You are on page 1of 32

Sebenarnya HAM itu adalah

Jawab : Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia
sebagai mahluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung
tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta
perlindungan harkat dan martabat manusia.

Factor yang menyebabkan pelanggaran HAM

Jawab :

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA
PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA

Kita semua sepakat bahwa pelanggaran hak asasi manusia di negara kita telah berlangsung
secara vertikal maupun horizontal. Pelakunya mencakup militer, pemerintah, pengusaha, majikan
dan masyarakat umum. Pelanggaran itu tidak hanya terjadi di wilayah publik, tetapi juga di
wilayah privat seperti keluarga. Ada tiga faktor penyebab terjdinya pelanggaran hak asasi
manusia, yakni :

1. 1. Telah terjadi krisis moral di Indonesia

Krisis moral jauh lebih berbahaya dari krisis lainnya. Krisis moral dapat melumpuhkan
segala aspek atau sendi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Salah satu penyebabnya
adalah kurangnya penerapan ideologi Pancasila. Sebenarnya bangsa Indonesia memliki ideology
yang luhur yaitu Pancasila. Akan tetapi, seringkali ideologi ini tidak dijalankan secara murni dan
konsekuen sehingga yang terjadi adalah kekacauan. Selain itu, krisis moral ini juga disebabkan
oleh masih rendahnya kesadaran akan rasa kemanusiaan di dalam masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia masih belum memahami benar bahwa manusia hidup bersama dengan
manusia lainnya, oleh karena itu, manusia harus dapat juga menghargai dan menghormati
manusia lainnya. Hal ini dapat diterapkan dengan tidak berlaku seenaknya, apalagi sampai
melanggar hak asasi manusia lainnya.

2. Aparat hukum yang berlaku bertindak sewenang-wenang

Di dalam masyarakat terdapat banyak kekuasaan yang berlaku. Kekuasaan disini tidak
hanya menunjuk pada kekuasaan pemerintah, tetapi juga bentuk-bentuk kekuasaan lain yang
terdapat di dalam masyarakat. Salah satu contohnya adalah kekuasaan di dalam perusahaan. Para
pengusaha yang tidak memperdulikan hak-hak buruhnya jelas melanggar hak asasi manusia.
Oleh karena itu, dapat kita lihat bahwa setiap elemen di dalam masyarakat yang memiliki
kekuasaan cenderung menyalahgunakan kekuasaannya tersebut. Kekuasaan-kekuasaan yang
mereka miliki seharusnya dibatasi sehingga tetap menghormati hak orang lain dan tidak
melanggarnya. Kurang adanya penegakan hukum yang benar Seperti yang kita ketahui bahwa
penegakan hukum di Indonesia belum dapat berjalan dengan benar. Masih banyak para penegak
hukum yang bersikap tidak adil. Hal ini dikarenakan menerima suap sudah menjadi budaya
bangsa kita. Penegak hukum yang bersikap tidak adil akan membuat masyarakat pun bertindak
sewenang- wenang. Mereka yang mempunyai cukup uang, tidak lagi takut untuk berbuat salah.

Hal ini seharusnya dapat diberantas karena ini merupakan masalah yang besar. Pemerintah harus
bisa bertindak tegas dalam menyelesaikan masalah ini. Pelanggar HAM seharusnya diberi
hukuman yang tegas.

3. Kesenjangan sosial yang tinggi

Kesenjangan sosial juga menjadi salah satu faktor pelanggaran HAM. Orang yang kaya
tentu memiliki kekuasaan yang besar, sedangkan orang yang kurang mampu menjadi semakin
tidak berdaya. Mereka harus dapat menerima semua yang diberikan dari pihak penguasa
dikarenakan ketidakberdayaan mereka. Hal ini tentu saja memicu terjadinya pelanggaran HAM.
Penguasa dapat bertindak sewenang-wenang tanpa harus memperdulikan masyarakatnya.

Ketiga paktor penyebab terjdinya pelanggaran hak asasi manusia, yakni pembaaian
kekuasan yang tidak berimbang, msyarakat yang belum berdaya, serta masih kuatnya budaya
feodal dan paternalistik dalam masyarakat kita. Ketiga paktor tersebut, pada giliranya,
memunculakan praktek praktek penyalahgunaan kekuasaan.

Kekuasaan disini tidak melulu menunjuk pada kekuasaan pemerintah, tetapi juga bentuk
bentuk kekuasan lain yang ada didalam masyarakat, termasuk kekuasan didalam perusahaan.
Para pengusaha yang tidak memperdulikan hak-hak buruhnya jelas melanggar hak asasi manusia,
pendek kata, tiap elemen di dalam masyarakat kita, bila memiliki kekuasaan, cederung untuk
menyalah gunakannya.

Mengingat banyaknya pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara kita, maka
maka upaya upaya penegakan hak asasi manausia harus dilakukan secara simultan, baik
preventif represif. Secara preventif, tindakan tindakan yang perlu kita lakukan adalah :
 Memberdaykan mekanisme perlindunagan hak asasi manusia yang asa dan membentuk badan –
badan khusus untuk mengurusi masalah masalah khusus.
 Mempergiat sosialisasi hak asasi manusia kepada semua kelompok dan tingkatan dalam
masyarakat, dengan mengikut sertakan LSM dalam kemitraan dengan pemerintah, demi
terwujudnya budaya hak asasi manusia.
 Mencabut dan merevisi semua undang undang dan peraturan yang bertentangan dengan hak
asasi manusia.
 Membentuk lembaga yang membantu korban pelanggaran hak asasi manusia dalam mengurus
kopensasi dan rehabilitasi.
 Mengembankan manajemen konflik oleh lembaga–lembaga perlindungan hak asasi manusia.
 Mengembangkan penyelenggaraan yang menjujung tinggi nilai–nilai hak asasi manusia.
Secara represif, tindakan–tindakan yang harus kita lakukan adalah :
 Memperoritaskan penyusunan mekanisme penanganan atas kasus-asus pelanggaran hak asasi
manusia agar efektif.
 Segera membawa pelaku pelanggaran hak asasi manusia kepengadilan tanpa membeda-
bedakan status pelaku dan menjunjung asas praduga tak bersalah .
 Mengembankan program perlindungan tehadap saksi dan korban pelanggaran hak asasi
manusia sehingga proses penyelidikan dan penyidikan atas pelanggaran hak asasi manusia dapat
dilakukan secara efektif.

Forum juga memberi tekanan khusus terhadaf masalah pelecehan seksual dan tindak
kekerasan terhadap perempuan. Pasalnya kasus–kasus pelecehan seksual dan tindak kekerasan
terhadap perempuan jarang yang terungkap. Salah satu sebabnya, lagi–lagi, karena karena kita
belum memeiliki prosedur yang baku mengenai pengaduan, penanganan dan perlindungan
terhadap korban dan saksi pelanggaran hak asasi manusia.
SOLUSI PELANGGARAN HAM
peradilan dinilai tidak akan mampu menyelesaikan berbagai aksi kejahatan kemanusiaan
dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia dimasa lalu. Solusi efektif
penyelesaian masalah tersebut adalah melalui jalan rekonsiliasi atau membangun kembali
hubungan antara kedua belah pihak yang berkonflik.

"Penyelesaian lewat pengadilan itu tidak realistis karena bukan tidak bisa tapi terbentur
oleh transformasi politik yang abu-abu dimana dari sistem otoritarian ke demokrasi dan
pertentangan antara kelompok lama dan baru yang ingin melakukan perubahan.

Telah dijelaskan bersamaan dengan rekonsiliasi perlu juga dilakukan reformasi
kelembagaan. Hal ini dilakukan guna menghindari terulangnya kembali kesalahan dimasa lalu.
"Reformasi kelembagaan adalah bagian dari keadilan transisi,berguna sebahai pranata masa
depan untuk menjamin keesalahan masa lalu tidak terjadi lagi,"

Meski begitu masyarakat belum begitu akrab akan istilah rekonsiliasi ini. "Pemahaman
rekonsiliasi belum akrab di ruang publik lantaran masih euphoria untuk mengejar pengadilan
karena masih dianggap sebagai korban."

Upaya pemerintah dalam menangani kasus pelanggaran HAM

Upaya Penegakan HAM
Penegakkan HAM adalah berbagai tindakan yang dilakukan untuk membuat HAM semakin
diakui dan dihormati oleh pemerintah dan masyarakat.

Pertimbangan HAM :

1. Kenyataan sejarah
1. HAM merupakan ukuran tertinggi bagi keberhasilan pembangunan suatu bangsa
2. Komdisi HAM suatu negara merupakan salah satu ukuran penting yang
menentukan kehormatan Negara

Penciptaan perundang-undangan HAM yang lengkap 2. konsultasi. Semanggi I dan Semanggi II . Penindakan Penindakan adalah upaya untuk menangani kasus pelanggaran HAM berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Pelaksanaan pendidikan HAM kepada masyarakat melalui pendidikan dalam keluarga. konsiliasi. dan penilaian ahli 5. Kasus Trisakti. Upaya penindakan : 1. Pencegahan Pencegahan adalah upaya untuk menciptakan kondisi yang semakin kondusif bagi penghormatan HAM dengan cara persuasif. LSM HAM 2. Komnas HAM Dengan tujuan melaksanakan pengkajian. dan advokasi bagi masyarakat yang menghadapi kasus HAM 2. Kasus Timor Timur 3. informasi. penyuluhan. negosiasi. sekolah. Beberapa kasus pelanggaran HAM di Indonesia : 1. Penyelesaian perkara melalui perdamaian. Penyelesaian perkara pelanggaran HAM berat melalui peradilan HAM Lemaga Penegak HAM 1. Kasus Marsinah 2. Penerimaan pengaduan dari korban pelanggaran HAM 3. Penciptaan perundang-undangan dengan pembentukan lembaga peradilan HAM 4. Penciptaan lembaga-lembaga pemantau dan pengawas pelaksanaan HAM 3. Investigasi dengan pencarian data. dan mediasi HAM.Upaya HAM dilakukan dengan dua pendekatan : 1. 1. pemantauan. dan masyarakat. Kasus Tanjung Priok 4. Pelayanan. mediasi. pendampingan. Upaya pencegahan : 1. dan fakta yang terkait dengan peristiwa di dalam masyarakat 4.

