You are on page 1of 5

PERBANDINGAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH PADA WANITA

MENOPAUSE DAN BELUM MENOPAUSE

THE COMPARISON OF URIC ACID LEVEL IN POSTMENOPAUSAL AND
PREMENOPAUSAL WOMEN

Fentih1, Christine Sugiarto2, Novianti 3
1Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha,

2Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha,

3Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha

Jalan Prof. Drg. Suria Sumantri MPH No. 65 Bandung 40164 Indonesia

ABSTRAK

Latar Belakang Gout merupakan penyakit akibat adanya penumpukan kristal
monosodium urat pada jaringan akibat peningkatan kadar asam urat. Angka kejadian
gout di Indonesia berkisar antara 23,6%-31,3%. Walaupun gout lebih sering ditemukan
pada laki-laki, namun wanita pun dapat terkena gout, terlebih lagi pada wanita
menopause.
Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mendukung adanya perbedaaan kadar asam
urat dalam darah pada wanita menopause dan belum menopause.
Metode Penelitian ini bersifat observasional analitik. Subjek penelitian berjumlah 60
orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 30 orang wanita menopause dan 30 orang
wanita belum menopause. Kadar asam urat diukur dari darah kapiler dengan metode
Uricase/UV. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t tidak berpasangan.
Hasil Rerata hasil pemeriksaan kadar asam urat pada wanita menopause sebesar 6,057
mg/dl (SD = 0,9272) lebih besar daripada wanita belum menopause yaitu 4,350 mg/dl ( SD
= 0,6318). Pada uji t tidak berpasangan didapatkan perbedaan yang sangat bermakna
dengan nilai p = 0,000 (p<0,05).
Simpulan Kadar asam urat dalam darah pada wanita menopause lebih tinggi
dibandingkan wanita belum menopause.

Kata Kunci : Gout, Menopause, Asam urat

ABSTRACT

Backgrounds Gout is a disease caused by the accumulation of monosodium urate
crystals in the tissues due to elevated levels of uric acid. The incidence of gout in
Indonesia ranges between 23.6% -31.3%. Although gout is more often found in men, but
women also can be affected by gout, especially in postmenopausal women.
Objectives To support the existence of differences in uric acid levels in
postmenopausal and premenopausal women.
Methods Analytical observation. Subjects of 60 women were divided into 2 groups: 30
postmenopausal women and 30 premenopausal women. The level of uric acid was

dilakukan terdiagnosis sebagai artritis. Hiperurisemia dapat pada umur 80 tahun jumlah penderita terjadi karena peningkatan metabolisme penyakit gout pada wanita lebih banyak asam urat. 43 juta atau 1 dari 6 orang di Amerika menderita gangguan sendi.05). Unpaired t test showed highly significant differences with p value = 0. sebelumnya mencapai menopause ditandai dengan tahun 1985 didapatkan 35 juta penderita. menopause pun dapat menjadi faktor Hiperurisemia yang berkepanjangan untuk terjadinya gout artritis 4. wanita dan sering disertai timbulnya rasa nyeri 2.057 mg / dl (SD = 0. Lalu dilakukan pengisian biodata berupa nama.000 (p <0.9272) greater than premenopausal women which were 4. Pada tahun 1990 periode menstruasi. dan di atas normal.7 juta di antaranya telah strip asam urat. dan pada tahun BAHAN DAN CARA 2005 jumlah penderita artritis sudah mencapai 66 juta atau hampir 1 dari 3 Penelitian ini menggunakan Uric Acid orang menderita gangguan sendi. Pertama. urat urin atau gabungan dari keduanya 1. Alcohol pads. The data obtained were tested with unpaired t test.6318). Keywords : Gout. Gout Selain gout artritis. (hiperurisemia) dapat mengakibatkan Oleh karena terdapatnya hormon estrogen gangguan pada tubuh manusia seperti pada wanita. Gout artritis umumnya lebih sering Peningkatan kadar asam urat ditemukan pada laki-laki daripada wanita. wanita didiagnosis terkena gout hanya 5%. Menopause adalah periode di mana Jumlah penderita gout artritis atau seorang wanita berhenti memproduksi gangguan sendi kronis lain di Amerika hormon estrogen dan berhenti mengalami Serikat terus meningkat. Conclusion Uric acid level in postmenopausal women is higher than premenopausal women. usia.6% sampai 31. measured from capillary blood with Uricase/UV method. Seorang wanita terdapat 38 juta penderita. lanset dan Sebanyak 42. Tapi ketika wanita sudah perasaan linu-linu di daerah persendian tidak menstruasi lagi (menopause).350 mg / dl (SD = 0. Menopause. penurunan pengeluaran asam daripada pria 4. alamat. kriteria inklusi. Sedangkan pemilihan subjek penelitian 30 orang prevalensi rematik di Indonesia menurut wanita menopause dan 30 orang wanita hasil penelitian yang dilakukan oleh Zeng belum menopause yang telah memenuhi QY et al mencapai 23. (UA) sure meter . seiring Hiperurisemia adalah keadaan di mana bertambahnya umur. asam urat 1. tidak mengalami menstruasi selama 12 Data tahun 1998 memperlihatkan hampir bulan atau lebih 6.3% 3. Uric Acid PENDAHULUAN Sebelum menopause. terdapat kelainan- merupakan penyakit akibat adanya kelainan klinik metabolisme purin yang penumpukan kristal monosodium urat lain seperti sindroma Lesch-Nyhan dan pada jaringan akibat peningkatan kadar penyakit Von Gierke 5. pada umur 60 tahun terjadi peningkatan kadar asam urat darah 50% wanita didiagnosis terkena gout. Results The mean results of uric acid level in postmenopausal women were at 6. dapat menyebabkan terjadinya gout. nomor .

