You are on page 1of 13

MATERI II

NARASUMBER : Pastor Sajimin, PR

PASTORAL SEKOLAH

Pastoral secara umum diartikan sebagai "penggembalaan" dimana tugas penggembalaan ini
meneladan Yesus sebagai gembala yang baik (Mzm 33, Yoh 10: 1 - 15). Tujuan pastoral adalah
membantu agar setiap orang mengalami hidup berkelimpahan ( hidup dan berkembang sebagai
manusia seutuhnya) seperti yang telah diteladankan oleh Yesus Kristus sendiri. Melihat dari
pengertian pastoral secara umum tersebut, maka pastoral sekolah bisa di artikan sebagai "Upaya
berpastoral di lingkup sekolah, yakni sekolah katolik." sekolah katolik diharapkan mampu menjadi
"komunitas Murid-Murid Yesus" yang berdasarkan seluruh gerak dan hidup pada pribadi Yesus
sebagai utama.

Definisi Pastoral hasil pertemuan di Malino tahun 1981 oleh tim komisi kateketik KWI
adalah "segala kegiatan yang ditujukan untuk pengembangan, peningkatan, pembinaan hidup
beriman umat katolik di sekolah." Di dalam definisi tersebut sekurang kurang ditemukan 4 unsur
penting yaitu :

1. Segala kegiatan , meliputi :

 Liturgi yang berarti merayakan dan memuji kedatangan Allah kepada manusi melalui
kegiatan liturgis dan Ibadat / Misa, Ibadat Tobat, dll)
 Kerygma yang berarti memaklumkan kedatangan Allah yang menyelematkan melalui
pada mereka yang belum mengenal Allah
 Katekese, yaitu pengembangan iman melalui pelayanan sabda, sehingga pengajar
maupun murid bersama – sama mengalami sejarah hidupnya di dalam terang pengajaran
Gereja Katolik. Hal ini bisa ditempuh melalui pelajaran agama katolik, pendalaman iman,
pelajran untuk persiapan inisiasi (Babtis,Ekaristi dan Krisma)
 Martyria yaitu kegiatan memberi kesaksian iman katolik, baik melalui kata, perbuatan
atau gaya hidup yang memperlihatkan atau memberi kesaksian tentang hidup katolik
 Koinonia yaitu untuk mengumpulkan umat Allah, menjadi satu persaudaraan. Bila
dilakukan dalam kegiatan camping rohani, sharing iman.
 Diakonia atau pelayanan yang terwujud di dlam kegiatan pelayanan orang miskin,
kunjungan ke panti asuhan, aksi puasa, aksi natal, aksi sosial, pelayanan masyarakat dan
sebagainya.
2. Yang ditujukan untuk pengembagnan, peningkatan dan pembinaan hidup beriman.
3. Umat katolik yakni anak-anak, remaja muda-mudi, guru dan petugas – petugas di sekolah
yang beragama katolik.
4. Di sekolah, yakni sekolah katolik

Bedasarkan pemahaman dan realitas tersebut di atas, untuk itu lingkup pastoral sekolah sebagai
bidang studi baru akan bergerak sesuai arah dan panduan komisi kateketik. Pastoral sekolah lebih

