You are on page 1of 36

2.

BAB II
TINJAUAN TENTANG RUANG TERBUKA HIJAU
(RTH)

2. 1 Pengertian

2.1.1 Ruang Terbuka

Secara umum ruang terbuka public (open space) diperkotaan terdiri

dari ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non-hijau9. Ruang terbuka

merupakan komponen berwawasan lingkungan, yang mempunyai arti

sebagai suatu lansekap, hardscape, taman atau ruang rekreasi dalam lingkup

urban. Peran dan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) ditetapkan dalam

Instruksi Mendagri no. 4 tahun 1988, yang menyatakan "Ruang terbuka

hijau yang populasinya didominasi oleh penghijauan baik secara alamiah

atau budidaya tanaman, dalam pemanfataan danfungsinya adalah sebagai

areal berlangsungnya fungsi ekologis dan penyangga kehidupan wilayah

perkotaan10. Menurut SNI Badan Standardisasi Nasional tentang Tata Cara

Perencanaan Lingkungan Perumahan di perkotaan Ruang terbuka adalah

wadah yang dapat menampung kegiatan tertentu dari warga lingkungan baik

secara individu atau kelompok. Menurut SNI Tata Cara Perencanaan

Lingkungan Perumahan Di Perkotaan, 2004 Ruang terbuka merupakan

komponen berwawasan lingkungan, yang mempunyai arti sebagai suatu

9
Direktorat Jendral Departemen PU Tahun 2006, Ruang Terbuka Hijau, Hal. 2
10
SNI Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan Di Perkotaan, 2004, Hal. 35

12

lansekap, hardscape, taman atau ruang rekreasi dalam lingkup urban11.

Peran dan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) ditetapkan dalam Instruksi

Mendagri no. 4 tahun 1988, yang menyatakan "Ruang terbuka hijau (RTH)

adalah ruang-ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas, baik dalam

bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur dimana

didalam penggunaannya lebih bersifat terbuka pada dsarnya tanpa

bangunan12. Sedangkan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah total area

atau kawasan yang tertutupi hijau tanaman dalam satu satuan luas tertentu

baik yang tumbuh secara alami maupun yang dibudidayakan13.

Ruang Terbuka dapat berupa ruang terbuka yang diperkeras (paved)

maupun ruang terbuka biru (RTB) yang berupa permukaan sungai, danau

maupun areal-areal yang diperuntukkan sebagai kawasan genangan

(retention basin). Ruang terbuka adalah ruang yang bisa diakses oleh

masyarakat baik secara langsung dalam kurun waktu terbatas maupun secara

tidak langsung dalam kurun waktu tidak tertentu. Ruang terbuka berfungsi

sebagai ventilasi kota, dapat berupa jalan, trotoar, ruang terbuka hijau, dan

sebagainya. Ruang terbuka juga dapat diartikan sebagai ruang interaksi

seperti kebun binatang, taman rekreasi. Dilihat dari sifatnya, ruang terbuka

dapat dibedakan menjadi :

11
SNI Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan Di Perkotaan, 2004, Hal. 34
12
Instruksi Mendagri Nomor 4 Tahun 1988, Hal. 3
13
SNI Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan Di Perkotaan Tahun 2004, Hal.
10

13

a. Ruang terbuka privat, memiliki batas waktu tertentu untuk

mengaksesnya dan kepemilikannya bersifat pribadi seperti, halaman

rumah tinggal

b. Ruang terbuka semi privat, kepemilikannya pribadi tetapi dapat diakses

langsung oleh masyarakat seperti, Senayan, Ancol.

c. Ruang terbuka umum, kepemilikannya oleh pemerintah dan bisa

diakses langsung oleh masyarakat tanpa batas waktu tertentu seperi,

alun-alun, trotoar.14

2.1.2 Ruang Terbuka Hijau

Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai infrastruktur hijau perkotaan

adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah

perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik,

introduksi) guna mendukung manfaat langsung dan/atau tidak langsung yang

dihasilkan oleh RTH dalam kota tersebut yaitu keamanan, kenyamanan,

kesejahteraan, dan keindahan wilayah perkotaan tersebut. Sedangkan secara

fisik RTH dapat dibedakan menjadi RTH alami yang berupa habitat liar

alami, kawasan lindung dan taman-taman nasional, maupun RTH non-alami

atau binaan yang seperti taman, lapangan olah raga dan kebun bunga.15

2.1.3 Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP)

Berdasarkan peraturan menteri dalam negeri nomor 1 tahun 2007 pada bab 1

pasal 1 ayat 2 yang menyatakan bahwa Ruang Terbuka Hijau Kawasan

14
Bappeda Kota Yogyakarta, Rencana Aksi Ruang Terbuka Hijau, Tahun 2009, Hal. 2
15
Direktorat Jendral Departemen PU, Tahun 2006, hal. 2-3

14

dan ekonomi. Ekologis RTH dapat meningkatkan kualitas air tanah.Sabuk hijau kota . arsitektural.Perkotaan yang selanjutnya disingkat RTHKP adalah bagian dari ruang terbuka suatu kawasan perkotaan yang diisi oleh tumbuhan dan tanaman guna mendukung manfaat ekologi. social/budaya. ekonomi dan estetika. mencegah banjir. Hal 15 . mengurangi polusi udara. pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. dan sebagai tetenger kota yang berbudaya. Bentuk-bentuk RTH perkotaan secara ekologis antara lain : . Kawasan Perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan.Taman botani .Hutan kota .16 Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat berfungsi secara ekologis.Sempadan sungai Sosial/budaya RTH sebagai ruang interaksi social. Bentuk RTH perkotaan secara social/budaya antara lain : 16 Peraturan Mendagri No 1 Tahun 2007. sosial. dan menurunkan temperature kota. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. budaya. sarana rekreasi.

