You are on page 1of 10

94 Original Article Pharm Sci Res ISSN 2407-2354

Penetapan Kadar Hidrokortison Asetat dalam Sediaan Krim
Mengandung Pengawet Nipagin secara Spektrofotometri
Derivatif Orde Pertama

Hayun1, Nelly D. Leswara1, Lutfhi Zarkasih1
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Depok. 16424
1

Email :hayun.ms06@gmail.com

Abstrak
Metode spektrofotometri yang sederhana dan cepat telah dikembangkan untuk analisis
hidrokortison asetat dalam sediaan farmasi krim mengandung nipagin sebagai pengawet.
Hidrokortison asetat ditentukan dengan mengukur serapan derivat pertama (rasio amplitudo)
pada 257,0 nm (zero crossing nipagin). Kurva kalibrasi menunjukkan linier pada rentang
4,0-40,0 ppm hidrokortison asetat (r= 0,9999). Limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi
(LOQ) diperoleh masing-masing 0,9617 ppm dan 3,2050 ppm. Metode ini mempunyai
presisi yang baik (keterulangan dan presisi intermediet) (RSD <2,0%), sedangkan rerata
data hasil uji perolehan kembali (accuracy) adalah 102,03±0,14% dan 100,23±0,69%,
masing-masing untuk hidrokortison asetat krim1% dan 2,5%. Metode ini berhasil
diterapkan untuk penetapan kadar hidrokortison asetat tiga dari empat sampel sediaan
merk dagang dan hasilnya adalah 102,93±0.22%, 108,48±0,19% dan106,67±0,35%,
masing-masing untuk sampel A, B dan D. Hasil analisis sampel C menunjukkan kadar
hidrokortison asetat lebih dari 110,0% dari yang tertulis pada labelnya, mengindikasikan
adanya bahan tambahan lain selain nipagin dalam basis krimnya yang menginterferensi
pengukuran hidrokortison asetat.

Abstract
The simple and rapid spectrophotometric methods were developed for analysis of
hydrocortisone acetate in cream pharmaceutical formulations containing nipagin as
preservative. Concentration of hydrocortisone acetate was determined by measuring the
first derivative absorption (ratio amplitudes) at 257.0 nm (zero crossing for nipagin). The
calibration graphs were linear over the range of 4.0-40.0 ppm of hydrocortisone acetate (r=
0.9999). The limit of detection (LOD) and the limit of quantitation (LOQ) were found to be
0.9617 ppm and 3.2050 ppm, respectively. This method had good precision (repeatability
and intermediate precision) with RSD < 2.0% where as the means of the recovery data
(accuracy) were 102.03±0.14% and 100.23±0.69% for hydrocortisone acetate cream
1% and 2.5%, respectively. The proposed method was applied for the determination
of hydrocortisone acetate in three out of four commercial cream formulations samples
and the results of label claim were 102.93±0.22%, 108.48±0.19% and 106.67±0.35%
for sample A, B and D, respectively. The result of brand C analysis showed to contain
more than 110.0% of the labeled amount of hydrocortisone acetate, indicated there was
additive other than nipagin in the cream basis to interfer with the hydrocortisone acetate
measurements.

Keywords : derivative spectrophotometry, zero crossing, hydrocortisone acetate,
nipagin, cream formulations.

