You are on page 1of 31

PENDEKATAN SAINTIFIK DAN ESENSI INKUIRI DALAM

PEMBELAJARAN SAINS/BIOLOGI SERTA PERMASALAHANNYA DI
INDONESIA

Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Problematika Pendidikan Biologi

yang dibimbing oleh Bapak Dr. Ibrohim, M.Si dan Dr. Istamar Syamsuri, M.Pd.

Disusun oleh:

Kelompok 4/Kelas B

Rosita Ariyanti 170341864570

Putri Widya Mayangsari 170341864517

Salis Mutmainatuz Z. 170341864576

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PROGRAM PASCASARJANA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Februari 2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan
dan kemampuan kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan makalah yang
berjudul “Pendekatan Saintifik Dan Esensi Inkuiri Dalam Pembelajaran
Sains/Biologi Serta Permasalahannya Di Indonesia” dengan tujuan untuk
memenuhi salah satu tugas matakuliah Problematika Pendidikan Biologi pada
Program Studi S2 Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
Adapun kajian dalam makalah ini adalah untuk menjelaskan pemerataan
akses pendidikan di Indonesia, sistem wajib belajar di Indonesia, kualitas
pendidikan yang sesuai dengan tuntutan Undang-undang dasar tahun 1945,
perkembangan pendidikan di Indonesia, dan upaya pemerintah dalam pemerataan
pendidikan di Indonesia.
Selanjutnya, kepada dosen pembimbing Bapak Dr. Ibrohim, M.Si dan Dr.
Istamar Syamsuri, M.Pd, penulis mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan
masukannya selama penulisan dan selama presentasi makalah ini berlangsung.
Akhirnya, masukan dan kritikan yang membangun demi menyempurnakan
makalah ini sangat diharapkan dari semua pihak. Semoga buah pikir dalam bentuk
makalah ini dapat memberikan kontribusi dan bermanfaat bagi yang
membutuhkan khususnya dalam dunia pendidikan.

Malang, Februari 2018

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi setiap
manusia. Pendidikan menjadi salah satu tolak ukur kemajuan bangsa, sehingga
saat ini pendidikan di Indonesia tengah berada dalam kondisi pembaharuan demi
kemajuan bangsa, salah satunya dalam hal pembelajaran disekolah. Pembelajaran
disekolah saat ini lebih ditekankan pada peserta didik (student center). Peserta
didik diupayakan untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka melalui proses
pembelajaran yang dirancang. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui
pendekatan-pendekatan sehingga proses yang dilalui lebih memberikan makna
pada peserta didik. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah pendekatan
saintifik. Permendikbud Nomor 65 menjelaskan tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses
pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik/ilmiah.
Pendekatan saintifik merupakan satu pendekatan yang digunakan dalam
pembelajaran dengan menitikberatkan pada penggunaan metode ilmiah dalam
kegiatan belajar mengajar. Hal ini didasari pada esensi pembelajaran yang
sesungghnya merupakan sebuah proses ilmiah yang dilakukan oleh peserta didik
dan guru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam
mengimplementasikan pendekatan saintifik adalah dengan menggunakan model
pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan tersebut.
Proses pembelajaran yang dilaksanakan saat ini masih menggunakan
paradigma lama yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher
centered) dengan memilih model pembelajaran langsung. Pembelajaran sains
yang sesuai dengan tuntutan kurikulum berdasarkan pendekatan saintifik salah
satunya adalah pembelajaran inkuiri. Namun pada prakteknya belum
sepenuhnya dipahami oleh guru, baik dalam pemahaman guru tentang inkuiri,
kemampuan merencanakan dan melaksanaan pembelajaran sains dan
kemampuan membuat soal-soal inkuiri dalam mengevaluasi pembelajaran sains
sedangkan inkuiri sangat erat kaitanya dengan pembelajaran sains.

Menjelaskan esensi pembelajaran inkuiri. maka rumusan masalah dalam makalah ini yaitu: 1.B. BAB II . Bagaimanakah esensi pendekatan saintifik? 2. 6. Menjelaskan esensi pendekatan saintifik. Menjelaskan pendekatan saintifik dalam pembelajaran sains/biologi. Menjelaskan solusi yang diberikan dalam menghadapi masalah/kendala dalam pengimplementasian pembelajaran saintifik dan inkuiri. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan. 4. Bagaimana esensi inkuiri dalam pembelajaran sains atau biologi? 5. 3. Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik. 2. Menguraikan masalah yang dihadapi dalam pengimplementasian pembelajaran saintifik dan inkuiri. Bagaimana esensi atau hakikat pendekatan saintifik dalam pembelajaran sains atau biologi? 4. Masalah apasajakah yang dihadapi dalam pengimplementasian inkuiri pada pembelajaran sains? 6. Solusi apakah yang bisa diberikan untuk menyelesaikan permasalahan penerapan inkuiri dalam pembelajaran Sains? C. 5. Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik? 3. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan penulisan makalah ini yaitu: 1.

Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. menginspirasi. Sejatinya. menguatkan. keterampilan.1 Esensi Pendekatan Saintifik Pendekatan pembelajaran merupakan suatu titik tolak atau sudut pandang terhadap suatu proses pembelajaran dimana pandangan terhadap proses berlangsungnya suatu pembelajaran yang masih bersifat sangat umum yang mewadahi. 2013). Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah. PEMBAHASAN 2. penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas. Berdasarkan pendekatannya. para ilmuwan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) ketimbang penalaran deduktif (deductive reasoning). karena itu Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum (Kemendikbud. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu (Nasution. pembelajaran dilaksanakan melalui dua jenis pendekatan. penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher centered approach) dan pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered approach). dan pengetahuan peserta didik. Sebaliknya. . 2013). Pembelajaran merupakan proses ilmiah. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap.

