You are on page 1of 15

MAKALAH

BAHAN LISTRIK
SUPERKONDUKTOR, MAGNET DAN
NUKLIR

DISUSUN OLEH :

NAMA : IKHWANI SYAHBANA

NIM : F1B017037

FAKULTAS TEKNIK : ELEKTRO


2018
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT akhirnya makalah tugas yang
diberikan oleh bapak atau ibu guru dengan tema Superkonduktor, magnet dan nuklir ini dapat
diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang di tentukan.Shalawat dan salam Semoga terlimpah
kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Saya ucapkan Terima kasih yang sebesar-Besarnya kami sampaikan kepada Teman-teman
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,baik secara langsung maupun tidak
langsung.Harapan yang besar dari kami adalah agar makalah ini dapat bermanfaat khusus nya bagi
kami dan orang lain.

Saya menyadari banyak kekurangan dan kelemahan dalam makalah ini oleh karena itu saya
mengharapkan kritik dan masukan dari semua teman atau bapak/ibu guru untuk penyempurnaan
makalah atau tugas tugas selanjutnya.Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Mataram, 15 Maret 2018

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ 1

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………2

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................. 3

1.1 Latar Belakang .................................................................................................................... 3

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................... 4

1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................... 5

2.1 Supekonduktor, Magnet dan Nuklir .......................................................................................... 5

2.1.1 Superkonduktor ................................................................................................................. 5

2.1.2 Magnet ............................................................................................................................... 9

2.1.3 Nuklir............................................................................................................................... 10

BAB III PENUTUP........................................................................................................................... 13

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................................. 13

3.2 Saran........................................................................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 14

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Superkonduktor merupakan suatu bahan dengan konduktivitas tak hingga, karena sifat
resistivitas nol yang dimilikinya dan dapat melayang dalam medan magnet. Kedua sifat ini
tampak pada saat bahan ini berada di bawah kondisi parameter kritisnya.

Awalnya sifat superkonduktivitas bahan hanya terjadi pada suhu yang amat rendah, jauh di
bawah 0oC. Dengan demikian niat penghematan pemakaian daya listrik masih harus bersaing
dengan biaya pendinginan yang harus dilakukan. Hal tersebut menjadi permasalahan utama
dalam pemanfaatan superkonduktor. Pada saat ini ilmuwan masih melakukan penelitian untuk
mendapatkan bahan superkonduktor yang berada dalam suhu kamar. Untuk merealisasikan
rencana besar ini, ilmuwan masih mengalami banyak kendala, antara lain membuat bahan
superkonduktor yang memiliki suhu kritis mendekati suhu ruang mempunyai fase murni,
densitas tinggi, homogenitas tinggi, ukuran kristal yang besar, rapat arus kritis tinggi (Tc), dan
medan magnetik kritis tinggi (Hc), sehingga pengaplikasiannya tidak memerlukan biaya yang
mahal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap bahan-bahan baru yang
berpotensi menghasilkan superkonduktor suhu ruang.

Di bumi ini tentunya kita tidak asing dengan benda yang bernama magnet. Benda
yang memiliki medan magnet dan dua kutub ini dapat menarik benda-benda yang mengandung
unsur logam. Pada magnet terdapat dua kutub, yaitu kutub utara yang selalu mengarah ke utara
dan kutub selatan yang selalu mengarah ke selatan. Dan tak jarang kita juga bisa menemukan
magnet di dalam alat-alat elektronik. Magnet itu tentu tidak lepas dari kehidupan kita, karena
hampir setiap hari atau setiap saat kita membutuhkan magnet, contohnya seperti smartphone
atau sound system. Jadi magnet tersebut tidak jauh dari kehidupan kita yang sangat berguna
menyongsong kehidupan.

3
Masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan.
Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-
energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup
menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini
sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan
dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.

Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa
kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber
energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang
ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif
sumber energi yang layak diperhitungkan.

1.2 Rumusan Masalah


 Apa itu superkonduktor, magnet dan nuklir
 Sifat – sifat dan fungsi superkonduktor,magnet dan nuklir

1.3 Tujuan Penulisan


1. Tujuan Khusus

Memahami apa itu superkonduktor, magnet dan nuklir

2. Tujuan Umum

Memnuhi tugas yang diberkan Dosen.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Supekonduktor, Magnet dan Nuklir

2.1.1 Superkonduktor
2.1.1.1 Pengertian dan sejarah singkat Superkonduktor
Superkonduktor adalah suatu material yang tidak memiliki hambatan
dibawah suatu nilai suhu tertentu. Suatu superkonduktor dapat saja berupa suatu
konduktor, semikonduktor ataupun suatu insulator pada keadaan ruang. Suhu
dimana terjadi perubahan sifat konduktivitas menjadi superkonduktor disebut
dengan temperatur kritis (Tc).

