Tafsir Ayat-ayat Puasa Ramadhan Allah Ta'ala berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas

kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui" (Al-Baqarah: 183-184) Allah berfirman yang ditujukan kepada orang-orang beriman dari umat ini, seraya menyuruh mereka agar berpuasa. Yaitu menahan dari makan, minum dan bersenggama dengan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Karena di dalamnya terdapat penyucian dan pembersihan jiwa, juga menjernihkannya dari pikiran-pikiran yang buruk dan akhlak yang rendah. Allah menyebutkan, di samping mewajibkan atas umat ini, hal yang sama juga telah diwajibkan atas orang-orang terdahulu sebelum mereka. Dari sanalah mereka mendapat teladan. Maka, hendaknya mereka berusaha menjalankan kewajiban ini secara lebih sempurna dibanding dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Tafsir Ibn Katsir, 11313) Lalu, Dia memberikan alasan diwajibkannya puasa tersebut dengan menjelaskan manfaatnya yang besar dan hikmahnya yang tinggi. Yaitu agar orang yang berpuasa mempersiapkan diri untuk bertaqwa kepada Allah, Yakni dengan meninggalkan nafsu dan kesenangan yang dibolehkan, semata-mata untuk mentaati perintah Allah dan mengharapkan pahala di sisi-Nya. Agar orang beriman termasuk mereka yang bertaqwa kepada Allah, taat kepada semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan dan segala yang diharamkan-Nya. (Tafsir Ayaatul Ahkaam, oleh Ash Shabuni, I/192.) Ketika Allah menyebutkan bahwa Dia mewajibkan puasa atas mereka, maka Dia memberitahukan bahwa puasa tersebut pada hari-hari tertentu atau dalam jumlah yang relatif sedikit dan mudah. Di antara kemudahannya yaitu puasa tersebut pada bulan tertentu, di mana seluruh umat Islam melakukannya. Lalu Allah memberi kemudahan lain, seperti disebutkan dalam firman-Nya: "Maka barangsiapa di antara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada harihari yang lain." Karena biasanya berat, maka Allah memberikan keringanan kepada mereka berdua untuk tidak berpuasa. Dan agar hamba mendapatkan kemaslahatan puasa, maka Allah memerintahkan mereka berdua agar menggantinya pada hari-hari lain. Yakni ketika ia sembuh dari sakit atau tak lagi melakukan perjalanan, dan sedang dalam keadaan luang. (Lihat kitab Tafsiirul Lathifil Mannaan fi Khulaashati Tafsiiril Qur'an, oleh Ibnu Sa'di, hlm. 56.)

Dan firman Allah Ta'ala: "Maka barangsiapa di antara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari lain." Maksudnya, seseorang boleh tidak berpuasa ketika sedang sakit atau dalam keadaan bepergian, karena hal itu berat baginya. Maka ia dibolehkan berbuka dan mengqadha'nya sesuai dengan bilangan hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari lain. Adapun orang sehat dan mukim (tidak bepergian) tetapi berat (tidak kuat) menjalankan puasa, maka ia boleh memilih antara berpuasa atau memberi makan orang miskin. Ia boleh berpuasa, boleh pula berbuka dengan syarat memberi makan kepada satu orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya. Jika ia memberi makan lebih dari seorang miskin untuk setiap harinya, tentu akan lebih baik. Dan bila ia berpuasa, maka puasa lebih utama daripada memberi makanan. Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas radhiallahu 'anhum berkata: "Karena itulah Allah berfirman: "Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (Tafsir Ibnu Katsir; 1/214) Firman Allah Ta'ala: "(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petuniuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur." (Al-Baqarah: 185). Allah memberitahukan bahwa bulan yang di dalamnya diwajibkan puasa bagi mereka itu adalah bulan Ramadhan. Bulan di mana Al-Qur'an -yang dengannya Allah memuliakan umat Muhammad- diturunkan untuk pertama kalinya. Allah menjadikan Al-Qur'an sebagai undang-undang serta peraturan yang mereka pegang teguh dalam kehidupan. Di dalamnya terdapat cahaya dan petunjuk. Dan itulah jalan kebahagiaan bagi orang yang ingin menitinya. Di dalamnya terdapat pembeda antara yang hak dengan yang batil, antara petunjuk dengan kesesatan dan antara yang halal dengan yang haram. Allah menekankan puasa pada bulan Ramadhan karena bulan itu adalah bulan diturunkannya rahmat kepada segenap hamba, dan Allah tidak menghendaki kepada segenap hamba-Nya kecuali kemudahan. Karena itu Dia membolehkan orang sakit dan musafir berbuka puasa pada hari-hari bulan Ramadhan (Tafsir Ayatul Ahkam oleh Ash Shabuni, I/192), dan memerintahkan mereka menggantinya, sehingga sempurna bilangan satu bulan. Selain itu, Dia juga memerintahkan memperbanyak dzikir dan takbir ketika selesai melaksanakan ibadah puasa, yakni pada saat sempurnanya bulan Ramadhan. Karena itu Allah berfirman: "Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang

diberikan kepada kalian, agar kalian bersyukur." Maksudnya, bila kalian telah menunaikan apa yang diperintahkan Allah, taat kepada-Nya dengan menjalankan hal-hal yang diwajibkan dan meninggalkan segala yang diharamkan serta menjaga batasanbatasan (hukum)-Nya, maka hendaklah kalian menjadi orang-orang yang bersyukur karenanya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/218) Lalu Allah berfirman : "Dan apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu (hai Muhammad) tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa Kepada-Ku maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah:186) Sebab Turunnya ayat : Diriwayatkan bahwa seorang Arab badui bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah Tuhan kita dekat sehingga kita berbisik atau jauh sehingga kita berteriak (memanggil-Nya ketika berdo'a)?" Nabishallallahu 'alaihi wasallam hanya terdiam, sampai Allah menurunkan ayat di atas. (Tafsir Ibnu Katsir; I/219.) Tafsiran ayat: Allah menjelaskan bahwa Diri-Nya adalah dekat. Ia mengabulkan do'a orang-orang yang memohon, serta memenuhi kebutuhan orang-orang yang meminta. Tidak ada tirai pembatas antara Diri-Nya dengan salah seorang hamba-Nya. Karena itu, seyogyanya mereka menghadap hanya kepada-Nya dalam berdo'a dan merendahkan diri, lurus dan memurnikan ketaatan pada-Nya semata. (Tafsir Ibnu Katsir, I/218.) Adapun hikmah penyebutan Allah akan ayat ini yang memotivasi memperbanyak do'a berangkaian dengan hukum-hukum puasa adalah bimbingan kepada kesungguhan dalam berdo'a, ketika bilangan puasa telah sempurna, bahkan setiap kali berbuka. Anjuran dan Keutamaan Do'a Banyak sekali nash-nash yang memotivasi untuk berdo'a, menerangkan fadhilah (keutamaan)nya dan mendorong agar suka melakukannya. Di antaranya adalah sebagai berikut : Firman Allah Ta'ala: "Dan Tuhanmu berfirman: Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (Ghaafir: 60). Di dalamnya Allah memerintahkan berdo'a dan Dia menjamin akan mengabulkannya. Firman Allah Ta'ala: "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Al-A'raaf: 55). Maksudnya, berdo'alah kepada Allah dengan menghinakan diri dan secara rahasia, penuh khusyu' dan merendahkan diri. "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." Yakni tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, baik dalam berdo'a atau lainnya, orang-orang yang melampaui batas dalam setiap perkara. Termasuk

melampaui batas dalam berdo'a adalah permintaan hamba akan berbagai hal yang tidak sesuai untuk dirinya atau dengan meninggikan dan mengeraskan suaranya dalam berdo'a. Dalam Shahihain, Abu Musa Al-Asy'ari berkata: "Orang-orang meninggikan suaranya ketika berdo'a, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai sekalian manusia, kasihanilah dirimu, sesungguhnya kama tidak berdo'a kepada Dzat yang tuli, tidak pula ghaib. Sesungguhnya Dzat yang kamu berdo'a pada-Nya itu Maha Mendengar lagi Maha Dekat." Firman Allah Ta'ala: "Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan?" (An Naml: 62). Maksudnya, apakah ada yang bisa mengabulkan do'a orang yang kesulitan, yang diguncang oleh berbagai kesempitan, yang sulit mendapatkan apa yang ia minta, sehingga tak ada jalan lain ia baru keluar dari keadaan yang mengungkunginya, selain Allah semata? Siapa pula yang menghilangkan keburukan (malapetaka), kejahatan dan murka, selain Allah semata? Dari An-Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Do'a adalah ibadah." (HR, Abu Daud dan At-Tirmidzi, At-Tirmidzi berkata, haditshasan shahih). Dari Ubadah bin As-Shamit radhiallahu 'anhu ia berkata, sesungguhnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang muslim yang berdo'a kepada Allah di dunia dengan suatu permohonan kecuali Dia mengabulkannya, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selama ia tidak meminta suatu dosa atau pemutusan kerabat." Maka berkatalah seorang laki-laki dari kaum: "Kalau begitu, kita memperbanyak (do'a)." Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah memberikan kebaikanNya lebih banyak daripada yang kalian minta" (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, haditshasan shahih. Lihat kitab Riyaadhus Shaalihiin, hlm. 612 dan 622). Lalu Allah Ta'ala berfirman : "Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteriisterimu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, dan makan minumlah hinngga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa." (Al-Baqarah:187) Sebab turunnya ayat :

Dahulu. Suatu ketika Qais bin Sharmah Al-Anshari dalam keadaan puasa. sedang pada siang harinya bekerja di kebun kurma. Lalu Dia mengecualikan keumuman dibolehkannya menggauli isteri (malam hari bulan puasa) pada saat i'tikaf. para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ibnu Abbas berkata: "Maksudnya para isteri itu merupakan ketenangan bagimu dan kamu pun merupakan ketenangan bagi mereka." Rafats adalah bersetubuh dan hal-hal yang menyebabkan terjadinya (bercumbu). sehingga turunlah ayat ini: "Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isterimu. dan telah datang (waktu) berbuka. Karena ia adalah waktu meninggalkan segala urusan dunia untuk sepenuhnya konsentrasi beribadah. Halhal itu telah Dia jelaskan kepada para hamba-Nya agar mereka menjauhinya. 9." Ketika sampai tengah hari. memberikan anjuran untuk puasa sebagai sarana untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah 'Azza wa Jalla dan .) Keutamaan Puasa Banyak sekali ayat yang tegas dan muhkam dalam Kitabullah yang mulia. tetapi aku akan pergi mencarikan untukmu. serta taat berpegang teguh dengan syari'at Allah sehingga mereka menjadi orang-orang yang bertaqwa. Hal itu untuk menampakkan anugerah dan rahmat Allah pada mereka.Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Al-Barra' bin 'Azib. sebagaimana mereka dibolehkan pula ketika malam hari makan dan minum: "Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa melakukan rafats dengan isteri. karena itu ia tertidur.isterimu. tetapi kemudian Allah membolehkan mereka makan minum dan melampiaskan kebutuhan biologis. hlm. kemudian turunlah ayat berikut: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam." Padahal siang harinya ia sibuk bekerja. (Tafsir Ayaatil Ahkaam. Maka ia adalah penutup bagi laki-laki dan pemberi ketenangan padanya. yang semua itu merupakan batasan-batasan-Nya. yaitu fajar". Ketika datang waktu berbuka. Tatkala ia melihat suaminya (tertidur) ia berkata: "Celaka kamu. Kemudian datanglah isterinya. (Lihat kitab Ash Shahiihul Musnad min Asbaabin Nuzuul.) Tafsiran ayat : Allah Ta'ala berfirman untuk memudahkan para hamba-Nya sekaligus untuk membolehkan mereka bersenang-senang (bersetubuh) dengan isterinya pada malam-malam bulan Ramadhan. Allah menyerupakan wanita dengan pakaian yang menutupi badan. Maka hal itu diberitahukan kepada Nabishallallahu alaihi wasallam." Dan Allah membolehkan menggauli para isteri hingga terbit fajar." Maka mereka sangat bersuka cita karenanya. jika seseorang (dari mereka) berpuasa. ia tidak makan pada malam dan siang harinya hingga sore. mereka dilarang melakukan hal tersebut (pada malam hari). I/93. tetapi ia tidur sebelum berbuka. bahwasanya ia berkata: "Dahulu. ia menggauli (isterinya). dengan bersenang-senang bersama isteri-isteri mereka. begitupun sebaliknya. oleh Ash-Shabuni. ia mendatangi isterinya seraya berkata padanya: "Apakah engkau memiliki makanan?" Ia menjawab: "Tidak. Pada akhirnya Allah menutup ayat-ayat yang mulia ini dengan memperingatkan agar mereka tidak melanggar perintah-perintah-Nya dan melakukan hal-hal yang diharamkan serta berbagai maksiat.

dan kaum pria serta wanita yang khusyu'. tidak membencinya. dan kaum pria dan wanita yang menjaga kehormatannya (kemaluannya). engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda (yang artinya): Shalat yang lima waktu. Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya. dan kaum pria serta wanita yang banyak mengingat Allah. dijelaskan dengan penjelasan yang sempurna. kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh. seperti firman Allah (yang artinya): Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat. dan kaum pria serta wanita yang berpuasa. Jum'at ke Jum'at.. tidak merasa berat dalam mengamalkannya] Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga. keutamaan yang agung . Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam hadits yang shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat. dan kalau seandainya orang yang puasa mempunyai dosa seperti buih di lautan niscaya akan diampuni dengan sebab ibadah yang baik dan diberkahi ini. dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih berikut ini. hingga jadilah jiwa yang tenang. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga. itu lebih baik bagi kalian kalau kalian mengetahuinya" [Al-Baqarah:184]. perisai dari neraka." [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 . hatinya senang dalam mengamalkan. [Hadits Riwayat Bukhari 4/99. dan kaum pria serta wanita yang benar (imannya) dan kaum pria serta kaum wanita yang sabar (ketaatannya). [Hadits Riwayat Muslim 233]. katakan "Amin".. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. menahannya dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek. Muslim 759. dia berkata: "Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak terampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia. (bahwasanya) beliau bersabda (yang artinya): Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab (mengharap wajah Allah) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". dan kaum pria serta wanita yang bersedekah.juga menjelaskan keutamaan-keutamaannya. Amin. maka akupun mengucapkan Amin. Amin. mengharap pahalanya. kaum mukminin dan mukminat. Amin".. Pengampunan Dosa Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (spirit) untuk melakukan puasa Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan serta tingginya kedudukan puasa. Allah Tabaraka wa Ta'ala telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa. Ditanyakan kepadanya: "Ya Rasulullah. Amin?" Beliau bersabda (yang artinya): Sesungguhnya Jibril 'alaihissalam datang kepadaku. Inilah pahala yang besar. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara tenggang waktu-waktu tersebut selama menjauhi dosa besar". (bahwasanya) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallampernah naik mimbar kemudian berkata: "Amin. Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar" [A-Ahzab : 35] Dan firman Allah (yang artinya): Dan kalau kalian berpuasa. makna "penuh iman dan Ihtisab" yakni membenarkan wajibnya puasa.

[Hadits Riwayat Ibnu Hibban no. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat. serta seluruh kekuatan (yang jelek) ditahan hingga bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. karena menikah lebih menundukkan pandangan. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Wahai sekalian para pemuda. Do'a yang dikabulkan itu ketika berbuka. sebagaimana akan datang penjelasannya. dan perisai yang menghalangi seseorang dari neraka. . Oleh karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari neraka. haditsnya shahih. ia berkata: Datang seorang pria kepada Nabishallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata: "Ya Rasulullah. lihatMisbahuh Azzujajah no. engkau adalah Rasulullah. dari Abu Shalih dari Jabir.dari jalan Abu Hurairah. 1400 dari Ibnu Mas'ud] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkaraperkara yang tidak disenangi.11 zawaidnya. aku shalat lima waktu. Ahmad 2/254 dari jalan A'mas. menjadikannya sebagai wijaa' (memutuskan) bagi syahwat ini. mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka. termasuk orang yang manakah aku?" Beliau menjawab (yang artinya): "Termasuk dari shidiqin (orang-orang yang benar keimanannya -pent) dan syuhada (orang-orang yang mati syahid -pent)". Jika telah jelas demikian -wahai muslim. Hadits ini shahih. menenangkan seluruh anggota badan. barangsiapa di antara kalian telah mampu ba'ah (mampu dengan berbagai macam persiapannya) hendaklah menikah. hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. aku tunaikan zakat. Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota badan yang dhahir dan kekuatan bathin. asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978.25-34 karya Ibnu Syahin]. dan neraka diliputi dengan syahwat. apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah. karena puasa menahan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol. puasa menghalangi orang yang puasa dari neraka. Barangsiapa yang belum mampu menikah. Dikabulkannya Do'a dan Pembebasan Api Neraka Rasullullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan. diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara ringkas dari jalan yang lain.sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat. sanadnya Shahih] Puasa Adalah Perisai (Pelindung) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh orang yang sudah kuat syahwatnya dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa. lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhanhal. dan semua orang muslim yang berdo'a akan dikabulkan do'anya"[Hadits Riwayat Bazzar 3142. 60 karya AlBushri] Orang yang Puasa Termasuk Shidiqin dan Syuhada Dari 'Amr bin Murrah Al-Juhani radhiyallahu 'anhu. dan lebih menjaga kehormatan. aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya.

seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka" [Hadits Riwayat Ahmad 3/241. dikeluarkan oleh AthThabrani di dalam Ash-Shagir 1/273 di dalamnya terdapat kelemahan.Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya): Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim" [Hadits Riwayat Bukhari 6/35. jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya"[Bukhari 4/88. Jika berbuka mereka gembira. ini adalah lafadz Muslim. sampai tujuh ratus kali lipat. akan tetapi di dapat diterima. 1151. Lafadz ini bagi Bukhari]. kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya". dan Aku yang akan membalasnya. sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam termasuk puasa di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits ini). Ini adalah hadits yang shahih]. 280 dari dua jalan yakni dari Al-Qasim dari Abi Umamah. Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Allah Ta'ala berfirman: "Kecuali puasa. Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil 'Ash. demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48]. Di dalam riwayat Muslim (yang artinya): "Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan. jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi" [Dikeluarkan oleh Tirmidzi no. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. Dan pada bab dari Abi Darda'. sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada baumisk (kesturi). 1624 dari hadits Abi Umamah. Namun dhahir hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan wajah Allah Ta'ala. Dan dikeluarkan pula oleh At-Thabrani di dalam Al-Kabir 8/260.274. (bahwasanya) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda (yang artinya): Allah Ta'ala berfirman: "Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya". Orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan. minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku. Sabda Rasulullah: "70 musim" yakni: perjalanan 70 tahun. maka ucapkanlah: 'Aku sedang berpuasa'. kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya. dan di dalam sanadnya ada kelemahan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Puasa adalah perisai. Al-Walid bin Jamil. Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry. dia jujur tetapi sering salah. jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak. Sehingga hadits ini SHAHIH]. Sebagian ahlul ilmi telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. Muslim no. 3/296 dari Jabir. Di dalam riwayat Bukhari (disebutkan yang artinya): "Dia meninggalkan makan. karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan . Puasa adalah perisai.

Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu). maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat (denda) yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)" [Al-Maidah : 89] . gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Rabbnya. Dan janganlah kamu mencukur rambut kepalamu. tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang kamu sengaja. hingga kurban itu sampai ke tempat penyembelihannya. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Dan sempurnakanlah olehmu ibadah haji dan umrah karena Allah. yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu. maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Barangsiapa yang tidak memperolehnya. maka hendaklah (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. kafarat bagi pembunuh orang kafir yang punya perjanjian karena membatalkan sumpah. maka kafaratnya puasa selama tiga hari. atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. maka wajib atasnya berfidyah. Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan. maka kafarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya" [Al-Baqarah : 196] Allah Ta'ala juga berfirman (yang artinya): "Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian. Dan jagalah sumpahmu. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangi daripada bau misk". maka wajib menyembelih kurban yang mudah didapat. Akan jelas bagimu dalam ayat-ayat berikut ini. Apabila kamu telah (merasa) aman. atau yang membunuh binatang buruan di tanah haram dan sebagai kafarat zhihar.membalasnya. Dia (bani Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku". maka jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau sakit). kaparat bagi yang tidak mampu memberi kurban. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluargannya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Makkah). maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" [An-Nisaa' : 92] Allah Ta ala berfirman (yang artinya): "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahsumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah di dapat. Allah menjadikannya sebagai kafarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika haji) karena ada udzur sakit atau penyakit di kepalanya. Jika ada diantaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). Puasa Sebagai Kafarat Diantara keistimewaan puasa yang tidak ada dalam amalan lain adalah. yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban.