(6) Berbasis pada konsep. Pemilihan pendekatan saintifik ini dipandang mampu mencapai tujuan pendidikan yaitu keseimbangan antara pengetahuan. dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta. dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. atau dongeng semata. memahami. bukan sebatas kira-kira. dari ruang lingkup dirinya dan di sekitarnya menuju ruang lingkup yang lebih luas. (3) Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis. 2013). pemikiran subjektif. dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. pengetahuan yang dimilikinya bersifat dinamis. berkembang dari sederhana menuju kompleks. peserta didik mengkonstruksi pengetahuan bagi dirinya. atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. dan tepat dalam mengidentifikasi. dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran. Bagi peserta didik. dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dimana pengetahuan yang dimilikinya bersifat dinamis. 2. (4) Mendorong dan menginspirasi peserta didik agar mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini mengupayakan pengembangan seluruh potensi peserta didik agar dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan. (5) Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami.. respon peserta didik. sikap. kesamaan. analistis. menerapkan. teori. khayalan. memecahkan masalah. dari ruang lingkup dirinya menuju ruang lingkup yang luas dan dari hal-hal bersifat konkret menuju abstrak. namun menarik sistem penyajiannya (Fauziah. . Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach). (7) Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas. berkembang dari sederhana menuju kompleks.1. (2) Penjelasan guru. legenda. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik memiliki beberapa kriteria sebagai berikut: (1) Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu. dan keterampilan dalam diri peserta didik. dkk.1 Langkah-langkah/Komponen Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah Di dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa. keterampilan. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah. dan pengetahuan (Kemendibud. ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa. dan kognitif peserta didik sehingga menghasilkan peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan (soft skills) dan kecakapan serta pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik sebagaimana tergambar pada Gambar berikut: Gambar 2. psikomotor. 2013). dan keterampilan. operasional konkrit. Pembelajaran berlandasakan pendekatan saintifik diupayakan untuk mengembangkan ranah afektif. Kompetensi yang Harus dimiliki Siswa Pendekatan saintifik dalam pembelajaran dapat disajikan sebagaimana tergambar pada Gambar berikut: . dan/atau akan mengalami empat tahap perkembangan intelektual. pengetahuan. pra-operasional. yakni sensori motor.dan dari yang bersifat konkrit menuju abstrak. Sebagai manusia yang sedang berkembang. sedang. peserta didik telah.” Hasil akhirnya adalahpeningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik(soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap. dan operasional formal (Permendikbud nomor 81 A Tahun 2013).” Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik ini menyentuh tiga ranah. yaitu sikap.

dan (questioning) pertanyaan. Gambar 3. tanya jawab. waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati Menanya membuat dan mengajukan jenis. atau sebagai dan hipotetik) . objek/membaca suatu menonton. kesabaran. Prosedur Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Sumber:Kemendikbud. Deskripsi Langkah Pembelajaran Langkah Deskripsi Kegiatan Bentuk Hasil Belajar Pembelajaran Mengamati mengamati dengan indra perhatian pada waktu (observing) (membaca. penjelasan. informasi tambahan yang konseptual. catatan yang dibuat tentang yang diamati. 103 Tahun 2014. (pertanyaan faktual. mengamati suatu menyimak. prosedural. ingin diketahui. dan sebagainya) tulisan/mendengar suatu dengan atau tanpa alat. melihat. 2013 Berdasarkan Permendikbud No. mendengar. kualitas. jumlah pertanyaan yang berdiskusi tentang informasi diajukan peserta didik yang belum dipahami. pendekatan saintifik yang meliputi lima pengalaman belajar yang tercantum dalam tabel berikut: Tabel 1.

struktur . argumentasi menganalisis data dalam dan kesimpulan bentuk membuat kategori. mengenai keterkaitan mengasosiasi atau informasi dari dua menghubungkan fakta/konsep. fenomena/informasi yang interpretasi argumentasi terkait dalam rangka dan kesimpulan menemukan mengenai keterkaitan suatu pola. digunakan untuk wawancara. jumlah dan kualitas informasi/mencoba berdiskusi. bentuk/gerak. melakukan kelengkapan informasi. dikumpulkan. memodifikasi/ menambahi/mengem-bangkan Menalar/Mengasosi mengolah informasi yang mengembangkan asi (associating) sudah dikumpulkan. eksperimen. Mengumpulkan mengeksplorasi. membaca sumber validitas informasi yang lain selain buku teks. dan mengumpulkan data. mencoba. sumber yang (experimenting) mendemonstrasikan. interpretasi. dan mengumpulkan data dari nara instrumen/alat yang sumber melalui angket. klarifikasi. meniru dikaji/digunakan. mengembangkan interpretasi. menyintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antarberbagai jenis fakta/konsep/teori/ pendapat. dan lebih dari dua menyimpulkan fakta/konsep/teori.

. struktur baru. mengembangkan interpretasi. argumentasi. media laporan meliputi proses. pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat dilakukan sebagai berikut: 1. argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/penda-pat yang berbeda dari berbagai jenis sumber. Mengamati Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam kegiatan ini diantaranya: 1) menentukan objek yang akan diamati. baru. Metode ini memiliki keunggulan tertentu. dan mudah pelaksanaannya. atau (dari mengamati sampai grafik. elektronik. hasil. dan menyajikan tulisan. grafis. diagram. peserta didik senang dan tertantang. Mengomunikasikan menyajikan laporan dalam menyajikan hasil kajian (communicating) bentuk bagan. multi media dan kesimpulan secara lisan dan lain-lain Diuraikan lebih lanjut oleh Nasution (2013). seperti menyajikan media obyek secara nyata. menyusun laporan menalar) dalam bentuk tertulis. dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan.