Pharm Sci Res

Obat tersebut banyak campuran tanpa proses pemisahan terlebih diformulasi sebagai sediaan krim (IAI. biologis dan klinik. Jancic- pada λ zero crossing komponen satu akan Stojantovic. Struktur molekul untuk penetapan kadar zat aktif dalam hidrokortson asetat (-BP. FI IV. plot dA/dλ lawan λ untuk derivatif pertama. Nelly D. stabil dan (λ). dan studi kinetika (Patel et al. 2012). analisis lingkungan. 2010). Rakhmawati. Pada spektrofotometri konvensional. 1995. Parabens merupakan pengawet yang metode manipulatif terhadap spektra pada popular ditambahkan pada sediaan bentuk spektrofotometri ultraviolet dan cahaya krim. Panjang gelombang tersebut tidak yang digunakan adalah kromatografi cair mempunyai serapan atau dA/d λ = 0. larutan mengandung dua komponen dengan λ 2007. Panjang gelombang pemisahan lebih dahulu dari basis krim serapan maksimum suatu senyawa pada dan bahan tambahan termasuk pengawet kurva serapan normal (derivat nol) akan yang dapat menginterferensi pengukuran menjadi λ zero crossing pada kurva derivatif hidrokorsiton asetat. Jika kinerja tinggi (USP 30-NF 25. 1982. Phoon & Stubley. Kristiningrum dan lainnya saja (Karpinska. dahulu. Hayun. pasta.. tidak berbau. 2) .. 1 No. 2005). Salah satu senyawa parabens adalah plot A lawan λ. 1981. dan seterusnya. 2014. Spektrofotometri derivatif merupakan 2012). maka pengukuran & Lea. 2007) August 2014 (Vol.. glukokortikoida yang banyak digunakan Metode ini dapat menganalisis satu atau sebagai antiinflamasi lokal akibat dermatitis dua/lebih senyawa secara simultan dalam (Rittel et al. Lea et al. Beberapa contoh aplikasinya Gambar 1. membutuhkan biaya yang relatif tinggi dan waktu analisis yang relatif lama. 2010) dan KLT densitometri menghasilkan serapan hanya dari komponen (Dolowi et al. BP. perekat. tampak. Pada metode spektrofotometri derivatif. analisis kimia anorganik. serapan (A) terhadap panjang gelombang tidak berwarna. Saakov et al. 2007. Penetapan kadar hidrokortison asetat dalam dan d2A/dλ 2 lawan λ untuk derivatif sediaan krim dilakukan melalui proses kedua. zat warna dalam kosmetika dan makanan. Metode spektrofotometri derivatif telah diaplikasikan secara luas untuk penentuan kadar zat aktif dalam sediaan obat. Lutfhi Zarkasih 95 PENDAHULUAN Metode spektrofotometri derivatif merupakan metode yang lebih murah dan cepat Hidrokortison asetat (Gambar 1) adalah dibandingkan dengan metode kromatografi. lemak dan minyak.. Leswara. 2008). Metode-metode analisis pertama. ditransformasikan menjadi metil paraben (nipagin) (Cashman. murah.. karena mempunyai spektrum/kurva serapan merupakan plot aktivitas antimikroba berspektrum luas. Metode-metode tersebut 2013). 2012. 1980. Hailey maksimum yang berbeda. produk kecantikan.

