You are on page 1of 18

ABSTRAK

HUBUNGAN KADAR ALBUMIN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST
OPERASI LAPARATOMY DI RUANG MAWAR RUMAH SAKIT SLAMET RIYADI
SURAKARTA

Marjiyanto, Lilis Murtutik, Anik Suwarni

Latar Belakang: Studi pendahuluan di RST Slamet Riyadi Surakarta diketahui data
pasien post operasi laparatomy pada bulan Januari 2013 di ruang Mawar RS Slamet Riyadi
ada 160 pasien, yang dilakukan operasi laparatomi ada 31 pasien (19,38%). Dijumpa juga
pasien post operasi laparatomy eksplorasi di ruang Mawar RS Slamet Riyadi Surakarta
sebagian besar mengalami nyeri yang tinggi setelah tindakan operasi, dan diantaranya
menjalani perawatan lebih dari 7 hari hal ini terjadi karena belum menyatunya jaringan kulit
sehingga diperlukan perawatan lebih lama.
Tujuan : Mengetahui hubungan Kadar Albumin dengan penyembuhan luka pada
pasien post operasi laparatomy di Ruang Mawar Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta.
Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan rancangan cross
sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien post operasi laparatomy di Ruang
Mawar RST Slamet Riyadi Surakarta yang berjumlah 31 orang. Sampel dalam penelitian ini
adalah seluruh pasien post operasi laparatomy dengan teknik total sampling. Teknik analisis
yang digunakan dengan analisis Chi-Square.
Hasil: (1) Kadar albumin pasien yang mempunyai kadar albumin normal (antara 3,5 –
5,2 g/dl ada 12 orang (37,5%) dan tidak normal (< 3,5 g/dl yaitu ada 20 orang (62,5%); (2)
Tingkat penyembuhan luka diketahui yang termasuk belum sembuh ada 6 orang (18,8%)
dan yang sudah sembuh ada 26 orang (81,3%); (3) Ada hubungan yang signifikan antara
kadar albumin dengan penyembuhan luka pada pasien post operasi laparatomy di ruang
2
Mawar RS Slamet Riyadi Surakarta ( hit = 5,492 ; p = 0,013).
Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kadar albumin dengan
penyembuhan luka pada pasien post operasi laparatomy di ruang Mawar Rumah Sakit
Slamet Riyadi Surakarta.

Kata Kunci : Kadar Albumin, Penyembuhan Luka.

80

1. hepateroktomi. 2007). kolesistoduo. 1997). 2005). Selain tindakan dengan ditandai menyatunya jaringan bedah dengan teknik sayatan laparatomi kulit (Abadi. proliferasi. kolostomi. Sehingga dalam yang sering dilakukan dengan teknik perawatan normal ibu post operasi sayatan arah laparatomi adalah berbagai laparatomy akan lebih aman pulang jenis operasi uterus. 2006). memiliki kadar hemoglobin > 11 g/dl. bergabung dengan oksigen dan karbon Bedah laparatomy juga merupakan dioksida untuk diangkut melalui sistem tindakan dengan pembedahan. No. oedema dan rasa sakit (fase hemoroidek-tomi dan fistulotomi atau inflamasi) setelah hari ke-3 atau ke-4 fistulektomi. 2002).5 mg/dl bedah digestif dan kandungan. Oksigen ini berfungsi Bedah laparatomi merupakan selain untuk oksidasi biologi juga tindakan operasi pada daerah abdomen. dimana penyembuhan radikal. pada bedah digestif dan kandungan. 1. Kesembuhan luka apabila kurang dari jumlah tersebut akan operasi sangat dipengaruhi oleh suplai menimbulkan hemodilusi (pengenceran Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. Tindakan bedah kandungan (Jong. hangat splenotomi. splenorafi/ menunjukkan tanda eritema. gasterektomi. Albumin merupakan molekul teknik ini juga sering dilakukan pada protein di dalam sel darah merah yang pembedahan organ lain. Herniotorni. luka harus diobservasi sampai 6 hari histerektomi sub total.PENDAHULUAN oksigen dan nutrisi ke dalam jaringan A. 2012). Latar Belakang (Kartinah. Secara klinis luka sudah tidak denostomi. histerektomi setelah operasi. disebut abnormal dan konsentrasi yang (Medicastore. luka fase pembentukan kolagen dimulai coforektomi bilateral. eksenterasi pelvic dan salingo. Pasien yang normal beberapa tahapan yaitu inflamasi. pada kulit. Akan tetapi secara teori histerektomi baik itu histerektomi total. Juli 2013 81 . operasi pada tuba setelah hari ke-4 atau ke-5 (Cunningham fallopi dan operasi ovarium. fibroblastik dan maturasi Saat post operasi minimal harus 10 g/dl (Hendro. yaitu: et all. 2007). Proses peredaran darah ke sel-sel dalam tubuh penyembuhan lukanya akan melalui (Wikepedia.5 mg/dl dapat digestif yang sering dilakukan dengan menunjukkan tanda klinis yang teknik sayatan arah laparatomi yaitu: bermakna seperti edema. Tindakan bedah kurang dari 1. apendectomy. oksigenasi jaringan (Guyton. 1997). bedah laparatomi merupakan teknik Rentang nilai rujukan kadar albumin sayatan yang dilakukan pada daerah bervariasi tapi secara umum albumin abdomen yang dapat dilakukan pada serum yang kurang dari 2.