2) membuat pedoman pengamatan sesuai dengan objek yang diamati. dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 5) menentukan secara jelas proses pengamatan yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data. ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. 2) mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar. 3) mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik serta merancang solusinya. 5) membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara. misalnya: Sebutkan ciri-ciri kalimat efektif! Kegiatan ini bertujuan untuk: 1) membangkitkan rasa ingin tahu. Pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. dan pengetahuannya. . Pada saat guru bertanya. mengajukan pertanyaan. 6) menentukan cara pencatatan hasil pengamatan. dan memberikan jawaban secara logis. melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan. keterampilan. Menalar (Mengasosiasi) Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Bentuk pertanyaan. dan pemahamannya atas materi yang disampaikan. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya. 3. 4) menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menunjukkan sikap. 2. pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Menanya Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”. dan perhatian peserta didik. 4) menentukan lokasi pengamatan. 3) menentukan jenis data yang dibutuhkan. sistematis. misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan. minat. keterampilan.

b. . Karena itu. Aplikasi pengembangan aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan daya menalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara berikut ini a. Guru menyusun bahan pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap sesuai dengan tuntutan kurikulum. Terdapat dua cara menalar. Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah. khususnya hubungan sebab-akibat. meski penakaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat. Tugas utama guru adalah memberi instruksi singkat tapi jelas dengan disertai contoh-contoh.Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah. yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Kemampuan menghubungkan antarfenomena atau gejala sangat penting dalam proses pembelajaran. bukan merupakan terjemanan dari reasonsing. meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Penalaran induktif merupakan cara menalardengan menarik simpulan dari fenomena atau atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. menalar secara induktif adalah proses penarikan simpulan dari kasus-kasus yang bersifat nyata secara individual atau spesifik menjadi simpulan yang bersifat umum. Jadi. istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. baik dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi. Di sinilah esensi bahwa guru dan peserta didik dituntut mampu memaknai hubungan antarfenonena atau gejala. Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating.Suatu simpulan yang menjadi sebab dari satu atau beberapa fakta itu atau dapat juga menjadi akibat dari satuatau beberapa fakta tersebut. Hubungan sebab-akibat diambil dengan menghubungkan satu atau beberapa fakta yang satu dengan datu atau beberapa fakta yang lain. karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau pengalaman empirik.

4. (5) guru menyampaikan masalah yang akan diuji cobakan dalam kegiatan percobaan. c. (8) guru mengumpulkan hasil kerja peserta didik dan mengevaluasinya. Membentuk Jejaring (Mengkomunikasikan) Dalam kegiatan mengkomunikasikan dapat dilakukan pembelajaran kolaboratif. Pendidik harus merencanakan kegiatan percobaan ini sebaik mungkin sehingga hal-hal yang dilakukan peserta didik dapat memberikan makna kepada mereka. Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal. (7) peserta didik melakukan percobaan dengan bimbingan guru. Seriap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki. . Kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerja sama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif untuk mencapai tujuan bersama. (6) guru membagikan lembaran kerja pada peserta didik. (4) guru menyediakan lembaran kerja sebagai pengarahan pada peserta didik. Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hierarkis. f. e. (2) guru beserta peserta didik mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan pembelajaran perbaikan. Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan atau pelaziman. lebih dari sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Mencoba (Mengumpulkan informasi) Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengalaman yang nyata kepada peserta didik sehingga mereka dapat memahami lebih dalam materi yang diberikan. (3) guru memperhitungkan waktu dan tempat. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata atau otentik. dimulai dari yang sederhana (persyaratan rendah) sampai pada yang kompleks (persyaratan tinggi). 5. d. g. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan pendidik diantaranya: (1) merumuskan tujuan percobaan yang akan dilakukan. h.

Pada kegiatan akhir diharapkan peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun secara bersama-sama dalam kelompok dan/atau secara individu. menyajikan dan mengkomunikasikan. dan membentuk jejaring. Kemampuan kreativitas tersebut diperoleh melalui kegiatan mengamati. memberikan umpan balik. Peran guru pada pembelajaran biologi dengan pendekatan saintifik adalah bertindak sebagai fasilitator.1. atau bisa juga dengan dikerjakan sendiri setelah mendengarkan hasil kegiatan mengolah informasi. mencoba. sebaiknya hasil pencatatan dilakukan oleh setiap individu agar dapat dimasukan ke dalam file portofolio peserta didik. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. 1/3 sisanya berasal dari genetik. 2/3 sisanya dari genetik. 2. Guru dapat memberikan klarifikasi agar peserta didik mengetahui dengan tepat apakah yang telah dikerjakan sudah benar atau ada yang harus diperbaiki. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik mampu menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan. Membentuk jejaring terdiri dari tiga langkah yaitu: menyimpulkan. (dalam Sajidan (2014) menyatakan bahwa 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh dari pendidikan. Pembelajaran Biologi lebih menekankan pada penerapan keterampilan proses. Menyajikan dapat disajikan dalam bentuk laporan tertulis. memberikan penjelasan dan konfirmasi. . Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik khusus dalam menggunakan pendekatan pembelajaran. Laporan tertulis dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk portofolio kelompok dan atau individu dan walaupun tugas dikerjakan secara berkelompok. menanya. Menyimpulkan dapat dilakukan bersama- sama dalam satu kesatuan kelompok. Kegiatan mengkomunikasikan dapat diarahkan sebagai kegiatan konfirmasi. Aspek-aspek pada pendekatan saintifik terintegrasi pada pendekatan keterampilan proses dan metode ilmiah. menalar. Dyers et al. Hal ini berkebalikan dengan kemampuan intelegensia dimana 1/3 dari pendidikan. mengarahkan kegiatan belajar biologi.2 Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Sains/Biologi Pembelajaran saintifik mampu meningkatkan kreativitas peserta didik. membangun kemauan.