tablet (Fatah. diclofenac spektrum serapan normal (derivat nol) dan sodium and tiokolcikosida (Sengar et al. 2004). dengan konsentrasi masing-masing 8 dan 4 penangas air dan ultrasonik (Ney). Kemudian dibuat secara Alat-alat yang digunakan adalah: seksama larutan hidrokortison asetat 8 ppm. 2013)..5%. bisfosfonat dalam dan minimum terbesar. aquades...0%). spektrum derivat pertama. dan diencerkan asam salisilat dalam sediaan semisolid (Vanani secara kuantitatif dengan aquades sehingga et al. dan untuk penetapan kadar hidrokortison asetat 12 ppm dalam pelarut terpilih. 2009). spektrofotometer (Jasco V-530). Dibuat secara metode analisis spektrofotometri derivatif seksama larutan nipagin 2. 1992). asam salisilat dan asam benzoat dalam menggunakan pelarut pengencer etanol dan sediaan tinktur mengandung iodium (Hayun campuran etanol-aquades (1:1). λ zero crossing nipagin Pharm Sci Res . enalapril. nipagin serapan derivat pertama dan dicatat serapan (E Merck). 4. dan menghasilkan tablet (Koba et al. Bahan.. Darilarutan- dalam krim yang mengandung pengawet larutantersebutdibuat spectrum serapan nipagin. 8. alat-alat gelas untuk analisis. Kemudian dibuat fenitoin (Walash et al..Dipilih pelarut pengencer (Hayun et al. Pembuatan et al. etanol (Mallincrodt). 1995). timbangan nipagin 4 ppm dan campuran keduanya analitik. HCT dan walsartan spektrum serapan ketiga larutan diulangi (Stolarczyk et al. levodopa dan karbidova yang menghasilkan serapan maksimum (Madrakian et al. 2013). Penentuan zero crossing nipagin dan penentuan panjang gelombang (λ) Tulisan ini melaporkan pengembangan analisis hidrokortison asetat. 10. dekstrometorfan serapan maksimum yang stabil selama 75 HBr dan gliserilguaiakolat dalam sediaan menit (koefisien variasi < 2. (rasio amplitudo) dari larutan hidrokortison basis krim mengandung nipagin. 2011).96 Pharm Sci Res ISSN 2407-2354 sediaan farmasi antara lain: penetapan Optimasi kondisi analisis kadar lakosamid dalam tablet (Chaudhari et Pemilihan pelarut. Dibuat larutan al. 2008).. 2013)... Ketiga larutan bahan yang digunakan adalah: baku tersebut masing-masing dibuat spektrum pembanding hidrokortisone asetat. zero crossing nipagin. cemaran benzofenon dalam diperoleh larutan 15 ppm. 2006). derivate pertamadan ditumpang-tindihkan. 2008). dan campuran tetrasiklina dan oksitetrasiklina (Nahak et al. tripolidin HCl lagi sebanyak lima kali dengan interval dan pseudoefedrin HCl dalam sediaan tablet waktu 15 menit. klindamisin sulfat dan tretinoin hidrokortison asetat 1000 ppm dalam etanol (Tehrani et al... Zero crossing nipagin ditunjukkan oleh λ METODE yang memiliki serapan nol pada berbagai konsentrasi.. Percobaan diulangi 2010). dan sampel asetat dan larutan campuran keduanya pada λ hidrokortison asetat krim 1% dan 2. mometason furoat dan dengan cara seksama. ppm dalam pelarut terpilih. 6.

