You are on page 1of 13

Buletin Psikologi ISSN 0854-7106 (Print

)
2016, Vol. 24, No. 2, 123 – 135 ISSN 2528-5858 (Online)
DOI: 10.22146/buletinpsikologi.18175 https://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi

Ketidakberdayaan dan Perilaku Bunuh Diri:
Meta-Analisis
Tience Debora Valentina1; Avin Fadilla Helmi2
1 PS Psikologi FK Universitas Udayana; Fak. Psikologi Universitas Gadjah Mada
2Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Abstract
The incidence of suicide increases in Indonesia and around the world that encourage the
growing of research on suicidal behavior. Hopelessness recognized as a strongly predictor of
suicidal behavior, including suicidal ideas and suicide attempts (Beck, Brown, Berchick,
Stewart, & Steer, 1990; Reinecke and Franklin-Scott, 2005). However, the empirical results
show the correlation between hopelessness and suicidal behavior seem to be less consistent.
The purpose of this study is to determine the relationship of hopelessness and suicidal
behavior through the study of meta-analysis. There are 27 studies are including in this meta-
analysis study. Two artifacts allow for correction in these study are sampling error and
measurement error. The result shows that the correlation of hopelessness and suicidal
behavior is 0.360, with the confidence level is 95%.
Keywords: hopelessness, meta-analysis, suicidal behavior

Pengantar bahwa perilaku bunuh diri mengacu pada
pikiran-pikiran dan perilaku yang terkait
Kematian1 yang disebabkan oleh bunuh diri dengan intensi individual untuk mengakhiri
meningkat di seluruh dunia. Data yang hidup mereka sendiri. Bridge, Goldstein,
ditemukan di Indonesia menyatakan bahwa dan Brent (2006) merangkum beberapa
bunuh diri menjadi penyebab utama kedua terminologi yang sering digunakan dalam
kematian pada usia produktif 15-29 tahun, memahami definisi bunuh diri. Ide bunuh
dan rata-rata kematian karena bunuh diri di diri mengacu pada pikiran-pikiran tentang
Indonesia adalah satu orang pada setiap menyakiti atau membunuh diri sendiri.
satu jam (Kompas, 8 September 2016). Percobaan bunuh diri adalah suatu tindak-
Meski demikian, perilaku bunuh diri tidak an yang tidak fatal, menyakiti diri sendiri
hanya muncul pada kelompok remaja dengan maksud eksplisit untuk kematian.
ataupun orang muda, namun dapat terjadi Tindakan bunuh diri adalah tindakan
pada semua kelompok usia. Hal ini tentu- menyakiti diri sendiri yang bersifat fatal
nya mendorong penelitian tentang bunuh dengan maksud eksplisit untuk mati.
diri dalam perspektif Psikologi semakin
Kajian sistematis dan meta-analisis
berkembang.
yang dilakukan Large, Smith, Sharma,
Pembahasan tentang bunuh diri tidak Nielssen, & Singh (2011) menemukan
dapat dilakukan dalam satu konsep tung- bahwa disamping faktor riwayat menyakiti
gal. O’Connor dan Nock (2014) mengatakan diri sendiri dengan sengaja, merasa bersalah
atau merasa kurang mampu, suasana hati
1
Korespondensi mengenai artikel ini dapat dilakukan
depresi, ide-ide bunuh diri dan riwayat
melalui: tience_debora@yahoo.com

Buletin Psikologi 123

Kajian empiris tipe II untuk percobaan bunuh diri yang lainnya kemudian banyak dilakukan ten. meta-analisis Berbagai penelitian tentang bunuh diri merupakan bentuk studi yang dianggap kemudian berkembang. Untuk meng- psikosis. Melanson memengaruhi perilaku bunuh diri pada (2011) menyatakan bahwa percobaan bunuh pasien psikiatri rawat inap. meningkatnya ide-ide bunuh diri atau Silverman et al. dapat dipahami bahwa perilaku bunuh dapatkan pola umum keterhubungan dari diri bukan hanya tindakan mengakhiri variabel ketidakberdayaan dan perilaku hidup. bahwa suatu studi dianggap penting guna Tindakan bunuh diri dapat atau tidak dapat melakukan sintesa terhadap hasil-hasil menghasilkan kematian. Links et al. Bakst. dan Beck (2009) sebe- kaitannya dengan ketidakberdayaan lumnya juga sudah menjelaskan pendapat dengan variasi responden. Berdasarkan pemaparan terse- perlu dilakukan suatu sintesa untuk men. adalah semua pikiran. katkan hubungan interpersonal (Choi et al. keyakin- kaitan ketidakberdayaan dan perilaku an-keyakinan. Selain menemukan faktor dukungan literatur yang ada dengan mendasarkannya sosial (Kleiman dan Liu. suatu inap. dan impulsivitas meru. Crosby. (2007) menyatakan bahwa perilaku bunuh diri pada pasien psikiatri percobaan bunuh diri adalah perbuatan yang telah menjalani pengobatan rawat yang ditimbulkan oleh diri sendiri. tingkat depresi. namun juga termasuk pikiran dan bunuh diri. untuk mati. dengan percobaan bunuh diri tipe I untuk khususkan pada pasien psikiatri rawat inap yang tanpa luka dan percobaan bunuh diri dan juga pasien psikosis. dan juga ketidakberdayaan dan perilaku bunuh diri tindakan menyakiti diri sendiri dengan terdahulu menunjukkan hasil yang ber. Rabinowitz. gambaran. keinginan untuk mati. 2013). Ide-ide bunuh diri penelitian yang ada serta melihat keter. Namun penelitian tersebut belum gambarkan tingkat luka. dan seringkali dapat memberikan simpulan hasil umum kajian empiris yang dilakukan menggali keterhubungan variabel ketidakberdayaan berbagai faktor protektif maupun faktor dan perilaku bunuh diri dari berbagai risiko. suara-suara atau pemikiran- bunuh diri. meskipun Crosby yang mengatakan bahwa tindakan ketidakberdayaan bukan satu-satunya bunuh diri adalah perilaku yang berpotensi faktor yang memengaruhi perilaku bunuh melukai yang diakibatkan oleh perbuatan diri. Kotov. & perilaku yang berpotensi melukai diri Bromet (2012) juga menemukan bahwa sendiri dengan hasil yang tidak fatal dan ketidakberdayaan memprediksi percobaan ada bukti baik itu eksplisit ataupun implisit bunuh diri pada pasien dengan gangguan dari keinginan untuk mati. maka hidupnya. dan suatu percobaan bunuh diri pakan faktor risiko yang memprediksi dapat atau tidak dapat menghasilkan luka. Klonsky. VALENTINA & HELMI keluarga dengan bunuh diri. variasi. mening- pada perhitungan statistika. (2012) juga menemukan bahwa percobaan diarahkan pada diri sendiri dan berpotensi bunuh diri sebelumnya. menimbulkan luka. maka dibedakan mewakili semua fenomena karena meng. Ortega. Brown. but. 124 Buletin Psikologi . Pemarapan tersebut menunjukkan sendiri dengan keinginan untuk mati. Studi-studi korelasi antara percakapan tentang bunuh diri. melukai diri sendiri dengan keinginan ketidakberdayaan.. Oleh sebab itu. diri adalah perilaku yang tidak fatal. pemikiran tentang keinginan mengakhiri Berangkat dari penjelasan di atas. Perilaku bunuh diri merupakan spek- ketidakberdayaan adalah faktor yang trum yang luas. tang perilaku bunuh diri dan menemukan Wenzel.