Ketika temperature bahan diturunkan dari temperatur ruang normal sampai


pada batas temperature tertentu bahan ini akan memiliki sifat
superkonduktor. Temperatur bahan pada saat terjadinya perubahan sifat bahan ini
dinamakan sebagai temperature kritis (Tc).

Contoh grafik Hambatan terhadap suhu pada

bahan YBa2Cu3O7 atau YBCO (Yatrium-Barium-Tembaga-Oksida) adalah sebagai

berikut :

Gambar Hambatan Terhadap Suhu.

5
Prinsip kerjanya adalah ketika benda atau bahan superkonduktor berada
pada tempat yang memiliki derajat suhu diatas suhu rata-rata yang dimiliki bahan
superkonduktor tersebut, maka sifat superkonduktornya akan rusak dan menjadi
bahan konduktor biasa.

Superkonduktor pertama kali ditemukan oleh seorang fisikawan Belanda,


Heike Kamerlingh Onnes, dari Universitas Leiden pada tahun 1911. Pada tanggal
10 Juli 1908, Onnes berhasil mencairkan helium dengan cara mendinginkan hingga
4 K atau 269 C. Kemudian pada tahun 1911, Onnes mulai mempelajari sifat-sifat
listrik dari logam pada suhu yang sangat dingin. Pada waktu itu telah diketahui
bahwa hambatan suatu logam akan turun ketika didinginkan dibawah suhu ruang,
akan tetapi belum ada yang dapat mengetahui berapa batas bawah hambatan yang
dicapai ketika temperatur logam mendekati 0 K atau nol mutlak.

Dengan tidak adanya hambatan, maka arus dapat mengalir tanpa


kehilangan energi. Percobaan Onnes dengan mengalirkan arus pada suatu
kumparan superkonduktor dalam suatu rangkaian tertutup dan kemudian mencabut
sumber arusnya lalu mengukur arusnya satu tahun kemudian ternyata arus masih
tetap mengalir. Fenomena ini kemudian oleh Onnes diberi nama superkondutivitas.
Atas penemuannya itu, Onnes dianugerahi Nobel Fisika pada tahun 1913.

2.1.1.2 Bahan dan sifat Supekonduktor


1. Bahan Superkonduktor

semikonduktor yang pertama ditemukan adalah raksa oleh Heike


Kammerlingh Onnes pada tahun 1911. Selain merkuri, ternyata beberapa unsur-
unsur lainnya juga menunjukkan sifat superkonduktor dengan harga Tc yang
berbeda. Beberapa contoh bahan superkonduktor yang berhasil ditemukan dan suhu
kritisnya dapat dilihat pada tabel berikut,

6
Tabel Bahan Superkonduktor

No Bahan Suhu Kritis (Tc)K Tahun


Ditemukan
1 Raksa Hg 4,2 1911
2 Timbal Pb 7,2 1913
3 Niobium nitrida 16,0 1960-an
4 Niobium-3-timah 8,1 1960-an
5 Al0,8Ge0,2Nb3 20,7 1960-an
6 Niobium germanium 23,2 1973
7 Lanthanum barium Tembaga 28 1985
oksida
8 Yattrium barium tembaga 93 1987
oksida (1-2-3 atau YBCO)
9 Thalium barium kalsium 125 -
Tembaga oksida
10 Karbon ( C ) 15 -
11 HgBa2Ca2Cu3O8 164 1995

2. Sifat Superkonduktor

 Sifat Kelistrikan Superkonduktor

Ketika medan listrik diberikan pada bahan logam,elektron akan mendapat


percepatan, medan listrik akan menghamburkan elektron ke segala arah dan
menumbuk atom-atom pada kisi hal ini menyebabkan adanya hambatan
listrik pada logam konduktor. Pada bahan superkonduktor terjadi juga
interaksi antara elektron dengan inti atom namun elektron dapat melewati
inti tanpa mengalami hambatan dari atom kisi, efek ini dijelaskan oleh
teori BCS.

7
 Sifat Kemagnetan Supekonduktor

Jika sebuah superkonduktor ditempatkan pada medan magnet,


maka tidak akan ada medan magnet dalam superkonduktor, hal ini
terjadi karena superkonduktor menghasilkan medan magnet dalam, bahan
yang berlawanan arah dengan medan magnet luar yang diberikan. Efek ini
dinamakan efek meissne.

 Sifat Kuantum Supekonduktor


Teori dasar kuantum untuk superkonduktor adalah teori
BCS (1957). Teori BCS menjelaskan bahwa elektron tunggal pada bahan
superkoduktor tidak dapat menghantarkan listrik melainkan harus
berpasangan dan seluruhnya berada dalam keadaan kuantum yang sama,
yang dikenal dgn pasangan Cooper (Cooper pairs).