Hayun. presisi.5%. meliputi linieritas. 2) .0 ppm. Dibuat secara simulasi tiga kadar berbeda (80.5%. 1 No. 100%) untuk hidrokortison asetat krim 8. sehingga didapat persamaan regresi linear y = a + bx. LOD dan LOQ dihitung berturut. simulasi dianalisis triplo menggunakan larutan basis krim mengandung nipagin Validasi metode sebagai blangko. Percobaan dilakukan triplo untuk Akurasi. S adalah slope kurva analisis hidrokortison asetat dengan larutan kalibrasi. konsentrasi akhir teoritik (mengacu pada label) turut menggunakan persamaan: 3. 20. 6. serapan (rasio amplitudo)-nya.0. Setiap sampel merupakan λ analisis hidrokortison asetat. larutan hidrokortison asetat dan campurannya serta 10. hari (intermedite precision). 100. 10. Penetapan kadar hidrokortison asetat dalam sedaan krim merk dagang Limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi Dibuat dengan seksama larutan sampel (LOQ). 30dan 40 ppm. Lutfhi Zarkasih 97 yang memberikan serapan (rasio amplitudo) hingga masing-masing diperoleh konsentrasi hidrokortison asetat terbesar dan sama antara akhir lebih kurang 8. 15. limit deteksi (LOD) dan limit keterulangan (repeatability) dan presisi antar kuantitasi (LOQ). Leswara. 12.5 ppm. σ adalah simpangan baku dari diukur serapan (rasio amplitudo)-nya pada λ y-intersep garis regresi. Kemudian triplo. Presisi antara hari dilakukan dengan dilakukan analisis hubungan antara mengulang studi keterulangan pada hari yang konsentrasi hidrokortison asetat dengan berbeda. Presisi dilakukan dengan studi akurasi. Nelly D. diukur 1% dan 2. 10. Metode ini divalidasi mengikuti petunjuk ICH Q2 (ICH. serta C dan D) dari respon dan slope (kemiringan) kurva dengan pelarut terpilih hingga diperoleh kalibrasi. 12. Masing-masing Kondisi analisis optimum sampel simulasi ditimbang dan dilarutkan Data hasil percobaan untuk pemilihan pelarut dengan seksama dalam pelarut terpilih menunjukkan bahwa pelarut pengencer August 2014 (Vol. melakukan uji perolehan kembali (recovery) sampel simulasi krim hidrokortison asetat HASIL DAN PEMBAHASAN kadar 80. LOD dan LOQ ditentukan hidrokortison asetat krim 1% dan 2. Keterulangan ditentukan dengan menganalisis sampel Linearitas (kurva kalibrasi). Presisi. masing-masing dilakukan serapannya pada λ analisis.0 dan 12. Kemudian dan 10 σ/S. dan 120% dari hidrokortison asetat krim 1% dan 2. 100 dan seksama larutan hidrokortison asetat 4.0 ppm.3 σ/S masing-masing 10 dan 12. basis krim mengandung nipagin sebagai blangko.5% berdasarkan pendekatan simpangan baku (masing-masing A dan B.5 dan 15. 2005). 25.0. Akurasi ditentukan dengan setiap sampel.

6111 0.6084 0. 2013).31 241.8 -0. etanol dan campuran aquades dan etanol (1:1) Derivat 0 Derivat 1 λ maks λ maks/ A SD(10-3) KV (%) dA/dλ SD(10-3) KV (%) (nm) min (nm) Dalam pelarut aquades 262.0001 0. Pharm Sci Res .0018 0.06 ppm dalam aquades. stabil (dalam waktu 75 menit.0035 0. Gambar 2. Pada penelitian ini pengukuran hidrokortison asetat dilakukan pada spektrum serapan derivat pertama pada λ zero crossing nipagin.31 Dalam pelarut campuran aquades dan etanol (1:1) 258.91 nipagin menunjukkan adanya overlapping. larutan campuran nipagin dan hidrokortison 8.0313 5. Nipagin pada λ 257.0188 0. Namun kemudian dipilih campuran etanol sedangkan pelarut pengencer etanol atau dan aquades (1:1) karena pelarut campuran campuran etanol-aquades(1:1) menghasilkan ini lebih murah dibanding etanol. Saakov et al..30 229.0%).0 dan 294. 10 dan 12 ppm dalam pelarut campuran etanol-aquades (1:1).98 Pharm Sci Res ISSN 2407-2354 aquades menghasilkan serapan pada λ nol dan pertama yang stabil (Tabel 1).8 0.8 0. 2012.6 nm.0271 0.0001 0.0 -0. 6.5630 0. λ zero crossing pada asetat pada λ zero crossing nipagin adalah 257.0218 0. Spektrum serapan derivat Dengan demikian serapan derivat pertama pertama nipagin dengan konsentrasi 2.56 235. KV > 2.0013 6. Oleh karena itu.0016 5.0167 0.0313 0. Data serapan larutan hidrokortison asetat 15. Kurva serapan pada λ spektrum serapan derivat serapan derivat 0 hidrokortison asetat dan Tabel 1. serapan hidrokortison asetat (Karpinska.0 dan 294.8 0. maksimum spektrum serapan derivat nol Berdasarkan hasil percobaan ini maka etanol (spektrum serapan normal) dan spektrum dan campuran etanol dan aquades (1:1) derivat pertama hidrokortison asetat yang tidak dapat digunakan sebagai pelarut pengencer.0004 1.8 0.76 Dalam pelarut etanol 255.0 0.34 245 0. 4. pengukuran hidrokortison asetat dalam larutan mengandung nipagin tidak dapat dilakukan secara langsung.86 247.0001 0.6 -0. Spektrum serapan derivat pertama nipagin dengan berbagai konsentrasi dapat dilihat pada Gambar 2.0305 0.6 nm nilai dA/d λ-nya = 0 (zero crossing).58 231.