dan Riyadi Surakarta?” sisanya sebanyak 129 pasien (80. orang dan 26 orang mempunyai Di Rumah Sakit Slamet Riyadi kesembuhan luka sempurna. Banyaknya data yang hari ke-6 post operasi laparatomy membuktikan bahwa kadar albumin sehingga diperlukan perawatan lebih darah berkaitan dengan prognosis lama. sebagian besar mengalami nyeri yang Infus albumin telah dipakai sejak tinggi terutama pada hari–hari awal puluhan tahun yang lalu sebagai salah setelah tindakan operasi. No. sedangkan post operasi membuat para ahli berkeyakinan untuk laparatomy di Ruang Mawar sebanyak memperbaiki hipoalbuminemia dengan 31 orang dengan luka tak sempurna 5 infus albumin. Pada periode 1-30 peneliti tertarik untuk mengadakan Desember tahun 2012 jumlah operasi penelitian di wilayah tersebut. 2007). yang dilakukan operasi di Ruang Mawar Rumah Sakit Slamet laparatomi ada 31 pasien (19. darah) yang membuat sirkulasi oksigen Mawar RS Slamet Riyadi Surakarta terganggu (Abadi. dan diantaranya penyakit. Data pasien post operasi pada “Apakah terdapat hubungan Kadar tanggal 1 – 30 Januari 2013 di ruang Albumin dengan Penyembuhan Luka Mawar RS Slamet Riyadi sebanyak 160 pada Pasien Post Operasi Laparatomy pasien. Menurunnya kadar albumin menjalani perawatan lebih dari 7 hari dapat menjadi penyebab terjadinya dan informasi yang kami peroleh hal kelainan tetapi lebih banyak merupakan tersebut sebagian besar terjadi karena komplikasi penyakit yang diderita belum menyatunya jaringan kulit sampai sebelumnya. 1. pada tahun 2011 jumlah segera menyatunya jaringan kulit akibat pasien yang menjalani operasi bedah luka pembedahan terutama salah sebanyak 1. 1. juga dibenarkan oleh perawat yang Tujuannya adalah mengatasi kondisi bertugas di ruang Mawar yang merawat hipoalbuminemia pada berbagai setiap harinya. sedangkan yang satunya disebabkan suplai darah ke dilakukan operasi laparatomi sebanyak jaringan. Hal tersebut satu pilihan terapi dalam praktek medis.148 pasien. bedah umum 350 kegiatan yang terdiri dari 230 operasi besar dan 120 operasi B. Hal inilah yang membuat 151 pasien. Penulis menjumpai juga pasien post operasi laparatomy eksplorasi di ruang 82 Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. Perumusan Masalah sedang. Juli 2013 .38%). Tidak Surakarta.63%) pasien dengan operasi bedah umum.

1. khususnya luka pasca operasi laparatomy. Mendeskripsikan kadar Albumin pasca operasi laparatomy. Juli 2013 83 . b. Manfaat Teoritis dapat menjadi referensi bagi a. No. pasca operasi laparatomy. Tujuan Khusus dengan penatalaksanaan luka a. Penelitian ini c. Manfaat Penelitian c. Menganalisa keadaan yang terjadi di tatanan praktik mengenai hal- Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. diharapkan meningkatkan b. Penelitian ini Surakarta. pada pasien post operasi c. 1. D. Bagi perawat. Bagi Institusi pendidikan. Bagi Pasien. Tujuan umum mengupayakan suatu solusi yang Mengetahui hubungan Kadar konkrit untuk meningkatkan Albumin dengan penyembuhan luka pelayanan keperawatan. Menganalisa hubungan kadar diharapkan dapat digunakan Albumin dengan waktu sebagai bahan pertimbangan penyembuhan luka pada dalam mengambil kebijaksanaan Pasien Post Operasi Laparomy untuk meningkatkan upaya di Ruang Mawar Rumah Sakit efektivitas penatalaksanaan luka Slamet Riyadi Surakarta. Tujuan Penelitian hal yang sebenarnya terjadi dan 1. Hasil penelitian ini 1. Mendeskripsikan waktu pengetahuan dan kesadaran penyembuhan luka pada Pasien untuk mau dan mampu terlibat Post Operasi Laparatomy di dalam proses penyembuhan luka Ruang Mawar Rumah Sakit pasca operasi laparatomy. Bagi peneliti berikutnya. Slamet Riyadi Surakarta. Mengaplikasikan perawat dalam memberikan teori metodologi penelitian untuk asuhan keperawatan khususnya diterapkan dalam kegiatan nyata dalam penatalaksanaan luka di lapangan. pada Pasien Post Operasi Laparomy di Ruang Mawar 2.C. Dapat laparatomy di Ruang Mawar Rumah digunakan sebagai referensi atau Sakit Slamet Riyadi Surakarta bahan dalam melakukan penelitian yang berhubungan 2. b. Bagi Rumah Sakit. Bagi peneliti. Manfaat Praktis Rumah Sakit Slamet Riyadi a.

