You are on page 1of 43

AMAZON TARUB

Warnet, Copy Center, Faximile, Komputer, Digital Printing, ATK

Home Profil Download Software

Monday, October 1, 2012
PROPOSAL KARYA IMLIAH

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH
TINGKAT PENGETAHUAN PADA IBU BALITA (1-5 TAHUN)
TENTANG PEMANFAATAN BUKU KIA DI DESA KEDOKANSAYANG
KECAMATAN TARUB KABUPATEN TEGAL

Diajukan untuk memenuhi persyaratan
Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Kebidanan

Disusun Oleh :

DIAH MIARNA SARI
NIM : B0109032

STIKES BHAKTI MANDALA HUSADA SLAWI
PROGRAM PENDIDIKAN D III KEBIDANAN
TEGAL
TAHUN 2011

LEMBAR PERSETUJUAN

Proposal dengan judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemanfaatan

Buku KIA Di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal” telah

disetujui dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diseminarkan.

Slawi, Maret 2011

Pembimbing I

Pembimbing
Edi Sucipto, SKM,MSi
II
NIP.197109071

Yuni Fitriani, S.SiT
NIPY. 96020066

LEMBAR PENGESAHAN

Proposal dengan judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Buku

KIA Di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub kabupaten Tegal” telah

dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal ……. Maret 2011 dan dinyatakan

telah memenuhi syarat untuk diterima.

Slawi, Maret 2011

Penguji I

Edi Sucipto, SKM,MSi
NIP.197109071

Penguji II

Yuni Fitriani, S.SiT
NIPY. 96020066

ibu. Titin Marlinah. selaku Ketua Prodi D III Kebidanan STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi. 6. 2. SKM. penulis banyak mendapatkan bimbingan. Yuni Fitriyani. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Siti Erniyati BP. Dalam penyusunan Proposal ini. pengarahan. 4.ST. Bapak. Edi Sucipto. M.Kes. sehingga penulis dapat menyusun Proposal yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Buku KIA Di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal”. Tujuan penulis Proposal ini adalah untuk memenuhi sebagian syarat yang telah ditentukan untuk mendapat ujian Diploma III Kebidanan di STIKES Bhakti Mandala Husada Slawi. selaku Pembimbing I yang telah meluangkan waktu guna memberi pengarahan dan saran dalam penyusunan Proposal ini. suami dan keluarga tercinta yang telah banyak memberikan dorongan moril maupun material dalam penyusunan Proposal ini . 5. selaku Pembimbing II yang telah memberi banyak arahan dan saran dalam penyusunan Proposal ini. 3. S.SiT. selaku Ketua STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi.Kep. S. KATA PENGANTAR Alkhamdulilah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. MSi. S. Seluruh staf dosen STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi.

.......................... vi DAFTAR TABEL ......................... 5 1................ Latar Belakang .......................... viii DAFTAR GAMBAR ............................................. 1 B.................................................................... Slawi.............................................................. maka penulis berharap saran dan kritik pembaca untuk kesempurnaan Proposal ini............................................... Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Proposal ini masih banyak kekurangan.............................................................. Maret 2011 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................................................................................................... ix BAB I PENDAHULUAN A..... 5 C............................................................................................................................................... iv DAFTAR ISI ................... Tujuan Penelitian ........ iii KATA PENGANTAR .... i LEMBAR PERSETUJUAN ....... Perumusan Masalah ........................... ii LEMBAR PENGESAHAN ....................................... Tujuan Umum .................. Semoga Proposal ini bermanfaat bagi penulis dan mahasiswa STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi... 5 ..

. 21 B....................... 24 3............... 23 1............ Tujuan khusus ............ 6 E.. 8 2.... 27 5.................................................... Definisi Operasional .................................................. Sampel dan Tehnik Sampel ................................................................................ 21 C......... 23 2................................ Keaslian Penelitian ...................... Jenis dan Desain Penelitian .... Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................................................ Balita . 11 3........................................................................................ Pengetahuan .............................2.................................................. Manfaat Penelitian ................. Pengembangan Buku KIA ........................................... 23 E..... 22 D... 5 D........ Buku KIA ................................................ Variabel Penelitian ..................................................... Instrument Penelitian ....... 16 4...... 27 ..................................................................... Kerangka Konsep ............................................................ 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.... Ruang Lingkup Penelitian ................................................. Tehnik Pengumpulan Data ................. Populasi...................... 20 BAB III METODE PENELITIAN A....................................................................................................................... 18 B.............................................................................. Kerangka Teori ....................................... Rancangan Penelitian ............ 8 1............................................................................................... Tinjauan Teori ...... 26 4.............................................

........................... 31 8........................ 22 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kerangka Teori Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Buku KIA Di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal ........................................................... Pengolahan dan Analisa Data ............ 6................................ 21 BAB I ......................... Etika Penelitian ................... Jadwal Penelitian ...1 Definisi Operasional Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Buku KIA Di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal ... 29 7................ 32 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR TABEL Tabel 3..................... 20 Gambar 2 Kerangka Konsep Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Buku KIA Di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal ...................