berkomitmen. khususnya Gaudium Et Spes. Berbicara mengenai visi dan konsepsi pastoral sekolah. Visa ini akan menjadi dasar pijakan dari pelaksanaan rencana kegiatan. Sehingga konsep mengenai pastoral sekolah berati pengertian atau gambaran mengenai pastoral sekolah. BAB 2 VISI DAN KONSEP PASTORAL SEKOLAH 1. dengan memahami visi dan konsepsi tentang pastoral sekolah. beriman. Dari pengertian tersebut menjadi jelas bahwa visi pastoral sekolah tidak boleh bertentangan dengan visi pastoral ditemukan dasar pijakan untuk setiap kegiatan pastoral sekolah. tentu perlu disinggung beberapa persoalan. .memperhatikan dan mengembangkan kehidupan “spiritual” agar mampu menempa peserta didik menjadi insan yang bermoral. di sisni dapat diartiakan sebagai pengertian atau gambaran. Sedangkan untuk memahami visi dan konsep mengenai sekolah khususnya sekiolah katolik akan dijelaskan mengenai tujuan-tujuan gereja mendirikan sekolah katolik. Konsep pastoral berati gambaran atau pengertian atau gambaran mengenai pastoral. PENGANTAR Modul ini akan memperluas wawasan peserta mengenai pastoral sekolah. nilai – nilai spiritualitas yang akan ditanamkan pada peserta didik adalah spiritualitas yang mengacu pada nilai -nilai dasar pendidikan Santa Ursula dengan core value “ SERVITE ET AMATE” artinya LAYANILAH DAN CINTAILAH. Untuk membicarakan isi dan konsep mengenai pastoral sekolah akan disajikan pastoral sebagaimana disajikan dokumen Konsili Vatikan II. lebih khusus lagi. Mengenai kata “konsepsi” . mengenai:  Visi pastoral  Visi sekolah  Visi pastoral sekolah  Konsepsi pastoral  Konsepsi sekolah  Konsepsi pastoral sekolah Istilah visi di sini dapat diartikan sebagai apa yang diangan-angankan atau apa yang dimimpikan-mimpikan. yang juga dapat diartikan sebagai sebagai segala sesuatu yang diangan-angankan dan dijadikan sebagai dasar pijakan dalam pelaksanaan rencana-rencana kegiatan sekolah. berkarakter dan memegang nilai – nilai katolisitas. sedangkan konsep sekolah berarti gambaran atau pengertian mengenai sekolah. Demikian juga halnya dengan visi sekolah. Maka dengan visi pastor dimaksudkan segala yang diangan-angankan mengenai pastoral dan yang menjadi pijakan dari perencanaan kegiatan pastoral serta pelaksanaannya.

Tiga Tujuan Gereja Mendirikan Sekolah-Sekolahnya Dalam rangka menjernihkan visi dan konsepsi kan g dalam tmengenai pastoral sekolah perlu dipahami gagasan-gagasan mengenai sekolah-sekolah katoik yang boleh ditempat dalam tiga arah yaitu: a. Akan tetapi 1. Gereja menyelanggarakan sekolah untuk membantu orang-orang katolik. (kalau orang tua yang beragama lain mau menyekolahkan anaknya di sekolah katolik. Gereja sendiri justeru terdiri dari sumbangan cinta kasih murni itu. 1. bukan melulu kepentingan gereja sendiri. 2. Anggaran dasar penyelenggaranya berasaskan kekatolikan . yaitu mewartakan Kristus dapat dilaksanakan. mereka harus dengan tahu dan mau menerima sifat sekolah itu. 3. dengan demikian juga terdapat kebebasan mereka. Kendatipun kenyataan selalul lebih kaya dari setiap skema diharapkan bahwa uraian tentang alasan yang mendukung dan melawan. dapt menjadi tempat persemaian yang memeperkembangkan jumlah umat dan dengan demikian memajukan masyarakat. tentang ciri-ciri ke-katolikan dan tentang akibat-akiibat bagi hubungan sekolah dengan masyarakat dapt menolong para penyelenggara sekolah katolik ntuk menetukan kebijakan. b. Sekolah bukanlah satu-satunya alat atau tempat untuk melaksanakan tugas pewartaan kristus. Maka sekolah katolik menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak didik katolik. c. sekolah type merupakan tempat pertemuan semua aliran masyarakat dan gereja. bukan obyek. Gereja menyelenggarakan sekolah untuk membantu orang setempat apaun juga agama mereka. Anak adalah pelaku utama dalam pendidikan dan sekolah seharusny melayani kebutuhan baik anak didik maupun masyarakat dimanapun sekolah itu berada. d. BEBERAPA TUJUAN GEREJA DALAM MENYELENGGARAKAN SEKOLAH KATOLIK DAN TANTANGAN-TANTANGAN PASTORAL SEKOLAH 1. Gereja menyelenggarakan sekolah untuk berkontak dengan asyarakat agar tugas gereja yaitu mewartakan Kristus dapat dilaksanakan. sehinfga perlu memperhatikan bahwa mereka adalah subyek. Ciri-ciri kekatolikan: 1. Alasan-alasan yang mendukung Sekolah semacam ini sesuai dengan latar belakang sejarah perkembangan gereja dan motivasinya didasarkan atas kutipan injil serta pandangan tertentu mengenai tugas pokok gereja bahwa bahwa sekolah katolik dapat merupakan tempat dan alat untuk berkontak dengan masyarakat. Sekolah mempunyai tujuan intrinsik sendiri dan bukan untuk menambah jumlah baptisan atau mencari anggota katolik baru ( maka tidaklah mngherankn tuduhan akan kristenisasi). Gereja menyelenggarakan sekolah untuk berkontak dengan masyarakat agar tugas gereja. Kebutuhan masyarakatlah yang menentukan pelayanan yang diberikan.