Jawa Timur dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat. bahkan kasus ini telah diajukan ke Amnesty Internasional dan tengah diproses. Jawa Timur. Kecamatan Wilangan. Pollycarpus Budihari Priyanto selaku Pilot Garuda Indonesia dijatuhi hukuman 14 tahun penjara karena terbukti bahwa ia merupakan tersangka dari kasus pembunuhan Munir. dan sebagian meninggal dunia. sebagian orang percaya bahwa Munir meninggal karena diracuni dengan Arsenikum di makanan atau minumannya saat di dalam pesawat. banyak berita yang mengabarkan bahwa Munir meninggal di pesawat karena dibunuh. 3. Dikabarkan puluhan mahasiswa mengalami luka-luka. Kasus penculikan dan penghilangan secara paksa para aktivis pro-demokrasi. 9 aktivis dilepaskan dan 13 aktivis lainnya masih belum diketahui keberadaannya sampai kini. Namun. Catur Putra Surya (CPS) yang terletak di Porong. diketahui bahwa Marsinah meninggal karena penganiayaan berat. Penculikan Aktivis 1997/1998 Salah satu kasus pelanggaran HAM di Indonesia yaitu kasus penculikan aktivis 1997/1998. Marsinah Marsinah merupakan salah satu buruh yang bekerja di PT. Kasus ini sampai sekarang masih belum ada titik jelas. Menurut hasil otopsi. dia adalah aktifis HAM yang pernah menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Peristiwa ini dikenal dengan Tragedi Trisakti. Mayatnya ditemukan di sebuah hutan di Dusun Jegong. Munir lahir di Malang. dan sampai akhirnya pada tanggal 8 Mei 1993 Marsinah ditemukan meninggal dunia. Nganjuk. CPS menggelar unjuk rasa. kasus Timor-Timur dan masih banyak lagi. 8 Desember 1965. Penembakan Mahasiswa Trisakti Kasus penembakan mahasiswa Trisakti merupakan salah satu kasus penembakan kepada para mahasiswa Trisakti yang sedang berdemonstrasi oleh para anggota polisi dan militer. Bermula ketika mahasiswa-mahasiswa Universitas Trisakti sedang melakukan demonstrasi setelah Indonesia mengalami Krisis Finansial Asia pada tahun 1997 menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Masalah memuncak ketika Marsinah menghilang dan tidak diketahui oleh rekannya. Kasus Pembunuhan Munir Munir Said Thalib bukan sembarang orang. Munir pernah menangani kasus pelanggaran HAM di Indonesia seperti kasus pembunuhan Marsinah. mereka menuntut untuk menaikkan upah buruh pada tanggal 3 dan 4 Mei 1993. Pembunuhan Aktivis Buruh Wanita. Munir meninggal pada tanggal 7 September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia ketika ia sedang melakukan perjalanan menuju Amsterdam. serangan jantung bahkan diracuni. karena dengan sengaja ia menaruh Arsenik di makanan Munir. Kasus ini pernah ditangani oleh komisi HAM. Kebanyakan aktivis yang diculik disiksa dan menghilang. 2. sekitar 23 aktivis pro-demokrasi diculik. Sidoarjo. Masalah muncul ketika Marsinah bersama dengan teman- teman sesama buruh dari PT. 4.1. Banyak orang berpendapat bahwa mereka diculik dan disiksa oleh para anggota Kopassus. yang kebanyakan meninggal karena . meskipun ada satu yang terbunuh. Spekulasi mulai bermunculan. Dia aktif dalam aksi unjuk rasa buruh. Belanda. Peristiwa ini terjadi menjelang pelaksanaan PEMILU 1997 dan Sidang Umum MPR 1998. Pada tahun 2005.

begitu pula dengan aparat militer. Jakarta Utara melakukan demonstrasi beserta kerusuhan yang mengakibatkan bentrok antara warga dengan kepolisian dan anggota TNI yang mengakibatkan sebagian warga tewas dan luka-luka. Peristiwa 27 Juli Peristiwa ini disebabkan oleh para pendukung Megawati Soekarno Putri yang menyerbu dan mengambil alih kantor DPP PDI di Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juli 1996. Pembantaian Massal Komunis 1965 . Rawamerta. puluhan orang (sipil maupun aparat) mengalami luka-luka dan sebagian ditahan. mereka diadili atas tuduhan melakukan pelanggaran hak asasi manusia pada peristiwa tersebut. Kebanyakan warga sipil yang sedang menghadiri pemakaman rekannya di Pemakaman Santa Cruz ditembak oleh anggota militer Indonesia. Pembantaiaan Rawagede Peristiwa ini merupakan pelanggaran HAM berupa penembakan beserta pembunuhan terhadap penduduk kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari.ditembak peluru tajam oleh anggota polisi dan militer/TNI. dan merupakan aksi untuk menyatakan Timor-Timur ingin keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan membentuk negara sendiri. Sejumblah orang yang terlibat dalam kerusuhan diadili dengan tuduhan melakukan tindakan subversif. Karawang. ditambah lagi kepolisian dan anggota TNI dan ABRI datang berserta Pansernya. Banyak orang menilai bahwa kasus ini murni pembunuhan yang dilakukan oleh anggota TNI dengan melakukan agresi ke Dili. Peristiwa Tanjung Priok 1984 Bermula ketika warga sekitar Tanjung Priok. dan pernah diproses. Dili. Puluhan demonstran yang kebanyakkan mahasiswa dan warga sipil mengalami luka- luka dan bahkan ada yang meninggal. Massa mulai melempari dengan batu dan bentrok. Dikabarkan 5 orang meninggal dunia. hal ini membuat umat Islam yang sedang berada di dalam musholah tersinggung dan marah. 5. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 September 1984. Mereka membakar motor petugas itu dan akhirnya kerusuhan meluas. massa mulai merusak bangunan dan rambu-rambu lalu-lintas. Banyak beragam versi awal mula kerusuhan ini. 9. dalam peristiwa ini terbukti terjadi pelanggaran HAM. Timor-Timur pada tanggal 12 November 1991. Pada 14 September 2011. Pemerintah Belanda harus membayar ganti rugi kepada para keluarga korban pembantaian Rawagede. Jawa Barat) oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember 1947 diringi dengan dilakukannya Agresi Militer Belanda I. Kasus ini masuk dalam daftar catatan kasus pelanggaran HAM di Indonesia. yaitu pembantaian yang dilakukan oleh militer atau anggota TNI dengan menembak warga sipil di Pemakaman Santa Cruz. 8. Suatu hari seorang anggota TNI sedang melakukan tugas pengamanan. tapi yang paling dipercayai yaitu karena masalah agama. Menurut Komnas Hak Asasi Manusia. Kerusuhan meluas sampai ke jalan-jalan. Puluhan warga sipil terbunuh oleh tentara Belanda yang kebanyakan dibunuh tanpa alasan yang jelas. Yang mengejutkannya adalah dia masuk tidak melepaskan alas kakinya (sepatu). dia masuk ke dalam musholah untuk mengambil pamflet-pamflet. Pembantaian Santa Cruz/Insiden Dili Kasus ini masuk dalam catatan kasus pelanggaran HAM di Indonesia. 6. 7. Pengadilan Den Haag menyatakan bahwa pemerintah Belanda bersalah dan harus bertanggung jawab.

Terhitung. karena banyaknya korban Petrus yang meninggal karena ditembak. penganiayaan dan penembakan terhadap para preman yang sering menganggu ketertiban masyarakat. kalangan civil society di Indonesia sebetulnya telah memainkan peran yang sangat signifikan terhadap perubahan-perubahan yang kini diperoleh melalui reformasi saat ini. dan berganti dengan pandangan yang lebih positif terhadap peran yang dijalankan oleh kalangan civil society dalam upaya-upaya penegakkan hak asasi manusia di Indonesia. peristiwa ini mulai terjadi. Banyak orang berpendapat bahwa Soeharto menjadi dalang utama dalam peristiwa Penembakan Misterius ini. 10. Menyadari bahwa setiap manusia tidak boleh dilukai dan diambil hak hidupnya. Pada masa pemerintahan Orde Baru. Partisipasi Masyarakat dalam Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia Partisipasi Masyarakat dalam Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia Partisipasi masyarakat (civil society) dalam upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia sangat besar. Penembakan Misterius (Petrus) Diantara tahun 1982-1985. Ini jelas murni terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia. Kebanyakan korban Petrus ditemukan meninggal dengan keadaan tangan dan lehernya diikat dan dibuang di kebun. partisipasi dari kalangan masyarakat ini dipersepsi secara negative atau ditempatkan pada posisi sebagai ‘anti-government’ atau ‘subversif’. Tampaknya sudah tumbuh kesadaran memandang civil society sebagai “diverse partners” dalam penegakan hak asasi manusia. dan hukuman yang setimpal tanpa pandang bulu dan tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku bagi orang yang melanggar HAM dapat dilakukan. . Kasus ini termasuk pelanggaran HAM. Dikabarkan sekitar satu juta setengah anggota komunis meninggal dan sebagian menghilang. Petrus adalah sebuah peristiwa penculikan. tampaknya pandangan tersebut sudah “menjadi masa lalu”. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENCEGAH TERJADINYA PELANGGARAN HAM Partisipasi dari semua elemen masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan pelanggaran HAM. Sebagian banyak orang berpendapat bahwa Soeharto diduga kuat menjadi dalang dibalik pembantaian 1965 ini. hutan dan lain-lain. di masa reformasi. ratusan orang yang menjadi korban Petrus. pengawasan yang ketat oleh keluarga maupun warga sekitar.Pembantaian ini merupakan peristiwa pembunuhan dan penyiksaan terhadap orang yang dituduh sebagai anggota komunis di Indonesia yang pada saat itu Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu partai komunis terbesar di dunia dengan anggotanya yang berjumblah jutaan. Pelakunya tidak diketahui siapa. kebanyakan tewas karena ditembak. menyiksa dan membunuh mereka. Sekarang. Pihak militer mulai melakukan operasi dengan menangkap anggota komunis. namun kemungkinan pelakunya adalah aparat kepolisian yang menyamar (tidak memakai seragam). Tulisan ini akan mencoba menunjukkan kontribusi yang diberikan oleh kalangan civil society dalam usaha penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Jauh dari yang dituduhkan selama ini kepadanya (sebagai anti-government).