Metalsky. lebih dari satu studi. penelitian tentang dakberdayaan adalah suatu harapan. studi ini kembangan kajiannya. dan hal yang tidak menyenang. ketidakberdayaan berdayaan akan meningkat selama masa- termasuk faktor yang paling berisiko masa mengalami tekanan emosional dan terhadap ketiga bentuk perilaku bunuh diri berkurang seiring dengan berkurangnya yaitu ide bunuh diri. dari depresi. Untuk menguji hipotesis tersebut. Segal dan Coolidge. dan faktor risiko bunuh diri juga banyak diteliti. dan Alloy (1989) lebih kokoh dari penelitian terdahulu simptom-simptom ketidakberdayaan dari (Hunter dan Schmidt. hubungan dengan perilaku bunuh diri. & Alcorn (2000) mengatakan oleh hasil bahwa ide-ide bunuh diri pada ketidakberdayaan adalah prediktor yang remaja memiliki hubungan dengan baik bagi bunuh diri. dapat terhadap perilaku bunuh diri. konsep diri dihadapi tidak memiliki jalan keluar. penelitian Kwok dan Shek (2010) memper. maka menjadi terminologi yang menyatu dengan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini depresi sehingga postulasi awal yang adalah bahwa ada hubungan antara keti- berkembang adalah teori ketidakberdayaan dakberdayaan dengan perilaku bunuh diri. 1989). Card (2012) depresi muncul disebabkan oleh sesuatu menjelaskan bahwa meta-analisis melibat- yang benar-benar diharapkan ternyata tidak kan analisis statistika hasil-hasil penelitian terwujud. Rogers. termasuk ide- dilihat bahwa salah satu faktor yang kuat ide bunuh diri dan percobaan bunuh diri. dan terisolasi. Maples. Berbagai kajian empiris tersebut menjelas- babkan bunuh diri adalah ketidakberda. ketidakberdayaan menerapkan meta-analisis sebagai metode tidak lagi dimasukkan sebagai salah satu untuk mengintegrasikan penelitian yang dari simptom-simptom depresi. 2010) sebagai mengubah situasi tersebut. Lebih jauh lagi kan justru muncul bersamaan dengan tidak dijelaskan bahwa hal tersebut mengandung Buletin Psikologi 125 . Selain itu. terminologi ketidakberdayaan tersebut Kajian literatur yang dilakukan oleh seringkali berimplikasi perasaan negatif dan Brezo. yang dikenali sebagai faktor yang menye. Menurut sudah pernah dilakukan sebelumnya untuk teori ketidakberdayaan yang diajukan oleh memunculkan pola-pola hubungan yang Abramson.2004). percobaan bunuh dan tekanan (Reinecke dan Franklin-Scott. (1990) telah lama memaparkan seba- antara ide-ide bunuh diri dengan ketidak. ketidakberdayaan menurut (2004) juga menjelaskan bahwa ada empat Wenzel. mengembangkan strategi koping adanya respon dari siapapun yang akan (Marty. Metalsky. permusuhan. Paris dan Turecki (2005) menemukan juga hasil yang negatif (Abramson. dan kuatnya hubungan al. Sementara itu. Westefeld Range. KETIDAKBERDAYAAN DAN PERILAKU BUNUH DIRI 2013). Namun seiring dengan per. bahwa disamping kecenderungan ekstro. Bromley. gaimana yang disampaikan oleh Reinecke berdayaan tersebut terjadi dalam kondisi dan Franklin-Scott (2005) bahwa ketidak- lemahnya komunikasi orangtua-remaja. Ketidakberdayaan sejak lama telah Merujuk pada paparan tersebut. kan bahwa ketidakberdayaan memiliki yaan. 2005). Ketidak- versi dan kecemasan. tindakan bunuh diri. yang negatif. berdayaan merupakan prediktor yang kuat Berdasarkan pemaparan tersebut. dan Alloy. faktor protektif atas ide bunuh diri maupun Selanjutnya. Brown dan Beck (2009) adalah faktor psikososial yang penting sebagai suatu keyakinan bahwa masa depan itu faktor risiko bunuh diri pada remaja yaitu menakutkan dan persoalan-persoalan yang ketidakberdayaan. disimpulkan bahwa keti- perilaku bunuh diri. Beck et ketidakberdayaan. Rutter dan Behrendt Sementara itu.