AlQur'an pun berkata: "Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari. Muslim 144] Puasa dan Al-Qur'an Akan Memberi Syafa'at Kepada Ahlinya di hari Kiamat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat. maka berilah dia syafa'at karenaku". sanadnya Shahih] Ar Rayyan Bagi Orang yang Puasa Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu 'anhu. "Aku berkata (kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam): "Wahai Rasulullah. Jika telah masuk orang terakhir ditutuplah pintu tersebut. Dan itulah hukum-hukum Allah. ia berkata : Aku pernah mendengar . maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Muslim 1152. keluarga dan anaknya. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya". Maka siapa yang tidak kuasa (wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Maksud ucapan ini ialah ia tidak mau lagi menggauli (menyetubuhi) isterinya. dan tambahan lafadz yang akhir ada pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1903] Ancaman bagi orang yang membatalkan puasa mereka tanpa udzur Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu 'anhu. puasa dan shadaqah bisa menghapuskan fitnah seorang pria dari harta. harta dan tetangganya. Ucapan ini tidak dianggap talak namun disebut zhihar. Ibnu Hibban hal. dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (bahwa beliau) bersabda (yang artinya): Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan. Barangsiapa yang masuk akan minum. Demikian pula.. 232 Mawarid. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Fitnah pria dalam keluarga (isteri). [Hadits Riwayat Bukhari 4/95. maka keduanya akan memberi syafa'at" Puasa Bisa Memasukkan Hamba ke Surga Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu katanya. Al-Hakim 1/421.Allah Ta ala berfirman (yang artinya): "Orang-orang yang men-zhihar *) isteri mereka kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ". puasa dan shadaqah" [Hadits Riwayat Bukhari 2/7. bisa dihapuskan oleh shalat. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu. dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih" [Al-Mujaadilah : 3-4] *) Zhihar di kalangan bangsa Arab waktu itu ialah bila suami mengatakan kepada isterinya: "punggungmu bagiku seperti punggung ibuku".. tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu 'anhu. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak). tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu" [Hadits Riwayat Nasa'i 4/165.. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. maka berilah dia syafa'at karenaku". Puasa akan berkata: "Wahai Rabbku. aku menghalanginya dari makan dan syahwat. tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga?" Beliau menjawab: "Hendaklah kamu sering berpuasa. orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut.

membimbing kepada yang lebih lurus. pada hari-hari yang lain. Akupun naik hingga sampai ke puncak gunung. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya. Aku bertanya." [Riwayat An-Nasa'i dalam Al-Kubra sebagaimana dalamTuhfatul Asyraf 4/166 dan Ibnu Hibban (no. Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka dan Dibukanya Pintu-Pintu Surga Pada bulan ini kejelekan menjadi sedikit.. 'Suara apakah ini?'. membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata). 2.sesungguhnya sifat bulan Ramadhan adalah sebagai bulan yang diturunkan padanya Al-Qur'an. "Naik". dari Salim bin 'Amir dari Abu Umamah. Allah berfirman (yang artinya): (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. Keduanya berkata. Dibelenggunya Syaithan.1800 zawaid-nya) dan Al-Hakim 1/430 dari jalan Abdurrahman bin Yazid bin Jabir. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan adalah bulan kebaikan dan barokah. datanglah dua orang pria kemudian memegang kedua lenganku. Karena itu.RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : Ketika aku tidur. menjelaskan jalan petunjuk (Al-Qur'an) pada malam Lailatul Qadar. mulut mereka rusak/robek. Sanadnya shahih]. Allah menghendaki kemudahan bagimu. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. 'Ini adalah teriakan penghuni neraka'. Mereka berkata. dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. keduanya berkata. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). dan kalimat sesudahnya dengan huruf (fa) yang menyatakan illat dan sebab: ". maka (wajiblah baginya berpuasa). darah mengalir dari mulut mereka. 1. Mereka tidak bisa bebas merusak manusia . bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). sebanyak hari yang ditinggalkannya. Aku katakan. ketika itulah aku mendengar suara yang keras. 'Siapa mereka?' Keduanya menjawab. ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas. 'Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka(sebelum tiba waktu berbuka -red). barangsiapa yang melihatnya hendaklah berpuasa" memberikan isyarat illat (penjelas sebab) yakni sebab dipilihnya Ramadhan adalah karena bulan tersebut adalah bulan yang diturunkan padanya Al-Qur'an. belenggu dan ashfad. "Aku tidak mampu". suatu malam di bulan Ramadhan. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. obat bagi kaum mukminin.. Kemudian keduanya membawaku.. 'Kami akan memudahkanmu'. supaya kamu bersyukur" [Al-Baqarah : 185] Ketahuilah saudaraku -mudah-mudahan Allah meberkatimu. barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. karena dibelenggu dan diikatnya jin-jin jahat dengansalasil (rantai). Allah memberkahinya dengan banyak keutamaan sebagaimana dalam penjelasan berikut ini. Akupun bertanya. Bulan Al-Qur'an Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia.

bulan yang diberkahi. Hal ini berdasarkan firman Allah setelah menceritakan sempurnanya nikmat bulan Ramadhan (yang artinya): Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya. Firman Allah Tabaraka wa Ta'ala setelah selesai (menyebutkan) nikmat haji (yang artinya) : Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu. berseru seorang penyeru. maka dibukalah pintu-pintu surga [dalam riwayat Muslim: "Dibukalah pintu-pintu rahmat"] dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan" [Hadits Riwayat Bukhari 4/97 dan Muslim 1079] Semuanya itu sempurna di awal bulan Ramadhan yang diberkahi. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Jika datang bulan Ramadhan. supaya kamu bersyukur" [Al-Baqarah : 185]. dan juga karena bacaan Al-Qur'an serta seluruh ibadah yang mengatur dan membersihkan jiwa. "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. berdasarkan sabda RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya): "Jika datang awal malam bulan Ramadhan. tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka. dan dibukalah pintu-pintu surga. lakukanlah! Wahai orang yang ingin kejelekan. karena kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga hancurlah syahwat. Sebagaiman kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu. mengharuskan adanya tambahan amal sebagai wujud dari rasa syukur kepada Allah. Allah berfirman (yang artinya): Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" [Al-Baqarah : 183] Maka dari itu ditutupnya pintu-pintu jahannam dan dibukanya pintu-pintu surga. dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat. atau (bahkan) berdzikir lebih banyak dari itu" [Al-Baqarah : 200] Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu: Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda.sebagaimana bebasnya di bulan yang lain. tidak ada satu pintupun yang tertutup. "Wahai orang yang ingin kebaikan. Malam Lailatul Qadar Engkau telah mengetahui. maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah. itu terjadi pada setiap malam" [Diriwayatkan oleh Tirmidzi 682 dan Ibnu Khuzaimah 3/188 dari jalan Abi Bakar bin Ayyasy dari Al-A'masy dari Abu Hurairah. pada . ditutup pintu-pintu neraka. wahai hamba yang mukmin bahwa Allah Jalla Jalaluhu memilih bulan Ramadhan karena diturunkan padanya Al-Qur'an. (disebabkan) karena (pada bulan itu) amal-amal shaleh banyak dilakukan dan ucapan-ucapan yang baik berlimpah ruah (yakni ucapan-ucapan yang mengandung kebaikan banyak dilafadzkan oleh kaum mukminin -red). Insya Allah. kurangilah! Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Hal ini akan dijelaskan secara terperinci dalam pembahasan malam Lailatul Qadar. Dan sanad hadits ini Hasan] 3. Sesungguhnya jika satu nikmat dicapai oleh kaum muslimin. Hari yang paling mulia di sisi Allah adalah pada bulan diturunkannya Al-Qur'an hingga harus dikhususkan dengan berbagai macam amalan. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya.

Karena orang yang sengsara ialah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. dan di antara bagiannya ada nash-nash lain yang memperkuatnya) RINGKASAN HUKUM-HUKUM PUASA Definisi Puasa ialah menahan diri dari makan. sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukan dengan kesaksian dua orang yang dipercaya. "Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar?" Jawab beliau. bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallambersabda: "Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya." Beliau ditanya. Ahmad dan An-Nasa'i) Dari Ubadah bin ash-Shamit."(HR." (Al-Baqarah:187) Kapan dan bagaimana puasa Ramadhan diwajibkan? Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal. para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka. Isnad hadits tersebut dha'if. aqil (berakal). menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. "Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu". barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa. Firman Allah Ta'ala: " . dan sanggup untuk berpuasa. yaitu fajar. maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Al-Mundziri berkata: "Diriwayatkan oleh an-Nasa'i dan al-Baihaqi. berakal. tetapi setahuku dia tidak pemah mendengar darinya. hal ini untuk melatihnya. Pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya. yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi. dan para periwayatnya terpercaya.AthThabrani. juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan.bulan ini pintu-pintu surga dibuka. sebagaimana disuruh shalat pada umur 7 tahun dan dipukul pada umur 10 tahun agar . Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika telah menyelesaikan amalnya.. Ahmad..") Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu. Para ulama mengatakan anak kecil disuruh berpuasa jika kuat.dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam." (HR." (HR. dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. atau setelah bulan Sya'ban genap 30 hari. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya. minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang yang dipercaya. dewasa dan mampu. keduanya dari Abu Qilabah. AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat. Siapa yang wajib berpuasa Ramadhan? Puasa Ramadhan diwajibkan atas setiap muslim yang baligh (dewasa). Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. Allah 'Azza wa Jalla setiap hari menghiasi surga-Nya lalu berfirman (kepada surga). bulan keberkahan.. dari Abu Hurairah. "Bukan. Adapun syarat-syarat wajibnya puasa Ramadhan ada empat. pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat. bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. yaitu Islam.

Seperti membaca do'a: "Ya Allah hanya untuk-Mu aku beupuasa. Kewajiban niat semenjak malam harinya ini hanya khusus untuk puasa wajib saja. sebelum berhenti haidnya. Akal: tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal. 2. dan melafazdkannya adalah bid'ah yang sesat. 3. walaupun manusia menganggapnya sebagai satu perbuatan baik. membaca Al-Qur'an dan amal kebajikan lainnya. 2. Abu Dawud. An-Nasa'i dan At-Tirmidzi. terutama menjaga shalat lima waktu pada waktunya dengan berjamaah. Niat itu tempatnya di dalam hati. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar. Niat: menyengaja dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib. tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa. Sunah Puasa Sunah puasa ada enam: 1. Ia adalah hadits mauquf menurut At-Tirmidzi). 4. Jika dicaci maki. maka tidak sah puasanya. sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" 6. terimalah amalku.Ahmad. kemudian beliau bersabda (yang artinya): "Apakah engkau punya santapan siang? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa" [Hadits Riwayat Muslim 1154]. sedekah. 4. Tamyiz: tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang balk dengan yang buruk). dengan rizki anugerah-Mu aku berbuka." dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya. memperbanyak shalat sunat. Dan hadits ini menunjukkan tidak sahnya puasa kecuali diiringi dengan niat sejak malam hari yaitu di salah satu bagian malam. menunaikan zakat harta benda kepada orang-orang yang berhak. 5. Memperbanyak amal kebaikan. . supaya mengatakan: "Saya berpuasa. karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah datang ke Aisyah pada selain bulan Ramadhan. 3. Syarat sahnya puasa Syarat-syarat sahnya puasa ada enam: 1. dan jika tidak punya cukup dengan air. Ya Allah. 5. 6.terlatih dan membiasakan diri. membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya. Islam: tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam. jika tidak punya maka dengan kurma kering. sebelum suci dari nifas. Ibnu Majah. Berbuka dengan kurma segar. Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam. Tidak haid: tidak sah puasa wanita haid." (HR. selama tidak dikhawatirkan terbit fajar. memaki orang yang memakinya. Tidak nifas: tidak sah puasa wanita nifas. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Berdo'a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan.

Hal-hal yang membatalkan puasa a. maka diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan menggadha shalat. Makan dan minum dengan sengaja. Adapun jika khawatir atas kesehatan diri mereka sendiri. him. b. jika tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin. Hukum jima' pada siang hari bulan Ramadhan Diharamkan melakukan jima' (bersenggama) pada siang hari bulan Ramadhan. Jika mereka berpuasa maka sah puasanya. Firman Allah Ta'ala: " . " (Al-Baqarah:184). b. Firman Allah Ta'ala: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.. 1/124. Jika tidak mendapatkan. c. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Memasukkan makanan ke dalam perut. 1/215.. Namun jika mereka berpuasa maka puasa mereka sah (mendapat pahala).. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya. Jika berpuasa tidak sah puasanya. jika orang sakit dan orang yang bepergian tidak berpuasa maka wajib mengqadha (menggantinya) sejumlah hari yang ditinggalkan itu pada hari lain setelah bulan Ramadhan.Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). maka mereka boleh tidak puasa dan harus meng-gadha saja. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir. Wanita haid dan wanita nifas: mereka tidak berpuasa dan wajib mengqadha. Sedangkan jumlah makanan yang diberikan yaitu satu mud (genggam tangan) gandum. Orang sakit yang berbahaya baginya jika berpuasa dan orang bepergian yang boleh baginya mengqashar shalat. jika khawatir atas kesehatan anaknya boleh bagi mereka tidak berpuasa dan harus meng-qadha serta memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan. Demikian dikatakan Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan o!eh Abu Dawud. Dan siapa yang melanggarnya harus meng-qadha dan membayar kaffarah mughallazhah (denda berat) yaitu membebaskan hamba sahaya. Lihat kitab 'Umdatul Fiqh. 28. tapi wajib mengqadhanya. Aisyah radhiallahu 'anha berkata: "Jika kami mengalami haid. oleh Ibnu Qudamah. Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh. Tidak puasa bagi mereka berdua adalah afdhal. d. atau satu sha' (+ 3 kg) dari bahan makanan lainnya." (HaditsMuttafaq 'Alaih)." (Al-Baqarah: 285). Jima' (bersenggama).. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah. Lihat kitab Ar Raudhul Murbi'. 102-108. maka berpuasa selama dua bulan berturutturut. . Lihat kitab Majalisu Syahri Ramadhan. Demikian kata Ibnu Abbas menurut riwayat Al-Bukhari. hlm. Wanita hamil dan wanita menyusui.. dan jika tidak punya maka bebaslah ia dari kaffarah itu. Maksudnya.Hukum orang yang tidak berpuasa Ramadhan Diperbolehkan tidak puasa pada bulan Ramadhan bagi empat golongan: a. Boleh baginya tidak berpuasa dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya. c.

. Ahmad." Diriwayatkan oleh Al-Harbi dalam Gharibul Hadits(5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu' dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah No. ghibah(menyebutkan kejelekan orang lain). Ibnu Majah dan AtTirmidzi). g. disebut shaum al-biidh). Ru yah hilal (melihat bulan sabit pertama). Penentuan Awal Puasa dan Iedul Fithri Awal puasa ditentukan dengan tiga cara: 1. baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari. Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan. lalat. juga lainnya. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani. pendengaran yang haram. laknat (mendo'akan orang dijauhkan dari rahmat Allah) dan mencaci-maki. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluamya tanpa sengaja. Menyempurnakan bilangan hari bulan Sya ban. Sengaja muntah. dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. wajib menjauhkan diri dari perbuatan dusta. 9 hari pertama bulan Dzul Hijjah (lebih ditekankan tanggal 9. 923. 3. Jika wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat puluh hari. atau air tanpa disengaja. 3 hari pada setiap bulan (yang afdhal yaitu tanggal 13. ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Kewajiban orang yang berpuasa Orang yang berpuasa. AlAn'aam: 88). 2. Murtad dari Islam -semoga Allah melindungi kita darinya." (QS. 14 dan 15.d. maka hendaknya ia mandi. lupa atau dipaksa. hari Senin dan Kamis. shalat dan berpuasa. mata. Manakala seorang wanita mendapati darah haid. sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha. Keluamya darah haid dan nifas. Demikian pula jika tenggorokannya kemasukan debu. yaitu hari Arafah). Tidak batal puasa orang yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa karena tidak tahu. f. Hendaklah ia menjaga telinga. Puasa yang disunatkan Disunatkan puasa 6 hari pada bulan Syawwal. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha." (HR. bersentuhan. Persaksian atau kabar tentang ru yah hilal. Firman Allah Ta'ala: "Seandainya mereka mempersekutukan Allah. hari 'Asyura (tanggal 10 Muharram) ditambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk mengikuti jejak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya yang mulia serta menyelisihi kaum Yahudi. Dalam lafazh lain disebutkan: "Barangsiapa muntah tanpa disengaja. lidah dan perutnya dari perkataan yang haram. Abu Dawud. niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. penglihatan yang haram. atau nifas batallah puasanya. makan dan minum yang haram. maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya. e. namimah (adu-domba).

sanadnya Hasan. Ad-Darimi 2/4. Ibnu Umar. Jabir bin Abdillah. Ibnu Hibban 871.Tiga hal ini diambil dari hadits-hadits dibawah ini: 1. Hadits dari Abi Hurairah radhiallahu anhu. Abu Dawud 2327. Ath-Thabrani dalamAl-Kabir 17/171 dan lain-lain) 4. An-Nasa I 4/132. 2/167. 29) Hadits-hadits semisal itu diantaranya dari Aisyah. Tentang persaksian atau kabar dari seseorang berdalil dengan hadits yang keempat dengan syarat pembawa berita adalah orang Islam yang adil (dapat dipercaya karena kelurusan perilakunya dan pengetahuannya). Bukhari 4/106. sebagaimana tertera dalam riwayat Ahmad dan Daraquthni. (HR. Ahmad 4/377. maka berpuasalah 30 hari kecuali sebelum itu kalian melihat hilal. AlHakim 1/425. Abu Dawud 2342. LihatShifatus Shaum Nabi. (HR. Dan janganlah kalian berbuka sampai melihatnya (hilal Syawal). Jika dua orang saksi mempersaksikan (mengaku melihat hilal) maka berpuasalah dan berbukalah kalian karenanya. Demikian keterangan Syaikh Salim Al-Hilali serta Syaikh Ali Hasan. Ad-Daruquthni. ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallambersabda: Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal bulan Ramadhan) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Puasalah karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya. (HR. sanadnya Shahih sebagaimana diterangkan oleh Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam At-Talkhisul Kabir 2/187) Perbedaan Mathla (Tempat Muncul Hilal) . Hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Janganlah kalian mendahului bulan Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari kecuali seseorang diantara kalian yang biasa berpuasa (sunnat) pada waktu itu. Ahmad 4/321. dari Abdurrahman bin Zaid bin Al-Khattab dari sahabat-sahabat Rasulullah. Hadits dari Adi bin Hatim radhiallahu anhu: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Apabila datang bulan Ramadhan. Sama saja saksinya dua orang atau satu orang. dan Muslim 1081) 2. hal. Isi dan makna hadits-hadits diatas menunjukkan bahwa awal bulan puasa dan Iedul Fithri ditetapkan dengan tiga perkara diatas. maka sempurnakanlah Sya ban tiga puluh hari. Thalhah bin Ali. Jika (penglihatan) kalian terhalang awan. (HSR. At-Tirmidzi 1/133. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa. Jika awan menghalangi kalian sempurnakanlah tiga puluh hari. maka sempurnakanlah bilangan tiga puluh hari kemudian berbukalah (Iedul Fithri) dan satu bulan itu 29 hari. Aku beritahukan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa aku melihatnya. Jika ia (hilal) terhalang awan. Hudzaifah dan lain-lain radliallahu anhum. (HR. dan di-Shahih-kan sanadnya oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi) 3. sebagaimana telah dinyatakan oleh Ibnu Umar radhiallahu anhuma ketika beliau berkata: Manusia sedang melihatlihat (munculnya) hilal. At-Thahawi dalam Musykilul Atsar 105. An-Nasa I 1/302. Syaikh Al-Albani membawakan riwayat-riwayat mereka serta takhrij-nya dalam Irwa ul Ghalil hadits ke 109. Al-Hakim 1/423 dan Al-Baihaqi.

At-Tirmidzi mengatakan bahwa keterangan dari ahli ilmu dan tidak menyatakan hal ini kecuali beliau. maka hukumnya satu dan jika berjauhan ada dua: 1. Ibnu Hajar berkata: Para Ulama berbeda pendapat tentang hal ini atas beberapa pendapat : Pendapat Pertama: Setiap negeri mempunyai ru yah atau mathla . Pendapat Kedua: Apabila suatu negeri melihat hilal. . Muslim 1087. Tetapi Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa ijma telah menyelisihinya. Ibnul Mundzir menceritakan hal ini dari Ikrimah. Kuraib berkata: "Aku sampai di Syam kemudian aku memenuhi keperluannya dan diumumkan tentang hilal Ramadhan. Beliau mengatakan bahwa para ulama sepakat bahwa ru yah tidak sama pada negara yang berjauhan seperti antara Khurasan (negara di Rusia) dan Andalus (negeri Spanyol). maka seluruh negeri harus mengikutinya. Al-Qasim Salim dan Ishak. menurut kebanyakan mereka. Dalilnya dengan hadits Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dalam Shahih Muslim. bukan denganhisab (perhitungan kalender). At-Tirmidzi 647 dan Abu Dawud 1021. kami akan berpuasa menyempurnakan tiga puluh hari atau kami melihatnya (hilal). Dan konteks kalimatnya kepada semua kaum muslimin (di seluruh kawasan dan negeri) bukan hanya kepada satu negeri atau kampung tertentu." Dia berkata: "Kami melihatnya pada malam Sabtu. Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi di-Shahih-kan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 1/213) Dalam hadits Kuraib diatas dan hadits-hadits sebelumnya para ulama berselisih pendapat. Al-Qurthubi berkata bahwa para syaikh mereka telah menyatakan bahwa apabila hilal tampak terang disuatu tempat kemudian diberitakan kepada yang lain dengan persaksian dua orang. maka hal itu mengharuskan mereka semua berpuasa Sebagian pengikut madzhab Syafi i berpendapat bahwa apabila negeri-negeri berdekatan. Tidak wajib mengikuti. Kami melihat hilal pada malam Jum at. Hal ini dikisahkan oleh Al-Baghawi dari Syafi i. Kemudian aku tiba di Madinah pada akhir bulan. Pendapat ini masyhur dari kalangan madzhab Malikiyah. 2. Maka. Al-Mawardi menyatakan bahwa pendapat ini adalah salah satu pendapat madzab Syafi i. bagaimana cara mengkompromikan hadits-hadits diatas dengan hadits Kuraib atau hadits Ibnu Abbas radhiallahu anhum yang berbunyi: Kuraib mengabarkan bahwa Ummu Fadhl bintul Harits mengutusnya kepada Muawiyyah di Syam. Hal ini dipilih oleh Abu Thayib dan sekelompok ulama. 4 hal. Maka Ibnu Abbas bertanya kepadaku kemudian dia sebutkan tentang hilal : "Kapan kamu melihat Hilal?" Akupun menjawab: "Aku melihatnya pada malam Jum at. orang-orang melihatnya dan merekapun berpuasa. begitu pula Muawiyyah.Hadits-hadits diatas menerangkan dengan jelas bahwa dalam mengetahui masuk dan berakhirnya bulan puasa adalah dengan ru yah hilal (melihat bulan sabit pertama). Wajib mengikuti." Beliau bertanya lagi: "Engkau melihatnya pada malam Jum at?" Aku menjawab: "Ya. Perselisihan ini disebutkan dalam Fathul Bari Juz. 147. sedangkan aku masih berada di Syam." Aku bertanya: "Tidakkah cukup bagimu ru'yah dan puasa Muawiyyah?" Beliau menjawab: "Tidak! Begitulah Rasulullah memerintahkan kami. (HR.