NGO hak asasi manusia dalam kategori ini sering menghadapi tuduhan sebagai “partisan” dan tidak independen. yaitu organisasi yang didirikan secara voluntaristik dan independen baik dari pemerintah maupun dari kelompok-kelompok yang mencari kekuasaan politik secara langsung (seperti partai politik atau oposisi). Saat ini NGO hak asasi manusia di Indonesia telah berkembang dengan pesatnya. wartawan. Misalnya Kontras. organisasi profesional (lawyers. organisasi petani. a human rights group seek to secure the rights for all members of the society”. Termasuk dalam kategori ini adalah NGO yang didirikan oleh gereja. Jadi tulisan ini tidak membahas peran civil society secara umum. Sedangkan yang kedua adalah NGO yang memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekedar memajukan dan melindungi hak asasi manusia. berdasarkan karakternya. dan integritasnya dalam menerapkan standard internasional hak asasi manusia. “What distinguishers a human rights NGO from other political actors is that the latter. organisasi konsumen. Organisasi-organisasi ini tidak memulai dengan agenda yang spesifik mengenai hak asasi manusia. yang utama adalah membela masalah- masalah yang dihadapi organisasinya. Singkatnya mereka tidak mencari dukungan atau kekuasaan politik. (v) pendidikan. karena itu organisasi ini mengambil posisi nonpartisan. SNB. NGO hak asasi manusia dalam kategori ini sangat menjaga independensinya. (iii) mempengaruhi kebijakan atau hukum nasional dengan international human rights standard. Kredibilitas dan legitimasinya terletak pada hasil monitor atau fact-finding yang objektif. (ii) advokasi (baik menggunakan mekanisme nasional maupun internasional). serikat buruh. Sedangkan pembelaannya terhadap hak asasi manusia berada dalam konteks pembelaannya terhadap konstituennya tersebut. (iv) bantuan hukum (pendampingan korban) dan kemanusiaan. kita bisa memilah dua kategori besar NGO hak asasi manusia. dokter dan sebagainya). Secara umum. baik dari sudut jumlahnya maupun bidang-bidang garapannya -- yang semakin mengarah kepada spesialiasi. dan (vii) kecaman moral dan memberikan pujian (praise). NGO hak asasi manusia adalah organisasi yang diprakarsai masyarakat sipil untuk memajukan dan melindungi atau mengimplementasikan hak asasi manusia yang diakui secara internasional. bahwa civil society yang dimaksud disini mengacu kepada salah satu kelompok civil society. terlebih dahulu kita perlu mengetahui siapa yang kita maksud dengan NGO hak asasi manusia itu. Di Indonesia organisasi ini mulai lahir dan berkembang pada awal tahun 1970-an dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) sebagai motornya. Munculnya gerakan civil society dalam penegakan hak asasi manusia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh berkembangnya NGO HAM internasional. . yakni NGO hak asasi manusia. Bagi organisasi-organisasi ini. NGO Hak Asasi Manusia Sebelum masuk membahas tentang peran yang dimainkan oleh NGO hak asasi manusia. Yang pertama adalah NGO hak asasi manusia “idealis”. Perlu pula ditambahkan.Kontribusi mereka dilakukan dengan cara: (i) mengemas dan menyebarluaskan informasi. (vi) membangun solidaritas dan jaringan. selain tentu saja dipengaruhi oleh kondisi spesifik di dalam negeri yang menuntut lahirnya gerakan ini. dan NGO-NGO yang memfokuskan perhatiannya pada isu lingkungan dan pembangunan. typically. dan sebagainya. tetapi diletakkan dalam konteks umum usaha bersama memajukan dan melindungi hak asasi manusia. seek to protect the rights of their members or constituents only. organisasi masyarakat adat. Atau meminjam pengamatan Wiseberg.

mungkin merupakan aktor yang paling penting dalam medan-arena penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Di bawah ini akan dipaparkan secara ringkas masing-masing fungsi tersebut. Strategi dan taktik itu dilakukan dengan memainkan fungsi sebagai berikut: (i) mengemas dan menyebarluaskan informasi. Dalam konteks ini. utang luar negeri. Report yang dikemas oleh organisasi ini dibuat dengan objektifitas dan imparsialitas yang tinggi. NGO hak asasi manusia melakukan pemantauan (monitoring) terhadap langkah-langkah yang dilakukan negara dalam rangka melaksanakan kewajibannya melindungi hak asasi manusia. (iii) mempengaruhi kebijakan atau hukum nasional dengan international human rights standard (lobby). dianggap memberikan informasi yang beratsebelah. Tetapi yang sudah pasti. demokratisasi sistem politik. Apalagi isu hak asasi manusia masih dipandang oleh masyarakat Indonesia sebagai “western value”. dengan karakternya sendiri- sendiri. (v) pendidikan. dan degradasi lingkungan. maupun berbasiskan evaluasi yang dilakukan secara reguler. Dalam kasus perburuhan misalnya. Dalam konteks seperti yang dipaparkan di atas. . dan masyarakat pada umumnya. dalam memainkan fungsi ini. sehingga menjamin kredibilitas organisasi tersebut. dan (vii) kecaman moral dan memberikan pujian (praise). report dari NGO hak asasi manusia ini seringkali ditampik (denial). masing-masing organisasi itu. NGO hak asasi manusia di sini melihat pelanggaran hak asasi manusia dalam konteks “masalah struktural” tersebut. tetapi dibatasi pada yang saya anggap penting diketahui. seperti kemiskinan. Peran NGO dalam Penegakan Hak Asasi Sekarang kita masuk kepada pembahasan mengenai peran apa yang dapat dilakukan oleh NGO hak asasi manusia dalam konteks penegakan hak asasi manusia. Tetapi bagi pemerintah. strategi dan taktik NGO hak asasi manusia di Indonesia sangat berbeda dengan INGOs yang lebih fokus pada pelanggaran induvidual. pada kasus-kasus tertentu memberikan kontribusi yang luar biasa signifikannya. (iv) bantuan hukum (pendampingan korban) dan kemanusiaan. Hasil monitoring ini dikemas dalam report yang kuat. NGO hak asasi manusia di Indonesia harus berhadapan juga dengan “masalah struktural” yang melilit negeri ini. Baik berbasiskan kasus-kasus yang muncul (dengan membuat fact-finding mission). korupsi. Berbeda dengan NGO Internasional hak asasi manusia (INGOs) –yang umumnya berbasis di negara-negara maju. (vi) membangun solidaritas dan jaringan. lawlessness. Seperti diketahui. (i) Mengemas dan menyebarluaskan informasi Ini merupakan salah satu fungsi yang sangat penting yang diperankan oleh organisasi hak asasi manusia disini dalam memajukan dan melindungi hak asasi manusia. konflik etnis dan agama. organisasi serikat buruh telah memberi kontribusi yang sangat besar dalam mengubah hak-hak pekerja dalam hubungan industrial ke arah yang lebih menjamin hak-hak pekerja. semua organisasi tersebut memberikan sumbangan sangat besar bagi pluralisme politik sebagai basis suatu sistem politik yang demokratis. (ii) advokasi (baik menggunakan mekanisme nasional maupun internasional). dan disampaikan kepada pusat-pusat pengambil kebijakan. Dan barangkali juga. NGO hak asasi manusia di sini mencoba mengembangkan strategi dan taktik yang berbasis pada konteks tersebut.Masing-masing NGO dan NGO hak asasi manusia yang dipaparkan di atas.

