Nama : Yoga Dwi Pangestu

Perpindahan panas yang terjadi pada Boiler pipa air (Water Tube) adalah secara
radiasi, konduksi dan konveksi. Dari ketiga perpindahan panas tersebut yang paling berperan
besar adalah perpindahan panas secara konveksi, dikarenakan boiler yang menggunakan pipa
air (Water Tube) , perpindahan panasnya terjadi melalu perambatan pada permukaan pipa
yang mengalami penyerapan panas berupa aliran flue gas hasil dari pembakaran yang
kemudian kalor yang dihasilkan tersebut, mengalir ke fluida (air) dan terjadilah proses
perubahan kimia dari air menjadi uap (uap saturated/uap superheater). Uap saturated (uap
basah) adalah uap yang didalam kadungnya masih memiliki kadar air dan sedangkan uap
superheater (uap kering) adalah uap yang dimana dalam kandungnya sudah tidak memiliki
kadung air atau uap yang sudah benar-benar kering, uap kering bisanya digunakan pada
power plant (pembangkit) karena akan kebutuhan uap kering sangat dianjurkan untuk
memutar turbin dan kerusakan berupa korosi dapat dihindari pada turbin uap, serta vibrasi
(getaran) dapat dihindari. Titik didih suatu cairan atau dikenal juga dengan temperatur
saturasi adalah temperatur dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan lingkungan
sekitar cairan tersebut. Pada titik ini cairan akan berubah fase menjadi uap. Temperatur
saturasi dari air pada tekanan atmosfer adalah 100oC. Pada titik inilah air akan berubah fase
menjadi uap dengan membentuk gelembung-gelembung uap air.

Temperatur saturasi menjadi sebuah fungsi yang unik dari tekanan. Semakin tinggi
tekanan di sekitar air maka akan semakin tinggi pula titik didihnya, dan apabila semakin
rendah tekanan di sekitar air tersebut maka semakin rendah pula titik didih air tersebut. Hal
tersebut disebabkan karena tekanan air akan mempengaruhi karakteristik --seperti entalpi
(kandungan kalor) air, panas laten, dan entalpi uap-- dari uap air yang terbentuk pada tekanan

Kecepatan (rate) perpindahan panas tiap satuan luas atau disebut dengan heat flux (fluks kalor) mengisi sumbu Y kurva. ke dalam sejumlah air di suatu wadah. temperatur air sudah mencapai temperatur . Fenomena ini disebut dengan subcooled boiling. dan ditandai dengan titik B dan S pada kurva. Boiler ini bekerja dengan mensirkulasikan air-uap air pada pipa-pipa boiler dengan tekanan kritis 22. Penelitian dilakukan dengan jalan mencelupkan sebuah logam (metal) panas yang dijaga temperaturnya. namun masih belum terbentuk sejumlah uap air. Pada saat sedikit melewati titik B. perpindahan panas secara konveksi akan mendinginkan metal sehingga proses pendidihan akan tertahan. dikenal sebagai proses awal proses pendidihan. dan pada kondisi ini tidak akan timbul gelembung-gelembung uap pada saat proses evaporasi. kecepatan perpindahan panas cukup tinggi. dimana temperatur air secara cepat akan menyesuaikan dengan temperatur permukaan metal dan semakin mendekati temperatur saturasinya.1 MPa) misalnya. Dari titik A ke B. Atas dasar fenomena inilah dikenal sebuah teknologi boiler bernama critical boiler. Pada proses ini. Secara periodik gelembung-gelembung tersebut akan kolaps (mengecil) karena berinteraksi dengan air lainnya. Sehingga proses transisi perubahan fase air menjadi uap air pada kondisi tersebut akan terjadi secara lebih smooth. Kurva ini akan menjelaskan kepada kita bagaimana karakteristik terjadinya proses pendidihan air. Gelembung-gelembung uap air mulai terbentuk di permukaan metal. Sedangkan sumbu X diisi oleh diferensial temperatur antara permukaan metal dengan air disekitarnya.tersebut. panas laten yang dibutuhkan untuk membentuk uap air menjadi nol. Dari titik S ke C.1 MPa (221 bar). Pada kondisi tekanan kritis 3200 psi (22.

