You are on page 1of 10

MANAJEMEN UTILITAS RUMAH SAKIT

A. Kebutuhan Air Bersih

Angka kebutuhan air bersih Rumah Sakit Umum Ananda diprediksi berdasarkan
standar kebutuhan air bersih rumah sakit sesuai ketentuan Pedoman Rumah Sakit
Indonesia (500 ltr/org/hr untuk pasien rumah sakit), karyawan 120 ltr/org/hr dan
pengunjung 160 ltr/org/hr, dan rawat jalan 8 ltr/org/hr.

Tabel 1. Perhitungan air bersih

Pemakaia Jumlah
No Fasilitas /
Jenis Layanan Orang n Air Kebubutuhan
. Peralatan
(ltr/hr) Air (ltr/hr)
1. Pasien Rawat Inap 55 - 500 27.500
Tenaga Kerja
2. 125 - 120 15.000
Rumah Sakit
3. Rawat Jalan 70 - 8 580
Pengunjung (Non
4. 110 - 160 17.800
Pasien)
Jumlah 60.660
Kebutuhan air untuk perawatan gedung = 20% 12.132
Cadangan air untuk pemadam kebakaran = 5% 3.033
Cadangan Persediaan Air Bersih = 10% 6.066
Total Kebutuhan Air Bersih 81.891

Dari tabel diatas diperoleh prediksi total kebutuhan air bersih untuk aktivitas harian
Rumah Sakit Umum Ananda sebesar 81.891 liter/hari atau 81,89 m3/hari atau 8, 189
m3/jam. Kondisi saat ini terdapat 2 tandon air dimana dalam sehari rumah sakit
mengeluarkan air sebanyak 14.400 L/hari. Untuk saat ini pemenuhan kebutuhan air masih
dapat dipenuhi. Namun sesuai perhitungan prediksi kebutuhan akan air bersih di atas,
maka untuk kedepannya diperlukan reservoar yang mampu menampung air tambahan
agar tidak terjadi kekurangan air.

1. Kebutuhan Air Bersih untuk Sistem Proteksi Kebakaran Aktif
Kebutuhan air bersih untuk sistem proteksi kebakaran aktif wajib direncanakan.
Mengingat bencana kebakaran tidak dapat diprediksi kemungkinan terjadi. Sehingga
rumah sakit wajib menyediakan air untuk pemadaman kebakaran. Menurut Dirjen Pu

angle valve.831 m2. dan nozzle dapat menyemburkan bertekanan minimal 4. Persyaratan kapasitas minimum penampung penyediaan air mencakup semua penampung air untuk springkler. hose.bahwa persentase cadangan air untuk pemadam kebakaran adalah sebesar 5% dari kebutuhan air bersih rumah sakit. Jumlah sprinkler per satu katup kendali untuk sistem bahaya kebakaran ringan sebanyak 500 sprinkler. Air bersih untuk sistem proteksi kebakaran digunakan untuk : a. sumbat akan pecah dan air bertekanan yang ada dalam pipa akan memercik ke segala arah. Sistem pipa tegak .5 kh/cm2.2 kh/cm2 dan besaran aliran air sebesar 225 L/menit (60 USGPM). b. Hydrant Hidrant terdiri dari box. jumlah springkler juga menentukan klasifikasi bahaya kebakaran yang dipilih. Springkler adalah pemercik yang berfungsi apabila terpapar > 68 Celcius. Springkler Rumah sakit termasuk dalam hunian bahaya kebakaran ringan (SNI 03- 389-2000). Tekanan air pada kepala springkler untuk bahaya kebakaran ringan tergantung pada besarannya aliran air pada pipa tegak untuk sistem kombinasi parsial. Kapasitas tampung minimum ini untuk tangki bertekanan. Sistem springkler untuk klasifikasi sistem bahaya kebakaran ringan memiliki area maksimum proteksi. Area maksimum lantai yang diproteksi oleh springkler disuplai oleh satu pipa tegak sistem springkler yaitu 4. termasuk slang kebakaran berukuran 20mm atau 25mm. Kepadatan pancaran yang direncanakan 5 mm/menit dengan daerah kerja maksimum yang diperkirakan 84 m2. Besarnya tekanan air pada kepala springkler 2. Sistem pengairan pemadam kebakaran meliputi : 1. Selain berdasarkan luas.

