You are on page 1of 32

Resume Materi Perkuliahan Perencanaan Tapak

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perencanaan Tapak
Semester Ganjil Tahun Akademik 2016/2017

Oleh :
RULLY NURHAZAH 10070314106

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2016 M/1437 H

Definisi tapak/ site merupakan sebidang tanah tertentu , dibatasi oleh unsur
artificial (dinding/bangunan) atau unsur alami yang memiliki keterkaitan yg
komplex dengan daerah sekitarnya.
Perencanaan Tapak / Site Planning adalah Ilmu dan seni (art and science) yang
merekayasa lahan /bidang tertentu dgn batas tertentu dengan suatu ide/konsep.
Kempetensi Dasar
1. Mampu mengetahui permasalahan tapak;
2. Mampu mengetahui potensi tapak;
3. Mampu membuat analisis; analisis tapak, analisis kebutuhan ruang, analisis
daya dukung dan daya tampung, analisis hubungan fungsional;
4. Mampu menyusun konsep perancangan; Zonasi (microlandscape),
infrastruktur (jaringan jalan, jaringan pedestrian, jaringan listrik, jaringan air
bersih, jaringan air kotor, lokasi TPS, lokasi septic tank komunal, tata massa
bangunan (KDB, KLB, Jarak antar bangunan, GSB); Ruang Terbuka (parkir,
daerah konservasi, sempadan); Aktivitas (preservasi dan konservasi);
perencanaan kavling.
5. Mampu melakukan evaluasi konsep perancangan tapak.

Pemahaman Tapak

Kedudukan Perencanaan Tapak

Prasyarat Perencanaan Tapak
1. Memperhatikan susunan ruang dua dan tiga dimensi yang menggambarkan
lokasi dan tempat bangunan
2. Pola Kaveling
3. letak jaringan infrastruktur
4. Lintas kendaraan bermotor
5. Lintas pejalan kaki
6. Ruang terbuka : Pertamanan, Garis sempadan
7. Elemen design lainnya yang berkaitan dengan daerah sekitarnya

Pola Kavling

Konsekuansi Perencanaan Tapak 1. Dangkal analisis 3. Minim etika dan proses perancangan yang tidak /kurang professional 2. Konsekuensi ekonomi 2. Pelanggaran peraturan pemerintah 5. Beraturan 3. Konsekuensi engineering . Tidak berbaisis perencanaan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan Dampak Yang Ditimbulkan Jika Tapak Tidak Direncanakan 1. Degradasi fungsional yaitu dampak yang ditimbulkan adalah meubah fungsi yang berbeda dari rencana yang ada 2.Syarat membuat kavling 1. Pola kavling memanjang 4. Pelanggaran kaidah keruangan 6. Degradasi lingkungan yaitu dampak yang ditimbulkan berupa kerusakan lingkungan muncul dampak negative pada keseahatan dan penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan 3. Degradasi visual yaitu penurunan visual atau estetika dari suatu kawasan atau lingkungan. Tidak punya visi dan missi 4. Perhatikan hirarki jalan Mengapa Tapak harus direncanakan? 1. Tegak lurus jalan 2.

Kaidah tata laku manusi (pelanggaran etika profesi dan minim kompetisi) 2. Konsekuensi psikologi Proses Perencanaan Tapak Perancangan tapak merukapakan ruang 2 dimensi dengan peta pola kavling. 3. pilih pohon yang sepanjang tahun hijau dan menghasilkan oksigen yang cukup banyak. Dalam membuat kavling 2 dimensi yang harus diperhatikan adala pola jalan. Adapun kaidah keruangan yaitu : Tabel Karakteristik Kelas Lereng Kemiringan (%) Kelas lereng <2 Datar (flat) 2 –8 Landai (gentle) 8 – 15 Bergelombang (undultig) 15 – 25 Curam (steep) 25 – 40 Sangat curam (very steep) >40 Terjal (sharp/ clife) Aturan tata laku manusia 1. Kaidah keruangan (minim teori) . Bangunan diberi jarak dengan jalan dan untuk semua jaringan prasarana diletakan di bawah tanah. Konsekuensi ekologis 4. Dalam pemilihan pohon. Untuk pembuatan kavling yaitu luas wilaah dibagi habis dengan luas kavling atau dengan mengikuti topografi.

Globalisasi perkembangan iptek dan infomasi Hubungan manusia dengan lingkungan Hubungan manusia dengan alam binaan . Kaidah optimasi (daya dukung dan daya tampung) 6. Sumberdaya (renewable dan non renewable) 5. Perekonomian dan perubahan iklim global 2. 3. Orientasi pembangunan perencanaan berkelanjutan 3. Kaidah sumberdaya 4. Suistanaible Paradigm dalam perencanaan wilayah dan kota 1. Kaidah berwawasan lingkungan 7.

