You are on page 1of 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Seiring bertambahnya usia, ada kecenderungan lansia mengalami kadar

gula darah yang tidak terkontrol. Dimasa ini seseorang mengalami kemunduran

fisik, mental dan sosial secara bertahap (Azizah, 2013). Secara fisik pankreas

mengalami kemunduran fungsi dalam mengatur kadar gula darah dalam darah

agar tetap normal (Rahmatul, dkk, 2016). Untuk menjaga agar kadar gula darah

tetap normal, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan diantaranya harus

merubah pola makan yang benar, olahraga yang teratur, dan menghindari

konsumsi rokok, serta istrahat dan tidur yang cukup (Tisnawati dkk, 2013).

Namun banyak diantara mereka tidak menyadarinya. Jika kondisi ini dibiarkan

maka akan berdampak negatif bagi kesehatan lansia. Berdasarkan hasil survei

yang dilakukan di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru pada tanggal 21

maret 2018 terhadap 8 orang lansia, dimana 6 diantaranya menderita diabetes

militus. Tiga diantara 6 lansia yang menderita Diabetes Mellitus mengatakan tidak

pernah melakukan aktivitas fisik secara teratur, 4 diantara 6 lansia mengatakan

bahwa mereka sebagai perokok aktif, dan 5 diantara 6 lansia mengatakan tidak

pernah mengukur atau membatasi asupan makanan yang mereka makan setiap

hari (Rahmatul dkk, 2016).

Jumlah penduduk lansia diperkirakan mencapai 1 milyar dengan usia rata-

rata 60 tahun (Kemenkes RI, 2013). Indonesia termasuk kedalam urutan keempat

dari 10 besar negara didunia dengan jumlah penderita Diabetes Mellitus terbanyak

1
(WHO, 2013). Pada tahun 2013 jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai

18,1 juta jiwa. Jumlah lansia pada tahun 2014 di Indonesia mencapai 19,5 juta

jiwa dan 45% diantaranya menderita diabetes mellitus (Aprilyasari, 2015). Badan

Perencanaan Pembangunan Naisional (BAPPENAS) memproyeksikan jumlah

penduduk lansia berusia 60 tahun atau lebih akan meningkat menjadi 29,1 juta

jiwa (2020) dan 65% diantaranya akan menderita penyakit Diabete Mellitus

(Depkes RI, 2012). Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu dari 13 provinsi

yang mempunyai prevalensi Diabetes Militus di atas prevalensi nasional sebanyak

371 juta (Purwanti, 2014). Angka kejadian Diabetes Mellitus di Kota Malang

menempati urutan ke-3 di Jawa Timur yaitu 7.534 penderita (Fatimah, 2015).

Penyakit yang ada pada lansia adalah gabungan dari kelainan-kelainan

yang timbul akibat proses menua dimana proses menghilangnya secara berlahan

jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan

struktur dan fungsi normalnya (Buleti Lansia, 2013). Penyakit Diabetes Mellitus

ini terjadi ketika pankreas tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang

cukup sehingga kadar glukosa di dalam darah tidak terkontrol dengan baik.

Karena itulah terapi untuk diabetes salah satunya dengan selalu memberikan

insulin sebagai pengganti hormon alami yang dihasilkan oleh tubuh (Fatimah,

2015). Apabila kadar gula darah tidak terkontrol maka akan berdampak pada

kerusakan saraf dan pembuluh darah kecil di mata, ginjal dan jantung (Fatimah,

2015).

Ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar

gula darah agar tidak meningkat pada penderita Diabetes Mellitus khususnya

2
lansia. Bisa dengan cara mengatur pola makan yang benar, kontrol pola makan

disini tidak hanya pada jenis makanan tertentu namun juga terhadap porsi

(fatimah, 2015). Selain itu bisa juga dengan berolahraga secara teratur. Para ahli

kesehatan merekomendasikan minimal 30 menit aktivitas per hari. Aktivitas disini

mencakup: jalan sehat, renang, naik sepeda atau berbagai jenis aktivitas lainnya

(Rumahorbo, 2014). Selanjutnya dengan cara istirahat yang cukup, karena

beristirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, bahkan

hal ini merupakan kebiasaan sehat yang mampu mengelola kadar hormon

(Rumahorbo, 2014).

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah apakah ada hubungan gaya hidup dengan kadar gula darah

pada lansia penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kendalsari Kecamatan

Lowokwaru Malang?

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Mengetahui hubungan gaya hidup dengan kadar gula darah pada Lansia

penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kendalsari Kecamatan

Lowokwaru Malang?

3
1.3.2. Tujuan Khusus

Yang menjadi tujuan khusus dalam penilitian ini adalah:

1. Mengidentifikasi gaya hidup pada lansia penderita diabetes mellitus di

Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Malang?

2. Mengidentifikasi kadar gula darah pada lansia penderita diabetes

mellitus di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Malang?

3. Menganalisis hubungan gaya hidup dengan kadar gula darah pada

lansia penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kendalsari Kecamatan

Lowokwaru Malang?

1.4. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian maka disusun manfaat penelitian sebagai berikut:

1.4.1. Bagi pasien atau keluarga

Manfaat bagi pasien/keluarga: informasi ini dapat menjadi ilmu

pengetahuan serta pengalaman untuk lebih memberikan perhatian terhadap

kadar gula darah

1.4.2. Bagi Rumah Sakit

Untuk mendapatkan informasi akan pengetahuan pasien lansia tentang

kadar gula darah sehingga pihak Rumah Sakit dapat melakukan suatu

program pengetahuan para lansia tentang hal tersebut sehingga nantinya

akan berguna dan dapat diaplikasikan di lingkungan tempat tinggal.

4
1.4.3. Bagi Peneliti

Merupakan mengalaman berharga untuk mengamplikasikan ilmu yang

diperoleh selama pendidikan, serta menambah pengetahuan dan wawasan

dalam meneliti

1.4.4. Bagi Program Studi Ilmu Keperawatan

Untuk memberikan informasi tentang pengetahuan mahasiswa/mahasiswi

tentang kadar gula darah pada lansia sehingga dapat mempersiapkan

mahasiswa kedokteran untuk melakukan promosi-promosi kesehatan

ataupun memberikan seminar tentang kadar gula darah dan bahayanya

pada lansia di tempat-tempat lainnya.

1.4.5. Bagi Peneliti Selanjutnya

Merupakan salah satu sumber ketika membuat proposal penelitian yang

mana proposal tersebut mempunyai kemiripan judul proposal, dan untuk

bahan perbandingan buat peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan kadar

gula darah

5