Model inkuiri menekankan pada proses mencari dan menemukan. Menurut Rustaman (2005). melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data.2. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa . Dalam model pembelajaran inkuiri. Keterampilan yang dilatihkan sering ini dikenal dengan keterampilan proses IPA . merencanakan penyelidikan atau investigasi. keterampilan proses perlu dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman langsung sebagai pengalaman pembelajaran. siswa terlibat secara mental dan fisik untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru. Keterampilan proses sains merupakan seperangkat keterampilan yang digunakan para ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah.1 Pengertian Essensi Inqury Inkuiri merupakan model pembelajaran yang membimbing siswa untuk memperoleh dan mendapatkan informasi serta mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan yang dirumuskan. Melalui pengalaman langsung seseorang dapat lebih menghayati proses atau kegiatan yang sedang dilakukan. 2. mereview apa yang telah diketahui.2 Esensi Inkuiri dalam Pembelajaran Sains 2. yang mendorong siswa untuk menyelidiki masalah dan menemukan informasi. Kardi (2003) mendefinisikan inkuiri sebagai model pembelajaran yang dirancang untuk membimbing siswa bagaimana meneliti masalah dan pertanyaan berdasarkan fakta. serta membuat prediksi dan mengkomunikasikan hasilnya. Cleaf dalam Putrayasa (2009) menyatakan bahwa inkuiri adalah salah satu strategi yang digunakan dalam kelas yang berorientasi proses. mengevaluasi buku dan sumber informasi lain secara kritis. inkuiri merupakan sebuah strategi pengajaran yang berpusat pada siswa. merumuskan pertanyaan yang relevan. peran siswa dalam model ini adalah mencari dan menemukan sendiri pemecahan masalah dalam suatu materi pelajaran sedangkan guru sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. menganalisis dan menginterpretasi data. Pada pembelajaran Biologi pendekatan saintifik dapat diterapkan melalui keterampilan proses. Secara umum Ibrahim (2007) menyatakan bahwa inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan mengobservasi.

dibebaskan untuk menciptakan makna dan pengertian baru berdasarkan interaksi antara apa yang telah dimiliki. Sumantri (1999). dipercayai.2. penyelidikan. Metode inquiry berupaya menanamkan dasar-dasar berpikir ilmiah pada diri siswa. atau informasi baru yang dipelajari. menanyakan keterangan. diketahui. di mana setiap mahasiswa sebagai subyek belajar. Menurut Carin and sund dalam Ahmadi (2005).2 Ciri-ciri dan Sasaran Strategi Pembelajaran Inkuiri 1. dengan fenomena. gathering data. Ciri-ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri . dan diubah oleh informasi baru yang diperoleh dalam proses belajar. ide. dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan mereka dengan rasa percaya diri. designing experiments. dimodifikasi. berpusat pada siswa dan guru berperan sebagai fasilitator untuk siswa dalam mencari dan menemukan masalah serta memecahkan masalah sendiri. Trowbridge & Bybee (1986) mengemukakan “Inquiry is the process of defining and investigating problems. dalam proses belajar mahasiswa telah membawa pengertian dan pengetahuan awal yang harus ditambah. kritis. logis. and drawing conculations about problems” Pendekatan inkuiri pada dasarnya adalah menggunakan pendekatan konstruktivistik.model pembelajaran inkuiry merupakan model pembelajaran yang berorientasi proses. Dengan demikian. dan menempatkan siswa dalam suatu peran yang menuntut inisiatif besar dalam menemukan hal-hal penting untuk dirinya sendiri. direvisi. 2. melakukan pemeriksaan inkuiri berarti pertanyaan atau pemeriksaan. Kata “Inquiry” berasal dari bahasa inggris yang berarti mengadakan penyelidikan. menyatakan bahwa metode inquiry adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan informasi dengan atau tanpa bantuan guru. formulating hypotheses. metode inquiry didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki masalah secara sistematis. diperbaharui.

2. logis dan kritis. artinya siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Inquiry Terbimbing (guided inquiry approach) Model pembelajaran Inquiry (inkuiri) terbimbing yaitu posisi guru membimbing siswa dengan melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Ketiga jenis model pembelajaran Inquiry (inkuiri) tersebut adalah: 1. Wina Sanjaya membaginya menjadi tiga ciri utama. Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya. yakni: a) Srategi inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. b) Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan.3 Jenis-Jenis Stategi Pembelajaran Inkuiri Model pembelajaran Inquiry (inkuiri) terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan besarnya intervensi guru terhadap siswa atau besarnya bimbingan yang diberikan oleh guru kepada siswanya. atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Karena dalam model pembelajaran Inquiry (inkuiri) bebas.2. Wina Sanjaya menyatakan bahwa tujuan utama pembelajaran menggunakan strategi inkuiri adalah menolong siswa untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka. Sasaran Strategi Pembelajaran Inkuiri Seperti yang dijelaskan dari ciri proses pembelajaran inkuiri di atas. 2. Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. 2. menempatkan siswa seolah-olah . sehingga diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri (self belief). Inquiry Bebas (free inquiry approach) Pada umumnya model pembelajaran Inquiry (inkuiri) ini digunakan bagi siswa yang telah berpengalaman belajar dengan pendekatan inquiry. c) Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis.