Trasnformasi budaya harmonis 2. sosial dan ekonomi  Manajemen 1. Pemeliharaan 4. Taman 4. Pemanfataan . Tepi sunga. Prakir. Pengawasan 4. Perencanaan 2. Penghematan 2. KAvling DSB  Vitalitas (lingkungan berkualitas ) terdiri dari 1. Hutan kota 7. Bersusila  Konservasi dan preservasi 1. Jarak antar bangunan. GSB. Jalan 2. Pelaksanaan 3. Bangunan. waduk 6. Nyaman 3. Penigkatan nilai fisik budaya. Aman 2. KLB. Sehat 4. Antar bangunan 3. Nilai ekonomi/ profit  Kualitas cultural 1. Tanah terbengkalai  Peraturan bangunan terdiri dari KDB. Parkir 5. danau. Pengendalian 5. Ruang terbuka landscape terdiri dari: 1. Pelestarian 3.

film. Adapun data itu meliputi: a. Prediksi Penduduk. Hal-hal yang perlu diatasi Analisis tapak terbagi menjadi 2 yaitu : a. Analisis Daya Tampung Ruang. dokumen rencana. Analisis kuantitatif meliputi: 1. Analisis kualitatif 1. Fasilitas Umum. peraturan pemerintah. pengukuran.foto. Analisis Daya Dukung Lahan. Mengetahui constraint/problem 3. standard dsb Tujuan analisis tapak yaitu : 1. sketsa. Infrastruktur & Utilitas 5. Literatur. Mendapatkan penyesuaian basic requirement 2. RTH (30%). Data Primer Pengamatan dan mengoleksi fakta langsung di lapangan (peta tematik . test Laboratorium . Data Sekunder Koleksi berbagai data dan informasi /hasil pengolahan fakta. Limitasi fisik 5. Potentialities 4. 3. Fasilitas Sosial. interview. Penentuan KDB dan KLB.Analisis tapak Dalam analisis tapak maka dibutuhkan data untuk menunjang dilakukannya analisis. Participatory planning 2. pemetaan langsung di lapangan dengan peta berskala 1 : 2000 atau 1 : 3000 dsb) b. Prediksi Kebutuhan Ruang  Perumahan. 4. 2. b. Needs and want Adapun kebutuhan data untuk analisis tapak yaitu: .

yang tergantung pada (1) bahan induk. Tingkat Kesesuian Kemiringan Klasifikasi Pengembangan Lahan Tapak 1 . (4) gaya biotik. Pemahaman lengkap terhadap struktur topografi tidak hanya memberi petunjuk terhadap pemilihan rute lintasan tetapi juga menyatakan susunan keruangan dari tapak dan kestabilan pondasi. Pemahaman yang ekstensif terhadap kondisi tanah pada sebuah tapak akan membantu untuk menentukan kesesuaian tapak dalam menunjang bangunan. (2) topografi. . akan memberi gambaran terhadap kemampuan tapak bagi konstruksi. DATA (SUMBER ANALISA) FAKTOR FAKTOR FAKTOR ALAMI KULTURAL ESTETIKA  GEOLOGI.8% Datar Sangat baik 9 – 15% Landai Baik 15 .  FISIOGRAFI  PERHUBUNGAN  POLA SPATIAL  TOPOGRAFI  DENSITAS.  VISTAS  HYDROLOGI ZONING DAN PENGKAPLINGAN  VISUAL BARIER  WETLAND  SOSIO EKONOMI  SOIL  ANALISA PASAR  VEGETASI  DEMOGRAFI  WILDLIFE  UTILITAS  IKLIM  BANGUNAN EKSISTING  HISTORIS  AUDIT LINGKUNGAN Analisis Topografi Analisis bentuk dasar permukaan tanah atau struktur topografi suatu tapak merupakan sumber daya yang sangat mempengaruhi lokasi. dan (5) waktu.  PENGGUNAAN  KEISTIMEWAAN TANAH ALAMI.25% Agak curam Terbatas 26 – 40% Curam Sangat terbatas > 40% Sangat curam Mutlak konservasi Analisis Jenis Tanah Pemahaman terhadap kondisi tanah. (3) iklim.

• Pola aliran angin mempengaruhi sikap bangunan terhadap pola aliran angin. Sumberdaya ini ditentukan oleh keragaman bentuk permukaan tanah.Analisis Klimatologi Kondisi klimatologi yang perlu diteliti dalam rancang tapak adalah curah hujan dan pola aliran angin. Analisis Kondisi Vegetasi Sumber daya estetika sangat berperan dalam penentuan tapak. vista pemandangan maupun citra yang timbul dari ciri tersebut. Telaah terbentuk cluter- . Demikian pula definisi keruangan. pola vegetasi dan air permukaan. Analisis Penggunaan Lahan Analisis tata guna lahan dilakukan dengan menggunakan hasil survey blok peruntukan lahan teperinci setiap kavling bangunan. • Curah hujan mempengaruhi kesesuaian lokasi terhadap jenis peruntukan tapak.

Mengalirkan limpasan air hujan menjauhi bangunan atau kegiatan .cluster pola penggunaan lahan menurut hubungan fungsional fungsi dominan maupun peruntukam yang telah diarahkan menurut rencana tata ruang. pelestarian sistem drainase lingkungan (positive drainage system) yang dimaksud positive drainase yaitu: . Berikut adalah ketentuan-ketentuan analisis hunungan fungsional pemanfaatan ruang untuk setiap penggunaan lahan menunjukkan boleh tidaknya sebuah kegiatan dikembangkan dalam sebuah klasifikasi penggunaan lahan. Normatif 5. pengarahan.Mengarahkan limpsan air hujan keluar dari tapak . Efisien / ekonomis 3. Standar 6. Keterbatasan lahan 2. Estetis 7. Pembangunan tapak sering perlu penyesuaian muka lahan 2. Grading sangat berpengaruh pada biaya. Biaya Grading diperlukan karena: 1. Prinsip design meliputi: 1. Fungsional 2. Safety 8. Menyesuaikan lahan untuk kebutuhan suatu penempatan kegiatan fungsional 2. Standar kebutuhan 4. Tujuan konsep grading yaitu: 1. Peraturan perudangan yang berlaku 3. Pembinaan. penempatan/pemasangan utilitas & tampilan akhir proyek. Efektifitas 4. Comfortable Constraints : 1.