Proses dimana saluran respirasi. kontaminasi tidak baru. 2008). 2007). genital atau golden period. No. penyembuhan sangat tergantung pada pencernaan. gigitan hewan (Sjamsuhidajat. (c) Perdarahan dan oleh ahli bedah yang biasanya dapat pembekuan darah. perubahan suhu. Luka didefinisikan sebagai disrupsi pada Luka adalah hilang atau rusaknya integritas kulit dan jaringan yang sebagian jaringan tubuh. infeksi pada sistem pernafasan. granulasi. Proses yang yang dapat diperkirakan. 1. dimana dalam proses dapat disebabkan oleh trauma benda penyembuhan lukanya waktu tajam atau tumpul. 2004). ledakan. mengakibatkan putusnya hubungan merupakan luka pembedahan kontinyuitas jaringan. 1. Adapun luka operasi adalah luka yaitu luka bedah tak terinfeksi akut yang dibuat oleh ahli bedah dengan yang mana tidak terjadi proses tujuan terapi atau rekonstruksi peradangan (inflamasi) dan (Asmussen & Sollner cit Ismail. Luka akut 1. Juli 2013 . sengatan listrik atau tidak terdapat penyimpangan luka (Riza. 2007). Kriteria akut adalah luka terkontrol. mendadak dan penyembuhan selalu terjadi. 2007). (d) Kontaminasi sembuh dengan waktu penyembuhan bakteri. dan 1) Berdasarkan tingkat kontaminasi maturasi. Pada berdasarkan bagaimana cara proses penyembuhan luka ini akan mendapatkan luka itu dan menunjukkan melalui beberapa tahapan yaitu derajat luka: (Taylor cit Ismail.TINJAUAN PUSTAKA sesuai dengan waktu yang diperkirakan A. sedangkan yang dimaksud dengan luka pencernaan. (e) Kematian sel. inflamasi. (b) Respon stres luka operasi adalah luka yang dibuat simpatis. a) Clean Wounds (Luka bersih). adalah luka yang disebabkan trauma b) Clean-contamined Wounds (Luka baik tajam maupun tumpul yang bersih terkontaminasi). kemudian terjadi pada jaringan yang Luka sering digambarkan rusak ini ialah penyembuhan luka. Ketika luka timbul. Keadaan ini mendasarinya. semakin cepat semakin perkemihan dalam kondisi baik hasilnya. genital dan urinari akut menurut Perdanakusuma (2007) tidak terjadi. Tinjauan Teori (Moreau cit Ismail. kemungkinan 84 Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. beberapa efek akan Berdasarkan beberapa definisi di muncul: (a) Hilangnya seluruh atau atas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian fungsi organ. hemostasis. zat penyembuhan dapat diperkirakan dan kimia.

epidermis dan bagian atas dari dermis. luka 2) Berdasarkan kedalaman dan luasnya a) Luka akut : yaitu luka dengan luka masa penyembuhan sesuai a) Stadium I : Luka Superfisial dengan konsep penyembuhan (“Non-Blanching Erithema) : yaitu yang telah disepakati. penyembuhan luka bedah akut klinis seperti abrasi. c) Contamined Wounds (Luka Lukanya sampai pada lapisan terkon-taminasi). d) Stadium IV: Luka “Full inflamasi nonpurulen. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. luka yang terjadi pada lapisan b) Luka kronis yaitu luka yang epidermis kulit. dapat Thickness” : yaitu hilangnya karena faktor eksogen dan lapisan kulit pada lapisan endogen. obat). fresh. luka akibat tetapi tidak mengenai otot. juga termasuk insisi akut. mengalami kegagalan dalam b) Stadium II : Luka “Partial proses penyembuhan. blister atau melibatkan interaksi antara ekstrinsik lubang yang dangkal.17%. yang dapat meluas sampai oksigenisasi dan perfusi jaringan. Kemungki. Merupakan luka Menurut Gitarja dan Hardian superficial dan adanya tanda (2004). dan intrinsik faktor: c) Stadium III : Luka “Full 1) Intrinsik Thickness” : yaitu hilangnya kulit Faktor yang mempengaruhi keseluruhan meliputi kerusakan diantaranya usia. tendon dan tulang d) Dirty or Infected wounds (Luka dengan adanya destruksi/ kotor atau infeksi). jaringan yang mendasarinya. Luka kecelakaan dan operasi dengan timbul secara klinis sebagai kerusakan besar dengan teknik suatu lubang yang dalam dengan aseptik atau kontaminasi dari atau tanpa merusak jaringan saluran cerna. 1. status nutrisi. dermis dan fasia terbuka. Thickness” yang telah mencapai nan infeksi luka 10% . pada kategori ini sekitarnya. No. 1. terdapatnya mikroorganisme 3) Berdasarkan waktu penyembuhan pada luka. termasuk luka epidermis. lapisan otot. timbulnya infeksi luka adalah 3% bawah tetapi tidak melewati .11%. kondisi saat ini atau nekrosis jaringan subkutan (penyakit. yaitu kerusakan yang luas. Juli 2013 85 .

