Teori-Teori Belajar

1. Teori Ilmu Jiwa Daya (faculty psychology)

Menurut teori ini, jiwa manusia terdiri dari bermacam daya. Masing-masing
daya, agar memenuhi fungsi dengan tepat, dapat dilatih dengan berbagai latihan.
Dengan demikian, tugas pendidikan ialah menimbulkannya dengan latihan guna
memperoleh pengetahuan. Semakin sukar pengetahuan ini di peroleh, akan
semakin baik melatih jiwa. Karena alasan inilah-sukar- maka ada mata pelajaran-
mata pelajaran tertentu yang secara tradisional dianggap sebagai pelatih jiwa yang
terbaik seperti matematika dan Bahasa Latin.

Gagasan belajar ini telah memperoleh banyak kritik dan bahkan belakangan
ini telah ditinggalkan dan bahkan dibuang sama sekali dalam praktek pendidikan.
Membicarakannya tidak lebih dari meluaskan rasa ingin tau sejarah teori belajar.
Kritik-kritik tersebut antara lain dalam bidang kurikulum dan mengajar. Misalnya
mata pelajaran-mata pelajaran dipelajari menurut urutan yang “logis”, artinya
“mata pelajaran-mata pelajaran yang dianggap penting diletakkan diurutan
pertama”, tanpa memperhatikan cara-cara berfikir para pelajar dan cara-cara yang
khas dalam memandang duduk persoalannya. Definisi-definisi mendahului
penjelasan-penjelasan, dan klasifikasi-klasifikasi ilmiah mendahului
pengenalannya dengan objek-objek yang dipelajari. Dengan kata lain, kurikulum
dan mengajar yang banyak menyadarkan pada gagasan disiplin mental cenderung
akan membatasi tujuan dan kesatuan ruang lingkupnya, urutan isi dan
kesinambungan pengalaman belajar terutama sekali dianggap tidak penting (hlm.
83).

2. Teori koneksionisme (Connectionism)

Teori ini dikemukakan oleh Edward L. 1984.Thorndike(1874-1949). Menurut pendapatnya. latihan dan efek. belajar adalah pembentukan atau penguatan hubungan antara S(Stimulus) dan R(Respon. pendorong aktivitas . hlm. apa yang dipelajari dan diingat manusia. meskipun bukan seluruhnya. sambutan). yaitu : kesiapan. 117). Dan teori ini didasarkan atas hasil penelitian−Thorndike terhadap hewan− seekor kucing yang lapar yang ditempatkan dikotak masalah yang tertutup dan hanya ada sebuah pintu yang bias dibuka dengan pengungkit/palang kayu untuk bias melepaskan palang pintunya. maka teorinya disebut “Connectionism” atau “Bond Psychology”. Setelah melakukan berbagai respon. (3) ada eliminasi respon-respon yang salah . Hubungan S-R (Stimulus-Respon) atau antara kesan indera (sense impression) dan impuls (dorongan spontan) untuk bertindak (impuls to action) di sebut “bond” atau “connection” atau “association”. Oleh Thorndike dianggap bahwa asosiasi itu juga membentuk sebagian besar. Jadi belajar dengan cara gamak-dan galat ini mengandung ciri-ciri sebagai berikut : (1) ada motif. . hingga belajar dengan cara gamak-dan-galat ini tidak diperlukan lagi. dan (4) ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan (Wasty Soemanto. Dari hasil percobaan itu Thurstone mengemukakan tiga hukum primer . (2) ada berbagai respon dalam berbagai situasi . Dan demikianlah seterusnya. Karena itulah. Menurut teori ini kegiatan belajar dilakukan dengan jalan menyaring atau memilih respon yang tepat terhadap stimulus tertentu. akhirnya ia bias menemukan koneksi yang tepat antara respon dengan stimulusnya. Teori ini disebut juga dengan “trial-and-eror learning” (belajar dengan gamak- dan-galat) atau “learning by selecting and connecting” (belajar dengan menyaring dan menghubungkan).