Tak mencapai kemiringan tanah yang sesuai 3. drainase bawah tanah tertutup. drainase tertutup dan drainase terbuka Akibat pembuatan lahan yang salah yatu : 1. 2. Pemborosan biaya konstruksi 4. Pengukuran b. Pembentukan Lahan a. Pengenalan Lahan ( site anaysis) a. c. usaha /kegiatan (b) atau kombinasi (a) dan (b). Analisa tanah (soil condition & soil mechanics) c. Kuantitas daya tampung c. Grading (penggubahan lahan :striping (pencukuran) cut & fill- adjustment (penyesuaian) . Daerah Kosong ?? b. drainase permukaan. d. Dislokasi struktur geologi (sliding/longsor) 5. drainase bawah tanah tertutup dengan tempat penampungan pada tapak. Daerah Yang telah berkembang ??/ Built Up ( daerah permukiman (a). Pengenalan Penempatan a. Tak mencapai positive drainage system 2. Modul bangunan & kebutuhan ruang 3. b. Manusia yang akan ditempatkan b. Elemen fungsional yang akan ditempatkan sesuai obyek perencanaan d. Gangguan terhadap keseimbangan ekologi Pembentukan lahan 1.Keterangan : a.

Fakultas Teknik. Penggunaan tanah 2. Penyediaan prasarana (Utility) a. sanitasi lingkungan e. Vegetasi 3.4. Sistem pengembangan site Unsur Rekayasa Lahan 1. Jaringan air minum d. Jaringan listrik Grading (penggubahan lahan) : • Striping (Pencukuran) • Cut & Fill • Adjustment (Penyesuaian) Prinsip Analisis dan Perancangan Lahan/Tapak 1. Site plan 3. Topografi 6. Rintangan fisiografi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Massa bangunan 4. Lansekap/taman 6. Universitas Islam Bandung Faktor – Faktor yang Berpengaruh . Jaringan jalan b. Iklim 5. Hidrologi 4. Jaringan drainase c. Estetika 7. Sistem utilitas 7. Ciri Histori 8. Tata guna Lahan 9. Sistem sirkulasi di dalam / di luar bangunan 5. Tanah 2.

Penempatan Kemudahan .Bukaan terhadap kebisingan lalu lintas . Lansekap/ vegetasi Fungsi vegetasi khususnya vegetasi antara lain : .a.Menentukan zona transisi .Kelompok Service f.Daerah bukaan sinar matahari .Pengendalian arah sinar matahari .Pengendali Angin . Orientasi terhadap Matahari .Tempat habitat makhluk hidup . Keamanan Tapak .Arah yang di sarankan .Bukaan terhadap kebisingan jalur kereta api . Kebisingan . Struktur Pola Ruang Pengelompokan massa bangunan terdiri dari : .Cut (kupasan) . Orientasi Angin .Pengaruh angin terhadap bangunan dan manusia c.Pembatas (Privasi) .Cut and Fill (Kupasan dan urugan) d.Pengendalian kebisingan e.Pengendali Kebisingan .Pengendali Erosi .Pengaruh sinar matahari terhadap bangunan dan manusia b.Kelompok Semi Publik .Fill (Urugan) .Arah yang di sarankan .Pengendalian arah angin . Utilitas air kotor .Menciptakan kemudahan pengawasan g.Kelompok Publik .Bukaan terhadap kebisingan pesawat terbang .Daerah bukaan arah angin .Pengarah .Pengendali Udara .dll h. Topografi (Kontur) .Menciptakan daerah territorial .

namun relatif lebih lambat dari kendaraan bermotor. . Sirkulasi dapat juga digambarkan sebagai satu-satunya cara seseorang untuk bisa mengalami sepenuhnya tapak dalam tiga dimensi. Sistem drainase bawah-tanah tertutup. Pengalaman berbeda-beda saat menelusuri sebuah tapak. sementara terlalu banyak kekakuan akan menyebabkan pejalan kaki merasa terhambat. Sistem drainase permukaan. sistem kendaraan bermotor memerlukan infrastruktur penunjang yang tidak sedikit.  Oleh karena itu. dapat diciptakan melalui perubahan-perubahan dalam sistem sirkulasinya.  Namun. Sistem Sirkulasi Sirkulasi adalah prasarana penghubung vital yang menghubungkan berbagai kegiatan dan penggunaan dalam sebuah tapak. . Sistem kendaraan bermotor  Sistem kendaraan bermotor adalah sistem yang paling rumit dibanding sistem sirkulasi lainnya.  Dibandingkan sistem sirkulasi lainnya. Selain itu. sistem sepeda belum mendapat pengakuan untuk diperhatikan secara serius dalam perancangan sistem sirkulasi. pada beberapa negara sistem sepeda ini dibedakan dengan sistem pejalan kaki maupun sistem kendaraan bermotor.  Sistem ini dicirikan oleh variasi kecepatan dan ukuran kendaraan yang menentukan besar ruang yang akan dilalui dan ruang untuk penyimpanan (parkir). Sistem drainase bawah-tanah tertutup dengan tempat penampungan pada tapak. khusus di Indonesia. sistem sirkulasi pejalan kaki memberikan kebebasan paling banyak dalam perancangan. Sistem Sepeda  Sepeda memiliki kecepatan yang lebih cepat dari pejalan kaki.  Selain itu. . Sistem kombinasi drainase tertutup untuk daerah yang diperkerasan dan terbuka untuk daerah yang tidak diperkeras.  Terlalu sedikit kendali akan menyebabkan munculnya jalan-jalan pintas yang merusak penampilan tapak. .  Harus ada kendali yang cukup dalam perancangan sistem sirkulasi pejalan kaki. memiliki jarak tempuh yang lebih terbatas dari kendaraan bermotor. . berkecepatan rendah. menggunakan skala manusia. dan relatif kecil jalan-jalannya. karakter sepeda yang menggunakan tenaga kinetik manusia. Sistem pejalan kaki  Sistem pejalan kaki dicirikan oleh kelonggaran (looseness) dan fleksibilitas dari gerakan.

