You are on page 1of 21

Asuhan Keperawatan Patologi Nifas Hari Pertama (HPP

)

ASUHAN KEPERAWATAN
IBU NIFAS PATOLOGI HARI PERTAMA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Maternitas
Dosen : Agnes Mariasih,SST.,MPH

Disusun oleh : Dyah yohana

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan yang maha esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Asuhan Keperawatan ibu nifas patologi
hari pertama”.Adapun maksud dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
Maternitas semester 3.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah mengalami berbagai hal baik suka maupun duka.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak akan selesai dengan lancar dan tepat
waktu tanpa adanya bantuan, dorongan, serta bimbingan dari berbagai pihak. Sebagai rasa
syukur atas terselesainya makalah ini, maka dengan tulus penulis sampaikan terima kasih kepada
yang terhormat Ibu Agnes Mariasih,SST.MPH selaku dosen pembimbing, serta pihak-pihak
lain.Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan baik pada
teknik penulisan maupun materi. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis
harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
penulis berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan dapat diterapkan dalam
menyelesaikan suatu permasalahan yang berhubungan dengan judul makalah ini.

Ngawi, September 2014

Penulis

Tujuan khusus :
agar mahasiswa memahami patologi nifas hari pertama

Tujuan Umum :
1. melakukan asuhan keperawatan pada ibu nifas normal maupun ibu nifas paska SC dan
melakukan tindakan keperawatan secara benar
2. Melakukan pengkajian data secara runtut baik data objektif maupun subjektif
3. Menentukan diagnosa atau masalah dari patologi nifas hari pertama
4. Menentukan tindakan segera yang tepat terhadap patologi nifas hari pertama
5. Menentukan rencana tindakan yang tepat terhadap patologi nifas hari pertama
6. Melakukan evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan

LANDASAN TEORI A.proses ini di mulai segera setelah plasenta keluar akibat kontraksi otot-otot uterus 2.Periode early post partum (24jam-1 minggu) Pada fase ini memastikan invoulusi uteri dalam keaadaan normal.Periode late post partum ( 1minggu-5minggu) Pada periode ini bidann tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan sehari hari serta konseling C. B.tidak ada perdarahan.lochea tidak berbau buruk. sampai 6 minggu berikutnya.Periode immediate post partum Masa segera setelah plasenta lahir sampai dengan 24 jam. yang mengalami perubahan seperti perlukaan dan lain sebagainya berkaitan saat melahirkan .setelah janin lahir.tidak demam .Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendur yang mengakibatkan letak uterus menjadi retrofleksi .Uterus Pada uterus terjadi proses involusi. PERIODE NIFAS Dibagi dalam 3 periode : 1.PERUBAHAN FISIOLOGI Perubahan sistem reproduksi 1.Involusi adalah proses kembalinya uterus ke dalam keaadaan sebelum hamil setelah melahirkan. disertai dengan pulihnya kembali organ –organ yang berkaitan dengan kandungan .misalnya perdarahan karena atonia uteri 2.Pada masa ini sering terdapat banyak masalah.berangsur angsur menciut seperti sediakala.Perubahan letak ligamen Ligamen ligamen dan diafragma pelvis. 3. PENGERTIAN Nifas adalah masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar lepas dari rahim.ibu cukup mendapatkan makanan dan cairan.serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus.