Siswa diberi kebebasan menentukan permasalahan untuk diselidiki. Meskipun begitu permasalahan yang akan dijadikan topik untuk diselidiki tetap diberikan atau mempedomani acuan kurikulum yang telah ada. yaitu: model pembelajaran Inquiry (inkuiri) dan model pembelajaran Inquiry (inkuiri). merancang prosedur atau langkah-langkah yang diperlukan. Dengan demikian strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi kepada proses belajar. Perkembangan mental (intelektual) itu menurut Piaget dipengaruhi oleh 4 faktor. maka dalam Strategi pembelajran inkuiri terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru. Berorientasi pada pengembangan intelektual Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. otak. yang meliputi pertumbuhan tubuh. Sehingga kriteria keberhasilan dari suatu proses pembelajaran inkuiri ditentukan oleh sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu. Adapun prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut: 1. Atas dasar faktor-faktor di atas.2. yaitu proses pertumbuhan fisik. Inquiry Bebas yang Dimodifikasi ( modified free inquiry approach) Model pembelajaran Inquiry (inkuiri) ini merupakan kolaborasi atau modifikasi dari dua model pembelajaran Inquiry (inkuiri) sebelumnya. Physical experience adalah tindakan- tindakan fisik yang dilakukan individu terhadap benda-benda yang ada di lingkungan sekitarnya. menemukan dan menyelesaikan masalah secara mandiri. 2. Maturation atau kematangan adalah proses perubahan fisiologis dan anatomis. 3. 2. dan equilibration. Prinsip interaksi . bekerja seperti seorang ilmuwan. physical experience. social experience. Equilibration adalah proses penyesuaian antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru yang ditemukannya.4 Prinsip-prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang menekankan kepada pengembangan intelektual siswa. yaitu maturation. Social experience adalah aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain. dan sistem saraf.

baik otak kiri maupun otak kanan. Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Merumuskan kesimpulan. 3. Oleh sebab itu. bertanya untuk mengembangkan kemampuan. Oleh karenanya berbagai jenis dan teknik bertanya perlu dikuasai oleh stiap guru. 4. 5. atau bertanya untuk menguji. Prinsip belajar untuk berpikir Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta. bertanya untuk melacak. Prinsip keterbukaan Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan. Mengumpulkan data 5. 2. yakni: a. apakah itu hanya sekedar untuk meminta perhatian siswa. Menjelaskan topik. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini.2. akan tetapi belajar adalah suatu proses berpikir (learning how to think). Menguji hipotesis 6. dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. siswa perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. . Prinsip bertanya Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan strategi pembelajrana inkuiri adalah sebagai penanya. yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak. Orientasi 2. tujuan. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melakssiswaan proses pembelajaran. tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Mengajukan hipotesis 4. Lebih lanjut langkah-langkah di atas akan dijelaskan sebagai berikut: 1.Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar.5 Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Inkuiri Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajara inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. Merumuskan masalah 3.

Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap siswa adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. di antaranya: a. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah. Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Setiap siswa pada dasarnya telah memiliki potensi atau kemampuan berpikir sejak ia lahir. 3. Artinya guru perlu mendorong agar siswa dapat merumuskan masalah yang menurut guru sudah ada. Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti. Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. Sebagai jawaban sementara. tinggal siswa mencari dan mendapatkan jawabannya secara pasti. 2.b. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inkuiri sertatujuan setiap langkah. Potensi berpikir tersebut dimulai dari kemampuan setiap individu untuk menebak atau mengira-ngira (berhipotesis) dari suatu permasalahan. Mengumpulkan Data . guna memberikan motivasi pada siswa. c. Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. 4. Merumuskan masalah Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung tea-teki. c. b. hipotesis perlu diuji kebenarannya. mulai dari langkah merumuskan masalah samapai dengan kesimpulan. Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.

Dalam strategi pembelajaran inkuiri. Faktor penting dalam menguji hipotesis adalah pemikiran ‘benar’ atau ‘salah’.6 Kelebihan dan Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri 1. Kelebihan Strategi pebelajaran inkuiri adalah strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan karena strategi ini banyak memiliki keunggulan. diantaranya: a. Setelah memperoleh kesimpulan dari data percobaan. siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang telah dilakukannya. Proses mengumpulkan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar. Trianto dalam bukunya menjelaskan bahwa data yang dihasilkan dapat berupa tabel. Oleh sebab itu. Merumuskan kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. dan psikomotor secara seimbang. mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. sehingga pembelajaran melalui strategi ini lebih bermakna. akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. . Menguji Hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. matrik atau grafik. 5. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang akurat 2. Bila ternyata hipotesis iyu slaha atau ditolak.2. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif. afektif. 6. Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang dilakukan.