Taman-taman kota .TPU Arsitektural RTH dapat meningkatkan nilai keindahan dan kenyamanan kota melalui keberadaan taman-taman kota.. Pada dasarnya perencanaan tata ruang perkotaan seyogyanya dimulai dengan mengidentifikasi kawasan-kawasan yang secara alami harus diselamatkan (kawasan lindung) untuk menjamin kelestarian fungsi lingkungan.4 Peran RTH dalam penataan Ruang Perkotaan Secara umum penataan ruang ditujukan untuk menghasilkan suatu perencanaan tata ruang yang kita inginkan dimasa yang akan datang. RTH dapat berfungsi secara langsung seperti penghusahaan lahan- lahan kosong menjadi lahan pertanian/perkebunan dan pengembangan sarana wisata hijau perkotaan yang dapat mendatangkan wisatawan. kebun-kebun bunga dan jalur-jalur hijau di jalan-jalan kota. dan kawasan-kawasan yang secara alami rentan terhadap bencana (prone to natural hazards) seperti gempa. banjir maupun bencana 16 . Rencana tersebut lalu diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana yang ditetapkan. longsor.1. 2.Kebun raya . Ekonomi.Lapangan olah raga .

segar. dan bersih. serta kepentingan-kepentingan lingkungan untuk menjamin keberlanjutan.5 Tujuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan Menurut Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2008 Tujuan dari penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah : a. 6 17 .17 2. Ruang Terbuka Hijau Sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota. sehingga kita dapat mengidentifikasi hierarki struktur ruang kota melalui keberadaan komponen pembentuk RTH yang ada. Dengan demikian keberadaan RTH bukan sekedar menjadi elemen pelengkap dalam perencanaan suatu kota semata. indah. Menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat. nyaman. Meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan yang aman. Dengan demikian perencanaan tata ruang di perkotaan seyogyanya harus dapat mengakomodasi kepentingan-kepentingan social untuk mewadai aktifitas masyarakat.1. perkembangan RTH tersebut sebaiknya dilakukan secara hierarki dan terpadu dengan system struktur ruang yang ada di perkotaan. 17 Direktorat Jendral Departemen PU Tahun 2006. Hal. Menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air b. Agar keberadaan RTH di perkotaan dapat berfungsi secara efektif baik secara ekologis maupun secara planologis.alam lainnya. melainkan lebih merupakan sebagai pembentuk struktur ruang kota. c.

Produsen oksigen .Menggambarkan ekspresi budaya lokal .Penyerap air hujan .Pengatur iklim mikro agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar . serta .6 Fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan Ada dua fungsi Ruang Terbuka Hijau pada kawasan perkotaan yaitu antara lain : 1.Tempat rekreasi . . 18 .Sebagai peneduh .1. Fungsi sosial dan budaya: .Penyerap polutan media udara.2. Fungsi utama (intrinsik) yaitu sebagai : . air dan tanah.Merupakan media komunikasi warga kota . 2.Memberi jaminan pengadaan RTH menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara (paru-paru kota).Penyedia habitat satwa .Wadah dan objek pendidikan. dan pelatihan dalam mempelajari alam.Penahan angin. Fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu: a. penelitian.

perkebunan. Fungsi ekonomi: . c. 5 Tahun 2008.Pembentuk faktor keindahan arsitektural. sayur mayur. daun. maupun makro: lansekap kota secara keseluruhan.Menciptakan suasana serasi dan seimbang antara area terbangun dan tidak terbangun.Menstimulasi kreativitas dan produktivitas warga kota. Dalam suatu wilayah perkotaan. kepentingan. b. keseimbangan ekologi dan konservasi hayati. empat fungsi utama ini dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan. .1. . buah. dan keberlanjutan kota seperti perlindungan tata air.Sumber produk yang bisa dijual.18 2.7 Manfaat Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan Ada dua manfaat Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada kawasan perkotaan yaitu : 18 Peraturan Menteri No. 5-6 19 .Bisa menjadi bagian dari usaha pertanian. . Hal. Fungsi estetika: . kehutanan dan lain-lain. . seperti tanaman bunga. memperindah lingkungan kota baik dari skala mikro: halaman rumah.Meningkatkan kenyamanan. lingkungan permukimam.