Adanya sikap was-was dari masyarakat untuk memberikan kesempatan membuka sekolah katolik(kristenisasi. Anak-anak non katolik dapat mengalami paksaan yang bertentangan dengan prinsip kita. Masyarakat tidak/ kurang berpartisipasi terhadap sekolah. sehingga pelaksanaan pembinaan iman menjadi sulit . Sekolah diangap komunitas iman yang menunjang dan melengkapi pendidikan iman dan keluarga. 2. Gereja atau sekolah ambil bagian dalam membudayakan masyarakat. Adanya hubungan gereja lewat sekolah dengan masyarakat lebih luas. 2. Acara-acara agama menonjol 5. Gereja menyelenggarakan sekolah untuk membantu orang tua katolik Maka sekolah menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak didik katolik. Hubungan dengan paroki erat Akibat-akibat hubungan sekolah dengan masyarakat 1. Peraturan pemerintah memberikan tempat dan jaminan untuk sekolah semacam ini. 5. Tidak jarang pula anak-anak non katolik menerima sifat katolik dari sekolahhanya untuk bisa bersekolah di situ. Katekese katekumenat diperhatikan 9. 5. Sekolah dianggap komunitas katolik 6. Akan tetapi 1. Keberhasilan diukur dari jumlah permandian 8. Pelajaran agama dan kebiasaan-kebiasaan katolik ( ibadat dan perayaan )berjalan dengan teratur. Suasana saleh suci 11. Masyarakat diperlakukan sebagai obyek. Staf pengajar dan pimpinan katolik 3. namun bisa dipertanyakan budaya mana yang dimaksud? 2. 6. Alasan-alasan yang mendukung 1. Memungkinkan adanya saingan gereja/sekolah dengan masyarakat tertentu. Pelajaran agama diutamakan 4. Murid diperlakukan sebagai katekumin 7. 3. Adanya hubungan yang tertutup. Dengan demikian sekolah menjawab tuntutan gereja terhadap orang tua supaya menyekolahkan anaknya di sekolah katolik. 4. dan pandangan bahwa sekolah katolik adalah sekolah agama). 3. 7. 2. 4. B. Adapun papan nama dan nama khas sekolah katolik 10. Iman katolik diperkenalkan kepada selururh keluarga non katolik.

Pelajaran agama katolik dipentingkan. malahan dapt mengalami sekolah sebagai unsur asing yang dapt menimbulkan saingan bahkan menimbulkan fanatisme melawan. bukan meleulu kepentingan gereja sendiri. Orang tua katolik kadang-kadang mempercayaakan pendidikan iman anaknya sedemikian rupa kepada sekolah. Hubungan dengan paroki/ keuskupan erat baik dalam liturgis maupun dalam bisdang sosia karitatif. Dengan mendirikan sekolah model ini. 2. Sekolah menunjang perkembangan umat lokal dan menumbuhkan partisipasi dan tanggung jawab orang tua terhadap sekolah. doa dsb) nampak jelas. Kerena mutunya sekolah katolik kadang-kadang diminati oleh kalangan eit sehingga golongan gereja dan kelompok tersebut lancar. hiasan )maupun dalam adat kebuasaan ( perayaan. Dengan menjamin pelaksanaan hak-hak asasi manusia antara lain kebebasan dan memperhatikan kebutuhan peserta didk. sedangkan agama-agama lain tidak diberi tempat. 1. Sekolah semacam ini hanya dapat dijalankan kalau mayoritas staf katolik. 3. anggaran . 4. 4. sehingga mereka sendiri menjadi lalai untuk memeperhatukan perkembangan iman anaknya. Melalui umat katoiklah masyarakat dibangun.. Suasana katolik baik dalam bentuk lahiriah ( nama. 3. Akibat-akibat bagi hubungan dengan masyarakat 1. Sekolah bisa menutup diri dan memberi kesan bahwa orang katolik hanya melayani kebutuhan sendiri saja. 3. 2. sungguh meakukan katekese dan pendalaman iman apalagi mengharagai fungsi keselamatan agama lain.Kebutuhan masyarakatlah yang menentukan bentuk pelayanana yang diberikkan. 3. Ciri-ciri kekatolikan 1. 4. memeupuk kerukunan dan toleransi karena secara positif melibatkan masyarakat dalam gereja. 2. Sekolah macam ini merupakan bentuk kesaksian yang ampuh. Masyarakt umum kurang merasa terlubat dengan nasib sekolah. Alasan-aasan yang mendukung 1. Gereja menyelenggarakan sekolah untuk membantu orang tua setempat. . Langakah-langkah ini memepercepat proses inkulturasi. sekolah type ini merupakan tempat pertemuan semua aliran masyarakat dengan gereja. apapun juga agama mereka. gereja menyatakan tampa pamrih rela melayani masyarakat luas. Kesaksian gereja justru dari sumbangan cinta kasih murni itu.