4 pengambilan darah kapiler.5 3.1.057 4. subjek 3 6.2 4.3 3.3 ditentukan ditusuk menggunakan lanset.8 4.9 Pemeriksaan kadar asam urat telah 23 4.0 4.8 16 5.8 4.1 4.5 3.05.632 1 7.6 Data yang diperoleh dari penelitian kemudian diolah menggunakan cross tab.4 4. ditentukan jari yang akan 7 5. 0.2 4. 11 6.6 5. 4 8.5 5.6 4.3 No Wanita Wanita 6.927 0.2 darah kapiler.6 tidak berpasangan dengan α = 0. Analisis data menggunakan uji beda dua rata-rata dengan menggunakan uji t 19 5. 10 5.6 21 5. lalu melakukan tindakan aseptik antiseptik. 28 7.1 29 Wanita Menopause dan Belum Menopause 30 5.7 4.1 Kadar Asam Urat (mg/dL) Pada 5.9 Data yang diperoleh kemudian dicatat dan 12 5.9 darah kapiler diambil kemudian diperiksa dengan alat UA sure meter.0 4.0 ANALISIS DATA 15 5. Pada hari pengambilan 6 9.4 Tabel 4.5 4.1 3. Pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode Uricase/UV.1 penyajian data disajikan secara deskriptif dan analitik dengan uji t test tidak 13 6.5 selama berpuasa subjek hanya dibolehkan minum air putih.0 5.3 diambil darahnya.2 menopause. 17 6. 20 6.1 5. Sebelum dilakukan 2 5. 14 6. antara jari ke 3 atau ke 8 6.4 berpasangan. Hasil 26 5.7 4.0 3.7 27 kelompok disajikan dalam tabel 4.5 4. lokasi jari yang sudah 9 6.0 penelitian diminta untuk tidur cukup.0 HASIL DAN PEMBAHASAN 22 5.5 dianalisa secara deskriptif dalam bentuk 6.35 Rata- Menopause Belum rata Menopause Std.5 dilakukan pada 60 orang wanita yang dibagi 5.8 18 tabel.0 3.7 Dev .3 4. tidak melakukan aktivitas yang berat.8 24 ke dalam 2 kelompok yaitu 30 orang wanita menopause dan 30 orang wanita belum 25 5.6 pemeriksaan kadar asam urat kedua 6.2 4. dan 5 5.telepon dan pekerjaan.8 4.0 4.9 3.9 5.7 3.0 4.2 diharuskan puasa minimal 8-12 jam.

