You are on page 1of 8

KARYA ILMIAH KONSERVASI EX-SITU

SATWA LIAR “ Menyelamatkan Perikanan
Darat sebagai Salah Satu Warisan Kebudayaan
Lokal ”

YOEL WIDYA RUSMANA
1401410401

Revitalisasi perikanan hanya mengutamakan pertambakan udang. keberadaan ikan endemik menyatu dengan perilaku/pola hidup masyarakat lokal. Secara politik. Perubahan-perubahan yang dilakukan tentunya akan memberikan pengaruh kepada lingkungan hidup. Baru beberapa daerah yang memberdayakan dan memberdayakannya dengan pariwisata misalnya Danau Tondano. Keempat. .BAB I PENDAHULUAN 1. Sekarang ini aktivitas perikanan tangkap mendominasi pembangunan perikanan nasional. danau. situ. nike-nike di Danau Tondano. jenis ikan endemik harganya mahal karena rasanya unik.Perikanan darat memiliki keunggulan dan keunikan dalam pengembangannya yaitu: Pertama. 1. pemerintah memberikan porsi yang seimbang antara keduanya. secara ekologis dan klimatologi ikan endemik memiliki habitat hidup dan berkembang biak yang khas. maka aktivitas perikanan darat terhamabat. Sulawesi Utara dan ikan gabus asli (Oxyeleotris heterodon) di Danau Sentani Papua. sumberdaya. dan tangadak (Barbodes schwanenfeldi) di Danau Sentarum Kalimantan Barat dan sungai-sungai pulau Sumatera. khas dan langka sehingga . Ketiga. Latar Belakang Pembangunan yang merupakan suatu proses perubahan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. baung (Mystus planices). juga ikan jenis lawat (Leptobarbus hoevanii).8% per tahun maka pada tahun 2010 penduduk Indonesia akan mencapai 250 juta orang. yaitu suatu pendekatan pengelolaan wilayah perairan yang melibatkan dua atau lebih ekosistem mulai dari hulu sampai ke hilir. Harusnya. Maka mereka juga memiliki kearifan lokal dalam menjaga kelestariannya. kondisi ini memposisikan perikanan darat/perairan umum (sungai. Pengelolaan sumberdaya perairan darat dilakukan secara terpadu. potensinya memiliki varietas/jenis yang bersifat endemik. danau dan rawa) sebagai kelas dua. makin tinggi pula tingkat pemanfaatan sumberdaya alam dan makin besar perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup. Adanya kecenderungan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1. tidak terlepas dari pemanfaatan aktivitas pemanfaatan sumberdaya alam. rawa dan lain-lain membutuhkan pendekatan pengelolaan yang berbasis ekologis mengingat sangat beragamnya kondisi dan pemanfaatan yang ada. Danau Poso dan Danau Sentani. dan budidaya laut yaitu rumput laut dan ikan karang. Contohnya. Undang-undang mengenai konservasi perikanan secara umum dijelaskan secara umum dalam Undang- Undang No. Danau Singkarak. Hal ini akan mendorong meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sumberdaya dan jasa lingkunga. Kelima. padahal perikanan darat memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. Pemanfaatan sumberdaya perairan diperkirakan akan semakin meningkat di masa-masa mendatang dalam menunjang pembangunan ekonomi nasional. Makin tinggi laju pembangunan. lahan budi daya perikanan darat yang mengandung jenis ikan endemik belum dimanfaatkan secara optimal. ikan bilih (Mystacoleuseus padangensis) yang di dunia hanya terdapat Danau Singkarak Sumatera Barat. situ. belida (Chitala lopis). dan kegiatan pemanfaatan (pembangunan) secara terpadu guna mencapai pemanfaatan dan penyelamatan perairan secara berkelanjutan.31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Kedua. Pemanfaatan kawasan sumberdaya perairan darat baik itu berupa sungai. Mereka menganggap ikan endemik menjadi bagian kebudayaan dan dikonsumsi secara turun-temurun.