2.1.1.3 Pemanfaatan Supekonduktor

Dasar penggunaan semikonduktor adalah terbentuknya sambungan


p-n (p-n juncktion), dimana semikonduktor tipe-p dan tipe-n digabungkan
yang merupakan dasar terjadinya terjadinya revolusi industri akibat
ditemukan transisistor oleh wiliam Shocklye, John Barden dan Walter
Brattain di laboratorium Bell pada tahun 1948. Pemanfaatan
superkonduktor antara lain :

1. Kabel Listrik
2. Generator
3. Kereta Maglev (transportasi)
4. Magnetic resonance Imaging ( kesehatan)

8
2.1.2 Magnet
2.1.2.1 Pengertian Magnet
Magnet adalah benda yang mampu menarik benda – benda disekitarnya.
Setiap Magnet memiliki sifat kemagnetan. Kemagnetan adalah kemampuan benda
tersebut untuk menarik benda-benda lain disekitarnya. Kata Magnet diambil dari
nama daerah di asia yaitu Magnesia, di tempat inilah bangsa Yunani menemukan
menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mampu menarik biji besi. Menurut
perkiraan ilmuan, Cina merupakan bangsa pertama yang memanfaatkan magnet
sebagai penunjuk arah atau kompas.

2.1.2.2 Sifat Magnet


 Magnet hanya dapat menarik benda – benda tertentu dalam jangkauannya,
artinya tidak semua benda dapat ditarik.

 Gaya Magnet dapat menembus benda, semakin kuat gaya magnet maka
semakin tebal pula benda yang dapat ditembus oleh gaya tersebut.

 Magnet mempunyai dua kutub, yaitu Kutub Utara dan Kutub Selatan.

 Apabila Kutub yang sejenis / senama didekatkan satu sama lain maka
mereka akan saling tolak menolak, namun apabila kutub yang berbeda
didekatkan satu sama lain maka mereka akan saling Tarik Menarik
.
 Medan Magnet akan membentu Gaya Magnet. Semakin Dekat benda
dengan Magnet, medan magnetnya semakin rapat, sehingga gaya
magnetnya akan semakin besar. Demikian pula sebaliknya.

 Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah karena bebarapa penyebab,


contohnya apabila terus menerus jatuh, terbakar, dll

9
2.1.2.3 Jenis Magnet
Secara garis besar, terdapat 2 jenis magnet, yaitu :

1. Magnet Alam
Magnet Alam adalah magnet yang sudah memiliki sifat kemagnetan
secara alami, artinya tanpa ada campur tangan manusia. Contohnya
adalah gunung ida di Magnesia yang mampu menarik benda – benda
disekitarnya.

2. Magnet Buatan adalah magnet yang dibuat manusia, magnet buatan


dibuat dari bahan – bahan magnetik kuat seperti besi dan baja. Magnet
buatan terbagi lagi menjadi 2, yaitu :
 Magnet Tetap (Pemnanen), merupakan magnet yang sifat
kemagnetannya bersifat permanen, meskipun proses pembuatannya
sudah dihentikan.

 Magnet Sementara (Remanen), merupakan magnet yang sifat


kemagnetannya hanya sementara, yaitu hanya terjadi selama proses
pembuatanny

2.1.3 Nuklir
2.1.3.1 Pengertian Nuklir
Dalam fisika nuklir, sebuah reaksi nuklir adalah sebuah proses di mana
dua nuklei atau partikel nuklir bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang berbeda
dari produk awal. Pada prinsipnya sebuah reaksi dapat melibatkan lebih dari dua
partikel yang bertubrukan, tetapi kejadian tersebut sangat jarang. Bila partikel-
partikel tersebut bertabrakan dan berpisah tanpa berubah (kecuali mungkin
dalam level energi), proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah reaksi.

Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi nuklir.
Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom
baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih. Reaksi fisi

10
nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom lainnya, dan
menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi
elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma
yang sangat berbahaya bagi manusia.

