BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Serangga merupakan salah satu hama pertanian yang dapat menyebabkan
kerugian yang besar bagi petani dan berimbas pada stabilitas pangan suatu negara.
Untuk mengatasi hama tersebut, banyak diantara para petani menggunakan jalan
pintas dengan menggunakan insektisida sintetis. Namun seiring meningkatnya
kebutuhan pangan organik serta besarnya dampak negatif yang ditimbulkan oleh
insektisida sintetis, membuat penggunaan insektisida sintetis harus segera
dihentikan. Oleh karena itu dibutuhkan peranti khusus yang dapat digunakan untuk
mengatasi hama serangga.
Perangkap lampu merupakan peranti yang cukup efektif untuk mengatasi
hama serangga. Namun peranti ini masih memiliki banyak kekurangan sehingga
tidak semua petani dapat mengaplikasikannya. Desain yang kurang efektif juga
membuat alat ini hanya dapat digunakan di malam hari. Oleh karena itu, dalam
makalah ini akan membahas inovasi dalam desain dan sistem perangkap lampu
sehingga peranti ini dapat mengatasi berbagai jenis hama serangga dan dapat
diaplikasikan oleh semua petani.

1.2 Rumusan Masalah
Sejalan dengan apa yang telah penulis kemukakan dengan latar belakang
diatas, maka penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Inovasi apa saja yang perlu diaplikasikan pada perangkap lampu supaya dapat
berfungsi pada siang dan malam hari serta dapat diaplikasikan oleh semua
petani?
2. Bagaimana “mengelabui” sensor navigasi serangga supaya dapat
mengarahkan serangga menuju perangkap lampu?
1.3 Tujuan
Sesuai dengan apa yang telah penulis rumuskan pada rumusan masalah
diatas, makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan inovasi pada perangkap lampu supaya supaya dapat berfungsi
pada siang dan malam hari serta dapat diaplikasikan oleh semua petani
2. Untuk mengetahui apa saja yang dapat mengelabuhi sensor navigasi hama
serangga.

1

Kadar feromon yang diaplikasikan sebagai perangkap serangga juga sangat berpengaruh pada hasil yang diperoleh(Permana & Rostaman. Dengan mengaplikasikan warna kuning sebagai pemikat serangga serta penggunaan pada waktu yang tepat. 2017). Ketika terbang.1 Panel Surya Terdapat berbagai cara untuk memaksimalkan kinerja dari panel surya(Nugroho.. 2017) . 2013). akan didapatkan hasil yang maksimal. dkk.3 Warna Cahaya Cahaya tampak menyatakan gelombang sempit diantara cahaya ultraviolet dengan Infrared. Dengan menggunakan optimasi pada panel surya. Dengan intensitas tertetu akan dihasilkan cahaya yang berbeda(Alim & Ramza. dkk. 2011). dkk. 2. 2013). Supaya serangga serangga yang bermanfaat tidak ikut terperangkap. serangga menggunakan cahaya yang terpolarisasi sebagai panduan navigasinya(Susanto. Hal ini sangat penting mengingat serangga dapat berkembangbiak dengan cepat dengan siklus hidup 12-19 hari(Lestari.. Setiap warna yang digunakan untuk mengelabui serangga memiliki tingkat efektifitas yang berbeda... Dengan menggunakan kadar yang tepat. 2011). 2. warna kuning juga dapoat diaplikasikan sebagai warna kertas ketika siang hari(Hakim.4 Tempat Penampung. 2. Hal ini terjadi dikarenakan feromon betina keluar ketika musim berkembangbiak. akan didapat hasil yang optimum.00 sampai 22.2 Feromon Feromon merupakan senyawa yang dapat digunakan untuk mengontrol dan memonitor serangga(Hasyim. meskipun telah menggunakan cahaya sebagai sistem navigasi ketika terbang.BAB II PEMBAHASAN 2. Serangga yang telah masuk kedalam perangkap tidak akan dapat keluar lagi. akan didapat listrik dengan jumlah yang lebih banyak. dan warna kuning merupakan warna yang paling baik untuk digunakan sebagai perangkap serangga(Sunarno. dkk. Dengan menggunakan feromon sebagai perangkap. 2 .00(Perrtiwi. 2006). dkk. Feromon dapat digunakan sebagai umpan untuk memancing serangga supaya masuk kedalam perangkap. dkk. Namun. serangga tidak dapat terbang memutar dengan jari-jari 2 cm sehingga model corong terbalik dengan lubang kurang dari 2 cm sabgat sesuai sebagai wadah perangkap serangga. 2011). serangga yang terperangkap karena feromon merupkan serangga yang telah dewasa dan siap berkembangbiak dan serangga target dapat disesuaikan sesuai kebutuhan dengan aplikasi dibidang peternakan(Rumokoy. 2016). 2013). Hama serangga yang menyerang pertanian didominasi oleh serangga yang dapat terbang... Oleh karena itu. penggunaan lampu pada perangkap serangga paling efektif dimulai pada pukul 19. akan didapat serangga target sehingga tetap menjaga ekosistem.. Selain diaplikasikan sebagai warna cahaya ketika malam hari. dkk. Panel surya dapat digunakan sebagai sumber listrik sehingga sangat sesuai untuk diaplikasikan pada daerah yang jauh dari sumber listrik PLN.

