You are on page 1of 12

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi
modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya
pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa
ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis,
teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa
depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Pemahaman konsep merupakan unsur penting dalam belajar matematika di sekolah.
Penguasaan terhadap banyak konsep, memungkinkan seseorang dapat memecahkan
masalah dengan lebih baik, sebab untuk memecahkan masalah perlu aturan-aturan, dan
aturan-aturan tersebut didasarkan pada konsep-konsep yang dimiliki. Menurut Richard R.
Skemp konsep adalah sebuah pengertian yang abstrak, dan merupakan hasil dari suatu
aktivitas. Ada dua macam konsep yaitu konsep yang berasal dari rangsangan kita yang
dinamakan konsep primer dan konsep berdasarkan pengalaman kita di dunia luar
dinamakan konsep sekunder.

1.2. RUMUSAN MASALAH

seorang bayi yang berumur 12 bulan. tetapi tidak pernah melihat sebelumnya perlakuan pada bayi yang lainnya). Pada kasus perkembangan bayi masa pra-verbal dapat dijelaskan sebagai berikut: pertama. Dan ternyata tidak semua pengalaman ini sama. mereka mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Dari contoh kasus di atas dapat di simpulkan: pertama. sampai kita dapat mengetahui perbedaan–perbedaan itu secara nyata. Aktivitas ini secara otomatis akan kita lakukan secara berkesinambungan atau terus menerus. memasangkan dari pengalaman merekakedalam beberapa kelompok. Abstraksiadalahsebuahaktifitasberfikirsecarasadarakankesamaan- kesmaandiantarapengalaman-pengalamankita 2. tetapi tidak mudah untuk didefinisikan. Kitapun melakukan hal yang sama yaitu: kita mengambil pengalaman yang lalu untuk kitaterapkan pada situasi saat ini. kita mengelompokan setiap kali kita mengenal sebuah objek sebagaisalah satu yang telah kita lihat sebelumnya. Karena tidak ada definisi secara langsung dan tepat untuk mengartikan kata “konsep” itu sendiri. (dia melakukan ini karena dia melihat kebayakan orang lain memperlakukan yang sama kepada anjing. seorang bayi berumur 2 tahun. kedua. dia melihat bayi lain merangkak. Pada tingkatan bawah. Kedua. kemudian membelai kepalannya dan menepuk-menepuk punggungnya. Dari perubahan ini kita mengabstrasikan ke dalam keberagaman sifat dan sifat-sifat ini masuk kedalam . BAB II FORMASI KONSEP-KONSEP MATEMATIKA 2. ia merangkak menghampiri dua botol anggur yang kosong kemudian ia meletakan botol susunya di samping kedua botol tersebut.1 ABSTRAKSI DAN KLASIFIKASI Kata Kunci : 1. ketika ia mendapati botol susunya yang kosong. Konsep matematika adalah sebuah pengertian yang abstrak. Klasifikasiialahpengelompokkanpengalaman-pengalaman yang mempunyaikesamaan-kesamaandarihasilabstraksi Istilah “konsep” sering digunakan. Untuk dapat menangkap pengertian konsep tersebut akan dimulai dengan contoh-contoh.