estetika.1. yaitupembersih udara yang sangat efektif. pemeliharaan akan kelangsungan persediaan air tanah. dan ekonomi. buah) 2. lapangan olahraga. memanjang. maupun pola planologis yang mengikuti hirarki dan struktur ruang perkotaan20. segar.1. 6 20 Peraturan Menteri Tahun 2008 Hal. 5 Tahun 2008. Secara struktur ruang. pemakaman atau jalur-jaur hijau jalan. yaitu membentuk keindahan dan kenyamanan (teduh.8 Tipologi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan Secara fisik RTH dapat dibedakan menjadi RTH alami berupa habitat liar alami. Dilihat dari fungsi RTH dapat berfungsi ekologis. 17 20 . pelestarian fungsi lingkungan beserta segala isi flora dan fauna yang ada (konservasi hayati atau keanekaragaman hayati). Hal. bunga. kawasan lindung dan taman-taman nasional serta RTH non alami atau binaan seperti taman. sosial budaya. sejuk) dan mendapatkan bahan-bahan untuk dijual (kayu. tersebar). 19 Peraturan Menteri No. daun. Manfaat tidak langsung (berjangka panjang dan bersifat intangible).19 2. RTH dapat mengikuti pola ekologis (mengelompok. Manfaat langsung (dalam pengertian cepat dan bersifat tangible).

Berikut ini tabel arahan karakteristik RTH di perkotaan untuk berbagai tipologi kawasan perkotaan:21 Tabel 2. 5/PRT/M/2008 21 Peraturan Menteri Tahun 2008 Hal.9 Karakteristik Ruang terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan Karakteristik RTH disesuaikan dengan tipologi kawasannya.d. 5/PRT/M/2008 2. 8 21 .1:Tipologi RTH Sumber : Peraturan Menteri PU. Gambar 2. NO. NO. sedang • Dasar perencanaan kawasan • Berdasrkan fungsi tertentu • sosial • Berdasarkan jumlah penduduk Berpenduduk padat • ekologis • berdasarkan fungsi tertentu • sosial • berdasarkan jumlah penduduk • hidrologis Sumber : Peraturan Menteri PU.1: Fungsi dan Penerapan RTH pada Beberapa Tipologi Kawasan Perkotaan Tipologi Karakteristik RTH Kawasan Perkotaan Fungsi Utama Penerapan Kebutuhan RTH Pantai • Pengamanan wilayah pantai • Berdasarkan luas wilayah • Sosial budaya • Berdasarkan fungsi tertentu • Mitigasi bencana Pegunungan • Konservasi tanah • Berdasarkan luas wilayah • Konservasi air • Berdasarkan luas tertentu • Keanekaragaman hayati Rawan Bencana • Mitigasi/evakuasi bencana • Berdasarkan fungsi tertentu Berpenduduk jarang s.1.

(Kelurahan) .Sarana ibadah badminton dll) social. sekolah tinggi. warung . Tabel 2. perbelanjaan. pendidikan lanjutan .Fasilitas olahraga. (Kecamatan. Sub-Pusat .Perkantoran botani dll . taman bunga mingguan (belanja.Taman kanak-kanak.Pertokoan kecil.Pemenuhan kebutuhan .2: Struktur Tata Ruang Kota dan RTH Hierarki Fungsi Pelayanan Fasilitas umum &sosial Ruang terbuka hijau Kawasan Pusat Kota . gereja basket (dormitory area) .Pemenuhan kebutuhan .Melayani fungsi-fungsi . regional kawasan. retensi perbankan) arena hiburan dll) . tingkat kecamatan .Sarana hiburan dan rekreasi koridor jalan utama jaringan transportasi kota .Fasilitas olah raga : insidential seperti RS besar stadion sepakbola skala besar.Melayani kegiatan . pos renang bulanan (pusat dan giro . RTH Sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota 22 . rekreasi) . taman bunga dll Local . ibadah.Kawasan hunian besar.Urban argriculture.SMA. tennis.Fasilitas perbankan.Pusat perdagangan dan .Pemenuhan kebutuhan . kolam . . dasar. sekolah kejuruan. pasar dan kolam-kolam tradisional dan jasa . pengendali banjir. interaksi .Taman kota.Taman kelurahan.) ekonomi-sosial di perpustakaan wilayah jogging track.Sempadan sungai. situ. kebon bibit. PU Tahun 2006.Pemenuhan kebutuhan SMP.Lapangan olahraga (RT/RW) sehari hari (pendidikan sekolah dasar (volley. belanja harian . . kursus ketrampilan .Jalur-jalur hijau pada dan koneksi terhadap .Taman kecamatan. bisnis hutan kota.Sarana olahraga bank. jasa perbangkan.Pasar kecamatan . lapangan .Danau dan area retensi regional/antar. Sarana transportasi ojek. stadion mini.Taman-taman privat dll) serba ada.Sarana ibadah : Masjid lapangan bola. green belt.Pendidikan menengah . becak dll Sumber : Direktorat Jendral Dep.Sarana rekreasi (bioskop. pendidikan .Pusat kegiatan local .Rumah sakit pusat sarana regional/nasional tinggi.Taman bermain (playground) Sub-Lokal .TPU . taman .Perdagangan dan jasa skala .