lebih tinggi daripada kelompok Estradiol menekan kadar protein belum menopause (4. 8. rendah BMI dapat mempengaruhi kadar Penelitian ini membuktikan bahwa asam urat.000** Hal ini sesuai dengan jurnal American Belum 30 4. terdapat perbedaaan yang bermakna antara Pada penelitian ini. Hasil uji statistik t tidak Nicholls menunjukkan pemberian berpasangan disajikan dalam tabel 4.2 Hasil uji t test tidak berpasangan sekresi di ginjal dan fractional excretion of uric acid (FEUA).9. Pada metode Uricase/UV.2. mengakibatkan menumpuknya asam urat di dalam darah 7. Rerata kadar asam urat pada kelompok peningkatan eksresi asam urat melalui wanita sudah menopause adalah 6. seluruh subjek wanita belum menopause terdapat hormon penelitian memiliki kadar asam urat sesuai estrogen yang tinggi dibandingkan wanita dengan batas kemampuan (range) deteksi menopause. walaupun mungkin tinggi atau menopause.01) berarti in Transsexual Persons pada tahun 2008.Dev t p FEUA meningkat sedangkan asam urat serum menurun. terdapat perbedaan yang sangat bermakna Penelitian ini tidak mengukur Body antara rerata kadar asam urat wanita sudah Mass Index (BMI) dari setiap subjek menopause dengan wanita belum penelitian.057 ginjal 8.6318 College of Physicians mengenai Menopause Patogenesis Gout yang dibuat pada tahun 2005 dan jurnal Effect of Long-Term Administration of Cross-Sex Hormone Hasil uji t tidak berpasangan Therapy on Serum and Urinary Uric Acid menghasilkan nilai p=0. Untuk URAT1 dan Glut9 sehingga tingkat menentukan apakah perbedaan rerata reabsorpsi post sekresi asam urat di tubulus bermakna secara statistik dilakukan uji t proksimal menurun. Sensitivitas insulin Menopause 30 6. maka hormon estrogen yang diproduksi ovarium akan berkurang Kadar asam urat darah pada wanita sehingga terjadi penurunan ekskresi asam menopause lebih tinggi dibandingkan urat di dalam darah melalui ginjal dan wanita belum menopause.331 0. Sedangkan pada wanita menopause.057 0. Menopause meningkatkan kadar asam urat serum sedangkan pemberian hormon estrogen dapat menurunkan.9272 berhubungan dengan tingkat eksresi asam urat 8. Penelitian oleh tidak berpasangan.35 mg/dL). sehingga asam urat tidak akan menumpuk di dalam darah. Hormon estrogen tersebut alat yaitu 3 mg/dL hingga 20 mg. dapat meningkatkan ekskresi asam urat dalam darah lewat ginjal. stilbestrol atau etinilestradiol menurunkan kadar asam urat serum. Kadar estrogen yang tinggi dihubungkan dengan DAFTAR PUSTAKA . Estrogen juga memperbaiki sensitivitas insulin akibatnya Kelompok N Rerata St. mg/dL.000 (<0.350 0. digunakan alat kadar asam urat pada wanita menopause berteknologi sensor elektrokimia dengan dan wanita belum menopause. meningkatkan Tabel 4. akibat SIMPULAN “matinya” ovarium.

5. & Martin.. Gout in Women . MD. The Gout Killer.1. N. S. (2009. W. November). Effect of Long-Term Administration of Cross- Sex Hormone Therapy on Serum and Urinary Uric Acid in Transsexual Persons. Managing Menopause Clinican's Guidebook. Alwi. S. D.. M. Prevalensi dan Determinan Penyakit Rematik di Indonesia 4. 9. Esteva. Rodwell. A. A. et al. . (2008). W. (2014). W. O. J.. 6. Simadibrata K.. Desember). Y. 8. Jakarta. 363- 368. A. S. Y.. Moriwaki. S.. M.. I. (2002). (2006).. Almaraz. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kadar Asam Urat pada Pekerja Kantor. J. Jakarta. Yahyaoui. B.. G. Nainggolan. Setiyohadi. Mayes. (2009). 2. Gout In Women. Haro-Mora. B.. V. R. Rojo- Martinez. Montvale: Thomson Medical Economics. 3. D. K. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Morcillo. (2009). Middleton. I. Effects on Uric Acid Metabolism of the Drugs except the Antihyperuricemics. Effects on Uric Acid Metabolism of the Drugs except the Antihyperuricemics. (2014).. Saryono. & Setiati. Andry.. M. (2014)... Sudoyo.Moriwaki. Granner. & Upoyo. P. (2009. & MD. Speroff. 7. Biokimia Harper (Harper's Review of Biochemistry). L.