You are on page 1of 10

LAPORAN PRAKTIKUM MINGGUAN

”Kultur Organ Tanaman (Pengembangan Tanaman Mini In Vitro)”

Oleh :

SATRIA EKA WIJAYA
D1B114 071

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS HALU OLEO

2016

Bibit dari varietas unggul yang jumlahnya sangat sedikit dapat segera dikembangkan melalui kultur jaringan. Melalui kultur jaringan tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan karena faktor perbanyakannya yang tinggi. Salah satu dampak dalam peningkatan ekspor komoditi pertanian adalah kebutuhan bibit yang semakin meningkat. Dengan metode kultur jaringan dapat dihasilkan tanaman baru secara In Vitro dengan jumlah yang tidak terbatas. Latar Belakang Perbanyakan tanaman dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat dan tempat terbatas sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan kualitas pertanian. Kemampuan sel tanaman yang seperti ini disebut dengan totipotensi sel. bila berhasil dapat . I. yaitu kemampuan sel untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Pada tanaman perbanyakan melalui kultur jaringan. yang menjadi dasar dari teknik kultur jaringan ini adalah kemampuan sel suatu tanaman yang dapat tumbuh menjadi tanaman sempurna apabila ditempatkan di lingkungan yang tepat. PENDAHULUAN A. Bibit dari suatu varietas unggul yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas sedangkan bibit tanaman yang dibutuhkan jumlahnya sangat banyak. Penyediaan bibit yang berkualitas baik merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengembangan pertanian di masa mendatang. Salah satu teknologi harapan yang banyak dibicarakan dan telah terbukti memberikan keberhasilan adalah melalui teknik kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.

mata tunas serta menumbuhkan bagian- bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya. krisan. B. Dari uraian tersebut maka peerlu dilakukan raktikum Kultur Organ Tanaman (Pengembangan Tanaman Mini In Vitro). Tanaman bisa melakukan kultur jaringan jika memiliki sifat totipotensi. Tujuan dan Kegunaan Tujuan yang ingin dicapai pada pelaksanaan praktikum yaitu untuk membuat tanaman mini In Vitro unik yang memiliki daya jual dan mahasiswa . yaitu mudah tumbuh dan berkembang. mawar dan manggis. Beberapa jenis tanaman yang belakangan ini dilakukan perbanyakan secara kultur jaringan adalah anggrek. keping biji dan bagian lainnya yang bersifat meristematik. mata tunas. yaitu kemampuan sel untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. ujung akar. Bagian-bagian tubuh tanaman tersebut dikulturkan dan ditumbuhkan kembali dalam kondisi aseptik (steril) yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.lebih menguntungkan karena sifatnya akan sama dengan induknya (seragam) dan dalam waktu yang singkat bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan bebas penyakit. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. Bagian dari tanaman yang dapat dikulturkan (diperbanyak) adalah daun muda. daun dewa.

mengetahui dan melakukan perbanyakan tanaman cabe melalui teknik kultur organ. Kegunaannya yaitu mahasiswa dapat memahamicara membuat tanaman mini In Vitro unik yang memiliki daya jual dan mahasiswa dapat memahami dan melakukan perbanyakan tanaman cabe melalui teknik kultur organ. . .

sel-selnya masih bersifat meristematis dan mengalami proses diferensiasi. Eksplan diambil dari bagian yang masih muda (primordial). 2011). TINJAUAN PUSTAKA Kultur Organ (organ culture) merupakan kultur yang diinisiasi dari bagian- bagian tanaman seperti : ujung akar. pucuk aksilar. II. baik dari tumbuhan. 2008). Secara teoritis teknik kultur jaringan dapat dilakukan untuk semua jaringan. hewan. Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar. karena berdasarkan teori totipotensi sel. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril (Yusnita. Bagian kecil tanaman ( sel. jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi In Vitro (di dalam gelas). tunas. Jadi Kultur In Vitro dapat diartikan sebagai bagian jaringan yang dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya. Tanaman yang dibudidayakan menggunakan teknik kultur jaringan umumnya merupakan tanaman yang bernilai ekonomis tinggi atau tanaman yang sulit untuk dikembangbiakkan. bahwa setiap sel memiliki potensi genetik seperti zigot yaitu mampu memperbanyak diri dan berediferensiasi menjadi tanaman lengkap (Barahima. Media tumbuh pada kultur organ tanaman sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkannya . jaringan dan organ ) yang digunakan dalam kultur jaringan disebut eksplan . ujung pucuk (meristem dengan beberapa primordial daun) dan embrio sebagai bagian dari biji. bahkan juga manusia.