2.1.3.2 Bahan Pembuatan Nuklir


Bahan Pembuat nuklir adalah Uranium. Uranium merupakan unsur
radioaktif. Berikut ini adalah pengertian uranium dan cara kerjanya menurut
Organisasi Nuklir Dunia atau World Nuclear Assosiation yang dapat dilihat
di www.world-nuclear.org :

 Uranium adalah logam yang sangat berat yang dapat digunakan sebagai
sumber berlimpah energi terkonsentrasi.
 Uranium terjadi pada sebagian besar batu di konsentrasi 2 sampai 4 bagian
per juta dan adalah sebagai umum dalam kerak bumi sebagai timah,
tungsten dan molybdenum. Uranium terjadi dalam air laut, dan dapat pulih
dari lautan.
 Uranium ditemukan pada tahun 1789 oleh Martin Klaproth, seorang
kimiawan Jerman, dalam mineral yang disebut bijih-bijih uranium. Hal ini
dinamakan planet Uranus, yang telah ditemukan delapan tahun
sebelumnya.
 Uranium rupanya dibentuk pada supernova sekitar 6,6 miliar tahun yang
lalu. Meskipun tidak umum di tata surya, hari ini peluruhan radioaktif yang
lambat menyediakan sumber utama panas di dalam bumi, menyebabkan
konveksi dan pergeseran benua.
 Kepadatan tinggi uranium berarti bahwa ia juga menemukan menggunakan
dalam keels dari yacht dan sebagai counterweight untuk kontrol permukaan
pesawat, serta untuk perisai radiasi.
 Uranium memiliki titik lebur adalah 1.132 ° C. Simbol kimia untuk
uranium adalah U.

11
2.1.3.3 Kegunaan Nuklir
Nukklir ternyata memiliki banyak kegunaan. Berikut ini beberapa
kegunaan nuklir yang telah digunakan oleh negara-negara maju , yang antara lain:

 Sebagai Bahan Energi yang Hemat

Lebih dari 14% dari listrik dunia dihasilkan dari uranium dalam
reaktor nuklir. Jumlah ini lebih dari 2500 miliar kWh setiap tahun, seperti
halnya dari semua sumber listrik di seluruh dunia pada tahun 1960.

Ini berasal dari beberapa 440 reaktor nuklir dengan kapasitas produksi total
sekitar 377 000 megawatt (MWe) yang beroperasi di 30 negara. Lebih dari
60 reaktor lagi sedang dibangun dan lain 150 yang direncanakan.

 Sebagai Senjata Militer.

Kedua uranium dan plutonium yang digunakan untuk membuat bom


sebelum mereka menjadi penting untuk membuat listrik dan radioisotop.
Jenis uranium dan plutonium untuk bom berbeda dari yang di pembangkit
listrik tenaga nuklir. Bom-grade uranium sangat diperkaya (> 90% U-235,
bukannya sampai dengan 5%), bom-plutonium yang cukup murni Pu-239
(> 90%, bukan 60% dalam reaktor-grade) dan dibuat dalam reaktor khusus.
 Radio Isotop.
1. Dalam dunia kedokteran, radioisotop secara luas digunakan untuk
diagnosis dan penelitian.
2. Dalam pengawetan makanan, radioisotop yang digunakan untuk
menghambat tumbuh tanaman akar setelah panen, untuk membunuh
parasit dan hama, dan untuk mengontrol pematangan buah dan sayuran
disimpan.
3. Industri, dan pertambangan, mereka digunakan untuk memeriksa
Welds, untuk mendeteksi kebocoran, untuk mempelajari laju memakai
logam, dan untuk di-stream analisis berbagai mineral dan bahan bakar.

12
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Superkonduktor adalah suatu penghantar tanpa hambatan, dimana superkonduktor ini
menghantarkan listrik dengan sempurna, namun jika mendapat suhu berlebih maka superkondutor
akan menurun kualitasnya menjadi konduktor.

Magnet adalah suatu benda yang dapat menarik suatu bahan, magnet sendiri terdiri dua
kutub yaitu utara dan selatan, jika kedua kutub magnet berdekatakan maka akan tarik menarik dan
jika kutub yang sama, maka akan tolak menolak. Pengaplikasian magnet dalam kehidupan sehari
hari sangat bermanfaat serta mempermudah suatu perkerjaan.

Nuklir adalah suatu energi yang disisi lain sangat berguna dan disis lain sangat berbahaya
jikasalah digunakan, ibarat pisau bermata dua. Namun jika digunakn dengan bijak, nuklir ini sendiri
sangat bermanfaat bagi kehidupan dari berbagai bidang telah menggunakan energi nuklir untuk
menjalankan aktivitas seperti penghematan enrgi, bidang kesehatan,pengawaetan dan lain lain.

3.2 Saran
Terimakasi saya ucapakan kepada pembaca dan jika yang benar datangnya dari tuhan dan
yang salah datang dari saya sendiri. Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau materi dalam
penulisan makalah ini, semoga makalah saya bermanfaat bagi pembaca.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://www.softilmu.com/2015/09/Pengertian-Sifat-Teori-Bentuk-Jenis-Magnet-Adalah.html

http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1100396563

http://elkatechno.blogspot.co.id/2016/12/bahan-superkonduktor.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_nuklir

https://sainsforhuman.blogspot.co.id/2013/03/nuklir-pengertian-bahan-pembuatnya-dan.html

14