000 . dua orang ibu meninggal saat melahirkan karena berbagai penyebab.5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ASEAN (Ernoviana. 4-6).000 kelahiran hidup. Jika seorang ibu meninggal. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Latar Belakang Pembangunan kesehatan dengan meningkatkan mutu serta kemudahan pelayanan yang terjangkau diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 2007 . Data Survei Demografi Kesehatan Indoneia (SDKI) tahun 2005 menunjukkan. Data ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki Angka Kematian Ibu dan Bayi tertinggi dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN. Sampai saat ini kematian ibu masih merupakan masalah prioritas di Indonesia. Indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat ditandai dengan menurunnya angka kematian ibu. Tingginya AKI dan AKB masih menjadi suatu permasalahan penting di Indonesia. maka anak yang ditinggalkan mempunyai kemungkinan 3 hingga 10 kali lebih besar untuk meninggal dalam waktu 2 tahun.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup dan 23 per 1. kematian bayi dan panjangnya umur harapan hidup. Pemerintah menargetkan pada 2015 terjadi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) hingga sebesar 102 per 100.2-1. h. angka kematian ibu 50 kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Di Indonesia. Setiap jam. Angka kematian bayi di Indonesia 1. dan terdapat 34 bayi meninggal dalam setiap 1. terdapat 228 kematian ibu dalam 100. PENDAHULUAN A.

Buku KIA yang berisi informasi dan materi penyuluhan tentang gizi dan kesehatan ibu dan anak.000 kelahiran hidup dan AKB Nasional hasil surkesnas tahun 2001 sebesar 50 per 1. Sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Tengah pada tahun 2002 sebesar 102. 2009: 20 Desember 2009). Buku KIA disimpan dirumah dan dibawa selama pemeriksaan antenatal di pelayanan kesehatan.824 kelahiran hidup (Dinkes Kabupaten Tegal 2010.24 per 100. 28). kartu ibu hamil. agar ibu dan keluarga lainnya mengetahui dengan pasti kesehatan ibu dan anak.Oleh karena itu salah satu program Pemerintah dalam mengurangi AKI dan AKB adalah pelayanan yang lengkap dan berkelanjutan melalui pemberian buku KIA pada setiap ibu hamil. h. Buku KIA ini akan digunakan mulai ibu memasuki kehamilan.44 per 1.000 kelahiran hidup. 2). 2010. .824 kelahiran hidup dan AKB sebanyak 169 dari 27.000 kelahiran hidup. lebih rendah daripada AKI hasil SKRT tahun 1995 sebesar 375 per 100. h. Masalah KIA di Indonesia merupakan masalah yang serius yang sedang dihadapi Departemen Kesehatan Republik Indonesia.000 kelahiran hidup (Ilmu Kebidanan. KMS bayi dan balita dan catatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.Petugas kesehatan akan mencatatkan hasil pemeriksaan ibu dengan lengkap di buku KIA. sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah pada tahun 2002 sebear 9.melahirkan sampai anak ibu berusia lima tahun.kelahiran hidup untuk Angka Kematian bayi (AKB) (Dinkes Kabupaten Tegal.Dan data terakhir dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal tahun 2010 menyebutkan bahwa terdapat AKI sebanyak 32 ibu dari 27.

Saat ini. buku KIA dapat dipakai sebagai standar pelayanan.Dengan penggunaan buku KIA Jepang dapat menurunkan AKI dan AKB terendah di dunia. Tahun 1997. Jepang sudah menerapkan penggunaan buku KIA sejak 50 tahun yang lalu. GTZ.Awalnya buku KIA merupakan proyek kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang. maka Pemerintah Kabupaten/Kota harus melaksanakan dan menerapkan penggunaan Buku KIA (Depkes RI. Lembaga Donor (Bank Dunia. Bagi petugas puskesmas. Bagi kader sebagai alat penyuluhan kesehatan serta untuk menggerakkan masyarakat agar datang dan menggunakan fasilitas kesehatan. Organisasi Profesi. Buku KIA telah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1994. 2009). Buku KIA sebagai sarana informasi pelayanan KIA. Pencatatan sedini mungkin dapat mengantisipasi adanya risiko tinggi pada kehamilan ibu dan untuk mengetahui perkembangan serta pertumbuhan balita. sehingga pelayanan kepada ibu dan anak dapat diberikan secara menyeluruh dan berkesinambungan (Depkes RI. penyuluhan dan konseling kesehatan. seluruh provinsi di Indonesia berupaya meningkatkan penggunaan Buku KIA.Sehingga Pemerintah berusaha meniru hal tersebut agar dapat menurunkan AKI dan AKB. Pencetakan dan penerapan Buku KIA berasal dari Pemerintah Pusat dan Daerah. ADB. 2009: i). Diharapkan apabila setiap ibu balita memiliki buku KIA dan tahu cara memanfaatkannya setiap balita dapat terpantau kesehatannya. EU. Mengingat penggunaan Buku KIA merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat terutama keluarga untuk memelihara kesehatannya dan mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas. Departemen Kesehatan menjadikan Buku KIA sebagai program nasional. .