0000 Hidrokortison Asetat 8.0 294. Besarnya nilai koefisien korelasi (> derivate pertama dipilih sebagai λ analisis 0.9. Lutfhi Zarkasih 99 Hasil pengukuran serapan derivat pertama Validasi metode analisis hidrokortison pada λ zero crossing Serapan larutan hidrokortison asetat dalam nipagin menunjukkan bahwa pada λ 257. rasio sinyal pada noise.6 Nipagin 4. dan larutan campuran kedua zat 4).01419x10-3) X. Hasil uji perolehan kembali hidrokortison asetat krim 1% dan 2. dan penggunaan simpangan baku dari respon dan slope (kemiringan) kurva kalibrasi (ICH.998) dan nilai intersep yang hampir nol hidrokortison asetat. diperoleh LOD 0. antara lain evaluasi visual.05 0.9617 ppm dan LOQ 3. Penentuan λ zero crossing nipagin dan λ analisis hidrokortison asetat dengan adanya nipagin Konsen Rasio amplitudo (dA/dλ) kurva derivat Zat trasi 1 (nm) (ppm) 257.9999. Batas deteksi (LOD) dan kuantitasi (LOQ) dapat ditentukan melalui tiga pendekatan. Gambar 3). 1 No.0155 0.6 menunjukkan hubungan yang linier dengan nm (Tabel 2.0155 0.14%dan 100. Leswara.69% (Tabel 4 ppm (Nip). menunjukkan linieritas yang baik dari kurva kalibrasi yang diperoleh (ICH.10 0. maka λ 257.23±0. Nelly D. Spektrum serapan derivat pertama hidrokortison asetat 8 ppm (HCA) dan nipagin turut 102. sehingga untuk persamaan regresi linear y = (. Hayun.03±0. 2) . pada hari yang sama (repeatability) dan Tabel 2.0 nm kurva serapan 0.0 nm kurva serapan derivat pertama campurannya dibandingkan pada λ 294. 2005). 2005). Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4 dan Tabel 3. Pada studi ini.62131 x 10-4) memperoleh hasil analisis yang lebih akurat + (2.2050 ppm. nilai koefisien korelasi dan presisi. Keterulangan hasil analisis berturutan itu (Camp HCA + Nip) dalam pelarut campuran etanol-aquades (1:1).0 pelarut campuran etanol-aquades (1:1) dengan memberikan serapan yang lebih besar konsentrasi 4-40 ppm pada panjang gelombang dan konsisten pada larutan tunggal dan 257.0007 Campuran keduanya 0.5% diperoleh berturut- Gambar 3.0005 August 2014 (Vol.0000 0. digunakan pendekatan ketiga.

