SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP

)
HYPEREMESIS GRAVIDARUM

Pokok Bahasan : Hyperemesis Gravidarum
1. Pengertian Persalinan
2. Tanda-Tanda Persalinan
3. Masalah Dalam Persalinan
Sub Pokok Bahasan :4. Tanda-Tanda Bahaya Ibu Bersalin
Sasaran : Mahasiswa DIII KEPERAWATAN

Tanggal : senin, 12 maret 2017
Waktu : 1 x 60 menit
Dosen : R. MALAWAT S,Kep Ns

I. Tujuan Umum
Setelah mengikuti proses belajar mengajar Asuhan Keperawatan, mahasiswa diharapkan
mampu memahami Hyperemesis Gravidarum.

II. Tujuan Intuksional Khusus
Setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar ini mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian hyperemesis gravidarum.
2. Menjelaskan penyebab hyperemesis gravidarum.
3. Menyebutkan tanda dan gejala adanya hyperemesis gravidarum.
4. Menyebutkan komplikasi hyperemesis gravidarum.
5. Menyebutkan penatalaksanaan hyperemesis gravidarum.

III. Materi (Terlampir)
Materi yang disampaikan :
1. Pengertian Hyperemesis Gravidarum.
2. Penyebab Hyperemesis Gravidarum.
3. Tanda dan gejala adanya Hyperemesis Gravidarum.
4. Komplikasi Hyperemesis Gravidarum.
5. Penatalaksanaan Hyperemesis Gravidarum.

Menjawab pertanyaan yang diajukan Penutup . Tanda dan gejala adanya Hyperemesis . Mengucapkan salam V. Mendengarkan dan Materi Hyperemesis Gravidarum. Penyebab Hyperemesis memperhatikan dengan seksama (40 Menit) Gravidarum. Mahasiswa mencatat materi penjelasan dosen Rangkuman dan. memperhatikan jawaban dosen . Menyimpulkan materi yang telah disampaikan . konseling 2. Menjawab salam (5 Menit) . Metode 1. Memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk . Memberi salam . Komplikasi Hyperemesis Gravidarum. Memberikan pertanyaan memperhatikan dan memahami (10 Menit) . Menjelaskan materi tentang Pengertian . Memberikan apresiasi Penyampaian . Mendengarkan (5 Menit) rajin belajar . Kegiatan Belajar Mengajar Tahapan Kegiatan Pengajaran Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Pembukaan . Memperhatikan dan menanggapi penjelasan dosen . hal yang belum jelas di sela-sela Penatalaksanaan Hyperemesis Gravidarum. Memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya. Mahasiswa menanyakan hal- Gravidarum. Menjawab salam . Penekanan pentingnya materi yang akan disampaikan . penyajian materi dan kemudian . Mendengarkan Evaluasi . Tanya jawab VI. Media dan Alat Bantu . Membuka daftar hadir .IV. Mendengarkan . Menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran .

... Bina Pustaka Prawirohardjo VIII............ Jakarta : PT........ Hyperemesis Gravidarum. Widianto.. dkk...... (... Media dan alat 1. 1993...... Ginekologi. 2009. Evaluasi Evaluasi diberikan pada akhir perkuliahan secara lisan berbentuk pertanyaan essay/terbuka sebanyak 5 pertanyaan Pengajar.) .... Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD... 2004..... 2000......... Jakarta : EGC 3........ 2010.........) Dosen Penguji I Dosen Penguji II (........................ Keperawatan Maternitas......... Carpenito.. Referensi 1........... Sarwono.... Prawirohardjo........... Jakarta : EGC 4. Bobak.) (.... Diagnosa Keperawatan.. Ilmu Kandungan edisi 7.... Lynda Juall... Bandung : Elstar 2... Panca..... Hand out 2....... leaflet VII... 5....

Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolic akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan. komplikasi fatal terjadi pada susunan syaraf yang dikenal sebagai ensefalopati werniele. kelainan faktor endokrin juga memberikan pengaruh seperti diabetes melitus dan hipertiroid. 4. rumah tangga retak. suhu meningkat tensi menurun. muntah keadaan umum lebih parah. nadi kecil dan cepat. takut terhadap kehamilan dan persalinan. LAMPIRAN SOAL PERTANYAAN 1. 1998). dipolpia dan perubahan mental. Faktor psikologi memegang peranan penting pada penyakit ini. ini merupakan faktor organik. Sebutkan makanan yang tidak dianjurkan untuk diet Hiperemesis ! JAWABAN 1. Apa pengertian Hiperemesis gravidarum ? Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi (Mochtar. Sebutkan makanan yang dianjurkan untuk diet Hiperemesis ! 5. kehilangan pekerjaan. Apa penyebab Hiperemesis gravidarum ? 3. Takut terhadap tanggug jawab sebagai ibu. kesadaran menurun dari somnolen sampai koma. keadaan ini adalah akibat sangat . 2. Apa penyebab Hiperemesis gravidarum ? 1. Alergi sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak. 2. Apa pengertian Hiperemesis gravidarum ? 2. 3. Faktor presdisposisi yang sering dikemukakan adalah primi gravida. 3. Jelaskan tanda gejala Hiperemesis gravidarum tingkat III ! 4. mola hidatidosa dan kehamilan ganda. dengan gejala : nistagmus. Jelaskan tanda gejala Hiperemesis gravidarum tingkat III ! Keadaan umum lebih parah. muntah henti.

B. pewarna. Beberapa faktor yang telah ditemukan yaitu : 1. 2009). sehingga mengganggu kesehatan dan pekerjaan sehari-hari (Arief. Hiperemesis Gravidarum adalah keadaan dimana penderita mual dan muntah/tumpah yang berlebihan. 4. dan yang mengadung zat tambahan (pengawet. II. B. 1998). MATERI PEMBELAJARAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM A. mola hidatidosa dan kehamilan ganda. III adalah makanan yang umumnya merangsang saluran pencernaan dan berbumbu tajam. PENYEBAB Penyebab Hiperemesis Gravidarum belum diketahui secara pasti. teh dan kopi encer. dan III adalah : Roti panggang. kelainan faktor endokrin juga memberikan pengaruh seperti diabetes melitus dan hipertiroid. kaldu tak berlemak. buah segar dan sari buah. Bahan makanan yang mengandung alkohol. crackers. dan bahan penyedap) juga tidak dianjurkan. termasuk vitamin B kompleks. biskuit. PENGERTIAN Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi (Mochtar. Sebutkan makanan yang dianjurkan untuk diet Hiperemesis ! Makanan yang dianjurkan untuk diet hiperemesis I. 5. Faktor presdisposisi yang sering dikemukakan adalah primi gravida. timbulnya ikterus menunjukkan adanya payah hati. lebih dari 10 kali dalam 24 jam atau setiap saat. sirop. Sebutkan makanan yang tidak dianjurkan untuk diet Hiperemesis ! Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet hiperemesis I. kekurangan zat makanan. . kopi. II. minuman botol ringan.

keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan. kesadaran menurun dari somnolen sampai koma. oliguria dan konstipasi. 3. C. Tingkatan III Keadaan umum lebih parah. takut terhadap kehamilan dan persalinan. 4. nadi kecil dan cepat. 2. Aseton tercium dalam hawa pernafasan karena mempunyai aroma yang khas dan dapat pula ditemukan dalam kencing. Takut terhadap tanggug jawab sebagai ibu. ibu merasa lemah. hemokonsentrasi. menurut berat ringannya dapat dibagi kedalam 3 (tiga) tingkatan. turgor kulit lemah mengurang. ini merupakan faktor organik. turgor kulit mengurang. tensi turun. tekanan darah sistolik menurun. muntah henti. Alergi sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak. KOMPLIKASI . dipolpia dan perubahan mental.2. 3. muntah keadaan umum lebih parah. termasuk vitamin B kompleks. nadi meningkat sekitar 100/menit. dengan gejala : nistagmus. nafsu makan tidak ada. rumah tangga retak. Tingkatan II Penderita tampak lebih lemah dan apatis. berat badan menurun dan merasa nyeri pda epigastrium. berat badan turun dan mata menjadi cekung. yaitu : 1. komplikasi fatal terjadi pada susunan syaraf yang dikenal sebagai ensefalopati werniele. D. nadi kecil dan cepat. lidah mengering dan nampak kotor. Faktor psikologi memegang peranan penting pada penyakit ini. suhu meningkat tensi menurun. lidang mengering dan mata cekung. Tingkatan I Mual terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita. timbulnya ikterus menunjukkan adanya payah hati. suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikteris. kehilangan pekerjaan. Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolic akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan. TANDA DAN GEJALA Hiperemesis Gravidarum.