Dari 10 orang tersebut menyatakan tahu tentang buku KIA sebanyak 8 orang dan 2 orang mengatakan tidak tahu.Namun sampai saat ini Buku KIA belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.Dalam penerapannya banyak faktor-faktor yang mempengaruhi. tradisi (kepercayaan masyarakat). 2009). h. JICA.dimana untuk RW 1 jumlah ibu balita sebanyak 54 orang. serta Lembaga Swadaya Masyarakat (Depkes RI. dll. Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 19 Desember 2010 dari data di Desa Kedokansayang jumlah penduduk 5671 jiwa. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk . Penggunaan dan pemanfaatan buku KIA tidak serta merta langsung mendapat hasil yang baik. untuk jumlah keseluruhan ibu yang mempunyai balita sebanyak 287 jiwa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang atau masyarakat adalah pengetahuan. WFP. tingkat sosial ekonomi dan ketersediaan fasilitas kesehatan. RW 3 jumlah ibu balita sebanyak 38 orang dan untuk RW 4 jumlah ibu balita sebanyak 46 orang. 121).USAID. RW 2 jumlah ibu balita sebanyak 78 orang. UNFPA. UNICEF. Buku KIA diterapkan di desa Kedokansayang Kecamatan Tarub mulai pada awal Tahun 2000. PCI. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk perilaku seseorang (Notoatmodjo. WVI. Save the Children. 2007.). Puskesmas Pembantu Desa Kedokansayang maupun di tempat praktek swasta.Buku KIA diberikan secara gratis kepada setiap ibu hamil yang memeriksakan diri pertama kali di semua tempat pelayanan kesehatan yaitu di posyandu. penulis mengambil sampel pada ibu balita di posyandu RW 3 sebanyak 10 orang untuk menanyakan sejauh mana pegetahuan ibu tentang buku KIA. ADRA. Berdasar data tersebut. tingkat pendidikan.

dan pekerjaan responden di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. tingkat pendidikan dan pekerjaan di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. tingkat pendidikan. Manfaat Penelitian 1. B. Tujuan Umum Mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan ibu balita tentang pemanfaatan Buku KIA di Desa Kedokansayang Kecamtan Tarub Kabupaten Tegal. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat Buku KIA pada Balita usia 1 – 5 tahun di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. 2. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat Buku KIA berdasarkan umur. Bagi Instansi Tempat Penelitian . Mengetahui karakteristik responden yang meliputi umur. D. Tujuan Khusus a. melakukan penelitian tentang “Tingkat pengetahuan Ibu Balita Dengan Pemanfaatan Buku KIA Di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal”. b. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah tingkat pengetahuan ibu balita tentang pemanfaatan buku KIA di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal?” C. Tujuan Penelitian 1. c.

Keaslian Penelitian Penelitian tentang pemanfaatan Buku KIA pada ibu balita usia 1-5 tahun belum pernah dilakukan peneliti sebelumnya. Laksmono Widagdo (2009). Bagi Institusi Pendidikan Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi dan diharapkan mampu merangsang penelitian lanjutan dengan variabel lain yang belum diteliti antara lain : Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan Buku KIA pada balita usia 1 – 5 tahun. Bagi Masyarakat Menambah pengetahuan masyarakat khususnya ibu tentang pentingnya pemanfaatan Buku KIA pada balita usia 1 – 5 tahun. E. 3. Bagi Peneliti Penelitian ini juga bermanfaat menambah keterampilan bagi penulis dalam rangka belajar melakukan penelitian sederhana. akan tetapi sudah ada peneliti yang melakukan penelitian yang terkait dengan pemanfaatan Buku KIA dengan responden pada kader posyandu yaitu oleh : 1. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi penyusun rencana kegiatan dalam upaya meningkatkan pemanfaatan Buku KIA pada balita usia 1 – 5 tahun di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. 4. 2. . dengan judul Pemanfaatan Buku KIA oleh Kader Posyandu : Studi Pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kedung Adem Kabupaten Bojonegoro.

Penginderaan terjadi melalui pencaindera manusia. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku terbuka (over behavior). . rasa. 2004). h.121). 2003. Menurut Notoatmodjo (2003). yang mengutip pendapat Rongers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang menyadari perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan. dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo. Perilaku yang didasari pengetahuan umumnya bersifat langgeng. yakni : 1) Awereness (kesadaran) yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui stimulus (objek) terlebih dahulu. yakni indera penglihatan. penciuman. tempat dan waktu. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Jadi perbedaan dengan penelitian yang terdahulu adalah pada variabel penelitiannya yaitu pada responden. Tinjauan Teori 1. Pengetahuan a. dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Definisi Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil dan tahu yang terjadi melalui proses sensoris khususnya mata dan telinga terhadap objek tertentu (Sunaryo. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu.

Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. 5) Adaption.122-123). Notoatmodjo. 2) Enabling factor Faktor ketersediaan meliputi ketersediaan sarana pelayanan dan kemudahan mendapatkan pelayanan. dan persepsi. h. Tingkat Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2003. sikap. 3) Reinforcing factor Faktor pendorong ini meliputi sikap dan perilaku petugas kesehatan dan perilaku tokoh acuan. dan sikapnya terhadap stimulus. b.2) Interest yakni orang mulai tertarik kepada stimulus. subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan. menjelaskan bahwa perilaku ditentukan oleh tiga faktor yaitu : 1) Predisposing factor Faktor predisposisi ini meliputi pengetahuan. norma sosial. kesadaran. Menurut Green (Cit. 3) Evaluation (menimbang-menimbang baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya). pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu : 1) Tahu (Know) . orang telah mencoba perilaku baru. kepercayaan. 4) Trial. 2003).

Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. . seperti dapat menggambarkan (membuat bagan) membedakan. tetapi masih didalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. adalah ia dapat menyebutkan. memisahkan. 2) Memahami (Comprehension) Memahami diartikan sebagi suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui. menguraikan. mendefinisikan dan menyatakan. Merupakan tingkat pengetahuan paling rendah. 3) Penerapan (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). tahu artinya dapat mengingat kembali suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Kemampuan analisa ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja. mengelompokkan dan sebagainnya. metode. 5) Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk melakukan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Ukuran bahwa seseorang itu tahu. 4) Analisa (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen. dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. prinsip dan sebagainya dalam konteks dalam situasi yang nyata. Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum. rumus.

Faktor-faktor yang ada hubungannya dengan pengetahuan Pengetahuan dipengaruhi oleh pendidikan . 2002. 2009). alat untuk meningkatkan kualitas pelayanan KIA. 34). dan politik (Sarwono. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) berisi catatan kesehatan ibu (hamil. 2009). Definisi Buku KIA Buku KIA adalah Buku yang berisi catatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta berbagai informasi cara memelihara atau merawat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). 2004. Buku KIA a. alat mencapai langsung masyarakat. budaya. . bersalin. 2. h. Pengetahuan diperoleh dari fakta (kenyataan) dengan melihat dan mendengar sendiri melalui alat-alat komunikasi seperti membaca surat kabar. sosial. 7). monitoring dan sistem informasi (Depkes RI. Buku KIA merupakan alat untuk mobilisasi sosial dan pemberdayaan masyarakat. alat untuk meningkatkan surveilans. ekonomi. Pengetahuan dapat diperoleh dari pengalaman berdasarkan pikiran kritis (Soekanto. dan nifas) dan anak (bayi baru lahir. bayi dan anak balita) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak (Depkes RI. Pengetahuan diperoleh dari informasi baik lisan maupun tulisan dari pengalaman seseorang. melihat film atau televisi dan lain sebagainya. c. h.6) Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. mendengar radio.

Buku KIA juga memberikanstrategi kerjasama yangbaik antara lembaga donor dalam hal Kesehatan Ibu dan Anak. 69-70). 4) Mengikuti perkembangan bumi. 2) Informasi kesehatan tentang ibu dan anak dapat disimpan dan dibaca oleh kelurga guna memahami pesan/informasi yang tercantum dalam Buku KIA. Surat Keputusan Menteri Kesehatan mengenai Buku KIA yang telah disahkan pada tahun 2004 memberikan dasar yang kuat untuk meningkatkan fungsi buku KIA sebagai salah satu strategi nasional dalam menurunkan AKI dan AKB melalui dana khusus APBN. Tujuan Buku KIA. c. 2. dengan menjembatani gab antara petugas-petugas kesehatan dan masyarakat. 3) Untuk memudahkan tugas dalam memahami secara mandiri. 5) Alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan masalah kesehatan ibu dan anak 6) Mencatat pelayanan gizi kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannya (Mufdlilah. h. bayi dan balita serta bila mungkin penyakit-penyakit yang ada.b. Depkes mempertimbangkan Buku KIA sebagai salah satu alat untuk menurunkan AKI dan AKB. Sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil dan anak yang hingga kini masih rendah. Peran dan Fungsi Buku KIA 1. 2009. 1) Digunakan sebagai alat komunikasi dengan petugas kesehatan pada saat ibu/anak mendapat pelayanan kesehatan.ditandai dengan dengan masih tingginya angka kematian ibu dan anak di Indonesia yang mengharuskan jajaran Depkes harus bekerja keras untuk .