kolostomi. Pada intraoperatif. bentuk pelayanan perawatan yang thermoregulasi. Konsep Dasar Laparatomi : mencakup hemostatis. operasi begitu juga lama rawat yaitu : sisi di bagian atas. petugas kesehatan yang telah menjalani operasi pembedahan tidak bekerja sesuai dengan prinsi perut. Persiapan fisik sebelum operasi. jenis hepateroktomi. pembedahan. sel yang rusak. Ada 4 penyembuhan luka akut operasi. kondisi luka yang diberikan kepada pasien-pasien yang lembab. yaitu : 1) Midline incision. aseptik dan antiseptik serta Proses fisiologis penyembuhan penggunaan alat-alat kesehatan yang luka menurut Morison (2004) dapat tidak memenuhi standar sterilitas. (empat) cara.5 cm) pencukuran dapat mempengaruhi ± sedikit ke tepi dari garis tengah. teknik splenektomy. b) Fase destruktif : Pembersihan (http://medicastore. teknik operasi apendektomi. hemoroidektomi merupakan faktor yang penting dalam dan fistulotomi atau fistulektomi. lamanya operasi. Adapun jaringan yang mati dan yang tindakan bedah digestif yang sering mengalami devitalisasi oleh leukosit dilakukan dengan teknik sayatan arah polimorvonuklear dan makrofag. yaitu : 4 cm di atas dan proses penyembuhan luka. pelepasan Bedah laparatomi merupakan histamin dan mediator lain dari sel- tindakan operasi pada daerah abdomen.m 2012). Juli 2013 . Durasi fase 1-6 hari. Durasi fase 0-3 hari. 1. kolesistoduo-denostomi. pembedahan colesistotomy dan jenis operasi. dibagi ke dalam 4 fase utama: a) Fase inflamasi akut terhadap cedera 2. ± insisi melintang di post operasi stress yang bagian bawah misalnya : pada operasi berhubungan dengan operasi dapat appendictomy. 1. 2) Ekstrinsik gasterektomi. mempengaruhi proses penyembuhan Perawatan post laparatomi adalah luka seperti oksigenisasi. Pada anterior spinal iliaka. yaitu : panjang (12. Persiapan operasi seperti 2) Paramedian. bedah digestif dan kandungan. 3) resiko terjadinya infeksi pada luka Transverse upper abdomen incision. splenorafi/splenotomi. laparatomi yaitu: Herniotorni. misalnya sebelum operasi. No. 86 Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. dan 4) Transverse lower jahitan mempengaruhi resiko infeksi abdomen incision. dan migrasi sel darah bedah laparatomi merupakan teknik putih (leukosit polimorfo-nuklear dan sayatan yang dilakukan pada daerah makrofag) ke tempat yang rusak abdomen yang dapat dilakukan pada tersebut.

3) Anti-inflamasi 3. 2) Membantu metabolisme dan Durasi fase 3-24 hari. Indra. transport carrier). manusia. kons-traksi luka dan terutama substansi lipofilik (fungsi reorganisasi jaringan ikat. menginfiltrasi luka. pengikatan zat dan fase 24-365 hari. 1. agar Molekul albumin berbentuk elips tidak terjadi peritonitis bakterialis sehingga bentuk molekul seperti itu tidak spontan akan meningkatkan viskositas plasma 7. Pada 6) Mempertahankan integritas molekul albumin terdapat 17 ikatan mikrovaskuler sehingga dapat disulfida yang menghubungkan asam. Juli 2013 87 . No. sehat 70 kg. c) Fase proliferatif : yaitu pada saat 1) Mempertahankan tekanan onkotik pembuluh darah baru. dimana 42% berada di 8) Inhibisi agregrasi trombosit kompartemen plasma dan sisanya dalam kompartemen ektravaskuler Kadar albumin dalam darah (Peter cit Hasan. 2008). Albumin menghambat produksi radikal bebas terdiri dari rantai polipeptida tunggal eksogen oleh leukosit dengan berat molekul 66. usus ke dalam pembuluh darah.4 kDa dan polimorfonuklear. Kadar Albumin 4) Membantu keseimbangan asam Albumin merupakan protein plasma basa karena banyak memiliki anoda yang paling banyak dalam tubuh bermuatan listrik. yang diperkuat plasma agar tidak terjadi asites oleh jaringan ikat. Memiliki efek antikoagulan dalam dan terlarut sempurna. senyawa endogen dalam tubuh epitelisasi. tranportasi berbagai obat-obatan dan d) Fase maturasi: mencakup re. Cadangan total albumin effect). laju degradasi dan distribusi mengikat gugus bermuatan positif antara kompartemen intravaskuler dan pada antitrombin III (heparin like ektravaskuler. Durasi metabolit. Kadar albumin kapasitas kecil melalui banyak gugus serum ditentukan oleh fungsi laju bermuatan negatif yang dapat sintesis. mencegah masuknya kuman-kuman asam amino yang mengandung sulfur. yaitu: 1) Makanan atau Gizi Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. maupun kerja atau fungsi albumin yang Albumin merupakan protein plasma optimal dalam tubuh dipengaruhi oleh yang berfungsi sebagai berikut: beberapa hal. 1. yaitu sekitar 55-60% dari 5) Antioksidan dengan cara protein serum yang terukur. terdiri dari 585 asam amino.

No. yang meneliti tentang akut di RSUD Dr. Kesimpulan penelitian ini observasional. Moewardi”. 1. Adapun rancangan yang adalah: 1) Hipoalbumin masih dapat digunakan dalam penelitian ini dengan ditemukan pada pasien yang masuk cross-sectional karena mengambil data RS Dr. didapatkan 29 (47. Kerangka Konsep digunakan dengan korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini Penyembuhan Luka Post Operasi responden yang diobservasi sembuh Laparatomy di Ruang Mawar Rumah luka. sembuh primer pada hari ketujuh dan 32 (52. Nur Iksanudin (2007). 1. Tinjauan Penelitian Terdahulu apendektomi pada pasien apendisitis 1. Agung (2005). Juli 2013 . Alat analisis yang B. : Pengaruh Kadar Albumin Serum terhadap Lamanya Penyembuhan D. Sardjito Ada hubungan kadar albumin dengan Yogyakarta. statistik antara kadar albumin serum terhadap lamanya penyembuhan B. yang meneliti Mawar RS Slamet Riyadi Surakarta pada 88 Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol.54%) pasien Sakit Slamet Riyadi Surakarta. Sardjito. Penelitian telah dilakukan di Ruang 2. 2) Terdapat dari variabel bebas dan terikat pada pengaruh yang bermakna secara waktu yang bersamaan.46 %) pasien dinyatakan METODOLOGI PENELITIAN sembuh tetapi lebih dari 7 hari. Kerangka Konsep albumin serum dengan kejadian infeksi luka operasi pasca C. Hipotesis Luka Operasi di Bagian Bedah Hipotesis dalam penelitian ini adalah : Digestive RS Dr. Moewardi. 2) Fungsi Jantung dan Paru tentang “Hubungan antara status gizi 3) Fungsi Organ-organ Tubuh Lain berdasar kadar albumin serum 4) Merokok dengan kejadian infeksi luka operasi 5) Zat yang terkandung dalam Teh pasca apendektomi pada pasien 6) Penyakit yang Menyertai apendisitis akut di RSUD Dr. Jenis dan Rancangan Penelitian ada satupun pasien yang tereksklusi Jenis penelitian menggunakan karena terjadi luka infeksi luka metode penelitian deskriptif operasi. Tidak A. Lokasi dan Waktu Penelitian luka. Hasil penelitiannya Variabel Bebas : Variabel Terikat : menyimpulkan bahwa: hubungan Kadar Albumen Penyembuhan Luka antara status gizi berdasar kadar Gambar 1.