Jika pengalaman itu diluar abstraksi kita. Dari sini kita mengabstrasikan sifat sifat umum dari objek-objek itu seperti yang di tunjukan oleh C. C2. Sebagai contoh: meja. Abstraksi adalah sebuah aktifitas berfikir secara sadar akan kesamaan-kesamaan diantara pengalaman-pengalaman kita. Ketika konsep pertama terbentuk.ingatan kita dalam jangka waktu yang lebih lama dari pada sesuatu yang kita lihat secara sepenggal-sepenggal dari suatu objek. karpet. . C3. mempunyai kelebihan atau kekurangan.. dan raggkaian aktifitas ini menghasilkan suatu konsep. hubungan. Sehingga semakin banyak pengalaman yang kita dapatkan semakin banyak pula konsep- konsep yang kita punya. lemari kita abstraksikan kedalam kelompok perabotan. tanpa melihat pertimbangan-pertimbangan yang lain. Cn menggambarkan pengalaman-pengalaman yang terdahulu tentang sejumlah objek yang mempunyai kesamaan yang disebut Particular chair. Hal ini untuk membedakan abstraksi itu sebagai suatu aktifitas sedangkan mengabstraksi adalah hasil dari suatu abstraksi. Sedangkan mengabstraksi berarti merubah sikap yang terdahulu sehingga menghasilkan pengalaman baru dalam mengelompokkan suatu objek berdasarkan kemiripan sifat dari suatu kelompok yang telah terbentuk. Berikut ini mungkin bermanfaat untuk menghubungkan beberapa istilah yang akan digunakan. waktu penggunaan dan mungkin juga berdasarkan simbol. Klasifikasi adalah pengelompokkan pengalaman- pengalaman yang mempunyai kesamaan-kesamaan dari hasil abstraksi. Konsep terbentuk dari sebuah pengalaman yang memiliki kesamaan secara umum. Seperti pada diagram berikut: (gambar hal. Kita seharusnya bisa mengklasifikasikan suatu objek berdasarkan fungsi dan kegunaan. kita bisa mengatakannya sebagai contoh-cintoh konsep. Sehingga kemampuan kita semakin cepat dalam melakukan abstraksi.. Ketika sebuah abstraksi itu terbentuk maka pengalaman-pengalaman yang lain akan mudah untuk kita bedakan apakah pengalaman itu masuk kedalam abstraksi kita atau di luar abstrasi kita. Penamaan dari pengkelompokan objek ini.20) C1. Mengkalasifikasi artinya mengumpulkan secara bersama pengalaman kita dengan dasar dari kesamaan. maka kita akan membuat abstraksi yang baru dan proses ini akan berulang-ulang.

kadang-kadang penting. dasi merah. atau sesuatu yang bisa ditulis.6 mikro”. Di sini penamaan tidak dipakai.2. penjeput merah dan seterusnya. . Beberapa orang menemui kesulitan utuk memisahkan sebuah konsep dari namanya. sangat erat kaitannya dengan konsep dan formasi konsep. yaitu untuk mengenali suatu benda termasuk ke dalam kelas yang sudah ada. diary merah. Berhubungan dengan konsep. yang berkaitan dengan ide tersebut. Perhatikan contoh berikut. Dan memberikan contoh beberapa objek yang berhubungan dengan kata merah misalnya. Perbedaan antara konsep dan penamaan adalah hal yang penting konsep adalah sebuah ide. akan mempengaruhi kita untuk mengelompokkan pengalaman itu ke dalam satu pikiran kita dan kemudian mengabstraksi kesamaan instriksinya sehingga membantu kita untuk dapat memisahkan kelompok mereka sendiri-sendiri. Hubungan ini terbentuk setelah konsep terbentuk. misalnya kata “merah” dan bayangkan kita menanyakan arti kata ini pada orang yang buta sejak lahir. Dan kadang- kadang kita tidak bisa membedakan antara nama dan konsep itu sendiri karena kaitannnya yang sangat erat. Penamaan dapat berperan secara maksimal. yaitu memberikan suatu defenisi misalnya “merah adalah warna yang kita nyatakan sebagai panjang gelombang cahaya pada daerah 0. sedangkan nama konsep adalah sebutan. penggunaan nama dalam menghubungkan suatu objek menolong kita untuk mengklasifikasikan. atau selama proses konsep dibentuk. Ada dua cara yang mungkin dapat kita lakukan. Dari dua cara tersebutpemberian contoh merupakan cara yang lebih tepat pada kaus ini untuk dapat menemukan konsep merah dan memperoleh pengalaman baru sehingga dapat mengabstrasi sifat-sifat umum dari merah.2 PENAMAAN Bahasa. Jika nama yang sama muncul dari pengalaman- pengalaman yang berbeda.3 KOMUNIKASI KONSEP Bisa kitalihat bahwa bahasa dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan sebuah konsep. Arti dari kata itu adalah konsep yang terkait dengan kata itu. Namun dapatkah bahasa digunakan untuk mempercepat mendefinisikan konsep yang sederhana secara verbal? Pada keadaan tertentu hal ini sering dicoba. 2. jadi tugas kita sekarang adalah bagaimana membuat orang tersebut mampu membentuk konsep merah dan menghubungkannya dengan kata merah. dalam pembentukan konsep baru.