Karenanya program buku KIA yang merupakan pedoman keluarga sehat harus tetap dipertahankan. (Ekarahayupujilestari. Secara keseluruhan buku KIA mencakup beberapa hal isu strategis antara lain : 1. MTBS (Management Terpadu Balita Sakit) 6. G S I (Gerakan Sayang Ibu). 2009) d. 2. M P S (Making Pregnancy Safer). Daftar Isi Buku KIA Menurut (Depkes RI. 3. 2009. Kadarzi ( Keluarga Sadar Gizi) 5. menangulanginya. h. Selain menjadi acuan dan sumber pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan Ibu dan Anak . 3.buku KIA juga berfungsi sebagai buku catatan kesehatan ibu dan anak.serta Hepatitis Uniject pada saat dilaksanakan kunjungan neonatus (1-7 hari) oleh tenaga kesehatan.sebagai alat monitor kesehatan oleh petugas atau tenaga kesehatan dan meningkatkan komunikasi antara dokter. buku KIA terdiri dari dua bagian yaitu : 1) Untuk Ibu Berisi tentang : a) Penyuluhan pemeriksaan kehamilan secara teratur a) Persiapan Melahirkan (Bersalin) b) Penyuluhan Perawatan kehamilan Sehari-hari dan makanan ibu hamil . ii-iii) Pada dasarnya menurut pembagiannya.bidan dan pasien. Gebrak Malaria. Kesehatan Reproduksi 4.

c) Perawatan bayi sehari-hari.c) Tanda bahaya pada ibu hamil d) Tanda kelahiran bayi dan proses melahirkan e) Cara menyusui dan perawatan ibu nifas.ASI (Makanan Pengganti Air Susu Ibu) k) Catatan Kesehatan Anak l) Undang Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak m) Catatan Pemeriksaan Tambahan .KB h) Catatan kesehatan ibu hamil i) Catatan kesehatan ibu bersalin dan bayi baru lahir. d) Jadwal imunisasi e) KMS f) Perawatan anak sehari-hari g) Perawatan anak sakit h) Cara pemberian makan pada anak i) Cara merangsang Perkembangan Anak j) Cara membuat MP. b) Tanda bahaya pada bayi baru lahir. f) Tanda bahaya pada ibu nifas. 2) Untuk Anak Berisi tentang : a) Tanda bayi lahir dan perawatan bayi baru lahir. j) Blangko Surat Keterangan lahir. g) Cara ber.

3.(Depkes RI.n) Catatan Imunisasi e. 3) Alat untuk menemukan masalah kesehatan ibu dan anak. 2) Alat komunikasi dan penyuluhan yang dilengkapi dengan informasi penting bagi ibu. 2009). Pengembangan Buku KIA Mengembangkan Kelas ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dan keluargannya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak dengan dasar buku KIA yaitu melalui dibukanya kelas-kelas: . Manfaat Buku KIA 1) Untuk mencatat dan memantau gizi dan kesehatan ibu dan anak. keluarga dan masyarakat. Cara mendapat Buku KIA Buku KIA dapat diperoleh di semua tempat pelayanan kesehatan yaitu: 1) Polindes 2) Posyandu 3) Pustu 4) Puskesmas 5) Bidan 6) Dokter praktek 7) Rumah bersalin 8) Rumah sakit f.

a. persiapan persalinan. mengubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang menjaga kehamilan. 3) Manfaat (a) Bagi ibu dan keluarga: sarana untuk mendapat teman. Kelas Ibu Balita 1) Pengertian . memperoleh informasi penting yang harus dipraktekkan. 2) Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan. persalinan. dan perawatan bayi baru lahir melalui praktek dengan menggunakan Buku KIA. perawatan nifas. bertanya. b. dan untuk Masyarakat. serta membantu ibu dalam menghadapi persalinan dengan aman dan nyaman. Kelas Ibu Hamil 1) Pengertian Merupakan sarana belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil. (b) Bagi petugas kesehatan: lebih tahu masalah kesehatan ibu hamil dan keluarganya serta menjadi lebih dekat dengan ibu hamil dan keluarganya serta masyarakat. dalam bentuk tatap muka bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan. oleh. perawatan nifas. dan perawatan bayi baru lahir dengan menggunakan Buku KIA. 4) Paket Kelas Ibu Hamil (a) Lembar Balik Kelas Ibu Hamil (b) Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil (c) Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil (d) Leaflet KIA: untuk advokasi kepada masyarakat supaya kegiatan Kelas Ibu dapat berjalan dari.