Hukum asimilasi atau analogi (law of assimilation or analogy) e. lalu dipaksa untuk melakukan. 2) Kalau suatu unit tindakan sudah siap. b. Hukum sebagian kegiatan atau hukum unsure yang prapotensi (law of partial activity or law of prepotency element) d. 2) Hukum tidak menggunakan (law of disuse). maka akan menimbulkan ketidakpuasan . artinya hubungan akan menjadi lemah atau terlupakan kalau latihan-latihan atau penggunaanya dihentikan. artinya hubungan baru akan bertambah kuat kalau ad latihan-latihan lain yang sama dengan yang pernah dihadapi atau dilakukan sebelumnya. Hukum perubahan atau pertukaran asosiatif (law of associative shifting) . maka akan menimbulkan ketidakpusan dan berakibat dilakukannya tindakan-tindakan lain untuk mengurangi atau meniadakan ketidakpuasan yang bersifat mengganggu. Hukum efek (law of effect) Hukum ini menyatakan bahwa hubungan S-R itu akan menjadi semakin kuat bila disertai dengan rasa senang atau puas. Hukum Kesiapan (law of readiness). demikian pula sebaliknya. Hukum sikap (law of attitude) c.a. maka akan menimbulkan kepuasan . Hukum ini menyatakan : 1) Kalau suatu unit tindakan sudah siap dilakukan. 3) Kalau suatu unit tindakan tidak siap dilakukan. tetapi tidak dilakukan. c. Hukum respon berganda (law of multiple response) b. Thorndike mengajukan lagi lima hokum belajar sekunder. Hukum Latihan (law of excercise) Hukum ini mengandung dua hal yaitu : 1) Hukum menggunakan (law of use) . Di samping tiga hokum belajar primer seperti yang telah disebutkan di atas. yaitu : a.

dengan “Classical Conditioning “ –nya dan B. diakui banyak dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari. untuk mentransfer respon yang biasanya dihubungkan dengan stimulus yang lebih kuat bilamana stimulus yang lebih kuat itu dihentikan atau dihilangkan. hanya saja tidak ada unsure manipulasi yang tanpa tujuan.dengan demikian. (d) Teori ini mengutamakan pembentukan materiil. Skinner (1904. Latihan-latihan ujian berdasarkan pendirian ini. baik di dalam maupun di luar sekolah. di antara mata pelajaran yang paling banyak dipengaruhi oleh proses belajar ini adalah yang paling banyak memerlukan berpikir abstrak seperti ilmu pengetahuan. (b) Pelajaran bersifat teacher-centered. pensyaratan diartikan berupa . belajar adalah pembentukan kebiasaan yang diakibatkan oleh pensyaratan (conditioning) atau menghubungkan stimulus yang lebih kuat dengan stimulus yang lebih lemah hingga organisme itu dimungkinkan. matematika. Hukum-hukum yang ditemukan Thorndike.). Knowladge is power. “operant Conditioning” –nya. teori belajar koneksionisme ini ada juga keberatan-keberatanya. tak turut menentukan bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. dan karena itu sering menjadi intelektualitas. Pengetahuan dianggap berkuasa. (c) Anak-anak “pasif” artinya kurang didorong untuk aktif berpikir.Bila diberikan S dengan sendirinya atau acara mekanis/otomatis timbul R. ilmu pengetahuan sosial dan sebagainya. Di sekolah. Yang terutama aktif adalah guru. sebagai hasil dari belajar asosiatifnya. misalnya. antara lain : (a) Belajar menurut teori ini bersifat mekanistis . yakni menumpuk pengetahuan.F. Menurut teori ini. 3) Teori Conditioning Tokohnya ialah Ivan Petrovitch Pavlov (1848-1936). Dialah yang melatih anak-anak dan yang menentukan apa yang harus diketahui oleh anak-anak. Walaupun demikian.

