You are on page 1of 5

PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS PALOH
Jln.raya Liku paloh No.26 Kecamatan Paloh Kode Pos 79465
Email;puskesmaspaloh@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS PALOH
NOMOR TAHUN 2018

TENTANG

KEWAJIBAN PENANGGUNGJAWAB UKM PUSKESMAS DAN PELAKSANAAN
MEMFASILITASI PERAN SERTA MASYARAKAT

KEPALA PUSKESMAS PALOH,

Menimbang : a. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelaksanaan UKM
harus didukung oleh seluruh elemen di puskesmas dan
masyarakat;
b. bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan UKM ditentukan
oleh penanggungjawab UKM pelaksana dan peran serta
masyarakat;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b,perlu
ditetapkn keputusan kepala puskesmas paloh kecamatan
paloh tentang kewajiban penanggungjawab UKM puskesmas
dan pelaksana memfasilitasi peran serta masyarakat;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik;
2. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan;

3. Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;

4. Peraturan menteri kesehatan nomor
741/MENKES/PER/VII/2008 tentang standar pelayanan
minimal bidang kesehatan dikabupaten/kota;
5. Permenkes nomor 269/menkes/per/111/2009 tentang rekam
medis

Kepmenkes RI nomor 857/menkes/per/SK/1X/2009 tentang
pedoman penilaian kinerja sumber daya manusia kesehatan
di puskesmas;

Kedua : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya. RITA RAHAYU . Ditetapkan di Liku pada tanggal 2018 KEPALA PUSKESMAS PALOH.maka akan diadakan perbaikansebagaimana mestinya. Kesatu : Penanggungjawab dan pelaksana upaya kesehatan masyarakat wajib untuk memfasilitasi peran serta masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kegiatan UKM. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS PALOH KECAMATAN PALOH TENTANG KEWAJIBAN PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS DAN PELAKSANA MEMFASILITASI PERAN SERTA MASYARAKAT.

1.2. Panduan Kerja 4. Didokumentasikan oleh Pengendali Dokumen d. Terdaftar dalam Daftar distribusi Dokumen c. Dokumen Eksternal 1. 3. TUJUAN PROSES Kebijakan ini digunakan sebagai acuan untuk meksanakan pengendalian dokumen dan rekaman agar terkendalinya proses perubahan. Dokumen Internal 1. meliputi: a. Lampiran Keputusan Kepala Puskesmas Pimpinan Nomor Tahun 2017 Tentang Pengendalian Dokumen dan Rekaman KEBIJAKAN PENGENDALIAN DOKUMEN DAN REKAMAN PUSKESMAS PIMPINAN 1. Peraturan dan Keputusan yang berasal dari sistem. 2. Penanggung jawab Program/ Unit Kerja 3. Ditarik bila ada perubahan (revisi) . Instruksi Kerja Formula Pengukuran Standar Mutu (IKF) b. URAIAN UMUM 3. 2. Pengendalian dokumen 2.4. Dasar hukum berupa Undang-undang.3. Buku-buku pedoman atau buku lainnya yang menjadi refrensi.3. Manual Mutu 3. distribusi.2. Dokumen yang didistribusikan kepada setiap unit kerja b. penerbitan.1. TANGGUNG JAWAB WEWENANG 2. DOKUMEN INDUK a. Wakil Manajemen Mutu 2. Meniadakan acuan dalam melaksanakan Dokumen d. Tidak memiliki Cap Terkendali atau tidak terkendali maupun absolute 3. dan sirkulasi dokumen yang ada di Puskesmas Pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta memenuhi Persyartan Akreditasi Puskesmas Pimpinan. DOKUMEN PUSKESMAS adalah seluruh dokumen resmi yang berlaku di Puskesmas Pimpinan yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Standar Operasional Prosedur (SOP) 6. Surat Keputusan/ Kebijakan (SK) 2. MANUAL MUTU Dokumen yang merincikan sistem manajemen mutu Puskesmas Pimpinan 3. DOKUMEN TERKENDALI a. Telah disahkan oleh Kepala Puskesmas Pimpinan c. Dokumen asli b. Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) 5.