Enam. Salah satu potensi sumberdaya dapat pulih dari sumberdaya perairan darat adalah perikanan darat. kolam. potensi sumberdaya tidak pulih (non- renewable resources) dan jasa-jasa lingkungan (environmental services) seperti pariwisata. danau. BAB II PELAKSANAAN KONSERVASI Potensi sumberdaya perairan darat.menjadi trade mark tersendiri bagi daerah itu. tambak dll). Melindungi sumber genetik plasmah nutfah dan mengembangkan budidaya perikanan darat berbasis ikan endemik memerlukan langkah yang strategis untuk membangun paradigma baru dan merevitalisasi kebijakan. Tujuan Untuk menyelamatkan perikanan darat dari segala permasalahan yang mengacu kepada undang-undang yang berlaku. Banyak daerah-daerah yang sulit dicapai melalui darat sehingga perairan sungai dan danau dapat digunakan sebagai sarana transportasi. 1. Potensi lainnya yang memiliki nilai strategis adalah jasa-jasa lingkungan seperti pariwisata. Otonomi daerah juga harus dimaknai sebagai upaya mengelola dan mengembangkan perikanan darat utamanya ikan endemik yang terancam punah. Problem Otonomi daerah dalam aspek perikanan dan kelautan tidak hanya dimaknai sebatas kewenangan pengelolaan wilayah laut oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota. ekosistem dan gejala alam merupakan daya tarik bagi wisatawan. budidaya (sungai.6juta metric ton per tahun. Aktivitas transportasi selain untuk penumpang juga untuk pengangkut barang. Air juga merupakan sumberdaya yang dapat pulih karena keberadaan yang tetap di alam berdasarkan siklus hidrologis. secara umum dapat dikelompokkan atas tiga kategori. Dari sisi ekonomi dengan meningkatnya lalu lintas kapal. Peluang pengembangan perikanan umum masih dimungkinkan dengan melihat karakteristik ekologis perairan tersebut. Aktivitas pariwisata di berbagai kawasan perairan darat seperti danau yang memiliki keunikan dan keindahan alam telah banyak dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara. flora dan fauna. diantaranya yaitu: . maka akan memnerikan pendapatan baik untuk masyarakat maupun pemda setempat dalam bentuk penerimaan pajak dan biaya administrasi. Pemasukan dari pariwisata memberikan sumbangan kepada perekonomian baik local maupun nasional dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat termasuk penduduk disekitar lokasi tersebut. rekreasi dan transportasi. yaitu potensi sumberdaya dapat pulih (renewable resources) meliputi perikanan perangkap. waduk. Potensi sumberdaya tidak dapat pulih terdiri dari berbagai jenis bahan-bahan di daerah sungai maupun daerah rawa. Perairan darat memegang peranan penting dalam bidang transportasi air yang menghubungkan berbagai tempat. yaitu sekitar 3. serta sarana untuk mengangkut hasil hutan (misalnya kayu). Namun di sisi lain lalu lintas kapal berpotensi menyebabkan pencemaran. Kekayaan budaya. kawasan rekreasi dan transportasi air. Potensi perikanan umum di Indonesia cukup besar. 2.

