LABORATORIUM TEKNIK KIMIA II

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2017/2018

MODUL : Reaktor Tangki Berpengaduk Kontinyu (CSTR)
PEMBIMBING : Dianty Rosirda Dewi Kurnia, ST., MT.

Tanggal Praktikum : 29 Maret 2018
Tanggal Laporan : 4 Februari 2018

Oleh :
Kelompok 4
Dewi Anggraeni (161411007)
Hibah Baskoro Rahman (161411012)
Muhammad Fikri Haikal (161411019)
Ririn Fitiana (161411025)

Kelas 2A D3 Teknik Kimia

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2018

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Reaktor merupakan jantung dari suatu pabrik kimia. Reaktor digunakan untuk
mengkonversi bahan baku menjadi produk baik produk jadi maupun setengah jadi melalui
proses kimia. Salah satu reaktor ideal adalah reaktor tangki berpengaduk (CSTR). Dimana
diasumsikan terjadi pencampuran secara sempurna diseluruh titik di dalam reaktor.
Konsentrasi reaktan didalam reaktor akan berkurang menjadi nilai tertentu yang hapir sama
dengan konsentrasi produk. Sehingga konsentrasi didalam prosuk memiliki nilai yang sama
dengan konsentrasi keluaran.
CSTR banyak digunakan untuk reaksi-reaksi homogen fase cair. Khususnya yang
membutuhkan pengadukan konstan. Penggunaannya antara lain pada industri farmasi
sebagai loop reaktor, fermentor, reaktor kultur sel, reaktor activated slugde, dll.

1.2 Tujuan

1. Mempelajari mekanisme reaksi didalam reaktor tangki berpengaduk kontinu.
2. Mempelajari pengaruh kecepatan pengadukan terhadap konversi reaksi.
BAB II
LANDASAN TEORI

Reaksi hidrolisis etil asetat menggunakan sodium hidroksida lebih dikenal dengan
istilah reaksi saponifikasi. Reaksi tersebut dapat dijalankan pada kondisi temperature dan
tekanan ambien. Persamaan reaksi yang digunakan adalah sebagai berikut :

CH3COOC2H5 + NaOH  CH3COONa + C2H5OH … (1)

Konduktansi larutan merupakan gabungan dari konduktansi yang dihasilkan oleh senyawa
NaOH dan NaAsetat. Ion hidroksil memiliki nilai konduktansi spesifik yang jauh lebih
besar dibandingkan dengan ion asetat. Oleh karena itu, hidrolisis senyawa asetat dapat
dipantau melalui perubahan konduktansi larutan hasil reaksi terhadap waktu. Dengan
mengetahui nilai konduktivitas sebagai fungsi waktu, kosntanta laju reaksi dapat
ditentukan. Apabila reaksi dijalankan pada temperature yang berbeda-beda, nilai energi
aktivasi dari reaksi juga dapat ditentukan.

Korelasi di bawah ini dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi NaOH menggunakan
data konduktivitas. Setelah konsentrasi NaOH akhir dihitung, konversi reaksi dapat
ditentukan.

FNaOH
Cin NaOH ¿ CD1NaOH…. (2)
FNaOH + FEtAc

FEtAc
Cin EtAc ¿ = CD1EtAc…..(3)
FNaOH + FEtAc

Dengan :

F = laju volumetric reaktan

Cin = konsentrasi reaktan pada inlet reactor

CD1 dan CD2 = konsentrasi reaktan pada tangki umpan
Pada waktu infinit (tak hingga), terjadi kondisi sebagai berikut :

C∞ NaAc = Cin EtAc ketika Cin EtAc < Cin NaOH ….(4)

C∞ NaAc = Cin NaOH ketika Cin EtAc - Cin NaOH …(5)

Apabila Cin EtAc ≤ Cin NaOH maka C∞ NaOH = Cin NaOH - Cin EtAc

Korelasi dibawah ini dapat digunakan untuk menghitung nilai konversi (X) pada waktu
tertentu (t) :

Λ 0− Λt
Cin NaOH ¿ (C∞ NaOH – C0 NaOH) + C0 NaOH…. (6)
Λ 0− Λ ∞

C 0 NaOH −C t NaOH
XΛ ¿ ….(7)
C 0 NaOH

� merupakan nilai konduktivitas larutan.

BAB III

RANCANGAN PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan yang Digunakan

Gambar 3.1.1 Alat CSTR (Continous
Stirred Tank Reactor)

1. Peralatan CSTR
2. Gelas kimia 250 mL; 2 buah
3. Corong kaca 1 buah
4. Gelas Kimia 1000 mL, 1 buah
5. Larutan NaOH 0,1 N sebanyak 10 L
6. Larutan Etil Asetat 0,1 N sebanyak 10 L
7. Aquades
8. Gelas ukur 500 mL; 1 buah
9. Serbet

3.2 Prosedur Percobaan

A. Kalibrasi Laju Alir

1. Memastikan selang keluaran reactor terisi penuh
2. Menyalakan pompa umpa G1
3. Mengatur bukaan 50%
4. Menampung larutan yang keluar selama 20 detik
5. Hitung volume larutan yang tertampung
6. Lakukan langkah tersebut untuk pompa G2

B. Persiapan

1. Memastikan tangki umpan NaOH dan Etil Asetat (D1 dan D2) terisi penuh.
2. Memastikan bahwa koneksi listrik motor pengaduk telah tersambung ke panel.
3. Memastikan bahwa probe konduktivitas telah terpasang pada reactor.
4. Memastikan bahwa sensor temperature telah terpasang pada reactor.
5. Setiap pompa tersambung dengan selang penghubung. Memastikan seluruh selang
penghubung terpasang dengan baik sehingga sehingga tidak terjadi kebocoran.
Memastikan reactor telah dikosongkan sebelum menyambungkan selang umpan ke
reactor.
6. Memastikan valve selang drain tertutup.

C. Reaksi Hidrolisis Etil Asetat dalam CSTR

1. Menyalakan perangkat modul CSTR
2. Menyalakan pompa G1 dan G2, atur bukaan valve G1 dan G2 (ditentukan
pembimbing)
3. Mengatur kecepatan pengaduk 50%
4. Mencatat nilai konduktivitas setiap 2 menit. Menghentikan pencatatan nilai
konduktivitas setelah nilai konduktivitas stabil. Nilai konduktivitas yang stabil
menunjukkan bahwa kondisi steady state teah tercapai.
5. Produk akan mengalir keluar setelah tinggi cairan mencapai tube outlet reactor.
6. Mengosongkan reactor. Mengulangi langkah 1 s.d 5 pada 4 variasi bukaan valve
yang berbeda.

