You are on page 1of 31

Green Hospital; Dari Manajemen

,
Bahan Kimia Sampai Desain
3 Comments | Daeng Ipul | 23/06/2013

Hospital Care (sumber: hill-room.co.uk)

Rumah sakit adalah satu tujuan yang sebisa
mungkin saya hindari. Entah, saya tidak suka
aromanya dan kurang sreg dengan suasananya.
Entah mengapa, rumah sakit selalu sukses membuat saya jadi lebih tegang dan
berasa tidak nyaman. Begitu memasuki ruangan yang dominan berwarna putih itu
bayangan akan bau obat-obatan sudah membuat saya sedikit bergidik dan mual.
Belum lagi ketika kenangan-kenangan mulai berseliweran di kepala.

Saya beberapa kali kehilangan seseorang dan sesuatu yang saya sayangi di rumah
sakit. Pernah pula menjadi saksi penderitaan dari orang-orang yang saya sayangi.
Semua di rumah sakit. Dan mungkin itu yang secara tidak sadar membuat saya
tidak nyaman ketika terpaksa bersentuhan dengan rumah sakit.

Sebenarnya tidak adil karena toh saya juga sering menemukan kebahagiaan di
rumah sakit. Ada harapan dan kebahagiaan di rumah sakit, ada pula kehidupan
baru yang hadir dirumah sakit. Tapi sayangnya deretan rasa positif ini tak juga
berhasil mengusir semua rasa negatif yang sudah lebih dulu jadi dominan di
kepala saya.

Dan kemudian muncullah istilah green hospital. Istilahnya terdengar sama dengan
istilah green lainnya seperti green living, green environment, green building dan
green-green lainnya. Fenomena ini memang tumbuh pesat dalam satu dasawarsa
terakhir ketika bumi kita semakin menderita akibat pemanasan global.

Bumi memang semakin memanas, persis seperti lagu dangdut dari Cucu Cahyati
di tahun 90an. Penyebabnya beragam, tapi bersumber pada satu hal: keserakahan
manusia mengeruk kekayaan alam dan melupakan cara untuk berterima kasih.
Akibatnya, bumi makin memanas, cuaca makin sulit diprediksi dan hasil bumi
semakin seret. Rentetan efek samping pemanasan global itu sangat panjang kalau
kita mau menderetkannya, sanggup untuk membuat kita bergetar dan kuatir akan
masa depan bumi yang sesungguhnya adalah titipan anak-cucu kita.

Beruntunglah bahwa dalam 1 dasawarsa belakangan ini muncul kesadaran
individu dan kelompok untuk menahan laju pemanasan global. Lalu mereka yang
pintar dan berpendidikan tinggi itu muncul dengan beragam konsep yang ramah
lingkungan, termasuk semua green-green di atas. Sebagian lainnya cukup
menggunakan kepekaan untuk lebih ramah pada lingkungan tanpa peduli pada
teori green yang terlalu rumit.

Tak masalah, semua punya tujuan sama: membalas kebaikan bumi dengan lebih
ramah. Tentu demi kebaikan bersama dan demi membalas kebaikan anak-cucu
yang sudah menitipkan bumi ini pada kita.

Konsep Bangunan Green Hospital (sumber: scripss.org)

Konsep Green hospital.
Jadi sebenarnya apa itu green hospital? Secara umum green hospital hampir sama
dengan konsep green building yang sudah lebih dulu ada. Intinya adalah
bagaimana membuat bangunan rumah sakit lebih ramah lingkungan dengan
pemilihan desain arsitektur dan bahan yang lebih ramah lingkungan. Bedanya
hanya karena rumah sakit tentu butuh perhatian lebih karena cakupannya lebih
luas termasuk kehadiran bahan kimia dan aktifitas yang berbeda dengan gedung
biasa.

Dari proses pencarian saya di berbagai laman di internet, ternyata tidak ada syarat
global tentang bagaimana green hospital itu seharusnya. Tapi setidaknya ada
kesepakatan bahwa green hospital harusnya adalah sebuah bangunan yang
mendukung kesehatan publik dengan secara berkelanjutan mengurangi dampak
negatif pada lingkungan dan mengurangi penyebaran penyakit.

Green hospital juga harusnya membangun hubungan antara kesehatan manusia
dengan lingkungan yang terbangun lewat tata kelola, strategi dan pelaksanaan di
lapangan. Green hospital juga menghubungkan antara kebutuhan lokal rumah
sakit bersangkutan dengan kebutuhan akan aksi penyelamatan lingkungan.
Kementerian lingkungan hidup Indonesia sendiri sudah sejak tahun 1990

alergi sampai yang berat seperti kanker dan parkinson. Mereka yang lebih paham soal kimia pasti tahu kalau ada beberapa bahan kimia yang sudah melalui proses penelitian panjang sebelum akhirnya bisa dikategorikan sebagai bahan kimia yang ramah lingkungan. Nah. Bukan rumah sakit namanya kalau tidak ada bahan kimianya.Pemilihan Bahan Kimia. Oke.memberikan maklumat agar kalangan industri meningkatkan pendekatan mereka pada lingkungan. bahan kimia juga bisa membuat polusi dalam ruangan yang membuat pasien yang seharusnya nyaman agar bisa cepat sembuh malah merasa tidak nyaman karena polusi akibat bahan kimia tersebut. Rumah sakit dan bahan kimia adalah dua sahabat erat. apa saja yang harus disiapkan dalam mencapai tujuan menciptakan green hospital? 1. Mau atau mampukah mereka membuka mata untuk menerapkan strategi dan kebijakan yang bersahabat pada lingkungan sekitar atau tidak? Para pengambil kebijakan atau pemimpin rumah sakit harus mampu menyusun strategi tentang aksi menyusun green hospital seperti apa. Sekarang tinggal bagaimana detailnya. minimal harus mau mendengar semua masukan tentang konsep green hospital. teori dasarnya sudah ada. Dimulai dari mereka pengambil kebijakan. Selain itu tentu saja pengambil kebijakan tersebut harus mampu (dan mau) membuka diri untuk edukasi tentang green hospital dan bekerjasama dengan beragam pihak demi tujuan utama: green hospital. Sisa Buangan Rumah Sakit. . 2. bahan kimia itu selain membantu manusia kembali ke kondisi sehat juga bisa menimbulkan efek samping. anggaplah pihak pengambil keputusan pada lapisan paling atas sudah punya niat untuk membangun dan mengembangkan green hospital. Mulai dari yang ringan seperti asma. Dalam pemikiran saya. Jelas harus punya pengetahuan luas tentang konsep green hospital. semua hal yang berhubungan dengan green hospital atau niat baik apapun itu dalam lingkup sebuah organisasi tentu harus dimulai dari kepemimpinan dulu. Rumah sakit juga bisa berpartisipasi pada inisiatif WHO-HCWH yang mengusahakan penggantian beragam alat medis yang punya potensi mengandung merkuri dengan alat medis lain yang lebih ramah lingkungan. Sekarang masalah teknis. Sialnya lagi. Teknis Green hospital. Masalahnya.

