Rolling Cyrcle Replication

Rolling cycle replication merupakan salah satu jenis replikasi yang dapat kita temukan
pada tiga kasus. Pertama pada sebagian besar virus yang sedang menggandakan materi
genetiknya. Yang kedua pada bakteri yang sedang melakukan konjugasi. Dan yang ketiga pada
amphibi yang sedang memperbanyak DNA ekstrakromosomal yang mengandung gen rRNA.

Mekanisme : awalnya ada DNA sirkuler melingkar (yang double helix) sehingga talinya ada
dua/lingkaran ada dua yaitu lingkaran dalam dan lingkaran luar. Terdapat titik ORI yaitu titik
awal mula replikasi.

1. Langkah pertama, di titik ORI akan dipotong oleh endonukleuase. Kalau lingkaran kan
tanpa ujung jika terpotong akan membentuk celah sehingga terbentuklah ujung 5 dan
ujung 3 bebas (yang dipotong yang diluar saja.
2. Ujung 5 akan ditarik keluar (oleh protein sinyal). Ketika ditarik, lingkaran di dalam
akan berputar. Sehingga dinamakan rolling cycle. Misal kita memiliki DNA sirkuler,
kemudian dipotong dan ditarik salah satu ujungnya, maka ujung lain akan semakin
habis karena tertarik. Namun, pada kenyataannya, tali tersebut walaupun ditarik keluar
tetap panjang dan tidak akan habis. Hal ini disebabkan karena ketika ujung 5 ditarik
dan bagian dalam berputar, ujung 3 tetap mensintesis DNA. Sehingga pada langkah ini
ada tiga hal yaitu ujung 5 ditarik, lingkaran dalam berputar, ujung 3 mengalami
pemanjangan (sintesis DNA).
3. DNA unting lama dari lingkaran luar akhirnya tertarik semua. Dan akibatnya,
dilingkaran luar terbentuk DNA baru secara keseluruhan (dominan kuning biru lepas).
4. DNA lama akan dipotong dan ada dua kemungkinan, dia akan langsung melingkar
tanpa menggandakan diri, sehingga lingkarannya single helix, ada kalanya juga ketika
dia melingkar dia juga menggandakan sehingga terbentuk unting baru, sehingga DNA
double helix.