You are on page 1of 4

a.

Objek Pajak

Undang-undang No.28 tahun 2009 pasal 77 ayat 1, Objek Pajak Bumi dan

Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah Bumi dan/atau Bangunan yang

dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan,

kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan,

perhutanan, dan pertambangan.

b. Objek Pajak yang Tidak Dikenakan PBB-P2

Undang-undang No.28 tahun 2009 pasal 77 ayat 3, Pajak Bumi dan

Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah objek pajak yang:

1) digunakan oleh Pemerintah dan Daerah untuk penyelenggaraan

pemerintahan;

2) digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang

ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional, yang

tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan;

3) digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau yang sejenis

dengan itu;

4) merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman

nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah

negara yang belum dibebani suatu hak;

5) digunakan oleh perwakilan diplomatik dan konsulat berdasarkan asas

perlakuan timbal balik; dan

2) Wajib Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah orang pribadi atau Badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas Bumi dan/atau memperoleh manfaat atas Bumi.3% (nol koma tiga persen). Subjek dan Wajib Pajak PBB-P2 Menurut undang-undang dasar tahun 2009 No. 6) digunakan oleh badan atau perwakilan lembaga internasional yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan. 2) Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. menguasai.28 pasal 80 ayat 1 adalah: 1) Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan ditetapkan paling tinggi sebesar 0. Dasar Pengenaan Pajak PBB-P2 Menurut undang-undang dasar tahun 2009 No. dan/atau memiliki. menguasai. Tarif Pajak PBB-P2 Menurut undang-undang dasar tahun 2009 No. dan/atau memperoleh manfaat atas Bangunan. dan/atau memiliki.28 pasal 79 ayat 1 dan 2 adalah: . dan/atau memperoleh manfaat atas Bangunan. d. c.28 pasal 78 ayat 1 dan 2 adalah: 1) Subjek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah orang pribadi atau Badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas Bumi dan/atau memperoleh manfaat atas Bumi. e.

dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan kepada Kepala Daerah yang wilayah kerjanya meliputi letak objek pajak. . 2) Besarnya NJOP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan setiap 3 (tiga) tahun. f. kecuali untuk objek pajak tertentu dapat ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan wilayahnya. Menurut undang-undang dasar tahun 2009 No.28 pasal 83 adalah: 1) Pendataan dilakukan dengan menggunakan SPOP.Kepala Daerah dapat mengeluarkan SKPD dalam hal-hal sebagai berikut: 1) SPOP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2) tidak disampaikan dan setelah Wajib Pajak ditegur secara tertulis oleh Kepala Daerah sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran. Kepala Daerah menerbitkan SPPT. 3) Penetapan besarnya NJOP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh Kepala Daerah.28 pasal 84 adalah: Berdasarkan SPOP. benar. 1) Dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah NJOP. selambat- lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah tanggal diterimanya SPOP oleh Subjek Pajak. 2) SPOP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diisi dengan jelas. Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) Menurut undang-undang dasar tahun 2009 No.

.2) berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain ternyata jumlah pajak yang terutang lebih besar dari jumlah pajak yang dihitung berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh Wajib Pajak.