Konsep yang agak rumit adalah dengan menyediakan beragam peralatan yang memungkinkan energi seperti matahari dan angin diubah menjadi pembangkit listrik. Tidak ada mahluk hidup yang bisa bertahan tanpa air dan karenanya air sangat penting untuk diperhatikan.? Efisiensi Energi. Bukan cuma air yang dikonsumsi tapi juga air yang dibuang atau kerap disebut limbah.Anda pasti tahu kan bagaimana aktifitas rumah sakit yang sebagian besarnya berhubungan dengan kuman. Penanganan Air Bersih dan Limbah. Para arsitek berlomba-lomba mengembangkan desain yang ramah lingkungan. Sederhananya adalah dengan membuat bangunan yang memungkinkan orang di dalamnya tidak perlu menggunakan energi terlalu banyak. desain yang mengakomodir energi alami sebagai pengganti energi fosil yang berperan besar dalam meningkatkan pemanasan global. Butuh biaya dan usaha lebih memang. karena semua bisa dimulai dari proses pembelian bahan dan kebutuhan rumah sakit termasuk lebih memilih bahan yang bisa didaur ulang daripada bahan yang tidak dapat didaur ulang. Ini adalah hal yang paling umum dalam konsep green building jaman sekarang. Bukan hanya lingkungan yang dirugikan tapi masyarakat sekitar bisa ikut jadi korban. menurut WHO rata-rata hanya 3% sampah rumah sakit yang benar-benar berbahaya. Dengan beragam teknologi yang baru air bekas bisa diubah menjadi air bersih. Cara terbaik adalah dengan meningkatkan kesadaran staff rumah sakit agar mau bersusah payah memilah sampah dan sisa aktifitas rumah sakit. Bicara air berarti bicara kehidupan. Bukan hanya pada proses buangan. Meski kesannya menyeramkan. Jaman sekarang sudah ada banyak teknik yang bisa dilakukan agar ketersediaan air tetap dalam koridor hemat dan tidak berlebihan. Membangun sistem pengolahan sendiri bisa jadi solusi. tapi kalau tujuannya bagus kenapa tidak? 4. 3. Green hospital juga harus bisa mengadopsi cara tersebut. . virus dan bakteri? Bayangkan bila sisa dari aktifitas tersebut dibuang begitu saja. misalnya dengan banyak bukaan sehingga lampu tidak terlalu dibutuhkan di siang hari. Intinya sampah bisa diminimalisir dari awal sebelum benar-benar berubah jadi sampah. Proses pemilahan sampah ini bila dilakukan dengan benar bisa berujung pada proses recycle atau penggunaan kembali beberapa material yang bisa didaur ulang. Pihak rumah sakit bisa menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk mengusahakan pengolahan air semacam ini.

Membangun sebuah green hospital tentu tidak mudah. Membayangkan RSU Daya Makassar jadi rumah sakit pertama yang memenuhi syarat green hospital di Indonesia rasanya tidak mustahil. Keduanya berpengaruh sangat besar pada penggunaan energi karena bisa mengurangi penggunaan pendingin ruangan dan lampu di siang hari.Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah dengan mempersiapkan pengolahan limbah agar air yang benar-benar tidak dapat didaur ulang tidak sampai merusak lingkungan ketika dialirkan ke pembuangan akhir. rumah sakit yang nyaman adalah rumah sakit yang banyak ditumbuhi pepohonan dan tumbuhan lain yang ditata rapi. Kenapa tidak? . 5. Satu lagi. semakin banyak pohon dalam lingkungan rumah sakit bisa membantu ketersediaan air tanah. penataan seperti ini tentu memberi dampak positif bagi para pasien. Selain faktor-faktor di atas ada banyak lagi faktor yang bisa jadi acuan seperti pemilihan makanan dan transportasi yang sedikit banyaknya juga punya pengaruh pada lingkungan. Dalam bayangan saya.? Desain Bangunan dan Tapak. hal yang terpenting adalah kesadaran semua pihak untuk menghemat penggunaan air. bagaimana mungkin kita mengharapkan sebuah rumah sakit bisa masuk kategori green hospital jika desain bangunannya sendiri tidak didesain sebagai bangunan yang ramah lingkungan? Pengertian bangunan yang ramah lingkungan tentu saja terdiri dari aspek pemilihan material yang tidak merugikan lingkungan serta desain arsitektur yang memungkinkan adanya pertukaran udara secara alami serta cahaya memadai di siang hari. Sebuah langkah yang patut diacungi jempol. Tentu ini bisa tercapai jika RSU Daya Makassar benar- benar menjadi green hospital. Perencanaan tapak rumah sakit juga penting. Saya membayangkan suatu saat nanti saya memasuki RSU Daya Makassar ini tanpa rasa mual dan pusing lagi seperti yang selama ini saya rasakan setiap memasuki rumah sakit. Selain bagus buat lingkungan. Ini juga penting. Tapi buat saya. apalagi bagi rumah sakit yang sudah lebih dulu ada seperti RSU Daya Makassar. toh mereka sudah cukup serius memulai langkah dengan mengumpulkan pendapat publik tentang green hospital. Ada banyak hal yang harus ditata ulang demi tercapainya tujuan green hospital.

green hospital merupakan salah satu hasil implementasi konsep green building --atau dikenal juga sebagai sustainable building.ele. lingkungan. pembangunan. hingga pemeliharaan. Green hospital . Tujuan green building adalah optimalisasi sumber daya dalam jumlah yang sedikit. bahwa sebelum diterapkan green building. dan adanya konservasi sumber daya alam.Rumah sakit berkonsep ramah lingkungan. Energy Information Administration (EIA) menginformasikan 65% energi terbuang percuma dan 39% gas emisi rumah kaca. pengoperasian. hmm. sehingga mengurangi dampak bottom line ekonomi.. Hasil penelitian United State Green Building Council (USGBC) menunjukkan. mulai dari perancangan. dimana memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Why green building? Photo by ics. Tahukah kamu? Penerapan konsep green building pada rumah sakit bisa mengurangi biaya operasional. dan penguhinya.nl Secara harfiah..tue. bangunan di Amerika mengonsumsi 71% listrik negara. meningkatkan standar kesehatan. Green Hospital.

Kalau dibilang rumah sakit di Indonesia tidak ramah lingkungan. toiletnya beratap. Hanya saja. Tidak jauh dari pintu masuk. Waktu pintu dibuka. rumah sakit dengan konsep Green+ atau green hospital tidak hanya sekedar rumah sakit yang sukses menggunakan barang-barang recycle atau gedung pencakar langit dengan hamparan rumput dan selang-seling bunga di atap. saya belum mampu jawabnya. Sebuah rumah sakit dibangun menggunakan susunan batu bata putih gading. Jari saya menunjuk satu ruang. dan disangga pilar-pilar berlilitkan anggrek hijau segar. tapi saya bisa menceritakan tentang sekelumit rumah sakit idaman. Idih! Berdecit. namanya belum sekeren sekarang yaitu green hospital. Ditambah lagi. namun taman bungalah yang menebar wewangian. rata-rata rumah sakit di Indonesia sudah lama mengimplementasikan konsep green building. Dan mulailah saya menapaki lantai marmer yang lembut. kondisi toilet masih gelap gulita.. KRIIEEETTTTTTTT. Coba deh bayangkan. tepat di sebelah meja informasi. Sinar matahari dan semilir angin menembus dari celah-celah mungil di dinding. . Bukan kelasnya saya ngejawab pertanyaan semacam ini. kali ini saya menjumpai setiap ruangan di-design melingkar dan tanpa atap. terdapat sederet rak sepatu terbuat dari mahogany. makin bikin penasaran.. Siapa tahu atapnya bolong juga. semerbak harum bunga gardenia menyeruak. Terdengar piece karya-karya Beethoven. Saya mendekati papan besar bertuliskan "Pusat Informasi" dilengkapi denah. sehingga aktifitas di dalam bisa kelihatan dari atas. Bagi saya.. Yaps! Itulah nuansa rumah sakit... Sepanjang jalan. saya melihat konsep tata ruang yang unik. "kayak gimana sieh green hospital yang sempurna top markotop jhoss gandhoos nganti mledhoss itu?" Wah. Mozart. kesat. Seketika pintu dibuka. Jika biasanya ruang dengan yang lainnya dipisahkan oleh sekat-sekat kotak. Saya melihat sekeliling. Coba diintip toiletnya. kalau pertanyaannya kayak gitu ya. Semakin mencekam aura indigonya. dan dingin. beratap kubah berwarna cokelat susu. dan Vivaldi mengalun dan mendenting dari jemari yang berdansa di atas balok-balok piano putih dari dalam gazebo. Bukan karena pengharum ruangan. Maklum. Justru. butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk memahami.. sebenarnya tidak juga.