Seperti diketahui. seperti (antara lain) Konvensi Menentang Penyiksaan. pentas seni. Bank Pembangunan Asia. Indonesia telah meratifikasi konvensi internasional hak asasi manusia yang memiliki badan pengawasnya sendiri (treaty bodies). dan seterusnya. kasus Timor-Timur (sebelum merdeka) dan perkosaan pada kerusuhan Mei. Misalnya mengadvokasi pentingnya reformasi di tubuh TNI atau Polri. Mereka mengambil inisiatif undang- undang atau regulasi apa yang diperlukan dalam konteks membangun kondisi yang baik bagi penegakan hak asasi manusia. atau mengadopsi norma-norma hak asasi manusia internasional ke dalam hukum nasional. Contoh yang spektakular mengenai hal ini adalah kasus Kedung Ombo. (ii) Advokasi Advokasi dalam pengertian NGO hak asasi manusia adalah menyuarakan suara mereka yang tidak berdaya (voiceless). Penggunaan sarana dan mekanisme internasional ini rawan dengan tuduhan “tidak nasionalis” atau “menjemur celana dalam di pekarangan muka”. dan sebagainya. Report tersebut berguna bagi mereka sebagai informasi tandingan atas report yang mereka terima dari pemerintah. dan belakangan Konvenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik. Termasuk dalam konteks ini adalah mengadvokasi gagasan-gagasan yang dianggap relevan bagi usaha meletakkan lingkungan politik yang kondusif bagi penegakan hak asasi manusia. Sebab beberapa di antara treaty bodies itu tidak memiliki power yang cukup untuk melakukan investigasi atau klarifikasi atas apa yang diklaim dalam laporan yang diterima dari pemerintah. Selain menggunakan mekanisme-mekanisme yang tersedia di lembaga-lembaga seperti Bank Dunia. seperti isu hukuman mati. dengan membawanya ke Komnas HAM atau ke DPR (agar mendapat perhatian publik). dan seterusnya. Badan-badan hak asasi manusia PBB. (iii) Mempengaruhi kebijakan atau lobby Sejak reformasi terbuka kesempatan yang besar bagi NGO hak asasi manusia untuk mempengaruhi pengambilan kebijakan atau hukum di bidang hak asasi manusia. dan seterusnya. Yang terakhir ini biasanya dilakukan untuk mengangkat isu-isu yang sensitif. baik itu treaty bodies maupun pelapor khusus. baik melalui sarana mekanisme dan hukum nasional maupun internasional. Informasi yang disampaikan ke badan-badan ini merupakan hasil kemasan dari fact-finding dan analisis atas langkah-langkah yang telah diambil maupun belum oleh negara dalam melaksanakan konvensi-konvensi internasional tersebut. Advokasi dengan menggunakan sarana nasional biasanya dilakukan dalam mengangkat kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang dialami secara masif. yang biasanya didiamkan dalam masyarakat. media briefing. biasanya menyambut baik report yang dibuat oleh kelompok hak asasi manusia tersebut. Selain menarik perhatian publik dengan melakukan unjukrasa. prosekusi terhadap kelompok jama’ah Ahmadiyah. Sedangkan sarana internasional digunakan ketika isu atau kasusnya tidak mendapat perhatian sepatutnya di tingkat nasional. saat ini banyak organisasi pembela hak asasi manusia disini yang menggunakan mekanisme treaty bodies guna menyampaikan informasi tandingan. yaitu dengan mengunakan mekanisme hak asasi manusia PBB. Informasi tersebut biasanya disusun dalam suatu report yang sistematis.Dalam kerangka itu pula. karena itu mereka sering mengandalkan partisipasi kalangan NGO (baik nasional maupun internasional). Selain tentu saja mengambil inisiatif atau mendorong pemerintah melakukan ratifikasi atas .

Terlihat dari pemaparan itu. bahwa mereka ikut berpolitik. mengeluarkan press release. NGO hak asasi manusia seringkali dianggap sebagai tukang kritik semata. Yet the human rights struggle is clearly a political struggle. dituduh sebagai “subversif”. dan “action alerts”. Fungsi yang diperankan dalam paparan di atas seringkali disalah mengerti oleh pemerintah maupun kelompok-kelompok dalam masyarakat. bahwa usaha NGO hak asasi manusia berpartisipasi dalam penegakan hak asasi manusia. karena ia harus mengatakan secara objektif tentang prestasi yang dibuat negaranya dalam usaha penegakan hak asasi manusia. Rintangan yang Dihadapi Pemaparan di muka menunjukkan bagaimana cara NGO hak asasi manusia melibatkan diri dalam usaha memajukan dan melindungi hak asasi manusia. antara lain (seperti telah disinggung di muka). negara tidak mengambil langkah yang efektif melindungi kelompok minoritas agama tersebut. “… government look with suspicion on NGOs lobbying in the political arena.” (iv) Kecaman moral dan memberikan pujian (praise) Ketika terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang masif. “tidak nasionalis”. “menghina pemerintah” dan sebagainya yang membawa akibat serius bagi para . sebaliknya kelompok yang melakukan perusakan tidak diusut secara tuntas. expert di dalam maupun di luar perguruan tinggi.perjanjian-perjanjian internasional hak asasi manusia. dan negara tidak mengambil langkah yang efektif dalam menanganinya. Itulah mengapa NGO hak asasi manusia harus independen dan nonpartisan. ketika berhasil menangani pelanggaran hak asasi manusia atau mengadopsi standar internasional hak asasi manusia ke dalam kebijakan dan hukum nasional. Tetapi sebetulnya NGO hak asasi manusia juga memberikan pujian (praise) kapada pemerintah. dan kadang dituduh telah mengarah kepada “slander of the state”. legislator (anggota DPR) . petisi. organisasasi-organisasi pembela hak asasi manusia juga melibatkan diri dalam penyusunan rencana-rencana aksi nasional dalam konteks penegakan hak asasi manusia (seperti RAN HAM). Pengamatan Wiseberg relevan dikemukan disini. Tetapi justru kelompok Ahmadiyah itu yang dipersulit. Resiko-resiko itu. sekaligus juga membawa resiko bagi dirinya sendiri. They will argue that such group have became “politicized” and “partisan” and use this argumen in an attempt to undermine the credibility of the organization. Tidak berhenti disini. maka seringkali NGO hak asasi manusia melancarkan kecaman yang keras (condemnation) terhadap otoritas. and there is nothing inherently wrong with human rights NGO supporting a spesific policies on human rights ground. dan pengambil keputusan di lembaga-lembaga keuangan internasional (Bank Dunia atau ADB) serta anggota-anggota treaty bodies PBB. maupun regulasi-regulasi di tingkat pemerintahan (seperti PP atau Sema). Kecaman yang bersifat moral ini tujuannya adalah untuk mendorong negara mengubah posisinya dan mengambil langkah-langkah perbaikan. Katanya. Melakukan apa yang dipaparkan di atas membuat NGO hak asasi manusia harus membangun jaringan lobby apakah dengan pemerintah. Misalnya ketika terjadi serangan terhadap jema’ah Ahmadiyah. Situasi inilah yang mendorong NGO hak asasi manusia mengeluarkan kecaman yang keras. Masukknya NGO hak asasi manusia ke dalam arena politik ini seringkali mengundang kecurigaan.

Pada bagian penutup ini saya tidak menutupnya dengan memberikan konklusi. (ii) advokasi (baik menggunakan mekanisme nasional maupun internasional). yakni penegakan hak asasi manusia dan peran “civil society” di Indonesia. kalangan civil society di Indonesia sebetulnya telah memainkan peran yang sangat signifikan terhadap perubahan-perubahan yang kini diperoleh melalui reformasi saat ini. partisipasi dari kalangan masyarakat ini dipersepsi secara negative atau ditempatkan pada posisi sebagai ‘anti-government’ atau ‘subversif’. Misalnya melalui regulasi terhadap Undang-Undang Perkumpulan. (iv) bantuan hukum (pendampingan korban) dan kemanusiaan. dan berganti dengan pandangan yang lebih positif terhadap peran yang dijalankan oleh kalangan civil society dalam upaya-upaya penegakkan hak asasi manusia di Indonesia. Kontribusi mereka dilakukan dengan cara: (i) mengemas dan menyebarluaskan informasi. di masa reformasi. (v) pendidikan. (iii) mempengaruhi kebijakan atau hukum nasional dengan international human rights standard. Selain muncul dalam bentuk serangan fisik secara langsung seperti dipaparkan di atas. Perlu pula ditambahkan. rintangan lain muncul dalam bentuk regulasi yang restriktif terhadap partisipasi NGO hak asasi manusia. tampaknya pandangan tersebut sudah “menjadi masa lalu”. dan (vii) kecaman moral dan memberikan pujian (praise). Tampaknya sudah tumbuh kesadaran memandang civil society sebagai “diverse partners” dalam penegakan hak asasi manusia. bahwa civil society yang dimaksud disini mengacu kepada .pembela hak asasi manusia. UU Yayasan. Ada yang ditangkap dengan tuduhan seperti itu. Penutup Pemaparan pada sub-sub bahasan di atas kiranya membahas topik yang diberikan kepada saya. Pada masa pemerintahan Orde Baru. Negara biasanya mencoba mengontrol tindak-tanduk NGO hak asasi manusia melalui pengaturan-pengaturan yang dibuatnya untuk NGO. Apalagi setelah Indonesia terpilih menjadi salah satu dari 47 negara yang untuk pertamakalinya menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia. Jauh dari yang dituduhkan selama ini kepadanya (sebagai anti-government). Tulisan ini akan mencoba menunjukkan kontribusi yang diberikan oleh kalangan civil society dalam usaha penegakan hak asasi manusia di Indonesia. *** Pengantar Partisipasi masyarakat (civil society) dalam upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia sangat besar. Sekarang. tapi ada juga yang “dihilangkan” dan seterusnya. dan regulasi mengenai pendaftaran NGO. Ini merupakan rintangan yang serius dari kerja-kerja NGO hak asasi manusia dalam penegakan hak asasi manusia. tetapi ingin menandaskan perlunya dihilangkan “suasana” yang merintangi partisipasi NGO hak asasi manusia dalam penegakan hak asasi manusia. NGO hak asasi manusia sebetulnya bisa dijadikan mitra-kritis negara dalam melaksanakan kewajiban internasionalnya. (vi) membangun solidaritas dan jaringan.