Memastikan bahwa perubahan dan status revisi terkini dari dokumentasi ditunjukkan 4. Memastikan bahwa dokumen yag berasal dari luar dikenali dan distribusinya dikendalikan f.7.9.8. Memastikan dokumen selalu dapat dibaca dan mulai dikendalikan e. dan Instruksi Kerja Formula dilakukan secara berkala dan/atau jika terdapat perubahan dalam proses pelayanan 4. Didistribusikan untuk kebutuhan eksternal atau atas permintaan pihak di Luar Puskesmas Pimpinan b. Apabila diditribusikan harus memiliki tanda / stempel “TIDAK TERKENDALI” e. Pengendalian Dokumen dan Rekaman di Puskesmas Pimpinan dilakukan secara terpusat di bawah kendali Tim Manajemen Mutu 4.5. Dokumen yang setelah direview dan dinyatakan tidak dipergunakan kembali masuk ke dalam kategori dokumen obsolete/kadaluarsa 4. Setiap dokumen harus dikendalikan sesuai prosedur yang berlaku dengan tujuan untuk: a. Setiap kegiatan harus didokumentasikan dalam bentuk catatan kegiatan/ rekaman . Menyetujui kecukupan dokumen sebelum diterbitkan b. Masa retensi dokumen kadaluarsa ditetapkan bersama oleh Penanggung jawab Program/ Kegiatan dan Tim Manajemen Mutu dan tercantum dalam daftar rekaman dan kode formulir 4. Kerangka Acuan Kerja. Dokumen induk diberi stempel “OBSOLETE” dan dokumen sisanya dimusnahkan 3. KETENTUAN NUMERALISASI DOKUMEN adalah sebagai berikut: a.5. Tidak dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan pekerjaan d. KAK.4. Seluruh Formulir / rekaman tercatat dalam daftar Rekaman dan dikelompokkan berdasarkan program / unit kerja 4. DOKUMEN OBSOLETE/ KADALUARSA/ TIDAK BERLAKU a. Mencegah pemakaian dokumen kadaluarsa yang disengaja dan menerakan identifikasi sesuai dengan dokumen tersebut apabila disimpan untuk maksud tertentu g.10. SOP. Manual Mutu. Seluruh dokumen internal (SK. Yang berhak mengeluarkan dokumen ini adalah Wakil Manajemen Mutu dan tercatat pada Daftar Distribusi Dokumen Tidak Tekendali 3. Dokumen ini harus ditarik dari seluruh unit dan dicatat dalam lembar distribusi/penarikan dokumen d. IKF) tercatat dalam Daftar Dokumen Internal dan disimpan oleh Pengendali Dokumen 4. Memastikan bahwa versi relevan dari dokumen yag berlaku tersedia tempat pemakaian d.3.6. Seluruh Dokumen Eksternal tercatat dalam Daftar Dokumen Eksternal dan dikelompokkan berdasarkan program/unit kerja 4. Dokumen Master disimpan oleh Tim Manajemen Mutu 4.2.6. Review terhadap dokumentasi internal berupan Surat Keputusan.7. Pada dokumen ini harus ada tanda/stample “TERKENDALI” 3.1. Standar Prosedur Operasional. KEBIJAKAN 4. MM. Meninjau dan memutakhirkan seperlunya serta untuk menyetujui ulang dokumen c. Dokumen yang dinyatakan sudah tidak berlaku oleh karena telah mengalami perubahan/revisi b. e. DOKUMEN TIDAK TERKENDALI a. PK. Surat Keputusan/Kebijakan 4. Panduan Kerja. Tidak dapat lagi menjadi acuan dalam melaksanakan pekerjaan c. Digunakan untuk keperluan insidentil c.

PENUTUP Demikian kebijakan pengendalian dokumen dan rekaman ini dibuat untuk dapat dijadikan sebagai acuan dan dipergunakan sebagaimana mestinya Ditetapkan di Pipitteja. Pemusnahan dokumen obsolete/ kadaluarsa diusulkan oleh PJ Program/ Unit Kerja dan dilakukan oleh Penggali Dokumen atas persetujuan Wakil Manajemen Mutu dan Kepala Puskesmas 4. MARHAN . Pemusnahan dokumen obsolete/ kadaluarsa dicatat dalam berita Acara Pemusnahan Dokumen 5. 4. pada tanggal Juni 2017 KEPALA PUSKESMAS PIMPINAN.11.12.