....... UR (air liur) CS = US (diulang)... Bahkan kemungkinan besar manusia memeperoleh banyak respon bersyarat jenis ini selama hidupnya...232) Dalam eksperimennya...................87)..... hlm.... seperti kedipan mata yang dikejutkan..... .. belajar yang serupa ini barulah terjadi kalau sinyal baru (belnya) disampaikan bersama-sama dengan makanannya pada sejumlah gamak (trial)... maka teori ini ada pula yang menamakan dengan “stimulus substiTution”........... reaksinya terhadap ular dan sebagainya... pavlov menemukan bahwa kalau sinyal atau isyarat atau pertanda.......... (lihat Crow & Crow. dan juga anggapan dari seluruh ajaran pensyaratan klasik......... Jadi....... Adapun prosedurnya dapat dikemukakan dengan diagram sebagai berikut : US (makanan) .......... UR (air liur) CS + US (bunyi bel + makanan . yang mencerminkan pembentukan respon “lebih dahulu” yang tidak disengaja.... maka sampailah anjing itu mengeluarkan air liurnya menanggapi atau menyambut bunyi bel itu sendiri... bangun pagi-pagi sewaktu ada bunyi ceklekan jam sebelum jam tersebut benar- benar berbunyi... mendengar klakson mobil dari arah yang tak diduga-duga... UR (air liur) CS (bunyi bel saja). Sedangkan air liur sewaktu melihat makanan dapat dianggap sebagai respon bawaan atau alamiah (respon bersyarat)..... dan serangkaian kejadian ini diulamg beberapa kali... atau menurut Gagne menamakannya dengan “belajar sinyal” atau “conditioned response” (lihat hlm.. Karena anggapannya yang demikian... Misalnya..........mempersiapkan penyesuaian batin tertentu dalam diri individu yang nantinya bisa mempengaruhi tingkah laku nyata.... seperti bel dibunyikan sewaktu diperlihatkan makanan kepada seekor anjing yang lapar... air liur terhadap bunyi bel harus diperoleh sebagai respon atau refleks bersyarat (conditioned response)........... CR (air liur) Beberapa peneliti tentang pensyaratan klasik ada yang menganggap bahwa teori belajar conditioning ini termasuk jenis belajar yang amat khusus.

untuk lebih banyak mendapatkan patukan. penekanan dan penggarukannya pernah dilakukan. seperti pada percobaan pavlov. Respondent responses (reflexive response). Skinner membedakan dua macam respon. Operant conditioning. Adapun prosedurnya secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut: peneliti memberi upah (reward) terhadap respon tertentu yang dilakukan oleh subyek. Dan prosedur ini baru bisa berfungsi jika patukan. Tipe belajar ini disebut juga dengan “instrumental learning” (belajar instrumental). Operant response (instrumental response). stimuli yang serupa disebut “ reinforcing stimuli. penekanan penggarukan. Operant adalah respon yang berpengaruh terhadap lingkungan dan instrumen untuk mencapai penguatan. karena akan memperkuat respon yang pernah dilakukan oleh individu. yaitu : a.” atau “reinforcer”. Tujuan prosedur operant hanya untuk menambah frekuensi responnya. misalnya. yaitu respon yang terjadi karena perangsang-perangsang (stimuli) tertentu. yaitu respon yang terjadi karena diikuti oleh perangsang-perangsang tertentu. Dan upah (reward) ini diberikan untuk melalui sedkit informasi atau respon organisme dengan perangsang tertentu. sekalipun hanya sekali. berikut ini dikemukakan diagramnya (teori Skinner 1954-1958) : Perbaikan Penolakan Upah Penguatan Pematian Hukuman Pematian Penguatan . b. Upah pertama dapat berupa responj yang diinginkan dan selanjutnya berupa pensyaratan dalam arti perangsnag yang dikendalikan.stimuli yang serupa itu disebut “eliciting stimuli” . Bagaimanakah pengaruh upah dan hukuman terhadap penguatan atau pematian (extinction) tingkah laku.