NGO Hak Asasi Manusia Sebelum masuk membahas tentang peran yang dimainkan oleh NGO hak asasi manusia. seek to protect the rights of their members or constituents only. yaitu organisasi yang didirikan secara voluntaristik dan independen baik dari pemerintah maupun dari kelompok-kelompok yang mencari kekuasaan politik secara langsung (seperti partai politik atau oposisi). tetapi diletakkan dalam konteks umum usaha bersama memajukan dan melindungi hak asasi manusia. dan integritasnya dalam menerapkan standard internasional hak asasi manusia. Masing-masing NGO dan NGO hak asasi manusia yang dipaparkan di atas. selain tentu saja dipengaruhi oleh kondisi spesifik di dalam negeri yang menuntut lahirnya gerakan ini. Dan barangkali juga. Termasuk dalam kategori ini adalah NGO yang didirikan oleh gereja. masing-masing organisasi itu. Di Indonesia organisasi ini mulai lahir dan berkembang pada awal tahun 1970-an dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) sebagai motornya. kita bisa memilah dua kategori besar NGO hak asasi manusia. Kredibilitas dan legitimasinya terletak pada hasil monitor atau fact-finding yang objektif. Saat ini NGO hak asasi manusia di Indonesia telah berkembang dengan pesatnya. typically. SNB. karena itu organisasi ini mengambil posisi nonpartisan. organisasi profesional (lawyers. Munculnya gerakan civil society dalam penegakan hak asasi manusia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh berkembangnya NGO HAM internasional. Tetapi yang sudah pasti. baik dari sudut jumlahnya maupun bidang-bidang garapannya --yang semakin mengarah kepada spesialiasi. Secara umum. NGO hak asasi manusia adalah organisasi yang diprakarsai masyarakat sipil untuk memajukan dan melindungi atau mengimplementasikan hak asasi manusia yang diakui secara internasional. NGO hak asasi manusia dalam kategori ini sangat menjaga independensinya. Jadi tulisan ini tidak membahas peran civil society secara umum. Organisasi-organisasi ini tidak memulai dengan agenda yang spesifik mengenai hak asasi manusia. wartawan. a human rights group seek to secure the rights for all members of the society”. dan NGO-NGO yang memfokuskan perhatiannya pada isu lingkungan dan pembangunan. dan sebagainya. Sedangkan pembelaannya terhadap hak asasi manusia berada dalam konteks pembelaannya terhadap konstituennya tersebut. organisasi konsumen. NGO hak asasi manusia dalam kategori ini sering menghadapi tuduhan sebagai “partisan” dan tidak independen. organisasi masyarakat adat. Atau meminjam pengamatan Wiseberg. yakni NGO hak asasi manusia. Sedangkan yang kedua adalah NGO yang memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekedar memajukan dan melindungi hak asasi manusia. yang utama adalah membela masalah-masalah yang dihadapi organisasinya. organisasi petani. mungkin merupakan aktor yang paling penting dalam medan-arena penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Yang pertama adalah NGO hak asasi manusia “idealis”. semua organisasi tersebut memberikan sumbangan sangat besar bagi pluralisme politik sebagai basis suatu sistem politik yang demokratis. Singkatnya mereka tidak mencari dukungan atau kekuasaan politik. Bagi organisasi-organisasi ini. terlebih dahulu kita perlu mengetahui siapa yang kita maksud dengan NGO hak asasi manusia itu. dokter dan sebagainya). serikat buruh. dengan karakternya sendiri-sendiri. pada kasus-kasus tertentu . “What distinguishers a human rights NGO from other political actors is that the latter. Misalnya Kontras.salah satu kelompok civil society. berdasarkan karakternya.

tetapi dibatasi pada yang saya anggap penting diketahui. Peran NGO dalam Penegakan Hak Asasi Sekarang kita masuk kepada pembahasan mengenai peran apa yang dapat dilakukan oleh NGO hak asasi manusia dalam konteks penegakan hak asasi manusia. demokratisasi sistem politik. Berbeda dengan NGO Internasional hak asasi manusia (INGOs) –yang umumnya berbasis di negara-negara maju. Hasil monitoring ini dikemas dalam report yang kuat. Indonesia telah meratifikasi konvensi internasional hak asasi manusia yang memiliki badan pengawasnya sendiri (treaty bodies). Di bawah ini akan dipaparkan secara ringkas masing-masing fungsi tersebut. strategi dan taktik NGO hak asasi manusia di Indonesia sangat berbeda dengan INGOs yang lebih fokus pada pelanggaran induvidual. dianggap memberikan informasi yang beratsebelah. sehingga menjamin kredibilitas organisasi tersebut. NGO hak asasi manusia di Indonesia harus berhadapan juga dengan “masalah struktural” yang melilit negeri ini. Report yang dikemas oleh organisasi ini dibuat dengan objektifitas dan imparsialitas yang tinggi. (ii) advokasi (baik menggunakan mekanisme nasional maupun internasional). (vi) membangun solidaritas dan jaringan. memberikan kontribusi yang luar biasa signifikannya. Dalam kerangka itu pula. dan (vii) kecaman moral dan memberikan pujian (praise). saat ini banyak organisasi pembela hak asasi manusia disini yang menggunakan mekanisme treaty bodies guna menyampaikan informasi tandingan. Informasi yang . Seperti diketahui. konflik etnis dan agama. (iv) bantuan hukum (pendampingan korban) dan kemanusiaan. Tetapi bagi pemerintah. dan masyarakat pada umumnya. Dalam konteks seperti yang dipaparkan di atas. NGO hak asasi manusia di sini mencoba mengembangkan strategi dan taktik yang berbasis pada konteks tersebut. organisasi serikat buruh telah memberi kontribusi yang sangat besar dalam mengubah hak-hak pekerja dalam hubungan industrial ke arah yang lebih menjamin hak-hak pekerja. (iii) mempengaruhi kebijakan atau hukum nasional dengan international human rights standard (lobby). dan belakangan Konvenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik. Apalagi isu hak asasi manusia masih dipandang oleh masyarakat Indonesia sebagai “western value”. (i) Mengemas dan menyebarluaskan informasi Ini merupakan salah satu fungsi yang sangat penting yang diperankan oleh organisasi hak asasi manusia disini dalam memajukan dan melindungi hak asasi manusia. NGO hak asasi manusia melakukan pemantauan (monitoring) terhadap langkah-langkah yang dilakukan negara dalam rangka melaksanakan kewajibannya melindungi hak asasi manusia. utang luar negeri. Dalam konteks ini. NGO hak asasi manusia di sini melihat pelanggaran hak asasi manusia dalam konteks “masalah struktural” tersebut. Dalam kasus perburuhan misalnya. lawlessness. seperti (antara lain) Konvensi Menentang Penyiksaan. dalam memainkan fungsi ini. dan degradasi lingkungan. korupsi. (v) pendidikan. seperti kemiskinan. report dari NGO hak asasi manusia ini seringkali ditampik (denial). dan disampaikan kepada pusat-pusat pengambil kebijakan. Seperti diketahui. maupun berbasiskan evaluasi yang dilakukan secara reguler. Strategi dan taktik itu dilakukan dengan memainkan fungsi sebagai berikut: (i) mengemas dan menyebarluaskan informasi. Baik berbasiskan kasus-kasus yang muncul (dengan membuat fact-finding mission).

dan seterusnya. dan seterusnya. baik melalui sarana mekanisme dan hukum nasional maupun internasional. Misalnya mengadvokasi pentingnya reformasi di tubuh TNI atau Polri. baik itu treaty bodies maupun pelapor khusus. dengan membawanya ke Komnas HAM atau ke DPR (agar mendapat perhatian publik). Penggunaan sarana dan mekanisme internasional ini rawan dengan tuduhan “tidak nasionalis” atau “menjemur celana dalam di pekarangan muka”. Sedangkan sarana internasional digunakan ketika isu atau kasusnya tidak mendapat perhatian sepatutnya di tingkat nasional. media briefing. dan seterusnya. Yang terakhir ini biasanya dilakukan untuk mengangkat isu-isu yang sensitif. Mereka mengambil inisiatif undang-undang atau regulasi apa yang diperlukan dalam konteks membangun kondisi yang baik bagi penegakan hak asasi manusia. (ii) Advokasi Advokasi dalam pengertian NGO hak asasi manusia adalah menyuarakan suara mereka yang tidak berdaya (voiceless). Sebab beberapa di antara treaty bodies itu tidak memiliki power yang cukup untuk melakukan investigasi atau klarifikasi atas apa yang diklaim dalam laporan yang diterima dari pemerintah. Bank Pembangunan Asia. karena itu mereka sering mengandalkan partisipasi kalangan NGO (baik nasional maupun internasional). Selain menarik perhatian publik dengan melakukan unjukrasa. seperti isu hukuman mati. Contoh yang spektakular mengenai hal ini adalah kasus Kedung Ombo. Selain tentu saja mengambil inisiatif atau mendorong pemerintah melakukan ratifikasi atas perjanjian-perjanjian internasional hak asasi manusia. yang biasanya didiamkan dalam masyarakat. Termasuk dalam konteks ini adalah mengadvokasi gagasan-gagasan yang dianggap relevan bagi usaha meletakkan lingkungan politik yang kondusif bagi penegakan hak asasi manusia. organisasasi-organisasi pembela hak asasi manusia juga melibatkan diri dalam penyusunan rencana-rencana aksi nasional dalam konteks penegakan hak . Badan-badan hak asasi manusia PBB. pentas seni. Informasi tersebut biasanya disusun dalam suatu report yang sistematis. yaitu dengan mengunakan mekanisme hak asasi manusia PBB. dan sebagainya.disampaikan ke badan-badan ini merupakan hasil kemasan dari fact-finding dan analisis atas langkah-langkah yang telah diambil maupun belum oleh negara dalam melaksanakan konvensi- konvensi internasional tersebut. Tidak berhenti disini. prosekusi terhadap kelompok jama’ah Ahmadiyah. biasanya menyambut baik report yang dibuat oleh kelompok hak asasi manusia tersebut. (iii) Mempengaruhi kebijakan atau lobby Sejak reformasi terbuka kesempatan yang besar bagi NGO hak asasi manusia untuk mempengaruhi pengambilan kebijakan atau hukum di bidang hak asasi manusia. kasus Timor-Timur (sebelum merdeka) dan perkosaan pada kerusuhan Mei. atau mengadopsi norma- norma hak asasi manusia internasional ke dalam hukum nasional. Report tersebut berguna bagi mereka sebagai informasi tandingan atas report yang mereka terima dari pemerintah. Advokasi dengan menggunakan sarana nasional biasanya dilakukan dalam mengangkat kasus- kasus pelanggaran hak asasi manusia yang dialami secara masif. Selain menggunakan mekanisme- mekanisme yang tersedia di lembaga-lembaga seperti Bank Dunia.