Misalnya warna. sistem sirkulasi juga seharusnya dirancang dengan prinsip-prinsip estetika. sebagai bagian dari ruang eksterior.  Contoh sitem sirkulasi barang secara horizontal dan vertikal adalah lift barang. dan detail perancangan sistem sirkulasi tersebut. . Suatu sistem sirkulasi harus dirancang untuk beroperasi dengan kecepatan yang efisien. Sebuah jalan dapat dibuat lebih menarik dan tidak monoton dengan pengaturan rute. percabangan. b. conveyor belt. pengaturan pencapaian bangunan. 2. jalur troli. kepadatan pengguna. dan menunjukkan arah tujuan dengan jelas. bentuk. a) Pengendalian titik – titik pencapaian:  Semakin banyak terdapat persimpangan dan semakin berdekatan letaknya satu sama lain akan mengkibatkan resiko kecelakaan semakin tinggi. Sistem SIrkulasi Barang  Sistem sirkulasi barang umumnya menumpang pada sistem sirkulasi lainnya. serta pengaturan pemandangan dan vista. Hal-hal yang dipertimbangkan adalah: tempat asal dan tujuan yang dihubungkan. garis. terutama pada jalan yang ramai dipergunakan. Selain itu. pada perancangan tapak dengan fungsi tertentu sistem sirkulasi barang menjadi sangat penting untuk diperhatikan. sistem-sistem di sekitarnya. persyaratan teknis yang tidak sederhana. tekstur. keseimbangan. dan lain-lain Prinsip perancangan sirkulasi a. kecuraman. fungsional. 2. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam hal ini adalah letak tikungan- tikungan. iklim. serta lokasi titik-titik pusat yang dilalui jalur tersebut. irama. Suatu sistem sirkulasi akan ramai digunakan orang jika sistem tersebut terbukti aman. waktu tempuh. 3. c. maka seringkali perancangan sistem kendaraan bermotor menetukan susunan elemen tapak lainnya. dan biaya yang tidak sedikit yang diperlukan untuk membangun sistem ini. infrastruktur pendukung. Karena ukuran yang signifikan. ESTETIKA 1. Oleh karena itu suatu sistem sirkulasi setidaknya harus memenuhi standar dan dirancang dengan banyak petimbangan yang matang. topografi. KUALITAS 1. 2. KECEPATAN 1. bergabung untuk membentuk keindahan pada sistem sirkulasi yang dirancang. tipe perkerasan yang dipakai. 3. efisien. Namun.

 Detail-detail ini dapat berupa pengalih perhatian dalam bentuk fisik. pemilihan material tertentu. b) Pengendalian kecepatan Mengembangkan teknologi Traffic Calming saat memasuki kawasan. diperlukan penambahan detail untuk menentukan siapa yang dapat mengakses sistem sirkulasi tersebut. perbedaan material. Traffic Calming merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk keselamatan jalan dengan tujuan agar pengendara dapat mengurangi kecepatan kendaraannya. serta dapat diterapkan disemua jenis jalan di Indonesia termasuk jalan bebas hambatan. Dengan sistem ini. PEMISAHAN WAKTU Pemisahan waktu bisa terlihat pada daerah persimpangan jalan. MENGARAHKAN GERAKAN Suatu sistem sirkulasi dapat dirancang sebagai suatu rute langsung. AKSESIBILITAS Pada perancangan sistem sirkulasi. atau rute tidak langsung. 1. Masing-masing rute perlu penguatan dalam detail sehingga dapat ditafsirkan penggunanya dengan mudah. Salah satunya dengan mengarahkan pergerakan pada rute tersebut.  Oleh karena itu harus diberikan detail yang menyebabkan kecepatan pengguna kendaraan bergerak lebih lambat dengan sendirinya. 2. Antara sistem sirkulasi yang satu dengan sistem sirkulasi lainnya harus terdapat batas-batas yang jelas untuk menghindari kekacauan lalu lintas dan resiko kecelakaan. agar jalan-jalan dapat dilalui oleh orang usia lanjut dan lemah. BATAS-NATAS ANTAR RUANG 1. traffic calming lebih efektif dan ekonomis. diperlukan detail ramp. Misalnya. g. f. atau orang-orang yang menggunakan kursi roda. serta orang- orang berkebutuhan khusus. e. Sementara itu pada jalur lainnya kendaraan dapat melaju. 2. maka pengendara diharuskan untuk memperlambat laju kendaraan. d. Misalnya. diberi batas pemisah berupa perbedaan ketinggian permukaan. dan pembatas fisik berupa jalur pepohonan. Misalnya untuk pada satu jalur kendaraan diberhentikan untuk memberi kesempatan pada pejalan kaki. sehingga mampu mengurangi risiko kecelakaan. Pencapaian bangunan. antar sistem sirkulasi pejalan kaki dan sistem sirkulasi kendaraan bermotor. Jika dibandingkan sistem lain. ataupun simbol-simbol yang efektif. jenis railing dan lain hal sebagainya. Perkuatan Visual melalui Vista .

