You are on page 1of 2

1.

Hakekat Keputusan

Keputusan muncul saat seseorang menetapkan pilihan atas beberapa


alternative yang tersedia dihadapannya, tetapi konsekuensinya sangat menentukan
di masa selanjutnya.

Sebagai individu, setiap saat manusia melakukan pembuatan keputusan,


baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk orang banyak atau organisasi.

Jadi keputusan itu adalah tindakan penetuan suatu pendapat/pilihan di


antara sekian banyak alternative. Sehingga membuat keputusan itu adalah
mengambil/memilih alternative.

Pada umumnya suatu keputusan dibuat dalam rangka untuk memecahkan


permasalahan/persoalan artinya setiap keputusan ysng dibuat adalah dalam rangka
mencapai suatu tujuan tertentu. Manajer akan selalu dituntut untuk membuat
keputusan dalam rangka pemecahan suatu masalah.

Kualitas dan efektifitas seorang manajer dapat dilihat pada saat dia
mengambil keputusan. Bila sering membuat keputusan, ia adalah manajer yang
kreatif dan produktif, dan bila keputusannya selalu tepat menandakan ia manajer
yang pintar, dan keputusannya berskala besar baik hasil maupun risiko itu
mencerminkan ia manajer sejati.

2. Definisi pengambilan keputusan dan urgensinya


1) Sebagai pemilihan tindakan dari sejumlah alternative yang ada (Curtis
R. Finch dan Robert L. McGough,1982 dalam Djatmiko, 2002)
2) Merupakan tindakan yang melekat erat dan terpadu secara
berkesimabungan dalam keseluruhan kegiatan administrasi (Gibson
dan Hunt, 1965 dalam Djatmiko, 2002)

Doe dan Drake (1980) dalam Djatmiko (2002) memandang bahwa


pengambilan keputusan merupakan jantung dan hati totalitas kegiatan
administrasi.

Bahkan Ivancevivich (1989) dalam Djatmiko (2002) lebih tegas


mengatakan bahwa pengambilan keputusan berpengaruh kuat secara
langsung terhadap kinerja individu yang selanjutnya berpengaruh terhadap
efektifitas organisasi. Oleh sebab itulah pengambilan keputusan
merupakan tanggungjawab utama setiap manajer organisasi.

Agar sukses memerankan tanggungjawab itu palign tidak manajer


harus memilki empat kepakaran atau keterampilan dasar yaitu sebagai
berikut.

1) Keterampilan/kepakaran teknis (technical skill)


2) Keterampilan/kepakaran insani (human skill)
3) Keterampilan/kepakaran konseptual (conceptual skill)
4) Keterampilan/manajerial (managerial skill)

DAFTAR PUSTAKA

 Ardana (dkk) 2009 Perilaku Keorganisasian, Edisi 2 Graha Ilmu,


Yogyakarta