Nah! Saya pun melanjutkan perjalanan ke kantin. Merhatiin gak sieh? Dari tadi saya story telling suasana rumah sakit.. Makanan dihidangkan menggunakan mangkuk batok kelapa mungil.. Ternyata ada sensornya nieh saklar... Dan akhirnya.. Habis dari toilet.. di tengah hamparan rumput. Derap kaki saya menggema. Pintu pun saya buka perlahan. Salah kaprah. gak ada satu manusia selain saya. lampu menyala secara otomatis... seperti lampu kedip-kedip. Atau rakyat Indonesia sehat semua? Alhamdulillah. Begitu saya masuk ke dalam. Ngomong-ngomong nieh ya.. atau muncul sekelebat bayangan tidak teridentifikasi. Memantul di antara dinding. Begitu pula dengan keran wastafel. Melewati kamar-kamar pasien yang sunyi-senyap. Setelah memesan makanan. saya pun siap menyantapnya... sambil duduk di balok batang pohon ebony. disertai sendok kayu.Gak kebayang kalau toilet ikut-ikutan gak dikasih atap.. shelter berikutnya tetap kantin. //--"betewe".. Maksudnya "by the way". Bahasa mana tuh? Haha. keran nyala sendiri. sampai juga saya di depan pintu kantin. Angin yang berhembus membuat bulu kuduk bergidik. Garden dining. pintu terkunci. mendingan buru- buru ngacir aja deh. Berhubung saya penakut. Betewe. Tampaklah. . Gak mau ngambil resiko tiba-tiba something scary inside. Yang lain pada kemana? Ini rumah sakit gak laku kali ya..

perlindungan dan keselamatan pasien. bukan? Bayangan saya tentang ”rumah sakit” berubah setelah ditambah embel-embel ”hijau”. pemerataan. dan gawat darurat. yang sering malah menambah sakit yang lebih parah. walaupun pelayanan (masih) berbanding lurus dengan kocek yang keluar. Tapi itu dulu. Mungkin karena trauma pernah dirawat di rumah sakit dan kedua hal inilah yang saya alami. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap. pengoperasian. Warna putih yang terkesan kaku yang selama ini melekat pada rumah sakit berangsur berubah menjadi hijau cerah yang ramah terhadap mata. Mari kita nafikan sejenak tentang konsep rumah sakit yang lama. Keberadaan rumah sakit dalam satu kesatuan ekosistem ditengah isu dampak perubahan iklim dan pemanasan global serta degradasi lingkungan ikut bertanggung jawab atas keberlanjutan kualitas lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam. etika dan profesionalitas. yaitu bangunan dimana dalam perancangan. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat [WHO]. serta dalam pemeliharaannya memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan berdasarkan kaidah pembangunan berkelanjutan. Belum lagi permasalahan mendasar pelayanan paripurna rumah sakit terpenuhi. konsep green hospital diadopsi dari konsep bangunan hijau. dan meningkatkan kualitas udara ruangan menjadi lebih sehat. keadilan. rawat jalan. Sepertinya menjanjikan sesuatu yang berbeda. Secara umum. pembangunan. kebanyakan rumah sakit sekarang ini sudah bersih dan melayani pasien dengan baik.Green Hospital : 9 Langkah Sederhana Rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif). rumah sakit berwawasan lingkungan. serta mempunyai fungsi sosial [Undang-Undang No. tentu saja untuk kemajuan peradaban kita dan bumi yang kita pijak. Istilah yang terdengar keren dan melangit. Pada prinsipnya bertujuan mengurangi penggunaan sumber daya alam. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit]. persamaan hak dan anti diskriminasi. sekarang muncul istilah green hospital. manfaat. mengurangi dampak lingkungan. . Apa yang ada dibenak anda jika mendengar kata “rumah sakit?” Apakah sesuai dengan gambaran dua defenisi ”rumah sakit” di atas? kalau saya langsung membayangkan repotnya mengurus sana-sini dan ruang perawatan yang jorok lagi kumuh. Rumah Sakit diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasarkan kepada nilai kemanusiaan. untuk kemudian membayangkan konsep green hospital ini.

ekonomi. Sumber energi berkelanjutan yang dapat digunakan di rumah sakit seperti listrik tenaga matahari dan tenaga angin. Pengelolaan Limbah Seluruh bangunan pasti menghasilkan limbah. 2. healthy planet. Memadamkan lampu dan alat listrik yang tidak digunakan adalah hal sederhana yang bisa dilakukan. Hemat Air Mengefisienkan dan mengurangi penggunaan air yang tidak perlu dalam penggunaannya sehari-hari. reuse.Sumber daya rumah sakit berbasis alam dan lingkungan hidup seperti air bersih. apalagi rumah sakit. Urusan birokrasi di rumah sakit yang banyak menggunakan kertas sudah saatnya dipangkas (paperless report). Perlu juga membuat sumur resapan air di sekitar rumah untuk menjaga ketersediaan air dalam tanah. recycle dan recovery. 1. Mengurangi penggunaan kertas Penggunaan kertas dapat dikurangi dengan cara memperkecil ukuran kertas atau menggantikannya secara elektronik atau online. 3. sebagaimana kebijakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Healthy Hospitals. healthy people (Addressing Climate Change in Health Care Settings). Untuk itu perlu pengolahan limbah yang arif bagi lingkungan. padat dan gas perlu diolah sehingga targetnya tidak saja untuk memenuhi baku mutu limbah. . Pengelolaan limbah mengacu pada prinsip-prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan. ekologi dan sosial sehingga prinsip pemenuhan konsep pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan akan terpenuhi. Hemat Listrik Mengefisienkan penggunaan energi listrik sehari-hari dan menggunakan energi hijau yang bersih dan berkelanjutan. dan rumah sakit dapat ikut berperan aktif dalam meminimalisir dampak perubahan iklim serta mengurangi jejak karbon yang dihasilkannya. bahkan perlu dipikirkan juga mengenai pemanfaatan air hujan. kertas dan material lainnya yang merupakan kebutuhan harian pengoperasian rumah sakit penggunaannya perlu dilandasi oleh prinsip efisiensi ekologi. Dari konsep dan tujuan green hospital tersebut. Pengelolaan Sampah Pemisahan sampah yang baik dan benar yakni memisahkan sampah organik dan non organik. 4. sudah jamak diterapkan pada fasilitas umum apalagi di rumah sakit. Model rumah sakit perlu dikelola secara baik dengan selalu mempertimbangkan aspek kesehatan. energi. Limbah berbahaya harus diolah dengan standar yang sesuai syarat yang ada. 5. juga untuk memenuhi kaidah reduce. ada 9 langkah teknis sederhana namun strategis yang bisa dilakukan. sementara produk samping rumah sakit seperti limbah cair. Bisa pula dengan menggunakan kertas dari bahan daur ulang.

Bahan bangunan Bahan bangunan seperti pemilihan cat bangunan diupayakan tidak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Desain bangunan Bangunan rumah sakit perlu didesain dan dirancang dengan mengakomodasi pemanfaatan potensi alam secara efisien. Pepohonan dan tanaman hijau akan meningkatkan kualitas udara menjadi lebih sehat. Contohnya adalah dengan membangun gedung menghadap ke timur. 8. 7. Efek lain adalah akan menghemat penggunaan energi listrik. Tak terkecuali di rumah sakit. Ruang Terbuka Hijau Rumah Sakit . Penggunaannya diganti saja dengan bahan lain yang mudah terurai atau menggunakan alat yang bisa dipakai ulang. maka cahaya alami dari matahari akan membantu pencahayaan gedung RS dari pagi hingga siang hari.Yang jadi masalah terbesar adalah perilaku segelintir orang yang kurang sadar membuang sampah di tempatnya. Sebenarnya inilah hal paling sederhana yang dapat segera dilakukan. Desain bangunan rumah sakit sebaiknya mempertimbangkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang efektif. Menanam pohon Icon program go green adalah menanam pohon. 6. 9. Penggunaan produk ramah lingkungan Bahan rumah sakit seperti plastik dan sterofoam yang sulit terurai agar tidak digunakan lagi. lahan kosong dapat dimanfaatkan menjadi lahan terbuka hijau. Sampah organik bisa dibuat sebagai kompos. begitu juga dengan penggunaan material seperti alat dan bahan dalam operasional rumah sakit.