23 . koridor sungai. baik dalam bentuk arealmemanjang/jalur atau mengelompok. Ruang Terbuka Hijau Binaan (RTHB) Ruang terbuka hijau binaanadalah ruang atau kawasan yang lebihluas. di dominasi olehtanaman yang tumbuh secara alamiatau tanaman budi daya. dengan permukaantanah di dominasi oleh perkerasanbuatan dan sebagian kecil tanaman.1.pencegahan polusi udara danperlindungan terhadap flora sepertikoridor jalan. hutan lindung.Kawasan hijau lindung terdiridari cagar alam di daratan dankepulauan. daerah pertanian.dimana penggunaannya lebih bersifatterbuka/ umum. persawahan.1.Kawasan/ruang hijau terbukabinaan sebagai upaya menciptakankeseimbangan antara ruang terbangundan ruang terbuka hijau yang berfungsisebagai paru-paru kota.dimana penggunaannya lebih bersifatterbuka/ umum. Ruang Terbuka Hijau Lindung (RTHL) Ruang terbuka hijau lindungadalah ruang atau kawasan yang lebihluas.hutan bakau.10 Jenis-Jenis Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan Jenis-jenis Ruang Terbuka Hijau menurut Edi Purwanto Ruang terbuka hijau berdasarkan tipenya dibedakan menjadi: 1. baik dalam bentuk arealmemanjang/jalur atau mengelompok. dan sebagainya. 2. peresapan air. play ground. taman.fasilitas olah raga. hutanwisata.

tanaman yang rapat.baik yang 24 .penanaman poho secara rapat. 5. tanaman yang dapatmecegah erosi dengan akarnya sepertibambu. dengan penggunaanpepohonan pada koridor jalandiharapkan dapat mnengurangi polusi udara. antara lain pencegah erosidaerah sekitar. Koridor Hijau Sungai Koridor Hijau sungai yangberada di sepanjang bantaran sungaiyang berupa tanaman akanmemberikan fungsi yang beranekaragam. 4. serta dapatmenyerap air hujan (resapan air). sebagai batasantara sungai dengan daerahsekelilingnya. penyerapan ait hujanlebih banyak. Koridor sungai dapat memberikan keindahan visual denganpenataan yang sesuai dan pemanfaatantumbuh-tumbuhan yang ada sertapenambahan tumbuh- tumbuhanberwarna-warni. Koridor Hijau Jalan Koridor hijaua jalan yangberada di kanan kiri jalan denganpepohonan di di dalamnya akanmemberikan kesan asri bagi jalantersebut dan memberikan kesan teduh.3. Koridorsungai juga berfungsi menjagakelestarian suber air. Dengan penanamanpohon-pohon yang mempunyai banyakakar diharapkan akar- akar tersebutakan mengikat tanah-tanah di sekitarsungai tersebut. Taman Taman adalah wajah dankarakter lahan atau tapak dari bagianmuka bumi dengan segala kehidupandan apa saja yang ada didalamnya. memberi kesan asri.Koridor hijau jalan dengan pepohonanakan meberiakan kesejukan bagipengguna jalan.

Taman hutan raya . Tahun 2007.Pemakaman umum .Taman lingkungan perkantoran dan gedung komersial . Hal.22 Jenis-jenis ruang terbuka menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan bab III pasal 6 : . sejauh mata memandang sejauhsegenap indra kita dapat menangkap dan sejauh imajinasi kita dapatmembayangkan.Taman wisata alam . Ruang Terbuka hijau di Perumahan Graha Estetika Semarang.Taman lingkungan perumahan dan permukiman . bersifat alami maupunbuatan manusia yang merupakanbagian atau total lingkungan hidupmanusia beserta mahluk hidup lainnya.Taman kota .Kebun binatang . lereng dan lembah .Bentang alam seperti gunung.Hutan lindung .49 25 . bukit.Kebun raya .Cagar alam . .Taman rekreasi .Hutan kota.Lapangan olah raga 22 Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman.

yaitu taman kota.Parkir terbuka . pemakaman umum. bunga warna-warni. 1 Tahun 2007. median jalan.2. lapangan olah raga.Taman atap (roof garden)23 Dari jenis-jenis Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP). rel kereta.Jalur pengguna .Lapangan upacara .Lahan pertanian perkotaan . taman rekreasi. bangunan. . pipa gas dan pedestrian . batu-batu dan berbagai elemen-elemen lain yang 23 Peraturan Menteri No.1 Konsep Taman Pembuatan taman yang dilakukan oleh para penguasa kuno dalam bentuk penataan lahan pertanian dengan variasi pengairannya merupakan wujud pengakuan akan keindahan alam yaitu pohon yang rindang. taman lingkungan.Daerah penyangga (buffer zone) . Hal. akan dibahas lebih lanjut mengenai beberapa jenis ruang terbuka hijau.2 Taman 2. pantai. 2.Kawasan dan jalur hijau . 5 26 .Jalur dibawah tegangan tinggi (SUTT dan SUTET) . situ dan rawa .Jalan.Lapangan udara . aliran sungai. Penataan RTH Kawasan Perkotaan. dan jalur pengaman median.Sempadan sungai.