baik peningkatan tekanana darah sistole maupun diastole dapat timbul dan berlangsung selama sekitar empat hari setelah melahirkan.diafragma menurun.suhu badan menjadi biasa.Lokia rubra/merah 2.Jika lokea tetap berwarna merah setelah 2 inggu ada kemungkina tertinggalnya sisa plasenta atau karena involusi yang kurang sempurna yang sering disebabkan Retroflexia uteri 5.Lokia alba Bila pengeuaran lokia tidak lancar aka disebut Lochiastatis.Lokia Locia adalah ekskreesi cairan rahim selama masa nifas dan mempunyai reaksi basa/alkali yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat daripada kondisi asam yang ada pada vagina normal Jenis lokia : 1.aksis jantung kembali normal.mastitistraktus genetalia.kemunginan tekanan darah akan rendah setelah melahirkan karena ada perdarahan.Perubahan pada vagina dan Perinium Biasanya tidak berubah.Pernapasan .Perubahan perubahan yang terdapat pada serviks postpartum adalah bentuk serviks yang akan menganga seperti corong 4. 1.atau sistem lain 2.Peningkatan kecil sementara.Bila suhu turun kemungkinan adanya infeksi pada endomentrium.Setelah rahim kosong.Perubahan pada serviks Serviks mengalami involusi bersama sama uterus.serta impuls dan EKG kembali normal.Tekanan darah preeklamsia postpartum 4.kehilangan cairan dan kelelahan.Tekanan darah tinggi pada postpartum dapat menandakan terjadinya perubahan tanda vital Perubahan tanda Vital Beberapa perubahan tanda tanda vital biasa terlihat jika wanita dalam keadaan normal.Nadi Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80 x/menit.Suhu badan Satu hari (24jam) postpartum suhu badan akan naik sedikit (37.Fungsi pernapasan kembali pada fungsi saat wanita tidak hamil yaitu pada bulan keenam setelah melahirkan.Lokia serosa 4.Apabila keadaan normal.Lokia sanguinolenta 3.berwarna merah karena banyak ASI. 3.Sehabis melahirkan biasanya denyut nadi itu akan semakin cepat 3.5-38 C) sebagai akibat kerja keras waktu melahirkan.Biasanya pada hari ke 3 suhu badan naik lagi karena ada pembentukan ASI dan payudara menjadi bengkak.

gerak tubuh berkurang dan usus bagian bawah sering kosong jika sebelum melahirkan diberikan enema.dan curah jantung meningkat sepanjang masa hamil.000-30.tetapi darah lebih meengental dengan peningkatan viskositas sehinnga meningkatkan faktor pembekuan darah.Leukositosis yang meningkat dimana jumlah sel darah putih dapat mencapai 15. 2.serta pengeluaran cairan extravaskular(edema fisiologi).misalnya kehilangan darah selama melahirkan dan mobilisasi. Pada hari pertama postpartum.000 selama persalinan akan tetap tinggi dalam beberapa hari pertama dari masa postpartum Jumlah sel darah putih tersebut masih bisa naik sampai 25.keaadaan ini meningkat bahkan lebih tinggi selama 30-60 menit karena darah yang biasanya melintas sirkulasi uterroplasenta tiba tiba kembali ke sirkulasi umum.pernapasan juga akan mengikutinya.dan dapat ditoleransi dengan diit yang ringan.Perubahan sitem hematologi Selama minggu inggu kehamilan.tetapi terbatas tiga perubahan fisiologi pascaprtum yang terjadi pada wanita antara lain : 1.Terjadinya mobilisasi air ekstravaskular yang disimpan selama wanita hamil 2.000 tanpa adanya kondisi patologis jika wanita tersebut mengalami persalinan lama.kadar fibrinogen dan plasma.Hilangnya sirkulasi uteroplasenta yang mengurangi ukuran pembuluh darah maternal 10-15% 2.Motilitas .Hilangnya fungsi endokrin plasenta yang menghilangkan stimulasi vasodilatasi 3.volume darah dan volume plasenta yang berubah ubah akan dipengaruhi oleh status gizi waanita tersebut.nilai ini meningkat pada semua jeis kelahiran 3.Nafsu makan Ibu sering kali cepat lapar setelah melahirkaan dan siap makan pada1-2jam post –primodial. Keaadaan pernapasan selalu berhubungan dengan keaadaan suhu dan denyut nadi.kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran napas Perubahan sistem kardiovaskuler 1. Sistem pencernaan pada masa nifas 1.kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit meningkat menurun.volume sekuncup.meskipun kadar progesteron menurun setelah melahirkan.segera setelah wanita melahirkan. kehilangan darah akibat penurunan volume darah total yang cepat.Bila suhu nadi tidak normal.serta faktor faktor pembekuan darah meningkat.Volume darah Perubahan volume darah bergantung pada beberapa faktor.namun asupan makanan juga mengalami penurunan selama satu atau dua hari.Curah jantung Denyut jantung.jumlah hemoglobin.nematokrit dan eritosit akan sangat bervariasi pada awal awal masa postpartum sebagai akibat dari volume darah.