aman. memiliki kemiripan dengan kota kecil. anggota masyarakat dan komunitas secara global). Rumah sakit sebagai produk jasa yang intangible (tidak dapat dilihat) memiliki kecenderungan untuk disimbolisasi oleh pelanggan. Rumah sakit yang bersih dan tertata rapi. termasuk pengunjung rumah sakit dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu.. baik itu pengguna internal (karyawan rumah sakit baik itu medis maupun non medis) dan pengguna eksternal (pasien dan keluarganya. itu saja dulu. namun juga ramah terhadap pengunjungnya serta peduli pada lingkungan sekitarnya.. pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pelanggan dalam fisik bangunan menjadi perhatian utama untuk menambah daya tarik pelanggan untuk memilih rumah sakit tersebut.. Green Hospital Concepts 04/03/2016 oleh : mmr Rumah sakit adalah sebuah lembaga pelayanan kesehatan masyarakat yang sarat dengan berbagai permasalahan. Referensi : pdpersi. kantor. Saya kemudian membayangkan kelak. Rumah sakit ini terdiri dari area tempat tinggal. Sepertinya saya terlalu lama mengkhayal. setiap ruangan yang ada di rumah sakit dapat dapat memberikan pengaruh positif bagi pasien serta mampu berfungsi sebagai stress healing. workshop. ruang tunggu.Green hospital. saat mendengar kata "rumah sakit" akan membayangkan bangunan dengan taman di tengahnya disertai wewangian dari bunga yang bermekaran. bukan hanya melayani melayani pasien secara paripurna. Perlu dukungan dan komitmen dari seluruh pihak untuk menyukseskan gerakan ini. Kemudian rumah sakit yang indah. Pelanggan saat ini semakin bijak dalam memilih rumah sakit. hingga ruang rawat inap menjadi bahan pertimbangan dari pelanggan untuk memilih rumah sakit tempat dia ingin dirawat. Semua pengunjung tersenyum bahagia. tidak menyeramkan. Diharapkan. sangat mudah diucapkan namun bakal sangat sulit dalam penerapannya jika tidak disertai niat dan langkah awal. bersih dan mudah diakses baik itu dimulai dari area masuk. area steril dan non steril dan banyak bagian lain. parkir. ruang tindakan. maupun fisik bangunan yang indah. harga yang kompetitif. burung-burung pun berkicau tiada henti diatas tangkai pohon yang rindang. fasilitas yang tersedia. . Citra dari rumah sakit terlihat dari cara pelayanan. laboratorium. dan nyaman. Akhhh.

Arsitektur juga memiliki peranan penting dalam usaha penyembuhan pasien. pada rumah sakit pertimbangan design dan ruang yang nyaman mampu memberikan motivasi dalam proses penyembuhan pasien. lokasi peralatan medis. Green merupakan subjek baru dalam konsep perancangan serta manajemen. sehingga segala sistem yang ada pada ruang perawatan harusnya tersedia secara alami (kecuali perawatan pada pasien khusus yang membutuhkan ruang isolasi atau ruang dengan standar khusus). Munculnya konsep green ini merupakan respon dari memburuknya kondisi lingkungan akibat pemanasan global dan pemborosan energi. lokasi pengunjung. tempat istirahat keluarga. selain itu pembuatan kolam-kolam air disekitar gedung mampu mengurangi termal udara karena proses evaporasi. Ukuran ruangan harus dibangun seefisien mungkin. tidak terkecuali untuk bangsal kelas tiga. penghawaan bisa dimaksimalkan dengan penghijauan misalnya dengan menata tanaman peneduh di sekitar ruangan perawatan serta penanaman tanaman penawar polutan dari gas buangan kendaraan (misalnya tanaman kacang- kacangan). Ada banyak pendapat mengenai makna dari green itu sendiri. dengan sistem cross ventilation sebenarnya sudah cukup. sehat. begitu juga pasien yang sedang dalam proses perawatan.Green hospital merupakan konsep baru dalam perancangan dan manajemen rumah sakit. Sistem pengudaraan pada ruangan tidak harus dipaksakan menggunakan air conditioner. Konsep green hospital ini mengorientasikan rumah sakit sebagai bangunan yang berwawasan lingkungan dan jawaban atas tuntutan kebutuhan pelayanan atas pelayanan paripurna serta berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit. baik itu kesehatan pengguna internal atau pengguna external. akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa green disini memiliki makna tersirat seperti hemat energy. Jika ruangan berada ditengah kota yang cenderung padat. kata green disini dapat kita maknai sebagai usaha untuk memaksimalkan kesehatan. Namun dapat kita simpulkan bahwa green merupakan sebuah pemikiran baru dalam enviromental response demi menciptakan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable). Dengan membuat bukaan berukuran 1/3 (atau disesuaikan dengan iklim daerah) dari luas lantai pada dua sisi dinding berlawan dan membuat bukaan pada bagian bawah dan atas dinding ruangan mampu memaksimalkan pergerakan udara (masuk dan keluar) pada ruangan. Manusia pada dasarnya ingin selalu dekat dengan alam. Demi menciptakan penyembuhan pasien yang efisien. ramah lingkungan. sehingga ketika proses perawatan oleh pelayan medis tidak terganggu. . Penzoningan atau tata letak dalam ruang perawatan harus diatur dari awal seperti posisi pasien dan orientasinya. Ada yang berpendapat green memiliki makna harfiah yaitu hijau atau penghijauan. lokasi lemari. Ruang yang terlalu sempit justru akan membuat pasien merasa terintimidasi. paduan antara arsitektur dan pelayanan rumah sakit perlu dipadankan. dan masih banyak opini-opini tentang green lainnya. Ukuran ruang yang baik harus memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk bergerak. panas dan berpolusi. Dalam konteks rumah sakit dan respon terhadap lingkungan.

rumah sakit dapat menggunakan tools sistem konversi tenaga alami menjadi listrik seperti solar cell. Sebuah rumah sakit dengan konsep green hospital harus memulai melakukan pemilahan sampah lebih sensitif menjadi empat atau lebih kategori seperti sampah basah organik. sampah kering (kertas).Pencahayaan untuk ruang perawatan juga bisa kita hadirkan dari pencahayaan alami menggunakan sinar matahari. membuat pupuk kompos. botol plastik dan wadah dapat digunakan untuk media tanam untuk kegiatan urban farming. Selain itu untuk sumber energi bersih tanpa buangan karbon. Ada baiknya material yang digunakan adalah material yang diproduksi lokal. Selain itu. sehingga jika kita hitung emisi gas buangan yang dihasilkan dari proses produksi hingga transportasi pendistribusian material sangat rendah dibandingkan penggunaan material import. bahkan edukasi. Rumah sakit juga harus mempunyai program pengurangan zat-zat toksik dan zat-zat berbahaya lainnya. dan lain-lain. ekologi. Hasil dari kegiatan urban farming ini sendiri dapat memberikan benefit tersendiri bagi rumah sakit. Kesan natural yang dihadirkan dengan pemandangan alam akan mendukung usaha penyembuhan pasien dan peningkatan etos kerja karyawan. sampah kaleng. green cleaning dengan menggunakan produk-produk pembersih/disinfektan yang tidak berbahaya. penggunaan bambu yang dipadankan dengan semen sehingga dapat menjadi struktur ringan pengganti aluminium truss. dan lain-lain. kincir angin. buangan limbah kimia berbahaya yang berupa cairan atau padat perlu disterilkan sehingga ketika dilepaskan keluar bangunan tidak membahayakan warga dan lingkungan. Setelah pemilahan dilakukan. Untuk mencapai bangunan yang memiliki performan tinggi. penggunaan material alam lainnya sebagai bagian dari dekorasi ruangan sehingga ruangan menjadi sangat asri dengan kesan natural. air kotoran padat dan cair dapat dipisahkan kemudian disterilkan. baik itu dari segi ekonomi. Sistem pembuangan air juga dapat dibenahi. Bukaan yang luas dan transparan dengan pemandangan taman yang asri di setiap ruang perawatan atau ruang kerja bagi karyawan akan memberikan energi positif dan sense yang baik. sebuah green hospital sebaiknya menggunakan material bangunan yang tahan lama dan mudah dibersihkan. Banyak material lokal yang bisa kita terapkan pada bangunan rumah sakit seperti genteng dari tanah liat yang cenderung dapat menahan panas matahari. ada baiknya sampah yang sudah dihasilkan diolah oleh rumah sakit secara mandiri. misalnya sampah organik diolah menjadi pupuk organik. High performance design tentunya akan sangat berpengaruh dalam menerapkan green hospital. dan lain-lain. Dengan menghadirkan ruang terbuka pendukung seperti lapangan . Pemilihan material dan pewarnaan menjadi sangat penting untuk menciptakan ruang yang convivial. sampah botol/kaca/plastik. Dengan memberikan bukaan jendela transparan berukuran minimal 2/3 dari luas lantai cukup untuk pencahayaan alami ruang. setelah itu dapat digunakan kembali untuk keperluan seperti menyiram tanaman. Pengelolaan sampah juga perlu diperhatikan.