BAB IV

KESELAMATAN KERJA

1. Wajib mengenakan jas lab, sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung.
2. NaOH bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi. Jangan sampai kontak
dengan kulit atau mata dan jangan sampai terhirup uapnya.
3. Etil asetat berbahaya jika tertelan atau terhirup. Cukup berbahaya bila
kontak dengan kulit dan mata, dapat menyebabkan iritasi.
4. Jika terkena bahan-bahan kimia diatas harus segera dicuci dengan air bersih
BAB V
PENGOLAHAN DATA
5.1 Data Hasil Pengamatan

Run ke :1
Bukaan valve G1 (CH3COOC2H5) : 8,5 x10-4 L/s
Bukaan valve G2 (NaOH) : 8,5 x10-4 L/s
Kecepatan Pengadukan : 30%
CoNaOH : 0,1N
˄D2 : 19,37 mS
CoEtAc : 0,1N
˄D1 : 0,07 mS

Tabel 5.1.1 Data waktu dan konduktivitas pada Run ke-1

Waktu Konduktivitas Waktu Konduktivitas
(menit) (mS) (menit) (mS)
0 9,44 10 7,05
1 8,38 11 7,02
2 7,95 12 7,00
 Run ke 3 7,69 13 6,98
4 7,51 14 6,97 :2
Bukaan 5 7,41 15 6,96 valve G1
(CH3C 6 7,32 16 6,95 OOC2H5) :
7 7,22 17 6,95
8,5 x10-4 L/s
8 7,14 18 6,95
Bukaan valve G2
9 7,09 19 7,05
(NaOH)
: 8,5 x10-4 L/s
Kecepatan Pengadukan : 40%
CoNaOH : 0,1N
˄D2 : 19,37 mS
CoEtAc : 0,1N
˄D1 : 0,007 mS

Tabel 5.1.2 Data waktu dan konduktivitas pada Run ke-2
WAKTU KONDUKTIVITAS WAKTU KONDUKTIVITAS
(menit) (mS) (menit) (mS)
0 9,22 16 6,99
1 8,65 17 6,72
2 8,09 18 6,55
3 7,82 19 6,33
4 7,60 20 6,73
5 7,45 21 6,97
6 7,32 22 6,66
7 7,23 23 6,93
8 7,16 24 6,98
9 7,11 25 6,98
10 7,08 26 6,97
11 7,05 27 6,96
12 7,02 28 6,97
13 6,92 29 6,95
14 6,84 30 6,95
15 6,92 31 6,95

Grafik Konduktivitas vs Waktu Run 2 (kecepatan pengadukan 40%)
9.5

8
Konduktivitas (mS)

6.5

5
0 5 10 15 20 25 30 35
Waktu (menit)

Run ke :3
Bukaan valve G1 (CH3COOC2H5) : 8,5 x10-4 L/s
Bukaan valve G2 (NaOH) : 8,5 x10-4 L/s
Kecepatan Pengadukan : 50%
CoNaOH : 0,1N
˄D2 : 19,37 mS
CoEtAc : 0,1N
˄D1 : 0,07 mS

Tabel 5.1.3 Data waktu dan konduktivitas pada Run ke-3

Waktu Konduktivitas Waktu Konduktivitas
(menit) (mS) (menit) (mS)
0 8,53 24 6,79
1 6,24 25 6,76
2 6,77 26 6,79
3 4,64 27 6,79
4 4,33 28 6,72
5 6,33 29 6,76
6 6,81 30 6,80
7 6,66 31 6,80
8 6,82 32 6,78
9 6,84 33 6,82
10 6,80 34 6,28
11 6,78 35 6,75
12 6,72 36 6,81
13 6,78 37 6,79
14 6,74 38 6,78
15 6,72 39 6,75
16 6,76 40 6,85
17 6,78 41 6,83
18 6,79 42 6,80
19 6,76 43 6,81
20 6,76 44 6,78
21 6,78 45 6,81
22 6,78 46 6,81
5.2 Hasil 23 6,63 47 6,81 Perhitungan

RUN KE I
1. Perhitungan laju alir masuk reaktan
a. Laju alir etil asetat (FEtAc)
V = 17 mL
t = 20 s
CD1EtAc = 0,1 N
V
Sehingga : FEtAc =
t
1 7 mL
FEtAc = = 0,85 mL/s = 8,5 x10-4 L/s
20 s
b. Laju alir NaOH (FNaOH)
V = 17 mL
t = 20 s
D2
C NaOH = 0,1 N
V
Sehingga : FNaOH =
t
1 7 mL
FNaOH= = 0,85 mL/s = 8,5 x10-4 L/s
20 s

2. Menghitung konsentrasi reaktan pada inlet reaktor
a. Konsentrasi inlet CH3COOC2H5
F EtAc
CinEtAc = x CD1EtAc
FNaOH + FEtAc
−4 L/ s
8,5 x 10
CinEtAc = −4 L/ s −4 L/ s x 0,1 N
8,5 x 10 + 8,5 x 10
CinEtAc = 0,05 N

b. Konsentasi inlet NaOH
F NaoH
CinNaOH = x CD2NaOH
FNaOH +FEtAc
8,5 x 10−4 L/ s
CinNaOH = x 0,1 N
8,5 x 10−4 L/ s+ 8,5 x 10−4 L/ s
CinNaOH = 0,05 N

Di dapat CinEtAc < CinNaOH , maka C∞NaAc = CinEtAc
C∞NaAc = 0,05 N
Jika CinEtAc ≤ CinNaOH , maka C∞NaOH = CinNaOH - CinEtAc
= 0,05 N - 0,05 N  0 N

3. Menghitung konsentrasi NaOH dan Konversi (X) pada waktu tertentu
Run ke :1
Bukaan valve G1 (CH3COOC2H5) : 8,5 x10-4 L/s
Bukaan valve G2 (NaOH) : 8,5 x10-4 L/s
Kecepatan Pengadukan : 30%
CoNaOH : 0,1N
˄D2 : 19,37 mS
CoEtAc : 0,1N
˄D1 : 0,07 mS
1) Pada t0 = 0 menit

 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−9,44
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,490 ) (0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0, 1 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,1 N
X=
0,1 N

X =0

2) Pada t1 = 1 menit
 Konsentrasi NaOH pada t1

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−8,38
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,08
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,056 N

 Nilai Konversi pada waktu t1

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0, 056 N
X=
0,1 N

X =0,440
3) Pada t2 = 2 menit
 Konsentrasi NaOH pada t2

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−7 , 95
9,44−6,95 )
(0,05 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,49
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,040 N