namun terdapat pula keberatan-keberatannya. makanan dan bunyi bel. Dengan demikian. antara lain : . misalnya. yang secara ringkas dapat dijelaskan dalam bentuk diagram sebagai berikut : Perbaiakn Penolakan Upah Penguatan positif Penguatan negatif hukuman Penguatan negatif Penguatan positif Dari uraian di atas ternyata bahwa pensyaratan operant merupakan tipe belajar yang lebih kompleks dari pada pensyaratan klasik. Menurut Skinner dan kawan-kawannya teori Thorndike mengenai hukum efek (prinsip menyenangkan . dua stimulus berpasangan digunakan sekaligus. Pada pensyaratan klasik dari Pavlov. Kemudian Skinner dan kawan-kawannya mengajukan teori. penguatnya barulah digunakan segera setelah respon yang benar dan berhasil baik dilakukan: cara ini disebut “operat response” atau disebut pula “ operant conditioning”. sajian penguat dalam pensyaratan klasik akan menentukan respon. Sedangkan pada pensyaratan operant dari Skinner.tak menyenangkan) dianggap terlalu subyektif. Dengan demikian. cara ini disebut “respondent response” atau “respondent conditioning”. Dan dari sini pula dapat kita ketahui perbedaan prosedur penggunaan “conditioning” dari Pavlov dan Skinner. penguatnya bergantung kepada respon yang benar dan berhasil baik atau responnya menentukan sajian penguat. yang oleh Gagne disebut tipe “belajar secara stimulus respon” (stimulus-response learning) (lihat hlm. Sekalipun teori belajar conditioning telah banyak jasanya seperti dikemukakan di atas dan memang banyak tingkahlaku individu diperoleh dengan conditioning.88).

Dan justru dalam lapangan inilah teori gestalt memperoleh kedudukan yang kuat. Antara kedua situasi tersebut (persepsi dan belajar) memang sama yaitu sama- . yang meneliti tentang insigh pada simpanse. Dari sini kemudian dibawa ke lapangan belajar. imajinasi dan pandangan baru. kemudian tersusunlah bentuk-bentuk persepsi. yang menguraikan secara rinci mengenai hukum-hukum persepsi. pemahaman (insight) itu barulah berfungsi kalau ada persepsi/tanggapan terhadap masalahnya memahami kesulitan. (1) Percobaan dalam laboratorium berlainan dengan keadaan dalam kehidupan yang sebenarnnya. Pada mulanya. membentuk pemahaman atau wawasan (insight). Menurut teori gestalt. secara bersama-sama. Kesemuaannya.. (2) Pribadi seseorang (tujuannya. seperti yang telah diuraikan sebelumnya. (4) Teori ini terlampau sederhana dan tidak memuaskan untuk menjelaskan segala seluk-beluk belajar yang sangat kompleks itu (Nasution. unsur-unsur dan tujuannya. (3) Respon mungkin dipengaruhi oleh stimulus yang tak dikenal. kesanggupannya. Melalui interaksi ini. 4.hlm. teori gestalt ini lahir dalam lapangan persepsi. minatnya dan sebagainya) dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Walaupun demikian. 1982a.45). belajar adalah berkenaan dengan keseluruhan individu dan timbul dari interaksinya yang matang dengan lingkungannya. tak dapat diramalkan lebih dahulu stimulus manakah yang menarik perhatian seseorang. Teori Gestah (Insight in learning) Tokoh-tokohnya antara lain: Max Wertheimer (1880-1943) yang meneliti persepsi yang terintegrasi dalam gerak. dan Kurt Koffka (1886-1941). Wolfgang Kholer (1887-1959). yang bekerja selama individu melakukan pemecahan masalah.