Adapun menurut jumhur ulama adalah tidak adanya perbedaan mathla (tempat munculnya hilal). Ibnu Abbas radhiallahu anhuma menghapal dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa penduduk suatu negeri tidak harus beramal dengan ru yah negeri lain. Hal ini diceritakan oleh Al-Mahdi dalam Al-Bahr dari Imam Yahya dan Hadawiyah. yakni tinggi dan rendah yang menyebabkan salah satunya mudah melihat hilal dan yang lain sulit atau bagi setiap negeri mempunyai iklim. Hal ini menunjukkan bahwa ru yah pada suatu negeri adalah ru yah bagi semua penduduk negeri dan hukumnya wajib. (Fiqhus Sunah 1/368) As-Shan ani rahimahullah berkata. Dengan perbedaan mathla . Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa berkata: Orang-orang yang menyatakan bahwa ru yah tidak digunakan bagi semuanya (negeri-negeri) seperti kebanyakan pengikutpengikut madzhab Syafi i..Sedangkan dalam menentukan jarak (jauh) ada beberapa pendapat: 1. Dengan jarak meng-qashar shalat. Puasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Imam Syaukani menambahkan: Tidak harus sama jika berbeda dua arah. Pendapat Ibnul Majisyun: Tidak harus berpuasa karena persaksian orang lain. maka ru yah itu berlaku bagi mereka semuanya. Ini ditegaskan oleh ulama Iraq dan dibenarkan oleh An-Nawawi dalam Ar-Raudlah dan Syarhul Muhadzab. ada yang membatasi dengan perbedaan mathla seperti Hijaz dengan Syam. Hal ini ditegaskan Imam Al-Baghawi dan dibenarkan oleh Ar-Rafi i dalam Ash-Shaghir dan An-Nawawi dalam Syarhul Muslim.. . Iraq dengan Khurasan. Dengan perbedaan iklim. Makna ucapan karena melihatnya yaitu apabila ru yah didapati diantara kalian. Ucapan ini umum mencakup seluruh ummat manusia. (Subulus Salam 2/310) Imam As-Syaukani membantah pendapat-pendapat yang menyatakan bahwasanya ru yah hilal berkaitan dengan jarak. Berdalil dengan wajibnya puasa dan beriedul fithri bagi orang yang melihat hilal sendiri walaupun orang lain tidak berpuasa dengan beritanya. Hujjah ucapan-ucapan diatas adalah hadits Kuraib dan segi pengambilan dalil adalah perbuatan Ibnu Abbas bahwa beliau tidak beramal (berpuasa) dengan ru yah penduduk Syam dan beliau berkata pada akhir hadits : Demikian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyuruh kami. maka wajib atas seluruh negeri berpuasa karena sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Pendapat As-Sarkhasi: Keharusan ru yah bagi setiap negeri yang tidak samar atas mereka hilal. iklim dan negeri dalam kitabnya Nailul Authar 4/195. diantaranya mereka ada yang membatasi dengan jarak qashar shalat. 5. Oleh karena itu kapan saja penduduk suatu negeri melihat hilal. Demikian pendalilan mereka. 4. Jadi siapa saja dari mereka melihat hilal dimanapun tempatnya. 3. 2.

Inilah madzhab Syafi i. Orang yang mengetahui hari Ied dengan ru yah sendirian wajib baginya untuk mencocoki lainnya dan mengharuskan dia untuk mengikuti mereka didalam shalat Iedul Fithri dan Iedul Adha. Bertolak dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu diatas.. maka wajib puasa. (Majmu Fatawa Juz 25 hal 104-105) Shidiq Hasan Khan berkata: Apabila penduduk suatu negeri melihat hilal. para ulama pun berkomentar. dekat maupun jauh. Bolehkah Ber-Iedul Fithri Sendiri Menyelisihi Kaum Muslimin? Sekarang timbul permasalahan yaitu seseorang yang melihat hilal (bulan sabit awal Ramadhan atau awal Syawal) sendirian secara jelas. Pendapat Kedua: Dia harus berpuasa (bila melihat hilal Ramadhan) tetapi tidak ber iedul fithri (bila melihat hilal Syawal) kecuali ketika bersama manusia. Hal itu dari segi pengambilan dalil hadits-hadits yang jelas mengenai puasa.. jadilah ru yah itu untuk semuanya . (Ar-Raudhah AnNadiyah 1/146).kedua-duanya lemah (dha if) karena jarak qashar shalat tidak berkaitan dengan hilal. yaitu karena melihat hilal dan berbuka (iedul fithri) karena hilal (Hadits Abu Hurairah dan lainlain)." (Subulus Salam 2/72) .. Di antaranya Imam At-Tirmidzi berkata setelah membawakan hadits ini: "Sebagian ahlu ilmi (ulama) mentafsirkan hadits ini bahwa puasa dan Iedul Fithri bersama mayoritas manusia. maka seluruh negeri harus mengikutinya. Demikian juga kalau menyaksikan hilal pada waktu siang menjelang maghrib maka harus imsak (berpuasa) untuk waktu yang tersisa. sama saja baik satu iklim atau banyak iklim. sebagaimana yang dirinci oleh Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa 25/114: Pendapat Pertama: Wajib atasnya berpuasa (bila melihat hilal Ramadhan) dan ber iedul fithri (bila melihat hilal Syawal) secara sembunyi-sembunyi. Hadits-hadits tersebut berlaku untuk semua ummat." Imam As-Shan ani berkata: "Dalam hadits itu terdapat dalil bahwa hari Ied ditetapkan bersama manusia. Demikian keterangan Syaikhul Islam. Pendapat Ketiga: Dia berpuasa dan ber iedul fithri bersama manusia. Inilah pendapat yang paling jelas karena sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (yang artinya): "Puasa kalian adalah pada hari kalian semua berpuasa dan berbuka kalian (Iedul Fithri) adalah pada hari kalian semua berbuka (tidak berpuasa) dan (Iedul) Adha kalian adalah hari kalian berkurban. Syaikh Al-Albani berkata: Sanadnya jayyid (bagus) dan rawi-rawinya semuanya tsiqah (terpercaya). apakah dia harus beriedul fithri/berpuasa sendiri atau bersama manusia? Dalam permasalahan ini ada tiga pendapat." Apabila seseorang menyaksikan pada malam ke 30 bulan Sya ban di suatu tempat. Tirmidzi 2/37 dan beliau berkata hadits gharib hasan . Pendapat ini masyhur dari madzhab Maliki dan Hanafi.. Lihat Silsilah Al-Hadits As-Shahihah 1/440)." (HR. maka barangsiapa diantara mereka melihat hilal dimana saja tempatnya..

Sebagaimana perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu Fatawa 25/117. Pengikut-pengikut beliau membela madzhabnya dan membantah hujjah orang yang menyelisihinya. Sama saja dia seorang mujtahid yang benar atau salah. atau melampaui batas. Perkaranya tetap diserahkan kepada imam dan jamaah. Terkadang seorang Imam meremehkan ketika disampaikan penetapan hilal dengan menolak persaksian orang yang adil. maka bagaimana hukumnya? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam hal ini mengatakan: Apa yang sudah menjadi ketetapan sebuah hukum tidak berbeda keadaannya pada orang yang diikuti dalam ru yah hilal. Pendapat ini berdalil dengan hadits Ibnu Umarradhiallahu anhuma yang ada dalam Shahihain bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallambersabda: "Apabila kalian melihat hilal (Ramadhan). maka wajib berpuasa karena dia sendirian di sana. Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam menerangkan dalam kitab beliauTaudlihul Ahkam 1/139 sebagai berikut: Pendapat yang masyhur dalam madzhab Imam Ahmad adalah wajib puasa pada waktu itu. berkata dalam Shahih Ibnu Majah: Yang jelas maknanya adalah bahwa perkara-perkara (berpuasa dan berhari raya) ini bukan untuk perorangan. dan jika salah maka pahala bagi kalian dan dosa atas mereka. pada saat hilal terhalang oleh awan sedangkan pada waktu itu malam yang ke 30 dari bulan Sya ban? Dalam permasalahan ini. bisa jadi karena tidak mau membahas tentang keadilannya atau karena politik dan sebagainya dari alasan-alasan yang tidak syar i. Diperkuat makna ini dengan hujjah Aisyah terhadap Masruq melarang puasa pada hari Arafah karena khawatir pada saat itu hari nahr (10 Dzulhijah). 25/206) Jika timbul pertanyaan bagaimana hukum puasa pada hari mendung. Tentang masalah apabila hilal tidak tampak dan tidak diumumkan padahal manusia sangat bersemangat mencarinya telah tersebut dalam As-Shahihah bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang para imam: "Mereka (para imam) shalat bersama kalian. (Silsilah Al-Hadits As-Shahihah 1/443-444) Akan tetapi jika seseorang tinggal disuatu tempat yang tidak ada orang kecuali dia. Syaikh Al-Albani menegaskan: Makna inilah yang terambil dari hadits tersebut. . apabila ia melihat hilal.Abul Hasan As-Sindi setelah menyebutkan hadits Abu Hurairah pada riwayat Tirmidzi. (Majmu Fatawa. jika mereka benar maka pahala bagi kalian dan mereka. tidak boleh bersendirian dalam hal itu. jika seseorang melihat hilal sedangkan imam menolak persaksiannya. Atas dasar ini. Aisyah berkata: Nahr (Iedul Adha) adalah hari orang-orang menyembelih kurban dan Iedul Fithri adalah hari orang-orang berbuka. Maka kesalahan dan pelampauan batas adalah tanggung jawab mereka bukan tanggung jawab kaum muslimin yang tidak salah dan tidak melampaui batas. Dengan persempit bulan Sya ban menjadi 29 hari. Jika mendung atas kalian maka kirakirakanlah. maka puasalah dan apabila melihatnya (hilal Syawal) maka berbukalah. maka seharusnya tidak diakui dan wajib atasnya untuk mengikuti jamaah pada yang demikian itu. Aisyah menerangkan kepadanya bahwa pendapatnya tidak dianggap dan wajib atasnya untuk mengikuti jama ah.

Demikian penjelasan Syaikh Ali Bassam. karena pada waktu itu adalah waktu keraguan yang dilarang puasa padanya. Kalau dikatakan boleh dua perkara. Dan makna hadits Ammar dan selainnya menunjukkan atas haramnya puasa (pada saat itu).Sedangkan Imam Malik. Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughni bahwa riwayat dari Imam Ahmad menyatakan bahwa pada waktu itu puasa tidak wajib dan jika dia puasa. Inilah pendapat kebanyakan ahlul ilmi (ulama). Mereka berdalil dengan hadits Ammar yang diriwayatkan oleh Ashabus Sunan: Barang siapa berpuasa pada hari yang diragukan. Sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam telah melarang hal itu. At-Tirmidzi mengatakan bahwa berdasarkan hadits ini para ulama dari kalangan shahabat dan tabi in beramal. diantaranya hadits Ammar: Tidak boleh puasa pada waktu ragu. karena ada awan yang menghalangi atau selainnya. maka sunnah untuk berbuka itu lebih utama. Pendapat inilah pendapat Imam Ahmad yang sebenarnya. Syaikh Muhammad bin Hasan berkata: Tidak diragukan lagi bahwa para peneliti dari kalangan madzhab Hambali dan selainnya berpendapat tentang tidak wajibnya berpuasa bahkan dimakruhkan atau diharamkan. Syaikh Abdul Lathief bin Ibrahim barkata bahwa orang yang melarang puasa (pada waktu diatas) mempunyai hujjah hadits-hadits. Oleh karena itu Imam As-Shan ani menegaskan: Ketahuilah bahwa hari yang diragukan adalah hari ke 30 dari bulan Sya ban apabila tidak terlihat hilal pada malam itu. maka janganlah (pendapat diatas) dinisbatkan (dihubungkan) kepadanya. (Subulus Salam2/308) Kalau sudah jelas bahwa hari yang diragukan. Bisa jadi saat itu bulan Ramadhan atau Sya ban. maka tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk berpuasa sebelum Ramadhan satu atau dua hari dengan alasan ihtiyath (berhati-hati) kecuali kalau hari itu bertepatan dengan hari puasa (yang biasa ia lakukan). ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi . Abu Hurairah radhiallahu anhu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan : Tidak berpuasa (pada saat itu) adalah madzhab Imam Ahmad. Syafi I dan Hanafi berpendapat bahwa tidak disyari atkannya puasa pada waktu itu. maka tidak dianggap puasa Ramadhan. maka dia sungguh telah bermaksiat kepada Abul Qasim (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). padahal tidak wajib dilakukan bahkan yang disunnahkan adalah meninggalkannya . Dari keterangan diatas menunjukkan bahwa malam ke-30 dari bulan Sya ban apabila tidak terlihat hilal karena terhalang oleh awan dan selainnya adalah waktu yang diragukan padanya puasa. Yang masih diragukan adalah tentang wajibnya berpuasa pada hari itu. Imam Ahmad juga mengatakan bahwa berpuasa pada hari yang diragukan adalah mendahului Ramadhan dengan puasa satu hari. Beliau (Ibnu Taimiyyah) berkata dalam Al-Furu: Aku tidak mendapatkan dari Ahmad bahwa beliau menegaskan wajibnya dan memerintahkannya.

yakni tidak boleh makan dan minum serta menikah (jima') setelah tidur. Muhammad. (HR. Hadits ini sebagai dalil bagi orang yang berkata bahwasanya shalat Ied boleh dilakukan pada hari kedua. Syafi i. Pendapat ini adalah pendapat Al-Auza I. Mereka mempersaksikan bahwa telah melihat hilal kemarin. kecuali orang yang biasa berpuasa (sunnat bertepatan pada hari itu). Ishaq. (Lihat Shifatus Shaum Nabi shallallahu alaihi wasallam karya Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Al-Hilali hal. apabila tidak jelas waktu Ied kecuali setelah keluar waktu shalatnya. tidak boleh makan hingga malam selanjutnya. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk berbuka (Iedul Fithri) dan pergi pagi-pagi ke tanah lapang keesokan harinya.wasallambersabda: Janganlah kalian dahului Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari. penulis Ustadz Zuhair Syarif). dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Sunan Tirmidzi 1/214. maka puasalah. Abu Yusuf. Hikmah Sahur Allah mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkan kepada orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab. Abu Hanifah. (Subulus Salam 2/133) Demikian keterangan para ulama tentang masalah diatas yang menunjukkan bolehnya shalat Iedul Fithri pada hari kedua. Wallahu a lam bisshawab. maka sungguh dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim shallallahu alaihi wasallam. Waktu dan hukumnya pun sesuai dengan apa yang diwajibkan pada Ahlul Kitab. hadits ke 1026). Sahur 1. [Lihat sebagai . 12-22. edisi XXIII. Allah berfirman (yang artinya): "Hai orang-orang yang beriman. Demikian keterangan Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Authar 3/310. hal. (Dikutip dari Majalah Salafy. Ahmad. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" [Al-Baqarah : 183]. Hukum Hilal Yang Diketahui Pada Akhir Siang Dari Umair bin Anas bin Malik dari pamannya dari kalangan shahabat bahwasanya ada sekelompok pengendara datang. Yaitu jika salah seorang dari mereka tidur. At-Tsauri. dan lainlain. Kesempurnaan itu hanya mutlak milik Allah Ta ala sedangkan makhluk tempat khilaf dan kekurangan. demikian pula diwajibkan atas kaum muslimin sebagaimana telah kami terangkan di muka karena dihapus hukum tersebut. Muslim) Shilah bin Zufar dari Amar berkata: Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan. Dhahir hadits diatas menunjukkan bahwa shalat pada hari yang kedua itu adalah penunaian bukan qadla. (HR.28). Imam As-Shan ani menyatakan: Hadits diatas sebagai dalil bahwa shalat Ied dilaksanakan hari kedua tatkala waktu Ied diketahui dengan jelas sesudah keluar (habis) waktu shalat (ied). Semoga tulisan yang diambil dari kitab-kitab para ulama ini bermanfaat bagi kita. Ahmad dan Abu Dawud.

Al-Harits majhul (tidak dikenal). menguatkan dalam puasa. sepertinya ia belum menemukan sanadnya] Dari Abdullah bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: Aku masuk menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika itu beliau sedang makan sahur. Hadits ini mempunyai syahid (saksi penguat) dalam riwayat Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Al-Khatib dalam Munadih Auhumul Sam'i wa Tafriq 1/203. Keberadaan sahur sebagai barakah sangatlah jelas. beliau bersabda (yang artinya): "Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian. Tafsir Quranil 'Adhim 1/213214 oleh Ibnu Katsir. perawi lainnya tsiqat (dipercaya). karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menamakannya dengan makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits Al-Irbath bin Syariyah dan Abu Darda'radhiyallahu 'anhuma (yang artinya): "Marilah menuju makan pagi yang diberkahi. yakni sahur". Adz-Dzahabi berkata: "Tidak dikenal. Ats-Tsarid dan makan sahur" [Hadits riwayat Thabrani dalam Al-Kabir 5127. Sedangkan hadits Abu Darda diriwayatkan oleh Ibnu Hibban 223-Mawarid dari jalan Amr bin Al- . Ad-Durul Mantsur 1/120-121 karya Imam Suyuthi]. karena mereka tidak melakukan makan sahur. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya):"Barokah itu ada pada tiga perkara: Al-Jama'ah. menambah semangat untuk menambah puasa karena merasa ringan orang yang puasa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Sesungguhnya Allah menjadikan barokah pada makan sahur dan takaran"[Hadits Riwayat As-Syirazy (Al-Alqzb) sebagaimana dalam Jami'us Shagir 1715 dan Al-Khatib dalam AlMuwaddih 1/263 dari Abu Hurairah dengan sanad yang lalu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur"[Hadits Riwayat Muslim 1096] 2. Hadits ini hasan (baik) sebagai syawahid dan didukung oleh riwayat sebelumnya. Abu Nu'aim dalam Dzikru Akhbar Ashbahan 1/57 dari Salman Al-Farisi Al-Haitsami berkata Al-Majma 3/151 dalam sanadnya ada Abu Abdullah Al-bashiri. maka janganlah kalian tinggalkan" [Hadits Riwayat Nasa'i 4/145 dan Ahmad 5/270 sanadnya shahih].tambahan tafsir-tafsir berikut: Zadul Masir 1/184 oleh Ibnul Jauzi. Nasa'i 4/145 dari jalan Yunus bin Saif dari Al-Harits bin ZIyad dari Abi Rahm dari Irbath. [Adapun hadits Al-Irbath diriwayatkan oleh Ahmad 4/126 dan Abu Daud 2/303. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh makan sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab. Al-Manawi memutihkannya dalamFawaidul Qadir 2/223. Keutamaannya a. Makan Sahur Adalah Barokah. sanadnya hasan] Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Dari Salman radhiyallahu 'anhu. Dalam makan sahur juga (berarti) menyelisihi Ahlul Kitab. Dari Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu.