Artinya. Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. i) Dapat memberikan waktu pada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasismilasi dan mengakomodasi informasi. strategi pembelajaran inkuiri menurut Wina Sanjaya. 2. diantaranya sebagai berikut: a) Siswa menjadi lebih aktif b) Dapat meningkatkan kemampuan intelektual siswa c) Meningkatkan kadar penghayatan kadar penghayatan cara berfikir dan cara hidup yang tepat dalam berbagai situasi nyata. f) Proses belajar menjadi lebih merangsang. c. dan terbuka. e) Memberi kepuasan bersifat intristik. diantaranya: a) Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentur kebiasaan siswa dalam belajar. diantaranya sebagai berikut: a) Dapat membentuk dan mengembangkan “self consept” pada diri siswa. d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri. b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. bersifat objektif jujur. Strategi pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Adapun keuntungan penggunaan strategi pembelajaran inkuiri menurut Isjoni. . juga mempunyai kelemahan. c) Mendorong siswa berfikiran dan bekerja atas inisiatif sendiri. h) Guru dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional. b. Adapun keuntungan penggunaan strategi pembelajaran inkuiri menurut Slameto. d. Kelemahan Disamping keunggulan. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik. g) Memberi kebebasan siswa untuk berpikir sendiri. siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

3 Permasalahan Penerapan Pendekatan Saintifik Dan Inkuiri Dalam Pembelajaran. memiliki peran penting dalam pembelajaran proses sains diatanranya adalah Biologi. 2. 2013). 2. Pembelajaran dengan model inkuiry memberikan kemandirian belajar siswa dan memiliki pemahaman konsep yang lebih baik (Mashuri. 2012). Model pembelajaran inkuiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa karena dalam langkah pembelajarannya melibatkan siswa secara langsung dalam memecahkan masalah (Azizah.2.6 Urgensi Pembelajaran Inkuiri dalam Pembelajaran Biologi Model pembelajaran inkuiry terlepas dari keuntungan dan kelemahan yang dimiliki pada saat implementasi. 4. 2016).b) Kadang dalam mengiplementasikannya. Model pembelajaran inkuiry terbimbing berbantuan website dapat meningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X secara signifikan. \ d) Tidak dapat diterapkan efektif pada semua tingkatan kelas e) Memerlukan banyak waktu. Pembelajaran ini menjadikan siswa mendapatkan motivasi untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran dan dituntut untuk aktif dan kreatif membangun pengetahuan nya (Fajarudin. 2012). 2. Model pembelajaran inkuir dapat meningkatkan kreativitas serta prestasi belajar siswa (Suparni. Pendekatan saintifik adalah pendekatan dalam pembelajaran dengan menerapkan cara kerja ilmiah. 3. Adapun peran penting model pembelajaran inkuiry pada pembelajaran sains seperti yang telah dilakukan penelitian sebagai berikut. 1. c) Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran. maka strategi pembelajaran inkuiri akan sulit diimplementasikan setiap guru. memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Pendekatan ilmiah dalam kurikulum 2013 dituangkan dalam buku siswa maupun buku guru dengan beberapa kata .

Esensi pendekatan saintifik adalah siswa melaksanakan kegiatan mengamati. guru sering melupakan esensi bahwa pembejaran yang dimaksud dalam kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang menekankan pada proses pembelajaran yang mendekatkan siswa pada dunia sekitarnya secara nyata. siswa tidak diajak untuk menalar. bertanya. Hal itu memang sulit untuk diperbaiki. diharapkan siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah. Masalah lain yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran saintifik dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik tidak diajarkan secara runtut di dalam pembelajaran. mencoba. Namun.operasional yang membantu guru maupun siswa dalam proses belajar mengajar. mengingat guru sudah terbiasa mengajar dengan pendekatan konvensional yang berupa ceramah. Guru mengajar hanya dengan menerapkan apa yang ada di buku tanpa adanya pengembangan pembelajaran ke arah pembelajaran kontekstual dalam pengalaman belajar. penugasan. Pada pembelajaran tersebut. Kegiatan menalar. 3. menanya. Namun. Hal tersebut tentunya akan mengurangi esensi dari pendekatan saintifik itu sendiri. mencoba. Berbagai hambatan dan masalah dalam penerapan pendekatan saintifik dijabarkan sebagai berikut: . maupun ekspositori. Di mana siswa belajar dengan alam sekitarnya dengan segala problema di dalamnya melalui pendekatan ilmiah. dalam buku siswa kurikulum 2013 penerapan pendekatan saintifik dilaksanakan tidak berurutan dalam setiap pembelajaran. Misalnya pada pembelajaran 1 siswa diajak untuk mengamati. namun pengalaman siswa tidak kontekstual. kenyataan di lapangan dalam penerapan pendekatan saintifik ini. dimana siswa diharapkan mempunyai kemampuan ilmiah dan sikap ilmiah yang baik. 4 dan seterusnya. Dengan demikian. Hilangnya esensi pendekatan ilmiah menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan guru hanyalah kontekstual secara konten/materi saja. membentuk jejaring (mengkomunikasikan) secara berurutan. menalar. mencoba dan mengkomunikasikan. dan mengkomunikasikan justru disajikan pada pembelajaran 2. Merubah mindset guru bukanlah hal yang mudah dan singkat sehingga diperlukan banyak waktu.