manifestasi komplikasi organis adalah delirium. hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan. ikterik. anuria dan perdarahan dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan keadaan yang memerlukan pertimbangan gugur kandung diantaranya a. Dehidrasi berat. 3. kemunduran penglihatan . Cairan Parenteral Berikan cairan parental yang cukup elektrolit. Gangguan kejiwaan : Delirium. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein. Isolasi Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang. Obat-obatan Sedativa yang siring diberikan adalah phenobarbital. terjadi gangguan jiwa ensepalopati wernicle b. Gangguan penglihatan: Pendarahan retina. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar penderita. kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. Sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. Cacat cairan yang keluar dan masuk. 5. takikardia. menarik diri dan depresi. Penghentian kehamilan Bila keadaan memburuk dilakukan pemeriksaan medik dan psikiatrik. dapat diberikan pula asam amino secara intravena. takikardi. PENATALAKSANAAN 1. Anti histamika juga dianjurkan seperti dramamin. 2. tidak diberikan makan/minum selama 24 jam. E. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan. 4. ovamin pada keadaan lebih kuat diberikan antimetik seperti disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin. kebutuhan. Terapin Psikologik Perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. tetapi cerah dan peredaran udara baik. suhu meningkat. apatis. ikterus. karbohidrat dan protein dengan glukose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter sehari. alkalosis. nsomnolenn sampai koma. kelaparan gangguan emosional yang berhubungan dengan kehamilan dan hubungan keluarga.

Minuman tidak diberikan bersamaan dengan makanan. Pemilihan bahan makanan yang tepat pada tahap ini dapat memenuhi kebutuhan gizi kecuali kebutuhan energi. Bila makan pagi dan siang sulit diterima. . yaitu 7-10 gelas per hari c. pemberian dioptimalkan pada makan malam dan selingan malam e. jantung dan pembuluh darah terjadi nadi meningkat. maka tidak diberikan dalam waktu lama. Karbohidrat tinggi. Diet Hiperemesis I Diet hiperemesis I diberikan kepada pasien dengan hiperemesis gravidarum berat.c. Makanan secara berangsur ditingkatkan dalam porsi dan nilai gizi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan gizi pasien Macam-macam Diet a. lemak rendah. dan diberikan sering dalam porsi kecil d. singkong bakar atau rebus. Makanan diberikan dalam bentuk kering. tekanan darah menurun 6. b. Gangguan faal : Hati dalam bentuk ikterus. Syaratnya antara lain : a. ginjal dalam bentuk anuria. ubi bakar atau rebus. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Diet Hiperemesis Gravidarum Diet pada hiperemesis gravidarum bertujuan untuk mengganti persediaan glikogen tubuh dan mengontrol asidosis secara berangsur memberikan makanan berenergi dan zat gizi yang cukup. Makanan hanya terdiri dari roti kering. pemberian cairan disesuaikan dengan keadaan pasien. dan protein sedang b. Diet Hiperemesis II Diet ini diberikan bila rasa mual dan muntah sudah berkurang. Makanan mudah cerna. tidak merangsang saluran pencernaan. Karena pada diet ini zat gizi yang terkandung di dalamnya kurang. dan buah- buahan. Diet diberikan secara berangsur dan dimulai dengan memberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi.

dan bahan penyedap) juga tidakbdianjurkan. crackers. Bahan makanan yang mengandung alkohol. sirop. II. minuman botol ringan. . Makanan yang dianjurkan untuk diet hiperemesis I. dan yang mengadung zat tambahan (pengawet. teh dan kopi encer.c. kaldu tak berlemak. Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet hiperemesis I. dan minuman boleh diberikan bersama makanan. buah segar dan sari buah. Makanan pada diet ini mencukupi kebutuhan energi dan semua zat gizi. biskuit. pewarna. dan III adalah : Roti panggang. Diet Hiperemesis III Diet hiperemesis III diberikan kepada pasien hiperemesis gravidarum ringan. kopi. Diet diberikan sesuai kesanggupan pasien. II. III adalah makanan yang umumnya merangsang saluran pencernaan dan berbumbu tajam.