2 Taman Kota Menurut Peraturan Menteri No. 5 Tahun 2008 Taman kota adalah lahan terbuka yang berfungsi sosial dan estetik sebagai sarana kegiatan rekreatif. lingkungan perkantoran. Suatu konsep taman untuk kegiatan bersenang-senang barangkali berasal dari mitologi. Hal. mengingat rancangan dan susunannya nampak berasal dari praktek penanaman dan pengairan kuno.2.3 Taman Lingkungan Taman lingkungan merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang berada pada kawasan lingkungan masyarakat dalam skala lebih kecil seperti lingkungan pengukiman.dianggap sebagai karunia alam yang memiliki nilai estetika tinggi. 2. 13 27 .wikipedia.org/wiki/Hanging_Gardens_of_Babylon 25 Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2008.2. edukasi atau kegiatan lain pada tingkat kota25. 2. Bentuk- bentuk ini kemudian dibawa ke lahan pertaniannya untuk dijadikan taman yang setiap saat dapat dinikmati. Bentuk taman lingkungan ini sangat tergantung pada pola dan susunan massa bangunan pada lingkungan pemukiman atau perkatoran. Taman lingkungan pemukiman merupakan bagian dari pemukiman dalam lingkungan itu sendiri. Sebagian besar kepercayaan-kepercayaan keagamaan didunia melukiskan taman-taman atau firdaus pada permulaan zaman atau pada akhir kehidupan di muka bumi24. Sejarah transformasi adanya bentuk dan letak ruang terbuka menunjukan bahwa ruang terbuka pada awalnya berada di 24 http://en.

2 27 Peraturan Menteri No. menjadi suatu komplek pembangunan permukiman berbentuk ‘cluster’ dimana ruang terbuka dibangun bersama. menjadi ruang terbuka hijau permukiman untuk keperluan pemanfaatan secara kolektif pula26. edukasi atau kegiatan lain pada tingkat lingkungan27. Hal. Tahun 2009. Penyediaan dan pemanfaatan RTH. Rencana Aksi Ruang Terbuka Hijau. Hal. 13 28 . Tahun 2008 Taman lingkungan adalah lahan terbuka yang berfungsi sosial dan estetik sebagai sarana kegiatan rekreatif. 5 Tahun 2008. Gambar 2. Kemudian ruang terbuka ini menjadi lebih luas dan dikeluarkan dari rumah- rumah individual yang berada dalam suatu lingkaran tertutup (cul de Sac).dalam kawasan terbatas. yang dipagari tembok tinggi di sekeliling unit kelompok rumah tersebut.2: Contoh Taman Rukun Tetangga (RT) Sumber : Peraturan Menteri PU NO. 5/PRT/M/2008 26 Bappeda Kota Yogyakarta. Menurut Peraturan Menteri No.

4: Contoh Taman Rukun Tetangga (RT) Sumber : Peraturan Menteri PU. NO.3: Contoh Taman Rukun Tetangga (RT) Sumber : Peraturan Menteri PU. 5/PRT/M/2008 Gambar 2. 5/PRT/M/2008 29 . Gambar 2. NO.

5: Contoh Taman Rukun Warga (RW) Sumber : Peraturan Menteri PU. NO. 5/PRT/M/2008 30 . NO.6: Contoh Taman Kelurahan Sumber : Peraturan Menteri PU. Gambar 2. 5/PRT/M/2008 Gambar 2.

Untuk penyediaan RTH pemakaman. tempat pertumbuhan berbagai jenis vegetasi. NO. 5/PRT/M/2008 2. Ukuran makam 1 m x 2 m b. luas dan jumlah masing-masing blok disesuaikan dengan kondisi pemakaman setempat 31 . pencipta iklim mikro serta tempat hidup burung serta fungsi sosial masyarakat disekitar seperti beristirahat dan sebagai sumber pendapatan.5 m c. maka ketentuan bentukpemakaman adalah sebagai berikut: a.2.4 Ruang Terbuka Hijau (RTH) TPU Penyediaan ruang terbuka hijau pada areal pemakaman disamping memiliki fungsi utama sebagai tempat penguburan jenasah juga memiliki fungsi ekologis yaitu sebagai daerah resapan air.7: Contoh Taman Kecamatan Sumber : Peraturan Menteri PU. Pemakaman dibagi dalam beberapa blok. Jarak antar makam satu dengan lainnya minimal 0. Tiap makam tidak diperkenankan dilakukan pembongkaran/perkerasan d. Gambar 2.

8: Contoh Pola Penanaman pada RTH Pemakaman Sumber : Peraturan Menteri PU. Pemilihan vegetasi di pemakaman disamping sebagai peneduh juga untuk meningkatkan peran ekologis pemakaman termasuk habitat burung serta keindahan28. 5 Thn. 2008. Pedoman Penyediaan RTH di Kawasan PerkotaanHal. NO. Batas terluar pemakaman berupa pagar tanaman atau kombinasi antar pagar buatan dengan pagar tanaman. atau dengan pohon pelindung g.e. Gambar 2. Ruang hijau pemakaman termasuk pemakaman tanpa perkerasan minimal 70% dari total area pemakaman dengan tingkat liputan vegetasi 80% dari luas ruang hijaunya. Batas antar blok pemakaman berupa pedestrian lebar 150-200cm dengan deretan pohon pelindung disalah satu sisinya f. 5/PRT/M/2008 28 Peraturan Menteri No. 30-31 32 .