varians dari koefisien r menempatkan ketidakberdayaan sebagai populasi ter-bobot. Berdasarkan 64 artikel yang diperoleh.ac. Meta-analisis dilakukan sebagai upaya dengan mengakses www. Hal ini didasari eksklusi adalah seperangkat pernyataan oleh Hunter dan Schmidt (2004) yang yang eksplisit terkait hal-hal penting yang menyatakan bahwa kesalahan sampling akan akan maupun tidak akan dimuat dalam memengaruhi koefisien korelasi secara studi meta analisis ini (Card. suicide ideation. Hunter dan hopelessness. laporan penelitian dalam studi studi sebagai unit analisis. yaitu kesalahan sampling Kriteria inklusi sebagaimana halnya kriteria dan kesalahan pengukuran. diri. dan jumlah subjek N. mensintesa beberapa penelitian yang Kata kunci yang digunakan adalah suicidal diawali dengan mengkoreksi artefak dan behavior. studi ini pengukuran dianalisis dengan cara: koreksi 126 Buletin Psikologi . individual merupakan unit analisisnya. Dalam penelitian ini akan dilakukan dua artefak Kriteria Inklusi yang dianalisis. standar analisis adalah analisis terhadap hasil-hasil deviasi. Analisa Data terbitan antara tahun 1986 hingga 2016. Kedua.ugm. Kriteria sistematis dan kesalahan pengukuran bagi suatu artikel untuk dapat memenuhi memiliki efek multiplikasi pada korelasi syarat dilakukan meta-analisis pada studi secara sistematis. 2012). 7 Pembahasan studi menggambarkan ketidakberdayaan dan percobaan bunuh diri. varians r populasi kesa- variabel independen yang dikaitkan dengan lahan pengambilan sampel.lib. suicide attempt. dan bunuh diri yang ada dalam studi tersebut artefak-artefak lain yang menghasilkan terbagi menjadi ide-ide bunuh diri. Ketiga. VALENTINA & HELMI dua pertimbangan. bahwa meta. studi primer yang dimaksud adalah: pertama. Secara rinci. meta-analisis ini dicari melalui database online dan jurnal-jurnal di perpustakaan. kedua. diperlukan seperti nilai rerata. kesalahan pengukuran. tidak mengikutsertakan sampel anak-anak. Perilaku sampling. kesalahan sebagai variabel dependen. dampak pada hasil meta-analisis. 18 studi menggambarkan ketidakberdayaan dan ide-ide bunuh diri. dan tindakan bunuh yang bertentangan. nilai korelasi r atau nilai F. bahwa meta. Kedua. dan 2 studi Pencarian Literatur menggambarkan ketidakberdayaan dan Artikel-artikel yang relevan untuk studi tindakan bunuh diri. kesalahan sam- mengikutsertakan variabel ketidak. Semua temuan artikel yang Schmidt (2004) menegaskan bahwa ada diperoleh kemudian dipertimbangkan banyak bentuk error pada hasil-hasil pene- menurut kriteria inklusi sebagai syarat litian dan setiap bentuk error memiliki untuk dapat dilakukan meta analisis. analisis melibatkan hasil-hasil dari beberapa Keempat. pendapat yang keliru dari temuan-temuan percobaan bunuh diri. pling dianalisis dengan cara: menghitung berdayaan. Hunter dan Schmidt (2004) menyatakan terpilih 19 artikel untuk ketidakberdayaan bahwa meta-analisis dapat mengkoreksi dan perilaku bunuh diri dan di dalamnya efek-efek yang mengganggu dari kesalahan memuat 27 studi korelasional. dan estimasi perilaku bunuh diri dalam berbagai bentuk varians r populasi. koefisien dari beragam studi yang mana studi reabilitas. pertama. penelitian tersebut estimasi r populasi. Koreksi pada artefak yang ini adalah: pertama. ketidaksempurnaan penelitian. khususnya primer memiliki informasi statistik yang dalam bentuk effect size.id.