2. 2017). 2014). (3) rumitnya persiapan yang harus . Hambatan lain yang sering dialami guru yaitu ketidaksesuaian antara apa yang telah di rencanakan dalam RPP dengan keadaan nyata yang terjadi pada saat pembelajaran. dan (d) minat peserta didik dalam pembelajaran dengan media dan alat peraga yang sudah digunakan guru masih kurang.1. dan media elektronik lainnya. 3. Persiapan media pembelajaran dan kurangnya kreativitas guru Hambatan yang dialami guru dalam persiapan media pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik antara lain: (a) sulit mencari media pembelajaran yang cocok untuk pendekatan saintifik karena harus dihubungkan dengan kehidupan nyata. Hambatan dalam proses pembelajaran Hambatan yang dialami oleh guru dalam pelaksanaan pendekatan saintifik antara lain: (a) pada kegiatan menanya sulit menarik minat siswa untuk bertanya maupun memberikan pendapat mereka dalam pembelajaran. LCD. 4. dan (b) kreativitas guru yang masih kurang dalam menentukan media pembelajaran yang lebih beragam (Aryani. Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran Hambatan yang dialami guru antara lain (a) Sebagian siswa masih perlu dipancing agar aktif sesuai metode yang diterapkan. Selain itu guru masih kurang menggunakan variasi dalam kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada siswa sehingga siswa kurang tertarik dan cenderung mengabaikan kegiatan yang diberikan guru (Aryani. Guru belum bisa dan belum memiliki waktu untuk menyusun RPP secara mandiri yang disesuaikan dengan karakteristik siswanya di masing-masing sekolah (Melania. 2014).(b) kurangnya pengelolaan waktu oleh guru. (c) kemampuan guru dalam membuat Powerpoint yang kurang menarik atau kurang bervariasi. Kendala penyusunan perangkat pembelajaran Kurang pahamnya guru dalam merancang dan membuat RPP sesuai yang dikehendaki kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan saintik dengan memperhatikan alokasi waktu dan langkah kegiatan yang sesuai. laptop. (b)sarana dan prasarana masih kurang memadai seperti.

serangkaian kegiatan mengumpulkan informasi hanya kegiatan berdiskusi dan meniru gerak yang dapat berjalan dengan baik di lapangan. melihat. bagi siswa SD merupakan kegiatan tersulit karena siswa hanya memiliki bekal pengetahuan faktual. Langkah mengamati berisi kegiatan siswa membaca. menyimak. . Kegiatan berdiskusi teraplikasikan pada semua aspek PAI. 2013) terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pendekatan saintifik. Kegiatan menanya menjadi sepi peminat. (c) guru kurang mampu mengelola kelas sehingga kegiatan belajar menjadi tidak kondusif (Aryani. Hasil penelitian Fauziah.dilakukan oleh guru. Dalam kegiatan mengumpulkan informasi. namun siswa cenderung gaduh dan tidak terfokus. mendengar. (c) kurangnya pengaturan waktu dalam pembelajaran. menonton tayangan video dilakukan dengan atau tanpa alat. et al. Dalam kegiatan mengasosiasi. Sedangkan dalam mengasosiasi perlu tahap berpikir lebih dari menganalisis (Kusaeri. 2014). diantaranya: (1) guru harus melakukan persiapan yang matang dan rumit dalam pembelajaran (2) guru harus selalu mengikuti perkembangan materi yang terkait dengan kehidupan nyata. 2017). 2015). Hasil penelitian Sujarwanto (2013) menunjukkan bahwa hambatan dalam pelaksanaan pendekatan saintifik diantaranya (a) tidak mudah membuat peserta didik mengajukan pertanyaan apabila tidak dihadapkan dengan media yang menarik. Menurut ()Pelaksanaan pendekatan saintifik di SD tidak seperti yang diharapkan dalam Permendikbud Nomor 81A tahun 2013. Hanya ada beberapa langkah yang teraplikasikan secara maksimal pada mata pelajaran PAI. Diakui oleh guru. Disamping itu guru kurang mampu mengelola alokasi waktu dimana penerapan pendekatan saintifk lengkap dengan semua komponen dan seluruh kegiatannya dapat menghabiskan waktu yang lama sehingga waktu kurang dapat terkelola dengan baik dan pembelajaran diakhiri jauh dari rencana (Melania. (b) kurangnya sarana pembelajaran. Banyak siswa yang tidak tertarik mengajukan pertanyaan. tidak bisa berjalan dengan maksimal. hanya sesekali siswa yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.

4 Solusi Kendala Penerapan Pendekatan Saintifik Dan Inkuiri Solusi untuk permasalahan pada pendekatan saintifik ini adalah sebaiknya dirancang sebuah pembelajaran yang dapat menyajikan kegiatan saintifik secara penuh mulai dari mengamati. (2) guru merasa kesulitan dalam melakukan penilaian kepada siswa secara bersama-sama sekaligus dan (3) guru masih bingung membuat instrumen penilaian (Aryani. 6. menanya. misalnya model inkuiri terbimbing. 2. Campur aduk antara pendekatan dalam KTSP dengan pendekatan saintifik Kendala lain yangmenyebabkan belum sempurnanya pendekatan saintifik adalah sebagian guru masihteringat dengan pendekatan yang lama yang biasa digunakan pada saat masih berlaku kurikulum KTSP. pembelajaran tidak hanya kontekstual secara konten/materi saja. menalar. 2014). eksperimen maupun model lain yang sejalan dengan pendekatan saintifik. Penilaian autentik dengan menerapkan pendekatan saintifik Hambatan yang dialami oleh guru yang mengajar di SMA N 1 Bawang dalam penerapan pendekatan saintifik adalah (1) penilaian autentik terlalu rumit karena guru harus menilai siswa secara mendalam. akan tetapi yang lebih diutamakan adalah pengalaman siswa harus kontekstual. membentuk jejaring (mengkomunikasikan). Begitu pula dengan masalah kurangnya kreativitas guru dapat diatasi dengan kajian berbagai informasi. Melalui perencanaan yang tepat maka proses pembelajaran dapat dilaksanakan seoptimal mungkin.5. Rancangan proses pembelajaran benar-benar disusun dengan menerapkan esensi pendekatan saintifik. Bagi guru yang masih kesulitan dalam merencanakan kegiatan pembelajaran maka dapat diadakan suatu pelatihan dan membuka diri untuk mendapatkan wawasan yang lebih banyak. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran sebaiknya dilaksanakan . Guru juga perlu menggunakan berbagai model yang memungkinkan penerapan pendekatan saintifik. mencoba. guru mengatakan pada saat mengajar masih sering tercampur-campur antara pendekatan yang lama dengan pendekatan saintifik yang digunakan sekarang.