1996 33 . pedestrian. Jalan Arteri Primer Gambar 2.5 Jalur Pengaman Median Jalur pengaman median merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang berupa jalan yang berada di sepanjang jalan raya (lalu lintas). Ketentuan untuk perletakan tanaman pada jalur tepi dan jalur tengah (median) disesuaikan dengan potongan melintang standar tergantung pada kiasifikasi fungsi jalan yang bersangkutan. dan berfungsi sebagai pengaman area tersebut. jalur rel KA.9: Potongan Jalur Pengaman Median Jalan Sumber : Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan.2. area bawah jalan laying.2. 1. PU.

PU. 1996 3. 2.11: Potongan Jalur Pengaman Median Jalan Sumber : Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan. Jalan Kolektor Primer Gambar 2. Jalan Arteri Sekunder Gambar 2.10: Potongan Jalur Pengaman Median Jalan Sumber : Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan. PU. 1996 34 .

1996 Gambar 2.13: Potongan Jalur Pengaman Median Jalan Sumber : Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan. PU.12: Aplikasi Jalur Pengaman Median Jalan Sumber : Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan. Gambar 2. 1996 35 . PU.

Contoh kasus di daerah Bali. Hal.500 jiwa penduduk) 1 Kelurahan : terdiri dari 8 – 10 RT (30.000 jiwa penduduk) terdiri dari 10 – 12 RW (120.5 Asumsi dan kebutuhan informasi Data dasar lingkungan perumahan menurut Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan yaitu : 1 RT : terdiri dari dari 150 – 250 jiwa penduduk 1 RW (2. Tahun 2004. 29 SNI Tata cara perencanaan lingkungan perumahandi perkotaan. satuan unit lingkungan kelurahan § nagari yang terdiri dari > 10 RW29. satuan unit lingkungan kelurahan § lingkungan § sedangkan kasus di daerah Padang. satuan unit lingkungan RW § banjar dinas.2.000 jiwa penduduk) 1 Distrik : terdiri dari 4 – 6 kelurahan / lingkungan 1 Kota : terdiri dari sekurang-kurangnya 1 kecamatan Penentuan asumsi dasar satuan unit lingkungan dapat dipertimbangkan dan disesuaikan dengan kondisi konteks lokal yang telah dimiliki.2. 13 36 .

3.3 Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan 2.1 Penyediaan RTH Berdasarkan Luas Wilayah di Kawasan Perkotaan Ada beberapa penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan perkotaan antara lain : 1.3: Sarana ruang terbuka. ruang terbuka hijau di perkotaan terdiri dari RTH Publik dan RTH privat 37 . tentang Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan Tahun 2004. Penyediaan RTH Berdasarkan Luas Wilayah Penyediaan RTH berdasarkan luas wilayah di perkotaan adalah sebagai berikut: a. 2. Tabel 2. taman dan lapangan olah raga Sumber Data : SNI 03-1733-1989.

baik keseimbangan sistem hidrologi dan keseimbangan mikroklimat. apabila luas RTH baik publik maupun privat di kota yang bersangkutan telah memiliki total luas lebih besar dari peraturan atau perundangan yang berlaku. proporsi RTH pada wilayah perkotaan adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% terdiri dari ruang terbuka hijau privat c.b. Target luas sebesar 30% dari luas wilayah kota dapat dicapai secara bertahap melalui pengalokasian lahan perkotaan secara tipikal sebagaimana ditunjukkan pada bagan dibawah ini. 5 Tahun 2008. Hal. serta sekaligus dapat meningkatkan nilai estetika kota.30 30 Peraturan Menteri No. maka proporsi tersebut harus tetap dipertahankan keberadaannya. Proporsi 30% merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota. maupun sistem ekologis lain yang dapat meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat. 9 38 .

Ruang Terbuka HIjau (RTH) untuk hunian adalah 8% dan RTH non hunian 2% sehingga RTH privat adalah 10%. jalan adalah 20% dan lainnya 7.5%.5% dengan KDB adalah 80%. untuk jalan adalah 6% dan ruang terbuka hijau untuk lainnya 1. Ruang terbuka hijau untuk taman 12.5% dengan KDB 0%. Bagan: Proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Perkotaan Menurut Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2008 Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Perkotaan adalah sebagai berikut : Ruang Kota terdiri dari ruang terbangun dan ruang terbuka. Ruang terbangun terdiri dari hunian adalah 40% dengan KDB adalah 80% dan non hunian adalah 20% dengan KDB 90%.5% sehingga Ruang terbuka hijau public 39 . Untuk ruang terbuka terdiri dari taman adalah 12.

RTH kategori ini meliputi: jalur hijau sempadan rel kereta api.31 3. sarana dan prasarana misalnya melindungi kelestarian sumber daya alam. Hal. RTH sempadan pantai. 5 Tahun 2008.listrik tegangan tinggi. Penyediaan RTH Berdasarkan Kebutuhan Fungsi Tertentu Fungsi RTH pada kategori ini adalah untuk perlindungan atau pengamanan.Maka standard Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan perkotaan adalah 30% 2. 10 40 . Penyediaan RTH Berdasarkan jumlah penduduk Untuk menentukan luas RTH berdasarkan jumlah penduduk. jalur hijau jaringan. dan RTH pengamanan sumber air baku/mata air. adalah 20%. 31 Peraturan Menteri No. RTH kawasan perlindungan setempat berupa RTH sempadan sungai. dilakukan dengan mengalikan antara jumlah penduduk yang dilayani dengan standar luas RTH per kapita sesuai peraturan yang berlaku. pengaman pejalan kaki atau membatasi perkembangan penggunaan lahan agar fungsi utamanya tidak teganggu.