Insight beergantung kepada pengaturan secara eksperimental 4. 5. Oleh sebab itu. 190-95 (Sumadi Suryabrata. Belajar hanya berhasil bila tercapai kematangan untuk memperoleh insight. antara lain: 1. 4. 3. 7. Insight itu didahului oleh suatu periode mencoba-coba. 2. tegasnya. 6. sosial dsb. Insight bergantung kepada pengalaman masa lampau yang relevan. halaman. 3. yang menjadi inti insight adalah diperolehnya pemecahan masalah. yang secara ringkas dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Manusia mereaksi terhadap lingkungan secara keseluruhan. situasi belajar hendaknya dipelajari sebagai sesuatu keseluruhan bukan sebagai hal yang terpisah dalam bagian-bagian komponennya (bagian-bagian kecil) dan bukan pula dipelajari bagian demi bagian. . Belajar tak mungkin tanpa kemauan untuk belajar. 302-04 mengajukan enam macam sifat khas belajar dengan insight. Belajar dengan insight dapat diulang. emosional. Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan. tidak hanya secara intelektual. Motivasi memberi dorongan yang menggerakkan seluruh organisme. 1984. 1948. Insight itu tergantung kepada kemampuan dasar. Seperti telah dikemukakan bahwa insigh t barulah berfungsi bila ada persepsi terhadap masalahnya. 2. tetapi juga secara fisik. Learning is a matter of seeing the whole first and the parts after. jika sesuatu masalah berhasil dipecahkan dengan insight. Halaman. Teori belajat gestalt ini memeberikan beberapa prinsip belajar yang berharga. Insight yang telah sekali diperoleh dapat dipergunakan untuk menghadapi situasi-situasi yang baru.sama memiliki lebih banyak unsur yang tersusun di dalamnya. demikian menurut pandangan Gestalist. Belajar adalah perkembangan ke arah diferensiasi yang lebih luas. Sehubungan dengan itu. maka masalah yang sama akan dapat dipecahkan secara langsung oleh yang bersangkutan. Hilgard.

seperti antara tambah dan kali antara berat dan “daya tarik” gaya berat. walaupun dalam kenyataannya. Tegasnya. Misalnya. pemahaman itu tidak dapat menjadi prototipe untuk sejumlah belajar yang biasa dilakukan oleh manusia. halaman. bukan suatu bejana yang harus diisi. pemahaman barulah terjadi kalau kita belajar dengan ”pemecahan masalah”. Siswa biologi tidak dapat mempelajari struktur dan fungsi hewan dengan pemahaman. teori ini nampak menunjukkan beberapa kejadian belajar yang umum. Belajar berhasil kalau ada tujuan yang mengandung arti bagi individu. namun terdapat juga celah-celah kelemahan dan kekurangannya. memang sulit menemukan pemahaman dalam mempelajari hal-hal yang sangat beragam. bolehkah belajar dengan pemahaman itu dianggap sebagai prototipe belajar?dari satu segi. anak tidak dapat mempelajari nama tanam-tanaman atau bintang-bintang dengan pemahaman atau insight. Barangkali. 1982. sehingga lebih mudah menganalisisnya. terhadap teori gestalt pun dapat diajukan pertanyaan. Sedangkan dari segi lain. boleh jadi hanya merupakan fakta atau dalil atau prinsip. atau suatu otomat yang digerakkan oleh orang lain (Nasution. 6. 46-47). Dia tidak dapat membaca dengan pemahaman. Selain jasa dan sumbangannya yang sangat berharga bagi belajar di sekolah dengan insight. Seperti halnya teori belajar koneksionalisme.”No goal no stress. 5. Misalnya. demikian pula dia tidak dapat berbicara dengan bahasa asing. Demikianlah antara lain kritik yang dikemukakan oleh Gagne (halaman. .14) terhadap teori gestalt. maka sering ia mampu memperlihatkan pemahaman. no stress no activity. no activity no learning”. Dalam proses belajar anak itu senantiasa merupakan suatu organisme yang aktif. kalau anak dibimbing untuk “melihat” hubungan. tidak semua hal merupakan masalah.