tetapi hanya dengan menunjukkan contoh-contoh yang sesuai. Yang membedakan antara manusia dan binatang lainnya adalah manusia menggunakan bahasa dalam menjelaskan konsep. Kriteria dari konsep tidak dapat dinyatakan dengan nama tetapi ini tidak menunjukkan indikasi pengelompokan data baru sesuai dengan kesamaan yang mana konsep itu akan terbentuk. membuat kita mampu mengkomunikasikan sebuah konsep dengan defenisi. Sekarang kita perlu membedakan antara dua macam konsep. hijau. Secara jelas jika A sebuah contoh dari B. Dengan catatan konsep merah dan biru telah terbentuk. lebih mudah mengkomunikasikannya dengan menggunakan defenisi. kkuning. dilatih untuk berjalan memilih kegelapan dari pada tempat terang. dengan biru lebih banyak dari pada merah. namun bisa dengan pemberian contoh- contoh. panas. biru. tanpa menggunakan bahasa. Komunikasi konsep matematika lebih sulit. Konsep-konsep seperti warna. yaitu konsep-konsep primer. kuning. Bintang berjalan dengan menggunakan akal mereka sehingga membentuk konsep- konsep sederhana. misalnya terdapat pertanyaan “apa itu magenta?” maka kita dapat mengatakan magenta adalah warna antara merah dan biru. Kita dapat menguraikan beberapa karakteristik konsep. hanya dapat dibentuk jika konsep-konsep seperti merah. berat. walaupun implikasinya tak sebanyak . manis. dan seterusnya yang disebut konsep.cahaya. dan B dari C. Bahwa matematika tidak dapat didefenisikan secara tepat. Konsep magenta dapat terbentuk meskipun belum melihat warna yang sebenarnya. yang berasal dari rangsangan misalnya merah. Sedangkan konsep-konsep yang tingkatnya dibawah. Penamaa sekarang menjadi factor penting dari proses pengabstraksian. Bahwa tingkat diantara konsep-konsep dan susunan konsep. maka kita katakana bahwa B setingkat lebih tinggi dari A. Seekor tikus. maka C juga lebih tinggi tingkatnya dari B dan A. dan lain sebagainya. 2. Pada umumnya konsep-konsep dengan tingkat tinggi tidak dapat dikomunikasikan dengan pendefenisian. Jika ada pernyataan “apa artinya warna?” maka dengan mudahkita menyebutmerah. Tingkat yang lebih tinggi disini maksudnya adalah “diabstrasikan dari” (secara langsung atau tidak langsung). pada bagian penyampai dan penerimanya. dan konsep-konsep sekunder yang berasal dari pengalaman yang diabstasikan dari konsep-konsep lain. hijau dan sebagainya telah terbentuk.4 KONSEP SEBAGAI WARISAN BUDAYA Secara bertahap konsep dapat dibentuk dan digunakan. Jika konsep A adalah contoh dari konsep B. mendiskusikan bagaimana fungsinyan dan membangun pemahaman secara umum dari ide yang satu ke ide yang lain.

membaca atau sebaliknya dengan memberi nama. hanya manusia dapat melakukan dengan cara yang kedua. Bahasa diperlukan untuk menyusun dan menggunakan konsep tingkat tinggi. Tanpa bahasa setiap individu harus membentuk konsepnya sendiri langsung dari lingkunganya. Konsep berawal dari pengalaman-pengalaman. Dengan sebuah konsep kita dapat mengetahui cara memproses data yang memungkinkan kita untuk menerapakan sepenuhnya pengalaman masa lampau yang berguna untuk masa kini. Dengan bahasa apapun. yang dapat disampaikan dengan bahasa yang merupakan kelebihan manusia dari pada makhluk lainnya. proses pertama dapat di percepat. Binatang dapat melakukan dengan cara yang pertama. Pembentukan conceptual system memungkinkan setiap individu dapat menemukan sebuah konsep untuk dirinya sendiri. konsep-konsep dasar tidak dapat secara bersama membentuk konsep tingkat tinggi. Hanya dengan mendengar. sehingga dapat mengkomunikasikan konsep dengan bahasa. Tanpa bahasa. Pertama. atau simbol lainnya pada sebuah konsep. konsep masa lalu di abstraksikan dan secara perlahan di akumulasikan dari generasi ke generasi. sehingga dengan demikian semakin cepat abstraksi dapat di bentuk. konsep dapat diorganisasi dikelompokan bersama sebagai contoh konsep yang baru. Karena manusia diberikan kelebihan berupa kemampuan berfikir. Kedua. KEKUATAN BERPIKIR KONSEPTUAL . tetapi sebuah kelompok. mengelompokan.kenyataannya. Selebihnya. konsep dapat terbentuk dari pengklasifikasian contoh-contoh perbuatan sehingga dapat digunakan untuk membangun suatu konsep. siap kembali untuk membantu setiap individu baru membetuk konsep mereka sendiri. dan kemungkinan juga yang kedua. Hanya dengan mengingat dari pengalama panca indera kita. Terdapat dua cara membangun suatu konsep. membentuk kita secara ilmiah sehingga menghasilkan sebuah warisan budaya. Ini yang disebut dengan conceptual system. Jika kita memilih kata secara acak hampir selalu menemukan konsep yang tidak merupakan suatu objek atau pengalaman spesifik. Salah satu ciri orang yang tingkat kecerdasanya tinggi adalah mampu membentuk konsep-konsep dalam tingkat kesulitan yang tinggi.

