You are on page 1of 2

Hambatan dan kesulitan :

Hambatan dan kesulitan dalam berkomunikasi dengan anak adalah waktu yang terbatas
dimana pengkajian mtbs pada anak dilakukan saat menunggu antrian untuk masuk ke poli umum
sehingga harus cepat dalam melakukan pengkajian mtbs pada anak sebelum anak masuk dan
diperiksa. Hambatan lainnya adalah suasana yang ramai dan cuaca yang panas sehingga saat
dilakukan pengkajian anak menjadi sedikit rewel karena keadaan anak yang kurang sehat
ditambah cuaca yg panas. Hambatan lainnya adalah kurangnya BHSP antara pemeriksa dan
pasien anak dikarenakan waktu yang sedikit dan respon anak akibat keadaan sakitnya yang
kurang menyenangkan sehingga ketika dilakukan pemeriksaan LILA dan tanda-tanda vital, anak
merasa ketakutan dan menolak untuk diperiksa sehingga harus ditenangkan oleh ibunya dengan
memberi ASI terlebih dahulu kemudian baru dilakukan pemeriksaan pada anak. Tidak ada
hambatan dalam berkomunikasi dengan orangtuanya dikarenakan BHSP dengan orangtua sudah
baik dan sudah menjelaskan tujuan pengkajian mtbs pada anak.

Refleksi :

Refleksi dalam pengkajian mtbs pada anak di Puskesmas IV Denpasar Selatan adalah
kami sebagai mahasiswa keperawatan harus lebih mendalami dan memahami karakteristik anak
sesuai usianya dan lebih mempelajari teknik berkomunikasi dengan anak sesuai usia sehingga
ketika berkomunikasi dengan anak, hambatan-hambatan berkomunikasi dapat dikurangi. Teknik
BHSP pada anak harus ditingkatkan sehingga anak bersedia untuk diperiksa dan anak tidak
menangis atau rewel ketika dikaji. Anak merupakan pribadi yang unik dimana mereka akan
mengalami trauma jika pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan dan tindakan
medis menjadi ketakutan bagi anak sehingga hal tersebut harus dirubah oleh tenaga kesehatan.
Namun untuk merubahnya tidaklah mudah dikarenakan banyak faktor seperti keadaan darurat,
lingkungan, karakteristik anak, dan lain sebagainya sehingga perlu dilakukan inovasi untuk
meminimalkan hal tersebut. Tekniknya adalah dengan BHSP, memahami karakteristik anak,
memodifikasi lingkungan sekitar serta kesiapan dalam bentuk mental dan sarana sebelum
berkomunikasi dengan anak. Untuk itulah BHSP dan kesiapan perawat harus lebih ditingkatkan
agar terbina hubungan yang saling percaya dan meminimalkan trauma pada anak akibat
pemeriksaan medis di pelayanan kesehatan.