maka dengan visi pastoral dimaksudkan segala yang diangan-angankan mengenai pastoral dan yang menjadi dasar pijakan dari perencanaan kegiatan pastoral. Sehingga konsepsi pastoral sekolah berarti pengertia atau gambaran tentang mengenai pastoral sekolah. baik kuantitatif maupun kualitatif. Maka dengan visi sekolah di sini dimaksudkan sebagai segala sesuatu yang diangan-angankan dan yang menjadi dasar pijakan dalam pelaksanaan rencana-rencana kegiatan sekolah. B. maupun faktor ideal( cita-cita yang bersumber pada katoliksitas)merupakan tantangan pastoral sekolah. Konsepsi pastoral berarti pengertia atau gambaran mengenai pastoral. Berbicara mengenai visi dan konsepsi pastoral sekolah akan disajikakan pastoral sebagai mana dijelaskan dalam dokumen konsili vatikan II. yakni karya Ilahi yang dipercayakan kepada manusia dan bertujuan menunjukkan serta menyalurkan hidup yang berlimpah-limpah yang menyangkut keselamatan manusia seutuhnya. berarti gambaran atau pengertia mengenai sekolah. . Visi akan menjadi dasar pijakan dari pelaksanaan rencana kegiatan. Sedangkan konsepsi sekolah. A. khususnya sekolah katolik.2. Dengan konsepsi di sini dimaksudkan sebagai pengertian atau gambaran. Bagaimana konkretnya pastoral sekolah dilaksanakan juga tergantung dari visi mengenainuya. Jumlah guru hampir mencapai 53. akan dijelaskan mengenai 3 ( tiga) tujuan gereja mendirikan sekolah katolik. dimana lebih dari 50% adalah guru katolik. khususnya Gaudium et Spes.2 RANGKUMAN Visi berarti segala yang diangan-angankan atau apa yang diimpi-impikan.000 orang. Sehingga dlam isi pastoral sekolah ditemukan dasar pijakan untuk setiap kegiatan pastoral sekolah. 4. Tantangan Pastoral Baik faktor real (data tentang sekolah katolik). Dengan demikian sekolah merupakan lingkungan hidup anak yang paling penting setelah keluarga. serta pelaksanaan. Frekuensi dan intensitas kontak anak dan guru katolik dengan parokinya jauh dibelakang frekuensi dan intensitas kontak dengan sekolah. Gereja katolik indonesia memiliki lebih dari 5000 sekolah katolik dengan hampir satu setengah juta murid: dalam mana lebih dari 50% adalah murid katolik.1. Ini merupakan potensi yang luar biasa yang belum didayagunakan secara tuntas. bahkan khusus secara profesional dimaksudkan sebagai wadah pendidikan. Faktor Ideal ( hakikat Pastoral ) Kuantitatif karena hakikat pastoral sendiri. Faktor Real Kuantitatif karena menyangkut karya terbesar gereja dari sudut kelompok sasaran yang terjangkau yakni ratusan ribudari usia TK sampai dengan Smdan ribuan guru dan karyawan selama jam-jam sekolah/kerja setiap hari. Sedangkan untuk memahami visi dan konsepsi mengenai sekolah. Visi pastoral sekolah tidak boleh bertentangan dengan visi pastoral sendiri maupun visi sekolah.