 Nilai Konversi pada waktu t2

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,040 N
X=
0,1 N

X =0,598

4) Pada t3 = 3 menit
 Konsentrasi NaOH pada t3

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−7,69
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,75
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,029 N

 Nilai Konversi pada waktu t3

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,029 N
X=
0,1 N

X =0,703

5) Pada t4 = 4 menit
 Konsentrasi NaOH pada t4
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−7,51
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,93
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,022 N

 Nilai Konversi pada waktu t4

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,022 N
X=
0,1 N

X =0,775

6) Pada t5 = 5 menit
 Konsentrasi NaOH pada t5

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−7,41
9,44−6,95 )
(0,0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,03
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,018 N

 Nilai Konversi pada waktu t5

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,018 N
X=
0,1 N

X =0,815

7) Pada t6 = 6 menit
 Konsentrasi NaOH pada t6

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 9,44−7,32
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,12
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,015 N

 Nilai Konversi pada waktu t6

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,015 N
X=
0,1 N

X =0,850

8) Pada t7 = 7 menit
 Konsentrasi NaOH pada t7

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−7,22
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,22
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,011 N

 Nilai Konversi pada waktu t7

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,011 N
X=
0,1 N

X =0,891

9) Pada t8 = 8 menit
 Konsentrasi NaOH pada t8

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 9,44−7,14
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,30
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,00 7 6 N

 Nilai Konversi pada waktu t6

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,00 7 6 N
X=
0,1 N

X =0,924

10) Pada t9 = 9 menit
 Konsentrasi NaOH pada t9

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−7,09
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,35
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0056 N

 Nilai Konversi pada waktu t9

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0056 N
X=
0,1 N

X =0,943

11) Pada t10 = 10 menit
 Konsentrasi NaOH pada t10

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 9,44−7,05
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,39
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0040 N

 Nilai Konversi pada waktu t10

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0040 N
X=
0,1 N

X =0,959

12) Pada t11 = 11 menit
 Konsentrasi NaOH pada t11

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−7,02
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,42
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0028 N

 Nilai Konversi pada waktu t11

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0028 N
X=
0,1 N

X =0,972

13) Pada t12 = 12 menit
 Konsentrasi NaOH pada t12

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 9,44−7,00
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,44
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0020 N

 Nilai Konversi pada waktu t12

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0020 N
X=
0,1 N

X =0,979

14) Pada t13 = 13 menit
 Konsentrasi NaOH pada t13

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−6,98
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,46
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,00120 N

 Nilai Konversi pada waktu t13

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,00120 N
X=
0,1 N

X =0,987

15) Pada t14 = 14 menit
 Konsentrasi NaOH pada t14

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 9,44−9,9 7
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,47
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,00080 N

 Nilai Konversi pada waktu t14

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,00080 N
X=
0,1 N

X =0,992

16) Pada t15 = 15 menit
 Konsentrasi NaOH pada t15

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−6,96
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,48
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,00040 N

 Nilai Konversi pada waktu t15

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,00040
X=
0,1 N

X =0,995

17) Pada t16 = 16 menit
 Konsentrasi NaOH pada t16

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−6,95
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N
CtNaOH = ( 2,49
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t16

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X =1

18) Pada t17 = 17 menit
 Konsentrasi NaOH pada t17

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−6,95
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,49
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t17

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X =1

19) Pada t18 = 18 menit
 Konsentrasi NaOH pada t18

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,44−6,95
9,44−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,49
2,49 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N
CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t18

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X =1

Tabel 5.2.Tabel hasil perhitungan konsentrasi NaOH dan konversi (X)

Waktu Konduktivitas CtNaOH XA
(menit) (mS)
0 9,44 0,100 0,000
1 8,38 0,056 0,440
2 7,95 0,040 0,598
3 7,69 0,029 0,703
4 7,51 0,022 0,775
5 7,41 0,018 0,815
6 7,32 0,015 0,850
7 7,22 0,011 0,891
8 7,14 0,0076 0,924
9 7,09 0,0056 0,943
10 7,05 0,0040 0,959
11 7,02 0,0028 0,972
12 7,00 0,0020 0,979
13 6,98 0,0012 0,987
14 6,97 0,0008 0,992
15 6,96 0,0004 0,995
16 6,95 0,0000 1
17 6,95 0,0000 1
18 6,95 0,0000 1

RUN KE-II
1. Menghitung konsentrasi NaOH dan Konversi (X) pada waktu tertentu

 Run ke :2
Bukaan valve G1 (CH3COOC2H5) : 8,5 x 10-4 L/s
Bukaan valve G2 (NaOH) : 8,5 x 10-4 L/s
Kecepatan Pengadukan : 40%
CoNaOH : 0,1N
˄D2 : 19,37 mS
CoEtAc : 0,1N
˄D1 : 0,07 mS

2. Pada t0 = 0 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−9,22
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0, 1 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,1 N
X=
0,1 N

X =0

3. Pada t1 = 1 menit
 Konsentrasi NaOH pada t1

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−8,65
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,075 N

 Nilai Konversi pada waktu t1

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,075 N
X=
0,1 N
X =0,25

4. Pada t2 = 2 menit
 Konsentrasi NaOH pada t2

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−8,09
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,05 N

 Nilai Konversi pada waktu t2

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,05 N
X=
0,1 N

X =0,5

5. Pada t3 = 3 menit
 Konsentrasi NaOH pada t3

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−7,82
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,038 N

 Nilai Konversi pada waktu t3

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,038 N
X=
0,1 N

X =0,62

6. Pada t4 = 4 menit
 Konsentrasi NaOH pada t4
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

9,22−7,6
CtNaOH = ( 9,22−6,95 ) (0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,029 N

 Nilai Konversi pada waktu t4

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,029 N
X=
0,1 N

X =0,71

7. Pada t5 = 5 menit
 Konsentrasi NaOH pada t5

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−7,45
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,022 N

 Nilai Konversi pada waktu t5

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,022 N
X=
0,1 N

X =0,78

8. Pada t6 = 6 menit
 Konsentrasi NaOH pada t6

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−7,32
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,016 N
 Nilai Konversi pada waktu t6

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,016 N
X=
0,1 N

X =0,84

9. Pada t7 = 7 menit
 Konsentrasi NaOH pada t7

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−7,23
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,012 N

 Nilai Konversi pada waktu t7

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,012 N
X=
0,1 N

X =0,88

10. Pada t8 = 8 menit
 Konsentrasi NaOH pada t8

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−7,16
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0093 N

