You are on page 1of 1

Pendugaan Neraca Air, Erosi, dan Sedimentasi Menggunakan Aplikasi Tank Model dan MUSLE di Sub

-
Sub Das Cikadu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dibimbing Oleh Nana Mulyana Arifjaya

Kesulitan dalam menduga karakteristik aliran air pada suatu DAS dapat dijawab oleh aplikasi Tank
Model, model ini menggunakan parameter curah hujan, evapotranspirasi, dan debit aliran sebagai
data masukan untuk menduga karakteristik suatu DAS berupa neraca air, keberadaan air dan tinggi
air pada masing-masing lapisan tanah. Lokasi penelitian adalah Sub-sub DAS Cikadu yang merupakan
bagian dari Sub DAS Cisangkuy yang berada di Desa Mangun Jaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten
Bandung dengan daerah tangkapan air seluas 986,6 Ha. Penelitian ini dilakukan pada bulan
November 2011-Januari 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui karakteristik hidrologi
di Sub-sub DAS Cikadu menggunakan aplikasi Tank Model berbasis data SPAS, 2) Menduga laju
sedimen dan erosi di Sub-sub DAS Cikadu menggunakan metode MUSLE dengan masukan data
limpasan yang dihasilkan oleh aplikasi Tank Model. Penutupan lahan di sub-sub DAS Cikadu yaitu
berupa semak belukar seluas 376,8 Ha (38,20%), kawasan hutan seluas 199 Ha (20,17%),
perkebunan seluas 152,3 Ha (15,44%), pemukiman seluas 4,4 Ha (0,44%), sawah irigasi seluas 123,8
Ha (12,55%), sawah tadah hujan seluas 60,1 Ha (6,10%), dan tegalan seluas 69,8 Ha (7,08%). Hasil
kalibrasi data SPAS diperoleh hubungan tinggi muka air dengan debit aliran yaitu Q= 50,82TMA2,578
dengan R2 = 0,98. Hubungan debit aliran dengan laju sedimentasi yaitu Qs=0,981Q1,897 dengan R2
= 0,70. Besar limpasan dapat diduga dengan Tank Model dan besar laju sedimen dengan
menggunakan metode MUSLE. Koefisien Runoff sebesar 37%, hubungan korelasi yang kuat antara
laju sedimen observasi dengan laju sedimen MUSLE dengan R2 = 0,75. Nilai parameter optimasi Tank
Model diperoleh nilai R=0,86. Masukan Tank Model selama 57 hari berupa curah hujan 636,9 mm
dengan nilai ETP total sebesar 211,384 mm akan menjadi total aliran sebesar 215,07 mm,
perbandingan aliran pada masing-masing reservoir adalah pada surface flow sebesar 71,98
mm(33,47%), Intermediate flow sebesar 58,55 mm (27,22%), Sub-base flow sebesar 2,05 mm
(0,95%), dan Base Flow sebesar 82,47 mm (38,34%) dan tersimpan sebagai stored sebesar 209,6 mm
. Total laju sedimentasi sebesar 15,57 ton/ha/tahun atau setara dengan kehilangan tanah sedalam
1,29 mm/tahun.