0195 0.202 x 10-9 8.120 0.0510 2128.0234 0.0077 0.22%.19%.0072 258. Spektrum serapan derivat Gambar 4. lain yang menginterferensi/menambah 2005).300 0.240 0. perhitungan LOD dan LOQ Konsentrasi (ppm) Yi Y (Yi-Y)2 4.0495 0.0%.096 0.180 0.9.0% (Tabel 5).0–120.0393 0.0 nm (derivat pertama) untuk pembuatan kurva kalibrasi.048 0.31% dan 106.0153 0.01419 x 10-3) X LOD = 0.2050 ppm Pharm Sci Res .48±0. Hasil analisis kadar hidrokortison besarnya serapan hidrokortison asetat dalam asetat dalam krim merk dagang A.63±0.100 Pharm Sci Res ISSN 2407-2354 108. 2007). Tiga sediaan merk dagang memenuhi persyaratan kadar hidrokortison asetat menurut Farmakope Indonesia atau USP.0 nm spektrum pertama dari basis krim sampel simulasi serapan derivat pertama.93±0.480 0.072 0.140 0.0602 0.0812 0. yaitu tidak kurang dari 90. berturut-turut sebagai berikut: 102.360 0.0398 255.171 x 10-9 20.764 x 10-9 6.0602 0.0296 0. Kadar bahwa pada rentang konsentrasi 80.0113 110.0235 9.128 x 10-9 40. 1995. hal ini menunjukkan keterulangan hasil analisis antar hari bahwa kurva basis krim mengandung nipagin (intermediate precision) menunjukkan nilai tidak menginterferensi serapan hidrokortison simpangan baku relatif (RSD) tidak lebih dari asetat.0806 3943. metode ini Hal ini kemungkinan adanya bahan tambahan memiliki akurasi dan presisi yang baik (ICH.0116 0.35% (Tabel 6).680 x 10-9 30.0 hidrokortison asetat satu sediaan merk dagang % dari kadar yang umum digunakan pada (sampel C) menunjukkan lebih dari 110.0194 6.9617 ppm LOQ = 3.0% dari yang tertulis pada label (FI IV. sediaan krim hidrokortison asetat. C dan D sampel merk dagang tersebut. 115.0% dan tidak lebih dari 110.166 x 10-9 12. Hasil uji di atas menunjukkan yang diperoleh dapat dipercaya.0 nm nilai dA/dλ = 0 (Gambar 5) .642 x 10-9 15.3351 x 10-6 r = 0.013 x 10-9 ∑ = 3. B.0296 0.67±0. Kurva kalibrasi hidrokortison asetat pada λ 257. Dengan demikian kadar hidrokortison 2.62131 x 10-4) + (2.003 x 10-9 10.0153 2.197 x 10-9 25. Tabel 3.9999 Persamaan regresi: Y = (. (mengandung nipagin) pada λ 257. IUSP 30-NF 25. Hasil pengukuran serapan hidrokortison asetat pada 257.

051 0.40 101.5% 12.20 15.85 102.126 1% 120 0.03 10. Metode mempunyai akurasi dan presisi yang baik. Hasil uji presisi hidrokortison asetat (HCA) krim 1% dan 2.78 12. Hayun.23 0.89 12. Lutfhi Zarkasih 101 KESIMPULAN Metode spektrofotometri derivatif telah diteliti untuk penetapan kadar hidrokortison asetat dalam sediaan krim mengandung nipagin.47 1. 1 No.05 10.08 102.40 98.14 1% 12.20 10.18 0.60 99.25 12.234 Rerata RSD 0.82 0.286 2. Nelly D.199 0.05 0.15 101.55 98.21 10.25 101.256 0.34 102.28 0.28 2.66 101.5% (basis krim mengandung pengawet nipagin) Konsentrasi larutan sampel Persen perolehan Zat simulasi (ppm) kembali Rerata SD  HCA  I II III I II III (%) 8.23 Rerata persen perolehan kembali 102.34 101.72 97.90 101. 2)presisi antar hari (intermediate precision) August 2014 (Vol.297 0.85 102. Metode ini dapat digunakan untuk penetapan kadar hidrokortison asetat dalam sediaan merk dagang.60 Rerata persen perolehan kembali 100.392 0.144 0.40 8.03 0.30 10.5% (basis krim mengandung pengawet nipagin) Sampel Standar Deviasi Standar Deviasi Kadar simulasi Relatif (RSD) (%) Relatif (RSD) (%) label % (n=3)1) (n=3)2) dari label 80 0.18 15.5% 100 0.147 80 0.081 100 0. 2) .22 102.35 15.323 120 0.31 102.41 101.281 Keterangan: 1)keterulangan (repeatability). Hasil uji akurasi hidrokortison asetat (HCA) krim 1% dan 2. dengan catatan tidak mengandung bahan tambahan Gambar 5. Kurva serapan basis krim mengandung nipagin (digunakan sebagai selain nipagin yang dapat menginterferensi blangko) pengukuran hidrokortison asetat.31 12.244 0.136 0.31 102. Leswara.98 0. Tabel 4.87 97.85 101.52 8.14 10. pelaksanaannya sederhana dan cepat (tanpa pemisahan nipagin).90 101.12 102.69 Tabel 5.15 100.10 101.233 Rerata RSD 0.