Kelas Ibu Balita perlu diintegrasikan dengan kegiatan terkait kesehatan anak balita di masyarakat. 4. dll. Kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia antara 0-5 tahun secara bersama- sama berdiskusi. antara lain PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). dan saling tukar pendapat serta pengalaman tentang pemenuhan pelayanan kesehatan. 2) Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan. Balita . oleh. oleh dan untuk masyarakat (e) Supaya efektif. 3) Konsep (a) Menggunakan Buku KIA sebagai acuan utama (b) Dengan pendekatan belajar orang dewasa (c) Partisipatif disertai dengan praktek (d) Dari. sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan Buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang balita yang optimal. dan untuk Masyarakat. mencuci tangan. Bina Keluarga Balita (BKB) atau kegiatan desa lainnya. 4) Paket Kelas Ibu Balita (a) Lembar Balik Kelas Ibu Balita (b) Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Balita (c) Pedoman pelaksanaan Kelas Ibu Balita (d) Leaflet KIA: untuk advokasi kepada masyarakat supaya kegiatan Kelas Ibu dapat berjalan dari. PHBS. (f) Praktek yang dilakukan pada Kelas Ibu Balita antara lain pembuatan dan pemberian MP-ASI. cara memantau dan menstimulasi pertumbuhan. gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak dengan dibimbing oleh fasilitator. dalam hal ini digunakan Buku KIA.

Proses pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sejak dalam kandungan setiap organ dan fungsinya mempunyai kecepatan tumbuh yang berbeda-beda. Pertumbuhan dan perkembangan setiap anak berlangsung menurut prinsip-prinsip yang umum namun demikian setiap anak memiliki ciri khas tersendiri. (perkumpulan ahli pediatric Indonesia tahun 2008). kemampuan penginderaan. b. Definisi Balita Balita Adalah masa anak usia setelah bayi (post baby) yaitu setelah 12 bulan sampai dengan masa pra sekolah (preschool) yaitu 6 tahun.a. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak Masa lima tahun pertama merupakan masa terbentuknya dasar-dasar kepribadian manusia. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang terjadi pada setiap makhluk. berfikir. bertingkah laku sosial dan lain-lainnya. ketrampilan berbahsa dan berbicara. Pada manusia terutama kanak-kanak proses tumbuh kembang ini terjadi dengan sangat cepat terutama pada periode tertentu. Ada dua faktor yang mempengaruhi proses tumbuh kembang optimal seorang anak yaitu : 1) Faktor Dalam Yaitu faktor-faktor yang ada dalam diri anak itu sendiri baik faktor bawaan maupun faktor yang diperoleh termasuk disini antara lain : . Sedangkan perkembangan yang dialami anak merupakan rangkaian erubahan yang teratur dari satu tahap perkembangan ke tahap perkembangan berikutnya yang berlaku secara umum.

Kerangka Teori Kerangka teori memuat garis besar pemikiran teoritis yang akan menuntun penulis dalam melakukan penelitian dan menganalisa data.a) Hal-hal yang diturunkan orang tua atau generasi sebelumnya a) Unsur berfikir dan kemampuan intelektual b) Keadaan kelenjar zat-zat dalam tubuh c) Emosi dan sifat-sifat (temperamen) tertentu 2) Faktor Luar Termasuk disini antara lain : b) Keluarga c) Gizi d) Budaya e) Teman bermain dan sekolah. (Depkes RI. h. 2-6) B. Adapun kerangka teori dalam penelitian ini adalah : . disajikan dalam bentuk bagan. 2003.

Kerangka Konsep Penelitian . Pemanfaatan Buku KIA Balita Sehat Gambar 1 Kerangka Teori Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Buku KIA pada Balita Usia 1 – 5 tahun. (L. 2003) B A B III METODE PENELITIAN A. Green dalam Notoatmojo.

2). 69). . Berdasarkan landasan teori diatas. maka kerangka konsep penelitian ini adalah sebagai berikut : Gambar 2 Kerangka konsep penelitian B. 2007. h. Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati dan diukur melalui penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo. kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono. 2005. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel yaitu pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Buku KIA. Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. h.

Definisi 2.Manfaat 4. Definisi Operasional 21 Dalam penelitian ini untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian tentang variabel-variabel yang diamati atau diteliti.Isi buku KIA 5.l tentang menjawab 75%) pemanfaata pertanyaan Benar nilai 1 3: Kurang (< 60%) n Buku KIA tentang dan Salah pada balita pemanfataan nilai 0 usia 1-5 Buku KIA tahun pada balita usia 1-5 tahun Yang terdiri dari : 1. h. 46).1 Definisi Operasional Definisi Penelitian Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala Operasional Pengetahua Kemampuan Kuesioner 1: Baik (> 75%) Ordina n Ibu untuk tertutup 2: Cukup (60%. (Notoatmodjo. Definisi operasional ini juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap variabel-variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrumen (alat ukur). C. Tabel 3. 2005. perlu sekali variabel-variabel tersebut diberi batasan atau “definisi operasional”.Tujuan 3.Cara Mendapat buku KIA .

Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Jenis dan Desain Penelitian . Rancangan Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian 1. Umur Ibu Lama hidup Kuesioner 1: umur < 20 tahun Ordina seseorang 2: umur 20-35 l sejak tahun dilahirkan 3: umur > 35 tahun sampai dengan pengisian kuesioner Pendidikan Pendidikan Kuesioner 1: Tidak tamat SD Ordina formal yang 2: SD l terakhir 3: SLTP 4: SLTA 5: PT Pekerjaan Sesuatu Kuesioner 1: Bekerja Nomin yang 2: Tidak bekerja al dikerjakan untuk mendapatka n penghasilan D. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2011 sampai dengan April 2011. 2. E.

148). Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang dihadapi pada saat sekarang ini (Notoatmodjo.tiap subyek penelitian hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subyek pada saat pemeriksaan (Notoatmodjo.2005. dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach).Sedangkan menurut (Sugiono. 2007. . h. h. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita usia 1-5 tahun di Desa Kedokansayang kecamatan Tarub Kabupaten Tegal tahun 2011 yang berjumlah 287 orang. Populasi. 145-146). sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dan Teknik Sampel a. h. 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek. 2006. 81). Survey deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif. h. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiono. b. 2007. 2005. 80). Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto. h. 131). Artinya.

Strata yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan strata posyandu. tetapi hasilnya dapat mewakili atau mencakup seluruh objek yang diteliti (Notoatmodjo.masing strata atau wilayah (Arikunto. . 2) Posyandu Kenanga II dengan jumlah 78 ibu balita.139). Teknik Sampel Dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportional Sample atau Sampel Proporsi yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk menyempurnakan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Meskipun penelitian hanya mengambil sebagian dari objek yang diteliti. untuk memperoleh sampel yang representatif. Dalam melakukan penelitian kadang-kadang peneliti melakukannya terhadap seluruh objek. pengambilan subyek dari setiap strata atau setiap wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing. Oleh karena itu. 4) Posyandu Kenanga IV dengan jumlah 66 ibu balita. tetapi sering juga peneliti hanya mengambil sebagian saja dari seluruh objek tersebut. 2002. Posyandu di Desa Kedokansayang berjumlah 4 dengan populasi sebagai berikut : 1) Posyandu Kenanga I dengan jumlah 64 ibu balita. 2006. h. 3) Posyandu Kenanga III dengan jumlah 79 ibu balita. h. c.Ada kalanya banyaknya subyek yang terdapat pada setiap strata atau setiap wilayah tidak sama. 79).

Populasi dalam penelitian ini berjumlah besar maka sampel dapat diambil 10-15% atau 20-25% dari populasi (Arikunto. 3) Ibu yang bisa membaca dan menulis. Posyandu Kenanga I (12 responden) b. 134). 2006. h. dan 4) Ibu yang berdomisili di Desa Kedokansayang Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. 2) Ibu yang bersedia menjadi responden. Kriteria inklusi sampel penelitian yaitu : 1) Ibu yang memiliki anak balita. Penelitian ini menggunakan sampel dengan jumlah 52 responden sehingga penghitungan sampel menurut strata posyandu adalah sebagai berikut : a. Posyandu Kenanga II . Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 15% × 287 = 52 responden.

Peneliti mendapatkan data yaitu berupa a. Posyandu Kenanga IV (12 responden) 3. Responden dimohon kesediaannya untuk mengisi kuesioner tersebut. Data Primer yaitu data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh responden. . Kuesioner terdiri dari 26 pertanyaan yang akan dijawab oleh responden. Teknik pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. (14 responden) c. Posyandu Kenanga III (14 responden) d.

Jenis kuesioner yang digunakan dengan pertanyaan positif dan negatif berbentuk chek list. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Cara pengisian kuesioner adalah responden memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan pendapatnya dengan memberi tanda check ( √ ) pada kolom benar atau salah. 4. untuk mengetahui apakah pertanyaan yang terdapat pada kuesioner yang telah disusn mampu mengukur apa yang ingin diukur. 2005. F. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 1. yang berupa laporan bulanan oleh Bidan Desa dan Koordinator KIA Puskesmas Kesamiran. Hasil pengisian kuesioner diperoleh pengetahuan responden tentang pemanfaatan Buku KIA.151).atau hal-hal yang ia ketahui(Arikunto.teknik korelasi yang dipakai adalah teknik product moment dengan rumus sebagai berikut : .maka perlu diuji dengan uji korelasi antara skor tiap-tiap item pertanyaan dengan skor total kuesioner tersebut. h.131).Menurut Notoatmodjo (2002. h. 2006. Data Sekunder didapat dari Puskesmas Kesamiran dan Bidan Desa Kedokansayang.129).menurut Notoatmodjo(2005. Uji validitas Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo. h. Alat ukur dalam penelitian ini adalah beberapa pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner. h.130).b.