5 C. Terikat: luka pada hari Tidak al Pe ke 3.5 – 5. mmHg). Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. Populasi dan Sampel nyem berikut: (0) Populasi dan sekaligus sampel buhan Tanda vital dalam penelitian ini adalah semua luka.5 g/dl). tekanan darah post operasi Laparatomy di Ruang 110/70–130/90 Mawar berjumlah 32 pasien. 2.2 al pada pasien Kadar metode g/dl) post Albu cyanmethemo Tidak laparatomy. Kadar Albumin. min globin di ruang Normal (0) Mawar Rumah (< 3. pasien x/menit. Berdasarkan jumlah RR 12–24 pasien pada bulan Januari 2013. No. nyeri. Uji Albumin responden dengan menggunakan uji laboratorium dengan menggunakan metode cyanmethemoglobin. sebagai sembuh C. Variabel Terikat memerah Penyembuhan luka post operasi pada laparatomy. Juli 2013 89 . pembalut luka bersih tidak E. Definisi Operasional tampak ada No Variabel Definisi Standar Skala pus atau darah dan Skor yang melekat. nadi Ruang Mawar Rumah Sakit Slamet 74–84 x/menit.tanggal 21 Maret 2 Varia Tanda-tanda Sembuh Skala bel penyembuhan (1) nomin 2013. Riyadi Surakarta. tanggal 23 Februari . Instrumen Penelitian Riyadi Instrumen penelitian yang digunakan Surakarta. tidak muncul tanda D. dengan: 1. kulit/rubor). 1. 1. Sakit Slamet F. oedema. Variabel Bebas (hangat pada kulit. normal (suhu 0 tubuh 36 – pasien post operasi Laparatomy di 0 37. Variabel Penelitian inflamasi 1. 1 Varia Nilai kadar Normal Skala menyatunya bel albumin diukur (1) nomin jaringan kulit Bebas: dengan (3.

nyeri dilakukan tabulasi. dilakukan oleh 2 observer. Analisis Bivariat Slamet Riyadi Surakarta.5 gr/dl. 1. Juli 2013 . sebagai berikut: gatal. Analisis data saat ditekan/bergerak.0 for Setelah data terkumpul windows SP2.5 0C. Dalam melakukan b) Tanda-tanda penyembuhan penelitian. Penyembuhan luka pasien post Dikatakan sembuh bila skor laparatomy digunakan dengan 1. pasien post operasi laparatomy di ruang Mawar Rumah Sakit b. artinya bahwa tidak ada hubungan kadar 90 Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. mmHg. terasa bevariate. nadi 74 – 84x/menit. pada pasien post operasi laparatomy Setelah data terkumpul dan di Ruang Mawar Rumah Sakit ditabulasi selanjutnya dianalisis Slamet Riyadi Surakarta. tabel dan grafik. dengan checlist. pemberian kode.0 for 1) Variabel bebas menggambarkan: windows XP. Hasil analisis kemudian dilakukan pengolahan jumlah disajikan dalam tabel. 2. dilakukan dengan analisis univariate dan terdapat cairan serosa. Analisis bivariat merupakan Dikatakan normal bila nilai analisis yang digunakan untuk albumin 3. dengan bantuan SPSS 18. dan setelah itu bengkak berkurang.5 – 5. nafas 12 G. Berdasarkan uji statistik a) Nilai penyembuhan luka tersebut maka dapat diputuskan: 1) Bila hasil p > 0. dengan bantuan SPSS 18. data dengan analisis Chi-Square 2) Variabel terikat menggambarkan: ( 2). No.2 g/dl dan menerangkan hubung-an kadar dikatakan tidak normal bila nilai albumin dengan penyembuhan luka albuminnya < 3. hangat pada kulit. Teknik Analisis Data – 24x/menit dan tekanan Data yang terkumpul kemudian darah 110/70 – 130/90 diolah dengan tahapan perbaikan data. dan bila belum sembuh menggunakan lembar observasi diberi skor 0. Analisis Univariate kulit. Analisa yang dilakukan terhadap Setelah data terkumpul dan variabel dari hasil penelitian yang ditabulasi selanjutnya dianalisis berupa narasi. menyatunya jaringan a. luka yaitu suhu 36 – 37.05. 1. Hasil analisis Nilai dari pengaruh albumin jumlah disajikan dalam tabel.