R. Ping. Alloy. J.. J. Holden. Dunn. 60 Pasien laki-laki 16 2016 Walker.. D.. Awenat... schizophrenia 19 2016 Li.. 284 Mahasiswa Psikologi 22 2015 Gooding. Z. S. W. Bao. Gooding.. T. J. 12 1989 Chiles. 14 2010 Wilson. Hall. Reynolds. A. Michael. L.C. 10 2015 Izci. J.. H. Senn..J. Taylor.R.Y. Pratt..B.. Karakteristik Sampel Penelitian den. J.L.R.M. Y...L. C.S. Koc.. Tarrier. N 97 Staf angkatan udara 5 2013 Bryan. Whyte..M.B... Strosahl. 23 2013 Miranda.D. D... R.. 103 Mahasiswa Ghana 2 1999 Eshun. Hirsch. Hall. S.B.V. C.R. L. 13 2008 O’Connor. N 97 Staf angkatan udara 6 2014 Hewitt. T.A.J. Fraser. R. 166 Siswa laki-laki sekolah menengah atas 25 1998 Mazza.. Wang.. 103 Mahasiswa Amerika 3 2005 Chapman.D. 105 Tahanan perempuan 4 2013 Bryan.C..F.. Wood. 166 Siswa laki-laki sekolah menengah atas 27 1998 Mazza. C. N. Reynolds. C. 65 Tahanan laki-laki F. T.. M.D. C.... Deane.. R.. Y. T. 127 Mahasiswa 18 2010 Johnson. 1475 Mahasiswa 9 2015 Izci. G. Shaw. 144 Pasien rumah sakit umum G... Shah. esti- masi r populasi yang ditunjukkan dengan simbol rp yang diperoleh dari rerata/rerata A. Bongar.. U..B. S. M. S.R. A.J. E. koreksi kesalahan pengukuran. Reynolds. Bao.. F. D.I.K. Zincir. Y... A...J. Conner.. P. N. N. Ping.. 196 Siswa perempuan sekolah menengah atas 26 1998 Mazza.J. R. 77 Pasien gangguan spectrum Tarrier. Osgood.. Flett.M. J. Kamath.J. Chang. Senn. Li.M. KETIDAKBERDAYAAN DAN PERILAKU BUNUH DIRI kesalahan pengukuran variabel indepen.. P.. G. X. X.. Li. Semiz. Z. K. P. 1529 Siswa sekolah menengah 20 2016 Li. 196 Siswa perempuan sekolah menengah atas Buletin Psikologi 127 . Gallagher. M-C. L.J. Valderrama. Reto. Michael. koreksi kesalahan pengukuran variabel Sampel penelitian yang dikaji dalam studi dependen.. 99 Pasien gangguan depresi Goncu. C. Gallagher-Thompson. Reynolds. U. Wang.. M. J. Koc. Ulph. Gadol. S. M. S.M. A..K.C. W. J. meta-analisis ini memiliki karakteristik rerata kesalahan pengukuran pada variabel seperti termuat dalam Tabel 1. Etienne.J. D. 56 Mahasiswa 24 1998 Mazza. K. K. W. B. N. J.A. Masterton. C. Y. Morrow..L. 302 Mahasiswa 15 1998 Uncapher. P.. A. Morrow. F. H.A.. X dan Y yang diperoleh dari rerata A. Pratt.. R.E.. Gica. 55 Remaja 7 2016 Jaiswal. 223 Pasien puskesmas 17 2006 Smith. Zincir. D. Caelian. 37 Pasien psikiatri di China Jemelka..R. N. Tabel 1 Karakteristik Sampel Penelitian Tahun No Peneliti N Karakteristik Sampel Studi 1 1999 Eshun.. M. S.. B.B. Faye.. D. S. Z.M 50 Pasien Consecutive 8 2010 Troister. Semiz.. 11 1989 Chiles.. Bilici. R.P. Gica. J.L. K. W.I. Bilici..W. Etienne. S. Abramson.. A. Zincir. R. C... 46 Pasien psikiatri Amerika Jemelka. F...E. Chen. Gore.. Y. B. M.P. Strosahl. Z.. E. Reto.... Ray-Sannerud... Ray-Sannerud. Terzi. J. Cellucci.M.. Tsypes. S.. K. J. C..S... Specht. MacHale.. S..J. Zincir. 1529 Siswa sekolah menengah 21 2006 Hirsch... Terzi..C... 99 Pasien gangguan depresi Goncu..

250 41.10 14 302 0.200 -0.490 22.03 4.80 9 99 -0.200 -19.21 0.560 0.03 1.50 24 166 0.430 0.05 0.10 0.35 3 105 0.02 21 284 0.01 25 196 0.240 -0.25 27 196 0.56 0.88 16 223 0.39 setiap korelasi dibobot berdasar jumlah r= = = 0.360.670 43.300 458.460 130.04 8.550 0.91 11 37 -0.270 -9.200 -0.69 12 46 0.53 14 302 0.62 8 1475 0.93 1.96 20 1529 0.99 11 37 -0.570 0.652 2696.0195 128 Buletin Psikologi .00 0.92 17 127 0.13 0.00 0.379 40.18 0.300 -0.660 65.27 4 97 0. VALENTINA & HELMI Koreksi Kesalahan Pengambilan Sampel Rerata Korelasi Populasi Apabila korelasi populasi diasumsikan dalam kondisi konstan pada penelitian.96 R 0.200 33.20 26 166 0.63 7 50 0.90 15 60 0.80 15 60 0.330 32.02 26 166 0.60 25 196 0.01 9.392 0.70 19 1529 0.463 0.67 13 144 0.652 0.10 0.540 41.73 16 223 0.58 18 77 0. Berikut ini Rerata korelasi populasi setelah dikoreksi akan disajikan perhitungan koreksi kesa- dengan jumlah sampel (ř) adalah 0.240 366.49 19 1529 0.30 0.350 68.379 0.01 22.04 0.18 0.470 49.530 0.63 0.490 0.78 17 127 0.02 0.34 145.04 10.470 0.32 0.350 -0.270 -0.550 166.18 2 107 0.40 6 55 0.55 2 107 0.530 31.39 Jml 7490 10.10 5.03 0.04 3 105 0.01 0.47 24 166 0.660 0.540 0.570 31.01 1.13 18 77 0. Tabel 2 Tabel 3 Koreksi Kesalahan Sampel Varians rxy No No N ri N×ri N ri (ri-r) (ri-r)2 N(ri-r)2 studi studi 1 103 0.28 27 196 0.540 27.31 0.360 ΣN i 7490 subjek pada studi tersebut.09 6 55 0.34 10 99 0.02 0.670 0.01 2.03 1.25 23 56 0.540 0.16 0.75 1 103 0.11 0.07 0.07 4 97 0.560 124.00 8 1475 0.440 649.84 22 65 0.17 0. estimasi korelasi yang mengikuti persamaan berikut: paling baik adalah rerata terbobot dimana ΣN i ri  2696.680 0.430 84.50 20 1529 0.680 37. lahan pengambilan sampel hingga menda- patkan rerata korelasi populasi.20 0.00 0.318 32. Estimasi terbaik untuk korelasi populasi penelitian yang ada.03 2.92 23 56 0. Pada tabel 3 berikut ini disajikan varians rxy.64 21 284 0.463 66.00 0.06 0.05 10 99 0.40 14.04 2.00 0.11 0.54 12 46 0.08 0.392 49.310 -0.03 0.3600 Varians r 0.318 -0.12 0.24 5 97 0.55 22 65 0.78 13 144 0.19 0.09 8. dengan jumlah keseluruhan subjek adalah 7490.00 7 50 0.01 5 97 0.01 2.460 0.310 30.01 1.96 JML 7490 10. seperti pada Varians rxy (σ2r) tabel 2 berikut.44 9 99 -0.440 0.250 -0.00 0.330 -0.00 0.10 6.00 5.31 31.