Sehingga Zaid pun memakai ukuran lamanya baca mushaf sebagai isyarat dari beliauradhiyallahu 'anhu bahwa waktu itu adalah waktu ibadah dan amalan mereka membaca dan mentadabbur AlQur'an". dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah. Aku tanyakan (kata Anas). Ibnu Hibban 223. Al-Hafidz berkata dalam Al-Fath 4/238 : "Di antara kebiasaan Arab mengukur waktu dengan amalan mereka. ketika selesai makan sahur Nabishallallahu 'alaihi wasallam bangkit untuk shalat subuh. karena keutamaan yang disebutkan tadi. dan karena sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (yang artinya): "Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air" [Telah lewat Takhrijnya] 3. Barangsiapa yang tidak menemukan korma. Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb Yang Maha Pengasih. Allah dan Malaikat-Nya Bershalawat Kepada Orang-Orang yang Sahur. "Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur'an" [Hadits Riwayat Bukhari 4/118. Mungkin barakah sahur yang tersebar adalah (karena) Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya. Mengakhirkan Sahur Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar. selama menyembelih onta. Hadits ini ada syahid (penguat)-nya dari hadits Al-Migdam bin Ma'dikarib. beliau termasuk mudallis taswiyah ?! Maka hadits ini shahih]. hendaknya bersungguh-sungguh untuk bersahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air. karena dia menegaskan hadits dari Syaikhya! Akan tetapi apakah itu cukup atau harus tegas-tegas dalam seluruh thabaqat hadits. Dan sahurnya seorang muslim yang paling afdhal adalah korma. Nasaai 4/146 sanadnya shahih. Dan sanadnya SHAHIH]. Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (yang artinya): "Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma" [Hadits Riwayat Abu Daud 2/303. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Sahur itu makanan yang barakah. b. "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?" Zaid menjawab. Muslim 1097.Harits dari Abdullah bin Salam dari Risydin bin Sa'ad. kalau selamat dari Baqiyah. dsb. malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka. Sekian dengan sedikit perubahan] . karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur" [Telah lewat takhrijnya]. Anas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu: "Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian beliau shalat". Fawaqa naqah (waktu antara dua perasan). Baihaqi 4/237 dari jalan Muhammad bin Musa dari Said Al-Maqbari dari Abu Hurairah. janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air. Risydin dhaif (lemah). karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallamdan Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu melakukan sahur. berdo'a kepada Allah agar mema'afkan mereka agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan. memenuhi mereka dengan rahmat-Nya. Diriwayatkan oleh Ahmad 4/133. Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. (misal): kira-kira selama memeras kambing.

penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. karena Allah Jalla Sya'nuhu mema'afkan kesalahan. jima' selama (dalam keadaan) ragu fajar telah terbit atau belum. 3/44 dari tiga jalan dari Abu Said Al-Khudri. Sesunguhnya kejelasan adalah satu keyakinan yang tidak ada keraguan lagi.884 padanya ada 'an-anah Qatadah. Ahmad 3/367. Hukumnya Oleh karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya -dengan perintah yang sangat ditekankan-. minum dan jima. Abu Ya'la 3/438. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah dan Malaikat-Nya memberi sahalawat kepada orangorang yang sahur" [Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah 2/8. 2) Sahur adalah syiarnya puasa seorang muslim. selama belum ada kejelasan. beliau bersabda (yang artinya):"Pembeda antara puasa kami dan Ahlul Kitab adalah makan sahur" [Telah lewat Takhrijnya] Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang meninggalkannya. ada kelemahan.Ketahuilah wahai hamba Allah -mudah-mudahan Allah membimbingmu. 4. Ahmad 3/12. didukung oleh hadits Abdullah bin Amr di Ibnu Hibban no. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Jelaslah. dan pemisah antara puasa kita dan puasa Ahlul Kitab. Wallahu a'lam. hal ini terlihat dari tiga sisi: 1) Perintahnya. Ke 5 th 1416 H. Saya katakan: Kami berpendapat perintah Nabi ini sangat ditekankan anjurannya. Muslim 1095 dari Anas]. minum. Hadits Hasan]. sedangkan orang yang masih ragu (dan) belum mendapat penjelasan. Inilah qarinah (isyarat) yang kuat dan dalil yang jelas. Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. 3) Larangan meninggalkan sahur. Sebagaimana menguatkan yang lain] Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Sahurlah kalian walaupun dengan seteguk air" [Hadits Riwayat Abu Ya'la 3340 dari Anas. Ifthar (Buka Puasa) . Al-Hafidz Ibnu Hajar menukilkan dalam kitabnya Fathul Bari 4/139: Ijma (adanya kesepakatan para ulama -red) atas sunnahnya. Edisi Indonesia:Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR). Beliau bersabda (yang artinya): "Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu" [Ibnu Abi Syaibah 3/8.kalian diperbolehkan makan. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. dan Allah serta Rasul-Nya telah menerangkan batasan-batasannya sehingga menjadi jelas. Kemudian beliau menjelaskan tingginya nilai sahur bagi umatnya. beliau bersabda (yang artinya):"Sahur adalah makanan yang barakah.] Dan beliau bersabda (yang artinya): "Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barakah" [Hadits Riwayat Bukhari 4/120. Walaupun demikian. kelupaan serta membolehkan makan. AlBazzar 1/465 dari jalan Syuraik dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail dari Jabir.

serta perbuatan para sahabatnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka" [Hadits Riwayat Bukhari 4/173 dan Muslim 1093].1. Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf 7591 dengan sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari 4/199 dan al-Haitsami dalam Majma' Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al Audi: "Para sahabat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur". b. Radhiyallahu 'anhum telah kau lihat. Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu. Kapan orang yang puasa berbuka? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya): Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam" [Al-Baqarah : 187]. memperkokoh petunjuk yang kita jalani.-ed) agar menjadi tenang hati seorang muslim yang mengikutisunnatul huda. janganlah dihiraukan oleh rona merah yang masih terlihat di ufuk. Hal-hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada paragraf-paragraf yang akan datang. mereka telah mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. 2. Menyegerakan berbuka Wahai saudaraku seiman. yang kita harapkan jin dan manusia berkumpul diatasnya. Menyegerakan berbuka adalah sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam Jika umat Islamiyah menyegerakan berbuka berarti mereka tetap di atas sunnah RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam dan manhaj Salafus Shalih. dengan ini berarti engkau telah mengikuti sunnah Rasuullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menyelisihi Yahudi dan Nasrani. Pengakhiran mereka itu sampai pada waktu tertentu yakni hingga terbitnya bintang. asalnya -telah . Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa)" [Hadits Riwayat Ibnu Hibban 891 dengan sanad Shahih. Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu. wajib atasmu berbuka ketika matahari telah terbenam. inilah perkataan-perkataan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ada di hadapanmu dapatlah engkau membacanya. Maka dengan mengikuti jalan dan manhaj Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berarti engkau menampakkan syiar-syiar agama. Menyegerakan berbuka berarti menghasilkan kebaikan. Wahai hamba Allah. a. Kami telah membawakan (penjelasan ini pada pembahasan yang telah lalu. dengan izin Allah mereka tidak akan tersesat selama "berpegang dengan Rasul mereka (dan) menolak semua yang merubah sunnah". Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menafsirkan dengan datangnya malam dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari. dan keadaannya yang sudah jelas dan telah engkau ketahui. karena mereka mengakhirkan berbuka.

jadi pusat perhatian. karena sesungguhnya Islam (senantiasa) tetap tampak dan menang. dan sungguh kita mengetahui buah dari menyelisihi Yahudi dan Nasrani adalah tetap (tegak)nya agama lahir dan batin. ini adalah pembagian bid'ah jahiliyah modern yang bertujuan mengotori fikrah kaum muslimin dan memasukkan mereka ke dalam lingkaran kekhawatiran. Berpegang dengan Islam baik secara global maupun rinci. karena mereka tidak menjadi pengekor orang Timur dan Barat. 2. jangan sampai kita mengatakan seperti perkataan kebanyakan mereka: "Ini perkara-perkara . bahwa mereka akan mendapatkan kebaikan yang banyak. kecuali dengan kembali kepada Islam. perkaraperkara baru yang menimpa umat Islam tidak menyebabkan kita memilah syiar-syiar Allah.Kami katakan: Syi'ah Rafidhoh telah mencocoki Yahudi dan Nasrani dalam mengakhirkan buka hingga terbitnya bintang. disenangi oleh semua hati. Menyegerakan berbuka berarti menyelisihi Yahudi dan Nashrani Tatkala manusia senantiasa berada di atas kebaikan dikarenakan mengikuti manhaj Rasul mereka. kita diperintah untuk menyelisihi mereka secara global maupun terperinci. red) -mudah-mudahan Allah merobohkannya-. ketika itu umat Islam akan menjadi singa pemberani di lautan kegelapan. dan condong bersama angin kemana saja angin beriup. tidak akan memudharatkan orang yang menyelisihinya. sanadnya Hasan] Hadits-hadits di atas mempunyai banyak faedah dan catatan-catatan penting.lewat dalam shahihain. Mudah-mudahan Allah melindungi kita semua dari kesesatan. tauladan yang baik untuk diikuti. berdasarkan firman Allah (yang artinya): Hai orang-orang yang beriman. (yaitu) pengikut semua yang berteriak.]. Hal ini tidak akan terwujud. c. (yaitu) mereka yang mengimani sebagian kitab dan mendustakan sebagian yang lainnya. jika membedakan diri dan tidak condong ke Barat ataupun ke Timur. berpegang dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam masalah Aqidah dan Manhaj. menolak untuk mengekor Kremlin (Istana Kepresidenan Rusia. maka orang yang membagi Islam menjadi inti dan kulit. ini sebagai penjelasan bagi umat Islam. sebagai berikut: 1. Ini tidak ada asalnya dalam agama Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka. masuklah kamu dalam Islam secara kaffah" [AlBaqarah : 208]. Atas dasar inilah. red) atau mencari makan di Gedung Putih (Istana Kepresidenan Amerika. jika umat ini berbuat demikian mereka akan menjadi perhiasan diantara umat manusia. memelihara sunnahnya. karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya" [Hadits Riwayat Abu Dawud 2/305. Kemenangan agama ini dan berkibarnya bendera akan tercapai dengan syarat menyelisihi orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab. Ibnu Hibban 223. bahkan akhirnya akan merembet kepada perbuatan orang-orang yang dimurkai Allah. Dakwah ke jalan Allah dan memberi peringatan kepada mukminin tidak akan terputus. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.

. dia akan menjadi kuat dengannya (korma). Aku katakan mauquf -sebagaimana telah jelas. karena hal itu adalah perkara furu'. kita pusatkan kesungguhan kita untuk perkara besar yang memecah belah shaf kita dan mencerai-beraikan barisan kita.. lebih membangkitkan selera dan bermanfaat bagi badan. terutama badan yang sehat. amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin" [At-Taubah : 128]. Berbuka sebelum shalat maghrib Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka sebelum shalat Maghrib [Hadits Riwayat Ahmad (3/164). Allah berfirman (yang artinya): Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. berat terasa olehnya penderitaan olehmu. sesungguhnya korma mengandung berkah dan kekhususan demikian pula air. da'i ke jalan Allah di atas bashirah (ilmu/dalil). sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. Karena memberikan ke tubuh yang kosong sesuatu yang manis.kecil. jika didinginkan dengan air akan sempurna manfaatnya dengan makanan. adapun yang marfu' ada perawi yang tidak aku ketahui biografinya". (yang) tidak mungkin seluruh muslimin berdiri di atasnya.khilafiyah dan hawasyiyah. menjauhkan umat Islam dari agamanya atau menyangka (hal tersebut) sebagai dakwah yang tidak ada nilainya. kalau tidak ada korma dengan air. dan seruan untuk menghidupkan sunnah ini adalah dakwah yang sesat dan bodoh.tapi mempunyai hukum marfu' (yakni dianggap bersumber dari Nabi shallalahu 'alaihi wasallam)]. 3. marfu' (riwayatnya sampai kepada Nabi) dan mauquf (riwayatnya hanya sampai kepada sahabat) shahih. ini termasuk kesempurnaan kasih sayang dan semangatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (untuk kebaikan) umatnya dan dalam menasehati mereka. kita wajib meninggalkannya. mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan (kanan) di atas tangan kiri dalam shalat" [Hadits Riwayat Thabrani dalam AlKabirsebagaimana dalam Al-Majma (2/105) dia berkata: ". furu'. engkau telah tahu dari hadits-hadits yang mulia bahwa jayanya agama ini bergantung pada disegerakannya berbuka puasa yang dilakukan tatkala lingkaran matahari telah terbenam. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu (ia berkata): "Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa .dalam pengaruhnya terhadap hati dan mensucikannya. Ketahuilah wahai hamba yang taat. Berbuka dengan apa? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan korma. karena badan ketika dibawa puasa menjadi kering. Maka bertaqwalah kepada Allah (wahai) setiap orang yang menyangka berbuka ketika terbenamnya matahari adalah fitnah. tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang ber-ittiba' (mengikuti sunnah Nabi shallalahu 'alaihi wasallam)... Abu Dawud (2356) dari Anas dengan sanad Hasan] karena menyegerakan berbuka termasuk akhlaknya para nabi. Dari Abu Darda' Radhiyallahu 'anhu: "Tiga perkara yang merupakan akhlak para Nabi: menyegerakan berbuka. Adapun air. d. khilafiyah atau masalah kulit!! Walaa haula walaa quwwata illa billah." Perhatikanlah wahai kaum muslimin.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. bahwa beliau jika berbuka mengucapkan Dzahabad-dhoma'u wabtalatil 'uruuqu watsabbatil ajru insya Allah yang artinya: Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat. dan telah ditetapkan pahala Insya Allah" [Hadits Riwayat Abu Dawud 92/306).untuk memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya banyak. 4. Memberi makan (buka) orang yang puasa Bersemangatlah wahai saudaraku -mudah-mudahan Allah memberkatimu dan memberi taufik kepadamu untuk mengamalkan kebajikan dan taqwa. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak akan ditolak" [Hadits Riwayat Ibnu Majah (1/557). mudahmudahan engkau bisa mengambil kebaikan di dunia dan akhirat. Aku katakan: memang seperti ucapannya] 5. Al-Hakim (1/422) Ibnu Sunni (128). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : Tiga do'a yang dikabulkan: do'anya orang yang berpuasa.sesungguhnya engkau punya do'a yang dikabulkan. jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air" [Hadits Riwayat Ahmad (3/163). Yang diucapkan ketika berbuka Ketahuilah wahai saudaraku yang berpuasa . -ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do'a dari hati yang lalai-. Berdo'alah kepada-Nya dengan apa yang kamu mau dari berbagai macam do'a yang baik. jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr). Ibnu Khuzaimah (3/277. Thayalisi (299) dari dua jalan Al-Bushiri berkata: (2/81) ini sanad yang shahih. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Barangsiapa yang memberi . Hakim (1/422). sanadnya shahih].] Dari Abdullah bin Amr bin Al 'Ash. hadits ini punya syahid yaitu hadits selanjutnya. maka manfaatkanlah. Baihaqi (4/239).mudah-mudahan Allah memberi taufiq kepada kita untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam. berdo'alah kepada Allah dalam keadaan engkau yakin akan dikabulkan.] Do'a yang tidak tertolak ini adalah ketika waktu engkau berbuka berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Tiga orang yang tidak akan ditolak do'anya : orang yang puasa ketika berbuka. Tirmidzi 93/70) dengan dua jalan dari Anas. perawi-perawinya tsiqat]. Abu Dawud (2/306). Imam yang adil dan do'anya orang yang didhalimi" [Hadits Riwayat Tirmidzi (2528). Ibnu Majah (1752). Abu Muslim Al-Kajji dalam Juz-nya. Ibnu Sunni (128). Ibnu Hibban (2407) ada jahalah Abu Mudillah. Nasaai dalam 'Amalul Yaum (296). Daruquthni (2/185) dia berkata: "sanadnya hasan".sallam berbuka dengan korma basah (ruthab).278). do'anya orang yang terdhalimi dan do'anya musafir" [Hadits Riwayat Uqaili dalam Ad-Dhu'afa' (1/72). Do'a yang paling afdhal adalah do'a ma'tsur dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. dan dari jalan Ibnu Masi dalam Juzul Anshari sanadnya hasan kalau tidak ada 'an-'annah Yahya bin Abi Katsir.

Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet.] Orang yang puasa harus memenuhi undangan (makan) saudaranya. ibnu Majah (1746). sandnya shahih. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. dia harus berkeyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun amal kebaikannya. karena barangsiapa yang tidak menghadiri undangan berarti telah durhaka kepada Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam.5/192) Tirmidzi (804). Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. orang-orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian" [Hadits Riwayat Abi Syaibah (3/100). dan tidak menganggapnya suatu kesalahan jika mengamalkannya. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly.buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun" [Hadits Riwayat Ahmad (4/144. Peringatan: Apa yang ditambahkan oleh sebagian orang tentang hadits ini: "Allah menyebutkan di majlis-Nya" adalah tidak ada asalnya. Perhatikan !!] Doa Allahumma ath im man ath amanii. Dari Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu 'anhuma: Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima' dengan isterinya. Allah dan Rasul-Nya telah membolehkan beberapa hal bagi orang yang puasa. Abdur Razak (4/311) dari berbagai jalan darinya. Bersiwak . dan para malaikat bershalawat (mendo'akan kebaikan) atas kalian. wa asqi man saqoonii (yang artinya): Ya Allah. ampunilah mereka dan rahmatilah. Muslim 1109] 2. berilah makan orang yang memberiku makan. Nasa'i dalam 'Amalul Yaum (268). Ahmad (3/118). Orang yang diundang disunnahkan mendo'akan pengundangnya setelah selesai makan dengan do'a-do'a dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya): Telah makan makanan kalian orang-orang bajik.116. 1. beliau mandi setelah fajar kemudian shalat. berilah minum orang yang memberiku minum" [Hadits Riwayat Muslim 2055 dari Miqdad] Do a Allahummaghfir lahum warhamhum wa baarik fiima rozaqtahum (yang artinya): Ya Allah. dishahihkan oleh Tirmidzi. Ibnu Hibban (895). berilah barakah pada seluruh rizki yang Engkau berikan" [Hadits Riwayat Muslim 2042 dari Abdullah bin Busrin] Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Memasuki waktu subuh dalam keadaan junub Diantara perbuatan yang pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah masuk fajar dalam keadaan junub karena jima' dengan isterinya (sebelum fajar).115. kemudian ia mandi dan berpuasa" [Hadits Riwayat Bukhari 4/123. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. tidak akan dikurangi pahalanya sedikitpun. Inilah perbuatan-pebuatan tersebut beserta dalil-dalilnya. Ke 5 th 1416 H. Edisi IndonesiaSifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR). Ibnu Sunni (129). Hal-hal yang dibolehkan ketika berpuasa Seorang hamba yang taat serta paham Al-Qur'an dan Sunnah tidak akan ragu bahwa Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya dan tidak menginginkan kesulitan.

[ Hadits Riwayat Ahmad 2/185.. Wallahu 'alam. An-Nasaai no. demikian pula Ibnu Khuzaimah dan selain keduanya.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Seandainya tidak memberatkan umatku. Ibnu Abi Syaibah 3/101. Abu Daud 2/308. Muslim 252 semisalnya]. Muslim 1106]. dengan syahid ini haditsnya menjadi hasan. Shahih Ibnu Khuzaimah3/247. Bercengkrama dan mencium isteri Aisyah Radhiyallahu 'anha pernah berkata (yang artinya): Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mencium dalam keadaan berpuasa dan bercengkrama dalam keadaan puasa. Sanadnya dhaif (lemah) karena dhaif-nya Ibnu Lahi'ah. "Kami (para Sahabat) pernah berada di sisi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. lihat pada pembahasan halaman sebelumnya. Syarhus Sunnah 6/298] Demikian pula hal ini umum di seluruh waktu. Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali dalam keadaan puasa" [Hadits Riwayat Tirmidzi 3/146. tetapi punya syahid (pendukung) dalam riwayat Thabrani dalam Al-Kabir11040 dari jalan Habib bin Abi Tsabit dari Mujahid dari Ibnu Abbas. [Inilah pendapat Bukhari rahimahullah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan bersiwak untuk orang yang puasa ataupun yang lainnya. sanadnya SHAHIH] 4. tetapi melarang orang yang berpuasa berlebihan ketika ber-istinsyaq. maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya orang tua itu (lebih bisa) menahan dirinya". "Ya Rasulullah. Ibnu Majah 407.. datanglah seorang pemuda seraya berkata. lihat Faqih Al-Mutafaqih 192-193 karena padanya terdapat hadits dari jalan-jalan yang lain]. Habib seorang mudallis dan telah 'an-'anah. akan tetapi beliau adalah orang yang paling bisa menahan diri" [Hadits Riwayat Bukhari 4/131. 3. bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa ?".221 dari jalan Ibnu Lahi'ah dari Yazid bin Abu Hubaib dari Qaushar At-Tufibi darinya. niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali wudlu"[Hadits Riwayat Bukhari 2/311. "Tidak". Ahmad 4/32. 5. Beliau menjawab: "Ya". bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa?" Beliau menjawab. Lihat Fathul Bari 4/158. Mengeluarkan darah dan suntikan yang tidak mengandung makanan Hal ini bukan termasuk pembatal puasa. 87 dari Laqith bin Shabrah.. Berkumur dan Istinsyaq Karena beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkumur dan ber-istinsyaq (memasukkan air ke hidung kemudian menghembuskannya) dalam keadan puasa. Datang pula seorang yang sudah tua dan dia berkata: "Ya Rasulullah. hal ini sebagai dalil bahwa bersiwak itu diperuntukkan bagi orang yang puasa dan selainnya ketika wudlu dan shalat. . Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): . baik sebelum zawal (tergelincir matahari di tengah hari) ataupun setelahnya. Kami saling pandang satu sama lain.

selama tidak sampai ke tenggorokan" [Hadits Riwayat Bukhari secara mu'allaq 4/154 -Fath.23 oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazrahimahullah. Mencicipi makanan Hal ini dibatasi. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma: "Sesungguhnya Nabishallallahu 'alaihi wa sallam berbekam. Penerbit Al Maktabah Al Islamiyyah cet. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. 6. Baihaqi 4/261 dari dua jalannya.408. Umar membasahi bajunya dengan air untuk mendinginkan badannya karena haus ketika puasa kemudian dia memakainya ketika dalam keadaan puasa. tidak mengapa bagi yang berpuasa". Hasan Al-Bashri dan Ibrahim An-Nakha'i memandang. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Membaca al-Quran Segala puji bagi Allah.Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Fii Ramadhan. dan Taghliqut Ta'liq 3/151-152: "Anas bin Malik. Ahmad 5/376. Mengguyurkan Air ke Atas Kepala dan Mandi Bukhari menyatakan dalam kitab Shahihnya [lihat maraji di atas] Bab Mandinya orang yang puasa. namun kemudian dihapus dan telah ada hadits shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. memakai tetes mata dan lainnya yang masuk ke mata Benda-benda ini tidak membatalkan puasa. yang . petunjuk. dimaushulkan Ibnu Abi Syaibah 3/47. yaitu selama tidak sampai di tenggorokan berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbasradhiyallahu 'anhuma: Tidak mengapa mencicipi sayur atau sesuatu yang lain dalam keadaan puasa. Ke 5 th 1416 H. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad. Bercelak. Lihat Nasikhul Hadits wa Mansukhuhu 334-338 karya Ibnu Syahin] 7. As-Sya'bi masuk kamar mandi dalam keadaan puasa. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengguyurkan air ke kepalanya dalam keadaan puasa karena haus atau kepanasan. [Hadits Riwayat Abu Daud 2365. Inilah yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam risalahnya yang bermanfaat dengan judul Haqiqatus Shiyam serta murid beliau yaitu Ibnul Qayim dalam kitabnya Zadul Ma'ad.430 sanadnya shahih] Judul Asli : Shifat shaum an. Al-Hasan berkata: "Tidak mengapa berkumur-kumur dan memakai air dingin dalam keadaan puasa". Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.LihatRisalatani Mujizatani fiz Zakati washiyami hal. rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. 9. Edisi Indonesia:Sifat Puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR). Lihat Taghliqut Ta'liq 3/151-152] 8.380. Berbekam Dahulu berbekam merupakan salah satu pembatal puasa. Imam Bukhari berkata dalam shahhihnya (4/153-Fath) hubungkan dengan Mukhtashar Shahih Bukhari 451 karya Syaikh kami Al-Albani Rahimahullah. bahwa beliau berbekam ketika puasa. hadits ini Hasan. yang telah menurunkan kepada hamba-Nya kitab Al-Qur'an sebagai penjelasan atas segala sesuatu. baik rasanya yang dirasakan di tenggorokan atau tidak. padahal beliau sedang berpuasa" [Hadits Riwayat Bukhari 4/155-Fath.

karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa 'at bagi pembacanya." (An-Nahl: 89) 2. diantara mereka ada yang hanya menjadikannya sebagai jimat dan diantara mereka ada yang hanya mengenalnya pada saat bulan Ramadhan saja. Namun tidak sepantasnya seorang muslim berpaling dari kitab yang mulia ini di luar bulan Ramadhan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjanjikan keutamaan yang begitu banyak bagi para pembacanya meskipun di luar bulan Ramadhan. Allah telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur'an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat. Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan tidak lain kecuali untuk suatu tujuan yang agung yaitu sebagai pelajaran dan hukum. 4. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi ouang-orang yang beriman. " (Yunus: 57). perintah dan larangannya. 5." (HR. direnungkan dan dipahami makna. "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. Memang benar bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an. ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah." (Thaha: 124) Di antara keutamaan Al-Qur'an: 1." (Al-Ma'idah: 15-16). tidak mengenalnya kecuali hanya pada saat-saat tertentu saja." (Thaha:123) Janganlah seorang muslim memalingkan diri dari membaca kitab Allah. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. katanya: Aku mendengar Rasul shallallahu 'alaihi . dengan firmanNya: "Maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu. Firman Allah Ta 'ala: "Hai manusia. Diantara mereka ada yang hanya membaca saat ada kematian. merenungkan dan mengamalkan isi kandungannya. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan. Adapun pada saat ini. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. kita dianjurkan agar memperbanyak membaca Al Qur'an pada bulan ini. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Bacalah Al-Qur'an. Firman Allah Ta 'ala: "Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orangorang yang berserah diri. Dari An-Nawwas bin Sam'an radhiallahu 'anhu. Al-Qur'an diturunkan untuk dibaca oleh setiap orang muslim. Allah telah mengancam orang-orang yang memalingkan diri darinya dengan firman-Nya: "Barangsiapa berpaling dari Al-Qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari Kiamat" (Thaha : 100). dan kitab yang menerangkan.diutus Allah sebagai rahmat bagi alam semesta. kemudian diamalkan. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. 3. Sehingga ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Tuhannya dan pemberi syafa'at baginya pada hari Kiamat. Muslim dari Abu Umamah). banyak manusia yang meninggalkan kitab yang agung ini.

mereka tidak melaluinya tanpa mempelajari makna dan cara pengamalannya." (HR. sedangkan yang . Abu Dawud dan At-Tirmidzi dengan mengatakan: hadits hasan shahih). Al-Bukhari) 7. Dari Abdullah bin Amr bin Al 'Ash radhiallahu 'anhuma. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf. 8. ia berlindung kepada Allah dan takut akan siksa-Nya." (HR. Jika ia menjumpai ayat yang memerintahkan sesuatu maka ia pun mematuhi dan menjalankannya." (HR." (HR. dengan didahului oleh surat Al Baqarah dan Ali Imran yang membela pembaca kedua surat ini. ia memohon dan mengharap kepada Allah rahmatNya. 9. yaitu membaca disertai merenungkan dan memahami maknanya. yaitu: orang yang dikaruniai Allah Al-Qur'an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang. yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya. katanya: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang membaca Al-Qur'an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Yang dimaksud hasad di sini yaitu mengharapkan seperti apa yang dimiliki orang lain. 467-469). Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma. agar mendapatkan apa yang dijanjikan Allah bagi para ahli Al-Qur'an berupa keutamaan yang besar. derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. perintah-perintahnya dan laranganlarangannya. Dari Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu. naiklah dan bacalah dengan pelan sebagaimana yang telah kamu lakukan di dunia. karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca. Dua pahala. (Lihat kitab Riyadhus Shaalihiin. katanya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallambersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya. Para sahabat Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dahulu jika mempelajari sepuluh ayat dari Al-Qur'an. 10. atau menjumpai ayat adzab. Maka bersungguh-sungguhlah -semoga Allah menunjuki Anda kepada jalan yang diridhaiNyauntuk mempelajari Al-Qur'anul Karim dan membacanya dengan niat yang ikhlas untuk Allah Ta'ala. lam satu huruf dan mim satu huruf. katanya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan. hlm. bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dikatakan kepada pembaca Al-Qur'an: "Bacalah. sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala." (Hadits Muttafaq 'Alaih). (Hadits Muttafaq 'Alaih). AtTirmidzi. katanya: hadits hasan shahih). Bersungguh-sungguhlah untuk mempelajari maknanya dan mengamalkannya. 6. dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Dan perlu Anda ketahui. atau menjumpai ayat yang melarang sesuatu maka iapun meninggalkan dan menjauhinya. Jika ia menjumpai ayat rahmat. dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang". bahwa membaca Al-Qur'an yang berguna bagi pembacanya. Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu.wasallam bersabda: "Didatangkan pada hari Kiamat Al-Qur'an dan para pembacanya yang mereka itu dahulu mengamalkannya di dunia. tetapi alif satu huruf. Muslim). Dari Aisyah radhiallahu 'anhu. pahala yang banyak. Al-Qur'an itu menjadi hujjah bagi orang yang merenungkan dan mengamalkannya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh hasad (iri) kecuali dalam dua perkara.

" (Al-Baqarah: 185). oleh Ibnu Katsir." (HR. Dua Tanah Suci dan sepuluh hari Dzul Hijjah karena memanfaatkan waktu dan tempat. atau duduk. Dan dalam hadits shahih dari Ibnu Abbas." (Al-Muzzammil: 6). mencari waktu-waktu yang paling utama seperti malam. dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. yakni dengan bersuci. menghadap kiblat. atau dalam keadaan berbaring. 107.) . oleh Ibnu Qaasim. yang di dalamnya diturunkan permulaan Al-Qur'an . Berdasarkan firman Allah: "(Yaitu) orang-orang yang dzikir kedada Allah sambil berdiri. dengan setiap hari' membaca sepertujuh dari Al-Qur'an dengan melihat mushaf. berjalan dan menaiki kendaraan. seperti: Ramadhan. Disunatkan membaca Al-Qur'an dalam kondisi sesempurna mungkin.. Ada dua cara untuk mempelajari Al-Qur'anul Karim: 1. Membaca ayat sesudahnya. serta mereka diliputi rahmat. Ini menunjukkan dianjurkannya banyak-banyak membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan pada malam hari. berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada Abdullah bin Amr: "Bacalah AlQur'an itu dalam setiap tiga hari" (Lihat kitab Fadhaa'ilul qur'an. duduk. Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah seraya membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka. Firman Allah Ta 'ala: "lni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapatkan pelajaran. setelah maghrib dan setelah fajar. juga membacakan Al-Qur'an kepada orang yang lebih hafal. hlm. Membaca ayat yang dibaca sahabat Anda. karena melihat mushaf merupakan ibadah. Namun cara pertama lebih baik. Sedangkan Al-Qur'anul Karim merupakan dzikir yang paling agung. kembali terkumpulnya semangat dan bertemunya hati dan lisan untuk merenungkan. Bulan Ramadhan memiliki kekhususan dengan Al-Qura'nul Karim. Juga mengkhatamkannya kurang dari seminggu pada waktu-waktu yang mulia dan di tempat-tempat yang mulia.tidak mengamalkan dan memanfaatkannya maka Al-Qur'an itu menjadi hujjah terhadap dirinya (mencelakainya)." (Ali Imran: 191). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertemu dengan Jibril pada bulan Ramadhan setiap malam untuk membacakan kepadanya Al-Qur'anul Karim. 169-172 dan Haasyiatu Muqaddimatit Tafsiir. Dan juga menunjukkan dianjurkannya memperbanyak bacaan Al-Qur'an pada bulan Ramadhan. Dalam hadits Ibnu Abbas di atas disebutkan pula mudarasah antara Nabi dan Jibril terjadi pada malam hari. him. Hal itu menunjukkan dianjurkannya mempelajari Al-Qur'an pada bulan Ramadhan dan berkumpul untuk itu. dikerumuni para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah kepada para malaikat di hadapan-Nya. Seperti dinyatakan dalam firman Allah: "Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu'). karena malam merupakan waktu berhentinya segala kesibukan.. Kadar bacaan yang disunatkan Disunatkan mengkhatamkan Al-Qur'an setiap minggu. Jika membaca Al-Qur'an khatam dalam setiap tiga hari pun baik... Muslim). tidur. sebagaimana firman Allah:"Bulan Ramadhan. Tentang keutamaan berkumpul di masjid-masjid untuk mempelajari Al-Qur'anul Karim. " (Shad: 29). 2. Boleh membaca sambil berdiri. kecuali turunlah ketenangan atas mereka.

Hal ini diperkuat hadits Hakim bin Hizam yang lafazhnya: "Jangan menyentuh Al-qur'an kecuali jika kamu suci. yaitu yang menyerupai lagu." (HR. Jika hal itu dapat mengubah aturan Al-Qur'an . padahal kita diperintahkan untuk memperhatikannya sebenamya menghalangi hatinya dari apa yang dikehendaki Allah dalam kitabNya. menghidupkan huruf yang mati dan mematikan yang hidup. serta aturan musikal. Membacanya diperlakukan demikian. maka dekat waktunya ia mencapai tujuan dan menggapai cita-cita serta mendapati dirinya termasuk orang-orang pendahulu. cahaya penglihatan dan hujjah. Imam Ahmad berkata : "Betapa berat beban Al-Qur'an itu bagi orang yang menghafalnya kemudian melupakannya.Dan makruh menunda khatam Al-Qur'an lebih dari empat puluh hari." ( LihatAI Muwafaqaat. Al-Qur'anul Karim syari'at sempurna: Asy-Syathibi dalam kitab Al-Muwaafaqaat mengatakan : "Sudah menjadi kesepakatan bahwa kitab yang mulia ini adalah syari'at yang sempurna. oleh Asy-Syathibi. Adapun suara-suara dengan lagu yang diada-adakan yang terdiri atas nada dan irama yang melalaikan. sendi agama. Imam Ahmad melarang talhin dalam membaca Al-Qur'an. Mahasuci firman Allah dari hal itu semua. memutuskannya dari pemahaman firman-Nya. mau tidak mau bagi siapa yang hendak mengetahui keuniversalan syariat." (Al-Waqi'ah: 79). sumber hikmah. memanjangkan yang pendek. maka Al-Qur'an adalah suci. bila hal tersebut dikhawatirkan membuatnya lupa. Ibnu Katsir rahimahullah dalam Fadhaailul Qur'an mengatakan: "Sasaran yang diminta menurut syara' tiada lain yaitu memperindah suara yang dapat mendorong untuk merenungkan dan memahami Al-Qur'an yang mulia dengan khusyu'." (HR. dari hal ini dan tak layak jika dalam. Ath-Thabrani dan Al-Hakim dengan menyatakannya shahih). tunduk. dan patuh penuh ketaatan. Mereka lakukan hal itu supaya sesuai dengan irama lagu-lagu yang merdu.) Hukum melagukan Al-Qur'an : Pembaca dan pendengar Al-Qur'an yang hatinya disibukkan dengan lagu dan sejenisnya -yang dapat mengakibatkan perubahan firman Allah. Tiada jalan menuju Allah selainnya. dasarnya firman Allah Ta'ala: "Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. 125126. 31224. Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wassallam: "Tidak dibenarkan menyentuh Al-Qur'an ini kecuali orang yang suci. Malik dalam Al-Muwaththa. him. Kalau demikian halnya. tiada keselamatan kecuali dengannya dan tidak ada yang dapat dijadikan pegangan sesuatu yang menyelisihinya." (Lihat kitab Fadhaa'ilul qur'an. beliau berkata : "Itu bid'ah. yaitu sunnah yang menjelaskan kitab ini.) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: "Irama-irama yang dilarang para ulama untuk membaca Al-Qur'an yaitu yang dapat memendekkan huruf yang panjang. oleh Ibnu Katsir. Ad-Daruquthni dan lainnya)". berkeinginan mengenal tujuan-tujuannya serta mengikuti jejak para ahlinya harus menjadikannya sebagai kawan bercakap dan teman duduknya sepanjang siang dan malam dalam teori dan praktek. bukti kerasulan." Dilarang bagi yang berhadats kecil maupun besar menyentuh mushaf. adalah ucapan para imam terkemuka dan salaf pendahulu yang dapat membimbingnya dalam tujuan yang mulia ini. Selainnya. Dan tidaklah mampu atas hal itu kecuali orang yang senantiasa menggunakan apa yang dapat membantunya. dan dalam rombongan pertama jika ia mampu.

ia kerjakan sholat malam. dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).) Qiyamullail (Shalat Malam) Qiyamul lail atau yang biasa disebut juga Sholat Tahajjud atau Sholat Malam adalah salah satu ibadah yang agung dan mulia . dan sebagai ibadah tathowwu (sunnah) bagi umat beliau. Ketiga: Siapa yang menunaikan qiyamul lail itu. tentu kita akan berlomba-lomba untuk menggapainya. dan tidak setiap muslim sanggup melakukannya. yang disyari atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta ala sebagai ibadah nafilah atau ibadah sunnah. (Al-Isro :79). dia akan terpelihara dari gangguan setan. Pertama: Barangsiapa menunaikannya. berarti ia telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya. (HR Bukhari 3/31 dan Muslim 2/185). Allahsubhanahu wa ta ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah (yakni Abdullah bin Umar bin Khaththab radhiyallahu anhuma -ed) seandainya ia sholat tengah malam. (HR Muslim No. Adapun makna ayat sebagai ibadah nafilah yakni sebagai tambahan bagi ibadah-ibadah yang fardhu. hal. maka ia memiliki banyak keutamaan. (lihat Zubdatut Tafsir. Beliau shallallahu alaihi wa sallam pernah menasihati Abdullah ibnu Umar radhiyallahu anhuma: Wahai Abdullah. oleh Ibnu Qaasim. Dr. (Adz-Dzariyat: 15-18). mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. siapa yang meninggalkan qiyamul lail. (Lihat Haasyiatu Muqaddimatit Tafsiir. 2478 dan 2479). sholat tahajjudlah kamu sebagai ibadah nafilah bagimu.dan menjadikan harakat sebagai huruf. 107. Sebaliknya. (Muttafaqun alaih) Kedua: Qiyamul lail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih dan calon penghuni surga. Berat memang. lalu ia meninggalkannya. (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. hlm. Akan tetapi bila seorang hamba mengamalkannya dengan penuh kesungguhan. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. 375 dan Tafsir Ibnu Katsir: 3/54-55) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda: Sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah qiyamul lail (sholat di tengah malam). dan ia akan bangun di pagi hari dalam keadan segar dan bersih jiwanya. Banyak nash dalam Al-Quran dan As-Sunnah yang menerangkan keutamaan ibadah ini. Muhammad Sulaiman Abdullah Al-Asyqor menerangkan: At-Tahajjud adalah sholat di waktu malam sesudah bangun tidur. ia akan bangun di pagi hari dalam keadan jiwanya dililit kekalutan (kejelekan) dan malas untuk beramal sholeh. sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Andaikan kita tahu keutamaan dan keindahannya. maka beliau menyatakan: Orang tersebut telah dikencingi setan di kedua telinganya. . (Muttafaqun alaih). janganlah engkau menjadi seperti fulan. sebagaimana firman-Nya: Dan pada sebagian malam hari. Suatu hari pernah diceritakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang orang yang tidur semalam suntuk tanpa mengingat untuk sholat. maka haram hukumnya. Disebutkan bahwa sholat lail itu merupakan ibadah yang wajib bagi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

lalu Ia berfirman: Adakah orang yang berdoa agar Aku mengabulkan doanya? (HR Bukhari 3/25-26). bahwa Allah Subhanahu wa Ta ala juga berfirman: Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari). Hal ini terus terjadi sampai terbitnya fajar. akan terhalang dari qiyamul lail. sehingga terdengar seperti suara dengungan lebah (yakni Al-Qur an yang beliau baca dalam sholat lailnya seperti dengungan lebah. Abu Sulaiman berkata: Malam hari bagi orang yang setia beribadah di dalamnya. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. (Tafsir Ibnu Katsir 3/54) Kesungguhan Salafus Shalih untuk menegakkan Qiyamul lail Disebutkan dalam sebuah riwayat. Kemudian apabila ia berwudhu.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga menceritakan: Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan (simpul) ketika kalian akan tidur. Ada seseorang yang bertanya: Aku tidak dapat bangun . dan Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya bila ia memohon ampunan kepada-Nya. Hal itu sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah dalam sabda beliau: Di waktu malam terdapat satu saat dimana Allah akan mengabulkan doa setiap malam. di malam hari itu ada satu waktu dimana Allah Subhanahu wa Ta ala akan mengabulkan doa orang yang berdoa. niscaya Aku pun akan memberinya. sampai menjelang fajar menyingsing. itu lebih nikmat daripada permainan mereka yang suka hidup bersantai-santai. bersilaturrahmi dan sholat berjamaah. siapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku. Allah akan memberi sesuatu bagi orang yang meminta kepada-Nya. maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih). Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu): Bagimu malam yang panjang. sungguh aku tidak suka tinggal di dunia ini. kelezatan dunia ini hanya ada pada tiga perkara. (Muttafaqun alaih) Keempat: Ketahuilah. karena beliau membaca dengan suara pelan tetapi bisa terdengar oleh orang yang ada disekitarnya). niscaya Aku akan mengabulkannya. bahwa tatkala orang-orang sudah terlelap dalam tidurnya. terurailah satu simpul lagi. Dalam riwayat lain disebutkan. maka terurailah (terlepas) satu simpul. dan siapa yang berdoa kepadaKu. (HR Muslim No. maka Allah menyelimuti mereka dengan cahaya-Nya. Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta ala (berdoa). tidurlah dengan nyenyak. 757). Dalam riwayat lain juga disebutkan oleh beliau shallallahu alaihi wa sallam: Rabb kalian turun setiap malam ke langit dunia tatkala lewat tengah malam. Al-Imam Ibnu Al-Munkadir menyatakan : Bagiku. terurailah simpul yang terakhir. Seandainya tanpa adanya malam. Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah ditanya: Mengapa orang-orang yang suka bertahajjud itu wajahnya paling bercahaya dibanding yang lainnya? Beliau menjawab: Karena mereka suka berduaan bersama Allah Yang Maha Rahman. Dan kemudian apabila ia sholat. Ibnu Mas ud radhiyallahu anhu justru mulai bangun untuk shalat tahajjud. niscaya Aku mengampuninya. Al-Imam Hasan Al-Bashri juga pernah menegaskan: Sesungguhnya orang yang telah melakukan dosa. yakni qiyamul lail.

ia berkata: " Telah keluar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka sabdanya: "Mereka telah mengerjakan yang baik" atau "telah benar mereka". sanadnya LA BA'SA BIHI (cukup). Ahmad IV : 272. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. sebagaimana riwayat Tsa'labah bin Abi Malik. FI'IL (Perbuatan) beliau sendiri. Dan beliau tidak menampakkan kebencian terhadap mereka tersebut". kita semua termasuk diantara hamba-hamba-Nya yang diberi keutamaan menunaikan qiyamul lail secara istiqamah. Pertama dari Nu'man bin Basyir ia berkata : "Kami pernah shalat (malam) bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada malam ke 23 di bulan Ramadhan hingga sepertiga malam yang pertama. Edisi IndonesiaSifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR).] Penjelasan : Hadits ini telah diriwayatkan dengan MAUSHUL (sanad yang bersambung) melalui jalan lain dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Mutabaat was Syawahid. B. dan adalah Ali bin Abi Thalib menganjurkan Umar . Mudahmudahan. Tentang ini terdapat beberapa hadits. kami tidak akan mendapatkan waktu falaah. inilah beberapa keutamaan dan keindahan qiyamul lail. Sungguh. Disunnahkannya Shalat Tarawih Berjama'ah Tidak syak lagi bahwa shalat Tarawih dengan berjama'ah adalah sangat dianjurkan berdasarkan pada: A. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. suatu malam di bulan Ramadhan. sabdanya: Apa yang mereka lakukan? Salah seorang berkata : Ya Rasulullah! Mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat membaca AlQur'an dan Ubai bin Ka'ab membacakannya. Dikeluarkan oleh Ibnu Nashr dalam Qiyamul-Lail. maka beliau melihat orang-orang shalat di tepi masjid. Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan.90 Abu Dawud I : 217 dan Baihaqi. karya Dr Ahmad Farid) Pembaca yang budiman. Ibnu Nashr halaman 89. Faryabi dalam Kitab Shiam I/73 . Nasaa'i I : 238. (Tazkiyyatun Nufus. niscaya Dia akan membangunkanmu di waktu malam. [Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abi Syaibah dalam AlMushannaf II : 90/2. Ke 5 th 1416 H. [Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam sunannya II : 495 ia berkata Hadits ini MURSAL HASAN. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Wallahu waliyyut taufiq. kemudian kami shalat lagi bersamanya pada malam ke 25 hingga pertengahan malam. hal.II/72. Sanadnya SHAHIH dan dishahkan oleh Hakim] Hakim berkata: Hadits ini merupakan dalil yang terang bahwa Shalat Tarawih di masjid-masjid kaum Muslimin adalah SUNNAH (dianjurkan). dan tidak akan merasakan keindahannya bagi siapa pun yang dijauhkan dari taufik-Nya. dan mereka shalat berjama'ah dengannya. kemudian beliau mengimami kami pada malam ke 27 hingga kami mengira. Ia berkata: Kami menyebut sahur dengan sebutan falaah". maka beritahukanlah kepadaku apa yang harus kulakukan? Beliau menjawab: Jangan engkau bermaksiat (berbuat dosa) kepada-Nya di waktu siang. akan merasakan keindahannya bagi orang yang memang hatinya telah diberi taufik oleh Allah Ta ala.untuk untuk qiyamul lail. TAQRIR Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