5/PRT/M/2008 4. Taman ini melayani minimal 480.000 m2.3 dengan sekolah/ Kelurahan pusat kelurahan Dikelompokan Taman 24. 41 .2 dengan sekolah/ 120.5 Disesuaikan fungsi-fungsi dengan kebutuhan tertentu Sumber : Peraturan Menteri PU.90%.000 0. dan kompleks olah raga dengan minimal RTH 80% .2 Tersebar Taman kota 144.000 jiwa 9.4: Penyediaan RTH Berdasarkan Jumlah Penduduk Luas Luas Unit No.3 m2. dengan luastaman minimal 144.000 jiwa kecamatan pusat kecamatan pemakaman disesuaikan 1.250 0.000 jiwa pinggiran Untuk disesuaikan 12.3 Di pusat wilayah/ kota Hutan kota disesuaikan 4.0 Di dalam/ kawasan 480.000 0. yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi dan olah raga.Taman ini dapat berbentuk sebagai RTH (lapangan hijau).5 RW Dikelompokan Taman 30. Semua fasilitastersebut terbuka untuk umum. Tabel 2. RTH Taman Kota RTH Taman kota adalah taman yang ditujukan untuk melayani penduduksatu kota atau bagian wilayah kota.000 0. Tipe RTH minimal/ minimal/ Lokasi Lingkungan unit (m2) kapita (m2) Di tengah 250 jiwa Taman RT 250 1. NO. per penduduk kota.0 lingkungan RT Di pusat kegiatan 2500 jiwa Taman RW 1.000penduduk dengan standar minimal 0.

Ketinggian tanaman bervariasi. Kriteria Vegetasi Ruang Terbuka Hijau 2.33  32 Peraturan Menteri No. Tahan terhadap hama penyakit tanaman. 32-33 42 . Kecepatan tumbuh sedang. 5 Tahun 2008. Jarak tanam setengah rapat sehingga menghasilkan keteduhan yang optimal. dahan tidak mudah patah.4. d. Berupa habitat tanaman lokal dan tanaman budidaya. dan semak ditanam secara berkelompok atau menyebar berfungsi sebagai pohon pencipta iklim mikro atau sebagai pembatas antar kegiatan. c. i.1 Kriteria Vegetasi RTH untuk Taman lingkungan dan Taman Kota Kriteria pemilihan vegetasi untuk taman lingkungan dan taman kota adalah a. e. Sedapat mungkin merupakan tanaman yang mengundang burung. 14 33 Peraturan Menteri No.32 2. Hal. f. Tajuk cukup rindang dan kompak. Jenis vegetasi yang dipilih berupa pohon tahunan. perdu. Hal. h. g. 5 Tahun 2008.4. Perawakan dan bentuk tajuk cukup indah. tidak berduri. j. tetapi tidak terlalu gelap. warna hijau dengan variasi warna lain seimbang. perakaran tidak mengganggu pondasi b. Mampu menjerap dan menyerap cemaran udara. k. Tidak beracun. Jenis tanaman tahunan atau musiman.

Sawo kecik Minilkara kauki Berbuah 16. Jambu batu Psidium guajava Berbuah 8. Jenis dan Nama Tanaman Nama Latin Keterangan 1. Jambu air Eugenia aquea Berbuah 18.2 Kriteria Vegetasi untuk RTH Jalur Hijau Jalan Ada dua kriteria vegetasi untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) jalur hijau jalan yaitu : 1. Kesumba Bixa ourellana Berbunga 7. berasal dari biji terseleksi sehat dan bebas penyakit. Tabel 2.5: Contoh Pohon untuk Taman Lingkungan dan Taman Kota No. Kemboja merah Plumeria lubra Berbunga 4. Kenari Canarium commune berbuah Sumber : Peraturan Menteri PU. Lengkeng Ephorbia longan Berbuah 11. Bunga saputangan Amherstia nobilis Berbunga 10. Kersen Mintingia calabura Berbuah 5. Aspek silvikultur: a. Bunga Kupu-kupu Bauhinia purpurea Berbunga 2. Bunga lampion Brownea ariza Berbunga 12. memiliki pertumbuhan sempurna baik batang maupun akar. Tanjung Mimosups elengi Berbunga 14. Bungur sakura Lagerstroemia loudinii Berbunga 9. Akasia mangium Accacia mangium 17. NO. 5/PRT/M/2008 2. b.4. Sikat Botol Calistemon lanceolatus Berbunga 3. Kenanga Cananga odorata Berbunga 15. Bungur Lagerstroemea floribunda Berbunga 13. 43 . Kendal Cordia sebestena Berbunga 6.