sehingga cenderung pasif terhadap lingkungannya. Fase taking in 2.Fase taking hold Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan.keaadaan ini bisa disebabkan karean tonus otot usus menuru selama proses persalinan dan pada awal masa pascapartum. Fase taking hold 3. kelelahan. Perasaan ibu lebih sensitif sehingga mudah tersinggung. Perdarahan post partum 2.Fase letting go Fase ini merupakan fase menerima tanggungjawab akan peran barunya. -infeksi perinium.vagina.kelebihan analgesi dan anastesia bisa memperlambat pengembalian tonus dan motilitas ke keadaan normal 3.Pengosongan usus Buang air besar secara spontan bisa tertunda 2-3 hari setelah ibu melahirkan. nyeri pada luka jahitan.dan serviks . Fase ini berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Fase letting go 1.vulva. Infeksi.penurunan tonus dan motilitas otot traktus crna menetap selama waktu yang singkat setelah bayi lahir. Hal yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah istirahat cukup.kurang makan atau dehidrasi D. Secara khas. yang berlangsung dari hari pertama sampai hari ke dua setelah melahirkan.PSIKOLOGI Pada masa nifas terdapat 3 periode psikologi 1. 2. 3. Ibu sudah mulai dapat menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. kurang tidur. komunikasi yang baik dan asupan nutrisi. Ketidaknyamanan yang dialami antara lain rasa mules. E.diara sebelum persaliinan. Ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawab dalam perawatan bayinya. Ibu terfokus pada dirinya sendiri.enema sebelum melahirkan.PATOLOGI NIFAS 1.fase taking in Fase ini merupakan periode ketergantungan.

Etilogi 1.24 jam pertama setelah melahirkan. -Endometritis -septikemia dan piemia -peritonitis -selulitis pelvik -Salpingitis dan ooforitis -tromboflebitis 3. Sisa plasenta dan selaput ketuban 3. 4.Pengertian Perdarahan nifas sekunder adalah perdarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama.MASALAH KASUS I. 2. perdarahan nifas dinamakan sekunder adalah bila terjadi 24 jam atau lebih sesudah persalinan. Perdarahan paska persalinan lambat / late HPP/ secondary HPP adalah perdarahan yang terjadi antara hari kedua sampai enam minggu paska persalinan. Penyakit darah (kelainan pembekuan darah) .Klasifikasi perdarahan.vagina serviks. Perdarahan paska persalinan dini/ early HPP/ primary HPP adalah perdarahan berlebihan ( 600 ml atau lebih ) dari saluran genitalia yang terjadi dalam 12 . 1.dan rahim 4. Gangguan psikologis: depresi. Jalan lahir : Robekan perineum.forniks. Gangguan involusi uterus II. II. III. Perdarahan postpartum adalah kehilangan darah yang melebihi 500ml segera setelah partus. Atonia uteri 2.

urut/ massage pada rahim. vagina dan perinium . kompresi bimanual.Tanda dan gejala 1. histerekstomi. Pada waktu uterus berkontraksi. 3. menjepit arteri uterina. kontraksi uterus lemah. tamponade uterovaginal.Penatalaksanaan Secara umum untuk kasus perdarahan adalah: 1. Adanya gangguan retraksi dan kontraksi otot uterus. pasang gurita. Pelepasan plasenta memutuskan pembuluh darah dalam stratum spongiosum sehingga sinus- sinus maternalis ditempat insersinya plasenta terbuka. uterus lembek (boggy) 3. prasat atau manuver (Zangemeister. VI. 3. Keadaan demikian menjadi faktor utama penyebab perdarahan paska persalinan. Perdarahan yang lebih dari 500-600 cc 2. Sub involusi (fundus uteri naik) 4.Tahap I (perdarahan yang tidak terlalu banyak): Berikan uterotonika. kompresi aorta. akan menghambat penutupan pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan yang banyak. 2. Tahap II (perdarahan lebih banyak): Lakukan penggantian cairan (transfusi atau infus). Penatalaksanaan khusus: 1. muka pucat/ anemis V. IV. frits). Perlukaan yang luas akan menambah perdarahan seperti robekan servix. Bila semua tindakan diatas tidak menolong: Ligasi arteria hipogastrika. 2. Hentikan perdarahan. Ganti darah yang hilang. Cegah terjadinya syock. pembuluh darah yang terbuka tersebut akan menutup. Patofisiologi Pada dasarrnya perdarahan terjadi karena pembuluh darah didalam uterus masih terbuka. kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan darah sehingga perdarahan akan terhenti.