9544) 2 ( 0.36 ± 0. Varians kesalahan pengambilan sampel Penghitungan kesalahan pengukuran akan Estimasi variansi dalam korelasi populasi dapat dilihat berdasarkan tabel 4.2357 σ 0.3968)2 ( 0.2775 0. KETIDAKBERDAYAAN DAN PERILAKU BUNUH DIRI 2e Varians rxy atau (σ2r) dihitung dengan σ 0.129) Interval kepercayaan dengan penerimaan 95% dihitung dengan: r ± 1. (1  r 2 ) 2 0.253 ρ ± 1.96SD A2 ( 0. Jumlah koefisien kuadrat variasi dihitung Estimasi Varians Korelasi Populasi dengan: 2(a) 2(b) Untuk mendapatkan variansi korelasi V= SD + SD ( 0. Rerata gabungan dihitung dengan rumus: A = Ave(a)Ave(b) = ( 0.954)(0. yang sesungguhnya dapat diperoleh dengan melakukan koreksi berdasar kesa. = 0.019 Buletin Psikologi 129 .129) = 0.020054 r  1.96( 0.9072) 2 r  1.00186 lahan sampling: Varians yang disebabkan pada artifak 2ρo 2r 2e σ =σ σ = 0.017  0.065 menggunakan persamaan: σ 2r 0.907 sebesar 0.96σρo = r ± 1.000241 Jika korelasi populasi setelah dikoreksi dengan jumlah sampel (r).1416) Sehingga diperoleh interval kepercayaan = 0.000241 dampak= 2r 100 = 100 = 1.6743 Dampak Kesalahan Pengambilan Sampel Dampak variansi reliabilitas dihitung Dampak kesalahan pengambilan sampel dengan: dapat diperoleh dengan mengikuti 22 persamaan berikut: s 0.0018) Interval Kepercayaan = 0.407 kesalahan pengukuran dihitung dengan: r 0.00047+ 0.614 Sehingga diperoleh interval kepercayaan 0.9505) 2 si korelasi harus dikurangi variansi kesa.1193 < ρ < 0.106 < r < 0. maka varian.96( 0.000241 σ = = = 0.00139= 0.9072)2 ( 0.065%.907 lahan sampling.003 dampak  100 = 100 = 14.00047) 2 ( 0.0195 adalah 14.3968 Variasi kesalahan pengambilan sampel A 0. maka interval Variansi korelasi yang sesungguhnya kepercayaan dapat diperoleh dengan dihitung dengan: rumus: 2ρo s 22 2ρ σ 0.00138) 2 2(a) 2(b) = + populasi yang sesungguhnya. Ave Ave ( 0.96(0.96 = 0.3968± 1.96SD = 0.3968± 0.0195 Berdasarkan perhitungan tersebut ΣN 7490 dapat diketahui bahwa dampak kesalahan pengambilan sampel adalah sebesar Varians korelasi rxy sebesar 0.003. perpaduan variansi dalam korelasi populasi dan variansi dalam korelasi sample yang Kesalahan Pengukuran dihasilkan dari kesalahan sampling.758 Korelasi populasi yang dikoreksi oleh  e2  = = 0. Setiap pengukuran mengandung error yang dapat melemahkan koefisien korelasi.0195 0.003= 0.019 Sr2   =  Σ Ni (ri  r )2 145.0165 kesalahan pengukuran dihitung dengan: 2 s 2 = ρ2 A2 V = ( 0.950) = 0.360 ρ= = = 0.003 N 1 276.

270 -9.70 0.392 49.430 84.900 0.021 0.964 2 107 0.93 0.954 0.985 25 196 0.660 65.50 0. medium atau sedang (dalam Ellis.97 0.550 166. dengan r sebesar 0.964 0.00 0.91 0.614.985 JML 7490 10.330 32.10 0.93 0.200 -19.94 0.96 0.540 41.80 10 99 0.000 R 0.95 0.922 17 127 0.95 0.58 0.975 8 1475 0.964 0.000 15.985 3 105 0.93 0.258 22.87 0.20 0.001 0. dengan diterima.93 0. bahwa ada hubungan antara ketidakberda- kuran sebesar 0.98 0.003.60 0.964 9 99 -0. VALENTINA & HELMI Tabel 4 Estimasi Kesalahan Pengukuran No N Ri N x ri rxx (a) ryy (b) 1 103 0.87 0.964 0.922 21 284 0.89 0.933 0.96 0. 2010) Hasil meta-analisis menunjukkan bah.85 0.300 458.943 6 55 0.93 0.964 0.88 0.440 649.680 37.34 11 37 -0.39 20.975 7 50 0.964 0.106<r<0. dalam batas menunjukkan bahwa korelasi yang penerimaan 0. berbeda antara rerata populasi dan rerata hasil analisis data pada studi meta-analisis studi dalam penelitian.985 0.570 31.97 0.959 0.88 0.560 124.670 43.652 2696.28 0.93 0.2357%.55 0.99 12 46 0.74 0.970 0.93 0.40 0. dan variasi kesalahan yaan dan perilaku bunuh diri dapat pengambilan sampel sebesar 0.964 0.964 4 97 0.964 0.959 0.75 0.964 0. Menurut Cohen.129 dan masuk dalam rentang 130 Buletin Psikologi .000 0.470 49.318 32.92 0.360. yang disebabkan tentang hubungan antara ketidakberdayaan adanya kesalahan pengukuran adalah dan perilaku bunuh diri tergolong kategori sebesar 1.64 0.954 0.67 0.964 0.85 0.92 0.78 0.490 22.93 0.906 14 302 0. SD sebesar 0.460 130.310 30.350 68.96 0.250 41.3600 0.93 0.97 0.943 5 97 0.01 0.860 18 77 0.93 0.81 0.80 16 223 0.35 0.85 0.379 40.200 33.240 366.89 0.964 0.922 20 1529 0.990 24 166 0.97 0.530 31.463 66.55 0.035 Ave 0.92 0.360.950 Dampak variasi reliabilitas tersebut interval kepercayaan 95%.540 27.93 0.980 19 1529 0. Hasil ini menun- wa korelasi populasi yang sesungguhnya jukkan bahwa hipotesis yang menyatakan setelah dikoreksi oleh kesalahan pengu.922 0.998 14.54 13 144 0.85 0.97 0.93 0.964 0.97 0.07 0.985 27 196 0.93 0.00 0.93 0.985 26 166 0.980 15 60 0.933 23 56 0.82 0.938 22 65 0.