 Nilai Konversi pada waktu t6

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0093 N
X=
0,1 N

X =0,907
11. Pada t9 = 9 menit
 Konsentrasi NaOH pada t9

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−7,11
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0071 N

 Nilai Konversi pada waktu t9

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0071 N
X=
0,1 N

X =0,929

12. Pada t10 = 10 menit
 Konsentrasi NaOH pada t10

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−7,08
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0057 N

 Nilai Konversi pada waktu t10

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0057 N
X=
0,1 N

X =0,943

13. Pada t11 = 11 menit
 Konsentrasi NaOH pada t11

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 9,22−7,05
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0044 N

 Nilai Konversi pada waktu t11

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0044 N
X=
0,1 N

X =0,956

14. Pada t12 = 12 menit
 Konsentrasi NaOH pada t12

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−7,02
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0031 N

 Nilai Konversi pada waktu t12

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0031 N
X=
0,1 N

X =0,969

15. Pada t13 = 13 menit
 Konsentrasi NaOH pada t13

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,92
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0013 N
 Nilai Konversi pada waktu t13

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N +0,0013 N
X=
0,1 N

X =1,013

16. Pada t14 = 14 menit
 Konsentrasi NaOH pada t14

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,84
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,005 N

 Nilai Konversi pada waktu t14

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N +0,005 N
X=
0,1 N

X =1,05

17. Pada t15 = 15 menit
 Konsentrasi NaOH pada t15

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,92
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0013 N

 Nilai Konversi pada waktu t15

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N +0,0013 N
X=
0,1 N

X =1,013
18. Pada t16 = 16 menit
 Konsentrasi NaOH pada t16

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,99
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0018 N

 Nilai Konversi pada waktu t16

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0018 N
X=
0,1 N

X =0,982

19. Pada t17 = 17 menit
 Konsentrasi NaOH pada t17

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,72
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,01 N

 Nilai Konversi pada waktu t17

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N +0,01 N
X=
0,1 N

X =1,1

20. Pada t18 = 18 menit
 Konsentrasi NaOH pada t18

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 9,22−6,55
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,018 N

 Nilai Konversi pada waktu t18

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N +0,018 N
X=
0,1 N

X =1,18

21. Pada t19 = 19 menit
 Konsentrasi NaOH pada t19

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,33
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,027 N

 Nilai Konversi pada waktu t19

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N +0,027 N
X=
0,1 N

X =1,27

22. Pada t20 = 20 menit
 Konsentrasi NaOH pada t19

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,73
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0097 N

 Nilai Konversi pada waktu t20
C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N +0,0097 N
X=
0,1 N

X =1,097

23. Pada t21=21 menit
 Konsentrasi NaOH pada t21

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,97
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0009 N

 Nilai Konversi pada waktu t21

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0009 N
X=
0,1 N

X =0,991

24. Pada t22 = 22 menit
 Konsentrasi NaOH pada t22

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,66
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,013 N

 Nilai Konversi pada waktu t22

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH
0,1 N +0,013 N
X=
0,1 N

X =1,13

25. Pada t23 = 23 menit
 Konsentrasi NaOH pada t23

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,93
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0009 N

 Nilai Konversi pada waktu t23

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N +0,0009 N
X=
0,1 N

X =1,009

26. Pada t24 = 24 menit
 Konsentrasi NaOH pada t24

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,98
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0013 N

 Nilai Konversi pada waktu t24

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0013 N
X=
0,1 N

X =0,987

27. Pada t25 = 25 menit
 Konsentrasi NaOH pada t25
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,98
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0013 N

 Nilai Konversi pada waktu t25

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0013 N
X=
0,1 N

X =0,987

28. Pada t26 = 26 menit
 Konsentrasi NaOH pada t26

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,97
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0009 N

 Nilai Konversi pada waktu t26

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0009 N
X=
0,1 N

X =0,991

29. Pada t27 = 27 menit
 Konsentrasi NaOH pada t27

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 9,22−6,96
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0004 N

 Nilai Konversi pada waktu t27

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0004 N
X=
0,1 N

X =0,996

30. Pada t28 = 28 menit
 Konsentrasi NaOH pada t28

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,97
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,0009 N

 Nilai Konversi pada waktu t28

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0009 N
X=
0,1 N

X =0,991

31. Pada t29 = 29 menit
 Konsentrasi NaOH pada t29

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,95
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t29
C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X=1

32. Pada t30 = 30 menit
 Konsentrasi NaOH pada t30

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,95
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t30

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X=1

33. Pada t31 = 31 menit
 Konsentrasi NaOH pada t31

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 9,22−6,95
9,22−6,95 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t31

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N
X=1
WAKTU KONDUKTIVITAS CtNaOH XA WAKTU KONDUKTIVITAS CtNaOH XA
(menit) (mS) (N) (menit) (mS) (N)
0 9,22 0,1 0 17 6,72 -0,010 1,1
1 8,65 0,075 0,25 18 6,55 -0,018 1,18

2 8,09 0,051 0,5 19 6,33 -0,027 1,27
3 7,82 0,038 20 6,73 -
0,62 1,097
0,0097
4 7,6 0,029 0,71 21 6,97 0,0009 0,991
5 7,45 0,022 0,78 22 6,66 -0,013 1,13
6 7,32 0,016 23 6,93 -
0,84 1,009
0,0009
7 7,23 0,012 0,88 24 6,98 0,0013 0,987
8 7,16 0,0093 0,907 25 6,98 0,0013 0,987
9 7,11 0,0071 0,929 26 6,97 0,0009 0,991
10 7,08 0,0057 0,943 27 6,96 0,0004 0,996
11 7,05 0,0044 0,956 28 6,97 0,0009 0,991
12 7,02 0,0031 0,969 29 6,95 0 1
13 6,92 -0,0013 1,013 30 6,95 0 1
14 6,84 -0,0048 1,05 31 6,95 0 1
15 6,92 -0,0013 1,013
16 6,99 0,0018 0,982

grafik konversi terhadap nilai konduktivitas
(run1- kec. pengadukan 40%)
1.4
1.2
1
Konversi, Xa

0.8
0.6
0.4
0.2
0
5 5.5 6 6.5 7 7.5 8 8.5 9 9.5
Konduktivitas (mS)
RUN KE-III
1. Perhitungan laju alir masuk reaktan
c. Laju alir etil asetat (FEtAc)
V = 17 mL
t = 20 s
CD1EtAc = 0,1 N
V
Sehingga : FEtAc =
t
1 7 mL
FEtAc = = 0,85 mL/s = 8,5 x10-4 L/s
20 s
d. Laju alir NaOH (FNaOH)
V = 17 mL
t = 20 s
D2
C NaOH = 0,1 N
V
Sehingga : FNaOH =
t
1 7 mL
FNaOH= = 0,85 mL/s = 8,5 x10-4 L/s
20 s

