You are on page 1of 5

SATUAN OPERASIONAL PROSEDUR

BATUK EFEKTIF

A. Definisi

Batuk efektif adalah metode batuk yang dilakukan dengan benar untuk
mengeluarkan lendir yang terdapat dalam saluran pernafasan secara maksimal,
metode atau teknik batuk efektif yang dilakukan dengan benar tidak akan
membuat penderita kehilangan energi sehingga mengalami kelelahan.
Memahami pengertian batuk efektif beserta teknik melakukanya akan
memberikan banyak manfaat. Diantaranya untuk melonggarkan dan melegakan
pernafasan maupun mengatasi asma akibat adanya lendir yang memenuhi saluran
pernafasan. Lendir baik dalam bentuk sputum maupun secret dalam hidung,
timbul akibat adanya infeksi pada saluran pernafasan maupun karena sejumlah
penyakit yang diderita seseorang (Depkes RI, 2016).
Batuk efektif merupakan suatu metode batuk dengan benar dimana dapat
energi dapat dihemat sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak
secara maksimal (Smeltzer,2017)

B. Tujuan Batuk Efektif
1. Merangsang terbukanya sistem kolateral
2. Meningkatkan distribusi ventilasi
3. Meningkatkan volume paru.
4. Melatih otot pernafasan agar dapat melakukan fungsi dengan baik.
5. Mengeluarkan dahak atau sputum yang ada disaluran pernafasan (Jenkins
2015)

C. Manfaat Batuk Efektif
Manfaat batuk efektif menurut Depkes RI, 2014 antara lain:
1. Untuk mengeluarkan sekret yang menyumbat jalan nafas.
2. Untuk meringankan keluhan saat terjadi sesak nafas pada penderita jantung.

D. Indikasi Batuk Efektif

Bantal 4. Atur posisi klien pada duduk. 3. . Pakai sarung tangan 6. Sputum pot 2. (Depkes RI. Fibrosis 4. Cuci tangan 5. 2. Sarung tangan bersih 3. Atur posisi klien pada posisi duduk. 2014) SKALA PENILAIAN NO KRITERIA PENCAPAIAN KOMPETENSI Ya Tidak Prosedur Pelaksanaan Batuk Efektif : 1. 4. Informend consent. COPD/PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) 2. Persiapan klien : 1. 1. Tuberculosis chest infection 6. Persiapan Alat : 1. Dekatkan alat 3. Prosedur Pelaksanaan : 1. Emphysema 3. Pasien bedrest atau post operasi. Perlak pengalas 3. Jaga Privasi klien. Jelaskan kembali prosedur yang akan dilakukan. 2. Pasang perlak pengalas dibawah dagu klien. Asma 5. Bengkok 6. 2. Tissue 5.

...... Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan. takan dada dengan bantal. 9..... Anjurkan klien untuk inspirasi dengan nafas pendek cepat secara bergantian untuk mencegah mukus bergerak kembali ke jalan nafas yang sempit........ batuk pertama untuk melepaskan mukus dan batuk kedua untuk mengeluarkan sekret. Penguji (....... Simpan peralatan pada tempatnya 16... Pada saat batuk anjurkan klien untuk mencondongkan badannya kedepan dan ekspirasi dengan kuat dengan suara hembusan..... 12..... Hindari batuk yang terlalu lama karena dapat menyebabkan kelelahan dan hipoksia. 13............. Setelah menggunakan pengobatan bronkhodilator (jika diresepkan). Bereskan peralatan.. 10... Tampung secret kedalam sputum pot.............. Cuci tangan 17. Buka sarung tangan 14. Purwokerto. Jika klien merasa nyeri dada pada saat batuk. Evaluasi hasil tindakan 15....... Batukan 2 kali.....7. Anjurkan klien untuk beristirahat... tarik nafas dalam dan tahan nafas selama 3 detik.) ... 8..... 11...

...........NILAI = jumlah nilai yang di dapat x100 Jumlah nilai yang di nilai =.. .......

Anas. Jakarta : EGC Brunner. potter. 2017. Jakarta : buku kedoktern EGC. Jakarta. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis . Trabani. suddarth. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC. Ilmu Penyakit Paru. (2017). 2017. 2014.1. Jakarta : TIM Tamsuri. Perry. S. 2017. D e p a r t e m e n K e s e h a t a n R I . Buku ajar keperawtan medikal bedah. Jakarta : EGC Rab. DAFTAR PUSTAKA Smeltzer. buku saku ketrampilan dan prosedur dasar edisi 3. Jennifer. Jakarta : buku kedokteran EGC. . 2015 Kowalak . Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Pernafasan. 2015. buku ajar keperawatan medical bedah edisi 8 vol.