1. Juli 2013 91 . albumin dengan penyembuhan bersama perawat di ruang mawar luka pada pasien post operasi RS Slamet Riyadi Surakarta dan laparatomy di Ruang Mawar studi dokumentasi dari rekam Rumah Sakit Slamet Riyadi medik.05. 1. RST Slamet Riyadi Surakarta c. Setelah judul penelitian diajukan b. 1. Permohonan ijin penelitian H. Surakarta. Tahap Persiapan peneliti mengajukan permohonan a. observasi penelitian serta meminta saran dilakukan oleh peneliti dibantu berkaitan dengan penelitian yang 2 observer di ruang Mawar akan dilakukan. d. peneliti mengadakan studi pendahuluan melakukan hal-hal sebagai dengan melakukan wawancara berikut: Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. Studi pendahuluan kurang lebih 14 hari. seminar proposal penelitian. Melakukan Observasi sebagai tempat penelitian Data diambil pada bulan kemudian melakukan pende. No. Melakukan Pengolahan Data untuk mendasari permasalahan Setelah data terkumpul sampai yang akan diteliti maka peneliti batas waktu penelitian. artinya bahwa proposal ada hubungan kadar albumin Setelah proposal penelitian dengan penyembuhan luka pada selesai disusun dan disetujui oleh pasien post operasi laparatomy Pembimbing I dan Pembimbing di Ruang Mawar Rumah Sakit II. Studi Kepustakaan ijin penelitian ke RS Slamet Mengumpulkan literatur-literatur Riyadi Surakarta dengan yang berhubungan dengan membawa pengantar masalah yang akan diteliti permohonan ijin penelitian dari sebagai landasan teori. Penyusunan dan seminar 2) Bila hasil p < 0. e. b. Jalannya Penelitian Sebelum melakukan penelitian. peneliti sudah mengadakan Slamet Riyadi Surakarta. tanggal 23 Februari 2013 katan dengan kepala ruang sampai dengan tanggal 21 menyampai-kan rencana Maret 2013. Tahap Pelaksanaan RS Slamet Riyadi Surakarta a. Universitas Sahid Surakarta. Memilih tempat penelitian Peneliti memilih di ruang Mawar 2.

2 g/dl 20 62. dan dilihat dari jenis pekerjaan responden kebanyakan sebagai PNS/TNI/POLRI 92 Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol.8 Data yang telah selesai dianalisis Swasta 10 31.6%). Penyembuhan luka : b. Dilihat dari tingkat pendidikan sebagian besar pendidikan SLTA yaitu 21 orang (65. Menginterpretasikan data-data tersebut dengan teori-teori dari Berdasarkan Tabel 1 diketahui penelusuran kepustakaan yang bahwa kebanyakan responden berumur ada.8 mengetahui hubungan antar SLTA 21 65.5 Normal) langkahnya sebagai berikut: 3. si (f) tase c. Variabel Frekuen Persen 2) Pengolahan dan penelitian.0 3.5 – 5.0%). Membuat tabel sesuai dengan (Normal) kelompok data yang ada. No. 1. sedangkan > 30 tahun 13 40.3 2 Square ( ).3 kemudian disajikan dalam bentuk Kadar Albumin : tabel dan narasi. 1. < 3.5 g/dl (Tdk 12 37.0 tabel dan narasi.6 analisa data dilakukan secara Tingkat Pendidikan deskriptif kuantitatif dengan cara SD 3 9. sedangkan untuk SLTP 6 18. 1) Editing kelengkapan data HASIL PENELITIAN yang telah terkumpul yang A. antara 20-30 tahun yaitu sebanyak 16 orang (50. PT 2 6.4 frekuensi (f). Adapun langkah. Mendeskripsikan data secara Belum sembuh 6 18.5 a. Pekerjaan : PNS/TNI/Polri 16 50. Juli 2013 .8 kualitatif dari data yang ada. Karakteristik Responden meliputi identitas klien dan Tabel 1 Distribusi Karakteristik jumlah keperawatan yang Responden diobservasi. Melakukan analisa data (%) Umur Responden Data yang diperoleh kemudian < 20 tahun 3 9. Tahap Pelaporan Wiraswasta 6 18.6 variabel digunakan uji Chi.3 c.4 disajikan dalam bentuk tabel- 20 – 30 tahun 16 50. Sembuh 26 81.