Monitor intake dan output setiap 5-10 menit R/ Perubahan output merupakan tanda adanya gangguan fungsi ginjal 4. Monitor tanda vital R/ Perubahan tanda vital terjadi bila perdarahan semakin hebat 3. Bina hubungan yang baik dengan klien. sehingga ibu dapat kooperatif dengan tindakan yang dilakukan. R/Hubungan yang baik dapat menjalin keakraban dan menumbuhkan kepercayaan antara klien dengan petugas. 1 : Kekurangan volume cairan b/d perdarahan pervaginam Tujuan : Mencegah disfungsional bleeding dan memperbaiki volume cairan KH : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x2 jam klien nampak perdarah berkurang atau sduah berhenti volume cairan / intake output dalam keadaan seimbang Intake = ± 2500 cc Output = ± 2300 cc TTV dalam batas normal Turgor kulit elastic Mukosa bibir lembab Intervensi 1. Komplikasi : Syok hemoragie Anemia Sindrom Sheehan Penatalaksanaan . Berikan infus atau cairan intraven R/ Cairan intravena mencegah terjadinya shock . 2. Mengganti darah yang hilang . Menghentikan perarahan Diagnosa keperawatan DX.

Bantu klien mengidentifikasi rasa cemasnya R/ Ungkapan perasaan dapat mengurangi cemas 6. Ajarkan ibu cara cebok yang benar dan vulva hygiene. Rencana tindakan : 1. Kolaborasi dalam pemberian transfusi whole blood ( bila perlu ) R/ Whole blood membantu menormalkan volume cairan tubuh. empati. 6. Perlakukan pasien secara kalem. Berikan informasi tentang perawatan dan pengobatan R/ Informasi yang akurat dapat mengurangi cemas dan takut yang tidak diketahui 5. serta sikap mendukung R/ Memberikan dukungan emosi 4. Kaji respon psikologis klien terhadap perdarahan paska persalinan R/ Persepsi klien mempengaruhi intensitas cemasnya 2. gemetar ) R/ Perubahan tanda vital menimbulkan perubahan pada respon fisiologis 3. Kaji mekanisme koping yang digunakan klien R/ Cemas yang berkepanjangan dapat dicegah dengan mekanisme koping yang tepat.5. DX 2 :Cemas/ketakutan berhubungan dengan perubahan keadaan atau ancaman kematian Tujuan : Klien dapat mengungkapkan secara verbal rasa cemasnya dan mengatakan perasaan cemas berkurang atau hilang. R/Mencegah terjadinya infeksi. DX 3 : Resiko shock hipovolemik s/d perdarahan Tujuan: Tidak terjadi shock(tidak terjadi penurunan kesadaran dan tanda-tanda dalam batas normal . takipnea. Kaji respon fisiologis klien ( takikardia.