M.(2005).35 spektrofotometri derivatif.19 kadar tripolidin hidroklorida dan C 115.67 ±0. Hasil penetapan kadar hidrokortison iodum secaraspektrofotometri derivatif. Penetapan (1980).. Journal of AOAC Asian Journal Pharmaceutical Clinical International. Choksi. & Medenica. Nov properties.R.102 Pharm Sci Res ISSN 2407-2354 Tabel 6. Majalah Ilmu DAFTAR ACUAN Kefarmasian (MIK). Research. ointments: interlaboratory study. Optimization and validation Order Derivative Spectrophotometric of an RP-HPLC method for analysis of Method For Estimation Of Lacosamide hydrocortisone acetate and lidocaine In Bulk And Tablet Dosage Form. Lea. (1995). 289-294..M.48 ± 0. E. Cashman.. (2013). S. & Low. Kennedy. 7-9 Kadar Kode sampel Desember 2009. Suppl 3. Dr. 41–61. of AOAC International. (2009). Ivanović. A. Acta analysis of hydrocortisone acetate Poloniae Pharmaceutica . Jancic-Stojanović. allergenicity. (2012).H.(2008). 253-268. Pemanfaatan Analytical Applicationof Derivative Spektrofotometri Derivatif untuk Spectrophotometry. 198(1). 2013.63 ± 0.M. PT ISFI Pharmacopoeia Commission. A. Journal 65(3). K. Marković. 57-66. A.R.J. asetat (HCA) krim 2.Drug Research. 64(4).. Analysis of hydrocortisone kadar asam benzoat dan asam acetate ointments and creams by high- salisilatdalam sediaan tingtur/larutan performance liquid chromatography. M.D. p.16(2). 3 (1): 94-105.. in suppositories. V. In Hidrobromida dalam Tablet Obat Tech Publisher. Malenović. Divan.5% dan 1% merk dagang Prosiding Kongres ISFI XVII. topikal mengandung iodum/povidon Journal of Chromatography. B. 102-7.31 pseudoefedrin hidroklorida secara 1% D 106. 2005.. A. Yogyakarta : Fakultas Farmasi. Parabens: a review of epidemiology. Kadar diperoleh ± SD (%) (n=3) label merek dagang Hayun. Jakarta. Q2 (R1).93 ± 0. & Parmar. p. Spectrophotometry for Determination Hailey. B... Pharm Sci Res 41-7.. & Warshaw. British Spesialis Obat Indonesia. Application of UV-Derivative Universitas Gajah Mada. Validation of Analytical Procedures: Text structure. Geneva. S. ICH Harmonized Tripartite Guidelines (2005). Patel. (2012). & Lea. J. Majalah Farmasi Indonesia Koba.K.Land. 870-4. High of Some Bisphosphonates Drugs in performance liquid chromatographic Pharmaceutical Formulations.. Batuk. J. D. L. T. Jamal Udin (Ed). Chaudhari. 93(1). G. 162-164 Karpinska. Dermatitis. Macro to Nano Penetapan Kadar Dekstrometorfan Spectroscopy. Vol. . Vol 6. A. 527 Penerbitan.A. & Trinawaty. Croatia. Harianto & Yenti.5% B 108. D. Hayun. (2007). Penetapan A 102.. (2006). Koba. Development And Validation Of First M. R. 47. 6(2). (1981).22 2. Informasi British Pharmacopoeia (BP).. Ikatan Apoteker Indonesia. N.. p.M. Basic Principlesand Fatah.. and Przyborowsk. (2010). and hormonal and Methodology. Jakarta.