menyeleksi introduksi ikan–ikan non-endemik yang bersifat predator. pelestarian. melestarikan lingkungan kawasan perairan umum (daerah aliran sungai. 43 Tahun 1978 yang menyatakan bahwa jenis ikan yang dilindungi di pulau Kalimantan dan Sumatera adalah arwana Super Red. • Ketujuh. dan genetik untuk menjamin keberadaan. bakso ikan dan kerupuk ikan. • Keenam.” • Kedua. menerbitkan perangkat undang-undang sumberdaya genetik untuk menangkal pihak asing melakukan bio piracy terhadap komoditas endemik khas Indonesia.1 ayat 6. Hukum yang tersedia ialah Keppres No. yaitu: • Sedimentasi dan Pencemaran Kegiatan pembukaan lahan di bagian hulu dan di daerah tangkapan air untuk pertaniaan. Berbagai masalah yang mengancam keberlanjutan budidaya ikan endemik dan kelestariannya. ketersediaan. Pusat-pusat ini dibangun daerah-daerah yang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. danau. situ) dan tangkapan air yang mampu menjamin ketersediaan air tawar dan mencegah sedimentasi maupun pencemaran air (diprioritaskan bagi kawasan perairan umum yang sudah memiliki sumber daya ikan endemik dan terancam punah). arwana Green (hijau) yang ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum dan Sungai Kapuas. jenis. Hasil riset ini akan melahirkan bank genetik ikan endemik Indonesia. dan kesinambungannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman sumber daya ikan. kompetitor dan pembawa penyakit yang nantinya mengancam kelangsungan hidup ikan endemik. 7. sekaligus melindungi plasma nutfahnya. menyeragamkan pangan berbasis ikan endemik. Banjar Red. • Pertama. • Kedelapan. • Keempat. termasuk ekosistem. memberdayakan kelembagaan lokal dan kearifan masyarakat dalam membudidayakan ikan-ikan endemik. Sesuai dengan Undang-Undang No.31 tentang perikanan pada pasal 1 ayat 8 “Konservasi Sumber Daya Ikan adalah upaya perlindungan. dan pemanfaatan sumber daya ikan. Akan lebih baik menggunakan alat tangkap yang hanya menyeleksi ikan-ikan endemik yang masuk kategori layak konsumsi dan jual. contohnya fillet. mengembangkan alat tangkap yang ramah lingkungan dari segi jenis. nugget. • Kelima. Masalah kualitas lingkungan dan sumberdaya perairan darat dicirikan oleh adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu habitat atau sumberdaya alam sebagai dampak berbagai kegiatan pembangunan. maupun variannya. mengembangkan riset pemuliaan genetik ikan endemik. pertambangan dan pengembangan kota merupakan sumber beban sedimen dan pencemaran . BAB III KENDALA Salah satu tahapan penting yang diperlukan dalam penyusunan rencana pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perairan adalah identifikasi masalah yang mengemuka sebagai dampak kegiatan pembangunan. ukuran. dan 8 tentang alat penangkap ikan. Masalah utama tersebut adalah masalah kualitas lingkungan dan sumberdaya alam serta jasa-jasa lingkungan. Golden Red. • Ketiga. sesuai dengan Undang-Undang No. mengembangkan pusat pembudidayaan ikan air tawar endemik yang mampu menyediakan bibit/benih secara massal baik untuk budi daya sungai maupun danau atau situ.

56 ton dan yang telah dieksploitasi sebesar 416. tepi danau dan daerah tangkapan air. Hal serupa akan terjadi akibat pembabatan hutan di hulu sungai. Sesuai dengan Undang- Undang No. Pembukaan lahan atas sebagai bagian dari kegiatan pertanian telah meningkatkan limbah pertanian baik limbah padat maupun cair yang masuk keperairan.90 ton (77.1 ayat 12-16 tentang pencemaran dan kerusakan sumberdaya perairan. Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkunganenjadi masalah seperti pada kasus yang terjadi di Danau Sentarum. Ini menggambarkan sumberdaya ikan bilih sudah mengalami tangkap lebih.perairan sungai. Adanya penebangan hutan dan penambangan di Daerah Aliran Sungai (DAS) telah menimbulkan sedimentasi serius di beberapa daerah perairan darat hingga ke muara dan perairan pesisir. perubahan habitat dan eksploitasi yang berlebihan terhadap sumberdaya hayati sehingga diperkirakan dapat merubah struktur ekologi komunitas biota bahkan dapat menurunkan keanekaragaman hayati perairan. Pengembangan budidaya keramba mengancam ikan endemik Danau Sentarum karena pakannya diambil dari ikan–ikan kecil di danau ini. yang pada gilirannya menyebabkan terganggunya keseluruhan rantai makanan. Juga. danau. susunan hayatinya didominasi oleh ikan sapu-sapu (Hyposarcus pardalis). Sesuai dengan Undang-Undang No. • Pengembangan Perikanan Darat Salah satu isu pengembangan perikanan darat adalah pengembangan perikanan budidaya di perairan umum seperti waduk dan danau. Eksploitasi berlebihan juga terjadi pada tahun1997 yang menyebutkan stok ikan Bilih mencapai 542. • Keanekaragaman Hayati Peranan keanekaragaman hayati yang sangat berharga ialah penyimpanan gen yang mengandung sifat keturunan dalam tubuhnya.1juta ha berpotensi untuk budidaya dengan teknologi budidaya ikan dalam karamba jaring apung (KJA) yang dapat mencapai 800ton ikan/hari. .5 cm sejak tahun 2000) menyebabkan turunnya populasi ikan di daerah ini. waduk dan situ. Pengamatan di Citarum dan Ciliwung menunjukkan bahwa di daerah yang tercemar berat limbah organic. Pada saat ini ancaman terhadap keanekaragaman hayati disebabkan masalah pencemaran. Permasalahan yang timbul umumnya disebabkan penerapan budidaya KJA yang tidak berwawasan lingkungan sehingga mengakibatkan penurunan kualitas air bahkan kematian ikan secara massal. Proses sedimentasi yang disebabkan oleh limpasan lumpur dari aktivitas pertanian di tepi danau menyebabkan danau semakin dangkal. Perairan waduk dan danau di Indonesia mencapai luas 2. Fungsi keanekaragaman hayati yang juga amat penting adalah menjaga anah (domain) stabilitas ekosistem. Otomatis proses sedimentasi yang semakin bertambah setiap tahunnya mengancam hilangnya habitat ikan endemik.3 pasal 3 ayat 1dan 2 tentang pengelolaan sumberdaya ikan. pembabatan hutan di hulu menyebabkan sungai mengalami pendangkalan. Permasalahan ini mengakibatkan pemanfaatan perairan bagi kegiatan lain seperti pariwisata juga terganggu. Penyediaan pakan ikan budidaya mengancam kelestarian ikan endemik. Di Sungai Mahakam akibat sedimentasi sudah sulit mendapatkan ikan baung dan lais. Kalimantan Barat. Penurunan populasi ikan endemik di sungai. Masuknya padatan tersuspensi ke dalam perairan yang menimbulkan kekeruhan air juga menyebabkan menurunnya laju fotosintesis fitoplankton sehingga produktivitas primer perairan menurun. yakni adanya penggunaan bubu warin (alat tangkap berukuran mata jaring < 0. Selain itu penggunaan pupuk dan pestisida pada lahan pertanian akan terbawa masuk ke dalam perairan yang menimbulkan penurunan kualitas air.84%). danau maupun lubuk-lubuk di Kalimantan dan Sumatera bersumber dari aktivitas pertanian dan pembabatan hutan.