30 WIB Tanggal pengkajian : 22-09-2014 Pukul : 14. Kolaborasi dalam : . ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. Observasi intake cairan dan output R/ Intake cairan yang adekuat dapat menyeimbangi pengeluaran cairan yang berlebihan.Dr Soeroto Ngawi No. 2.Rencana tindakan : 1. 4.S nifas hari pertama Di Ruang Wijaya kusuma RSUD. Observasi terhadap tanda-tanda dehidrasi.00 WIB . Anjurkan pasien untuk banyak minum R/ Peningkatan intake cairan dapat meningkatkan volume intravascular sehingga dapat meningkatkan volume intravascular yang dapat meningkatkan perfusi jaringan. 3. Observasitanda-tandavital tiap 4 jam R/ Perubahan tanda-tanda vital dapat merupakan indikator terjadinya dehidrasi secara dini. 5.Pemberian koagulantia dan uterotonika R/ Koagulan membantu dalam proses pembekuan darah dan uterotonika merangsang kontraksi uterus dan mengontrol perdarahan. R/ Dehidrasi merupakan terjadinya shock bila dehidrasi tidak ditangani secara baik. Registrasi :- Ruang /klinik : Wijaya kusuma Diagnosa Medis : Hemoragik post partum Tanggal MRS : 21-09-2014 Pukul : 23.Pemberian cairan infus / transfusi R/ Cairan intravena dapat meningkatkan volume intravaskular yang dapat meningkatkan perfusi jaringan sehingga dapat mencegah terjadinya shock .

Riwayat Kesehatan Riwayat kesehatan sekarang Pada Tanggal 21-09-2014 sekitar jam 18.Bangsa : Indonesia Suku Bangsa :Indonsia Alamat : Ngawi Alamat : Ngawi II.S Nama :Tn A Umur : 20tahun Umur : 23 Tahun Agama : Islam Agama :Islam Pendidikan :SMA Pendidikan :SMA Pekerjaan :Ibu Rumah t angga Pekerjaan : Swasta Suku. Saat Dikaji: Klien mengatakan badannya terasa lemas III.dan melahirkan anak laki laki dengan berat 3000 gram.Soeroto di terima di ponex lalu di pindahkan ke Ruang Wijaya Kusuma Riwayat Kesehatan Dahulu Klien mengatakan belum pernah di rawat di rumah sakit sebelumnya Riwayat kesehatan Keluarga .30 WIB ibu mengeluarkan banyak darah dan badan terasa lemas.00 ibu melahirkan spontan di bidan.00 WIB ibu merasakan nyeri di perutnya.I.Saat itu ibu memanggil bidan. Keluhan Utama Saat masuk Rumah Sakit : Tanggal 21 september 2014 malam pukul 23.kemudian dirujuk ke RSUD Dr.Biodata Istri Suami Nama : Ny.setelah melahirkan sekitar pkul 21.

Riwayat Nifas Saat ini a. P10001 tanggal persalinan : 21-09-2014 pukul :18.Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis .Status Perkawinan :Kawin Usia pertama kali kawin : 18 tahun Lama kawin : kurang lebih 1 tahun Perkawinan : 1 Punya anak : 1 2.00 WIB Type persalinan : Normal (spontan) Penyulit persalinan : - Jenis anak : Laki laki Riwayat Keluarga berencana .Pola menstruasi Menarche :12 tahun Siklus : 28 hari Lama 5-7 hari Banyak : 2 softek penuh 3 x sehari Masalah : Disminorhea saat haid Riwayat kehamilan dan Persalinan yang lalu Riwayat Persalinan Jenis Kehamilan kelamin H/M BB/TB lahir Riwayat Ket No Umur Penolong Tempat Jenis anak pererperium 1 39 Bidan Klinik Spontan Laki H BB:3000gram Post Minggu bersalin laki partum hari 1 4.Dan klien mengatakan ada anggota keluarga yang mempunyai riwayat hipertensi Riwayat Obsetri 1.

Rencana KB yang akan datang : IUD Ket lain lain :: ibu belum pernah ikut KB karena ini baru anak pertama dan rencana ibu akan memakai KB IUD Riwayat psikologi Saat menghadapi persalinan ini ibu cemas karena baru pertama kali .Klien juga sealu berdoa agar cepat sembuh Pengkajia konsep diri : Ideal Diri : Klien cepat sembuh Harga diri : Klien merasa bangga karena dapat melahirkan seorang anak laki laki yang sehat tetapi disisi lain Klien juga takut dengan perdarahan yang di alaminya berdambak dengan komplikasi penyakit lain Identitas diri : Klien adakah seorang istri dan ibu rumah tangga Pola kehidupan sehari hari No Pola pola Sebelum Masuk rumah sakit Saat masuk rumah sakit .Persepsi dan harapan klien terhadap masalahnya : Klien mengatakan ingin cepat sembuh .Pola Nilai dan kepercayaan Klien beragama islam .Kapan Berhenti : e.Masalah selama menaji akseptor d.Persepsi dan harapan keluarga tentang masalah Keluarga berharap klien bisa segera sehat dan dapat di bawa pulang 3.Pola interaksi dan komunikasi Klien bisa dan mampu menjawab pertanyaan yang di berikan oleh pelayanan kesehatan 4. pulang lalu bertemu dengan bayinya 2.tetapi saat mengetahui bahwa bayi yang di lahirkan sehat ibu senang 1.a.Type kontrasepsi :- b.Alasan Berhenti : f.klien selalu mengerjakan sholat 5 waktu sebelumnya.Tujuan KB:- c.