dengan pembelajaran dimana belajar secara langsung dari lingkungan sekitar. namun yang lain kesulitan. Selain itu melalui lesson study guru dapat memperoleh pengetahuan dari guru lainnya atau narasumber. Sehingga kemampuan guru semakin hari semakin bertambah baik dengan melakukan contoh kemudian dikritisi ataupun dari memperhatikan contoh kemudian mengkritisi. 2. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik. Hal ini diperoleh melalui adanya umpan balik dari anggota lesson study. Menurut Sudrajat (2008) lesson study merupakan satu upaya meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Pertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Bagi sekolah solusi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan implementasi pendekatan saintifik diantaranya: 1. lesson study ataupun workshop yang membahasa cara mengajarkan kegiatan pembelajaran yang dimaksudkan dalam kurikulum 2013. dengan berkolaborasi guru mampu mengembangkan bagaimana siswa belajar dan bagaimana membelajarkan siswa. baik lingkungan sosial maupun alam (kontekstual). Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah. . Pertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal peneraan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir.

namun pengalaman siswa tidak kontekstual 6. Solusi yang dapat dilakukan diantaranya: sebaiknya dirancang sebuah pembelajaran yang dapat menyajikan kegiatan saintifik secara penuh.2 Saran Saran yang bisa disampaikan dalam pembuatan makalah terkait penerapan pendekatan saintifk dan pembelajaran dengan inkuiri ini yaitu Sebagai calon pendidik seharusnya dapat menempatkan diri dalam melaksanakan profesinya yakni dengan melaksanakan apa yang sudah ada adalam peraturan pemerintah. berpikir ilmiah dan mandiri 5. Pendekatan saintifik merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran yang bertujuan untuk membuat siswa lebih aktif dan lebih kreatif yang lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning).1 Simpulan Berdasarkan makalah yang telah jelaskan. sistematis. penyediaan media dan sarana yang mendukung 3. mengarahkan pembelajaran sains/biologi. Peran guru dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini yaitu sebgaai fasilitator. BAB III PENUTUP 3. 2. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini meliputi 5 langkah yaitu mengamati. . Masalah yang muncul yakni hilangnya esensi pendekatan saintifik sehingga menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan guru hanyalah kontekstual secara konten/materi saja. mencoba. peningkatan kualitas guru. menalar. 4. teruslah belajar dan meningkatkan kompetensi kita. maka berikut kesimpulan yang dapat dituliskan: 1. 3. Sebagai calon pendidik kita jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang telah kita miliki saat ini. memberikan umpan balik. Model pembelajaran inkuiry memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran Biologi terutama untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis. menanya. dan membangun jejaring. memberikan penjelasan dan konfirmasi.

Invotec Journal. Rangga.id/file/file/TULIS ANPENGAJAR/nqtx1392172430. 2006. Sagala. hal 239: 246. Konsep dan Makna Pembelajaran. Pembelajaran Saintifik Elektronika Dasar Berorientasi Pembelajaran Berbasis Masalah. 22. Studi Kasus Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Guru-Guru Di Sma N 1 Bawang (Studi Pada Tahun Ajaran 2013/2014). Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.pdf). DAFTAR RUJUKAN Aryani. Economic Education Analysis Journal 3 (3) ISSN 2252-6544. Khairiah. 2013. 2003. Mei Fita. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya Kemendikbud. 2017. 2014. (http://sumut. (Online). 2013. Nasution. Fajarudin.go. Jakarta : Prenada Media Group Sujarwanto. 2013. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. dan Sa’adillah. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia Fauziah. 2012. 2012. Bandung : Alfabeta Sanjaya. Vol 16 No. Analisis Kesulitan Guru Sekolah Dasar Dalam Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Tema Indahnya Persahabatan Di Kelas 3 Sd Gugus 3 Lowokwaru Kota Malang. Agus Jurnal 2013. Syariful. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiry Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Energi Bunyi. diakses tanggal 20 Februari 2018. Nomor 2 Mashuri. Imam.kemenag. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiry Terbimbing Berbantuan Website Terhadap Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas X Pada Topik Listrik Arus Searah. Kardi. Lita. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia Melania. Evaluasi Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam. 2016. 2006. . IX( 2): 165-178. Soeparman. Mengkondisikan Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Saintifik. Nuansa Kependidikan. Diklat Guru dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Inkuiry Ditinjau Dari Kemampuan Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri Kabupaten Blora. Tasyri’ Vol. dkk. Azizah. Mohammad Nor. R. Pengajaran Langsung. Prosiding Seminar Nasional KSDP Prodi S1 PGSD “Konstelasi Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Era Globalisasi. Kusaeri. Wina. Aplikasi Model Pembelajaran dalam Perspektif Pendekatan Saintifik. 2015.1.

Surabaya : Universitas Negeri Surabaya. . Kreativitas serta Keterampilan Proses Sains Terhadap Prestasi Belajara Siswa. 2013. Pengaruh Metode Inkuiry Terbimbing dan Proyek.Suparni.