Kebanyakan yang dihadapi siswa yaitu terdapat suatu aturan yang mesti dihafalkan. semakin membangkitkan kekuatan kita untuk melakukan klasifikasi. tetapi jauh lebih sulit karena tidak terhubung dan membutuhkan kerja keras untuk mengingat dari pada struktur konsep secara menyeluruh. berikan faktanya”. dan hampir tidak mempunyai arti. Kontribusi lain dari kekuatan berfikir konseptual adalah berkaitan dengan pendeknya daya ingatan kita. Matematika merupakan yang paling abstrak. dan membuat lingkungan agar menjadi bagian dari kita. sebagaimana yang telah berhasil dicapai oleh generasi-generasi matematika terdahulu. dan mengontrol menguasai sejumlah kejadian yang terkait dengannya. 2. meramalkan. Pemikiran konseptual memberi kekuatan besar untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Ini tidak saja membosankan ( karena tidak mengerti). Mereka memiliki kemampuan yang istimewa dalam meng-abstraksi-kan dan mengeneralisasi-kan konsep- konsep. permasalahan mendasar tetapi juga merupakan kekuatan dari matematika adalah kehebatannya dalam meng-abstraksi dan men-generalisasi. Kata-kata ini kurang tepat. dan konsep-konsep yang kita dapati ketika belajar dari lingkungan sekitar kita tersebut tidak abstrak. semakin banyak pengalaman yang terkandung didalamnya. Memory jangka pendek kita hanya dapat menyimpan rata- rata kata atau simbol lainya dengan rentangan 7±3. Kekuatan konsep juga datang dari kemampuan untuk mengkombinasikan dan menghubungkan berbagai pengalaman berbeda dan kelompok berbeda.5 MEMPELAJARI KONSEP MATEMATIKA Setiap hari kita belajar dari lingkungan di sekitar kita. Padahal sebenarnya ini merupakan proses yang menyenangkan dan menarik. Saat ini. namun kenyataannya hanya sedikit keuntungannya dan tidak mendapatkan kesenangan. Jelaslah bahwa semakin tinggi konsep yang diwakili suatu simbol. orang-orang bisnis serta ahli selalu menggunakanya untuk pekerjaan mareka. tetapi juga ekonomis. karena kelompok data dapat digunakan dalam keadaan terbatas. Meskipun matematika begitu potensial. kita tinggal belajar untuk mengolah dan menggunakan konsep-konsep . Ini dikarenakan mereka tidak sungguh-sungguh dalam belajar matematika. Semakin abstrak suatu konsep. biarpun hal ini sukar untuk di percaya. Orang berkata “ jangan terganggu dengan teori. sebuah teori dapat memungkinkan kita menjelaskan. banyak orang yang bersusah payah mencoba mempelajarinya. dan juga paling kuat untuk semua sistem teoritic. Padahal.