beliau mengerjakan shalat yang tidak dikerjakannya bersama kami. beliau meringkas shalatnya.bin Khattab radyillahu 'anhum untuk melestarikan sunnah ini. sehingga bertambah banyaklah pengunjung di malam yang ke tiga. Malam itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidur dengan tidak lengah." Pada riwayat lain : "Tetapi aku takut diwajibkan atas kamu shalat malam (itu). Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merasa bahwasanya kami berada di belakangnya. Ketika beliau masuk rumahnya. kami bertanya : Ya Rasulullah ! Apakah engkau tidak mengetahui kami tadi malam?. tidak tersembunyi bagiku tempat-tempat kamu. kemudian beliau masuk rumahnya dan orang-orang memastikan hal itu. kemudian datang yang lain. demi Allah dan Alhamdulillah tadi malam aku tidur pulas. Demikian juga Thabrani meriwayatkan hadits ini dalam Al-Aushath dan AlJam'u III : 173] Ketiga dari 'Aisyah ia berkata : " Pernah orang-orang shalat (malam) di masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. justru itulah yang mendorongku untuk melakukan apa yang aku perbuat". kemudian yang lain lagi. lalu aku kerjakan. menyuruh aku mendirikan tikar di pintu kamarku. lalu aku kerjakan. maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Isya' bersama mereka. dan kamu tidak sanggup mengerjakannya . Setelah selesai shalat Fajar (Shubuh). beliau menghadap ke orang banyak. Al-Mustadrak I : 440. [Diriwayatkan oleh Ahmad III : 199. 'Aisyah melanjutkan: Beliau bertanya kepadaku: "Bagaimana orang-orang bisa menjadi seperti itu ya 'Aisyah?" Aku menjawab: Ya Rasulullah! Orang-orang mendengar tentang shalatmu bersama mereka yang di masjid tadi malam. tetapi aku khawatir akan dijadikan kewajiban buat kamu sekalian. lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Pada pagi harinya orang-orang menceritakan kejadian itu. keduanya dengan sanad yang SHAHIH. Ia ('Aisyah) berkata : Lalu orang-orang yang di masjid mengerumuni beliau. Kedua dari Anas ia berkata : "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. kemudian beliau berpaling dan masuk (ke rumah). (Akibatnya) orang-orang berkumpul lebih banyak lagi sehingga masjid menjadi penuh sesak. lalu ada kurang lebih lima atau enam orang. Kemudian Ia keluar ke pintu sesudah shalat Isya' yang terakhir. shalat di bulan Ramadhan. pada malam itu beliau keluar dan orang-orang shalat mengikuti shalatnya. kemudian aku datang dan aku berdiri di sampingnya. shalat bersama mereka. 212 dan 291. shalat malam yang panjang. Ketika pagi hari orang-orang memperbincangkan shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersama mereka yang di masjid pada malam itu. Ketika kami masuk waktu pagi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar pada malam yang kedua. pada bulan Ramadhan dengan sendiri-sendiri. beliau tinggalkan tikar itu sebagaimana adanya. atau lebih sedikit atau lebih banyak dari jumlah itu yang mengikuti shalatnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. sedangkan orang-orang mengetahui tempatnya. (Akhirnya) pada hari keempat masjid tidak mampu lagi menampung pengunjungnya. orang-orang itu mempunyai sedikit hafalan Al-Qur'an. kemudian masuklah beberapa orang dari mereka sambil berkata : "As-Shalat !" hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar untuk shalat Shubuh. kemudian bertasyahhud dan berkata : "Amma ba'du ! Wahai orang-orang. Beliau menjawab: "Ya. juga Ibnu Nashr halaman 89. sehingga waktu itu kami menjadi kelompok (berjumlah lebih kurang 10 orang). kemudian masuk rumahnya. ('Aisyah berkata) : Kemudian Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau berkata : "Gulunglah tikarmu ini ya 'Aisyah". maka orang-orang shalat mengikuti shalatnya. oleh karena itu mereka berkumpul agar engkau mau shalat bersama mereka.

Tetapi dengan wafatnya beliau. kemudian (setelah membaca surat al-Fatihah) beliau membaca surah Al-Baqarah. kemudian mengucap (setelah bertakbiratul ihram) "Allahu Akbar Allahu Akbar" tiga kali.90. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah II : 90/2 dan Ibnu Nashr pada halaman 80 . Kemudian beliau sujud. karena ketika itu beliau menyebutkan illat-nya yaitu "aku takut/ khawatir akan diwajibkan atas kamu". Lafadz "wal amru 'ala dzalika" = keadaan orang-orang seperti itu mempunyai dua pengertian yaitu : a) meninggalkan jama'ah dalam Tarawih. demikian juga pada masa khalifah Abu Bakar dan permulaan kekhalifahan Umar (Hadits Shahih Riwayat Bukhari. oleh karena itu Umar radyillahu 'anhu berusaha menghidupkan kembali tuntunan tersebut sebagaimana disebutkan di atas. Adapun sikap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak hadir bersama mereka pada malam ke empat. riwayat-riwayatnya ini saling menambah antara satu dengan yang lain. orang-orangnya kepercayaan.. lalu berdiri (i'tidal) sebagaimana (lama) ruku'nya dan mengucap : "Li Rabbiyal Hamdu". Abu Dawud Nasa'i. merupakan petunjuk jelas bahwa shalat Tarawih itu sebaiknya dikerjakan dengan berjama'ah. Ahmad dan Faryabi serta Ibnu Nashr). tetapi Nasa'i menganggap ini Mursal dengan menyebut illatnya bahwa Thalhah bin Yazid tidak aku ketahui mendengar (hadits ini) dari Hudzaifah. Penjelasan : Perbuatan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berjama'ah selama tiga malam bersama mereka. b) Shalat sendiri-sendiri (mengadakan jama'ah masingmasing)." Pada riwayat lain Zuhri menambahkan : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat sedangkan orang-orang dalam keadaan seperti itu. Ahmad V : 400 melalui Thalhah bin Yazid Al-Anshari dari Hudzaifah. dan adalah sujudnya selama berdirinya. Nasa'i dalam sunannya I : 246. . tidak dapat diartikan bahwa anjuran itu sudah dihapuskan.. Hakim juga mengesahkannya dan Dzahabi menyetujuinya. Demikian pula sikap yang diambil oleh Jumhur Ulama'. maka hilang pula kekhawatiran tersebut (karena tidak ada lagi perubahan hukum syariat sesudah beliau). berarti kita kembali kepada hukum yang terdahulu yaitu anjuran berjama'ah. kemudian duduk. Ia (Hudzaifah) berkata selanjutnya : Kemudian beliau ruku'. Penulis lebih cenderung pada pengertian yang (b). dan adalah (lama) ruku'nya seperti (lama) berdirinya.. dan dalam rukunya beliau mengucap "subhana rabbiyal azhim. Keempat. kemudian mengangkat kepalanya dari ruku'. subhana rabbiyal azhim". Juga oleh Imam Tirmidzi I : 303 serta Ibnu Majah dalam I : 290 dan Hakim I : 271 tentang ucapan duduk antara dua sujud.. kemudian mengangkat kepalanya dari sujud. "Dzal Malakut wal Jabarut wal Kibriyaa' wal 'Azhmah" (yakni doa iftitah).. lama duduknya sebagaimana sujudnya. kemudian sujud dan berkata : "Subhana Rabbiyal A'laa".. Muslim. kemudian ia menuangkan setimba air (berwudhu'). Maka beliau shalat empat raka'at dan membaca padanya surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran dan An-Nisaa' dan Al-Maidah serta Al-An'am sehingga datang Bilal untuk adzan buat shalat (Fajar)". Hudzaifah bin Yaman menceritakan : "Telah bangun Rasululullah shallallahu 'alaihi wa sallam di suatu malam pada bulan Ramadhan di kamarnya yang terbuat dari pelepah korma. Beliau mengucap dalam sujudnya : "Subhana Rabbiyal A'laa". pada duduk antara dua sujud beliau mengucap "Rabbigh Firli".

Muslim meriwayatkan II : 186 melalui jalan Al-Mustaurad bin Ahnaf dari Shillah bin Zufar yang semakna dengan ini disertai tambahan. akan ditetapkan baginya (seperti) shalat semalam (suntuk)". serta Baihaqi II : 494. walau mengakhirkannya hingga akhir malam. lalu ia shalat bersama kami. Thahawi dalam "Al-Musykil" I : 308. Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud I : 139-140. Jadi walaupun menta'khir shalat Tarawih itu mempunyai keutamaan sendiri. orang yang shalat di bulan Ramadhan bersama orang banyak atau sendirian . aku juga mendengar ia berkata : Aku menyukai orang-orang yang shalat bersama imam dan witir bersamanya. dan Ibnu Nashr hal 89. Pengertian berjama'ah pada waktu awwal untuk shalat Tarawih lebih afdhal baginya daripada shalat sendirian. Aku bertanya: "Apakah Al-Falaah itu?" Jawabnya: "Yaitu Sahur". ia mendengar dari seorang laki-laki dari Absi. ia berkata. Keterangan-keterangan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (qaul) tentang keutamaan Tarawih dengan berjama'ah. dan demikian pula yang dilakukan kaum Muslimin mulai kekhalifahan Umar radhiyallahu 'anhumhingga sekarang. Syu'bah memandang bahwasanya ia adalah Shillah bin Zufar dari Hudzaibah. tapi melakukan dengan jama'ah adalah lebih utama dengan dasar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya beberapa malam bersama para shahabat. "Abu Dzar radhiyallahu 'anhum berkata : Kami pernah berpuasa bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tetapi beliau tidak shalat bersama kami. Nabi shallallhu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya seorang lakilaki apabila ia shalat bersama imam. sebagaimana yang diceritakan pada riwayat 'Aisyah terdahulu. dan ia shalat bersama kami pada malam kelima. . kemudian Abu Dawud berkata : "Ahmad ditanya dan aku mendengar : bagaimana tentang mengakhirkan pelaksanaan shalat Tarawih hingga akhir malam ? Ia menjawab : "Tidak ada sunnah kaum Muslimin yang lebih baik dan lebih aku sukai dari pada itu". disahkan oleh Nasa'i I : 238 dan Ibnu Majah I : 397 dan Thahawi dalam Syarhul Ma'aanil Atsar I : 206.Menurut pedapat saya. hingga larut pertengahan malam. sanad hadits ini telah disambung oleh 'Amr bin Marrah dari Abi Hamzah yang dia itu adalah Thalhah bin Yazid. kemudian di hari keenam ia tidak shalat bersama kami lagi. dan ia ajak keluarga dan istrinya. akan ditetapkan baginya (pahala) di sisi malamnya". Semua sanad mereka SHAHIH. hingga kami khawatir (kehilangan) al-falaah. Tirmidzi II : 72-73. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah II : 90/2. Maka jawabnya : "Sesungguhnya barangsiapa yang shalat (malam) bersama imam hingga selesai. Yang seperti ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Nashr. "Saya mendengar Ahmad ditanya : Mana yang lebih engkau sukai. lalu ia shalat (malam) bersama kami hingga larut sepertiga malam. Ia menjawab : Orang yang shalat bersama orang banyak . C. Mendukung hadits ini adalah riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Masaail hal 62. Abu Dawud I : 217. sehingga tinggal tujuh hari dari bulan (Ramadhan). kemudian ia shalat lagi bersama kami pada malam ketiganya. Faryabi I : 71 dan II : 72. Thayalisi I : 115 serta Baihaqi II : 121-122. lalu kami bertanya : Ya Rasulullah ! Alangkah baiknya kalau seandainya engkau kerjakan sunnah itu dengan kami dalam sisa malam kami ini. juga Ahmad V : 398 dan Baghawi pada hadits Ali bin Ja'di I : 4/1 dari Syu'bah dari 'Amr. Nasa'i I : 172. pengurangan dan beberapa perubahan kecil. sanadnya shahih. halaman 91 dari Ahmad. Kemudian setelah itu ia tidak lagi shalat bersama kami hingga tinggal tiga hari dari bulan itu.

hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud I:210. tetapi sebenarnya tidak demikian halnya. ia shalat dua raka'at yang ringan. ketika sampai di Suqya (kota yang terletak antara Mekkah dan Madinah). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan Jabir ada di sisinya. Pada zahirnya kedua riwayat di atas kelihatan bertentangan. Tentang shalat Iftitah ini Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Tidak Pernah Shalat Lebih Dari 11 Raka'at Sehubungan dengan masalah ini kami hanya menyebutkan dua hadits yaitu : Pertama "Dari Abi Salamah bin Abdurrahman bahwasanya ia bertanya kepada 'Aisyah radyillahu anhatentang shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di bulan Ramadhan. Ia shalat empat (raka'at) jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Adapun perincian 13 raka'at yang dimaksud pada riwayat di atas adalah sebagaimana riwayat Zaid bin Khalid l-Juhani. biasa memulai shalat malam (11 raka'at) itu dengan dua raka'at yang ringan. Pada riwayat lain bagi Abi Syaibah II:16/1 dan Muslim serta lainnya disebutkan bahwa shalat beliau di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya adalah 13 raka'at. [Diriwayatkan oleh Malik. yang demikian adalah 13 raka'at". yaitu (Ia) shalat dua raka'at yang ringan. Maka ia menjawab . bahwasanya ia berkata : "Aku perhatikan shalat malam Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam. kemudian mereka berdua shalat Isya'. kemudian shalat dua raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya). kemudian shalat dua raka'at. Tetapi pada riwayat lain dari Malik dan juga Bukhari bahwasanya 'Aisyah berkata : Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. shalat malam 13 raka'at. jangan engkau tanya panjang dan bagusnya kemudian ia shalat tiga raka'at". . Muslim. kemudian shalat tiga belas raka'at.73. Malik I:134. dasarnya adalah riwayat Ibnu Nashr dalam kitab Qiyamul Lail halaman 48 dimana diceritakan : Bahwa kami (shahabat) pulang dari Hudaibiyah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. kemudian ia shalat dua raka'at yang panjang sekali. Abu Awanah. Abu Dawud dan Ibnu Nashr] Untuk penulis lebih cenderung mengatakan dua raka'at yang ringan adalah dua raka'at ba'diyah Isya'. Nasa'i I:248. [Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim] Selain oleh Bukhari dan Muslim. kemudian witir satu raka'at. kemudian ketika mendengar adzan shubuh. Tirmidzi II:302-303. kemudian shalat dua raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya).104. dan dua raka'at ini tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya. kemudian shalat dua raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya). termasuk pada jumlah tersebut dua raka'at Fajar/Shubuh. sebab tambahan dua raka'at yang ada pada riwayat Malik dan Bukhari bisa diartikan ba'diyah Isya' atau shalat Iftitah (Shalat pembukaan sebelum memulai shalat malam). Baihaqi II:495-496 serta Ahmad VI:36. Tidak pernah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam kerjakan (tathawwu') di bulan Ramadhan dan tidak pula di bulan lainnya lebih dari sebelas raka'at. kemudian ia shalat empat (raka'at).

lalu kami berkata : Ya Rasulullah ! Tadi malam kami telah berkumpul di masjid dan kami harapkan engkau mau shalat bersama kami. Begitu pula para pengikut Imam Syafi'i. maka sabdanya "Sesungguhnya aku khawatir (shalat itu) akan diwajibkan atas kamu sekalian". sanadnya lemah. bahkan mereka beranggapan salam satu kali itu tidak shah shalatnya. sanad hadits ini HASAN karena dikuatkan oleh hadits yang pertama. Maksudnya dengan satu kali salam. Dalam hal ini 'Aisyah lebih mengetahui hal ihwal Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada malam harinya bila dibandingkan dengan yang lain". Ibnu Hajar mengatakan : "Adapun yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari hadits Abbas. Al-Hafidz Ibnu Hajar memberi isyarat penguatannya dengan hadits Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban yang terdapat dalam kitab shahih mereka berdua. Yang lebih afdhal adalah memberi salam dalam setiap dua raka'at sebagaimana sabda beliau : "Shalat malam dan siang. Hadits ini bertentangan dengan hadits 'Aisyah yang terdapat dalam shahihain. padanya terdapat kelemahan. Ibnu Nashr meriwayatkan hadits ini dalam kitabnya di halaman 90. bahwa sunnah ba'diyah Isya' masuk dalam jumlah 13 raka'at tersebut. tetapi tidak keluar hingga masuk waktu pagi. sedangkan Thabrani dalam AlMu'jamus Shagir. kemudian kami masuk kepadanya. seperti yang dinyatakan Imam Suyuthi dalam Al-Hawi lil Fatawaa II:73 yang menyebabkan kelemahannya adalah rawi yang bernama ABU SYAIBAH IBRAHIM BIN 'UTSMAN. Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Imam Az-Zaila'i dalam kitab Nashbur-Raayah : II :153. Maka pada hari berikutnya kami berkumpul di masjid dan mengharap beliau keluar (untuk shalat). halaman 108. pada keterangan hadits pertama. Dalam kitab Fathul Baari III:10 dan At-Takhlis halaman 119. dua raka'at dua raka'at. Imam Nawawi dalam Syarah Muslim mengatakan. Sungguhpun demikian ia dapat dijadikan pertimbangan. Sedang penulis memilih pendapat kedua. KELEMAHAN HADITS 20 RAKA'AT Dalam kitab Fathul Baari IV:205-206. Wallahu A'lam.Kedudukan hadits ini memang tidak begitu kuat karena pada sanadnya terdapat rawi SYARHABIL BIN SA'AD. . bahwasanya Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat (malam) di bulan Ramadhan 20 raka'at dan beriwitir satu raka'at itu. untuk menunjukan bolehnya satu kali salam. ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan (sebanyak) delapan raka'at dan witir (satu raka'at). Penulis berpendapat : Hadits ini memang lemah sekali. bahwa disebut demikian. Kedua "Artinya : Dari Jabir bin Abdullah radyillahu 'anhum. [Hadits Riwayat Thabrani dan Ibnu Nashr].

Bukhari berkata : Sakatu 'anhu (Ulama Hadits mendiamkannya). Imam Suyuthi. begitu pula Adz-Dzahabi dalam Al-Muntaqa Minhu III:2 dan Baihaqi dalam Sunannya II:496. Yang sebenarnya ia itu sangat lemah sekali. Adapun haditsnya di tentang shalat Tarawih ini termasuk salah satu hadits Munkarnya. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas penulis beranggapan bahwa haditsnya dapat disejajarkan dengan Hadits Maudlu'. Pada halaman 118 kitab Ikhtisar fi 'Ulumul Hadits. dan bahwasanya ia biasa meriwayatkan hadits-hadits maudlu'. bahkan Ibnu Hajar mengatakan bahwa ia Matrukul Hadits (ditinggalkan haditsnya). Dari ucapan As-Subki terdapat isyarat halus bahwa Ibnu Hajar Haitsami tidak akan mengamalkan hadits dua puluh raka'at tersebut. Penulis telah menelusuri sumber-sumbernya tetapi tidak didapati kecuali melalui jalannya. Abdun bin Hamid dalam Al-Muntakhab Minal Musnad 34:I/1. dan lebih dari itu Imam AdzDzahabi memasukkan hadits ini dalam kitab Manakir-nya (kumpulan hadits-hadits Munkar). tidak pernah dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Thabrani dalam Al-Mu'jamul Kabir III:148 dan Al-Aushath.Dalam kitab At-Taqriib Ibnu Hajar menyebut rawi ini sebagai Matrukul Hadits. adapun hadits riwayat . Semua riwayat ini pasti melalui jalan Ibrahim bin 'Utsman dari Hakim dari Muqsam dari Ibnu Abbas secara marfu' (sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam). Selanjutnya Ibnu Hajar Al-Haitsami dalam kitab Al-Fatawal Kubra I:195 menyebut rawi iniSyadidud-dha'fi yaitu sangat lemah sekali. Ibnu Ma'in menyebutnya Laisa bits-tsiqah = tidak termasuk orang kepercayaan. Jadi jelas hadits ini tidak dapat dipakai karena seperti yang dikatakan As-Subki bahwa salah satu syarat bolehnya mengamalkan hadits lemah itu ialah apabila hadits itu tidak terlalu lemah. setelah menyebutkan hadits riwayat Ibnu Hiban beliau berkata : "Singkatnya dua puluh raka'at itu. sedangkan Syu'bah mendustakannya dalam suatu cerita/qishah. Thabrani mengatakan bahwa tidak diriwayatkan dari Ibnu Abbas kecuali dengan sanad ini. karena isinya bertentangan dengan hadits 'Aisyah dan Jabir. seperti tentang tidak dibinasakannya ummat kecuali pada bulan Maret atau hadits hari Kiamat tidak akan datang kecuali pada bulan Maret dan lain sebagainya. Jurjani menyebutnya "saaqit" = yang gugur. Ibnu Katsir mengatakan : Bahwa siapa saja yang dikatakan Bukhari "Sakatu'anhu" berarti rawi itu berada dikedudukan yang paling rendah dan jelek (menurut pandangannya). Ibnu Abi Syaibah mengeluarkan hadits ini dalam Al-Mushannaf II:90/2. Baihaqi menegaskan bahwa Abi Syaibah bersendirian (tafarada bihi) dan ia ini lemah. sedangkan hadits ini seperti dimaklumi adalah sangat lemah. maksudnya haditsnya tidak dipakai. Begitu pula pernyataan Al-Haitsami dalam Majma'uz Zawaid III:172 bahwa dia itu lemah. sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Hajar 'Asqalani dan Zaila'i di atas.