ruang menyempit. Peralihan tersebut dapat berupa perbedaan material. Hidung. Indra manusia yang menanggapi ruang tidak hanya mata saja. dari pada ke arah bisingnya proyek pengeboran. dan tanda dilarang masuk. Seseorang akan cenderung berjalan ke arah datangnya udara sejuk daripada mendekati datangnya udara panas. misalnya. dibanding ke jalur yang menuju pabrik besi. Konsep Pengembangan . PERKUATAN INDRAWI 1. 3. PERALIHAN-PERALIHAN RUANG Cara lain untuk menjadikan suatu lorong sirkulasi lebih menarik adalah dengan memberikan peralihan-peralihan ruang. Seseorang akan berjalan ke arah suara musik merdu. cahaya semakin terang. Seseorang akan cenderung berjalan ke atah toko roti. 2. namun tetap merupakan pengarah gerakan. telinga. 3. PERKUATAN NEGATIF DALAM GERAKAN Kebalikan dari kekuatan vista sebagai pendorong gerakan. ruang yang semakin melebar. Misalnya persimpangan T. perbedaan suasana dan sebagainya. Pemandangan h. cul-de- sac. j. i. peraba. semuanya berpengaruh dalam mengarahkan pergerakan seseorang. namun juga indra-indra lainnya. ada hal-hal yang justru menghalangi jalan lintasan ke tempat-tempat atau rute-rute tertentu.

Suatu kerangka embrionik yang berisi solusi hasil analisis permasalahan yang kompleks. Menyusun Konsep . Alat untuk mengubah pernyataan non fisik menjadi produk bangunan fisik. Gagasan perancang yang pertama mengenai morphologi bangunan 7. 3.Pengertian Konsep KONSEP adalah : 1. 6. Suatu gagasan awal yang digeneralisasikan. Suatu gambaran mental yang berasal dari suatu situasi proyek 5. Sekumpulan taktik dasar/strategi unutk melanjutkan perancangan. 2. Suatu pengembangan yang harus diperluas dan dikembangkan dalam rancangan terperinci 4.

Cara Menyusun Konsep 1. Sertakan bila ada keistimewaan /potensi. manusiawi. 2. Pola tradisional. Kenyamanan lingkungan b. dalam suasana yang nyaman. Pleasurable Requirements persyaratan kesantaian a.Imaage Organisasi 1. fauna. pemukiman tersebut dikembangkan sedemikian rupa untuk menampung kegiatan hidup sehari-hari. Teori yang berkembang. konservasi. 3. konsep-konsep yang telah ada. Neighborhood Unit adalah ruang kota bersuasana “kampung halaman” yang dibuat untuk mengembalikan social community yang sehat dalam kehidupan urban. Permasalahan penting Contoh : 1. Penyerasian struktur buatan dengan lingkungan alam Konsep neighborhood unit Neighborhood Unit dianggap sebagai bentuk permukiman paling ideal. air) b. Filosofi. Thema Inti 3. Ecological requirements persyaratan melestarikan lingkungan hidup a. . preservasi •Konsep pengelompokkan masing fungsi itu sendiri terhadap konteks •Konsep keterkaitan masing-masing fungsi. Kemampatan ruang dan massa untuk ksejahteraan mental  Landscaping  pertamanan  hiburan 4. Artinya. Historis. semua rencana dilandasi prinsip human first and life priority basis. Pelestarian lingkungan alam (flora. Functional Requirements persyaratan fungsional (Masa ruang dengan kegiatan masyarakat).Konsep pengelompokan dan tata wilayah fungsi tapak/zoning. Organisasi 2. serta mementingkan hubungan komunitas antar sesama warganya.Konsep struktur dan pusat lingkungan 2.

Masing-masing unit dipisahkan oleh infrastruktur kota maupun batas alam yang cukup jelas seperti rel kereta api. Model Neighborhood unit Sumber: Blog Post Promoter Bentuk fisik Neighborhood Unit bervariasi. jaringan jalan dengan hierarki dan standar kualitas tertentu.000 penduduk. khususnya tingkat Sekolah Dasar. ladang. Satuan luasnya sekitar 100 hektar. jalan raya. Yang pasti. saluran irigasi. wilayah ini tidak ingin diganggu oleh through traffic. sungai. Selanjutnya ada fasilitas pendidikan. dan sebagainya Bentuk perumahannya didominasi oleh rumah tunggal (detached house). yang prinsipnya harus mampu menampung “seluruh” murid di wilayah tersebut. . satuan tadi boleh dibayangkan seperti sel-sel pemukiman yang tersebar di sekeliling kota. hutan kota. Daya tampungnya diproyeksikan untuk 6.000 sampai 10. Lokasi SD ditempatkan sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai pusat wilayah sekaligus community center bagi warganya. Dalam skala yang lebih luas. Dengan demikian anak-anak tidak perlu memotong jalan raya bila hendak bermain atau pergi ke sekolah.