Supaya perangkap serangga dapat diaplikasikan pada siang dan malam hari. dkk. 3 . maka disediakan tempat khusus untuk meletakkan feromon. 2016).. Charge controller dapat meningkatkan efektifitas dari panel surya dengan cara statis atau Maximum Power Point Tracking (MPPT) menggunakan konverter daya(Nugroho. dkk.5 Charge Controller Charge controller berfungsi sebagai instrumen pengontrol untuk menghindari baterai dari pengisian ulang yang berlebihan dari sel surya (Mulyadi. Pada perangkat yang diusulkan dilakukan perancangan MPPT menggunakan buck boost converter dengan metode algoritma Incremental Conductance untuk mencari daya maksimum panel surya. Titik daya maksimum panel surya berubah-ubah ketika terdapat perubahan irradiasi dan temperatur. 2017). 2.. MPPT digunakan untuk mencari titik daya maksimum dari kurva karakteristik P-V pada panel surya.

dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan inovasi-inovasi yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan maka petani dapat mengatasi hama serangga dengan lebih efisien.1 Kesimpulan Dari uraian pada bab dua.BAB III PENUTUP 3. akan dididapat biaya perawatan yang lebih murah. 4 . Meskipun dalam pelaksanaannya akan membutuhkan biaya yang mahal.

L. Jurnal HPT. 88-95. Mulyadi. S. 73-77. R. Handoko.. Nugroho. Ambarningrum.. 2017. Indonesian Journal of Entomology. Dharma.B. Universitas Serambi Mekkah. Efek Ekstrakminyak Citronela Cymbopogon Nardus L... Transmisi.. Permana. E. 2013. R. 2013. C. 14(2). Hasyim. A. Setiawati. & Senjaya. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Kemaritiman Aceh. 2013. L. Pudja. T. E. Kaunang. 2011. & Andromeda. Jurnal Agroforestri. 89-96.. 166-179. Preferensi Warna Sebagai Pengendalian Alternatif Hama Serangga Sayuran Dengan Menggunakan Perangkap Kertas. Jurnal HPT Tropika. 2(4). 6(2). Perancangan Maximum Power Point Tracking Panel Surya Menggunakan Buck Boost Converter Dengan Metode Incremental Conductance. A. 2017. Ketertarikan Serangga Hama Lalat Buah Terhadap Berbagai Papan Perangkap Berwarna Sebagai Salah Satu Teknik Pengendalian. 129-134. Daftar Pustaka Hakim. E.. & Pratiknyo.. J. Pertiwi. W. B. Jurnal Sain Veterine. D. Perilaku Memanggil Ngengat Betina dan Evaluasi Respons Ngengat Jantan Terhadap Ekstrak Kelenjar Feromon Seks Pada Tanaman Cabai Merah. Juni 2011...168-175. N. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. 31(2). Hubungan Populasi Ngengat Penggerek Batang Padi Yang Tertangkap Perangkap Lampu Dengan Intensitas Serangan Penggerek Batang Padi Di Sekitarnya.. Tabel Hidup Spodoptera litura Fabr. R. 23(1).. & Rachmawati. & Toar. & Zulhelmi. 72-79. T. 5 . 2017. 18(4). Rumokoy. & Rostaman. 6(1). Hery. Desain Sistem Transfer Beban Otomatis dari Sumber PLN ke PLTS pada Waktu Beban Puncak (WBP). & Surya. Hort. Pengaruh Jenis Perangkap Dan Feromon Seks Terhadap Tangkapan Ngengat Jantan Spedoptera exigua. G. Mudjiono. 2006.. Aceh. Muis. Lestari. 2016.. A. Yogyakarta. S. Estimasi Citra Polarisasi Langit. W.. (Diptera: Muscidae) pada Ransum dan Performa Broiler. Susanto. Sunarno.. Zulfikar. Terhadap Proporsi Frekuensi Kontak Fisik Musca Domestica L. 2011. A.. R. 9-13. 24 Agustus 2017. Jurnal Online Teknik Elektro. & Murtiningsih. 1(2). dengan Pemberian Pakan Buatan yang Berbeda.