ekspresi wajah cemas. kesadaran komposmentis.00 puasa karena persiapan curatge pada tanggal 23-09-2014 2 Eliminasi BAB 1 x /hari tiap pagi Belum BAB BAK 3 – 4 x/ hari kuning jernih bau Belum BAK khas urin 3 Istirahat tidur Klien mengatakan sering tidur siang Ibu susah tidur kurang lebih 2 jam Dan tidur malam 5-6 jam 4 Personal hygine Mandi 2 kali sehari gosok gigi Klien di sibin satu kali padaa pagi ahri bersamaan saat mandi 5 Aktivitas Ibu sorang ibu rumah tangga bisa Ibu hanya berbaring di ruang tempat melakukan pekerjaan sendiri tidur Pemeriksaan fisik : K/U kesadaran : Composmentis Tanda tanda vital TD: 110/90 MmHg N : 84 x /menit R: 20x/menit S : 36 c Pemeriksaan fisik Penampilan Keadaan umum lemah. 1) Rambut dan kulit .sayur.lauk tentu . 1 Nutrisi Sehari makan 3xsehari dengan Baru makan 1 kali dengan komposisi komposisi makanan setiap hari tidak makanan rumah sakit (nasi .buah ) tetapi mulai jam 15.

tidak ada luka. bibir tampak pucat. hidung. leher. tidak ada polip. tidak mudah rontok. papila menonjol. bersih. payudara tegang dan penuh. Telinga : bentuk simetris. fungsi pendengaran baik.lembab. tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan kelenjar tyroid. tonsil tidak membesar. sklera putih porselen. tidak pecah-pecah. Mulut : bersih. Mata : conjungtiva palpebra merah pucat. kulit kepala bersih. conjungtiva tidak bengkak. warna sawo matang. lidah bersih. tidak ada infeksi gusi. terdapat hiperpigmentasi areola. ASI keluar. 2) Muka. mulut. turgor kulit baik. Gigi : bersih. 3) Dada/thorax Pembesaran payudara simetris. Kulit : bersih. tidak ada sekret. tidak ada sariawan. tampak pucat. pada pemeriksaan axila tidak didapatkan benjolanAbdomen Tidak ada luka bekas operasi 4) Genetalia Vulva tampak kotor.6 2. ada serumen. Pemeriksaan penunjang Hb tanggal 22-09-2014 Hb :7.anus tidak ada hemoroid 1.ada jaitan sebanyak 5 jaitan. tidak ada caries. mata. telinga Muka : tidak sembab. mata tidak oedem. Hidung : lubang hidung.Rambut : bersih. penyebaran rambut merata. Terapi yang diperoleh Infus : RL dalam jumalah banyak waktu yang cepat Vitasem Data bayi : bayi tidak berada di rumah sakit No Data Problem Etiologi 1 Ds : Klien mengatakan takut Cemas perdarahan jika perdarahan yang di . payudara bersih. Leher : tidak ada bendungan vena jugularis.