saturasi dengan lebih merata. Pada fase ini proses evaporasi berlanjut dengan ditandai terbentuknya gelembung-gelembung uap air. fenomena material. Mendekati titik C. seperti digambarkan dengan titik D ke E. Proses ini (C-D) dikenal dengan sebutan critical heat flux (CHF). serta mikro-konveksi ke permukaan air yang berbatasan dengan lapisan film. Dari titik E melewati D' ke F. Secara lebih detail. ia akan semakin besar dan terbentuk semakin banyak gelembung uap. Yang membedakan dengan proses pembentukan uap air biasa adalah. Proses ini dikenal dengan istilah forced convection boiling. Fase ini dikenal dengan sebutan stable film boiling. . Lebih lanjut. proses pembentukan uap air tersebut dapat Anda lihat prosesnya pada gambar di atas. Sehingga perpindahan panas dari permukaan metal melewati lapisan film ini terjadi dengan cara radiasi. disebut dengan proses unstable film boilling. Gelembung uap tidak lagi mengalami kolaps dan mengecil. Permukaan metal menjadi terisolasi oleh semacam lapisan film yang tersusun oleh uap air. gaya gravitasi. permukaan evaporasi akan semakin luas. Dimana pada saat ini temperatur permukaan kontak metal-fluida tidak mengalami kenaikan. konduksi. lapisan insulasi uap air pada permukaan metal menjadi sangat efektif. Pada saat ini proses pembentukan uap terjadi sangat cepat sehingga menyebabkan uap yang terbentuk seakan- akan menghalangi air untuk mendekati permukaan metal. serta mekanisme perpindahan panas. dimana proses perpindahan panas dari metal ke air menjadi lambat karena adanya lapisan film yang terbentuk. yang prosesnya lebih kompleks dengan melibatkan aliran fluida dua fase. Kurva area ini biasa diberi sebutan nucleate boilling region. serta temperatur permukaan metal lebih besar sedikit dari temperatur saturasi air. Proses pembentukan uap air pada boiler pipa air secara teoritis mengacu juga pada boiling curve. yang memiliki kecepatan perpindahan panas cepat. sehingga mengakibatkan penurunan kecepatan perpindahan panas. proses pembentukan uap air pada boiler pipa air terjadi pada aliran air dengan kecepatan debit aliran tertentu. Konsekuensinya adalah terjadinya penurunan performa perpindahan panas per luas area serta penurunan proses transfer energi.

serta efek momentum dari proses pendidihan pada permukaan pipa. Pada saat mendekati titik (1). Gambar kedua di atas adalah sebuah proses pendidihan air pada pipa berpenampang lingkaran yang panjang serta dipanasi secara merata. . massa jenis air-uap air. Mekanisme perpindahan panas ini disebut pendidihan konveksi. dan membentuk lingkaran seperti gelang (annular flow). sehingga proses evaporasi terjadi pada pertemuan lapisan air dengan uap air.Pada fase ini campuran air dengan uap air mulai membentuk sebuah aliran yang bergelembung. Perpindahan panas selanjutnya terjadi secara konduksi dan konveksi dengan melewati lapisan film tersebut. menjadi tanda bahwa proses awal pendidihan dimulai. air masuk ke pipa dan secara konveksi menjadi media pendingin pipa. Aliran yang dikenal dengan istilah intermediate flow ini memiliki fase bernama saturated nucleate boiling. yang juga menghasilkan kecepatan perpindahan panas yang tinggi. penurunan drastis tekanan. gelembung-gelembung uap air semakin banyak terbentuk dan membuat aliran gelembung (bubbly flow). temperatur air semakin tinggi dan mencapai temperatur saturasinya dan mencapai fase nucleate boiling region. Diantara titik (2) dan (3). Pada titik (2). Sampai di titik (3). Proses perpindahan panas terus berlangsung sehingga setelah melewati titik (3) annular flow membesar dan terbentuk lapisan film air pada dinding pipa. Fenomena ini sebagai hasil interaksi yang kompleks antara gaya tegangan permukaan. gelembung-gelembung uap semakin banyak dan berkumpul membentuk gelembung-gelembung berukuran lebih besar. Tepat pada titik (1) mulai terbentuk gelembung-gelembung uap air. fenomena dua permukaan.

2. 3. yakni tipe single-lead ribbed tube dan multi-lead ribbed tube. dengan efek samping penurunan tekanan yang masih dapat ditoleransi namun dapat menghilangkan efek samping lain yang lebih berbahaya. Beberapa kerugian yang mungkin terjadi pada saat fase perpindahan panas CHF di atas. Pipa ulir ini memperbaiki performa CHF. Ulir pipa mengakibatkan aliran berputar yang menghasilkan gaya sentrifugal. dimana lapisan film air pada dinding pipa digantikan dengan lapisan film berupa uap air. Kenaikan temperatur metal pipa yang terlalu tinggi sehingga dapat merusak pipa tersebut. http://artikel-teknologi. Setelah titik (5). Dan. Gaya sentrifugal dari fluida terhadap dinding pipa akan menghalangi terbentuknya lapisan film sampai terbentuk uap air yang berkualitas dengan heat flux yang tinggi.com/perpindahan-panas-dan-pembentukan-uap-air-pada-boiler/ . Perubahan fluktuasi temperatur yang sangat mungkin dapat menyebabkan kerusakan termal (thermal fatigue failures). semua air telah terevaporasi dan berubah fase menjadi uap air. Dari titik (4) ke (5) disebut perpindahan panas post-CHF. yaitu: 1. Pada fase ini ada beberapa resiko fenomena yang mungkin terjadi. Kerugian perpindahan panas. menghasilkan inovasi dengan dikembangkannya pipa boiler berulir. yang terjadi dengan sangat kompleks.Pada titik (4) proses perpindahan panas mencapai CHF (Critical Heat Flux). Ada dua jenis pipa ulir boiler.