2008). Bentuk media lain berupa cair adalah campuran komponen-komponen zat kimia tertentu dengan air suling. cair dan semi padat . Pemindahan kultur ke media lain baik media yang sama ataupun yang lain. sumber energi (karbon). Media padat adalah media biakan yang dipadatkan dengan agar. Setiap masa inkubasi disebut passage.karena media merupakan faktor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. 2009). disebut sub kultur. Media biakan ada yang berbentuk padat. Eksplan harus diusahakan supaya dalam keadaan aseptik melalui prosedur sterilisasi dengan berbagai bahan kimia. bagi mikroorganisme. Dari eksplan yang aseptik kemudian diperoleh kultur yang asenik yaitu kultur dengan hanya satu macam . Unsur tersebut berupa garam organik. ada yang bersifat reversible (dapat dibalik) seperti agar nutrien dan ada yang bersifat irreversible (tidak dapat dibalik) seperti serum darah terkoagulasi. vitamin selain itu dapat pula ditambahkan komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa kompleks lainnya (Gardener. Passage pertama adalah sub kultur pertama dari bagian yang terbentuk dari eksplan awal. Dalam pertanian agar nutrient banyak digunakan. Keberhasilan perbanyakan dan perkembangbiakan tanaman dengan metode kultur jaringan secara umum sangat tergantung pada jenis media. Bagian dari tanaman yang digunakan sebagai bahan untuk inisiasi suatu kultur. Bahan yang diambil pada setiap sub kultur disebut sebagai inokulum. sedang media yang secara fisik merupakan intermediate antara media cair dan padat (Yuwono. Media biakan yang mampu mendukung optimalisasi pertumbuhan mikroorganisme harus dapat memenuhi persyaratan nutrisi. disebut eksplan.

Proses pembentukan embrio dari ovari yang belum mengalami fertilisasi. Pucuk yang terbentuk pada tempat yang bukan jaringan asal (orgin) yang biasa. prosesnya disebut androgenesis. serta pucuk yang terbentuk dari kotiledon atau akar. 2006). Sedangkan embriogenesis ialah proses terbentuknya embrio somatik. disebut pucuk yang terbentuk dari hipokotil. disebut gynogenesis (Laila. tetapi dari sel biasa dari tubuh tanaman. Bila embrio terbentuk langsung dari kultur anther atau mikrospora. Eksplan yang di tanam pada media tumbuh yang tepat. . Embrio somatik adalah embrio yang bukan berasal dari zigot. dapat beregenerasi melalui proses yang disebut organogenesis atau embriogenesis.organisme yang digunakan. Organogenesis artinya proses terbentuknya organ-organ seperti : pucuk dan akar.

3. Lalu campurkan alkohol 50 ml dengan aquades 50 ml.2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum preparasi media kultur jaringan yaitu laminar air flow cabinet. alkohol 50 ml. Sterilisasi Eksplan 1. larutan bakterisida 2%.1 Waktu dan Tempat Praktikum pengenalan alat dilaksanakan pada pukul 08. Kemudian campurkan bayclin 30 ml dengan Air 70 ml. pisau. 25 Oktober 2016. larutan sublimat. botol kultur.3 Prosedur Kerja Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu sebagai berikut : a. kocok selama 10 menit b. lampu bunsen. 3. Kemudian bilas dengan air. bertempat di Labolaratorium Agroteknologi Unit In Vitro Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. gunting. III. kocok selama 5 menit 4. 3. Campur 2 tetes sunlight dengan air (disesuaikan). Kemudian bilas dengan air. bayclin 30 ml. cawan petri. 5. sunlight. Bahan yang digunakan pada praktikum kultur organ tanaman yaitu tanaman cabe. kocok selama 10 menit 2.00 sampai selesai pada hari Jumat. aquades. METODE PRAKTIKUM 3. Penanaman Eksplan .

KNO3 tanpa MS dan agar dan bayclin.1. Setiap botol diisi 5 eksplan. 5. Eksplan yang telah disterilkan selanjutnya dimasukkan dalam cawan petri. 3. 2. kemudian dikeluarkan bijinya untuk ditanam di media MS+0 ZPT. Penanaman dilakukan di dalam LAF yang telah disterilkan dengan sinar UV dan dilap dengan larutan alkohol 70%. Kemudian di Kembangbiakan pada rak Budidaya. 4. .

2011. 2008. 2008. Universitas Gadjah Mada Press. 2006 Pengantar Bioteknologi. Kultur Jaringan Tanaman. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Barahima. Jakarta . 2009. Laila. Medan: FMIPA UNIMED Yusnita. Agro Media Pustaka. Penerbit Swadaya. Bioteknologi pertanian. Kutur Jaringan Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien. Jakarta . Gardener. Yuwono. Penuntun Bioteknologi. Universitas Gadjah Mada Press. Jakarta.