Fryer. Selain itu. atau dalam cara menaggapi kejadian-kejadian dan memberikan makna kepadanya. dalam rangka berinteraksi dalam lingkungan tidaklah sama. yang penting adalah menemukan prinsip-prinsip yang mengorganisasikan bukannya menemukan jawaban khusus. belajar adalah perubahan dalam struktur kognitif. halaman. dan disebut pula dengan “topologi” (topologi theory) (geometri non-metrik dari kekuatan- kekuatan dalam lapangan psikologi. Mempelajari geometri. Praktik tercapai dengan . Menurut teori ini. mereka yang mengikuti konsep ini menekankan belajar dean hubungannya yang terpadu bukannya menekankan penguasaan isi khusus. Teori Medan (field theory) Teori ini dikemukakan oleh Kuart Lewin (1890-1947). Jadi. (et al). Individu.atau “psikodinamika” (Sarlito Wirawan Sarwono. Dan teori ini muncul sebagai sanggahan terhadap teori gestalt. Proses untuk mencapai gagasan-gagasan dan cara- cara untuk mrnggunakannya hingga menimbulkan pengetahuan baru justru lebih penting dari pada fakta-fajta khusus yang “disampaikan” oleh proses ini. misalnya. Karena masing-masing memiliki serangkaian pengalaman yang unik dan oleh sebab itu memiliki perangsang-perangsang yang berbeda untuk merespon dan untuk mengorganisasikan respon-responnya dengan cara yang berbeda. 166.5. Belajar sebagian besar terdapat dalam respon terhadap kebutuhan- kebutuhan dan tujuan-tujuan dasar yang mendorong dan kemudian di perkuat oleh minat dan motivasi dan juga oleh praktik. Mempelajari fakta-fakta khusus adalah penting sampai memberikan informasi tentang gagasan-gagasannya. Oleh sebab itu. halaman. teori ini juga memandang bahwa belajar pada hakikatnya merupakan proses sosial. 166). yang ditekankan dalam belajar adalah proses kognitif bukanya pada produk tertentu. maka menyediakan respon-respon khusus merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaan kurikulum tanpa melupakan pengalaman respon yang sebelumnya.

di samping yang telah diutarakan dalam teori gestalt. juga konsep belajar dan konsep kurikulum dan pengajaran yang diperkenalkan lebih kompleks. antara lain. menghafalkan nama-nama atau kata-kata bahasa asing. namun kita pun mencatat beberapa kelemahan atau kekurangan. juga dalam pengorganisasian mengajar lebih menekankan kepada konteks. sedangkan untuk bahan yang menghendaki pemecahan masalah. Betapapun perbedaan di antar keempat teori belajar tersebut di atas. Sekalipun teori medan telah banyak jasa dan sumbangannya. bertolak dari bahan yang akan dipelajari. “misalnya. hubungan dan pengertian: isi kurikulum disusun lebih luas. seperti diskusi. Keadaan ini mengakibatkan sulitnya menguraikannya secara akurat. teori belajar gestalt atau medan kiranya lebih tepat digunakan. seperti yang telah dikemukakan di atas. mengubah setiap usaha untuk mempelajari sesuatu lebih lanjut. motivasi khususnya motivasi instrinsik merupakan sentral. termasuk penyediaan kerja kelompok dan interksi. Jadi. yaitu: . Dalam hubungan ini. selain yang telah dikemukakan oleh Gagne terhadap teori gestalt. menurut teori ini. karena pengakuannya akan jiwa yang aktif dan yang kreatif dalam proses pemecahan masalah. barangkali ada bahan yang lebih tepat dipelajari bila menggunakan teori belajar “koneksionisme dan konditioning. antara lain. halaman. dan konsep-konsep yang berkenaan dengan belajar sosial. Seperti halnya teori gestalt. bukannya tercapai dengan mengulangi secara tepat perbuatan yang sama. Tegasnya. namun dijumpai banyak hal yang telah disepakati oleh semua teori belajar. 486-47). menghargai cara belajar siswa aktif. Hilgard telah mencatat empat belas titik kesepakatan (1956. Teori medan pun telah banyak jasa dan sumbangannya yang diberikan kepada praktik pendidikan.