memperhatikan konflik kepentingan dan pemanfaatan yang mungkin ada. daerah peralihan litoral berperan sebagai buffer dan pengatur proses biogeokimia dan interaksi biologi pada berbagai tingkatan. Akibatnya masalah banjir dan kekeringan tidak kunjung teratasi. dinamis. Perencanaan dan pemanfaatan dilakukan secara terpadu dar berbagai sektor. mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi-budaya serta aspirasi masyarakat pengguna. bantaran sungai dan pelurusan sungai menyebabkan berkurangnya tempat- tempat resapan air. kemudian merencanakan serta mengelola segenap kegiatan pemanfaatan guna mencapai pembangunan yang optimal dan berkelanjutan. dan aktivitas manusia. perhubungan dan sebagainya. Pada ekosistem danau atau reservoir. perairan dan zona peralihan kedua ekosistem tersebut dapat terus berlangsung dari generasi ke generasi.2 Pasal 2 tentang wilayah perikanan Indonesia. Upaya pemanfaatan lingkungan darat dan perairan sebaiknya mengikutsertakan daerah ekoton secara terpadu agar peranan potensial baik lingkungan darat. model pengelolaan sektoral akan menimbulkan berbagai dampak yang dapat merusak lingkungan dan juga akan mematikan . Masalah banjir dan kekeringan telah menjadi masalah yang rutin yang terjadi setiap tahun di seluruh Indonesia. maka dalam perencanaan pemanfaatan harus mengintegrasikan semua kepentingan sektoral. dampak ”cross-sectoral” atau ”cross-regional” seringkali terabaikan. • Keterpaduan Sektor Agar pengelolaan sumberdaya alam di kawasan perairan darat dapat dilakukan secara optimal dan berkesinambungan. Akibatnya. Kebutuhan air tidak hanya menyangkut kuantitas namun juga kualitas. BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN DAN PEMECAHAN MASALAH Pemanfaatan wilayah perairan darat secara terpadu memiliki pengertian bahwa pemanfataan sumberdaya alam dilakukan melalui penilaian secara menyeluruh yang diawali dengan identifikasi karakteristik komponen penyusun ekosistem. pertambangan. Konversi wilayah perairan darat seperti situ. Sesuai dengan Undang- Undang No. yaitu: 1. Jumlah air yang tersedia dan kualitasnya sangat berkaitan dengan iklim terutama curah hujan. Keterpaduan Wilayah/Ekologis Pengelolaan suatu wilayah ekologis harus dilihat secara menyeluruh karena antara wilayah- wilayah yang berbatasan akan saling mempengaruhi satu sama lain dan membentuk satu kesatuan ekologis. Berbagai dampak lingkungan yang terjadi pada kawasan perairan darat merupakan akibat dari dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan yang dilakukan di daratan. industri. Pengelolaan wilayah perairan daratyang bersifat sektoral pada dasarnya berkaitan hanya dengan satu jenis sumberdaya atau ekosistem untuk memenuhi tujuan tertentu (sektoral). Dalam pengelolaan secara sektoral. Air merupakan bagian yang sangat esensial dalam kehidupan. hutan. • Banjir dan Kekeringan Wilayah perairan darat menyediakan sumberdaya alam yang produktif antara lain sebagai sumber air baku untuk minum dan kebutuhan sehari-hari. pengkajian masalah. pariwisata. seperti perikanan. Keterpaduan dalam perencanaan dan pemanfaaatan wilayah perairan darat ini mencakup 4 aspek. kendala dan penyusunan tujuan dan sasaran. pemukiman.

Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pengawasan yang menyeluruh. mengadakan sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan tersebut kepada masyarakat. swasta/investor dan juga LSM yang masing-masing memiliki kepentingan terhadap pemanfaatan sumberdaya alam. diharapkan peran serta berbagai elemen masyarakat yang terkait untuk dapat menyadari pentingnya pemanfaatan sumberdaya perairan darat serta adanya pengawasan dari pihak terkait yang sesuai dengan Undang- undang Perikanan No. ekonomi.yang paling penting adalah perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta sebagai pengelola dalam melakukan konservasi sumberdaya perikanan darat. • Keterpaduan Stakeholder Faktor yang sangat berperan dalam pengelolaan lingkungan adalah faktor manusia. Sesuai dengan Undang-Undang No.3 Pasal 8 ayat1 dan 2 tentang kepentingan ilmu pengetahuan. Ekohidrologi adalah ilmu yang mengkaji proses-proses hidrologi dan keterkaitannya dengan biologi dalam skala spasial dan temporal. BAB VI DAFTAR PUSTAKA . keteknikan. Pelaku pembangunan dan pengelola sumberdaya alam perairan darat antara lain terdiri dari pemerintah (pusat dan daerah). Fenomena permasalahan di Danau Maninjau merupakan salah satu contoh dari pembangunan sektoral. hukum dan sosiologi. Secara umum. Peranan mereka dalam pengelolaan lingkungan perlu dioptimalkan dengan bekal pengetahuan yang benar mengenai masalah lingkungan yang ada di sekitar mereka. masyarakat. Segenap keterpaduan di atas.31 tahun 2004. memberikan sangsi yang tegas kepada siapapun yang melanggar peraturan yang berlaku. keterpaduan disiplin ilmu dalam pengelolaan ekosistem dan sumberdaya perairan darat adalah ilmu-ilmu limnologi. Dari permasalahan yang telah kami analisis. akan berhasil diterapkan apabila ditunjang oleh keterpaduan dari pelaku dan atau pengelola pembangunan di wilayah perairan darat. dibutuhkan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu.sektor lain. • Keterpaduan Disiplin Ilmu Wilayah perairan darat memiliki sifat dan karakteristik yang unik dan spesifik. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Permasalahan teknis yang terjadi di lapang adalah secara umum eksploitasi yang berlebihan terhadap suatu spesies. Salah satu contoh keterpaduan keilmuan yang merupakan paradigma baru dalam pemanfaatan sumberdaya perairan secara berkelanjutan adalah ekohidrologi. Selain itu. sedimentasi dan pencemaran yang diakibatkan oleh sektor pertanian. dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap cara pengelolaan perikanan darat. baik sifat dan karakteristik ekosistem maupun sifat dan karakteristik sosial budaya masyarakat disekitarnya. Dengan dinamika perairan darat yang khas. dimana sektor perikanan mempengaruhi sektor pariwisata apabila penanganan dan pemanfaatan budidaya perikanan tidak dilakukan secara tepat dan benar.

wordpress. hal. 2001. Tinjauan Ekologis dalam Pengelolaan Danau. Jurnal Air. 1996.trobos. Soemarwoto. Alami.com http://syariffauzi.com/2008/06/12/malaysia-patenkan-ikan-arwana http://www. http://arwanaku.Haryani. Gadis Sri. Yogyakarta: Gadjah Mada University. Otto. Lingkungan dan Mitigasi Bencana.com/2009/02/25/ikan-gabus-haruansnakeheadchanna-striata .wordpress. Jakarta. Lahan.9-12. Atur Diri Sendiri Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup.