PEMBIAYAAN KESEHATAN

Rahmad, FK UNAYA, RSPUR

DEFINISI
• Biaya kesehatan adalah besarnya dana yang harus disediakan
untuk menyelenggarakan dan/atau memanfaatkan berbagai
upaya kesehatan yang diperlukan oleh perorangan, keluarga,
kelompok danmasyarakat (Azrul A, 1996)

• Sistem pembiayaan kesehatan didefinisikan sebagai suatu
sistemyg mengatur tentang besarnya dan alokasi dana yang ha
rus disediakan untuk menyelenggarakan dan ataumemanfaatka
n berbagai upaya kesehatan yang diperlukan oleh perorangan,
keluarga, kelompok dan masyarakat

DUA SUDUT PANDANG BIAYA KESEHATAN

• Penyedia pelayanan kesehatan: dana yang
harus disediakan untuk menyelenggarakan
upaya kesehatan
• Pemakai jasa pelayanan kes: dana yang harus
disediakan untuk dapat memanfaatkan jasa
pelayanan.

Sumber Biaya Kesehatan • PEMERINTAH • SWASTA • MASYARAKAT/ PRIBADI .

• Inflasi . • Pola penyakit kronik dan degeneratif. • karakter supply induced demand • Pola pembayaran tunai langsung ke pemberi pelayanan kesehatan. Kenaikan biaya kesehatan • Teknologi canggih.

PERSYARATAN BIAYA KES YG BAIK • Jumlah • Penyebaran • Pemanfaatan .

Jenis biaya pelayanan kesehatan • Penataan Terpadu (managed care) • Sistem reimbursement (FFS) • Asuransi • Tunjangan Kesehatan .

BPJS KESEHATAN  DINKES  KEMENKES . ASPEK BIAYA KESEHATAN BIAYA PENYEDIA JASA KES BIAYA PEMAKAIAN JASA KES • UTK MENYEDIAKAN / • UTK MEMBAYAR / MEMBELI PROVIDE JASA KES JASA KES YG DIGUNAKAN • DIKELOLA OLEH: MASYARAKAT/ PRIBADI  PUSKESMAS / RS • KEBIJAKAN JAMINAN PEMERINTAH KESEHATAN MASYARAKAT (  POLIKLINIK / RS SWASTA JAMKESMAS  KORPORASI/ GRUP RS • DIKELOLA OLEH.

FK UNAYA.PEMBIAYAAN RUMAH SAKIT/ SARKES Rahmad. RSPUR .

PENGERTIAN • Rumah Sakit: institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan rawat inap. rawat jalan. • Biaya RS : besaran nilai ekonomis yang harus dikorbankan oleh Rumah sakit atas pemakaian sumber daya-sumber daya untuk menjalankan aktivitas pelayanan dan operasional Rumah Sakit • Unit Cost: penentuan harga pokok jasa yang diberikan kepada pasien dengan menggunakan informasi biaya • Biaya = cost = expense . dan gawat darurat.

Mendapatkan gambaran mengenai unit/bagian yang merupakan Pusat Biaya (cost center). 3. Tujuan Analisis Biaya 1. baik b iaya tetap(fixed cost) atau biaya investasi yang disetahunkan maupun biaya tidak tetap (Variable cost) atau biaya operasional dan pemeliharaan. Sebagai dasar penetapan tarif 5. 2. Mendapatkan gambaran dan peramalan pendapatan . Mendapatkan gambaran biaya pada tiap unit tersebut.Pusat Pendapatan (Revenue center). Mendapatkan gambaran biaya satuan pelayanan 4.

MANFAAT ANALISIS BIAYA • Pricing. • Evaluasi dan Pertanggungjawaban. utk mengetahui rugi/ laba. untuk menilai performance keuangan rumah . Penentuan tarif utk target laba • Budgetting/Planning: untuk alokasi anggaran dan untuk perencanaan anggaran. • Budgetary Control . untuk memonitor dan mengendalikan kegiatan operasional rumah sakit.

dll • Biaya pemeliharaan (Maitenance Cost): utk memelihara RS/ sarana tetap berfungsi baik. listrik. sewa. Al: servis. perawatan gedung. bhp. beli alkes dll • Biaya operasional (Operational Cost): utk menjalankan kegiatan RS. dll . KEBUTUHAN BIAYA RS • Biaya investasi (Investment Cost): Utk membangun/ pengembangan RS : pembangunan gedung/ sarana. ATK. air. al: gaji.

ATK. Mis: sewa gedung. obat. benang. Biaya dalam Hubungannya dengan Volume Produksi • Biaya variabel (Variable Cost): jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. • Biaya tetap (Fixed Cost): jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume tertentu. Mis: listrik. sewa alat. gaji. . • Biaya semi variabel: kedua2nya. Mis: BHP.