j. b. d. n. p. h. tetapi tumbuh lambat pada fase dewasa. batang tegak kuat. sistim perakaran padat. i. batang dan sistem percabangan kuat. tidak merusak konstruksi dan bangunan. d. l. batang tegak dan keras pada bagian pangkal. daun tidak mudah rontok karena terpaan angin kencang. tidak mudah patah dan tidak berbanir. ukuran dewasa sesuai ruang yang tersedia. Sifat biologi: a. saat berbunga/berbuah tidak mengotori jalan. tajuk simetris dan padat. e. f. e. k. sebaiknya tidak berduri atau beracun. sistem perakaran masuk kedalam tanah. mudah sembuh bila mengalami luka akibat benturan dan akibat lain. tetapi tidak terlalu gelap. perbandingan bagian pucuk dan akar seimbang. perawakan dan bentuk tajuk cukup indah. f. daun sebaiknya berukuran sempit (nanofill). fase anakan tumbuh cepat. ukuran dan bentuk tajuk seimbang dengan tinggi pohon. c. c. 44 . tumbuh baik pada tanah padat. m. 2. o. g. buah berukuran kecil dan tidak bisa dimakan oleh manusia secara langsung. tajuk cukup rindang dan kompak. tidak menggugurkan daun.

2 Cidiaeum 3. mampu menjerap dan menyerap cemaran udara.5 0. Canna Canna varigata 0. Pedang-pedangan Sansiviera spp 0. 5 Tahun 2008.3 0. 5/PRT/M/2008 34 Peraturan Menteri No. Lili pita 0.15 jaburan Sumber : Peraturan Menteri PU. Salam 12 6 polyantha 7. sedapat mungkin mempunyai nilai ekonomi. Cempaka 18 12 champaca Mimosups 10.34 Tabel 2.2 2. tahan terhadap hama penyakit. Bungur 18 12 floribunda Michelia 9.2 Ophiopogon 5. Soka Jepang Ixora spp 0. Tanjung 15 12 elengi Euginia 6. Melinjo Gnetum gnemon 15 6 Lagerstroemia 8. berumur panjang. t. Nama Lokal Nama Latin Tanam (m) (m) I Pohon Bauhinia 1. Kayu manis 12 12 iners Mimosups 5. Tanjung 12 12 elengi II Perdu/semak/groundcocer 1. 36-37 45 . Bunga Kupu-kupu Ungu 8 12 blakeana 3. tahan terhadap pencemaran kendaraan bermotor dan industri.6: Contoh Tanaman untuk Peneduh Jalan danJalur Pejalan Kaki Jarak Tinggi No.3 0. r. Puring 0. q. s.3 varigatum 4. Hal.6 0.7 0. Bunga Kupu-kupu 8 12 Purpurea Bauhinia 2. u. Trengguli Cassia fistula 15 12 Cinnamommun 4. NO.

7: Contoh Vegetasi untuk Pemakaman No. Hal. sedang atau kecil disesuaikan dengan ketersediaan ruang.3 Kriteria Vegetasi untuk RTH Pemakaman Ada beberapa kriteria vegetasi yang di khususkan pada tempat pemakaman kriteria pemilihan vegetasi untuk RTH ini adalah sebagai berikut: a. tajuk cukup rindang dan kompak. 2. 5 Tahun 2008. dapat berupa pohon besar. d. Bougenvil Bougenvilia Sp Berbunga 2. berumur panjang. tetapi tidak terlalu gelap. sedapat mungkin merupakan tanaman yang mengundang burung. e. sistem perakaran masuk kedalam tanah. tidak merusak konstruksi dan bangunan. f. 5/PRT/M/2008 35 Peraturan Menteri No. Lili pita Ophiopogon Jabura - 5. Nama Lokal Nama Latin Potensi 1. tidak mudah patah dan tidak berbanir. g. Kembang merak Caesalpinia Pulcherrima Pengundang serangga 8. sedapat mungkin mempunyai nilai ekonomi. NO. Jamblang Syzygium Cumini Buah dapat dimakan 9. tahan terhadap hama penyakit.35 Tabel 2. Kamboja Putih Plumeria Alba Berbunga 3. Dadap Erythrina Varigata Pengundang burung 7. Salam Syzygium Polyanntum Pengundang burung Sumber : Peraturan Menteri PU. atau menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi langsung. batang tegak kuat. c. Puring Codiaeum Varigatum Berwarna 4.4. h. b. Tanjung Mimosups Elengi Berbunga 6. 43 46 .

5 Analisis Koefisien Dasar Bangunan Koefisien Dasar Bangunan adalah perbandingan luas lahan yang tertutup bangunan atau bangunan-bangunan dalam tiap petak peruntukan dibanding dengan luas petak peruntukan. Adapun formula tingkat kepadatan bangunan sebagai berikut : Tingkat Kepadatan Bangunan (KDB) = Luas Lahan Tertutup Bangunan x 100% Total Luas lahan kawasan peruntukan 47 . Asumsi yang digunakan adalah semakin besar tingkat kepadatan bangunan maka akan mengakibatkan semakin berkurang area ruang terbuka hijau. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepadatan pada masing-masing kawasan peruntukan.2.