2. Menghitung konsentrasi reaktan pada inlet reaktor
c. Konsentrasi inlet CH3COOC2H5
F EtAc
CinEtAc = x CD1EtAc
FNaOH + FEtAc
8,5 x 10−4 L/ s
CinEtAc = x 0,1 N
8,5 x 10−4 L/ s+ 8,5 x 10−4 L/ s
CinEtAc = 0,05 N

d. Konsentasi inlet NaOH
F NaoH
CinNaOH = x CD2NaOH
FNaOH +FEtAc
8,5 x 10−4 L/ s
CinNaOH = x 0,1 N
8,5 x 10−4 L/ s+ 8,5 x 10−4 L/ s
CinNaOH = 0,05 N

Di dapat CinEtAc < CinNaOH , maka C∞NaAc = CinEtAc
C∞NaAc = 0,05 N
Jika CinEtAc ≤ CinNaOH , maka C∞NaOH = CinNaOH - CinEtAc
= 0,05 N - 0,05 N  0 N

3. Menghitung konsentrasi NaOH dan Konversi (X) pada waktu tertentu
 Run ke :1
Bukaan valve G1 (CH3COOC2H5) : 8,5 x10-4 L/s
Bukaan valve G2 (NaOH) : 8,5 x10-4 L/s
Kecepatan Pengadukan : 50%
CoNaOH : 0,1N
˄D2 : 19,37 mS
CoEtAc : 0,1N
˄D1 : 0,007 mS

4. Pada t0 = 0 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−8,53
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,720 ) (0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0, 1 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,1 N
X=
0,1 N

X =0

5. Pada t0 = 1 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH
CtNaOH = ( 8,53−6,24
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,29
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,033 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,033) N
X=
0,1 N

X =1,33

6. Pada t0 = 2 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0

˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,77
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,76
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,002 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,002) N
X=
0,1 N

X =1,02

7. Pada t0 = 3 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−4,64
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 3,89
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,126 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,126) N
X=
0,1 N

X = 2,26

8. Pada t0 = 4 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−4,33
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

4,2
CtNaOH = ( 1,72 ) (0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,144 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,144) N
X=
0,1 N
X =2,44

9. Pada t0 = 5 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,33
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

2,2
CtNaOH = ( 1,72 ) (0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,028 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,028) N
X=
0,1 N

X =1,28

10. Pada t0 = 6 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,81
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,72
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N
X =1

11. Pada t0 = 7 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,66
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,87
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,008 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,008) N
X=
0,1 N

X =1,08

12. Pada t0 = 8 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,82
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,71
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0, 0006 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0006 N
X=
0,1 N
X =0,994

13. Pada t0 = 9 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,84
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,69
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,00 17 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0017 N
X=
0,1 N

X =0,983

14. Pada t0 = 10 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,80
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,73
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0006 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0006)N
X=
0,1 N
X =1,006

15. Pada t0 = 11 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,78
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,75
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0017 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0017)N
X=
0,1 N

X =1,017

16. Pada t0 = 12 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,72
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,81
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,005 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,005) N
X=
0,1 N
X =1,05

17. Pada t0 = 13 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,78
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,75
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,001 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,001) N
X=
0,1 N

X =1,01

18. Pada t0 = 14 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,74
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,79
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,004 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,004) N
X=
0,1 N
X =1,04

19. Pada t0 = 15 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,72
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,81
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,005 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,005) N
X=
0,1 N

X =1,05

20. Pada t0 = 16 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,76
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,77
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0029 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0029)N
X=
0,1 N
X =1,029

21. Pada t0 = 17 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,78
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,75
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0017 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0017)N
X=
0,1 N

X =1,017

22. Pada t0 = 18 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,79
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,74
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0011 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0011) N
X=
0,1 N
X =1,011

23. Pada t0 = 19 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,76
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,77
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0029 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0029)N
X=
0,1 N

X =1,029

24. Pada t0 = 20 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,76
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,77
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0029 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0029)N
X=
0,1 N
X =1,029

25. Pada t0 = 21 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,78
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,75
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0017 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0017)N
X=
0,1 N

X =1,017

26. Pada t0 = 22 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,78
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,750
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0017 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0017)N
X=
0,1 N
X =1,017

27. Pada t0 = 23 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,63
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

1,9
CtNaOH = ( 1,72 ) (0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0104 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0104) N
X=
0,1 N

X =1,104

28. Pada t0 = 24 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,79
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,74
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0012 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0012)N
X=
0,1 N
X =1,012

29. Pada t0 = 25 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,76
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,77
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0029 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0029)N
X=
0,1 N

X =1,029

30. Pada t26 = 26 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,79
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,74
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0012 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0012)N
X=
0,1 N
X =1,012

31. Pada t0 = 27 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,79
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,74
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0012 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,00 12) N
X=
0,1 N

X =1,012

32. Pada t0 = 28 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,72
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,81
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0052 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0052)N
X=
0,1 N
X =1,052

33. Pada t0 = 29 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,76
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,77
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0, 0029 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0029)N
X=
0,1 N

X =1,029

34. Pada t0 = 30 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,80
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,73
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0006 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0006)N
X=
0,1 N
X =1,006

35. Pada t0 = 31 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,80
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,73
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0006 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

−0,0006 N
X= ¿
0,1 N−¿
¿
X =1,006

36. Pada t0 = 32 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,78
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,75
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0017 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH
0,1 N −(−0,0017)N
X=
0,1 N

X =1,017

37. Pada t0 = 33 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,82
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,71
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0, 0006 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0006 N
X=
0,1 N

X =0,994

38. Pada t0 = 34 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,28
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 2,25
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0308 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH
0,1 N −(−0,0308)N
X=
0,1 N

X =1,308

39. Pada t0 = 35 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,75
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,78
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0035 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0035)N
X=
0,1 N

X =1,035

40. Pada t0 = 36 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,81
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,72
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH
0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X =1

41. Pada t0 = 37 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,79
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,74
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0011 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0011) N
X=
0,1 N

X =1,011

42. Pada t0 = 38 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,78
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,75
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0017 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH
−0,0017 N
X= ¿
0,1 N−¿
¿
X =1,017

43. Pada t0 = 39 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,75
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,78
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0035 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0035)N
X=
0,1 N

X =1,035

44. Pada t0 = 40 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,85
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,68
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0, 0023 N