Ibnu Hibban tersebut sudah sesuai dengan hadits 'Aisyah yang menyebutkan bahwa beliau tidak pernah mengerjakan lebih dari 11 raka'at. (Lihat Syarah Muslim. Sedangkan arti i'tikaaf menurut istilah syara' ialah: seseorang tinggal/menetap di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dengan shifat/cara tertentu. apabila sudah masuk sepuluh terakhir (dari bulan Ramadhan). Abu . meskipun kejadiannya hanya sekali. Fathul Baari 4:271 nomor 2462. biasa i'tikaaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. I'TIKAF Definisi I'tikaf I'tikaaf berasal dari kata : 'AKAFA . Indikasi lain yang menunjukkan Nabi shallallhu 'alaihi wasallam tidak pernah mengerjakan lebih dari sebelas raka'at adalah karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (menurut kebiasaannya) apabila mengerjakan sesuatu amalan. shalat ini beliau kerjakan dengan tetap. maka beliau menghidupkan malam itu. Bukhari 2:255. I'tikaaf menurut bahasa ialah "menetapi sesuatu dan menahan diri padanya. baik sesuatu berupa kebaikan atau kejahatan". "Dari Ibnu 'Umar. 624). Ahmad 6:292 dan Baihaqy 4:315. ia berkata : "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. "Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Berdasarkan ini penulis dapat menyimpulkan bahwa Imam Suyuthi cenderung memilih sebelas raka'at dan sekaligus menolak yang dua puluh raka'at karena kelemahan riwayatnya. tentu pekerjaan itu tidak akan beliau tinggalkan sama sekali dan lebih dari itu 'Aisyah radyiallahu 'anha pun tidak akan berani membuat pernyataan yang membatas bahwa beliau tidak pernah mengerjakan lebih dari sebelas raka'at seperti disebutkan di atas". (Hadits Shahih riwayat Ahmad. seperti misalnya mengqadha' dua raka'at ba'diyah Zhuhur setelah shalat Ashar.WAYA'KUFU . Muslim 3:176. istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian berwitir tiga raka'at. sebab dalam riwayat Ibnu Hibban tersebut diterangkan bahwa beliau shalat Tarawih delapan raka'at. Muhalla 5:179.YA'KIFU . 320). sampai beliau wafat kemudian istri-istri beliau melaksanakan i'tikaaf sepeninggalnya". ia berkata : "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Jadi kalau memang benar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengerjakan 20 raka'at.Fathul Baari 4:271. Allah berfirman: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya ?" (QS 21:52). "Dari 'Aisyah. Bukhari dan Muslim).'UKUUFAN. masalah No. Disyariatkannya Para Ulama sepakat bahwa i'tikaaf disyari'atkan dalam agama Islam dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu mengerjakan sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits. 8:66. membangunkan istrinya dan mengikat kainnya". baik dalam bulan Ramadhan atau lainnya. ia berkata: "Adalah Nabishallallahu 'alaihi wasallam. (Hadist riwayat Bukhari 2:255. jadi jumlahnya sebelas raka'at". maka ia kerjakan dengan tetap. biasa i'tikaaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan". (Hadits Shahih riwayat : Ahmad.

Maksud dari kalimat : y Menghidupkan malamnya. Nadzar ini wajib dilaksanakan. 4:455-456 dan Silsilah Ahaadist Dha'ifah dan Maudhu'-ah No. Mengikat kainnya. y y "Aisyah berkata: "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.Dawud No. bersungguh-sungguh pada sepuluh terakhir (dari bulan Ramadhan) melebihi kesungguhannya di malam-malamnya". Malik. Abu Dawud No. Berkata Imam Abu Dawud As-Sijistany: "Saya bertanya kepada Imam Ahmad: "Tahukah engkau suatu keterangan mengenai keutamaan i'tikaaf?" Jawab beliau: "Tidak kudapati. sedangkan orang yang i'tikaaf tidak boleh bercampur dengan istrinya. I'tikaaf seperti ini sangat ditekankan dan lebih utama dilakukan pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam setiap bulan Ramadhan sampai beliau wafat. ya'ni menyuruh mereka shalat malam/tarawih serta melakukan ibadah-ibadah lainnya. Setiap ibadah yang nashnya sudah jelas dari Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih. adalah satu kinayah bahwa beliau sungguh-sungguh beribadah dan tidak bercampur dengan istri-istrinya." (Lihat Al-Mughni. 1376. I'tikaaf Wajib. Ialah i'tikaaf yang diwajibkan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri. 3289. artinya beliau sedikit sekali tidur dan banyak melakukan shalat dan dzikir. meskipun tidak disebutkan keutamaannya. Tirmidzi. Nasa'i 3:218 dan Tirmidzi). 518). dan riwayat inipun lemah. Hukum I'tikaf Hukum i'tikaaf ada dua macam. dan barangsiapa bernadzar untuk melakukan ma'shiat (kedurhakaan/ kesyirikan) kepada Allah. Fiqhul Islam Syarah Bulughul Maram 3:257-258). adakalanya dengan nadzar mutlak. maka itu pasti mempunyai keutamaan. ia berkata: "Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa yang bernadzar akan melakukan sesuatu keta'atan kepada Allah hendaklah ia penuhi nadzarnya itu. Nasa'i. (Lihat Subulus Salam 2:356-357. "Dari 'Aisyah. Ialah yang dilakukan oleh seseorang secara sukarela dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan pahala dari pada-Nya. jika Allah dengan menyembuhkan penyakit saya. maka saya akan i'tikaaf dua hari dua malam. misalnya ia mengatakan wajib bagi saya i'tikaaf karena Allah selama sehari semalam. Ahmad . kecuali ada sedikit riwayat. (Hadits Shahih riwayat : Bukhari. Membangunkan istrinya. yaitu sunnat dan wajib. (Hadits Shahih riwayat : Ahmad dan Muslim 3 : 176). walaupun i'tikaaf itu merupakan taqarrub kepada Allah akan tetapi tidak ditemukan sebuah hadits pun menyatakan keutamaannya. 2126. I'tikaaf Sunat. Darimy 2:184. serta mengikuti sunnah Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam. begitu pula tentang i'tikaaf. Ibnu Majah No. karena beliau selalu melakukan iti'kaaf setiap sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. misalnya ia mengatakan. Atau dengan nadzar bersyarat. maka janganlah lakukan ma'syiat itu".

(lihat Zaadul Ma'ad 2:88) Menurut Imam Syafi'i dan Ibnu Hazm. 614).. maka: y y Rukun-rukun I'tikaf Niat. Seandainya ada orang sakit i'tikaaf di masjid maka i'tikaafnya shah. bahwa puasa bukan syarat syahnya i'tikaaf (baca AlMuhalla 5:181. ialah tinggal di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Abu Hanifah dan kebanyakan Ahli Fiqih." (Hadits Shahih riwayat Bukhari. dan manusia akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya. dilakukan sesuai dengan apa yang telah dinadzarkan dan di-iqrarkan seseorang. dan manusia akan mendapatkan balasan menurut niat. 'Umar bin Khattab ra.. (Hadist Shahih riwayat : Bukhari 2:256. 98:5) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niat. Waktunya I'tikaaf yang wajib. 6:48). Allah berfirman: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus" (QS." (lihat Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab 6:484). Menurut Ibnul Qoyyim: Puasa sebagai syarat shahnya i'tikaaf dan ini merupakan pendapat jumhur as-salaf. pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:"Ya Rasulullah. Karena tidak shah satu amalan melainkan dengan niat. (baca Al-Muhalla 5:179-180 masalah no. 625). 934). Adapun i'tikaaf yang sunnat. Inilah merupakan pendapat Imam Syafi'i dan Abu Sulaiman".. Bila i'tikaaf dilakukan di luar bulan Ramadhan. i'tikaaf yang sunat tidak ada batasnya (lihat Bidayatul Mujtahid 1:229).224 dan Baihaqy 19/68 dan Ibnu Jarud No. maka jika ia bernadzarkan dan di-iqrarkan seseorang. Kata Imam Nawawi: "Yang afdhal (utama) i'tikaaf dengan berpuasa dan bila ia i'tikaaf dengan tidak berpuasa juga boleh. Fathul Baari 1:9.41. Tempatnya harus di Masjid.. Kata Ibnu Hazm: "Boleh seseorang i'tikaaf siang saja.6:36. saya pernah bernadzar di zaman jahiliyah akan beri'tikaaf satu malam di Masjid Haram?" Sabda beliau: "Penuhilah nadzarmu itu !". masalah No. Menurut Imam Syafi'i. hendaklah ia penuhi seperti yang dinadzarkannya itu.tetapi janganlah kamu campuri mereka itu. suci dari haidh dan suci dari nifas.Fathul Baari No. Syarat-syarat I'tikaf Orang yang i'tikaaf syaratnya ialah: y y y Seorang Muslim Mumaiyyiz (sudah baligh). Mengenai diwajibkannya di masjid berdasarkan firman Allah Ta'ala:". Hakikat i'tikaaf. 2032 dan Muslim 5:89). sedangkan kamu beri'tikaaf di masjid . tidaklah terbatas waktunya. Suci dari janabat.. maka jika ia bernadzar akan beri'tikaaf satu hari atau lebih.

sebagaimana halnya pendapat yang mengkhususkan hanya masjid-masjid para Nabi (yaitu Masjid Haram. (Lihat Al-Majmu' Syahrul Muhadzdzab 6:483). Ishaaq dan Abu Tsur berpendapat bahwa i'tikaaf itu shah dilakukan di setiap masjid. Pendapat Fuqaha Mengenai Masjid yang Shah Dipakai Untuk I'tikaaf Para fuqaha' berbeda pendapat mengenai masjid yang shah dipakai untuk i'tikaaf. bahwa diantara syarat i'tikaaf harus dilakukan di masjid. tidaklah akan shah bagi seorang wanita beri'tikaaf di masjid rumahnya sendiri. maka gugurlah pendapat tersebut. Pendapat ini adalah pendapat Sa'ad bin AlMusayyab. Ayat ini membolehkan i'tikaaf di semua masjid berdasarkan keumuman lafadznya. karena tidak ada keterangan yang shah yang menegaskan terbatasnya masjid sebagai tempat untuk melaksanakan i'tikaaf. Adapun soal bolehnya para ulama membolehkan. demikian juga yang mengkhususkan hanya masjid-masjid Jami' saja tidak ada dalilnya. baik di situ dilaksanakan shalat Jum'at atau tidak". Al-Jashshash 1:285 dan Rawaai'ul Bayaan Fii Tafsiiri Ayaatil Ahkam 1:41-215).. karena masjid di dalam rumah tidak bisa dikatakan masjid. Imam Abu Hanifah. dan di usahakan untuk tidak saling pandang-memandang antara laki-laki dan wanita. Tentang wanita i'tikaaf di masjid diharuskan membuat kemah tersendiri terpisah dari laki-laki. baca Fiqhul Islam syarah Bulughul Maram 3:260). 633). dalam hal ini ada beberapa pendapat. lagi pula keterangan yang sudah shah menerangkan bahwa isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Jadi i'tikaaf itu hanya shah di masjid. yaitu: Masjid Haram."(QS 2:187). Ibnu Hazm: "I'tikaaf itu shah dan boleh dilakukan di setiap masjid. dan untuk masa sekarang harus dipikirkan tentang fitnah yang akan terjadi bila para wanita hendak i'tikaaf." (Lihat Ahkaamul Qur'an. Sesudah membawakan beberapa pendapat. yang dilaksanakan pada shalat lima waktu dan didirikan jama'ah.. (Lihat Al-Muhalla 5:193. (Lihat Al-Mughni 4:464-465. . (Lihat Fiqhus Sunnah 1:402). kemudian Imam Nawawi berkata: "I'tikaaf itu shah dilakukan di setiap masjid dan tidak boleh dikhususkan masjid manapun juga kecuali dengan dalil. ikhtilath dengan laki-laki di tempat yang sudah semakin banyak fitnah. Kata Abu Bakar al-Jashshash: "Telah terjadi ittifaq diantara ulama Salaf. Menurut jumhur ulama. masalah No... Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsha). Masjid Nabawi dan Masjid Aqsha. karena itu siapa saja yang mengkhususkan ma'na ayat itu mereka harus menampilkan dalil. Imam Ahmad. yaitu: Sebagian ulama berpendapat bahwa i'tikaaf itu hanya dilakukan di tiga masjid. Imam Syafi'i dan Abu Dawud berpendapat bahwa i'tikaaf itu syah dilaksanakan pada setiap masjid. Karena (pendapat yang mengkhususkan) tidak ada dalilnya. Sedang dalam hal ini tidak ada dalil yang jelas yang mengkhususkannya". dengan perbedaan pendapat diantara mereka tentang apakah masjid-masjid tertentu atau di masjid mana saja (pada umumnya) bila dilihat zhahir firman Allah:"Sedangkan kamu dalam beri'tikaaf di masjid" (QS 2:187). Imam Malik. Kata Imam Nawawi: "Aku kira riwayat yang dinukil bahwa beliau berpendapat demikian tidak shah". melakukan i'tikaaf di Masjid Nabawi.

Hadits ini dijadikan dalil oleh orang yang berpendapat bahwa permulaan waktu i'tikaaf adalah di permulaan siang. Dalil mereka ialah: Riwayat i'tikaaf-nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di awal Ramadhan. kemudian bersabda: "Barangsiapa yang hendak beri'tikaaf bersamaku. Al-Laits dan Ats-Tsauri. (Lihat Bidayaatul Mujtahid 1:230. Sedangkan menurut Imam Ahmad disunnahkan ia tinggal di masjid sampai waktu shalat 'Idul Fitri. Ini menurut pendapat Al-Auza'i. dan keluar dari masjid bila matahari sudah terbenam. Jadi keluar dari masjid ketika ia keluar ke lapangan mengerjakan shalat 'Id. kemudian pagi harinya langsung pergi ke lapangan (untuk shalat I'dul Fitri)". pertengahan dan akhir Ramadhan. (Lihat Syarah Muslim. kemudian masuk ke tempat i'tikaaf ".Waktu Memulai dan Mengakhiri I'tikaf Di tulisan bagian pertama sudah disebutkan bahwa i'tikaaf sunnat waktunya tidak terbatas. Kata Ibrahim : "Mereka menganggap sunnat bermalam di masjid pada malam 'Idul Fitri bagi orang yang beri'tikaaf pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. 8:68. atau bermaksud melaksanakan i'tikaaf sunnat. hendaklah ia melakukannya pada sepuluh malam terakhir (dari bulan Ramadhan) . masuk ke tempat yang sudah disediakan untuk i'tikaaf di masjid setelah beliau selesai mengerjakan shalat Shubuh. menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i waktunya adalah sesudah matahari terbenam (di akhir Ramadhan). Majmu' Syahrul Muhadzdzab 6:492. bila hendak i'tikaaf. Imam Hanafi. Fiqhus . Adapun masuk ke masjid untuk i'tikaaf tetap di awal malam sebelum terbenam matahari. Jadi kesimpulan empat Imam sepakat bahwa i'tikaaf berakhir dengan terbenamnya matahari di akhir Ramadhan. Maka bila seseorang telah masuk masjid dan berniat taqarrub kepada Allah dengan tinggal di dalam masjid beribadah beberapa saat. baik i'tikaaf itu di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya. Tentang Hadits 'Aisyah: "Kata 'Aisyah: "Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Akan tetapi menurut mereka boleh pula keluar dari masjid setelah matahari terbenam. (Lihat Bidayaatul Mujtahid 1:230 dan Al-Mughni 4:490). Mengenai waktu keluar dari masjid setelah selesai menjalankan i'tikaaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Hadits 'Aisyah di atas maksudnya ialah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Imam Syafi'i. Dan jika seseorang berniat hendak i'tikaaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.. (Lihat Fiqhus Sunnah 1:403). Fathul Baari 4:277. (lihat Nailul Authar 4:296). maka hendaklah ia mulai masuk masjid sebelum matahari terbenam. berarti ia beri'tikaaf sampai ia keluar. (Baca Al-Mughni 4:490-491). Al-Majmu' Syahrul Muhadzdzab 6:494. maka hendaknya ia memulai i'tikaafnya itu sebelum terbit fajar. (Hadist Shahih riwayat Bukhari 2:257 dan Muslim 3:175). maksudnya ialah nama bilangan malam. Jadi bukan masuk masjidnya ba'da Shubuh. dan bermula pada malam ke dua puluh satu atau malam ke dua puluh. beliau shalat shubuh dulu. Dan orang yang bernadzar akan beri'tikaaf satu hari atau beberapa hari tertentu. dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya. Al-Mughni 4:489-490 dan Bidayatul Mujtahid 1:230). adalah pendapat Imam Malik." (Hadits Shahih riwayat Bukhari 2:256 dan Muslim 2:171-172). "Sepuluh terakhir". (Lihat Fiqhus Sunnah 1:403). Pendapat yang menerangkan bahwa masuk i'tikaaf sebelum matahari terbenam pada tanggal 20 Ramadhan malam ke 21..

Sunah 1:403-404). Kata Ibnu Hazm : Orang yang bernadzar hendak i'tikaaf pada satu malam atau beberapa malam tertentu, atau ia hendak melaksanakan i'tikaaf sunnat, maka hendaklah ia masuk ke masjid sebelum terbenam matahari, dan keluar dari masjid bila sudah terbitnya fajar. Sebabnya karena permulaan malam ia saat yang mengiringi terbenamnya matahari, dan ia berakhir dengan terbitnya fajar. Sedangkan permulaan siang adalah waktu terbitnya fajar dan berakhir dengan terbenamnya matahari. Dan seseorang tidak dibebani kewajiban melainkan menurut apa yang telah diikrarkan dan diniatkannya. (Lihat Al-Muhalla 5:198 masalah No. 636). Hal-hal yang Sunnat dan Makruh bagi Orang yang I'tikaf Disunnatkan bagi orang yang beri'tikaaf memperbanyak ibadat sunnat serta menyibukkan diri dengan shalat berjama'ah lima waktu dan shalat-shalat sunnat, membaca Al-Qur'an, tasbih, tahmid, takbir, istigfhar, berdo'a, membaca shalawat atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan ibadatibadat lain yang mendekatkan diri kita kepada Allah Ta'ala. Termasuk juga hal ini disunnatkan menuntut ilmu, membaca/menelaah kitab-kitab tafsir dan hadits, membaca riwayat para Nabi dan orang-orang shaleh, dan mempelajari kitab-kitab fiqh serta kitab-kitab yang berisi tentang masalah 'aqidah. Dimakruhkan bagi orang yang i'tikaaf melakukan hal-hal yang tidak perlu dan tidak bermanfa'at, baik berupa perkataan atau perbuatan, sabda beliau: "Diantara kebaikan Islam seseorang, ialah ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna". (Hadits riwayat Tirmidzi No. 2419. Ibnu Majah No. 3976 dan di-shahkan oleh Syaikh Al-Albani di Shahih Jami'us Shagir No. 5787). Dimakruhkan pula menahan diri dari berbicara, ya'ni: seseorang tidak mau bicara, karena mengira bahwa hal itu mendekatkan diri kepada Allah 'Azza wa Jalla. Ibnu Abbas berkata: Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang khutbah, tampak oleh beliau seorang laki-laki yang tetap berdiri (di terik matahari). Maka beliau bertanya (kepada para shahabat) siapakah orang itu? Jawab mereka: "Namanya Abu Israil, ia bernadzar akan terus berdiri, tidak akan duduk, tidak mau bernaung dan tidak mau berbicara serta akan terus berpuasa." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Suruhlah ia berbicara, bernaung dan duduk, dan hendaklah ia meneruskan puasanya". (Hadits Shahih riwayat Bukhari, Abu Dawud No.3300, Ath-Thahawy Fii-Masykilil Aatsaar. 3:44 dan Baihaqy 10:75). Hal-hal yang Membatalkan I'tikaf
y

Sengaja keluar dari masjid tanpa suatu keperluan walau hanya sebentar. Keluar dari masjid akan menjadikan bathal i'tikaafnya, karena tinggal di masjid sebagai rukun i'tikaaf. Murtad karena bertentangan dengan ma'na ibadah, dan juga berdasarkan firman Allah:"Seandainya engkau berbuat syirik, maka akan gugurlah amalanmu". (QS 39:35). Hilang akal disebabkan gila atau mabuk Haidh Nifas

y

y y y

y

Bersetubuh/bersenggama, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Dan janganlah kamu campuri mereka ketika kamu sedang i'tikaaf di masjid, itulah batas-batas Allah..." (QS 2:187) (Lihat Fiqhus Sunnah 1:406). Menyisir rambut, berpangkas, memotong kuku, membersihkan tubuh, memakai pakaian terbaik dan memakai wangi-wangian. Keluar untuk sesuatu keperluan yang tidak dapat dielakan.

Hal-hal yang Dibolehkan Sewaktu I'tikaf
y

y

"Dari 'Aisyah, bahwa ia pernah menyisir rambut Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, padahal ia sedang haidh, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang i'tikaaf di masjid, dan 'Aisyah berada di dalam kamarnya dan kepala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dimasukkan ke kamar 'Aisyah. Dan adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bila sedang i'tikaaf tidak pernah masuk rumah melainkan kalau untuk menunaikan hajat". (Hadits Shahih riwayat Bukhari 2:260, 256. Muslim 1:167, Abu Dawud No. 2467. Tirmidzi. Ibnu Majah No. 1776 dan 1778. Malik. Ibnul Jarud dan Ahmad 6:104,181,235,247,262). Berkata Ibnul Munzir: "Para Ulama sepakat, bahwa orang yang i'tikaaf boleh keluar dari masjid (tempat i'tikaaf-nya) untuk keperluan buang air besar atau kencing, karena hal ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan, sebab tidak mungkin dilakukan di masjid. Dalam hal ini sama hukumnya dengan kebutuhan makan minum bila tidak ada yang mengantarnya, maka boleh ia keluar (sekedarnya)." (Lihat Fiqhus Sunnah 1:405). 'Aisyah juga meriwayatkan bahwa ia tidak menjenguk orang sakit ketika ia sedang i'tikaaf melainkan hanya sambil lewat saja, misalnya ada orang sakit di dalam rumah, ia bertanya kepada si sakit sambil lewat saja. Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim. Khatimah Sebagai khatimah dari tulisan ini, dianjurkan bagi orang-orang yang i'tikaaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dan yang tidak i'tikaaf, berusahalah memanfa'atkan kepada Allah, perbanyaklah baca Al-Qur'an, berdzikir kepada Allah, dan melakukan shalat-shalat sunnat yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mudah-mudahan kita termasuk orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan dan mudahmudahan pula dosa kita diampunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. "Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Barangsiapa yang berdiri (shalat tahajjud/tarawih), karena iman dan mengharapkan ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu". (Hadits Shahih riwayat Bukhari 2:252. Muslim 2:177. Abu Dawud No. 1371. Nasa'i 4:155-158. Darimy, Ibnu Majah No. 1326. Ahmad 2:281,289,408,423). Dan perbanyak pula baca dzikir di bawah ini pada malam ganjil di akhir Ramadhan yang diharapkan adanya Lailatul Qadar: "ALLAHUMMA INNAKA 'AFUUWUN TUHIBBUL 'AFWA FA' FU 'ANNII" ("Ya Allah ! Sesungguhnya Engkau Maha pemaaf dan suka mema'afkan, maka ma'afkanlah aku"). (Hadits Shahih riwayat Ahmad 6:171. Ibnu Majah No. 3850. Tirmidzi No. 3580. Lihat Shahih Tirmidzi No. 2789 dan Shahih Ibnu Majah No. 3105).