Hal ini sangat mengagumkan bagi guru-guru yang sudah menguasai konsep tersebut. dan tidak hanya menerima apa-apa yang tidak kita kuasai. Bagian terpenting dalam mengajarkan matematika ialah bagaimana mengomunikasikan ide-ide matematika. Hampir semua buku-buku teks memperkenalkan topik-topik beru tidak melalui contoh-contoh. tetapi bagi siswa hal ini sangat menyulitkan. melainkan juga dari hal-hal yang secara tidak langsung kita alami. 1. Pada tahap awal. Bila konsep menjadi lebih besar. maka noise akan semakin meningkat dan semakin menuntut kita untuk dapat meng-abstraksi-kannya pada contoh-contoh yang lebih sulit. melainkan dengan definisi-definisi yang disajikan secara singkat. Konsep yang lebih tinggi yang dimiliki seseorang tidak dapat dikomunikasikan kepada siswa hanya dengan sebuah definisi. sehingga hal ini akan semakin mengurangi ketergantungan siswa kepada gurunya. ini merupakan keuntungan yang tak terkira. contoh-contoh selalu mendasari banyak konsep. dimana seorang siswa bisa memperoleh pengetahuan tentang konsep dengan cepat. meski kita bisa mengatakan bahwa beberapa noise diperlukan dalam membangun sebuah konsep. Matematika tidak hanya bisa dipelajari dari kejadian-kejadian nyata seharihari. Dengan kata lain. bukan lagi konsepkonsep yang masih mentah.matematika yang sudah ada. antara lain . contoh-contoh itu harus sama cara peng-abstraksian-nya dan bila terdapat banyak sifat- sifat yang tidak relevan dengan konsep harus dihilangkan. Dalam menyusun sekumpulan contoh yang cocok. Ini berarti bahwa contoh-contoh itu harus dikuasai di dalam pemikiran siswa sehingga konsep-konsep itu dapat dikuasai oleh siswa Pada umumnya. padahal konsep-konsep itu memerlukan waktu berabad-abad untuk mengembangkannya. buku-buku teks dari dulu hingga sekarang tidak memperhatikan prinsip pertama. Dalam metamatika. noise tingkat rendah bisa memperjelas konsep sampai mendetail. Ada dua prinsip dalam mempelajari matematika. melainkan dengan mengatur sedemikian rupa sehingga ia menemukan sejumlah contoh-contoh yang cocok. Guru yang baik seharusnya membantu memahami definisi dengan memberi contoh-contoh yang cocok. Secara tidak langsung. padat dan tepat. Contoh yang dipilih harus mempunyai sifat yang sama dalam membentuk konsep. sifat-sifat yang tidak berhubungan ini dapat dipandang sebagai noise. atau lebih diteliti. Kemampuan ini . 2. Yang perlu diingat. dibutuhkan daya cipta dan pemahaman yang mantap tentang konsep yang akan dikomunikasikan.

maka dapatlah dibuat sebuah rencana pembelajaran yang cocok. maka pada tingkat selanjutnya akan semakin mengalami kesulitan. misalnya bisa berupa tugas. begitu seterusnya sampai ditemukannya konsep primer dari pengalaman yang dianggap telah diketahui. Bila hal ini dilaksanakan secara konsisten akan memberikan hasil yang menggembirakan.harus dipunyai. ketika anak-anak di Afrika belajar Teorema Phytagoras. Ide seperti ini. Sementara itu. Sedangkan untuk bisa menguasai Aljabar harus betul-betul memahami ilmu hitung. Faktor lain adalah sukarnya suatu ide untuk dimengerti. yang nantinya akan disajikan kepada siswa. meski terkadang dimungkinkan adanya satu konsep pada taraf intuitif yang kita gunakan tanpa dengan sadar hal ini kita lakukan. Untuk melakukan ini kita harus menemukan konsep-konsep pembantu. Tetapi hal ini biasanya hanya meliputi konsep-konsep yang sederhana dan sering digunakan. Mereka tidak mengalami kesulitan ketika melukiskan teorema ini pada segitiga siku-siku ukuran kecil. sebab ilmu hitung mendasari ilmu aljabar. Bila hal ini telah dikerjakan. Pertama. tetapi ketika ukurannya semakin diperbesar mereka mulai mengalami kesulitan melukiskannya. setelah dianalisa ternyata berisi ide-ide yang sebagian besar belum dikuasai oleh guru. Sebab bila dalam suatu tingkatan tertentu konsep tidak dikuasai secara sempurna. orang bisa mengerti panas dan cahaya birapun ia tidak mengerti suara. Sejarah abad ke-19 dapat dikuasai walaupun kita tidak mempelajari peristiwa abad ke 18. Sebagaimana contoh. Contohnya topik mengenai himpunan dan korespondensi satu-satu. Analisa konseptual ini melibatkan jauh lebih banyak kerja daripada sekedar memberikan definisi-definisi. dan untuk setiap konsep pembantu harus ditemukan lagi konsep pembantunya. dan dipergunakan. meski perlu kita ketahui bahwa hal ini tidak selalu terjadi. sekarang dianggap cukup sederhana sehingga sudah dikenalkan pada Sekolah Dasar. seperti pada topik pecahan. dalam menyusun abstraksi-abstraksi haruslah berurutan. Dari prinsip kedua memahami matematika disebutkan bahwa dibutuhkan peng- abstraksi-an lebih lanjut dari konsep-konsep yang sudah dimiliki sebelumnya. ada topik yang dinggap elementer. mula-mula baru diajarkan di Universitas. Karena itu. Ada dua konsekuensi lain dari prinsip kedua ini. Kita dapat mengerti ilmu bumi tentang Afrika meskipun kita tidak mempelajari ilmu bumi tentang Eropa. Dalam fisika. Konsekuensi yang kedua adalah sumbangan konsep-konsep yang diperlukan . Keterkaitan seperti ini hanya dijumpai pada pelajaran Matematika tetapi tidak pada pelajaran-pelajaran yang lain. belajar aljabar tanpa menguasai ilmu hitung adalaj hal yang mustahil.