 Nilai Konversi pada waktu t0
C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0023 N
X=
0,1 N

X =0,997

45. Pada t0 = 41 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,83
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,70
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0,00 11 N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0,0011 N
X=
0,1 N

X =0,989

46. Pada t0 = 42 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,80
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,73
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0006 N

 Nilai Konversi pada waktu t0
C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0006)N
X=
0,1 N

X =1,006

47. Pada t0 = 43 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,81
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,72
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X =1

48. Pada t0 = 44 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,78
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,75
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = −0,0017 N

 Nilai Konversi pada waktu t0
C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −(−0,0017)N
X=
0,1 N

X =1,017

49. Pada t0 = 45 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CoNaOH ) + CoNaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,81
8,53−6,81 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = ( 1,72
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 0,1 N

CtNaOH = 0N

 Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X =1

50. Pada t0 = 46 menit CtNaOH = 0N
 Konsentrasi NaOH pada t0
˄0−˄t  Nilai Konversi pada waktu t0
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH –
C ° NaOH −CC NaOH
o o
C NaOH ) + C NaOH X=
C ° NaOH

CtNaOH = ( 8,53−6,81
8,53−6,81 )
(0 N – X=
0,1 N −0 N
0,1 N
0,1 N ) + 0,1 N
X =1

CtNaOH = ( 1,72
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) + 51. Pada t0 = 47 menit
 Konsentrasi NaOH pada t0
0,1 N
˄0−˄t
CtNaOH = ( ˄0−˄∞ ) (C∞NaOH – CtNaOH = ( 1,72
1,72 )
(0 N – 0,1 N ) +

CoNaOH ) + CoNaOH 0,1 N

8,53−6,81 CtNaOH = 0N
CtNaOH = ( 8,53−6,81 ) (0 N –

0,1 N ) + 0,1 N

Nilai Konversi pada waktu t0

C ° NaOH −CC NaOH
X=
C ° NaOH

0,1 N −0 N
X=
0,1 N

X =1
Grafik konversi terhadap nilai konduktivitas Run-3 (kecepatan pengadukan 50%)
3

2.5

2

1.5
Konversi

1

0.5

0
4 4.5 5 5.5 6 6.5 7 7.5 8 8.5 9
Konduktivitas
BAB VI
PEMBAHASAN

6.1 Pembahasan oleh Dewi Anggraeni (161411007)

Praktikum kali ini dilakukan percobaan mengenai reaksi hidrolisis etil asetat dengan
Natrium Hidroksida (NAOH) dengan menggunakan alat Continuous Stirred Tank Reactor
(CSTR). Percobaan ini dilakukan pengamatan mengenai laju alir masuk reaktan dan
konduktivitas setiap 1 menit sampai mencapai steady state (konstan) dengan
memvariasikan kecepatan pengadukan dari 30%, 40%, sampai 50%. Di peroleh laju alir
masuk etil asetat dan NAOH sebesar 8,5 x10-4 L/s dengan konsentrasi masuk etil asetat
dan NAOH sebesar 0,05N. Sedangkan pengukuran konduktivitas menunjukan ukuran
seberapa kuat suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Nilai konduktivitas merupakan
ukuran terhadap konsentrasi total elektrolit di dalam air.
Natrium hidroksida (NAOH) merupakan elektrolit kuat sehingga akan memiliki
nilai konduktivitas yang tinggi sedangkan etil asetat merupakan larutan non elektrolit.
Reaksi antara NaOH dengan etil asetat biasa disebut reaksi saponifikasi. Reaksi ini akan
menghasilkan natrium asetat (sabun) (CH3COONa) dan etanol (C2H5OH).

Pada proses hidrolisis ini terjadi reaksi sebagai berikut :

NaOH(aq) + CH3COOC2H5(aq)  CH3COONa(aq) + C2H5OH(aq)
Dengan konsentrasi natrium hidroksida dan etil asetat yang digunakan yaitu sebesar
0,1 N dengan temperature ruang (25o C)
Dari pengamatan dapat terlihat bahwa nilai konduktivitas tertinggi terjadi pada saat
pencampuran awal (t=0) yaitu sebesar 9,44 pada kecepatan pengadukan 30% ; 9,22 pada
kecepatan 40% dan 8,53 pada kecepatan pengadukan 50%. Semakin lama proses
pencampuran, nilai konduktivitas semakin rendah sampai tercapai steady state yaitu pada
nilai 6,95 pada kecepatan pengadukan 30%; 6,95 pada kecepatan pengadukan 40% dan
6,81 pada keceapatan pengadukan 50%. Hal ini disebabkan karena natrium hidroksida telah
terkonversi (nilai konversi semakin tinggi) hal ini menunjukan kesesuaian grafik konversi
terhadap kondiktivitas dengan teori . Reaksi ini berlangsung dalam reaktor CSTR yang bisa
mencapai keadaan steady state ketika nilai kondutivitas telah konstan (kondisi
konduktivitas di setiap titik sama) atau reaktan sudah terkonversi sepenuhnya.
Selain itu dapat diamati kecepatan pengadukan 30% memerlukan waktu 18 menit
untuk tunak, 31 menit untuk kecepatan pengadukan 40%, dan 47 untuk kecepatan
pengadukan 50%. Pada kecepatan 30% dari grafik konduktivitas terhadap waktu hasilnya
lebih stabil dibandingkan dengan run 2 dan 3. Kecepatan pengadukan pada run kesatu lebih
optimum, dan pada run kedua dan ketiga terlalu cepat. Pengadukan terlalu cepat
mengakibatkan nilai konduktivitas yang tidak stabil yang menunjukkan bahwa zat yang
beraksi tidak merata.

Kesimpulan

1. Reaksi antara NaOH dengan etil asetat biasa disebut reaksi saponifikasi. Reaksi ini
akan menghasilkan natrium asetat (sabun) (CH3COONa) dan etanol (C2H5OH).

2. Semakin tinggi kecepatan pengadukan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
steady state lebih lama karena pengadukan yang terlalu cepat mengakibatkan nilai
konduktivitas yang tidak stabil yang menunjukkan bahwa zat yang beraksi tidak
merata.

6.2 Pembahasan oleh Hibah Baskoro Rahman 161411012

Praktikum CSTR dilakukan untuk mempelajari mekanisme reaksi yang terjadi
didalam reaktor tangki berpengaduk kontinyu dan mempelajari pengaruh kecepatan
pengadukan terhadap konversi reaksi. Dalam praktikum ini bahan yang direaksikan adalah
natrium hidroksida (NaOH) dan etil asetat (CH3COOC2H5) yang masing-masing
berkonsentrasi 0,1 N. Laju alir masuk NaOH dan etil asetat sama disetiap run percobaan
yaitu sebesar 8,5 x 10-4 L/s. Sedangkan yang dibedakan adalah kecepatan pengadukan di
setiap run yaitu 30%, 40%, dan 50%.