Pembangunan kota harus sesuai peraturan UU yang berlaku. UU 26/2007: Penataan Ruang. . Apalagi sejak Perang Dunia II usai. muncul pertama kalinya pada tahun 1929. dibarengi dengan adanya newtown movement. dll.planning. Neighborhood Unit by Clarence Arthur Perry sumber: http://www. UU 32/2009: Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. walaupun sudah tua tetapi tidak pernah menjadi kuno. lahirlah kota-kota baru yang mengacu pada konsep Neighborhood Unit tadi dengan berbagai variant dan modifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokalnya. konsep ekodrainase). Mulai dari Harlow di Inggris sampai Park Forest di Amerika. Konsep Green City Kriteria konsep Green City Berikut ini merupakan kriteria dari konsep green city sebagai berikut: 1. 2. tidak ada yang terbuang). Gagasan tersebut. Dari Tapiola di Finlandia sampai Senri New Town di Jepang. Konsep Zero Run-off (Semua air harus bisa diresapkan kembali ke dalam tanah. Dunia pun seolah sepakat bahwa itulah model pemukiman yang paling ideal. seperti UU 24/2007: Penanggulangan Bencana (Kota hijau harus menjadi kota waspada bencana). Konsep Zero Waste (Pengolahan sampah terpadu.org/pas/at60/img/141figure01.jpg Teori Neighborhood Unit Clarence Arthur Perry.

Kota menawarkan bermacam kesempatan. Howard mendalami isu sosial. udara segar dan sewa hunian yang rendah. Buku ini menawarkan visi kota yang bebas dari area kumuh dengan memadukan kelebihan kota dan desa. ramah lingkungan berbahan bakar terbarukan.Ville-Stains. Perpaduan antara reformasi sosial kota kumuh dan integrasi alami. 4. becak. Transportasi Hijau (penggunaan transportasi massal. menyaring teori dan filosofi sampai menjadi masterplan. delman/dokar/andong. Semua terhubung dan berbagi pelayanan/ fasilitas hiburan. Bangunan Hijau 6. dengan diagram serta argumen ekonomi agar cocok dengan situs kota. Garden City sendiri merupakan bagian dari pembangunan yang lebih besar.Fr/En/Index3.3.Php Prinsip Garden City Terminologi Garden City adalah dasar-dasar estetik Howard dalam melakukan reformasi sosial. menerapkan pemikiran praktisnya dengan memadukan bermacam elemen konsep dan proyek. Ia menjelaskan konsepnya dengan detail. RTH Privat 10%) 5. Partisispasi Masyarakat (Komunitas Hijau) Kota Taman Sumber: Http://Www. Gagasan ini menuntut pembentukan kota- . mendorong penggunaan transportasi bukan kendaraan bermotor – berjalan kaki. hiburan dan upah tinggi sedangkan desa memiliki pesona keindahan. dirilis tahun 1898 dan dicetak ulang tahun 1902 sebagai Garden Cities of Tomorrow. Karya tersebut bertajuk Tomorrow: A Peaceful Path to Real Reform. yang mengusulkan kota-kota taman sekitar pusat kota. Ruang Terbuka Hijau seluas 30% dari luas kota (RTH Publik 20%. Infrastruktur Hijau (tersedia jalur pejalan kaki dan jalur sepeda). bersepeda.

000 acre dibangun untuk 30.000 acre tanah pertanian. Aksesibilitas 4.000 orang di sekitar 5. Konsep Rencana 1.000 acre ( 1 acre = 4540 m2 ) dengan 1. yang membagi kota dalam enam sektor. stripping. yang direncanakan dalam ukuran terbatas. Perhatikan ekosistem yang stabil 2. Konsepsualisasi 3. Kriteria : 1. ditanami pepohonan. Adjustment  hasil site analysis  obyectives /tujuan Misal: Lingkungan yang sustainable 1.kota suburban baru.000 penduduk ( kepadatan 30 orang/ acre ) dan tambahan 2. dikelola dan dibiayai warga kota yang punya kepentingan ekonomi di sana. dikelilingi sabuk hijau berupa tanah pertanian. Image of quality 3. dikelompokkan mengeIiIingi sebuah ruang pusat yang luas dan dominan. Hubungan Fungsional 2. Dengan cara melihat hubungan solid dan void secara bersamaan dapat diidentifikasi pola dan tekstur kawasan. Draft Howard memerlukan tanah seluas 6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat  Alternatif konsepsi  Keterbatasan : pembentukan dan penyesuaian lahan (grading. Health and comfort . Berbasis partisipsi masyarakat (needs &wants) 3. Kota-kota ini akan tumbuh secara mandiri. Perencanaan Detail (land using) Organisasi Hubungan Fungsional Organisasi terpusat merupakan komposisi terpusat dan stabil yang terdiri dari sejumlah ruang sekunder. Functional adequacy 2. cut & fill) 4. Optimum communications 5. Kota ini juga memiliki boulevard melingkar selebar l20 feet ( 36.6 meter ).