jenis protein di dalam sel darah merah pembedahan.5-5. Juli 2013 93 . No. dan dilihat dari kurang dari jumlah tersebut akan penyembuahan luka kebanyakan sudah menimbulkan hemodulasi sembuh (81. Albumin merupakan molekul Persiapan fisik sebelum operasi. teknik operasi yang bergabung dengan oksigen dan merupakan faktor yang penting dalam karbon dioksida untuk diangkut penyembuhan luka akut operasi.5 g/dl apabila orang (62. Hal ini berarti pasien post operasi laparatomy di kebanyakan pasien post operasi ruang Mawar RST Slamet Riyadi laparatomy di ruang Mawar RST Surakarta.5–5.3%).5%) dan penyembuhan luka diketahui bahwa yang mempunyai kadar albumin yang termasuk belum sembuh antara 3. sel-sel dalam tubuh. Kadar Albumin pasien minimal 3.3%) dari keseluruhan yang diteliti. Menurut Abadi Dilihat dari kadar albumin mayoritas (2007).3%).2 g/dl ada 20 orang sebanyak 6 orang (18.8%).5%).0%) dari keseluruhan responden melalui sistem peredaran darah ke yang diteliti. ekstrinsik dan intrinsik faktor.2 g/dl yaitu ada 20 operasi laparatomy yaitu sebanyak 26 orang (62. (50. Analisis Univariat dimiliki pada pasien post laparatomy a.5 – 5. Hal ini berarti kebanyakan mempunyai kadar albumin normal pasien sudah sembuh dari post yaitu antara 3. 1. Setelah dilakukan pengumpulan menurut nilai kriteria variabel kadar b.5%). dan B.2 g/dl (Normal) yaitu sebanyak 20 laparatomy harus 3. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. dan yang (62. Hasil tersebut menunjukkan sudah sembuh sebanyak 26 orang bahwa kebanyakan pasien (81.5 g/dl. 1. Tingkat Penyembuhan Luka albumin pasien yang mempunyai Berdasarkan pengumpulan data kadar albumin < 35 g/dl (Tidak menurut nilai kriteria variabel tingkat normal) ada 12 orang (37. padahal ukuran (2004). (pengenceran darah) yang membuat sirkulasi oksigen terganggu.5–5.2 g/dl. Slamet Riyadi Surakarta mempunyai Menurut Gitarja dan Hardian albumin normal.5%) dari seluruh responden orang (81.5-5.2 g/dl. Saat post 3. penyembuhan luka bedah kadar albumin dikatakan normal yaitu akut melibatkan interaksi antara mempunyai skala 3. Analisis dan Pembahasan kadar albumin normal yang harus 1. pasien normal memiliki kadar mempunyai kadar albumin sebanyak albumin 3.

thermoregulasi. jenis Penyembuhan Luka Operasi di Bagian operasi. dimana nilai uji berdasar kadar albumin serum dengan Chi-Square = 5. Juli 2013 . akut di RSUD Dr. teknik Bedah Digestive RS Dr. Hasil baik kadar atau normal kadar albumin penelitiannya menyimpulkan bahwa yang dimiliki pasien maka semakin baik terdapat hubungan antara status gizi tingkat kesembuhan luka pasien post berdasar kadar albumin serum dengan operasi laparatomy yang dirawat di di kejadian infeksi luka operasi pasca ruang Mawar RST Slamet Riyadi apendektomi pada pasien apendisitis Surakarta. Tidak ada satupun luka yang lembab. artinya bahwa semakin akut di RSUD Dr. Moewardi. 1. Pada responden yang diobservasi sembuh luka post operasi yang berhubungan luka.841 dengan nilai kejadian infeksi luka operasi pasca probabilitas ( ) 0. Moewardi”. Persiapan operasi seperti pencukuran Hal ini didukung oleh hasil penelitian dapat mempengaruhi resiko yang dilakukan oleh Agung (2005). Hasil penelitian ini dan proses penyembuhan luka.54 %) pasien dengan operasi dapat mempengaruhi sembuh primer pada hari ketujuh dan 32 proses penyembuhan luka seperti (52. 1.013 yang nilainya apendektomi pada pasien apendisitis kurang dari 0. Sardjito jahitan mempengaruhi resiko infeksi Yogyakarta. didapatkan 29 (47. yang terjadinya infeksi pada luka operasi meneliti tentang : Pengaruh Kadar begitu juga lama rawat sebelum Albumin Serum terhadap Lamanya operasi. petugas kesehatan pasien yang tereksklusi karena terjadi yang tidak bekerja sesuai dengan luka infeksi luka operasi.05.46 %) pasien dinyatakan sembuh oksigenisasi. No. masuk RS Dr. lamanya operasi.492 > 3.. (2) Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik 2. kondisi tetapi lebih dari 7 hari. 94 Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. diketahui bahwa terdapat hubungan yang Di samping itu. hasil penelitian ini signifikan antara kadar albumin terhadap didukung oleh penelitian yang dilakukan penyembuhan luka pada pasien post oleh Nur Iksanudin (2007). Kesimpulan dari prinsip aseptik dan antiseptik serta penelitiannya adalah: (1) Hipoalbumin penggunaan alat-alat kesehatan yang masih dapat ditemukan pada pasien yang tidak memenuhi standar sterilitas. Pada intraoperatif. Sardjito. yang meneliti operasi laparatomy di ruang mawar RST tentang “Hubungan antara status gizi Slamet Riyadi Surakarta. Analisis Bivariat antara kadar albumin serum dengan Berdasarkan hasil analisis regresi lamanya penyembuhan luka.