Mis: gaji perawat poliklinik A. . Mis: gaji bagian SDM sebagian dibebankan ke Poliklinik A. Biaya dalam Hubungannya dengan Departemen Produksi atau Segmen Lain • Biaya langsung (Direct Cost): biaya yg ada di unit produksi/layanan ybs. • Biaya tidak langsung ( Indirect Cost): biaya yg ada di unit pendukung namun dibebankan ke unit produksi/ layanan ybs.

UNIT PENUNJANG UNIT PRODUKSI (COST CENTER) BIAYA TDK (REVENUE CENTER) LANGSUNG SDM Gaji POLIKLINIK KEUANGAN Sewa IGD PEMASARAN Listrik RAWAT INAP ATK DIREKSI dll RADIOLOGI IPRS LABORATORIUM DLL DLL .

Nilai investasi/ harga beli  i . usia pakai alat  t : tahun ke berapa AIC ditentukan . • AIC ditentukan oleh:  IIC . kenderaan. LEBIH SATU TAHUN • Mis: gedung. • Annualized Investment Cost (AIC): biaya investasi dihitung disetahunkan. alkes. laju inflasi/ bunga/ rate  L. BIAYA INVESTASI • Biaya yang kegunaannya dapat berlangsung dalam waktu yang relative lama.

rate atau tk bunga t. . USG ini akan dipakai selama 5 tahun. = tahun ke AIC L = perkiraan usia pakai ( life time ) Contoh: Manajemen RS mengadakan USG dg Harga 200 jt. Mereka ingin mengetahui berapa nila biaya investasi setahun USG ini pada tahun ke 3. rate 10%. Rumus AIC = IIC = Innitialized Investment Cost ( harga beli atau pengadaan) i = laju inflasi.

000.21 48.240.400.000 1.331 53.000.000 110% 53.000.000.400 1.240.000 110% 64.000.4641 58.400 .000 1.000 3 40.420. HITUNG DG TABEL THN HARGA USG CARA 1 CARA 2 0 BELI USG (1+ 10%) AIC thn ke (1+10%)^t AIC thn ke 1 40.420.400.564.000.000 110% 58.000 2 40.564.000.1 44.000 1.000 1.000 4 40.000 110% 48.61051 64.000 5 40.000 110% 44.

DENGAN RUMUS • IIC = Innitialized Investment Cost ( harga beli ): Rp.240.000 (1 + 0. 000.000 (1 .000.- • i = laju inflasi. 5 tahun AIC = 200.000 .000. tahun ke 3 • L = perkiraan usia pakai ( life time ).1 )3 = 53.1 )3 /5 = 40.000. 10% • t = masa pakai tahun ke. 200.

UNIT COST • Seluruh biaya yang dibebankan dalam melaksanakan kegiatan produksi atau menghasilkan jasa atau kegiatan tertentu dibagi dengan jumlah satuan produk atau jasa yang dihasilkan. • Biaya yang diperlukan atau yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu satuan produk (barang atau jasa) .

RUMUS • Total Cost RS = Investment Cost (+) Operasional Cost • Total Cost = Fixed Cost + Variable Cost • Total Cost = Direct Cost (+) Indirect Cost • UC = TC/Q . Homogen Rawat inap • RVU . UTK PRODUK HOMOGEN : POLIKLINIK • UC = (TFC/kapasitas + TVC/output). Uyk produk heterogen: OK.. VC = Variabel cost Q = Jumlah output pusat biaya tersebut dalam setahun ........ Lab  UC = Unit cost FC = Fixed cost.

TOTAL UNIT COST DFC DVC FC IFC .

DG RINCIAN BIAYA SBB.000 100.000 Q 2.000 SDM 500.000 GEDUNG 1..000 200.825. BERAPA BIAYA KONSULT PERKUNJUNGAN? DIRECT COST INDIRECT COST TOTAL KOMPONEN COST FIXED C VAR C FIXED C VAR C ALKES (AIC) 250.000 250.000 25.000 LISTRIK 75.11O.. DLL) 200.1.000 0 2. CONTOH POLIKLINIK DOKTER UMUM DG KUNJUNGAN SETAHUN 2.000 375.000 1.000 200.137 kunjungan .000 200.200.137 per UNIT COST 1.000 650.000 TOTAL 1. .000 150.000 TC 2.400.000 BHP (RESEP.400.000.110 BIAYA KONSULT = Rp.

FK UNAYA. BPJS KESEHATAN SBG PENGELOLA BIAYA PEMAKAIAN JASA KES Rahmad. RSPUR .

Askes (Persero) diberi tugas sebagai Penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (PJKMM/ASKESKIN). • 1 Januari 2014. PT Askes Indonesia (Persero) berubah nama menjadi BPJS Kesehatan . SEJARAH • 1968 : Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK). Perusahaan Umum Husada Bhakti • 1992 : dirubah: Perusahaan Perseroan (PT Persero) Husada Bhakti • 2005: PT. cikal bakal ASKESNAS • 1984 : dirubah.