sanitasi dan listrik) 6. Tujuan 3. kaveling memanjang kedalam 4. kebisingan) 7.Perhatikan sistim klimatik (angin. 6. drainase. Micro grading 8. air minum. Jalan.Pembentukan dan penyesuaian lahan (Grading. Proporsi dengan ukuran jalan .Adjustment atau penyesuaian : 1. Modul dan ukuran Contoh : b)Subdivision/ kapling Besar 500 – 1000 m2 Sedang < 500 – 200 m2 Kecil < 200 . Bentuk seberaturan mungkin 5. Modul dan ukuran 2.Hasil site Analysis 2.Keterbatasan 5. kaveling tegak lurus jalan 3. kelembaban. Integrasi dengan sistim utilitas (jar.Objective . sinar matahari.60 Persyaratan Perencanaan Detail Meliputi : 1.Alternatif Konsepsi 4.stripping – cut –fill) Perenacanaan Detail Persyaratan tertentu a)Land Using/ zonasi 1.

dalam suatu unit lahan dapat dikombinasikan semua kegiatan seperti perumahan dengan berbagai tipe. . pertokoan. rekreasi dan ruang terbuka.Konsep Pembagian Lahan Konsep Konvensional Tingkat kepadatan rumah sama seperti pada konsep cluster namun batasan kapling yang jelas dan bentuk kapling yang relatif sama tersebar secara merata pada keseluruhan lahan. Konsep PUD (Planned Unit Development) Suatu pengembangan multi fungsi yang fleksibel tanpa ada pembagian yang kaku untuk setiap zona kegiatan.perkantotan. Konsep Cluster Rumah dibangun secara berkelompok (cluster) untuk mendapatkan kepadatan yang tinggi pada suatu area. sehingga lahan lainnya dapat dimanfaatkan untuk ruang terbuka.

Filosofi kota . Satelit center Illustration correct principle of city growth. Panduan kombinasi keuntungan cara hiduo di kota dalam lingkungan perdesaan .open country ever near at hand and rapid communication between off- Gambar 2. sehat.Cities in 21 : Olmsted konsep struktur ruang  Garden city 1896  Neighbourhood unit  Defensible space  Mixed use  New urbanism  Cities 21  Perencanaan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan  Peencanaan kota  Base development Posisi Kota 1.Garden city : kota hijau (Ebenezer howord)  Kota idela : aman.Neighborhood unit  Clarence stein : harus mempunyai pusat yang jelas. Garden city 1. Kota dibentuk oleh landasan sosail dan ekonomi 2. indah . jumlah penduduk min 5000 dll  Clarence perry setiap 3 x 5000 penduduk perlu dibangun sekolah  New urbanism . nyaman.

Dalam taman terletak berbagai sekolah (untuk pengalaman menghayati ruang) 5. Jalur kendaraan bermotor tak menembus perumahan. ekonomis dan pariwisata. Garden city center 4. Antara pusat kota dan permukiman terletak grand avenue yang terdiri dari taman 4. luas ruang terbuka 5000 aces Kota memiliki fungsi ekologi yaitu untuk menjaga keseimbangan alam contohnya taman bambu dapat memberi manfaat untuk penyeraoan air. 3. Populasi 32. Zona industri di pinggir kota yang dilintasi oleh jaringan kereta api dan jalur hijau sebagai pembatas 7. Clarence perry1926 (neighborhood unit) . sebagai batas lingkungan . Kota punya pusat dan batas yang jelas . Fungsi taman : pernafasan kota dan promenade 6. luas area terbangun 100 acres. Radius 800 m atau ½ mill . KDB (Koefisien Dasar Bangunan): perbandingan anata luas bangunan di bagi area ((luas lantai x luas bangunan / luas area ) x 100 % ) 3.000 jiwa.

warung . Pelayanan : toko kecil . 2 buah lingkungan di ikat oleh sebuah SMA .Peremajaan kota sebagai suatu proses yaitu upaya pembangunan kembali suatu wilayah atau beberapa bagian wilayah kota atau suatay kawasan fungsional kota dalam usaha meningkatkan kualitasnya. toko kecil. N. meningkatkan kapasitas dan vitalitas serta kemampuna baik itu dilakukan oleh pemerintah mauoun swasta sebagai pembangun. Radius pelajan kaki 1 mill atau 1600 m (pelayanan SD) . Pengertian . perpustakaan dan pusat lingkungan. Jala berbentuk cul de sac 6. ketenangan. taman .6400 keluarga  1 SMA  Satu pusat pertokoan  Satu pusat rekreasi  Taman Peremajaan kota a. curva yang menciptakan keamanan. atmosfer perumahan . pembukaan kebai.Unit lingkungan dilayani oleh pertokoan. 5. kegunaan dan kemanfaatanya. taman bermain anak  Radius minimum promenade ½ mil . . . Clarence stein 1942 (neighborhood unit) .1700 kelaurga  Pusat lingkungan : SD. sehabilitasu atau oembangunan kembali kawasan .Populasi 5000 jiwa . Pola jalan : cul de sac .L Engelhandt .3400 keluarga  1 SMA  Satu pusat rekreasi  Radius minimum prpmenade 1 mill .Peremajaan kota sebagai suatu fungsi yaitu upaya pembebasan lahan.SD dan Taman sebagai pengikat lingkungan berlokasi sentral .