diri muncul dari kombinasi kondisi ketidak- Persentase variansi yang disebabkan oleh berdayaan saat ini dengan bias dalam artefak kesalahan sampling adalah sebesar memproses tanda-tanda yang mengacu 14. artinya menurut yang diperoleh tergolong medium.3 dan di atasnya. Berdasarkan data empiris terlihat bah. Keterbatasan temuan dari Minkoff. KETIDAKBERDAYAAN DAN PERILAKU BUNUH DIRI Koefisien korelasi populasi setelah Hagshenas (2011) juga menemukan bahwa dilakukan koreksi kesalahan pengukuran ketidakberdayaan ditemukan pada remaja sebesar 0. tersebut secara keseluruhan menyumbang Studi meta-analisis ini sesungguhnya 15. dengan melibatkan sampel dari Kondisi ini mendukung hasil analisis yang studi di Negara-negara Barat dan di menunjukkan korelasi pada tingkat Negara-negara Timur. namun ditegaskan bahwa untuk mengetahui lebih mendalam ketidakberdayaan adalah indikasi yang karakteristik kelompok yang memberikan berbahaya bahkan lebih sensitif daripada kontribusi paling kuat terhadap korelasi depresi sebagai tanda yang menunjukkan ketidakberdayaan dan perilaku bunuh diri. Selain itu prediktor terhadap perilaku bunuh diri. Kovacs dan Weissman diri dengan nilai korelasi yang diperoleh (1975) dan hasilnya juga sejalan dengan tergolong kategori medium. Hasil korelasi tersebut Lebih lanjut dikatakan oleh Wenzel dan tergolong lebih tinggi dari korelasi populasi Beck (2008) menegaskan bahwa ide bunuh setelah dikoreksi terhadap sampling. Beck dan penelitian ini dapat dilihat dari variasi Beck (1973) bahwa ketidakberdayaan erat sampelnya yaitu dari kelompok pasien kaitannya dengan keinginan bunuh diri.6743. non-klinis. namun Cohen (dalam Ellis.235%. Kedua artefak cul dari kondisi kognitif emosional. Studi meta-analisis ini memberikan Penelitian mengenai korelasi antara informasi bahwa ketidakberdayaan mem- ketidakberdayaan dan bunuh diri telah berikan kontribusi terhadap perilaku bunuh dilakukan oleh Beck. Riset Selain itu juga. Bergman. klinis dan non-klinis sehingga disarankan Meskipun dijelaskan bahwa ketidak. pada bunuh diri. Meski demikian.67. mentoleransi ketidakberdayaan yang mun- kuran. meneguhkan temuan penelitian terdahulu. dengan keluasan spektrum kualitatif yang dilakukan oleh Keyvanara & perilaku bunuh diri. ketidakberdayaan sesungguhnya menjadi wa nilai r bergerak antara 0. 0. terdapat dua data yang menunjukkan Studi ini juga telah melihat hubungan korelasi negatif. 2010) bahwa efek sulit untuk mengabaikan variabel ketidak- ketidakberdayaan terhadap perilaku bunuh berdayaan ketika membahas tentang diri tidak terlalu kuat. dan tindakan bunuh diri dingkan dengan persentase variansi yang muncul ketika seseorang tidak mampu lagi disebabkan oleh artefak kesalahan pengu.1193 < r < 0.2-0.3968. Namun demikian. secara ketidakberdayaan dengan perilaku bunuh umum terdapat lebih dari 80% data yang diri dengan variasi subjek klinis maupun menunjukkan korelasi 0. perilaku bunuh diri. dengan batas penerimaan yang melakukan percobaan bunuh diri. Meskipun korelasi medium atau sedang. yaitu sebesar 1.065%. keseriusan dari keinginan bunuh diri. untuk melakukan pengelompokan berda- berdayaan bukanlah sebagai penyebab sarkan karakteristik sampel yang setara bunuh diri. variabel ketidakberdayaan dapat berperan sebagai variabel mediator pada penelitian Penutup selanjutnya ketika mengukur tentang perilaku bunuh diri. Persentase ini lebih besar diban. disarankan untuk Buletin Psikologi 131 .3%.