Katup kontrol 4. Sedangkan limbah cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman taman dan kolam. Kotak selang kebakaran 7. Hidrant Pipa tegak basah harus mengalirkan tidak kurang 132 liter air / menit dengan tekanan sisa tidak kurang dari 1. serta mampu mengalirkan air minimal selama 45 menit. juga dapat dipakai sebagai cadangan untuk pemadam kebakaran.2 m3/hr atau 3. Untuk mengelola air limbah cair tersebut diperlukan unit pengelolaan limbah cair dengan kapasitas sebesar 100 m3/hr. maka akan terbuang sebagai air limbah. sehingga debit (Q) air limbah atau limbah cair yang dihasilkan dalam satu hari = 74.1 m3/jam. seperti dalam gambar rencana. 2. Kegiatan ini menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat.72 m3/hr. B. Alat kontrol dan panel 3. Untuk hidrant halaman pasokan air harus sekurang-kurangnya 500 GPM pada tekanan 3. dengan teknologi sistem biofilter aerob dan anaerob. Pipa tegak 5.176. Landing valve 6. Dari jumlah pemanfaatan air bersih di atas diperkirakan 80% dari 92.5 bar.8 kg per/cm2 pada setiap dua kran yang mengalir secara serempak dalam waktu 30 menit.00 m3/hr atau 74. . 8. Instalasi Pengelolaan Air Limbah Dampak yang mungkin ditimbulkan dari pemanfaatan air bersih berupa limbah cair. Sambungan siamase berfungsi untuk menerima asupan air dari DPK bila pompa pemadam tidak bekerja.

Stop valve digunakan untuk menghentikan aliran air kota yang masuk ke sistem sprinkler kebakaran jika kebakaran telah padam. SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF Sistem proteksi kebakaran aktif adalah salah satu factor keandalan bangunan gedung terhadap bahaya kebakaran. Sistem sprinkler hanya akan memadamkan api dengan posisi di bawah atau di sekitar sprinkle head – ini artinya sistem sprinkler tidak dapat memadamkan api di seluruh gedung kecuali jika seluruh ruangan memasang sistem ini. Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran 2. mengukur tekanan dalam sistem sprinkler kebakaran merupakan hal yang sangat penting karena air tidak akan keluar melalui nozzle tanpa adanya tekanan. Hal ini memungkinkan sistem sprinkler kebakaran untuk mengaktifkan pantauan pada panel alarm kebakaran yang kemudian memberitahu pemadam kebakaran bahwa sistem sprinkler kebakaran Anda telah aktif. Sprinkler head – sprinkler head merupakan satu-satunya bagian dari sistem sprinkler kebakaran yang dapat Anda lihat setiap hari. 7. SISTEM KOMPONEN TAMBAHAN PADA SISTEM SPRINKLE switch pressure – switch pressure memonitor sistem alarm kebakaran untuk penurunan tekanan air setelah melewati alarm valve. Sistem Sprinkler Komponen Sistem Sprinkler ada 7 bagian 1. Sistem proteksi antara lain : 1. Sistem proteksi kebakaran aktif wajib diadakan untuk bangunan rumah sakit dimana sebagaian besar penghuninya adalah pasien dalam kondisi lemah sehingga tidak dapat menyelamatkan dirinya dalam bahaya. 5. Mereka biasanya yang menjadi penyebab fluktuasi kecil dalam tekanan air sehingga tidak akan memicu alarm. . katup akan terbuka dan air akan mengalir melalui seluruh sistem sprinkler kebakaran. 3. Tempat pemberhentian valve dipasang dengan monitor katup. 8. Stop valve – stop valve biasanya terkunci dalam posisi terbuka dan dicat dengan warna merah cerah sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya. 4. Alarm valve – alarm valve mengontrol aliran air ke dalam sistem sprinkler kebakaran. Ini adalah salah satu cara katup yang hanya akan terbuka bila tekanan di sisi sprinkler katup kurang dari tekanan pasokan air (yaitu ketika kepala sprinkler api terbuka). Alarm test valve – valve ini memungkinkan Anda untuk menguji sistem sprinkler kebakaran tanpa meng-off kan pengaturan seluruh sistem. Biasanya ada dua alat pengukur dipasang pada sistem sprinkler kebakaran – salah satu yang menunjukkan tekanan pasokan air dan yang lain menunjukkan tekanan instalasi. 2. Pressure gauge – pressure gauge. 6. Mereka pada dasarnya merupakan katup yang terbuka bila mendeteksi temperatur dengan suhu tinggi. Ketika kepala sprinkler api terbuka. yang digunakan untuk memantau apakah stop valve terbuka atau tertutup. Flow switch – Flow switch memantau aliran air melalui beberapa bagian yang berbeda dari pipa dalam sistem sprinkler kebakaran secara otomatis dan menentukan kapan harus mengaktifkan alarm.