Setelah jeda waktu selama 4 sampai 10 detik. subjek memberikan respons dengan cara menunjukkan caha yang terdapat pada papan dengan urutan yang tepat sesuai dengan waktu kemunculannya. c. dan mulut yang berbeda ukuran. mata.

dengan meningkatnya aliran darah mengindikasikan meningkatnya aktivitas pada bagian otak tersebut. Terdapat juga . tetapi tidak ketika individu mengerjakan persoalan mental aritmetika atau tugas pemindaian memori. baik dengan hanya mendengarkan saja maupun dengan membentuk gambaran untuk melambangkan kata-kata tersebut. Bukti bahwa persepsi visual dan imagery visual menggunakan area yang sama pada otak didapatkan melalui dua metode yang berbeda dengan mengukur aktivitas otak berdasrkan aliran darah pada selebral atau aktivitas pada elektrofisiologis. Psikolog Roland dan Friberg (1985) mengukur aliran darah pada serebral. pemindaian memori pada jingle musik. Bagian pertama adalah argumen mengenai apakah teori proposisi dapat menjelaskan berbagai macam jenis pengetahuan. dan darah mengalir lebih banyak pada daerah lobus optikal pada kelompok imagery. Penemuan yang sama ditemukan pada tugas imagery yang lebih sederhana. maka akan terjadi peningkatan aktivitas bagian otak yang digunakan untuk persepsi visual—lobus oksipital yang mengandung bagian utama dan kedua dari korteks visual. seperti yang telah diperkirakan oleh teori pengodean ganda Paivio. Seorang psikolog mengumpulkan bukti yang pada akhirnya dapat membuktikan kegunaan imagery dalam melaksanakan tugas-tugas kognitif. sementara subjek melakukan satu hingga tiga tugas kognitif: mental aritmetika. Mengingat kembali dapat dilakukan dengan baik bagi kelompok imagery. Kosslyn (1995). hal ini membuat teori imagery menjadi tidak penting lagi. Event- related potensials (ERPs) mengukur aktivitas elektrik pada orak yang bersinkronisasi dengan (kemungkinan berhubungan dengan) aktivitas proses suatu stimulus. mereka menemukan peningkatan aktivitas pada korteks visual ketika individu melakukan imagery visual. membagi perdebatan mengenai imagery mental menjadi tiga bagian. Aliran darah selebral memberikan gambaran yang tepat mengenai aktivitas otak. atau secara visual membayangkan suatu daerah tempat tinggal. Kedua pengukuran tersebut seperti yang telah kita perkirakan mengindikasikan bahwa ketika imagery visual terlibat dalam suatu tugas. Kelompok subjek yang berbeda diperdengarkan daftar kata yang bersifat konkret dengan instruksi bahwa merka harus menghafalkan kata-kata tersebut. Ia berpendapat bahwa bukti pendukung dari neuropsikologi dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama: hasil membuktikan (1) imagery visual menggunakan area fungsi otak yang sama dengan area untuk penglihatan dan (2) kerusakan pada bagian otak ini juga ikut mempengaruhi penurunan fungsi imagery visual dengan cara yang sama yang juga turur mempengaruhi fungsi penglihatan.