sehingga dapat membingungkan orang lapangan. tujuan kegiatan-kegiatan dan kebijakan yang ditentukan oleh visi sebagai faktor ideal dan data konkret sebagai faktor real. Memungkinkan manysia mudah menemukan dan mengembangkan dirinya dalam kesatuan dengan sesama dan seluruh alam semesta. Deklarasi tentang pendidikan kristen. e. Memberi bekal kepada manusia muda membangun masa depanya. 22 dikemukakan antara lain sbb: a. d. lembaga-lembaga keagamaan.Dalam pelaksanaan pastoral sekolah. Menolong terbentuknya gerakan-gerakan organisasi kaum muda yang memungkinkan interaksi optimal antara pria dan wanita dengan semangat kebangsaan yang terbuka. Berbicara soal visi dan konsepsi pastoral sekolah. keterampilan. f. misalnya: a. apakah tidak ada yang baku? Siapa yang berwenng menentukan mana yang lebih tepat? Itulah sebabnya perlu didahulukan soal visi yang memepengaruhi persepsi dan deskripsi pastoral sekolah. Merangsang terbentuknya lingkaran-lingkaran penelitian dan pengembangan masalah kepemudaan. dalam upaya tersebut pada pokoknya kita mewariskan dan mengembangkan nilai-nilai dasar manusiawi.3 1. berketerampilan dan memperoleh prasarana yang memadai. b. Dengan visi pastoral yang dimaksudkan gambaran umum mengenia pastoral sekolah. Sasaran yang ingin dicaapai. legitimasi dan bahkan perutusan yang tidak hanya membenarkan dan menegaskan. terutama arah dasar. Menyediakan pembimbing-pembimbing yang penuh keterlibatan dan perhatian pada peserta didik. kita memilki dokuman yang panjang lebar yang telah dihasilkan baik oleh Vatikan maupun oleh KWI. . b. supaya memiliki kepribadian.2 VISI DAN KONSEPSI PASTORAL SEKOLAH 3. VISI PASTORAL SEKOLAH Ada pelbagai persepsi dan deskripsi tentang pastoral sekolah. melainkan juga menunjuk arah dasar yang harus ditempuh. kepandaian. dan pelaku-pelaku media serta seluruh sektor kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. untuk itu periu lebih banyak alternatif penyedian pendidik yang berdedikasi. Sekolah katolik c. 3. Dapat berdiri diatas kaki sendiridalam interaksi yang sehat dengan orang tua negara. Apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan pastoral sekolah? Dan bila ada pelbagai deskripsi dan persepsi yang berbeda. Dimensi religius pendidikan Dalam pedoman Gereja Katolik Indonesia. bagain arah dasar no. c. keahlian dan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan suara hati yang tepat sebagai seorang beriman. Visi diharapkan dapat berfungsi sebagai dasar teologis. Awam katolik di sekolah sebagai saksi iman d. petugas pastoral sekolah perlu mengetahui pula tantangan- tantangan yang perlu dihadapi dalam pelaksanaan pastoral sekolah.