dr. Maria Ulfa. atau sekedar ruang untuk memenuhi kebutuhan sosial. yoga. atau taman bunga dengan wewangian aroma terapi sebagai healing garden. selain itu dengan menerapkan green hospital concepts proses penyembuhan pasien menjadi sangat ideal. taman untuk anak-anak.dengan garden elements and furnitures (misalnya. Semakin banyak ruang hijau pada area rumah sakit maka kualitas udaranya akan semakin membaik. street statues. membaca buku. penghijauan tersebut juga menjadi ruang terbuka baru yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas pengguna internal dan external. selain memberikan kontribusi udara yang bersih bagi rumah sakit. Rumah sakit juga dapat menghadirkan taman dengan berbagai macam tema seperti. kebun. taman untuk penyandang disabilitas. Dengan green hospital concepts juga ruang-ruang yang sehat. kolam ikan. Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa green hospital concepts bertujuan untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan memiliki usaha untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. bangku taman yang unik. taman untuk lansia. dan lain-lain. alami. dan lain-lain) dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas seperti senam aerobik. 05 April 2012 Tulis Komentar . dan ramah terbentuk mendukung seluruh kegiatan yang ada pada rumah sakit tersebut. kesehatan pengguna internal dan external tetap terjaga. MMR Penerapan Green Hospital Di Rumah Sakit Kamis.

Penerapan Green Hospital Di Rumah Sakit . Saat ini konsep green hospital berkembang menjadi pendekatan sisi baru dalam .Konsep Green Hospital adalah untuk mewujudkan kenyamanan lingkungan bagi pasien serta warga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan rumah sakit. Green Hospital adalah rumah sakit yang berwawasan lingkungan dan merupakan jawaban atas tuntutan kebutuhan pelayanan dari pelanggan rumah sakit yang telah bergeser ke arah pelayanan paripurna serta berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit.

tentu pemberian pelayanan yang baik dengan dukungan segala aspek yang terkait dan terikat di internal rumah sakit harus berjalan seimbang. seperti menerapkan prinsip good corporate governance dan Green Hospital di Rumah Sakit tersebut. .pengelolaan rumah sakit karena keberadaan rumah sakit merupakan satu kesatuan ekosistem suatu wilayah ditengah isu pemanasan global dan perubahan iklim serta degradasi lingkungan yang seharusnya bertanggungjawab atas keberlanjutan kwalitas lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam. Memberikan hasil produksi berupa kayu. Terpenuhinya unsur kenyamanan lingkungan merupakan salah satu pertimbangan pasien dalam pemilihan rumah sakit. kenyamanan. Save the water (hemat air) yaitu dengan cara mendrever penggunaan air yang efisien dan efektif serta meninjau kembali system plumbing/istalasi air serta pemeliharaan dan pembenahan istalasi air yang bocor. Memberikan kesegaran. Lalu bagaimana penerapan green hospital di rumah sakit dan apa manfaat green hospital ini? Berdasarkan intruksi Menteri Dalam Negeri No. Memberikan lingkungan bersih dan sehat 3. serta buah atau hasil lainnya. daun bunga. Untuk menjadikan sebuah rumah sakit agar berdaya guna. biji. Oleh karena itu rumah sakit hendaknya mampu memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung lainnya. Kegiatan Green Hospital menitikberatkan pada Go Green yang merupakan sebuah upaya dalam pelestarian ekosistem bumi. keuntungan. material alam yang merupakan kebutuhan input secara terus menerus bagi pengoperasian rumah sakit perlu dilandasi prinsip prinsip eco-effisiensi. Green Hospital merupakan jawaban dari tuntutan kebutuhan pelayanan dari pelanggan rumah sakit yang telah bergeser ke arah pelayanan paripurna dengan berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit. Maka kedepannya dibutuhkan model rumah sakit dengan kegiatan berbasis green hospital atau rumah sakit ramah lingkungan. Dan penerapan Green Hospital dapat dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut : 1. sekaligus sebagai salah satu upaya menuju pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. sehingga pemenuhan konsep prinsip pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan akan terpenuhi. Pemanfaatan sumberdaya air. dan mendapatkan citra yang baik khususnya bagi masyarakat. 14 Tahun 1988 mengemukakan bahwa ruang terbuka hijau memberikan manfaat sebagai berikut : 1. memberikan manfaat. kenyamanan dan keindahan lingkungan 2. energi.

Dan jika tanaman tumbuh menghijau maka udara dan hawa menjadi segar karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan. 3. Penerapan Green Hospital Tergantung Kebijakan Dari Setiap Rumah Sakit Kegiatan atau kebijakan green hospital menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman. penerapan green hospital didasarkan pada kondisi masing-masing negara yang menghubungkan kebutuhan lokal dengan aksi lingkungan dan praktek pencegahan primer dengan secara aktif terlibat dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat . 4.Saat ini tidak ada standar kriteria yang berlaku di seluruh dunia. Waste management (manajemen pengolahan sampah) yaitu mengelola sampah organik rumah tangga rumah sakit dengan membuatnya menjadi kompos yang berguna untuk memperbaiki struktur tanah. Eco-protection (pelestarian lingkungan) yaitu jika beberapa komponen diatas dilakukan dalam penerapan greeen hospital maka langkah selanjutnya adalah melestarikan lingkungan yang telah tercipta agar menjadi lebih baik lagi. 2. Beberapa contoh elemen/ kriteria : . Kegiatan green hospital dengan menambah ruang terbuka hijau diharapkan akan dapat memberi kontribusi bagi peningkatan kualitas udara didalam rumah sakit. Save the energy (hemat energi) adalah mengefisiensikan penggunaan energi listrik dengan pemanfaatan energy matahari sebagai penerangan dan pemanasan alami. kesetaraan kesehatan. jika struktur tanah baik maka tanah akan menjadi lebih gembur dan baik untuk tanaman. dan ekonomi hijau. selain itu agar tercipta kawasan rumah sakit yang bebas asap rokok!. Elemen/ Kriteria Green Hospital Program Jakarta .

Green education 8. Material 5. Manajemen LEED 2009 for Healthcare . Energi dan polusi udara 4. Kualitas lingkungan indoor 6. Efisiensi air 3. Kualitas lingkungan dalam bangunan (Indoor environment quality) 8. Transportasi 4. Material and resources 5. Efisiensi energi 2. Lokasi rumah sakit 2. 1. Efisiensi penggunaan air 3. Reduce contaminant 10. Energi 2. Kualitas lingkungan dalam bangunan (Indoor Environmental Quality) 5. Pengurangan limbah 12. Land use and ecology 7. Air 6. Green cleaning 11. Other Green Features and Innovation 1. Emisi 3. Green purchasing 9. Healing garden Green Mark Singapore 1. Perlindungan lingkungan (environmental protection) 4. Makanan yang sehat 7.