ketika berhasil menangani pelanggaran hak asasi manusia atau mengadopsi standar internasional hak asasi manusia ke dalam kebijakan dan hukum nasional. negara tidak mengambil langkah yang efektif melindungi kelompok minoritas agama tersebut. Pengamatan Wiseberg relevan dikemukan disini. sekaligus juga membawa resiko bagi dirinya sendiri. “menghina pemerintah” dan sebagainya yang membawa akibat serius bagi para pembela hak asasi manusia. dituduh sebagai “subversif”. Melakukan apa yang dipaparkan di atas membuat NGO hak asasi manusia harus membangun jaringan lobby apakah dengan pemerintah. and there is nothing inherently wrong with human rights NGO supporting a spesific policies on human rights ground. Tetapi justru kelompok Ahmadiyah itu yang dipersulit. dan negara tidak mengambil langkah yang efektif dalam menanganinya. maka seringkali NGO hak asasi manusia melancarkan kecaman yang keras (condemnation) terhadap otoritas. Misalnya ketika terjadi serangan terhadap jema’ah Ahmadiyah. Resiko-resiko itu. legislator (anggota DPR) . Ada yang ditangkap dengan tuduhan seperti itu. mengeluarkan press release.asasi manusia (seperti RAN HAM). Terlihat dari pemaparan itu. Katanya. maupun regulasi-regulasi di tingkat pemerintahan (seperti PP atau Sema). expert di dalam maupun di luar perguruan tinggi.” (iv) Kecaman moral dan memberikan pujian (praise) Ketika terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang masif. . tapi ada juga yang “dihilangkan” dan seterusnya. “… government look with suspicion on NGOs lobbying in the political arena. petisi. dan “action alerts”. Yet the human rights struggle is clearly a political struggle. bahwa usaha NGO hak asasi manusia berpartisipasi dalam penegakan hak asasi manusia. Situasi inilah yang mendorong NGO hak asasi manusia mengeluarkan kecaman yang keras. karena ia harus mengatakan secara objektif tentang prestasi yang dibuat negaranya dalam usaha penegakan hak asasi manusia. sebaliknya kelompok yang melakukan perusakan tidak diusut secara tuntas. antara lain (seperti telah disinggung di muka). Tetapi sebetulnya NGO hak asasi manusia juga memberikan pujian (praise) kapada pemerintah. Ini merupakan rintangan yang serius dari kerja-kerja NGO hak asasi manusia dalam penegakan hak asasi manusia. NGO hak asasi manusia seringkali dianggap sebagai tukang kritik semata. Itulah mengapa NGO hak asasi manusia harus independen dan nonpartisan. Fungsi yang diperankan dalam paparan di atas seringkali disalah mengerti oleh pemerintah maupun kelompok-kelompok dalam masyarakat. dan pengambil keputusan di lembaga-lembaga keuangan internasional (Bank Dunia atau ADB) serta anggota-anggota treaty bodies PBB. Kecaman yang bersifat moral ini tujuannya adalah untuk mendorong negara mengubah posisinya dan mengambil langkah-langkah perbaikan. “tidak nasionalis”. bahwa mereka ikut berpolitik. dan kadang dituduh telah mengarah kepada “slander of the state”. Masukknya NGO hak asasi manusia ke dalam arena politik ini seringkali mengundang kecurigaan. They will argue that such group have became “politicized” and “partisan” and use this argumen in an attempt to undermine the credibility of the organization. Rintangan yang Dihadapi Pemaparan di muka menunjukkan bagaimana cara NGO hak asasi manusia melibatkan diri dalam usaha memajukan dan melindungi hak asasi manusia.

Misalnya melalui regulasi terhadap Undang- Undang Perkumpulan. rintangan lain muncul dalam bentuk regulasi yang restriktif terhadap partisipasi NGO hak asasi manusia. Penutup Pemaparan pada sub-sub bahasan di atas kiranya membahas topik yang diberikan kepada saya. . Apalagi setelah Indonesia terpilih menjadi salah satu dari 47 negara yang untuk pertamakalinya menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia. dan regulasi mengenai pendaftaran NGO. Pada bagian penutup ini saya tidak menutupnya dengan memberikan konklusi. yakni penegakan hak asasi manusia dan peran “civil society” di Indonesia. tetapi ingin menandaskan perlunya dihilangkan “suasana” yang merintangi partisipasi NGO hak asasi manusia dalam penegakan hak asasi manusia. UU Yayasan. NGO hak asasi manusia sebetulnya bisa dijadikan mitra-kritis negara dalam melaksanakan kewajiban internasionalnya.Selain muncul dalam bentuk serangan fisik secara langsung seperti dipaparkan di atas. Negara biasanya mencoba mengontrol tindak-tanduk NGO hak asasi manusia melalui pengaturan-pengaturan yang dibuatnya untuk NGO.

.

bangsa dan negaranya 6) Pasal 28 D (1) Setiap orang berhak atas pengakuan. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.” 2) Pasal 28 UUD 1945 ”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. jaminan. berbunyi: (1) “Segala warga negara bersamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjungjung hukum dan pemerinatah itu dengan tidak ada kecualinya”. berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.PASAL-PASAL DALAM UUD 1945 YANG MENGATUR TENTANG HAM 1) Pasal 27 UUD 1945. (2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. perlidungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum (2) Setiap orang berhak untuk berkerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja . (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi 5) Pasal 28 C (1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang” 3) Pasal 28 A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya 4) Pasal 28 B (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (2) Setiap orang berhak atas kelangsungan hidup.

bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. 8) Pasal 28 F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak untuk mencari. berkumpul dan mengeluarkan pendapat. (2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. memilih kewarganegaraan.(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalm pemerintahan (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan 7) Pasal 28 E (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. martabat. memilih pendidikan dan pengajaran. memilih pekerjaan. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. kehormatan. 10) Pasal 28 H (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan . menyimpan. dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. keluarga. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasinya. memperoleh. 9) Pasal 28 G (1) Setiap orang berhak atas perlindung diri pribadi. memiliki. menyatakan pikiran dan sikap sesuai hati nuraninya. (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali.

(3) Setiap orang berhak atas imbalan jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat (4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih sewenang-wenang oleh siapapun. (2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yanbg bersifat diskriminatif atas dasar apaun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimabangan moral. hak untuk tidak diperbudak. hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. 12) Pasal 28 J (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. nilai-nilai agama. penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara terutama pemerintah (5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asaso manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokrastis. . (2) Dalam menajlan hak dan kebebasannya. 11) Pasal 28 I (1) Hak untuk hidup. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. hak beragama. (4) Perlindungan. hak untuk tidak disiksa. berbangsa dan bernegara. keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokrastis. 13) Pasal 29 (1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk berinadah menurut agama dan kepercayaannya itu. pemajuan. (3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.

