You are on page 1of 2

Permasalahan utama yang sering ditemukan di lapangan selama perjalanan

pelayanan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana pada
dasarnya terletak pada kualitas pelayanan itu sendiri.. Yang menjadi permasalahan
adalah bagaimana bentuk pelayanan yang berkualitas apakah terletak pada aspek
fisik yang tampak seperti fasilitas sarana dan prasarananya yang mewah dan up to
date atau ada aspek lain. Secara umum berbagai pelayanan publik yang
disediakan oleh pemerintah tersebut masih menimbulkan persoalan.5.
implementasi kebijakan pengendalian pertumbuhan dan … ?.

(Suprijadi, 2004) berpendapat bahwa beberapa kelemahan mendasar yang terjadi
pada pelayanan masyarakat antara lain: adalah sulitnya menentukan atau mengukur
kualitas pelayanan itu sendiri , kemudian seburuk apapun kualitas kinerja
pelayanan tidak mengenal istilah rugi , tidak mengindahkan mekanisme pasar
atau aspek yang mengarah pada pemecahan masalah eksternalitas, serta banyak
menghadapi masalah internalitas seperti sulitnya mencegah pengaruh nilai-nilai
dan kepentingan para pengambil keputusan.Edisi Pengendalian penduduk dan KB

Dilain pihak berdasarkan posisi kelembagaan BKKBN bahwa sejak awal tidak di
disain sebagai organisasi yang memberikan pelayanan langsung pada masyarakat
akan tetapi lebih banyak mengarah pada regulator dan fasilitator , jika ini di
cermati bisa saja ini menjadi hambatan serius terutama pada perilaku personal
pengelola dan pelaksana di lapangan. Adanya kecenderungan untuk melaksanakan
dua fungsi sekaligus, fungsi pengaturan dan fungsi penyelenggaraan, masih sangat
kental dilakukan oleh pemerintah, yang juga menyebabkan pelayanan publik
menjadi tidak efisien (Mohamad, 2003). Padahal berdasarkan manajemen mutu
didefinisikan bahwa kualitas atau mutu itu jika pelanggan puas .8.
Penyelenggaraan sistem informasi keluarga –

Dengan demikian dari sudut pandang ini bahwa kualitas disini berkaitan dengan
dimensi ; yang mendapatkan pelayanan dan dimensi yang memberikan
pelayanan. Dari sisi masyarakat atau keluarga yang membutuhkan pelayanan
konseling sangat tergantung pada berbagai aspek,seperti (1) apakah keluarga itu
sendiri membutuhkan pelayanan karena semakin mereka tidak membutuhkan
pelayanan konseling keluarga maka sebagus apapun pelayanan yang diberikan
maka tidak akan memberikan pengaruh apa-apa. (2) Jika keluarga itu
membutuhkan pelayanan konseling atau tergerak dan memiliki minat kemudian
datang ke tempat pelayanan apakah pelayanan yang diberikan oleh pemberi
pelayanan dapat memenuhi kebutuhannya atau memberikan kepuasan .Edisi
Pengendalian penduduk dan KB

Kemudian pelayanan an dari dimensi pemberi pelayanan dapat dilihat dari
beberapa aspek ; (1) Apakah pihak manajemen sebagai penentu kebijakan
responsive terhadap kondisi yang terjadi di semua tingkatan unsur pelayanan,
mulai pada tingkatan petugas pelayanan (front line) sampai dengan tingkatan
penanggung jawab , dukungan sarana dan prasarana, kemudian menindak lanjuti

2. maupun harapan masyarakat (2) Karakteristik petugas pelayanan konseling itu sendiri apakah siap menghadapi persaingan pasar dan selalu meningkatkan kualitas layanannya. Tantangan besar pada era persaingan bebas pada saat ini tidak cukup dengan memiliki profesionalitas dalam pengelolaan pelayanan publik akan tetapi tetap mengedepankan pengembalian kepercayaan masyarakat kepada BKKBN. Demikian dan terima kasih semoga bermanfaat . aspirasi. Perlu disadari bersama bahwa citra buruk pada pengelolaan pelayanan publik masih melekat sampai saat ini dan melemahkan kepercayaan masyarakat pada pengelola pelayanan.berbagai berbagai keluhan. Otonomi Daerah Bisa Jadi Solusi Atasi Urbanisasi – Nasional nasional.