Heat island effect : o Non roof o Roof 8. Light pollution reduction 9. Water efficient landscaping 2. Pemilihan lokasi 2. Development density and Community Connectivity 3. Penghematan penggunaan air : o Pengukuran dan verifikasi o Penghematan sebesar 30-40% o Building equipment o Cooling towers o Food waste systems Energy & Atmosphere Material & Resources Environmental Quality Health Care Without Harm . Stormwater design : o Kontrol kuantitas o Kontrol kualitas 7.Sustainable Site 1. Site development : o Protect or restore habitat o Memaksimalkan ruang terbuka hijau 6. Connection to the natural world : o Tempat beristirahat o Direct exterior access for patients Efisiensi Air 1. Brownfield redevelopment 4. Transportasi alternative : o Akses transportasi public o Parkir sepeda dan ruang ganti o Kendaraan rendah emisi dan hemat bahan bakar o Kapasitas tempat parkir 5.

dan beberapa peraturan lain. treat and safely dispose of healthcare waste 4. 1204/Menkes/2004 tentang penyehatan lingkungan rumah sakit. 1. Pengadaan (purchasing) Buy safer and more sustainable product and materials Di Indonesia saat ini pedoman green hospital masih dalam tahap penyempurnaan. Bangunan (building) Support green and healthy hospital design and construction 10. namun beberapa kriteria yang sudah ada seperti dari Green Building Council Indonesia.pdpersi. standar ISO14001 (sistem manajemen lingkungan). kriteria Proper rumah sakit.id) Green Hospital/ Green Building Concept And Carbon Footprint Komite Green Hospital PERSI . healthy food 8. dapat digunakan sebagai pedoman awal untuk mulai menerapkan program Green Hospital. Air Efisiensi penggunaan air 6. Farmasi Safely manage and dispose of pharmaceuticals 9. Bahan-bahan kimia Subsitusi bahan kimia berbahaya dengan alternatif yang lebih aman 3.co. energi bersih. Makanan Purchase and serve sustainability grown. Transportasi Improve transportation strategies for patients and staff 7. Energi Implementasikan efisiensi energi. Limbah (waste) Reduce. Kepemimpinan (leadership) Memprioritaskan kesehatan lingkungan 2. Kepmenkes No. dan energi terbarukan 5. Diambil dari berbagai sumber (HS .

Suatu bangunan termasuk gedung rumah sakit sangat erat hubungannya dengan jejak karbon (carbon footprint) baik saat pembangunan maupun saat dioperasionalkan. ternyata didapat hasil penghematan CO2 . transportasi para penghuni gedung. Meminimalkan/ mengurangi dampak lingkungan 3. pengoperasian. perjalanan menggunakan mobil sejauh 1 km akan menghasilkan 200 gr CO2 . serta dalam pemeliharaannya memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan berdasarkan kaidah pembangunan berkelanjutan. Penggunaan energi untuk keperluan sehari-hari berkontribusi terjadinya efek rumah kaca. Pada prinsipnya tujuan dari green building adalah : 1. penerangan. peristiwa (event). produk atau individu yang dinyatakan dalam satuan ton karbon atau ton karbon dioksida ekuivalen. Phillips pernah melakukan perhitungan dalam penggantian lampu dan elektronik ballast di RS. Contoh sederhana. banjir dan kebakaran hutan. pembangunan. badai . Pemakaian listrik di gedung menyumbang 37% total emisi CO2. pemilihan material baik dari segi jenis maupun lokasi pembelian berdampak terhadap jejak karbon yang dihasilkan. angin topan. penggunaan energi. misalnya tingginya frekuensi hujan. penggunaan energi terbesar di gedung adalah untuk pendingin ruangan.Pemanasan global menjadi isu penting di seluruh dunia. komputer atau perangkat elektronik lainnya yang menyala selama 24 jam jejak karbonnya = 14. dan peralatan kantor lainnya. Meningkatkan kualitas udara ruangan menjadi lebih sehat Hubungan antara konsep bangunan hijau dengan jejak karbon sangat signifikan karena suatu bangunan dapat disebut bangunan hijau apabila sudah memenuhi syarat-syarat atau kriteria seperti : 1. Dengan menerapkan efisiensi dan konservasi energi otomatis bangunan tersebut dapat menghemat emisi karbon yang dihasilkan.75 g CO22 (sumber : IESR-Indonesia). pemeliharaan. Konsep bangunan hijau (green building) adalah bangunan dimana dalam perancangan.51 gram. Pada saat pembangunan. Jejak karbon didefinisikan sebagai jumlah emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh suatu organisasi. dan 10 gr sampah organik = 3. Meminimalkan/ mengurangi penggunaan sumber daya alam 2. sedangkan pada saat gedung beroperasional. 8 gr CO ekuivalen. kertas. Efisiensi energi dan konservasi Sebagian besar energi yang tersedia saat ini merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui dan pada tahap produksi maupun pemanfaatannya menghasilkan CO2 yang cukup besar. 1 lembar kertas A4 ukuran 70 gr = 226. yang juga berdampak pada pemanasan global. Temperatur bumi yang terus meningkat membuat bumi semakin panas dan menimbulkan ancaman baru.000 gr CO2 ekuivalen. Beberapa contoh sederhana tentang jejak karbon antara lain : setiap lampu berdaya 10 watt yang dinyalakan 1 jam akan menghasilkan CO2 sebesar 9.Jakarta . sampai pada limbah yang dihasilkan juga berdampak pada jejak karbon. Kanker “Dharmais―.

6. meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi. 5. Penghematan air = 40% . semakin besar pula emisi karbon yang dihasilkan. agar bangunan tersebut dapat tetap berpredikat green mulai dari dibangun sampai operasional dan pemeliharaannya.39% 3. Sumber : Materi network sharing Bambang Subiyanto Pusat Inovasi-LIPI Berdasarkan tabel diatas apabila dikaitkan dengan jejak karbon maka data diartikan bahwa semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk. adanya area landscape yang salah satu fungsinya menyerap karbon. 3. Energi yang dibutuhkan dalam pembuatan beberapa produk material antara lain : 4.50% 2. Kualitas udara dan kenyamanan ruangan Penelitian yang dilakukan oleh Green Building Council Amerika (USGBC) rata- rata penghematan yang dapat dicapai oleh suatu bangunan hijau antara lain : 1. sebesar 279 ton per tahun dengan penghematan energi sebesar 664. Sumber dan siklus material Pemilihan material yang ramah lingkungan juga terkait erat dengan jejak karbon baik dari segi pembuatan material tersebut maupun asal material (terkait dengan trasportasi). Manajemen lingkungan bangunan Kriteria ini mensyaratkan pemeliharaan dan operasional seluruh sarana prasarana bangunan termasuk pengelolaan limbah mengacu pada prinsip- prinsip ramah lingkungan dan sustainability (berkelanjutan). mendukung penggunaan sepeda melalui penyediaan area parkir khusus sepeda. Penghematan energi = 24 . Penghematan karbon = 33 . Tata guna lahan Pada kriteria tata guna lahan terdapat beberapa aspek yang terkait langsung dengan jejak karbon seperti kemudahan akses. 2. agar tidak mencemari lingkungan dan menghasilkan jejak karbon.553 KWh/ tahun. Kriteria sumber dan siklus material juga menyinggung masalah pengelolaan sampah dan limbah B3 yang juga harus ditangani dengan baik. Konservasi air 7.

dan rumah sakit dapat ikut berperan aktif dalam mimimasi dampak perubahan iklim serta mengurangi jejak karbon yang dihasilkannya. 4. sementara produk samping rumah sakit seperti limbah cair. sumber daya rumah sakit berbasis alam dan lingkungan hidup seperti air bersih. kertas dan material lainnya yang merupakan kebutuhan harian pengoperasian rumah sakit penggunaannya juga perlu dilandasi oleh prinsip eco-efficiency. Hadjar Seti Adji Keberadaan rumah sakit dalam satu kesatuan ekosistem ditengah isu dampak perubahan iklim dan pemanasan global serta degradasi lingkungan dipandang perlu bertanggung jawab atas keberlanjutan kualitas lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam. reuse. ekologi dan sosial sehingga prinsip pemenuhan konsep pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan akan terpenuhi. juga untuk memenuhi kaidah reduce. energi. recycle dan recovery. . healthy people (Addressing Climate Change in Health Care Settings). healthy planet. Penghematan biaya limbah = 70% Sumber : Materi BEM Training GA. Bangunan rumah sakit perlu didesain dan dirancang dengan mengakomodasi pemanfaatan potensi alam secara efisien. Pada prinsipnya. padat dan gas perlu diolah sehingga targetnya tidak saja untuk memenuhi baku mutu limbah. model rumah sakit dimasa mendatang perlu dikelola secara baik dengan selalu mempertimbangkan aspek kesehatan. sebagaimana kebijakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Healthy Hospitals. ekonomi.