17) Pasal 33 (1) Perekonomian disusun sebagi usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Deklarasi tersebut dilatarbelakangi oleh usainya perang dunia II dan banyaknya negara-negara di Asia dan Afrika merdeka dan bergabung dalam United Nation of Organization ( UNO )atau Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ). 18) Pasal 34 (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 15) Pasal 31 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. 16) Pasal 32 AYAT (1) (1) Negara mamajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Deklarasi HAM PBB terdiri dari 30 pasal. antara lain sebagai berikut: .14) Pasal 30 ayat (1) (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. (3) Bumi. yang tujuan awalnya adalah untuk mencegah terjadinya perang dunia kembali. Pasal-pasal HAM Deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) atau Universal Independent of Human Righ dicetuskan pada tanggal 10 Desember 1948.

jenis kelamin. kebebasan dan keselamatan sebagai individu Pasal 4 Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhambakan. baik dari negara yang merdeka. yang berbentuk wilayah-wilayah perwalian. Pasal 2 Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di dalam Deklarasi ini dengan tidak ada pengecualian apa pun. Semua berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan Deklarasi ini. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. agama. Selanjutnya. asal-usul kebangsaan atau kemasyarakatan. Pasal 3 Setiap orang berhak atas kehidupan. dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam ini. diperlakukan atau dihukum secara tidak manusiawi atau dihina. tidak akan diadakan pembedaan atas dasar kedudukan politik. Pasal 6 Setiap orang berhak atas pengakuan di depan hukum sebagai manusia pribadi di mana saja ia berada. hukum atau kedudukan internasional dari negara atau daerah dari mana seseorang berasal. warna kulit. politik atau pandangan lain.Pasal 1 Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. seperti pembedaan ras. jajahan atau yang berada di bawah batasan kedaulatan yang lain. perhambaan dan perdagangan budak dalam bentuk apa pun mesti dilarang. . Pasal 7 Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi. bahasa. hak milik. Pasal 5 Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. kelahiran ataupun kedudukan lain.

juga tidak diperkenankan melakukan pelanggaran atas kehormatan dan nama baiknya. 2. 2. keluarganya. Pasal 10 Setiap orang. dan berhak kembali ke negerinya. Setiap orang yang dituntut karena disangka melakukan suatu tindak pidana dianggap tidak bersalah. ditahan atau dibuang dengan sewenang-wenang. Setiap orang berhak meninggalkan suatu negeri. Pasal 13 1. Pasal 12 Tidak seorang pun boleh diganggu urusan pribadinya. dalam menetapkan hak dan kewajiban- kewajibannya serta dalam setiap tuntutan pidana yang dijatuhkan kepadanya. Setiap orang berhak atas kebebasan bergerak dan berdiam di dalam batas-batas setiap negara. termasuk negerinya sendiri. Juga tidak diperkenankan menjatuhkan hukuman yang lebih berat daripada hukum yang seharusnya dikenakan ketika pelanggaran pidana itu dilakukan. berhak atas peradilan yang adil dan terbuka oleh pengadilan yang bebas dan tidak memihak. dalam persamaan yang penuh. Pasal 11 1. Pasal 14 . Tidak seorang pun boleh dipersalahkan melakukan tindak pidana karena perbuatan atau kelalaian yang tidak merupakan suatu tindak pidana menurut undang-undang nasional atau internasional. sampai dibuktikan kesalahannya menurut hukum dalam suatu pengadilan yang terbuka. Pasal 9 Tidak seorang pun boleh ditangkap. ketika perbuatan tersebut dilakukan. di mana dia memperoleh semua jaminan yang perlukan untuk pembelaannya. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum terhadap gangguan atau pelanggaran seperti ini.Pasal 8 Setiap orang berhak atas pemulihan yang efektif dari pengadilan nasional yang kompeten untuk tindakan-tindakan yang melanggar hak-hak dasar yang diberikan kepadanya oleh undang- undang dasar atau hukum. rumah tangganya atau hubungan surat menyuratnya dengan sewenang-wenang.

2. Pasal 18 Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran. Perkawinan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan pilihan bebas dan persetujuan penuh oleh kedua mempelai. Setiap orang berhak mencari dan mendapatkan suaka di negeri lain untuk melindungi diri dari pengejaran. hati nurani dan agama. kewarganegaraan atau agama. Setiap orang berhak memiliki harta. dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan. 3. Pasal 15 1. di muka umum maupun sendiri. Pasal 19 Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. Pasal 16 1. Keluarga adalah kesatuan yang alamiah dan fundamental dari masyarakat dan berhak mendapatkan perlindungan dari masyarakat dan Negara. Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal perkawinan. dalam hal ini termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan. dan untuk mencari. dengan tidak dibatasi kebangsaan. Pasal 20 . 2. beribadat dan menaatinya. di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian. baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain. Pasal 17 1. 2. Setiap orang berhak atas sesuatu kewarganegaraan. berhak untuk menikah dan untuk membentuk keluarga. menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan tidak memandang batas-batas. baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain.1. atau karena perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. melakukannya. 2. dengan kebebasan untuk menyatakan agama atau kepercayaan dengan cara mengajarkannya. Tidak seorang pun dengan semena-mena dapat dicabut kewarganegaraannya atau ditolak hanya untuk mengganti kewarganegaraannya. Hak ini tidak berlaku untuk kasus pengejaran yang benar-benar timbul karena kejahatan- kejahatan yang tidak berhubungan dengan politik. Tidak seorang pun boleh dirampas harta miliknya dengan semena-mena.

dan sesuai dengan pengaturan serta sumber daya setiap negara. berhak atas jaminan sosial dan berhak akan terlaksananya hak-hak ekonomi. perumahan dan perawatan . pakaian. berhak atas pengupahan yang sama untuk pekerjaan yang sama. yang memberikan jaminan kehidupan yang bermartabat baik untuk dirinya sendiri maupun 4. termasuk hak atas pangan. 2. Pasal 25 1. 3. dengan hak pilih yang bersifat umum dan sederajat.1. 3. melalui usaha-usaha nasional maupun kerjasama internasional. dengan pemungutan suara secara rahasia ataupun dengan prosedur lain yang menjamin kebebasan memberikan suara. Pasal 22 Setiap orang. 2. tanpa diskriminasi. Setiap orang yang bekerja berhak atas pengupahan yang adil dan menguntungkan. Tidak seorang pun boleh dipaksa untuk memasuki suatu perkumpulan. berhak dengan bebas memilih pekerjaan. kehendak ini harus dinyatakan dalam pemilihan umum yang dilaksanakan secara berkala dan murni. berhak atas syarat-syarat perburuhan yang adil dan menguntungkan serta berhak atas perlindungan dari pengangguran. Pasal 21 1. Pasal 23 1. termasuk pembatasan-pembatasan jam kerja yang layak dan hari liburan berkala. Setiap orang berhak turut serta dalam pemerintahan negaranya. Setiap orang. Kehendak rakyat harus menjadi dasar kekuasaan pemerintah. Pasal 24 Setiap orang berhak atas istirahat dan liburan. Setiap orang mempunyai hak atas kebebasan berkumpul dan berserikat tanpa kekerasan. dengan tetap menerima upah. sebagai anggota masyarakat. secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih dengan bebas 2. Setiap orang berhak atas tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Setiap orang berhak atas kesempatan yang sama untuk diangkat dalam jabatan pemerintahan negaranya. Setiap orang berhak mendirikan dan memasuki serikat-serikat pekerja untuk melindungi kepentingannya. Setiap orang berhak atas pekerjaan. sosial dan budaya yang sangat diperlukan untuk martabat dan pertumbuhan bebas pribadinya.

setidak-tidaknya untuk tingkatan sekolah rendah dan pendidikan dasar. cacat. Setiap orang mempunyai kewajiban terhadap masyarakat tempat satu-satunya di mana dia dapat mengembangkan kepribadiannya dengan bebas dan penuh. 2. Setiap orang berhak untuk turut serta dalam kehidupan kebudayaan masyarakat dengan bebas. baik yang dilahirkan di dalam maupun di luar perkawinan. Ibu dan anak-anak berhak mendapat perawatan dan bantuan istimewa. menjadi janda/duda. 2. 2. Setiap orang berhak untuk memperoleh perlindungan atas keuntungan-keuntungan moril maupun material yang diperoleh sebagai hasil karya ilmiah. toleransi dan persahabatan di antara semua bangsa. serta harus memajukan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam memelihara perdamaian. mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang mengakibatkannya kekurangan nafkah. Pendidikan harus menggalakkan saling pengertian. . Pendidikan rendah harus diwajibkan. Pendidikan harus ditujukan ke arah perkembangan pribadi yang seluas-luasnya serta untuk mempertebal penghargaan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan dasar. Pasal 28 Setiap orang berhak atas suatu tatanan sosial dan internasional di mana hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Deklarasi ini dapat dilaksanakan sepenuhnya. Pasal 29 1. Pasal 26 1. kesusasteraan atau kesenian yang diciptakannya. untuk menikmati kesenian. menderita sakit. Setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Pasal 27 1. berdasarkan kepantasan. kelompok ras maupun agama. Orang tua mempunyai hak utama dalam memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka. dan pendidikan tinggi harus dapat dimasuki dengan cara yang sama oleh semua orang. yang berada di luar kekuasaannya. kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlukan. Semua anak-anak. 3. Pendidikan teknik dan kejuruan secara umum harus terbuka bagi semua orang. Pendidikan harus dengan cuma-cuma. dan berhak atas jaminan pada saat menganggur. harus mendapat perlindungan sosial yang sama. dan untuk turut mengecap kemajuan dan manfaat ilmu pengetahuan.