Reaksi antara NaOH dengan etil asetat biasa disebut saponifikasi. Reaksi ini akan
menghasilkan natrium asetat (sabun) (CH3COONa) dan etanol (C2H5OH). Mekanismenya
adalah etil asetat akan terhidrolisis dalam suasana basa membentuk CH3COO- dan C2H5+
(rantai esternya putus). Kemudian ion Na yang terlarut akan mengikat CH 3COO-
membentuk CH3COONa dan C2H5+ akan berikatan dengan OH- membentuk etanol.
Reaksinya adalah sebagai berikut :

CH3COOC2H5 + NaOH  CH3COONa + C2H5OH

Dalam data pengamatan terlihat bahwa pengadukan 30% membutuhkan waktu 19
menit untuk tunak. Pada pengadukan 40% membutuhkan waktu 31 menit untuk tunak. Dan
pada pengadukan 50% membutuhkan waktu 47 menit untuk tunak. Hal ini menunjukkan
bahwa kecepatan pengadukan berpengaruh pada reaksi. Selain itu dilihat pada grafik
konduktivitas terhadap waktu pada run kesatu hasilnya lebih stabil dibanding run kedua dan
ketiga. Artinya kecepatan pengadukan pada run kesatu bisa dibilang optimum, dan pada run
kedua dan ketiga terlalu cepat. Pengadukan terlalu cepat mengakibatkan nilai konduktivitas
yang tidak stabil yang menunjukkan bahwa zat yang beraksi tidak merata artinya
konsentrasi disetiap titik bisa jadi tidak sama dan erat kaitannya dengan konversi reaktan
menjadi produk. Nilai konversi ini menjadi tidak stabil juga dan membutuhkan waktu yang
lama semakin tinggi kecepatan pengadukkannya. Tetapi meski begitu untuk kecepatan
pengadukan yang tinggi produk yang terbentuk lebih cepat.

Kesimpulan

1. Reaksi yang terjadi adalah reaksi saponifikasi (penyabunan) atau hidolisis ester
dalam suasana basa yang menghasilkan sabun dan etanol.

2. Kecepatan pengadukan berpengaruh pada hasil konversi. Semakin cepat
pengadukan semakin cepat terbentuk produk namun cenderung tidak stabil.
6.3 Pembahasan oleh Muhammad Fikri Haikal (161411019)

Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan pada reactor tangki berpengaduk
kontinyu (CSTR) dengan menggunakan bahan NaOH dan etil asetat. Tujuan dari percobaan
kali ini yaitu untuk mempelajari mekanisme reaksi dalam reaktor dan mengetahui pengaruh
kecepatan terhadap konversi reaksi.

Praktikum kali ini dilakukan sebanyak 3 kali run dengan variasi kecepatan
pengadukan. Untuk run pertama menggunakan kecepatan pengadukan sebesar 30% lalu
yang kedua menggunakan kecepatan pengadukan sebesar 40% dan yang terakhir
menggunakan kecepatan pengadukan sebesar 50%. Sebelum melakukan praktikum untuk
mereaksikan NaOH dan etil asetat, dilakukan kalibrasi laju alir terlebih dahulu untuk laju
alir keluaran tangki penampung NaOH dan etil asetat. Setelah di kalibrasi, didapatkan laju
alir untuk pompa G1 dan G2 sebesar 8,5 x10-4 L/s.

Sesudah melakukan kalibrasi, selanjutnya dilakukan percobaan mereaksikan etil
asetat dan NaOH dalam reaktor berpengaduk pada run ke-1 dengan kecepatan pengadukan
sebesar 30%. Pada saat awal memulai praktikum, catat konduktivitas awal yang menjadi t 0
untuk digunakan diperhitungan nantinya. Untuk run ke-1, dilakukan proses reaksi hingga
nilai konduktivitasnya konstan sampai 3 titik (3 menit). Pada run ke-1 dilakukan proses
reaksi selama 18 menit dengan konduktivitas awalnya sebesar 9,44 mS dan konduktivitas
akhirnya sebesar 6,95 mS. Dari grafik dapat dilihat bahwa semakin lama proses
berlangsung, maka semakin kecil nilai konduktivitasnya. Dan untuk nilai konversi, semakin
kecil konduktivitasnya maka nilai konversi semakin mendekati angka 1.

Pada run ke-2 (kecepatan pengadukan 40%) dilakukan proses reaksi selama 31
menit dengan konduktivitas awalnya sebesar 9,22 mS dan konduktivitas akhirnya sebesar
6,95 mS. Dari grafik dapat dilihat bahwa semakin lama proses berlangsung, maka semakin
kecil nilai konduktivitasnya. Tetapi pada percobaan yang kedua ini, terjadi kenaikan dan
penurunan nilai konduktivitas cukup besar pada menit ke 15 hingga menit ke 22. Dan untuk
nilai konversi, semakin kecil konduktivitasnya maka nilai konversi semakin mendekati
angka 1. Untuk percobaan ke 2 ini, nilai konversi melebihi angka 1 dan mencapai 1,27
pada menit ke-19.

Pada run ke-3 (kecepatan pengadukan 50%) dilakukan proses reaksi selama 47
menit dengan konduktivitas awalnya sebesar 8,53 mS dan konduktivitas akhirnya sebesar
6,81 mS. Dari grafik dapat dilihat bahwa semakin lama proses berlangsung, maka semakin
kecil nilai konduktivitasnya. Tetapi pada percobaan yang ketiga ini, terjadi kenaikan dan
penurunan nilai konduktivitas cukup besar pada awal percobaan yaitu pada menit ke-1
hingga menit ke-7. Dan untuk nilai konversi, semakin kecil konduktivitasnya maka nilai
konversi semakin mendekati angka 1. Untuk percobaan ke-3 ini, nilai konversi melebihi
angka 1 dan mencapai 2,44 pada menit ke-4.

Dari ketiga run, dapat dilihat bahwa pada run ke-1 nilai konversi dari t 0 hingga akhir
mengalami peningkatan secara linier dibandingkan run ke-2 dan run ke-3. Dari ketiga run,
dapat diketahui bahwa pada run ke-3 nilai konversinya linier tetapi nilai konversinya
mencapai 2,44. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa semakin besar kecepatan
pengadukan, maka semakin tidak bagus nilai konversinya. Dan dapat diketahui juga bahwa
pada proses mereaksikan pada reaktor berpengaduk kontinyu, lebih baik menggunakan
kecepatan pengadukan yang tidak terlalu besar karena dengan kecepatan pengadukan yang
cukup besar akan mempengaruhi nilai konversi dari reaksi tersebut.