Kaji respon fisiologis klien ( KH : klien terlihat tenang takikardia. alaminya berdampak dengan komplikasi penyakit lain Do : klien tampak cemas 2 Ds : Klien mengatakan bahwa Kekurangan volume cairan Perdarahan badannya lemas tubuh (anemia) Do : wajah nampak pucat .6 Diagnosa 1 Cemas/ketakutan berhubungan dengan perubahan keadaan (perdarahan ) Diagnosa 2 Kekurangan volume cairan b/d perdarahan pervaginam Rencana Asuhan Keperawatan Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi/ rasional Cemas/ketakutan Klien dapat 1. empati. serta sikap mendukung . Perlakukan pasien secara kalem.bibir kering Hb :7.Kaji respon psikologis klien terhadap berhubungan dengan mengungkapkan secara perdarahan paska persalinan perubahan keadaan verbal rasa cemasnya dan R/ Persepsi klien mempengaruhi (perdarahan ) mengatakan perasaan cemas intensitas cemasnya berkurang atau hilang 2. gemetar ) Klien tidak cemas R/ Perubahan tanda vital menimbulkan perubahan pada respon fisiologis 3. takipnea.

Bantu klien mengidentifikasi rasa cemasnya R/ Ungkapan perasaan dapat mengurangi cemas 6. Berikan informasi tentang perawatan dan pengobatan R/ Informasi yang akurat dapat mengurangi cemas dan takut yang tidak diketahui 5. R/ Memberikan dukungan emosi 4. Kaji mekanisme koping yang digunakan klien R/ Cemas yang berkepanjangan dapat dicegah dengan mekanisme koping yang tepat Resiko kekurangan volume cairan / intake output 1. Monitor tanda vital volume cairan b/d dalam keadaan seimbang R/ Perubahan tanda vital terjadi bila perdarahan Intake = ± 2500 cc perdarahan semakin hebat pervaginam Output = ± 2300 cc 2. Monitor intake dan output setiap 5- TTV dalam batas normal 10 menit Turgor kulit elastic R/ Perubahan output merupakan tanda Mukosa bibir lembab adanya gangguan fungsi ginjal 3. Berikan infus atau cairan intraven R/ Cairan intravena mencegah terjadinya shock 4. Kolaborasi dalam pemberian transfusi whole blood ( bila perlu ) R/ Whole blood membantu menormalkan volume cairan tubuh. .

memberikan informasi tentang penyakit klien untuk mengurangi kecemasan R/ klien menjadi tau dan percaya pasti penyakitnya bisa sembuh 2. Memeriksa tanda tanda vital R/ TD: 110/90 MmHg N : 84 x /menit R: 20x/menit S : 36 c Memberikan infus atau cairan intraven R/ klien di beri cairan infus jenis RL dengan jmlahnbanyak danwaktu yang cepat (grojok) Memberi /mengganti darah yang hilang R/ klien mendapatkan tranfusi darah 2 kalf dalam sehari . Catatan perkembangan No. Tanggal Tindakan Keperawatan 1 1.memperlakukan pasien secara kalem memberi dukungan dan pengertian bahwa klien dapat sembuh R/ klien mulai percaya bahwa perdarahan yang di alaminya pasti sembuh 3.mengkaji respon psikologis klien terhadap perdarahan paska persalinan R/klien menjawab bahwa dirinya takut jika perdarahan tersebut berdampak dengan penyakit lain 2.

Menghitung tanda tanda vital 2.Salemba medika jannah nurul.j. Memberikan cairan infus 3. Green.Jakarta.Prosedur Tetap Obsetri dan Genekologi.Achadist.Jakarta.Ar-ruzz media.Jakarta.carol.Sp.Rencana Asuhan Keperawatan Maternal. Catatan perkembangan No.Penerbit Buku Kedokteran EGC M.Asuhan kebidanan ibu nifas.2011.2012.OG. Memberikan tranfusi darah Daftar pustaka Sunarsih.jogjakarta.2011.Chrisdiono. Tanggal Catatn perkembangan 1 S : ibu mengatakan bahwa ibu sangat cemas mengalami perdarahan O : Ibu tampak lebih tenang dan percaya bahwa perdarahan nya akan segera sembuh A : masalah teratasi P : pertahankan intervensi 2 S : ibu mengatakan bahwa badannya lemas O : Ibu tampak masih lemas A : masalah belum teratasi P : melanjutkan iinterfensi 1.tri & Vivian Nanny Lia dewi.EGC .Asuhan Kebidanan Pada ibu nifas.