Ini berarti bahwa kapan-kapan saja konsep masa lalu diperlukan. konsep itu harus yang dapat diakses.untuk menentukan langkah-langkah baru dalam meng-abstraksi haruslah tersedia. .

Sedangkan mengklasifikasi artinya mengumpulkan secara bersama pengalaman kita dengan dasar dari kesamaan. . Ada dua prinsip dalam mempelajari matematika antara lain: a. Konsep matematika adalah sebuah pengertian yang abstrak. Mengabstraksi berarti merubah sikap yang terdahulu sehingga menghasilkan pengalaman baru dalam mengelompokan suatu objek berdasarkan kemiripan sifat dari suatu kelompok yang telah terbentuk. membaca atau sebaliknya dengan memberi nama atau simbol lainya pada sebuah koonsep. yaitu memberikan suatu definisi dan memberikan contoh beberapa objek yang berhubungan 5. 3. dengan mendengar. Terdapat dua cara membangun konsep yaitu pertama. Ada dua macam konsep yaitu konsep yang berasal dari rangsangan kita yang dinamakan konsep primer dan konsep berdasarkan penggerak pengalaman kita di dunia luar dinamakan konsep sekunder. konsep dapat terbentuk dari pengklasifikasian contoh-contoh perbuatan sehingga dapat digunakan untuk membangun suatu konsep. Ini berarti bahwa contoh-contoh itu harus dikuasai di dalam pemikiran siswa sehingga konsep-konsep itu dapat dikuasai oleh siswa. melainkan dengan mengatur sedemikian rupa sehingga ia menemukan sejumlah contoh-contoh yang cocok. 4. 2. Abstraksi adalah sebuah aktifitas berfikir secara sadar akan kesamaan kesamaan di antara pengalaman-pengalaman kita. Kedua. Ada dua cara yang mungkin dapat kita lakukan. Dalam metamatika. Sedangkan klasifikasi ialah pengelompokan pengalaman-pengalaman yang mempunyai kesamaankesamaan dari hasil abstraksi. b. 6. Konsep yang lebih tinggi yang dimiliki seseorang tidak dapat dikomunikasikan kepada siswa hanya dengan sebuah definisi.1 KESIMPULAN Dari hasil analisis dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. dan merupakan hasil dari suatu aktivitas. contoh-contoh selalu mendasari banyak konsep. BAB III PENUTUP 3.

guru dituntut untuk profesional dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran.2. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalah tersebut. guru harus mampu mendesain pembelajaran matematika dengan metode. . Oleh karena itu.3. Namun demikian peningkatan pemahaman konsep matematika perlu diupayakan demi keberhasilan peserta didik dalam belajar. Setiap peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memahami konsep – konsep matematika. teori atau pendekatan yang mampu menjadikan siswa sebagai subjek belajar bukan lagi objek belajar. SARAN Untuk mencapai pemahaman konsep peserta didik dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena pemahaman terhadap suatu konsep matematika dilakukan secara individual.