632 mak pertanyaan tidak valid sehingga tidak dipakai untuk penelitian. Keterangan: rxy . 2005. .nilai r tabel adalah sebesar 0.jika nilai r hitung < 0.133-136).Jika dengan r hitung >r tabel maka pertanyaan valid. maka perlu dilihat di tabel nilai product moment.Koefisien korelasi tiap item dengan skor dengan skor total x :Nilai tiap Item y :nilai dari total item N :Banyaknya sampel Untuk mengetahui apakah nilai korelasi tiap pertanyaan itu signifikan. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. h.632.133 ).berdasarkan tabel product moment dengan taraf kesalahan 5 %. Menurut Notoatmodjo(2005.Dalam penelitian ini untuk uji validitas sejumlah 10 orang. h. 2.pengujian reliabilitas dilakukan pada item pertanyaan yang telah memiliki validitas.Hal ini menunjukan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten (Notoatmodjo.

d. Melakukan uji korelasi dengan rumus korelasi product moment untuk kedua belahan tersebut.Jika nilai r hitung < 0. h.maka instrument tersebut reliabel.Uji reabilitas kuesioner pada 10 responden maka r tabel adalah 0.180) dengan teknik ini instrumen dibelah menjadi dua kelompok . Mengajukan kuesioner kepada sejumlah responden diluar sampel penelitian kemudian dihitung validitas.135-136) langkah-langkah yang ditempuh untuk menguji reliabilitas alat ukur dengan teknik belah dua adalah sebagai berikut: a. Menurut Sugiono (2003. Membagi-bagi item tersebut menjadi dua kelompok.632. Pengolahan dan Analisa Data a. h.632 maka kuesioner tidak dapat dipercaya / reliabel. Skor masing-masing item pad tiap belahan dijumlahkan sehingga akan menghasilkan dua kelompok total. h. b. Menurut Notoatmodjo (2005. Cara pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik belah dua dari Spearman Brown. G. h.180) apabila r hitung > r tabel.278)untuk menghitung koefisiensi reliabilitas instrument yang digunakan rumus Spearman Brown sebagai berikut : Keterangan : ri :Reliabilitas internal instrumen rb :Korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua Menurut Arikunto(2006. c. Pengolahan Data . Menghitung koefisien realibitas. e.Menurut Arikunto(2006.

127-128). Menurut Saryono (2010. Penyajian dalam bentuk tabel adalah suatu penyajian yang sistematik daripada data numerik. 3) Scoring Pemberian nilai sesuai jawaban responden . yaitu nilai 1 untuk jawaban benar dan nilai 0 untuk jawaban salah. yang tersusun dalam kolom atau jajaran (Notoatmodjo. setelah angket dikumpulkan selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Editing Editing adalah upaya untuk memeriksakan kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. 2005 h. Peneliti menyediakan data dari hasil penelitian kuesioner dalam bentuk tabel. Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan analisa data menggunakan komputer. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data dan atau setelah data terkumpul.h. . Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga daftar kode dan artinya dalam satu buku (code book) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode dari suatu variabel. 4) Tabulating (memasukkan data) Memasukkan jawaban dalam bentuk kode ke dalam master tabel untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data yang diperoleh. 2) Coding Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori.194).

dari hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan prosentase menggunakan rumus sebagai berikut: Kemudian hasil perhitungan prosentase dikonversikan dalam skala ordinal menjadi 3 kategori yaitu : a. Informed Consent Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara penliti dengan responden penelitian dengan memberikan lembar pertanyaan. . Kurang Baik =<60% H.Inform consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. 225). h. Baik =>75% b. Cukup Baik =60-75% c. selain prinsip-prinsip penelitian tersebut diatas. b. Etika Penelitian Menurut Hidayat (2007). peneliti juga harus memperhatikan etika dalam melakukan penelitian sebagai berikut : a. Anonimity( tanpa nama) Anonimity digunakan untuk memberikan keadilan dalam penggunaan subjek penelitian dengan tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar pengukur dan tidak menuliskan nama pada lembar pengumpulan data atau hanya penelitian yang disajikan.b. Analisis Data Menurut Arikunto (2002.

Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti. Kerahasiaan (confidentiality) Kerahasiaan digunakan untuk menjamin kerahasiaan hasil penelitian. Posted by Ario_iriantoro at 8:12 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest 1 comment: . hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.c. baik infomasi maupun masalah-masalah lainnya.

2013 at 11:31 PM mba mw txa buku tentang konsep buku KIA dicari dmn yah??bsa ksih recomendsi judul buku n pengarangnya???thanks Reply Load more. Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) JAM BACA KOMIK ONLINE .. 1. rhya yeppooDecember 2..

Bingung mau diapain blog ini? Pinginnya sih bisa diurutan teratas google search.Pengikut Blog Archive Akon-Lonely Mengenai Saya Ario_iriantoro Baru belajar bikin blog.ph target="_blank"><img . Mohon bantuannya. View my complete profile <a href="http://s1190.

FB Badge Rio Aja Create Your Badge Travel template. . Powered by Blogger.