2. dan untuk memenuhi syarat-syarat yang adil dalam hal kesusilaan. dan tidak didapatkan. menghalangi. Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia Hak asasi manusia adalah sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orng termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. hak untuk terlibat di dalam kegiatan apa pun. 39 Tahun 1999 yang dimaksud dengan pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara. universal dan abadi. menghalangi. . membatasi. Menurut UU no 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM. berkaitan dengan harkat dan martabat manusia. atau dikhawatirksn tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Pasal 30 Tidak sesuatu pun di dalam Deklarasi ini boleh ditafsirkan memberikan sesuatu Negara. 3. bersifat kodrati. setiap orang harus tunduk hanya pada pembatasan-pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang yang tujuannya semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan yang tepat terhadap hak-hak dan kebebasan-kebebasan orang lain. dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini. Menurut Pasal 1 Angka 6 No. yang melekat pada diri manusia. baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Dengan demikian pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan alasan rasional yang menjadi pijakanya. ketertiban dan kesejahteraan umum dalam suatu masyarakat yang demokratis. Dalam menjalankan hak-hak dan kebebasan-kebebasannya. Hak-hak dan kebebasan-kebebasan ini dengan jalan bagaimana pun sekali-kali tidak boleh dilaksanakan bertentangan dengan tujuan dan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa. kelompok ataupun seseorang. atau melakukan perbuatan yang bertujuan merusak hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang mana pun yang termaktub di dalam Deklarasi ini.

a. Pembatasan hak berserikat dan berkumpul serta menyatakan pendapat. c. Pola pendekatan semacam ini. antara lain. karena stabilitas ditegakkan dengan cara-cara represif oleh pemegang kekuasaan. Beberapa jenis pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi. dengan pemusatan kekuasaan pada Pemerintah Pusat nota bene pada figure seorang Presiden. Serta belum berubahnya paradigma aparat pelayan publik yang masih memposisikan dirinya sebagai birokrat bukan sebagai pelayan masyarakat. d. penegakan hukum yang berkeadilan dan demokratisasi. e. Kualitas pelayanan publik yang masih rendah sebagai akibat belum terwujudnya good governance yang ditandai dengan transparansi di berbagai bidang. Pengeterapan budaya kekerasan untuk menindak warga masyarakat yang dianggap ekstrim yang dinilai oleh pemerintah mengganggu stabilitas keamanan yang akan membahayakan kelangsungan pembangunan. telah mengakibatkan hilangnya kedaulatan rakyat atas negara sebagai akibat dari penguasaan para pemimpin negara terhadap rakyat. karena dikhawatirkan akan menjadi oposan terhadap pemerintah. a. Selama lebih kurang 32 tahun Orde Baru berkuasa “Security Approach” sebagai kunci menjaga stabilitas dalam rangka menjaga kelangsungan pembangunan demi pertumbuhan ekonomi nasional. dengan dalih mengganggu stabilitas keamanan. .Tipologi & Praktek Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia 1. karena takut dicuriga sebagai oknum pengganggu stabilitas atau oposan pemerintah (ekstrim). sangat berpeluang menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah. Sentralisasi kekuasaan yang dilakukan oleh Orde Baru selama lebih kurang 32 tahun. Hilang/berkurangnya beberapa hak yang berkaitan dengan kesejahteraa lahir dan batin yang sebenarnya menjadi tugas dan tanggung jawa pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan warganya. b. hal ini dilakukan oleh pemegang kekuasaan dalam rangka melestarikan kekuasaannya. akuntabilitas. hal ini akan menghasilkan pelayanan publik yang buruk dan cenderung untuk timbulnya pelanggaran hak asasi manusia seperti. Penangkapan dan penahanan seseorang demi menjaga stabilitas. 3. Menimbulkan rasa ketakutan masyarakat luas terhadap pemerintah. 2. Pendekatan pembangunan yang mengutamakan “Security Approach” dapat menjadi penyebab terjadinya pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah. Pembalikan teori kedaulatan rakyat ini mengakibatkan timbulnya peluang pelanggaran hak asasi manusia oleh negara dan pemimpin negara dalam bentuk pengekangan yang berakibat mematikan kreativitas warga dan pengekangan hak politik warga selaku pemilik kedaulatan. khususnya terhadap pers yangdinilai mengkritisi kebijakan pemerintah. hilangnya rasa aman demikian ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia. tanpa berdasarkan hukum. Pembungkaman kebebasan pers dengan cara pencabutan SIUP.

hilangnya mata pencaharian.Bangsa telah mendeklarasikan hak asasi manusia yang pada intinya menegaskan bahwa setiap orang dilahirkan dengan mempunyai hak akan kebebasan dan martabat yang setara tanpa membedakan. warna kulit. perorangan. Konflik Horizontal dan Konflik Vertikal telah melahirkan berbagai tindakan kekerasan yang melanggar hak asasi manusia baik oleh sesama kelompok masyarakat. Perdagangan wanita. a. hilangnya rasa aman. maupun oleh aparat. c. Pelanggaran terhadap hak asasi kaum perempuan masih sering terjadi. d. Namun faktanya adalah bahwa instrumen tentang hak asasi manusia belum mampu melindungi perempuan terhadap pelanggaran hak asasinya dalam bentuk. dan penderita cacat. f. Hilang/berkurangnya hak untuk mendapatkan kemudahan dan perlakua khusus bagi anak- anak. dll. 5. Hilang/berkurangnya hak yang berkaitan dengan jaminan. 4. g. pembunuhan. . d. e. walaupun Perserikatan Bangsa. pemerkosaan. perlindungan pengakuan hukum dan perlakuan yang adil dan layak. Kekerasan berbasis gender bersifat phisik. pengusiran. b. Diskriminasi dalam sistem pengupahan. c. keyakinan agama dan politik. dan jenis kelamin. seperti: a. penganiayaan. d. b. Hilang/berkurangnya hak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupa yang layak. Hilang/berkurangnya hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang bai dan sehat. bahasa. orang tua. seksual atau psikologis penganiayaan. ras. penculikan. Diskriminasi dalam lapangan pekerjaan.b. c. pemerkosaan dan berbagai jenis pelecehan. e.

Walaupun Piagam Hak Asasi Manusia telah memuat dengan jelas mengenai pelindungan hak asasi anak namun kenyataannya masih sering terjadi pelanggaran hak asasi anak. melainkan harus ditindaklanjutkan dan dilakukan pembenahan atas segala kekurangan yang terjadi. penganiayaan.6. pelecehan seksual. b. Pendekatan Security yang terjadi di era orde baru dengan mengedepankan upaya represif menghasilkan stabilitas keamanan semu dan berpeluang besar menimbulkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia tidak boleh terulang kembali. a. pendekatan hukum dan dialogis harus dikemukakan dalam rangka melibatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. a. otonomi daerah sebagai jawaban untuk mengatasi ketidakadilan tidak boleh berhenti. mempekerjakan anak di bawah umur. kurangnya perlindungan hukum terhadap anak dari segala bentuk kekerasan phisik dan mental. c. perbedaan perlakuan di hadapan hukum. bahkan berdampak terhadap timbulnya berbagai pelanggaran hak asasi manusia. 2. yang sering dijumpai adalah. untuk itu supremasi hukum dan demokrasi harus ditegakkan. 3. terjadinya main hakim sendiri sebagai akibat ketidakpercayaan kepada perangkat hukum. Sebagai akibat dari belum terlaksananya supremasi hukum di Indonesia. dan kultular mutlak dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan public untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah. d. Sentralisasi kekuasaan yang terjadi selama ini terbukti tidak memuaskan masyarakat. b. f. perlakuan buruk. Reformasi aparat pemerintah dengan merubah paradigma penguasa menjadi pelayan masyarakat dengan cara mengadakan reformasi di bidang struktural. e. maka berakibat terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dalam bentuk. tidak bagi pejabat. rakyat kecil merasakan bahwa hukum hanya berlaku bagi mereka. Upaya Pencegahan Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia 1. . Pelanggaran hak asasi anak. menjauhnya rasa keadilan. c. infromental. 7. untuk itu desentralisasi melalui otonomi daerah dengan penyerahan berbagai kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah perlu dilanjutkan. menelantarkan anak.

Perlu adanya kontrol dari masyarakat (Social control) dan pengawasan dari lembaga politik terhadap upaya-upaya penegakan hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah. para pejabat penegak hukum harus memenuhi kewajiban tugas yang dibebankan kepadanya dengan memberikan pelayanan yang baik dan adil kepada masyarakat pencari keadilan. Kaum perempuan berhak untuk menikmati dan mendapatkan perlindungan yang sama bagi semua hak asasi manusia di bidang politik. lebih konsekuen dalam mematuhi Konvensi Perempuan sebagaimana yang telah diratifikasi dalam Undang undang No. Anak sebagai generasi muda penerus bangsa harus mendapatkan manfaat dari semua jaminan hak asasi manusia yang tersedia bagi orang dewasa. Supremasi hukum harus ditegakkan. yang memudahkan mereka berintraksi di dalam masyarakat. adil. anak tidak boleh dikenai siksaan. perlindungan yang sama menurut hukum. .7 Tahun 1984. budaya. perlakuan hukum terhadap anak harus berbeda dengan orang dewasa. 5. perlakuan atau hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. sosial. mengartikan fungsi Komnas anti Kekerasan Terhadap Perempuan harus dibuat perundang-undangan yang memadai yang menjamin perlindungan hak asasi perempuan dengan mencantumkan sanksi yang memadai terhadap semua jenis pelanggarannya. ekonomi. 7. sistem peradilan harus berjalan dengan baik dan adil. 6.4. kebebasan dan keamanan pribadi. pemenjaraan atau penahanan terhadap anak merupakan tindakan ekstrim terakhir. 8. bebas dari diskriminasi. untuk itu perlu dibuat aturan hukum yang memberikan perlindungan hak asasi anak. menghindari tindakan kekerasan yang melawan hukum dalam rangka menegakkan hukum. memberikan perlindungan kepada semua orang dariperbuatan melawan hukum. anak harusmendapatkan perlindungan hukum dalam rangka menumbuhkan suasana phisik dan psikologis yang memungkinkan anak berkembang secara normal dan baik. sipil. termasuk hak untuk hidup. dan bidang lainnya. dan menyeluruh. setiap pelanggaran terhadap aturan harus ditegakan secara professional tanpa pandang bulu. Untuk itu badan-badan penegak hukum tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap perempuan. Anak harusdiperlakukan dengan cara yang memajukan martabat dan harga dirinya. Perlu penyelesaian terhadap berbagai Konflik Horizontal dan Konflik Vertikal di tanah air yang telah melahirkan berbagai tindakan kekerasan yang melanggar hak asasi manusia baik oleh sesama kelompok masyarakat dengan acara menyelesaikan akar permasalahan secara terencana. kondisi kerja yang adil. persamaan.