Kesimpulan

1. Reaksi yang terjadi dalam percobaan kali ini adalah : CH3COOC2H5 + NaOH 
CH3COONa + C2H5OH

2. Semakin besar kecepatan pengadukan, maka nilai konversi menjadi lebih tidak stabil.
6.4 Pembahasan oleh Ririn Fitiana (161411025)

Pada praktikum kali ini, dilakukan proses saponifikasi atau proses hidrolisis dari
minyak atau trigliserida menggunakan basa. Dalam proses hidrolisis ini, digunakan bahan
Natrium Hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 0,1 N dan Etil Asetat (CH 3COOC2H5)
dengan konsentrasi yang sama. Proses ini dilakukan dalam alat bernama Continous Stirred
Tank Reactor (CSTR) atau Reaktor Tangki Berpengaduk Kontinyu. Etil Asetat merupakan
larutan yang bersifat non-elektrolit dan memiliki konduktivitas yang sangat rendah,
sedangkan Natrium Hidroksida adalah larutan basa yang merupakan elektrolit kuat dan
memiliki konduktivitas tinggi. Hasil pengukuran yang kami lakukan, konduktivitas Etil
Asetat yaitu 0,07 mS dan konduktivitas Natrium Hidroksida 19,37 mS. Karena, ion
hidroksil memiliki kondoktivitas yang jauh lebih besar daripada ion asetat.

Laju alir Etil Asetat dan Natrium Hidroksida diatur pada 50% disetiap run (tidak
diubah/divariasikan). Untuk mengetahui laju alir reaktan, maka dilakukan kalibrasi laju alir.
Berdasarkan perhitungan, laju alir sebesar 8,5 x 10 -4 L/s. Pada saat kedua larutan ini
direaksikan, maka akan menghasilkan produk berupa Natrium Asetat dan alkohol. Reaktan
ini diharapkan akan terkonversi dalam tangki CSTR. Reaksi terjadi pada orde dua dengan
persamaan reaksi sebagai berikut :

CH3COOC2H5 (aq) + NaOH (aq)  CH3COONa (aq) + C2H5OH (aq)

Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 run dengan variasi kecepatan pengadukan yaitu
pada run pertama sampai ketiga secara berturut-turut kecepatan pengadukan yang
digunakan 30%, 40%, dan 50%. Pengambilan data yang dilakukan yaitu data konduktivitas
campuran yang terukur dalam alat setiap 1 menit. Konduktivitas merupakan ukuran untuk
menyatakan seberapa kuat suatu larutan dapat menghantarkan listrik sehingga dapat juga
digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui konsentrasi total larutan elektrolit dalam air.
Pengambilan data konduktivitas terus dilakukan sampai nilai konduktivitas konstan atau
nilai konduktivitas sama pada seluruh bagian campuran.
Untuk run ke-1, kecepatan pengadukan sebesar 30%, nilai konduktivitas campuran
pada t0 yaitu sebesar 9,54 mS dan nilai konduktivitas saat steady state atau konstan sebesar
7,05 mS. Dibutuhkan waktu selama 19 menit untuk mencapai nilai konduktivitas konstan.
Sedangkan untuk run ke-2 kecepatan pengadukan sebesar 40%, nilai konduktivitas
campuran pada t0 yaitu sebesar 9,22 mS dan nilai konduktivitas saat steady state atau
konstan sebesar 6,95 mS. Dibutuhkan waktu selama 31 menit untuk mencapai nilai
konduktivitas konstan. Namun pada menit ke-13 konduktivitas sudah mencapai 6,95 mS,
hanya terjadi kenaikan dan penurunan konduktivitas pada nilai sekitar 6,9 mS. Dan untuk
run ke-3 kecepatan pengadukan sebesar 50%, nilai konduktivitas campuran pada t 0 yaitu
sebesar 8,53 mS dan nilai konduktivitas saat steady state atau konstan sebesar 6,81 mS.
Dibutuhkan waktu selama 47 menit untuk mencapai nilai konduktivitas konstan
(konduktivitas tetap selama 3 menit). Namun pada menit ke-6 konduktivitas sudah
mencapai 6,81 mS, hanya terjadi kenaikan dan penurunan konduktivitas pada nilai sekitar
6,7-6,8 mS.

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa semakin besar kecepatan pengadukan maka
semakin besar pula kecepatan reaksi yang terjadi. Hubungan antara waktu dan nilai
konduktivitas berbanding terbalik yaitu, semakin lama waktu reaksi maka semakin
turun/kecil nilai konduktivitas campuran. Hal tersebut karena semakin lama waktu reaksi
maka semakin banyak reaktan yang terkonversi. Sehingga hubungan antara nilai
konduktivitas dengan konversi yaitu berbanding terbalik, semakin besar konversi (semakin
mendekati nilai 1) maka semakin kecil nilai konduktivitas. Dapat dilihat dalam hasil
pengolahan data bahwa semakin lama, konsentrasi NaOH semakin menurun karena sudah
terkonversi menjadi produk. Di semua run konversi mencapai nilai 1 yang artinya semua
reaktan telah terkonversi secara sempurna menjadi produk.

Semakin besar kecepatan pengadukan, nilai konduktivitas turun semakin cepat
namun semakin tidak konstan. Kecepatan reaksi selain dipengaruhi oleh kecepatan
pengadukan, juga bergantung kepada frekuensi tumbukan yang terjadi dan efisiensi
tumbukan partikel dari larutan yang bereaksi.
Simpulan

1. Semakin lama wakru reaksi, nilai kondukitivitas semakin menurun dan nilai
konversi semakin meningkat.
2. Semakin turun konduktivitas, nilai konversi semakin mendekati 1 yang artinya
semakin reaktan yang terkonversi menjadi produk.
3. Semakin besar kecepatan pengadukan, semakin besar kecepatan reaksi yang terjadi
(semakin cepat pula proses konversi).
4. Nilai konversi pada kondisi steady state sebesar 1 pada semua run percobaan.

DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet praktikum Pengendalian Proses: Modul CSTR. 2012. Jurusan Teknik Kimia
POLBAN.

Manual of Continous Stirred Tank Reactor, Elektrinica Veneta Spa, 2016

Chemical Reactor Apparatus User Training, 2016