Psychological Review. Effect of hopelessness on the links 113. hopelessness.. review. ideation: A study of Ghana and U. 1146-1149. Y. (1975). A.. Tarrier. (2010). & Weissman. D. The American the interpretation of research results. & Pratt. uniform definitions and recommended data (2006). Dunn. Perfectionism. M. bunuh diri.037. K. Self-directed violance surveillance: Bridge. Lee. R. 33(3). 558-569. & Steer. E. & Alloy. D. C. 227-238. D. Yeon. Cultural variation in vior. P.. doi: 10.. N. National Center for Injury Prevention Beck. D.. suicide attempts. H. *Chiles. and suicidal cations. terhadap masing-masing konstruk perilaku Choi. Y.. Specht. 180-206. I.. Theory-based subtype of depression. hegemony of hopelessness. and Control Division of Violence Stewart. & suicide attempts in female inmates: The Flett. 210. and suicidal behavior in ketidakberdayaan dengan tindakan bunuh Chinese and American Psychiatric diri. P.026. 147(2). G. Psychiatry Research. B. 234(11)... Guildford Press. Brezo.. Risks and Daftar Pustaka protective factors predicting multiple suicide attempts.. Lee.. Hall. Strosahl.. A. 464-471. (2005). Y.psychres. between psychiatric symptoms and Card. M. Y.. Z. C.. A. Metalsky. version 1.. *Eshun. 957-961. Factors associated with *Hewitt. and *Gooding. Cross-Cultural Personality traits as correlates of Research. Deppression.. college samples. T. sity Press. & Cellucci. (2014). R. M. doi: 10. J. 230. Journal of Psychiatry. L. Ping. Shaw. & Melanson.. The essential guide to effect ultimate suicide: A replication with size. U. S. Prevention. P.. G. The American Journal of memperjelas kontribusi ketidakberdayaan Psychiatry. hopelessness. Journal of Child Psychology and Disease Control and Prevention Psychiatry. R. J. L. Paris. L. Georgia: Centers for behavior.. B.0. (1999). Brown. A. K. Relationship between hopelessness and Ellis. L.1016/ B. 47(3/4). (2006). L. (2015). A. Y. T. and psychiatric outpatients. G. H. Jemelka. T. suicidal ideation. Kovacs. Crosby.S.. Ulph. 358-272. United Kingdom: Cambridge Univer- Beck. and suicide Life-Threatening Behavior. *Chapman.09. meta-analysis. 190-195.. 09. Ortega. Pengelompokan ini akan semakin patients. N. G. J. Berchick.psychres.. M. (2011). Senn. K. Hopelessness and suicidal beha. L. J. New York: The risk of suicide. L. T. A. Abramson. (1990). dengan ide-ide bunuh diri. stress.2013. Chen.. Goldstein. R. S. (1989). & Lee. C. Acta Psychiatrica Scandinavica. & Brent.. suicide completions: A systematic Awenat. Special Communi. 146(3). VALENTINA & HELMI dapat dibuat pengelompokan dengan meli. C. A.. 96(2).. F. & Turecki. C. Statistical power.. yaan dengan percobaan bunuh diri.. optimism.. J. potential in depressed psychiatric 132 Buletin Psikologi . Caelian. dan hopelessness. hat korelasi antara ketidakberdayaan Michael.. (2012)... F. A. & Reto. 2015. (2013). G. An overview. Wang. B. Suh.1016/j. J. 35(5).. S.. S. W. K. K.. C.... A. Kweon. A. Suicide & daily hassles. Y. (1989). Applied meta-analysis for suicidality in a vulnerable population at social science research. Oh. 339-344.. Psychiatry Research. pp 372–394. Hopelessness depression: A j. T. ketidakberda. Adolescent suicide and suicidal elements.

.. longitudinal investigation of deppres- Kleiman. Wang.. Setiap jam. A. E. J. D. B. (2016). & Conner. D. (2010). *Johnson. P.1016/j. E. parent-adolescent com- A. L. Faye.. R. H. doi: 10. W.. L.2013. Sharma.. M. hopelessness. (2013). I. Koc. 663-674. R. Eastern Mediterranean *Mazza. psychosis: Positive self-appraisals buffer Balderson. Second edition. R. 36(6).. J. Bilici.2010.. Gore. Nielssen. & Liu.013.. L. A. J.. U.. and support as a protective factor in suicide: major and minor life events and their Finding from two nationally relation to suicidal ideation in Buletin Psikologi 133 . E. Smith. Y. Threatening Behavior. X.1016/j. J. doi: Prospective study of risk factors for 10. S. The mediating role of hopelessness. 661-669. Journal of Behavior Assessment.. and suicidal Scandinavica. A.00066.brat. (2004). R. F.. J. 529-535. G. D.. K. E. Suicide & Life. D. (2016). F.. & Cutcliffe. doi: 10.1111/j.08.. P. Nisenbaum... 88-97. P. 224-233. General Sociocultural contexts of attempting Hospital Psychiatry. 1-10. 40(3)..2011. S. 883-889. & Semiz. doi: Methods of meta-analysis. Behavior. Research and Therapy. 6.. S.jad. Suicide munication. 1397-1407. S.. P. Journal of Psychopathology representative samples. S. Shah. and bias in research finding. D. 17. & Bao.. & Tarrier. A. S. (2012). N. Kwok. Eynan. following recent discharge.2011. and suicidal ideation attempt. Y. (2010)... doi: Affective Dissorders... 10-year cohort study. T. The Journal of Psychiatry and Neurological Large. Bergmans. Zincir. Hopelessness. T. Gica. M. diri. the impact of hopelessness. & Kamath. Reynolds. 124. 8 September 2016. 42(1).016 qualitative study.5350/ O. 18-29. (2011). (1998). Acta Psychiatrica life events. Behaviour Harder. M. M. social support. Suicide Life- Hunter. R. Goncu. B. Li. J. Stressful psychiatric in-patients. T. 540-545. Social sion.. 36. S. (2011). Bakst. M. R... A Health Journal. (2006). Pratt. KETIDAKBERDAYAAN DAN PERILAKU BUNUH DIRI adolescents. J. Gooding.. Wood. optimism as potential moderators of Hopelessness as a predictor of relationship between hopelessness and attempted suicide among first suicidal ideation.05. K. Systematic DAJPN2015280103 review and meta-analysis of the clinical *Jaiswal. K. *Izci.. 102-104. 62. & Hagshenas. (2012). increased suicide ideation and behavior Keyvanara. & Singh.. Ambreen. 10. 27-33. Inc. Journal of Child and Family Study. (2015). Klonsky. admission patients with Psychosis: A Threatening Behavior. & Shek. Y. C. Resilience to suicidal ideation in Links.....033 *Hirsch. M. V. Dispositional and explanatory style Rabinowitz. Taylor. Suicide and Life-Threatening patients with and without alexithymia. P. Sciences. doi: suicide among Iranian youth: A 10. J. 34. & Bromet. S. 150. Correcting error 10. & Schmidt.01. R. R. satu orang bunuh USA: Sage Publications. 48(9).genhosppsych. Kompas.. intent in patients admitted with *Li. Kotov. 28.. 25. M. Journal of Postgraduate suicidal ideation and suicide attempts: Medicine. Z.1943-278X. suicidal ideation and among Chinese adolescents in Hong hopelessness level in major depressive Kong. J. M.. S. attempted suicide in a tertiary care Parenting and Chinese adolescent general hospital.1016/j. Terzi..1007/s10862-014-9427-0..x. hopelessness. factors associated with the suicide of H. Zincir. (2016). S.