Kehadiran gereja di sekolah Sebenarnya para murid katolik sendiri sudah bagian dari gereja. Tetapi meskipun demikian ada makna yang perlu diungkapkan. Sasaran ini harus digariskan secara lebih spesifik menjadi profil hasil bina iman dengan memperhatikan jenis dan jenjang sekolah. Gereja tidak menunggu orang datang kepadanya “di kantor” melainkan mendatangi manusia dimana ia menghayati hidupnya. Dengan adnaya profil menurut jenjang tertentu sekolah katolik dapat membatasi diri pada jenjangnya karena memang hanya itu porsi yang menjadi tanggung jawabnya. Prinsip inkarnatoris Geraja dapat dipahami sebagai kelanjutan inkarnasi Putera Allah di tengah dunia ini. Diperlukan program pendidikan yang efektif disemua jenjang pendidikan untuk pembentukan para remaja kita sebagai insan kristiani. melakukan tugas-tugasnya. Dalam no 4. Pastoral sekolah dengan demikian dapat dipahami sebagai kedatangan gereja di sekolah. Bagian besar penduduk Asia adalah orang-orang muda. yang diadakan di Bangkok. Dari dokumen-dokumen tersebut berikut ini diuraikan arah dasar yang menjadi visi pastoral sekolah: 1.3 pesan konvensi tersebut mengatakan demikian:” pendidikan adalah wahana besar untuk pembentukan budi dan hati dengan nilai budaya dan nilai rohani. yang kiranya akan menjadi acuan juga dalam menjelaskan visi dan konsepsi pastoral sekolah. juga dengan menyusun indikator untuk menilainyaagar usaha-usaha dan keberhasilanyadapat dievaluasi. yang perlu dilengkapi dengan pemahaman yang asli tentang nilai-nilai yang lebih mendalam dari iman dan kebudayaan mereka. ada kebutuhan memdidik lebih baik umat beriman berkenaan dengan dasar-dasar kepercayaan mereka”. .Kecuali dokumen tersebut berikut ini dikemukakan juga pesan konvensi tentang humanisme kristen. 31 Januari-3 Februari 1999. namun kehadiran aktif yang menyelamatkan menjadi lebih jelas dengan pengembangan tugas-tugas pokok gereja di sekolah katolik dengan kata lain: bila di sekolah dikembangkan pastoral sekolah. meaikan juga secara eksplisit. yakni sikap gereja yang seperti Kristus datang tidak untuk dilayani melainkan untuk melayani dimana manusia berada. mendatangi umat pemukiman dan tempat kerja. melainkan sudah ada di sekolah katolik. sehingga dengan pembentukan seperti itu para remaja dapat memasuki dialog dengan mereka. Gereja bukanlah benda asing yang datang dari luar. Sasaran yang perlu dicapai Sasaran yang perlu dicapai dengan kehadiran gereja yang melaksanakan tugas-tugas pokoknya ialah tumbuhnya kehidupan yang berlimpah-limpah dalam diri murid tidak hanya secara anonim. Bahasa dan kalimat konkrit ini memang tidak akurat. karena para murid katolik di sekolah sudah merupakan sebagian dari gereja. maupun dari iman lain. 3. 2.

melainkan tindakan konkret.1 HUBUNGAN DENGAN PAROKI 5. KONSEP PASTORAL SEKOLAH Dalam berbicara mengenai konsep pastoral sekolah. Modul ini membahas hal-hal pokok yang perlu mendapat perhatian pekerja pastoral sekolah. Konsep sekolah c. sehingga umat Katolik di sekolah memperoleh hidup berlimpah-limpah. khususnya operasionalisasi dalam rangka apa dan untuk apa. . artinya menyirami tanah agar subur dan siap menerima. dalam usaha menjadikan pastoral sekolah betul-betul operasionalisasi.2. atau perbuatan nyata. Operasionalisasi mengandung konotasi: conditioning. OPERASIONALISASI PASTORAL SEKOLAH PENGANTAR Faktor lain.5 DANA.4 MEKANISME KERJA 5.1 OPERASIONALISASI DALAM RANGKA APA DAN UNTUK APA? Dalam upaya operasionalisasi pastoral sekolah kita dihadapkan dengan pertanyaan: apa saja yang harus dipersiapkan dan dipenuhi agar pastoral sekolah dapat dikembangkan dan dilaksanakan sebaik-baiknya? Kita harus menyadari dan menegaskan lebih dulu apa yang dimaksudkan dengan “operasionalisasi”. Konsep pastoral sekolah HUBUNGAN-HUBUNGAN DAN MEKANISME KERJA DALAM PASTORAL SEKOLAH 5. kita harus memahami tiga pokok yaitu: a. Pastoral sekolah bukanlah pekerjaan di atas kertas belaka. Yang berarti usahauntuk mewujudkan pastoral sekolah ke dalam bentuk tindakan nyata. Konsep pastoral b. SARANA DAN PRASARANA. 6. mempersiapkan persyaratan yang perlu. yang perlu diperhatikan di dalam pastoralsekolah adalah operasionalisasi pastoral sekolah. yakni tindakan atau perbuatan untuk menghadirkan karya keselamatan Allah. konkretisasi dan aktualisasi suatu cita dalam rangka dan demi implementasi.2.