apalagi ketika mendapat tugas mengurus rubrik kesehatan. saya perlu mengalihkan perhatian saya dari rasa sakit. kaya pepohonan atau memiliki taman yang cantik. saya suka diajak membesuk alias menengok paman yang sakit di sebuah rumah sakit umum di kota Malang. a. Ruang Tunggu yang Nyaman Menjadi pasien itu kondisi yang tidak menyenangkan. baik dari segi fasilitas maupun pelayanannya. Di Jakarta.Menuju Green Hospital dari yang Termudah Waktu masih kanak-kanak. Ada beberapa yang cukup nyaman untuk menunggui dokter atau mengamati kondisi kesehatan masyarakat. Hampir tiap minggu saya menyambangi rumah-rumah sakit di seputar Surabaya dan Sidoarjo. Tujuan saya waktu itu khas anak-anak. Jika dulu saya memandang rumah sakit sebagai salah satu wahana bermain bagi anak-anak. bukannya bersikap manis menemani bibi menjenguk suaminya. Ada banyak cerita tentang rumah sakit yang saya kunjungi. Meja layanan informasi sering kosong. Dari kunjungan demi kunjungan tersebut. namun banyak di antaranya yang membuat saya ingin bergegas meninggalkan tempat tersebut. b. taman rumah sakit seakan taman bermain yang luas dan seru bagi kami yang masih duduk di bangku sekolah dasar. terutama menjenguk teman. saya tidak bisa lepas dari rumah sakit. Tapi. Yang ada adalah . rupanya. Dan sembari menunggu antrian. kini saya memandang rumah sakit sebagai salah satu tempat yang sebisanya kuhindari. Saat menjadi pasien yang ada di pikiran saya adalah bagaimana caranya supaya segera dirawat dan sembuh. saya dan sepupu-sepupu malah asyik bermain di taman dan membeli keripik bekicot. saya dapat simpulkan beberapa hal yang menjadi minus rumah sakit. Sayangnya kursi-kursi yang ada di ruang tunggu terkadang penuh. Beberapa RS seakan membiarkan pasien mondar-mandir karena bingung dengan birokrasi. Tapi setelah ibu mengetahui kelakuan kami. Standard Operating Procedure (SOP) Kami sebagai pasien atau keluarga pasien seringkali bingung bagaimana urutan proses agar bisa segera dirawat di rumah sakit atau bagaimana mengunjungi saudara kami yang sedang dirawat. Masa menjadi pengurus rubrik kesehatan itu menjadi sebuah catatan berkesan sepanjang hidup saya. Pada masa itu. teve memutar acara yang tidak menarik. Saya bersyukur termasuk yang jarang sakit dan hanya menjalani beberapa kali rawat jalan. dan pemandangan hanya berupa lalu lalang pasien dan petugas medis. tidak banyak rumah sakit yang sejuk di mata.termasuk kunjungan terakhir saya di beberapa rumah sakit di Jakarta. ia lantas melarang saya ikut berkunjung ke rumah sakit.

Sp. Rumah sakit yang disebut green hospital berarti RS yang memiliki wawasan lingkungan dan mengedepankan faktor kenyamanan dan keamanan. namun juga bisa menjadi sumber polusi suara dan polusi udara c. sampah medis. Limbah klinis berasal dari pelayanan medis. limbah cair. dan radio aktif. mushola. Pada 2020 diharapkan seluruh rumah sakit di Indonesia menerapkan Green Hospital.P. Sampah rumah sakit biasanya berupa sampah sisa makanan. Taman Taman bukan hanya mempercantik rumah sakit. ruang parkir. bahan kimia beracun. pencahayaan alami. d. radio aktif. dan sebagainya. Suriyantoro. yakni limbah padat berupa sampah. Lokasi yang berdekatan dengan jalan raya memang strategis. sampah patologis. Dirjen Bina Upaya Kesehatan (http://buk. Lanjut. sepatutnya juga menjadi perhatian. ada tiga jenis limbah rumah sakit. Limbah Limbah rumah sakit bukan hanya sampah makanan. Dari TOR yang diberikan oleh RSUD Daya Makassar terlihat bahwa rumah sakit yang dulunya berupa Puskesmas ini ingin menjalankan poin-poin seperti konsep green hospital yang diterapkan di negara-negara maju. serta memiliki dokter spesialis yang beragam. Saya sering melewati kantin dan toilet yang berbau tidak sedap dan ruang parkir yang semrawut. pengurangan emisi karbon. MARS. untuk menjadikan rumah sakit tersebut ‘hijau’ maka aspek-aspek yang harus diperhatikan di antaranya kualitas udara. Pemandangan indah juga mengistirahatkan mata. Udara segar bisa tercipta oleh tanaman. Namun. .bangunan demi bangunan berbeton yang dipisahkan dengan ruang parker. e. fasilitas seperti toilet.id). pencemaran air. Fasilitas Fasilitas rumah sakit ada yang canggih dan lengkap. Supriyantoro. Kanwil Depkes Jabar dalam artikelnya bertajuk “Penanggulangan Dampak Lingkungan Rumah Sakit”. memanfaatkan matahari sebagai sumber penerangan untuk menghemat tenaga listrik. dan limbah klinis. dan jaringan tubuh.depkes. seperti halnya lahan terbuka hijau yang menyatu dengan lingkungan rumah sakit. dan penggunaan air yang efisien.go. berupa limbah plastik. Green hospital ini memang telah menjadi program kerja rumah sakit di Indonesia seperti yang dicetuskan dr. serta sampah dari laboratorium. Sedangkan limbah cari berasal dari unit yang bisa mengandung mikro organisme. dan kantin. membuat rasa sakit si pasien sedikit teralihkan. namun juga bisa membantu kesembuhan si pasien. Menurut Henni Djuhaeni.

meningkatkan kualitas udara. Konservasi Air. baru dilakukan penataan konservasi air. Menambah areal hijau dan menngolah limbah menurut saya dalah langkah utama yang harus dilakukan RSUD Daya Makassar sebelum menginjak aspek lainnya. Sumber Dan Siklus Material. maka sebaiknya pihak manajemen membenahi hal tersebut terlabih dulu. berupa mesin incinerator untuk memusnahkan sampah bahan beracun berbahaya alias sampah medis. meliputi pencahayaan buatan. Apabila. Semoga RSUD Daya Makassar mampu menggapai misinya dan menjadi The First Green Hospital in Indonesia. reduksi panas. Menuju Green Hospital dari yang Termudah . Namun. Yang patut dicontoh adalah upaya sederhana RSUP Sanglah di Bali dengan membuat kompos dari sisa sampah organik.infogue. Draft perangkat penilaian yang disebut Greenship khas Indonesia ini terdiri enam aspek: Tepat Guna Lahan (meliputi pengurangan pemakaian kendaraan bermotor pribadi. laboratorium lingkungan untuk memantau kualitas lingkungan. Jika permasalahan pelayanan sudah teratasi. menghemat energi. maka RSUD Daya Makassar bisa melakukan dari yang sederhana. seperti yang dilansir http://kesehatan.com/green_hospital_rumah_sakit_berwawasan_lingkung an.Menurut Green Building Council Indonesia. Kompos tersebut digunakan untuk pupuk tanaman di lingkungan rumah sakit tersebut. Selanjutnya. ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi bangunan agar dapat memenuhi persyaratan bangunan hijau. baik dengan membuat taman atau menaruh tanaman dalam pot. area dasar hijau. dan sebagainya. masih banyak masyarakat yang mengeluh dengan proses registrasi yang berbelit dan fasilitas yang kurang. perlu kerja sama dari seluruh staf. terutama komitmen para manajemen puncak. seperti menambah resapan dan tanaman hijau. dan penanganan air limpasan hujan) . Efisiensi Energi Dan Refrigerant. menurut hemat saya. Kualitas Udara Dan Kenyamanan Udara. Untuk menjalankan semua aspek tersebut. seperti pengelolaan air dan penggunaan air hujan. yaitu RS Persahabatan Jakarta yang telah memiliki instalasi pengolahan air limbah. Rumah sakit lainnya yang patut diacungi jempol. meliputi pengelolaan sampah dan pemilihan material. pengendalian hama. serta sumber energi terbarukan. dan biopori untuk resapan air hujan dan mengolah limbah organic menjadi kompos. Serta Manajemen Lingkungan Bangunan. pengkondisian udara. green hospital baru bisa dilaksanakan rumah sakit yang telah memiliki kualitas pelayanan yang baik. Fasilitas ini. serta daur ulang air.