. 5. 6. merelokasi atau pemukiman kembali sebagai penduduk ke kawasan lain alam kota. degradasi fisik atau degradasi kualitas serta degradasi kapassitas (daya tampung) 4. Rekonstruksi (Memperbaiki Konstruksi ) Merupakan suatu upaya untuk mengembalikan suatu struktur atau lingkungan alami atau binaan kepada wujud semula atau mendekati wujud asal. Tipologi peremajaan kota 1. pembangunan kembali dan sehabilitasu suatu wilayah yang telah berdegradasi. dll 2. relokasi industri atau kegiatan komersil dari suatu kawasan ke kawasan lain di dalam kota serta program pencegahan kemungkinan meluasnya kawasan kumu yang tidak terkendali dalam kota. Peremajaan kota merupaka bagian integral dari sutu rencana pembangunan kota. c. nilai sosial budaya. pemandangan alam. fungsional kota yang telah lapu dan mengalami degradasi fisik mauoun fungsional menjasi suatu fungsi perkotaan tertentu. perusakan lingkungan binaan dan lingkungan alami. Secara fungsional perbaika kota hendaknya harus sesuai dengan kebijaksanaan pembangunan kota secara keseluruhan. Konservasi ( Alami) Upaya untuk menjaga. memelihara dan melestarikan suatu bagian wilayah kota agar aman terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Preservasi (Buatan / Binaan ) Merupakan suatu upaya untuk mempertahankan.Peremajaan kota sebagai suatu program dan pembangunan kota yaitu upaya terkoordinasi yang mengkait ke berbagai instansi sektoralkota di dalam usaha mengarahkan program pembukaan kembali kawasan tertentu. dan seni. Rehabilitasi (Memperbaiki keadaan yang sudah mulai degradasi) Suatu usaha untuk mengembalikan fungsi dan/atau struktur dan/atau lingkungan fisik karena mengalami perusakan. seperti perlindungan terhadap bencana alam. pelestarian sungai. melestarikan dan memelihara berbagai struktur dan lingkungan alami dan binaan kota yang memiliki nilai sejarah. Gentrifikasi (Perubahan Fungsi ) Peningkatakan vitalitas bagian wilayah atau kawasan fungsional kota untuk meningkatkan nilai ekonominya tanpa menimbulkan perubahan struktur fisik . 3. nilai lingkungan. Esensi dan tujuna peremajaan kota Peremanjaan kota dikenal juga denga urban redevelopment dan urban renewal. Renovasi (Pembaharuan (Make Up) Merupakan suatu usaha pengubahan dan/atau penyesuaian sebahagian atau beberapa bagian dari suatu lingkungan atau struktur untuk meningkatkan kapasitas dalam fungsi yang tetap atau dalam fungsi yang baru. dan nilai arsitektur tinggi. b.

Kualitas tanah 4. Skala dan desai bangunannya yang dekat yang perlu dipertimbangkan dalam preservasi dan konservasi . Pola jalan 5. program. Resettlement (Pemindahan Penduduk) Resettlement adalah proses pemindahan penduduk dari lokasi pemukiman yang sudah tidak sesuai dengan peruntukannya ke lokasi baru yang sudah disiapkan sesuai dengan rencana permukiman kota. 9. Memiliki tendensi (kecendrungan) menurunnya penghasilan 2. Karakter tanah dan pola penggunaan tanah yang berbatasan dengannya 3. adalah upaya penataan kembali suatu kawasan kota dengan terlebih dahulu melakukan pembongkaran sarana dan prasarana pada sebagian atau seluruh kawasan tersebut yang telah dinyatakan tidak dapat dipertahankan lagi kehadirannya. dalam kegiatan ini terjadi perubahan secara struktural terhadap peruntukan lahan. 8. Karakter fisik tapak 2. Reklamasi (Menambah Ruang) Pemanfaatan dan peningkatan kegunaan serta nilai ekonomis suatu wilayah yang tidak/belum bermanfaat. Biasanya. strategi serta pendekatan peremajaan kota yang terintegrasi secara baik 3.Peremajaan sebagai kompensasi bagi suatu bagian wilayah atau kawasan kota yang diremajakan 7. serta ketentuan-ketentuan pembangunan lainnya yang mengatur intensitas pembangunan baru. Kualitas air 3. 1. . Jalur hijau 5. wilayah rawa. misalnya lahan bekas pertambangan. Kualitas visual yang unk 4. Redevelopment (Pembangunan Kembali ) Redevelopment atau pembangunan kembali. Rendahnya SDM yang dicirikan oleh belum hidupnya iklim demokrasi yang murni Tipolohi Bangunan Site desain standar 1. Dalam peremajaan kota perlu memperhatikan. lahan berkualitas rendah. Kualitas udara 2. Belum memiliki perencanaan. Pembukaan wilayah baru di dalam kota yang semula telah mengalami degradasi fisik sehingga secara sosial-ekonomis tidak mempunyai nilai. Mengoptimalkan fungsi kawasan dan memanfaatkanya Kendala yang dialami untuk melakukan peremajaan kota 1. RTH 6. profil sosial ekonomi.

Kualitas visual dibagi menjadi 3 yaitu: 1. Perencanaan landscaping -> vegetasi 3.6. Pembentukan lahan / grading 2. Signage . Pada pola site dengan skala besar (luas). pemandangan alam (natural feature) mempunyai peran penting dalam pembangunan site tersebut.