1 Perpaduan antara faktor-faktor ideal dan faktor-faktor real. Baik pada pihak faktor ideal. Dengan faktor real dimaksudkan segala data lapangan yang relevan: keadaan pada umumnya. Faktor penunjang .1. Konkretisasi berasal dari bahasa latin ‘conerescere’.3 Lewat Manusia 6.1. Kontekstualisasi sangat penting bukan hanya karena konteks Indonesia yang sarat dan rawan dengan soal SARA. Pada pihak faktor ideal Katolisitas sebagai kekayaan rohani yang berlimpah-limpah dapat di ungkapkan ke dalam aneka bentuk dan menurut aneka gradasi. 6.6.1 Ciri khas Pastoral 6. situasi dan kondisi khusus menurut aneka aspeknya (sosio religius. Konkretisasi menempatkan faktor ideal ke dalam faktor real dengan penyesuaian seperlunya.1. kebutuhan.5 Konsepsional dan sistematis OPERASIONALISASI SEBAGAI KONKRETISASI DAN KONTEKSTUALISASI.2 Tuhan sendirilah Gembala Utama. artinya tumbuh bersama terjalin dengan banyak faktor. 6.1.1. a. faktor penunjang perlu ditingkatkan. Pada pihak faktor real Realitas ungkapan katolisitas dalam pastoral tidak hanya tergantung dari apa yang real.4 Dalam rangka dan demi implementasi perutusan sekolah. Patut diperhatikan bahwa faktor penunjang dan faktor penghambat dapat dirinci menurut beberapa sudut pandangan d. b. sosiopolitis). Bila diperhatikan hirarki kebenaran-kebenaran dan skala nilai- nilai kiranya jelaslah bahwa tak mungkin segalanya dituangkan ke dalam pastoral sekolah. masalah. sosio kultural.2. melainkan sering dibatasi oleh realitas yang meliputi situasi (tempat) dan perkembangan (jaman). 6. kemampuan. Siapa yang mempertimbangkan dan memutuskan apa dan sejauh mana dari unsur-unsur katolisitas itu dapat dituangkan ke dalam pastoral sekolah? c. sehingga diperlukan seleksi yang bijaksana. maupun pada pihak faktor real ada beberapa kemungkinan dan membatasan. sosio ekonomis. sedangkan faktor penghambat perlu diatasi atau dikurangi. melainkan juga agar pastoral sekolah sungguh berhasil. Analisa faktor real Supaya pastoral sekolah dikembangkan. Bukan hanya faktor real di dalam sekolah katolik sendiri ikut menentukan apa dari faktor ideal katolisitas yang dapat diwujudkan konkret sekarang dan di sini.

dan dicari upaya mengatasi atau mengurangi Rangkuman Pastoral sekolah perlu conditioning untuk menciptakan suasana siap menerima pada pihak umat Katolik di sekolah sehingga subyek bina.3.3 PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA UNTUK PASTORAL SEKOLAH.Data sekunder Adalah data yang sudah dihimpun atau data yang sudah tersedia. Setelah diolah dengan cara tertentu data menjadi lebih bermanfaat baik bentuk dan isinya. 1. Hal inilah yang dipikirkan di dalam operasionalisasi pastoral sekolah. Jadi keterangan yang tidak mempunyai arti dan tidak mempunyai kegunaan bagi pelaksanaan pastoral sekolah tidak dapat disebut data pastoral sekolah. yaitu sumber intern dan sumber ekstern.e. sehingga tidak perlu diadakan pengolahan lebih lanjut 1. Intern. penerbitan- penerbitan berupa buku.3. baik tertulis maupun direkam yang mengandung arti serta mempunyai kegunaan bagi pelaksanaan pastoral sekolah. juga untuk mempersiapkan persyaratan-persyaratan yang diperlukan. 6. a. operasionalisasi pastoral sekolah juga merupakan usaha konkretisasi dan aktualisasi dalam rangka dan demi implementasi cita-cita pastoral sekolah. buletin. 6. Dapat diperoleh dari dua sumber. Data merupakan bahan yang masih mentah. baik yang diterbitkan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Data yang diperoleh dari sekolah itu sendiri. yaitu data sekunder dan primer.1. EksternData yang diperoleh dari luar sekolah. 2.2 MACAM-MACAM DATA PASTORAL SEKOLAH Data dapat dibedakan menjadi dua macam. Lebih lanjut. pembuatan kesimpulan atau penetapan keputusan. 6. perguruan tinggi.1 PENGUMPULAN DATA PASTORAL SEKOLAH Data pastoral sekolah adalah semua bentuk keterangan. Kelebihan dan kekurangan . Menurut kamus administrasi perkantoran data atau bahan keterangan adalah suatu hal. peristiwa atau kenyataan lain yang mengandung suatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan. Misalnya melalui laporan dari lembaga- lembaga penelitian yang dilakukan oleh pemerintah. melalui arsip sekolah. b. Faktor penghambat Dapat disusun skema yang sama seperti di atas.

