a.

Objek Pajak

Dalam buku Mardiasmo (2016: 383-385), Yang menjadi objek pajak adalah :

1) Yang menjadi objek pajak adalah Bumi dan atau Bangunan.

2) Yang dimaksud dengan klasifikasi bumi dan bangunan adalah pengelompokan bumi

dan bangunan menurut nilai jualnya dan digunakan sebagai pedoman, serta untuk

memudahkan penghitungan pajak yang terutang.

Dalam menentukan klasifikasi bumi/tanah diperhatikan faktor-faktor sebagai

berikut :

a) Letak

b) Peruntukan

c) Pemanfaatan

d) Kondisi Lingkungan dan lain-lain

Dalam menentukan klasifikasi bangunan diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut

:

a) Bahan yang digunakan

b) Rekayasa

c) Letak

d) Kondisi lingkungan dan lain-lain

3) Pengecualian objek pajak

Objek pajak yang tidak dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan adalah objek pajak

yang :

a) Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dan tidak untuk

mencari keuntungan antara lain :

konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. b) Digunakan untuk kuburan. contoh : museum. b. gereja. vihara (2) di bidang kesehatan. e) Digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. contoh : madrasah. (1) di bidang ibadah. hutan wisata. d) Digunakan oleh perwakilan diplomatic. candi. Yang menjadi subjek pajak adalah : . (5) di bidang kebudayaan nasional. contoh : masjid. 4) Objek pajak yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. taman nasional. Subjek Pajak Menurut Mardiasmo (2016: 386-387). pesantren. (4) di bidang sosial. Yang dimaksud dengan objek pajak adalah objek pajak yang dimiliki/dikuasai/digunakan oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan. tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa. c) Merupakan hutang lindung. contoh : rumah sakit. penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak Negara yang sebagian besar penerimaannya merupakan pendapatan daerah yang antara lain dipergunakan untuk penyediaan fasilitas yang juga dinikmati oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. peninggalan purbakala. (3) di bidang pendidikan. hutan suaka alam. atau yang sejenis dengan itu. contoh : panti asuhan.

3) Dalam hal atas suatu objek pajak belum jelas diketahui wajib pajaknya.1 yang dikenakan kewajiban membayar pajak menjadi wajib pajak. c. 6) Bila keterangan yang diajukan itu tidak disetujui. 7) Apabila setelah jangka waktu satu bulan sejak tanggal diterimanya keterangan sebagaimana dalam no. menguasai. maka keterangan yang diajukan itu dianggap disetujui. maka Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan surat keputusan penolakan dengan disertai alasan-alasannya. dan atau memperoleh manfaat atas bumi. dan atau memperoleh manfaat atas bangunan. 2) Subjek pajak sebagaimana dimaksud dalam no. Dengan demikian tanda pembayaran/ pelunasan pajak bukan merupakan bukti pemilikan hak. dan atau memiliki. maka Direktur Jenderal Pajak membatalkan penetapan sebagai wajib pajak sebagaimana dalam no.4 Direktur Jenderal pajak tidak memberikan keputusan. Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan subjek pajak sebagaimana dimaksud dalam no.1 sebagai wajib pajak. 4) Subjek pajak yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam no. 1) Yang menjadi subjek pajak adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi.4 disetujui.3 dapat memberikan keterangan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak bahwa ia bukan wajib pajak terhadap objek pajak dimaksud. Tarif Pajak Menurut Mardiasmo (2016: 387) tarif pajak adalah sebagai berikut: .3 dalam jangka waktu satu bulan sejak diterimanya surat keterangan dimaksud. 5) Bila keterangan yang diajukan oleh wajib pajak dalam no.

Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). lengkap. dan Surat Ketetapan Pajak (SKP) adalah sebagai berikut: 1) Dalam rangka pendataan subjek pajak wajib mendaftarkan objek pajaknya dengan mengisi SPOP. namun hanya untuk membantu Wajib Pajak SPPT dapat diterbitkan berdasarkan data objek yang telah ada pada Direktorat Jenderal Pajak. serta ditandatangani dan disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi letak objek pajak selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya SPOP oleh subjek pajak. tepat waktu. benar. . dan Surat Ketetapan Pajak (SKP) Mardiasmo (2016: 390) Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP). 2) SPOP harus diisi dengan jelas. Tarif pajak yang dikenakan atas objek pajak adalah sebesar 0. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). 3) Dirjen Pajak akan menerbitkan SPPT berdasarkan SPOP yang diterimanya. SPPT diterbitkan atas dasar SPOP.5% X [Persentase NJKP X ( NJOP – NJOPTKP)] e.5% (lima per sepuluh persen) d. Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP). Cara Menghitung Pajak Mardiasmo (2016: 389) besarnya pajak terutang dihitung dengan cara mengkalikan tarif pajak dengan NJKP seperti rumus dibawah ini: Pajak Bumi dan Bagunan = Tarif Pajak X NJKP = 0.

6) Jumlah pajak yang terutang dalam SKPKB sebagaimana dimaksud dalam huruf (d) poin ke 2 adalah selisih pajak yang terutang yang dihitung berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain dengan pajak terutang yang dihitung berdasarkan SPOP ditambah denda administrasi sebesar 25% dari selisih pajak yang terutang. Sanksi administrasi yang dikenakan terhadap Wajib Pajak yang tidak menyampaikan SPOP. dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan. dan pertambangan. dikenakan sanksi sebagaimana tambahan terhadap pokok pajak yaitu sebesar 25% dari pokok pajak. . 4) Direktur Jenderal Pajak dapat mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) dalam hal sebagai berikut: a) Apabila SPOP tidak disampaikan dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran. Bumi adalah permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah kabupaten/kota. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki. SKP ini berdasarkan data yang ada pada Direktorat Jenderal Pajak memuat penetapan objek pajak dan besarnya pajak terutang beserta denda administrasi yang dikenakan kepada Wajib Pajak. 5) Jumlah pajak yang terutang dalam SKP sebagaimana dimaksud dalam huruf (d) poin ke. perhutanan. kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan.1 adalah pokok pajak diambah dengan denda administrasi sebesar 25% dihitung dari pokok pajak.dikuasai. b) Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain dari jumlah pajak yang dihitung berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh Wajib Pajak.

atau nilai perolehan baru. NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli. yang selanjutnya disingkat NJOP. . Nilai Jual Objek Pajak. adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar.Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan pedalaman dan/atau laut. atau NJOP pengganti.