Y.. M. (2013). p. 2(2). 1 No.D. (2004). M. Maalanka. E. Rajgor.S.F. Mometasone furoate and Salicylic acid Saakov. Afkhami. hydrocortisone and clioquinol in topical United States Pharmacopeia and National preparations by high-performance Formulary (USP 30-NF25).B. S. P.S. Of Derivative Spectrophotometry (1992). Hodder Arnold. clindamycin phosphate and tretinoin in Der Pharmacia Lettre. Chemistry Central Journal. Inc. spectrophotometric method for N. Journal of The United States Pharmacopeial Chromatography.. Wien. J.139-150 pharmaceutical dosage forms.R.I. Lewis.M.S. S. 2) . Analisis Kuantitatif Campuran for Determination of Enalapril. (2010). M. Vatan. spectrophotometric analysis of Springer-Verlag. liquid chromatography. S.G. Derivative Ecological and Biological Questions. Patel.K. M.. G. J. and Stubley. in Semisolid dosage form..A. T. Sheribah.W. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. Borazjani.I. Spectophotometry and Electron Spin Walash.. Research..D.P.. Ritter. Procedings Acta Poloniae Pharmaceutica . A Textbook of Clinical Shah. Tetrasiklina Hidroklorida dan Hydrochlorothiazide and Walsartan in Oksitetrasiklina Hidroklorida secara Complex Pharmaceutical Preparations. determination of Diclofenac Sodium and Bahram... M. Tehrani.. 25(12). 5-70. Convention. p. Nelly D. Leswara. Gandhi. 2-7. Simultaneous 5. of the Korean Chemical Society. J. (2008). M..G.A.. Z. M. Rizk. Desai. M...A.N. Determination of Levodopa and Carbidopa Asian Journal Pharmaceutical Clinical in Pharmaceutical Preparations. D.Drug Pekan Analisis Obat dan Makanan I. for Simultaneous Determination of London. Rapid Journal of Pharmaceutical Sciences. 65 (3). and Milczarek. Rajmane.. (2007). Drapkin.G. (2008). method for the simultaneous analysis of 21:29.. K.M.. 2296. Namadchian. (2011). Krzek. Stolarczyk.N. Rajput. 391–402. 1764-1768.. p.V. (2013).Y. Application of Pharmacology and Therapeutics (5th Ratio Derivative Spectrophotometry ed). V. p. K.B. T. 3(3). Patel..Z... Derivative spectrometry simultaneous determination of method for chemical analysis: A review. 338 Euston Road. 413-414.L. 275-281. Spektrofotometri Derivatif. Bogachev. International A.V. p. I. Krivchenko. 85 August 2014 (Vol. and phenytoin. and Vanani. Riyanto. U.C. M. Rozengart. V. Hayun. 89-91.. Resonance (ESR) Spectroscopy for and Salim. J.and Ferro.G.& Gandjar.. Simultaneous and Thiocolchicoside in fixed dose Derivative Spectrophotometric combination by spectrophotometry. 297-303.R. A. Derivative Patel. S... DARU Phoon. Bulletin Research.V.V. Rockville. K. C. 3 (2). L. Application Nahak. and Souri. 67-71.(1982). (2013).. Mant. E. (2010). Derivative Chemistry. benzophenone (as an impurity) in Sengar. Patil. M. Lutfhi Zarkasih 103 Madrakian. Journal Analytical and Bioanalytical Knyazev. 246(2).