*Miranda. 01.033 Differences.. Berman. Beck. L. & Beck.jad. F. Relationships among dispositio. W. L. 2010. suicidality: A test of shneidman’s theory 210. 12. doi: 10. patients.. D. *Uncapher. expectancies and global hopelessness as (2016). (2004). hopelessness. L. and attempted suicide. R. K. E. 174-181. Dalam Yufit.. (2005). International Journal of Mental 110. L.02. 37(3). G.psychres. C. J. G. MacHale. & Holden. behavior.1007/s11469- 008 016-9648-4. Reinecke. depression. A comparison of specific positive future *Walker. VALENTINA & HELMI adolescents. Suicide 2.1016/j. Alloy. Adolescence. D. Journal of Affective Dissorders.appsy.. Gallagher-Thompson. & Joiner.. Personality and Individual 2013. A. J. M. and suicidal ideation: multiple American Journal of Psychiatry.. Hopelessness.. 358. R. (2010). The Gerontologist..001. & Masterton. 295-302. Gallagher. and ideation: Mediating role of brooding hopelessness in their associations with and hopelessness..1016/ j. M. cations. Assessment. B. Suicide & Life- 14(8). H. C. A. Suicide and Life-Threatening Silverman. Washington DC: American social factors.. revised nomenclature for the study of nal coping strategy. K. Tsypes. Bergman. T. USA: John Wenzel. A. A. (2008).1080/ 13607863.. E.. A. Psychology. Lancet Psychiatry. 70. and behaviors. 207-214... N. Assessment of suicide: Beck’s model of suicidal behavior: theory and scale for assessing mood and treatment. 189-201. J. Wiley & Sons. pp Psychological Association. K. Brown. depression. L. R. Segal. T. *Troister. O’Carroll. (1973). 264-277. 49. A. & Bongar. Cognitive therapy for suicidal Rutter.501068. 1. P.. I. 38(1). & Beck. M. Suicide and Life-Threatening Behavior. (2013). & Hirsch. doi: 10. & Coolidge. & Behrendt. R. A cognitive (2005).. K. 62- *O’Connor. scientific and clinical applications. Wenzel. suicide and suicidal behaviors part 2: and protective factors against suicide in Suicide-related ideations. 1015-1023.. deppression. doi: 10. doi: 10. Sanddal. The psychology of suicidal Osgood. Hopelessness and suicidal ideation in older adults. Chang. Fraser.. suicidal ideation. R. Psychiatry Research. N. Applied and Preventive suicidality. Inc... Behavior. 134 Buletin Psikologi . and 10. E. L. Aging & Mental Health. M. & Lester. E. rumination. 73-85. 2008. Whyte.. Rebuilding the tower of Babel: A (2010). A. 39. T. C. Abramson. 455-459. R. A.. 130(4). & Knock. Y. J. Neuroticism and suicidal predictors of suicidal ideation in a behavior: Conditional indirect effects of prospective study of repeat self. & (2006).05. 154. E.. doi: D. M.2008. Adolescent suicide risk: Four psycho. L. 443-454. social problem solving and hopeless- harmers.. T. (2009). Valderrama. pathways to self-injurious thinking. prevention of suicidal behavior. Gadol. ness.1016/ j. 28(4). communi- older adults. (2008). Threatening Behavior. M.. (2007). (1998).. A. Cognitive inflexibility and suicidal Comparing psychache. Health Addiction. L. 689-693. (2014). P. R.. C. B. 36(4).. D. K. O’Connor...374. R. *Smith. M. M. Marty. & Franklin-Scott. of suicide. T.. Cognitive vulnerability to Beck. A. S. A. treatment. Minkoff.

P. S. J. Rogers. negation and suicidal ideation: The role J. J. KETIDAKBERDAYAAN DAN PERILAKU BUNUH DIRI Westefeld.... 291-305. L. Help- Maples. M. The of deppression. Bromley. (2000)..1007/s10964-009- 9487-8. Buletin Psikologi 135 . Suicide: an overview. Journal Youth Adolescence. 39. & Alcorn. hopelessness. (2010).1177/0011000000284002. J. doi: 10. C. *Wilson. 445-510. doi: 10. M. R.. R. anxiety. 28(4). Range. & Deane. F. L. and Counseling Psychologist. J..