9. 7. Bahan-bahan yang bermakna dan tugas-tugas yang bermakna dipelajari dengan lebih mudah daripada bahan-bahan yang tak bermakna dan dipelajari dengan lebih mudah daripada tugas-tugas yang tak dapat diketahui oleh pelajar. sehingga motivasi yang berlebihan bisa menjadi kurang efektif daripada motivasi yang sedang untuk mempelajari berbagai-bagai tugas. misalnya. Pelajar yang didorong akan memperoleh dengan mudah apa yang dipelajari daripada pelajar yang tidak didorong. bisa menghambat atau meningkatkan kemampuannya untuk belajar dari guru tertentu. belajar yang didorong oleh sukses lebih baik daripada belajar yang didorong oleh kegagalan.1. Tahan menghadapi kegagalan sedapat mungkin diajarkan dengan menyediakan sekumpulan sukses yang mengimbangi kegagalan yang dialami. . kecemasan) bisa disertai dengan keadaan emosi yang mengganggu. 4. kesakitan. kalau belajarnya. 10. maka kapasitas pelajar adalah sangat penting. 6. baik tujuan yang tidak begitu rendah dengan maksud tidak banyak memeras tenaga maupun 8. misalnya. Belajar di bawah kontrol hadiah biasanya lebih baik daripada belajar di bawah kontrol hukuman. terutama yang memerlukan diskriminasi yang sulit. dari kuliah atau film. takut. 3. reaksinya terhadap otoritas. Bersamaan dengan itu. Riwayat pribadi individu. Belajar di bawah motivasi intrinsik lebih baik daripada belajar di bawah kontrol ekstrinsik. Individu-individu memerlukan praktik dalam menentukan tujuan-tujuan yang realistis bagi dirinya. Partisipasi aktif dari pelajar lebih baik daripada persepsi atau tanggapan yang pasif. Motivasi yang terlampau kuat (khususnya. 2. Dalam memutusakan siapa yang akan mempelajari. 5.

semuanya akan membantu belajar. 11. 12. . seperti yang berulangkali disebutkan sebelumnya. Semua teori belajar. Transfer kepada tugas-tugas yang baru akan menjadi lebih baik jika dalam belajar. atau dalam menghafalkan fakta-fakta yang tak berhubungan yang harus diotomatiskan. pertunjukan konser oleh pianist). yang berulang-ulang dalam mempelajari keterampilan secara berlebih-lebihan (misalnya. Untuk maksud tersebut. Informasi tentang jenis prestasi yang baik. 14. halaman. pada hakikatnya berusaha menjelaskan bagaimana proses belajar organisme. 13.87). khususnya organisme manusia. pelajar sendiri dapat menemukan hubungan dan jika ia mempunyai pengalaman selama belajar menerapkan prinsip-prinsip dalam berbagai-bagai tugas. baik yang telah disebutkan maupun yang tidak disebutkan di sini. Ingatan yang luas atau yang tersebar adalah bermanfaat dalam menentukan lamanya bahan yang diingat (Taba. Tak ada pengganti praktik. pengetahuan tentang hasil- hasilnya yang gemilang. Mengingat kegiatan belajar pada organisme manusia itu sangat kompleks. maka perlu diupayakan untuk mencari prinsip-prinsip umum dari berbagai teori belajar. yang nantinya dapat diterapkan untuk kepentingan proses belajar mengajar. uraian berikut ini dapat membantu menjelaskannya.

Daftar Pustaka Abror.com/tag/teori-gestalt/ (Diakses Senin.html (Diakses Senin.ac. http://pendidikanluarsekolahunp.11 April 2016) http://annisa-city-fib13.blogspot.11 April 2016) https://andreasprecounselor.1993.html (Diakses Senin.Yogyakarta:Tiara Wacana Yogya.Abd.web.wordpress.unair.11 April 2016) .id/2011/06/teori-teori-belajar.co.Rachman.id/artikel_detail-100813-Etika%20Kepribadian- Teori%20Kepribadian%20menurut%20Kurt%20Lewin.Psikologi Pendidikan.