You are on page 1of 6

TUGAS

TEKNIK GEMPA

BENCANA TANAH LONGSOR

TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM “45” BEKASI
2016

1

tebing jalan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). >40%). atau jika lereng mengalami gangguan. Ketebalan tanah cukup tebal. Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Februari 2010 di Jawa Barat (Badan Geologi. 17 luka.1. 11 hilang. Jawa Barat Waktu : Selasa. Jawa Barat (23 Februari 2010): Lokasi : Perkebunan Teh. dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali. Kecamatan Pasir Jambu. Kelerengan lahan sedang-hingga sangat curam (25-40%. Lokasi longsor di wilayah dengan morfologi lahan pegunungan dengan ketinggian 1500-1700 m dpl. Kampung Dewata. Bandung. 2 . daerah bencana terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah menengah sampai tinggi. terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai. kerugian minimal Rp. artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curam hujan di atas normal. dan 936 orang mengungsi. 5 Miliyar Secara umum daerah bencana dan sekitarnya berupa daerah perbukitan bergelombang yang agak terjal hingga terjal. Kondisi bantuan penyusun berupa perselingan breksi dan tuf bersusunan andesit. 23 Februari 2010 Intensitas : Korban : 33 meninggal. gawir. Desa Tenjolaya. Tanah sebagai hasil dari pelapukan batuan mengandung pasir yang cukup rapuh. Kabupaten Bandung.

hutan sekunder. Banjarnegara. 3 . Mahkota longsor berasal dari lereng bukit dengan kemiringan curam. berbelok kea rah permukiman penduduk. Timbulnya mata air pada mahkota longsor makin mempercepat proses kejenuhan dan menurunkan kestabilan tanah sehingga terjadi longsor. Kondisi tutupan lahan pada daerah bencana berupa hutan primer. namun longsor tetap terjadi. 11 orang mengalami luka-luka dan 88 orang hilang. dan perkebunan teh. Curah hujan yang terjadi dari tanggal 1 hingga 23 Februari 2010 sebesar 960 mm. Jawa Tengah (12 Desember 2014): Informasi terbaru dari BNPB menyebut 51 orang meninggal. Curah hujan yang besar ini telah menimbulkan beban bagi batuan yang kondisinya sudah rapuh karena mengalami pelapukan dan berada pada lereng yang curam. Material longsoran berupa bahan rombakan di tebing mengalir melalui celah bukit. Meskipun kondisi hutan pada hulu berupa hutan dengan kondisi yang sangat baik dan di bagian longsor berupa hutan sekunder dan perkebunan teh. Jenis longsoran : debris flow 2. kondisi batuan/geologi dan kemiringan lereng. Longsor timbul sebagai akumulasi dari berbagai faktor seperti: curah hujan. Permukiman yang dihuni oleh karyawan perkebunan teh berada pada lembah perbukitan yang sangat rawan longsor. Kelerengan dititik longsor (70% hingga >100%). Curah hujan ini 480% dari rata-rata normal bulan Februari sekitar 200 mm/bulan.

6 luka-luka. Material penyusun Bukit Telaga Lele adalah endapan vulkanik tua. Sumatera Barat (27 Januari 2013): 20 meninggal. Tanaman di atas bukit adalah tanaman semusim. 4 . Kemiringan lereng di Bukit Telaga Lele lebih dari 60 persen. sehingga solum (bagian atas tanah) tanah tebal dan ada pelapukan. Budidaya pertanian dengan tidak mengindahkan konservasi tanah dan air. Mahkota longsor. Agam. berada tepat di kemiringan lereng 60-80 persen. di mana tidak ada terasering pada lereng tersebut. 3. seperti palawija dan tanaman tahunan yang tidak rapat. kata dia.

8 luka-luka 5 . Jawa Barat (09 Maret 2016) 3 meninggal. Buru. Hotel Bali Club. Cianjur. tujuh luka-luka. Maluku (23 Juli 2010): 18 meninggal.4. 5.

6 .