Ternyata deskripsi pasien sekarang mencakup daerah yang tadinya tidak mereka sebutkan dan gagal dalam memberikan gambaran pemandangan yang telah mereka kemukakan sebelumnya. Pada gambar. Mereka kemudian diminta untuk membayangkan pemandangan dari posisi tertentu dari arah yang berlawanan. Menggunakan Imajeri untuk Meningkatkan Memori Imajeri dapat memainkan peran penting dalam memori. Italia. Dua orang pasien yang mengalami visual negelct diminta untuk membayangkan daerah yang terkenal di Milan. Visualisasi paling efektif yaitu saat gambar benda dipasangkan dengan cara yang interaktif. 2008). dan mereka memiliki permasalahan yang sama ketika melihat gambaran visual.perbedaan distribusi ERPs pada kata-kata konkret dan abstrak yang konsisten dengan hasil penemuan teori pengodean ganda. namun keanehan tidak berpengaruh. dan diminta untuk menggambarkan pemandangan yang berada di area pandang sebelah kiri mereka. seperti yang telah disarankan oleh beberapa penulis buku tentang peningkatan memori. hanya membuat gambar dan memilikinya berinteraksi cukup untuk meningkatkan memori meski membuat gambar aneh bisa lebih menyenangkan. Pasien dengan kerusakan pada bagian kanan lobus parietal gagal dalam mempersepsi stimulus yang berada di sebelah kiri daerah penglihatannya. Contoh lain yang mencolok dari kehilangan secara paralel dalam persepsi visual dan imagery visual didapatkan dari hasil penelitian visual neglect. a. . Memvisualisasikan interaksi gambar Ketika sesorang diberi dua kata/benda yang berbeda. Namun. Sisi sebelah kanan dan kiri dari pemandangan yang tadinya tidak dapat mereka lihat pada pembayangan sebelumnya. Gambar lain menunjukkan dua objek berinteraksi dalam kedua (c) versi biasa dan (d) versi aneh. maka orang yang membuat imajeri dalam ingatannya akan dua kali lebih mudah mengingat daripada yang hanya mengulangi kata-kata saja. Peningkatan memori akan lebih baik untuk gambar yang berinteraksi dibandingkan dengan gambar yang tidak berinteraksi. dari posisi yang meumdahkan mereka untuk melakukan hal tersebut. menunjukkan dua objek secara terpisah. baik dalam (a) versi biasa dan (b) aneh. Ternyata. F. menurut penelitian Wollen (1972) interaksi ini tidak perlu aneh. Pemanfaatan kekuatan imajeri untuk membantu kita mengingat lebih baik dapat diterapkan dengan berbagai cara berikut (Goldstain.

Jika kita perlu mengingat kejadian dalam urutan tertentu. Demonstrasi metode loci dapat dilakukan dengan cara berikut. dan letakkan setiap gambar di lokasi di rumah. Pertama-tama. Menempatkan gambaran pada sebuah lokasi dapat membantu meningkatkan memori. seperti ruangan di rumah. saya bisa membayangkan seorang pelatih elips di tangga yang mengarah dari ruang tamu ke lantai dua. Setelah kita melakukan ini. Buat gambaran yang mewakili setiap acara.b. untuk membantu saya mengingat janji dokter gigi di kemudian hari. Untuk mengingatkan diri saya untuk pergi ke gym dan berolahraga. Misalnya. dan tempatkan gambar yang mewakili setiap acara di sepanjang jalur jalan kita sehingga mereka akan ditemukan dalam urutan yang benar. Kekuatan pencitraan untuk memperbaiki ingatan dikaitkan dengan kemampuannya untuk menciptakan lokasi yang terorganisir dimana kenangan akan item tertentu dapat ditempatkan. dan untuk . Kemudian pilih 5-7 hal yang ingin Anda ingat- entah kejadian dari masa lalu atau hal-hal yang perlu Anda lakukan hari ini. apartemen atau bangunan di kampus Anda. saya dapat secara visual menempatkan sepasang gigi besar di ruang tamu saya. pilihlah tempat dengan tata letak ruang yang sangat Anda kenal. lacak jalan di dalam pikiran kita. dan lihat apakah menemukan gambar membantu kita mengingat kejadian tersebut. Metode yang digunakan untuk mengingat berdasarkan gambaran lokasi adalah metode loci. Menempatkan gambaran pada suatu lokasi Pikiran cenderung secara spontan mengatur informasi yang pada awalnya tidak terorganisir. dan menyajikan informasi yang terorganisir meningkatkan kinerja memori. putuskan jalur yang akan kita jalani saat berjalan melalui rumah atau kampus.

. Meskipun kita telah sering melihat uang sen. Mengaitkan gambaran dengan kata-kata Teknik mengaitkan gambaran menggunakan kata-kata. Memori terhadap Detail Nickerson dan Adams (1979) meneliti bagaimana orang dapat mengingat detail visual secara utuh dan akurat dengan meminta mereka untuk mengenali objek umum. bukan hanya memvisualisasikan gambaran pada lokasi yang berbeda. mewakili program TV barat yang ingin saya tonton nanti malam. kita harus mengaitkannya dengan kata-kata konkret. mungkin karena memperhatikan hal ini tidak memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kita sehari-hari. enam batang. kebanyakan dari kita tidak pernah benar-benar memperhatikan detail dari uang tersebut. sebuah uang sen Amerika Serikat. sepuluh ayam. hampir sama dengan pada metode lokus. delapan gerbang. Langkah selanjutnya adalah memasangkan masing- masing hal ini untuk diingat dengan masing-masing kata kunci dengan menciptakan gambaran yang jelas dengan objek yang ditunjukkan oleh kata. Gambar disamping adalah contoh gambaran yang dapat dibuat untuk menunjukan dokter gigi. a. 2011). G. tujuh surga. yang diterjemahkan ke dalam bayangan saya tentang koboi di pohon. Hanya satu dari gambar tersebut yang tepat. sembilan tambang. seperti berikut ini: satu roti dua sepatu. dan seorang koboi di pohon. Keterbatasan-keterbatasan pada Gambaran Banyak orang mengalami kesulitan menggunakan gambaran dalam mengidentifikasi bagian-bagian dari suatu pola meskipun mereka baru saja melihat pola tersebut (Reed. c. Kelebihan dari sistem ini adalah memungkinkan untuk segera mengidentifikasi item berdasarkan urutannya dalam daftar. Namun. lima sarang. Untuk barang- barang lain yang ingin diingat. tiga pohon. saya langsung menuju pohon. saya bisa dibayangkan seorang koboi sedang duduk di tangga di puncak tangga. Sangat mudah untuk mengingat kata-kata ini secara berurutan karena mereka dipasangkan dengan angka-angka. empat pintu. Langkah pertama adalah membuat daftar kata benda. kita bisa membayangkan seorang pelatih elips di dalam sepatunya. dan ini mengingatkan saya untuk menonton Deadwood di TV. Jadi jika saya ingin mengidentifikasi hal ketiga yang harus saya lakukan hari ini.

lima. dan sumber internal yang berasal dari imajinasi atau gagasan individu. eksperimenter juga memberikan subjek tes imagery untuk mengukur kemampuan imagery mereka. Untuk meneliti seberapa baik orang dapat membedakan antara peristiwa sesungguhnya dengan imajinasi. atau delapan kali. b. dapat dengan memperlihatkan gambar objek yang sama kepada subjek. gambaran yang mereka miliki masih dapat berguna untuk melakukan berbagai macam tugas yang tidak membutuhkan mengingat banyak detail. Mereka diinstruksikan untuk membentuk gambaran objek setiap kali nama dari objek muncul. atau delapan kali dan nama dari objek sebanyak dua. Kemampuan dalam membedakan antara sumber eksternal dan internal disebut dengan reality monitoring yang dikemukakan oleh Johnson dan Rayne (1981). Kabar baiknnya dalah jika orang –orang meyakini mereka memiliki kemampuan yang buruk dalam membentuk gambaran. Fakta bahwa kita kehilangan beberapa detail dalam pembentukan gambaran sebagian disebabkan karena kegagalan kita dalam mempertahankan detail gambaran begitu kita mendapatkan kode verbal. Perlu dicatat bahwa. . Kabar buruknya adalah penggunaan gambaran visual bukan satu- satunya solusi dalam meningkatkan kemampuan memori. imagery yang baik merupakan aset dalam melakukan tugas-tugas semacam ini. Reality Monitoring Jika gambaran kita terhadap suatu objek atau peristiwa seakurat dan sejelas peristiwa sesungguhnya. hal ini disebabkan karena orang dengan kemampuan imagery yang baik akan menemukan kesulitan untuk membedakan antara apa yang mereka bayangkan dengan apa yang sudah mereka lihat. lima. Orang dapat mengingat informasi berdasarkan dua sumber : sumber eksternal yang berasal dari persepsi . mereka diharuskan untuk memperkirakan seberapa sering mereka melihat gambar yang telah diperlihatkan. maka kemampuan kita untuk membedakan antara hal-hal nyata dan imajinasi dapat terganggu. Subjek melihat gambar dari setiap obek sebanyak dua. Di akhir sesi. Jika orang dapat dengan baik membedakan antara melihat dengan membayangkan gambar. maka perkiraan yang mereka buat seharusnya tidak dipengaruhi oleh berapa banyak mereka membayangkan setiap gambar. Penelitian menunjukkan keterbatasan gambaran visual memberikan baik kabar baik maupun kabar buruk. subjek mendapatkan tes yang tidak mereka duga sebelumnya. meskipun kemampuan untuk membentuk gamabran yang akurat merupakan aset dalam melakukan sebagian besar tugas-tugas spasial.

Lindsay dan Read dalam Reed (2011) mengindikasikan bahwa penelitian mengenai memori mengidentifikasikan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan menciptakan memori palsu. pengulangan mental dari peristiwa yang dibayangkan. Jakarta: Salemba Humanika. kemungkinan saran yang dipersepsi. Hal ini termasuk penundaan antara peristiwa dan usaha untuk mengingat peristiwa. Data yang tersedia menyatakan bahwa halusinasi timbul akibat kurangnya kemampuan dalam membedakan antara peristiwa yang pernah terjadi dengan yang tidak pernah terjadi. Plessinger. terdapat beberapa kasus ketika orang tidak dapat melakukan penilaian baik anatar realitas dan imajinasi. 2012. benar- benar terjadi atau hanya imajinasi. 2008. The Effects of Mental Imagery on Athletic Performance. para praktisi perlu memperhatikan bahwa penggunaan teknik ini dapat meningkatkan risiko terciptanya memori yang bersifat ilusi. mungkin karena terapis atau orang yang berwenang mengatakan hal tersebut benar-benar terjadi. Karena faktor-faktor tersebut penting dalam proses terapi. seperti pelecehan seksual yang terjadi pada masa kanak-kanak. 2007. yaitu apakah peristiwa traumatis. H. DAFTAR PUSTAKA Reed. Jakarta: Salemba Humanika Feldman. pemberian saran yang diulang-ulang dari peristiwa yang terjadi. Bruce.vanderbilt. Pengantar Psikologi. pihak otoritas yang dipersepsi sebagai sumber dalam pemberian saran. Kognisi = Cognition Theory and Application. Robert S. http://www. Salah satu contoh gangguan yang terjadi pada reality monitoring adalah halusinasi yang dialami oleh pasien gangguan jiwa. Cognitive Phsycology. Stephen K. html/ .edu/AnS/psychology/health_psychology/mentalimagery.. Salah satu aspek yang telah menarik perhatian. dan penggunaan hipnotis atau penggunaan imagery. Isi dari halusinasi kemungkinan berhubungan dengan kepribadiannya dan tingkat stres yang dialami. Gangguan pada Reality Monitoring Meskipun orang pada umumnya memiliki kemampuan yang baik dalam reality monitoring. Halusinasi adalah peristiwa yang dibayangkan atau peristiwa yang diyakini benar-benar terjadi. Goldstain. Annie. E. 2011. USA: Wadsworth Cengage Learning.

Cognitive Psychology. . Robert J. Singapore: Wardsworth Chengage Learning. Stenberg.2008.