You are on page 1of 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Posyandu adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan
di suatu wilayah kerja Puskesmas, dimana pelaksanaannya dilakukan di tiap
kelurahan/RW. Kegiatannya berupa KIA, KB, P2M (Imunisasi dan Penanggulangan
Diare) dan Gizi (Penimbangan balita). Untuk sasarannya adalah ibu hamil, ibu
menyusui, wanita usia subur (WUS) (Muninjaya, 2004).
Posyandu diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh
petugas kesehatan setempat, dimana dalam satu unit posyandu idealnya melayani sekitar
100 balita (120 Kepala Keluarga) yang disesuaikan dengan kemampuan petugas dan
keadaan setempat. Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga
pembentukan, penyelenggaraan dan pemanfaatannya memerlukan peran serta aktif
masyarakat dalam bentuk partisipasi penimbangan balita setiap bulannya, sehingga
dapat meningkatkan status gizi balita. Kegiatan ini membutuhkan partisipasi aktif ibu-
ibu yang memiliki anak balita untuk membawa balita-balita mereka ke posyandu
sehingga mereka dapat memantau tumbuh kembang balita melalui berat badannya setiap
bulan (Depkes RI, 2006).
Salah satu program utama posyandu adalah Imunisasi. Perkembangan Imunisasi
adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu
antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit
(Siregar & Matondang, 2005).
Imunisasi diperkirakan dapat mencegah 2,5 juta kasus kematian anak per tahun di
seluruh dunia dapat dicegah dengan imunisasi (WHO, UNICEF, & World Bank, 2009).
Imunisasi masih sangat diperlukan untuk melakukan pengendalian Penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi, seperti Tuberkulosis (TB), dipteri, pertusis (penyakit
pernapasan), campak, tetanus, polio dan hepatitis B. Program imunisasi sangat penting
agar tercapai kekebalan masyarakat (population immunity).(Depkes RI, 2006.

1