Ada banyak cerita tentang rumah sakit yang saya kunjungi. b. teve memutar acara yang tidak menarik. Tapi. Beberapa RS seakan membiarkan pasien mondar-mandir karena bingung dengan birokrasi. a. saya dan sepupu-sepupu malah asyik bermain di taman dan membeli keripik bekicot. namun banyak di antaranya yang membuat saya ingin bergegas meninggalkan tempat tersebut. namun juga bisa menjadi sumber polusi suara dan polusi udara . Masa menjadi pengurus rubrik kesehatan itu menjadi sebuah catatan berkesan sepanjang hidup saya. Lokasi yang berdekatan dengan jalan raya memang strategis. taman rumah sakit seakan taman bermain yang luas dan seru bagi kami yang masih duduk di bangku sekolah dasar. saya perlu mengalihkan perhatian saya dari rasa sakit. baik dari segi fasilitas maupun pelayanannya. Sayangnya kursi-kursi yang ada di ruang tunggu terkadang penuh. Saat menjadi pasien yang ada di pikiran saya adalah bagaimana caranya supaya segera dirawat dan sembuh. Tapi setelah ibu mengetahui kelakuan kami. kaya pepohonan atau memiliki taman yang cantik. Saya bersyukur termasuk yang jarang sakit dan hanya menjalani beberapa kali rawat jalan. kini saya memandang rumah sakit sebagai salah satu tempat yang sebisanya kuhindari. bukannya bersikap manis menemani bibi menjenguk suaminya. Dari kunjungan demi kunjungan tersebut. saya tidak bisa lepas dari rumah sakit. Yang ada adalah bangunan demi bangunan berbeton yang dipisahkan dengan ruang parker. dan pemandangan hanya berupa lalu lalang pasien dan petugas medis. Pada masa itu. tidak banyak rumah sakit yang sejuk di mata. Jika dulu saya memandang rumah sakit sebagai salah satu wahana bermain bagi anak-anak. Hampir tiap minggu saya menyambangi rumah-rumah sakit di seputar Surabaya dan Sidoarjo. ia lantas melarang saya ikut berkunjung ke rumah sakit. Meja layanan informasi sering kosong. saya dapat simpulkan beberapa hal yang menjadi minus rumah sakit. terutama menjenguk teman.Waktu masih kanak-kanak. Tujuan saya waktu itu khas anak-anak. Standard Operating Procedure (SOP) Kami sebagai pasien atau keluarga pasien seringkali bingung bagaimana urutan proses agar bisa segera dirawat di rumah sakit atau bagaimana mengunjungi saudara kami yang sedang dirawat. Ada beberapa yang cukup nyaman untuk menunggui dokter atau mengamati kondisi kesehatan masyarakat. rupanya. Di Jakarta.termasuk kunjungan terakhir saya di beberapa rumah sakit di Jakarta. apalagi ketika mendapat tugas mengurus rubrik kesehatan. Ruang Tunggu yang Nyaman Menjadi pasien itu kondisi yang tidak menyenangkan. saya suka diajak membesuk alias menengok paman yang sakit di sebuah rumah sakit umum di kota Malang. Dan sembari menunggu antrian.

Kanwil Depkes Jabar dalam artikelnya bertajuk “Penanggulangan Dampak Lingkungan Rumah Sakit”. Dari TOR yang diberikan oleh RSUD Daya Makassar terlihat bahwa rumah sakit yang dulunya berupa Puskesmas ini ingin menjalankan poin-poin seperti konsep green hospital yang diterapkan di negara-negara maju. serta sampah dari laboratorium. Green hospital ini memang telah menjadi program kerja rumah sakit di Indonesia seperti yang dicetuskan dr. fasilitas seperti toilet. Pemandangan indah juga mengistirahatkan mata. Menurut Henni Djuhaeni.go. dan limbah klinis. area dasar hijau. limbah cair. Suriyantoro. Supriyantoro. Udara segar bisa tercipta oleh tanaman. Limbah klinis berasal dari pelayanan medis. sampah medis. Rumah sakit yang disebut green hospital berarti RS yang memiliki wawasan lingkungan dan mengedepankan faktor kenyamanan dan keamanan. Limbah Limbah rumah sakit bukan hanya sampah makanan. pengurangan emisi karbon. pencahayaan alami. Pada 2020 diharapkan seluruh rumah sakit di Indonesia menerapkan Green Hospital.id). radio aktif. memanfaatkan matahari sebagai sumber penerangan untuk menghemat tenaga listrik. dan jaringan tubuh. Fasilitas Fasilitas rumah sakit ada yang canggih dan lengkap. Menurut Green Building Council Indonesia. serta memiliki dokter spesialis yang beragam. mushola.c. Sp. pengendalian hama. dan penggunaan air yang efisien. dan radio aktif.P. pencemaran air.depkes. Sedangkan limbah cari berasal dari unit yang bisa mengandung mikro organisme. dan penanganan air limpasan hujan) . MARS. Sampah rumah sakit biasanya berupa sampah sisa makanan. Taman Taman bukan hanya mempercantik rumah sakit. berupa limbah plastik. ada tiga jenis limbah rumah sakit. . membuat rasa sakit si pasien sedikit teralihkan. bahan kimia beracun. dan kantin. Namun. seperti halnya lahan terbuka hijau yang menyatu dengan lingkungan rumah sakit. sepatutnya juga menjadi perhatian. namun juga bisa membantu kesembuhan si pasien. ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi bangunan agar dapat memenuhi persyaratan bangunan hijau. d. yakni limbah padat berupa sampah. Draft perangkat penilaian yang disebut Greenship khas Indonesia ini terdiri enam aspek: Tepat Guna Lahan (meliputi pengurangan pemakaian kendaraan bermotor pribadi. untuk menjadikan rumah sakit tersebut ‘hijau’ maka aspek-aspek yang harus diperhatikan di antaranya kualitas udara. Dirjen Bina Upaya Kesehatan (http://buk. ruang parkir. Lanjut. dan sebagainya. e. sampah patologis. Saya sering melewati kantin dan toilet yang berbau tidak sedap dan ruang parkir yang semrawut.

serta sumber energi terbarukan. maka sebaiknya pihak manajemen membenahi hal tersebut terlabih dulu. laboratorium lingkungan untuk memantau kualitas lingkungan. seperti pengelolaan air dan penggunaan air hujan.infogue. seperti menambah resapan dan tanaman hijau. berupa mesin incinerator untuk memusnahkan sampah bahan beracun berbahaya alias sampah medis. menghemat energi. Apabila. serta daur ulang air. pengkondisian udara. Menambah areal hijau dan menngolah limbah menurut saya dalah langkah utama yang harus dilakukan RSUD Daya Makassar sebelum menginjak aspek lainnya. meliputi pencahayaan buatan. Selanjutnya. baru dilakukan penataan konservasi air. dan sebagainya. Konservasi Air. Sumber Dan Siklus Material. reduksi panas.Efisiensi Energi Dan Refrigerant. seperti yang dilansir http://kesehatan. baik dengan membuat taman atau menaruh tanaman dalam pot. meningkatkan kualitas udara.com/green_hospital_rumah_sakit_berwawasan_lingkung an. Semoga RSUD Daya Makassar mampu menggapai misinya dan menjadi The First Green Hospital in Indonesia. Rumah sakit lainnya yang patut diacungi jempol. Kompos tersebut digunakan untuk pupuk tanaman di lingkungan rumah sakit tersebut. Kualitas Udara Dan Kenyamanan Udara. Yang patut dicontoh adalah upaya sederhana RSUP Sanglah di Bali dengan membuat kompos dari sisa sampah organik. green hospital baru bisa dilaksanakan rumah sakit yang telah memiliki kualitas pelayanan yang baik. dan biopori untuk resapan air hujan dan mengolah limbah organic menjadi kompos. Untuk menjalankan semua aspek tersebut. masih banyak masyarakat yang mengeluh dengan proses registrasi yang berbelit dan fasilitas yang kurang. menurut hemat saya. Jika permasalahan pelayanan sudah teratasi. terutama komitmen para manajemen puncak. maka RSUD Daya Makassar bisa melakukan dari yang sederhana. yaitu RS Persahabatan Jakarta yang telah memiliki instalasi pengolahan air limbah. Namun. perlu kerja sama dari seluruh staf. meliputi pengelolaan sampah dan pemilihan material. . Serta Manajemen Lingkungan Bangunan. Fasilitas ini.