( UU RI no 24/2011 ttg BPJS) • Setiap orang di indonesia tahun 2019 menjadi peserta BPJS. DASAR HUKUM • BPJS Kesehatan : badan hukum menyelenggarakan program jaminan kesehatan. 10 UU no 24/2001) . (Per BPJS Kesehatan no 1/2015) • BPJS kesehatan bertugas membayar biaya atas manfaat layanan kes yg diterima Peserta (pas.

b) Memungut dan mengumpulkan Iuran dari Peserta dan Pemberi Kerja. c) Menerima Bantuan Iuran dari Pemerintah. TUGAS BPJS pas. e) Mengumpulkan dan mengelola data Peserta program Jaminan Sosial. . d) Mengelola Dana Jaminan Sosial untuk kepentingan Peserta. f) Membayarkan Manfaat dan/atau membiayai pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan program Jaminan Sosial g) Memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program Jaminan Sosial kepada Peserta dan masyarakat. 10 UU no 24/2001) a) Melakukan /menerima pendaftaran Peserta.

3/2017 Ke FKTP (PUSKESMAS) • Tarif Kapitasi: Pembayaran perbulan dibayar dimuka sesuai jumlah peserta terdaftar di FKTP tsb. krio Tx. • Tarif Non Kapitasi: Ambulan. CAPD . Ke FKRTL (RS)  tarif INA CBG : Sesuai harga paket layanan kelompok Dx & prosedur  tarif non INA CBG : Obat kronis. SISTEM PEMBAYARAN BPJS PER BPJS KES no. alat bantu kes. ambulan. skrining kes. rujuk balik.

juga beberapa kali pelayanan • Diterapkan di FKTP (PPK1/ PUSKESMAS/ POLI DRU) . • Meliputi seluruh atau sebagian besar layanan. KAPITASI • Pembayaran atas jasa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta dengan membayar di muka sejumlah dana sebesar perkalian jumlah peserta dengan satuan biaya (unit cost perkapita) tertentu • Unit Cost perkapita: harga rata-rata pelayanan kesehatan perkapita yang diberlakukan dalam jangka waktu tertentu.

jumlah kujungan per 100 orang di populasi tertentu = jumlah kunjungan/total populasi x 100% • UNIT COST : Biaya rata-rata untuk setiap jenis pelayanan pada kurun waktu tertentu • BIAYA PER KAPITA = TOTAL BIAYA KAPITASI/ JLH PESERTA. . PERHITUNGAN BIAYA KAPITASI • BIAYA KAPITASI = Angka utilisasi x unit cost • ANGKA UTILISASI .

. INA CBG • Indonesia Case Base Groups • Suatu sistem pengklasifikasian penyakit yang mengkombinasikan antara sekelompok penyakit dengan karakteristik klinis serupa dengan biaya perawatan. • Penyakit dengan karakteristik klinik serupa biasanya membutuhkan sumberdaya yang hampir sama sehingga biaya perawatan juga sama • Dasar pengelompokan : ICD – 10. ICD – 9 CM • Kode dari masing ICD – 10 dan ICD – 9 CM dikombinasikan berformat Grouper.. 789 kelompok kasus ranap & 288 kelompok kasus rajal . • Ta.

STRUKTUR KODE INA CBG •Digit 1 : Grup dasar kasus (CBG) •Digit 2 : Tipe kasus •Digit 3 : Grup spesifik kasus •Digit 4 : Tingkat keparahan .

•Pemberian label huruf merupakan kode sistem organ tubuh yang disesuaikan dengan ICD 10 pada setiap sistem organ. STRUKTUR KODE INA CBG •Digit 1 : Grup dasar kasus (CBG) •Digit 2 : Tipe kasus •Digit 3 : Grup spesifik kasus •Digit 4 : Tingkat keparahan Grup Dasar Kasus (CBG) •Klasifikasi tahap pertama dengan huruf (A sampai Z). •Total CBG sampai saat ini sebanyak 1220 .

STRUKTUR KODE INA CBG •Digit 1 : Grup dasar kasus (CBG) •Digit 2 : Tipe kasus •Digit 3 : Grup spesifik kasus •Digit 4 : Tingkat keparahan .

Sub group 4: tingkat keparahan kasus. STRUKTUR KODE INA CBG Subgrup 3 : menunjukkan spesifik CBGs yang dilambangkan dengan numerik dari 01 sampai dengan 99. • "O" untuk rawat jalan •"I" untuk ranap dengan tingkat keparahan 1 (tanpa komplikasi maupun komorbiditi) •"II" untuk ranap dengan tingkat keparahan 2 (dengan mild komplikasi dan komorbiditi) •"III" untuk ranap dengan tingkat keparahan 3 (dengan major komplikasi dan komorbiditi) .

CONTOH KODE INA-CBG .