Albumin pasien yang mempunyai berkaitan dengan medical bedah kadar albumin normal (antara 3. Diharapkan tidak normal (< 3. dexamedia. Simpulan meningkatkan mutu pelayanan yang 1. 3. 8.5%).5%) dan 4. 5. Bagi Rumah Sakit. N. Obstetri Williams. 2. 2007.8%) kadar albumin.ac.492 . MacDonald. 1997. Januari – operasi laparatomy. No. misalnya lamanya dan yang sudah sembuh sebanyak dirawat. A. Bagi Institusi Pendidikan. Jakarta. dalam bidang kesehatan selain 2. Ada hubungan yang signifikan antara kadar albumin dengan DAFTAR PUSTAKA penyembuhan luka pada pasien Abadi.. Vol. F. artikel No. Agung. dan wawasan kepada berbagai 2005.C. Saran Lamanya Penyembuhan Luka 1. oksigenisasi. http://www.. Diharapkan dapat Operasi. operasi laparatomy. edisi 19.5 g/dl yaitu ada 20 untuk meneliti dan mengembangkan orang (62. http/www. dan 26 orang (81. pengaruh albumin terhadap tingkat Semarang: Askep.2 g/dl ada 12 orang (37.com/ meningkatkan pengetahuan dan test/htdocs/dexamedicca/ kesadaran untuk mau dan mampu article_files/kadar albumin terlibat dalam penanganan operasi serum_terhadap laparatomy agar dapat mengurangi lamanya_penyenbuhan_luka_operasi. Maret 2005. Standard Operasional Prosedur kalangan pendidikan mengenai dalam Perawatan Luka Jahit. Kadar Hemoglobin Ibu Post post operasi laparatomy di ruang Partum. F.3%). W. umur. Diharapkan Asosiasi Institusi Pendidikan D III memberikan tambahan pengetahuan Keperawatan Propinsi Jawa Tengah.5 – khususnya bedah laparascopy. Juli 2013 95 . Bagi Perawat. M. Grand. 1. P.013). G. 2 Surakarta ( hit = 5. 1.PENUTUP 3.id. penyembuhan luka operasi post Cunningham. terjadinya infeksi pasien luka post pdf. 2005. April Mawar Rumah Sakit Slamet Riyadi 2009. Tingkat penyembuhan luka tentang faktor yang mempengaruh diketahui yang termasuk belum tingkat kesembuhan luka dengan sembuh sebanyak 6 orang (18. Diharapkan dapat A. asupan makanan. Pengaruh Kadar Albumin Serum terhadap B.. Bagi Peneliti Berikutnya. Hendri.simposia. 1. EGC Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. = 0.

com.30 Juni 2007. Jurnal Nopember 2012. Luka Post Secsio Caesarea di Ruang FIK. Rineka Cipta. http/www.Gonzales ER. California. 30 From Evidence To Therapy. Evidence- http//www. Yogyakarta: Graha Margaretha. Luka dan Perawatannya. B. 2008. 2007. Universitas Sriwijaya. Process Practise. google. Mekanisme Penyembuhan Hemoglobin dengan Penyembuhan Luka. Erb.Moewardi Surakarta. 8 Oktober 2012. KDM 2006.Yogyakarta : Ismail.com. UMS. Peran Albumin dalam Notoatmojo. dan Tities Anggraeni Indra. UGM. Divisi Kesehatan. Kannewurf B. Karakteristik Ilmu. 2007. 2008. Essentia Medika. 2007. Surakarta. 2002. luka_pdf. Patologi dan Fisiologi Idexx. 1997. tidak di dipublikasikan). Based Wound Care Management thea. Status Gizi berdasar Kadar Albumin Harmono. Departemen Ilmu Penyakit Nur Iksanudin. 2003. Palembang: Hasan. 1998. 2009. Phase of Wound Healing. Dr. US Ginekologi RSMH Palembang Periode Pharmacist. Metodologi Penelitian Penatalaksanaan Sirois Hati. Refay Ekha Vinaya. Addison.blogspot. Juli 2013 . S. Day Interactive Course. Riza. One Irmanthea. K. http://docs. Setiadi. Perdanakusuma. Faktor Penyembuhan Luka. 1. publikasikan. Cetakan 1 : Jakarta EGC.http/www. 2005. Oxorn. Keperawatan S1. K. blogspot. Ilmu Bedah Indonesia. Irsan..com/merawat. Hepatologi. 30 September Jong. IKABI. Jakarta. 2009. The Caesarea di Bagian Obstetri dan Clinical use of Albumin. Course Book. Hubungan antara Dalam FKUI/RSCM –Jakarta.com/2007/07/1.. Mawar I RSUD Dr.Diakses tanggal 22 httl. G. Persalinan. 2007. Konsep dan Penulisan Riset Wesley Publishing Company Keperawatan. 2007. Faktor-faktor resiko Serum dengan Kejadian Infeksi Luka Infeksi Luka Operasi Pada Pasien Operasi Pasca Apendektomi pada Pasca Bedah Dewasa di Unit Bedah Pasien Apendisitis Akut di RSUD RSUP DR Sardjito Yogjakarta. Skripsi (tidak Yogyakarta. 2003.nursingbrainriza/ Desember 2009. 1995. S. Surakarta: UMS. Buku Ajar Ilmu Bedah. 1. Fak. Skripsi (tidak Fundamental of Nursing . Concepts dipublikasikan). Wim. 2007. Moewardi Kozier. 1 Januari . Liese Alfha. No. Blas. Hubungan Kadar Kartinah.com/2007/11/.oirman.idexx. Persalinan dengan Tindakan Sectio 96 Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. Definisi Luka. 2007. Surakarta: UMS.

D. 2006. 1999. 1. * Marjiyanto. Bedah. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Penggunaan Antibiotik USAHID. Dosen Program Studi Keperawatan Utomo. 1. Jakarta. S. MABBI XIII.Sjamsuhidrajat.Kep.. Jakarta: EGC. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol. Juli 2013 97 . 2000. No. Keperawatan USAHID. Jakarta: Rineka Cipta. S. Jakarta: EGC.Kep. Bedah. Suzanne C dan Brenda G Bare. Suatu Pendekatan Praktik. Suharsimi.. Prosedur Penelitian . Buku Ajar Keperawatan Medikal ** Anik Suwarni. 2002... Arikunto.Ns.Kes. Dosen Terkontaminasi di IRD RSIA Malang. Profilaksis pada Operasi Bersih dan *** Lilis Murtutik.M. Ilmu Bedah Kebidanan. edisi 8. Mahasiswa Program Studi Smeltzer..Ns. Buku Ajar Ilmu Wiknyosastro. edisi revisi VI. 2007. Program Studi Keperawatan USAHID.