Harus dilakukan dengan cara bertanggung jawab. berapa biaya yang akan diperlukan. b. berapa kerugian menurut perkiraan dan hal lain yang diperlukan. PEMBUATAN RENCANA PASTORAL SEKOLAH DAN PELAKSANAANNYA. Karena data itu dikumpulkan untuk maksud yang berbeda dari maksud pekerja pastoral sekolah. 6. Harus sinkron dengan tujuan yang telah ditentukan. Kelemahan Data sekunder yang diperoleh dari orang lain belum tentu cocok dengan maksud pengumpulan data pastoral. Langkah itu ialah pembuatan rencana- rencana alternatif. Hal ini perlu ada penilaian terlebih dahulu dengan mengadakan pembandingan serta pertimbangan yang masak terhadap berbagai alternatif tersebut. Berdasarkan pada data Pastoral Sekolah yang sudah dikumpulkan dan diolah. Pengambilan keputusan. sedangkan tujuan yang akan dicapai tidak pernah terbatas. Dalam semua rencana alternatif itu. ditetapkan apa yang akan dihasilkan oleh rencana pastoral sekolah itu. khususnya sekolah baik yang bersifat positif maupun negatif. Keputusan merupakan akhir dari proses perencanaan pastoral sekolah.a. merupakan langkah lebih lanjut yang harus dilakukan dalam proses penyusunan rencana pastoral sekolah. Oleh karena itu dalam hal membuat rencana alternatif untuk pastoral sekolah perlu diperhatikan hal-hal berikut: a.1 PEMBUATAN RENCANA PASTORAL 1. Membuat rencana-rencana pastoral sekolah Berdasarkan data yang sudah diolah secara cermat. Kelebihan Lebih menghemat waktu. Suatu rencana yang ditujukan ke masa yang akan datang. d. Karena sumber itu pada umumnya terbatas. .5. b. Harus selalu memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat. Data sekunder pastoral sekolah terutama data yang punya angka statistik kurang up to date dan kurang lengkap. Dalammengambil keputusan terjadi proses pemikiran dan pemilihan dari berbagai rencana alternatif yang telah dibuat. c. Rencana alternatif yang mana yang paling cocok yang akan memberikan hasil maksimal. 2. langkah dalam proses penyusunan rencana pastoral sekolah dapat diambil. Rencana yang dibuat harus berdasarkan sumber-sumber yang ada.

Wewenanga atau kekuasaan formal yang dimiliki oleh pekerja pastoral sekolah. Kewibawaan atau pengaruh yang dimiliki oleh pengambil keputusan. Pengumpulan. d. Membuat pedoman wawancara penelitian tersebut. perlu diperhatikan hal-hal berikut: a. e. Pengalaman. Tujuan menentukan visi pastoral sekolah. pengolahan. Membuat pedoman observasi penelitian tersebut. . Tujuan konsepsi pastoral sekolah. Membuat Profil Pastoral Sekolah pada tingkat satuan pendidikan dasar. tradisi dan ajaran gereja. Kisi-kisi Materi : Pastoral Sekolah Mekanisme kerja Pastoral Sekolah.Untuk mengambilkeputusan yang baik. misalnya ajaran kitab suci. penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasional-sistematis. c. Membuat satu gagasan/tema penelitian Pastoral Sekolah. Perasaan atau firasat b.