Wallahu 'Alamu Bish Shawaab. Menggapai Lailatul Qadr Makna Lailatul Qadr Lailatul Qadr adalah malam diturunkannya al-Quran oleh Allah Ta'ala. Adapun tentang makna lailatul qadr, ada beberapa pendapat para ulama. Pertama: maknanya adalah malam keputusan; atau malam penetapan. Dinamakan demikian karena pada malam itu Allah Ta'ala menetapkan perintah-Nya yang Dia kehendaki, yang berupa kematian, ajal, rezki dan lainnya sampai malam al-qadr tahun beriktunya. Ini pendapat Ibnu Abbas, Ikrimah dan Sa'id bin Jubair. Kedua: maknanya adalah malam kemuliaan. Dinamakan demikian karena keagungannya, dan kemuliaannya. Ini pendapat az-Zuhri dan lainnya. Ada juga yang mengatakan dinamakan demikian karena perbuatan-perbuatan ketaatan pada malam itu memiliki nilai yang agung dan pahala yang banyak. Abu Bakar al-Warraq berkata: "Dinamakan demikian karena orang yang tidak punya kemuliaan dan keutamaan akan mendapatkannya, jika dia menghidupkan malam tersebut." Ada juga yang mengatakan dinamakan demikian karena pada malam itu Allah Ta'ala menurunkan Kitab (al-Quran) yang memiliki kemuliaan, kepada Rasul (Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam) yang memiliki kemuliaan. Pendapat lain menyatakan, karena pada malam itu para malaikat yang memiliki kemuliaan dan kepentingan turun ke bumi. Pendapat lain menyatakan, karena pada malam itu Allah Ta'ala menurunkan kebaikan, berkah dan ampunan. Ketiga: maknanya adalah malam yang sempit. Dinamakan demikian karena pada malam itu bumi sesak/sempit dengan para malaikat. Ini dinyatakan oleh al-Khalil. (Lihat semua keterangan di atas dalam Tafsir al-Qurthuby surat al-Qadr). Keutamaannya Cukuplah sebagai keutamaannya bahwa lailatul qadr itu lebih baik daripada seribu bulan. Allah berfirman (yang artinya): "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. al-Qadr 1-3). Kebanyakan ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksudkan adalah suatu amalan yang dilakukan pada malam itu lebih baik daripada amalan yang dilakukan seribu bulan yang tidak ada lailatul qadr padanya. Ini dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, as-Syafi'i, dan lainnya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, al-Qurthuby, as-Sa'di dan lainnya dalam surat al-Qadr). Oleh karena itulah lailatul qadr merupakan malam yang diberkahi. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Haa Miim. Demi Kitab (al-Quran) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul sebagai rahmat dari Rabb-mu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS ad-Dukhan 1-6). Waktunya

Ada riwayat dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa lailatul qadr terjadi pada malam Ramadhan ke 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. Pendapat terkuat waktunya adalah pada malam-malam ganjil bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallambersabda: "Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan". (HR. Bukhari, Muslim no. 1169 dari 'Aisyah). Dan memang ilmu tentang hal tersebut telah diambil oleh Allah dari Nabi gara-gara kesalahan (yaitu pertengkaran) yang dilakukan oleh dua laki-laki diantara ummmat beliau. 'Ubadah bin asShamit berkata: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar akan memberitahukan tentang lailatul qadr, lalu ada dua laki-laki diantara kaum muslimin bertengkar maka beliau bersabda: "Sesungguhnya aku keluar untuk memberitahukan kalian tentang lailatul qadr. Tetapi sesungguhnya si Fulan dan si Fulan bertengkar sehingga diangkatlah (ilmu tentang waktu lailatul qadr). Namun mudah-mudah hal itu lebih baik bagi kalian. Carilah lailatul qadr pada malam tujuh, sembilan dan lima (yang terakhir)." (HR. al-Bukhari). Menggapai Keutamaannya Jika kita telah mengetahui hal-hal di atas, hendaklah kita memperbanyak berbagai amalan ketaatan pada waktu-waktu di atas. Amalan-amalan itu seperti shalat tarawih, membaca al-Quran, shadaqah, dzikir berdoa dan lain-lain. 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika telah masuk sepuluh akhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan isterinya, bersungguh-sungguh (beribadah) dan mengencangkan sarungnya (tidak menggauli isterinya)." (HR. Bukhari dan Muslim 1174). 'Aisyah juga pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda jika aku mengetahui waktu lailatul qadr, apa yang aku ucapkan di malam itu?" Beliau menjawab: "Ucapkanlah: Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii (wahai Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah daku)." (HR. Ibnu Majah dan at-Tirmidzi dengan sanad yang shahih) Tanda-tandanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberitahukan tanda-tanda lailatul qadr di dalam beberapa haditsnya, antara lain: Dari Abu Hurairah dia berkata: "Kami memperbincangkan lailatul qadr di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: "Siapa diantara kalian yang mengingat ketika bulan muncul, yang bulan itu seperti separuh piring". (HSR. Muslim). Al-Qadhi 'Iyadh berkata: "Padanya terdapat isyarat bahwa lailatul qadr hanyalah akan terjadi pada akhir-akhir bulan, karena bulan tidak akan demikian munculnya kecuali pada akhir-akhir bulan". (Sifat Shaum Nabi, hal. 90). Ubay bin Ka'b berkata: "Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui kapan lailatul qadr itu, yaitu malam yang kami diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk shalat padanya. Yaitu malam yang besok paginya (adalah hari ke) dua puluh tujuh. Adapun tandanya adalah matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan putih tidak menyilaukan." (HSR. Muslim no. 762, Tirmidzi, Abu Dawud, al-Humaidi dan lainnya). Ibnu Abbas berkata: "Lailatul Qadr adalah malam yang lembut, sedang, tidak panas, tidak dingin;

Membuat shadaqah dengan makanan-makanan khusus (seperti nasi kuning. mensucikan) Firman Allah Ta'ala: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. kitab Az Zuhd jilid 4 hal. Thoharoh (membersihkan. (LihatMu'jamul Bida' hal. supaya kita tidak terjerumus di dalamnya. kata Imam Tirmidzi: "Hadits ini hasan shohih") Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani: "Tanaman itu telah Zakka.matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan lembut. kue apem. Bid'ah-bid'ah itu antara lain: y Shalat lailatul qadr. berkembang) Firman Allah Ta'ala: "Allah memusnahkan ribaa' dan menyuburkan sedekah" (QS. Al-Barokah Firman Allah Ta'ala: "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya" (QS. 2325. 605 karya Syeikh Raid bin Shabri bin Abi 'Ulfah). kitab zakat jilid 3 hal. Ibnu Khuzaimah dan al-Bazzar dengan sanad yang hasan) Bid'ah-bid'ah Seputar Lailatul Qadr Kami sampaikan di sini beberapa contoh bid'ah yang berkaitan dengan lailatul qadr. Yakni melakukan shalat khusus berkenaan dengan lailatul qadr. 262) 3. (Lihat Mu'jamul Bida' hal." (QS. 605). yakni berkembang dan tumbuh" (Fathul Baari.tazkiyatan . dan lain-lain) pada malam ke-21 atau 29. AlBaqarah:276) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Rabsyah Al-An Maary: "Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan" (HR. (Lihat Mu'jamul Bida' hal. Wallahul Muwaffaq(semoga Allah memberi petunjuk dan bimbingan). y y y Setelah kita mengetahui semua ini. 487 no. at-Thayalisi 349. (HR. lalu dibawa ke tempat kyai/penghulu untuk dido'akan. ZAKAT Definisi Zakat Menurut Bahasa (lughoh) Dari asal kata zakkaa . Namaa' (tumbuh. Tirmidzi. merah". marilah berlomba-lomba di dalam kebaikan untuk meraih keutamaan lailatul qadr dan meninggalkan berbagai bid'ah yang ada. Keyakinan malam pertengahan Ramadhan adalah malam lailatul qadr. Berkumpul di masjid-masjid untuk menyambut lailatul qadr.yuzakkii . 605). dengan mendendangkan qasidah-qasidah dan memukul rebana. At-Taubah:103) 2.zakaatan yang berarti : 1. Saba' : 39) .

Al Baqoroh : 43) 2. Fatawa 25:8) 3. Kitab Tafsir surat Hud 8 : 352. Bahwa Zainab namanya adalah Barroh maka dikatakan 'dia memuji dirinya' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallammenamainya Zainab. hal. Muslim no. Al-Madh (Pujian) Dalam hadits Abu Hurairoh tentang kisah Zainab Ummul Mukminin: " . (lihat An Nihayah karya Ibnu Al Atsir jilid 2 hal. Muslim.. . Zakat Ungkapan ini paling banyak disebutkan bahkan sering digabungkan dengan perintah shalat sampai diulang dalam 82 ayat (lihat Taudih al akham 3:5).. shodaqoh. untuk golongan tertentu pada waktu tertentu. 4684. Kitab Al Azab Juz 14.. 1. Shodaqoh Firman Allah Ta'ala: "Ambillah shodaqoh (zakat) dari sebagian harta mereka. 5572) 5. Amal Sholeh Firman Allah Ta'ala: "Dan kami menghendaki supaya Tuhan mereka mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu." (Mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2 : 876. 307. dengan zakat itu " (At Taubah : 103) . terkadang dengan ungkapan zakat." (QS." (Al-Fath 3:262) 2. Pendapat Syaikh Abdullah Al-Bassaam: "Hak wajib dari harta tertentu. Pendapat Ibnu Taimiyah: "Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah sampai nishob untuk keperluan tertentu. 2305. infaq/nafaqoh dan al-'afwu. Kitab Zakat 7:81) 4. Imam Al-Farro' mengatakan: arti 'yang lebih baik kesuciannya' adalah yang lebih baik amal sholehnya. Lisanul Arab karya Ibnul Mandzur jilid 6 hal 64-65) Menurut Hukum (Istilah Syara') 1." (HR. al-Kahfi 18:81). . Bukhori no. Firman Allah Ta'ala: "Dan dirikanlah sholat. 346 no. Pendapat Al-Hafidz Ibnu Hajar: "Memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nashob selama setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib. tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orangorang yang ruku" (QS.Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairoh radhiallohu anhu: Allah Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi: "Hai anak Adam berinfaklah niscaya Aku akan berinfak untukmu" (HR." (Taudhihul Ahkam 3:5) Zakat Dalam Bahasa Al-Qur'an Sedangkan Al-Qur'an Al-Karim telah menyebutkan tentang zakat dengan berbagai ungkapan.

" (lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 no. 121) Adapun Ijma'. Didalam surat Fushilat Allah mengancam yang tidak mengeluarkan zakat: "Orang-orang yang tidak mengeluarkan . adz-Dzariyat 51:19). Firman Allah Ta'ala: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. menegakkan sholat. menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. karya Ibnu Qudamah 4:5) Syaikh Abdullah Albassam menerangkan (Taudihul ahkam:3/12): "Para ulama berselisih kapan diwajibkannya zakat. Muslim Kitabul Iman1:147 no. menunaikan zakat. 113). Al Baqoroh:219) Hukum Menunaikan Zakat Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung. Kitabul Iman 2:130 no. bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya. Dasarnya adalah dari Al Qur'an." (QS. Infaq/Nafaqoh Firman Allah Ta'ala: "Hai orang-orang yang beriman. Al-'Afwu Firman Allah Ta'ala: "Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan." (QS. Al-Bayyinah :5) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Islam dibangun di atas lima dasar. Al Baqoroh:267) 4. As Sunnah dan Ijma'. 8 dari hadits Ibnu Umar. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal radhiyallahu 'anhu ke negeri Yaman: "Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka" (HR. memberi makan dan berbuat baik. nafkahkanlah (yakni keluarkanlah zakatnya) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Allah berfirman: "Pada harta-harta mereka ada hak tertentu untuk orang yang meminta dan yang tidak meminta" (QS.3. akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa kewajiban zakat di tetapkan dalam tiga fase: a. Muslim. Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan. (alMughni. Juga para sahabat telah sepakat untuk memerangi orang-orang yang tidak mau membayarnya dan menghalalkan darah dan harta mereka karena zakat termasuk dari syi'ar Islam yang agung. Zakat diwajibkan secara mutlak tidak ada batasan atau rincian akan tetapi hanya perintah untuk memberi. maka kaum muslimin disetiap masa telah ijma' (sepakat) akan wajibnya zakat. Katakanlah: al-'afwu (yang lebih dari keperluan)" (QS. ini berlangsung ketika sebelum Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam hijrah.

Adz-Dzariyat : 19) Dalam ayat ini Allah Ta'ala telah mengkhususkan sifat-sifat yang mulia dengan berbuat baik.. Dan kebaikan mereka nampak jelas dari menegakkan shalat malam... tambahan dan ganti yang lebih baik dari Allah Ta'ala. Sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala (lihat Risalah Fi Zakat oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz). (QS. Memperoleh keberkahan. Juga mensucikan mereka dari kehinaan dan kerendahan dari mengambil dan makan haknya orang fakir. Dalam surat Al-Mudatsir Allah memasukkan orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin sebagai al-mujrimun (orang-orang yang berdosa): ". Hal ini dikarenakan fitrahnya jiwa manusia adalah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan (berjasa kepadanya). memohon ampun di waktu malam dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana kebaikan mereka yang nampak jelas dalam memberi dan menunaikan haknya orang-orang fakir demi kasih sayang dan rohmah bagi mereka. y y y y Anjuran Menunaikan Zakat Firman Allah Ta'ala: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka" (QS. Al Hajj:41) . Mensucikan dan membersihkan jiwa serta menjauhkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil." (QS." (QS. baik itu shodaqoh yang ditentukan (zakat) ataupun yang tidak ditentukan (tathowa) demi untuk membersihkan mereka dari kotornya kebakhilan dan rakus. Firman Allah Ta'ala: "(Yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi.. Al-Mudatsir : 44) b." (QS 41:7). Dan juga untuk menumbuh kembangkan harta mereka dan mengangkatnya dengan kebaikan dan keberkahan akhlak dan mu'amalah sampai mengantarkan mereka menjadi orang yang berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. c. Firman Allah Ta'ala: "Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Hikmah Disyariatkannya Zakat y Menguatkan rasa kasih sayang antara si kaya dengan si miskin. niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. dan tidak memberi makan orang miskin". Membiasakan seorang muslim untuk memiliki sifat belas kasihan. Tahun kedua Hijriyah diterangkanlah hukum zakat dengan rinci.. diterangkan harta yang wajib dizakati dan kadar nishabnya serta jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat. Tahun kesembilan Hijriyah ketika manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong dan semakin luas daerah Islam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim petugas-petugas untuk mengambil zakat . At Taubah : 103) Ayat ini mengajarkan untuk mengambil sedekah dari hartanya kaum mu'minin.zakat.

Firman Allah Ta'ala: "Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. 2287 dari hadits Abu Hurairah) Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membaginya pintu kefakiran." (QS. Ancaman Bagi yang Tidak Menunaikan Zakat Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. At Taubah : 34-35).Allah telah menjanjikan dengan menunaikan zakat merupakan tujuan untuk bisa tegak dan kokoh di muka bumi ini. sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya." (Turmudzi Kitab Az-Zuhd 4:487(2325) dari hadits Abi Habsyah) Dari masih banyak hadits-hadits tentang anjuran untuk menunaikan zakat serta keutamaankeutamaannya. dahi dan punggungnya. apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batu-batu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut. Firman Allah Ta'ala: "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (HR. apakah ke surga atau neraka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50. . Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Tiga perkara yang aku bersumpah atas tiga perkara tersebut dan menceritakan kepada kalian maka jagalah : Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan dan tidak seorang hamba dianiaya dengan satu kedholiman kemudian dia bersabar (atas kedholiman) kecuali Allah akan menambahkan baginya dengan kemuliaan. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. Ali Imron : 180) Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya. sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu" (QS.

Abu Dawud. Dan mengambil hak zakat dari orang tersebut sesuai dengan kewajibannya. Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memiliki kekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya. walaupun secara dzahir tidak dikafirkan. Hakim.1403 dari hadits abu Hurairah. Nasa'i. (lihatFatawa 7:611. maka kalau mereka telah ." (HR. menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. 11. (HR. majalah Buhuts Islamiyah Darul Ifta' edisi 58 tahun 1420H hal. Kecuali pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Syafi'i (pendapat lama) maka mengambilnya separuh dari hartanya sebagai hukuman baginya. Juga haditsnya Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (HR. Bukhori Kitab Zakat 3:268 no. akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orang murtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali. Sebagaimana hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: " Dan barang siapa yang tidak mau menunaikannya (zakat) maka kami akan mengambilnya dan separuh hartanya adalah hak dari hak-hak wajib bagi Tuhan kami. kalau tidak mau bertaubat maka hukumnya dibunuh. Para ulama menghukumi bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya dari keislamannya. mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Para ulama menghukumi agar diperangi sampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dalam memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Muslim Kitab Zakat 7:74 no. Kemudian beliau membaca ayat: "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya. al-Mughni 4:67. 2294) Hukum bagi yang Orang Tidak Mau Bayar Zakat Dalam hal ini ada beberapa kriteria dari orang-orang yang tidak mau membayar zakat : 1. harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat. sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. aku adalah hartamu". tidak boleh lebih. Jama'ah dari Abu Hurairah). Ahmad. Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya. Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya. tidak halal bagi keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam darinya sedikitpun. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayar zakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya (tahdzir). Mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877. Fiqh Sunnah 1:403) 2.Juga sabda Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang lain: "Barang siapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: "Aku adalah simpananmu. Baihaqi dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya).

Hal ini karena keumuman hadits Muadz di atas (lihat Risalah Zakat oleh Syaikh bin Baz hal 13-14). Adapun kalau dia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad." (HR. Dewasa (baligh). Firman Allah Ta'ala: "Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Zakat tidak diwajibkan kepada budak dan hamba sahaya karena hartanya adalah milik tuannya maka tuannyalah yang menzakatinya. Tidak mau membayar zakat dengan mengingkari akan wajibnya." (Al-Baqarah : 267) Syarat-syarat yang Wajib Mengeluarkan Zakat 1. 3." (al-Mughni 4:6-7) Zakat Maal Zakat maal (harta) adalah untuk mensucikan harta dari hal-hal yang haram (harta haram) dan menjaga harta dari haknya orang-orang fakir dan yang lainnya." (HR. Bukhari & Muslim) 3. Kitab Zakat 3:261 no. Karena zakat merupakan salah satu rukun Islam maka tidak diwajibkan kepada orang kafir. 4. Berakal.mengerjakannya terjagalah dari darah dan harta mereka kecuali haknya Islam dan hisab mereka di sisi Allah." (Al-Furqon : 23) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Muadz radhiyallahu 'anhu sewaktu mengutusnya ke negeri Yaman: "Beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shodaqoh dari "harta mereka" yang diambil dari orang-orang kaya dari mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka. Firman Allah Ta'ala: "Dan kami hadapi segala amal yang mereka (orang-orang kafir) kerjakan lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. Akan tetapi jika anak-anak itu memiliki harta yang sudah sampai nishob dan satu tahun maka walinya atau orang yang mengurusinya wajib untuk mengeluarkan zakat dengan niat untuk mereka. Zakat hanya diwajibkan kepada orang dewasa tidak kepada anak-anak yang belum baligh. Bukhari. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha terpuji. Muslim. Orang yang tidak berakal kedudukannya sama dengan anak-anak. Merdeka. maka walinya yang . Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk kemudian kamu nafkahkan dari padanya padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Berkata Ibnu Qudamah: "Barang siapa yang mengingkari karena jahil (tidak tahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerah terpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. 1395 dari hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu) 2.

kerbau dengan sapi. (Fatawa 30:325) 2. pemberian negara. Milik Penuh (al-Milhuttaan) Yaitu harta tersebut berada dalam pengawasan dan kekuasaan secara khusus dimana pemiliknya berkuasa untuk mengusahakan dan mengambil manfaat daripadanya. bahkan kalau nishobnya ada di berbagai negeri maka wajib dizakati. Seperti harta yang ada di tangan para perampas. dinar dengan dirham. Harta Gabungan (Syurokaa') Maka zakatnya adalah wajib bagi yang bagiannya sudah sampai nishob. Syarat-syarat Harta yang Wajib Dizakati 1. (Fatawa 25:52) Harta yang ada dalam kekuasaan seseorang dan tidak diketahui pemiliknya secara tertentu maka hukumnya adalah seperti milik penuh yang wajib dizakati. Kalau memiliki berbagai macam harta yang terkumpul dalam satu jenis dan masing-masing dari macam-macam harta itu belum sampai nishob maka untuk menyempurnakan nishobnya adalah dengan menggabungkan macam-macam harta yang satu jenis tersebut. Seperti dalam muzaro'ah misalkan. Cukup Nishob Nishob artinya: harta yang telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan syari'at. Kalau hilangnya nishob sebelum mengeluarkan zakat bukan karena .24) Tidak disyaratkan sampainya nishob di satu negeri saja. sewaan. (Fatawa 25:38) 3. Maka harta yang belum mencapai jumlah tertentu tersebut terbebas dari kewajiban membayar zakat. harta yang dirampas sampai bisa kembali ke tangannya. Maka barang siapa yang memiliki harta dalam kepemilikan penuh maka wajib atasnya zakat. Misalkan Wamh dengan sya'ir (jenis gandum). kambing kacang dengan biri-biri. 13). (Fatawa 25:23. harta yang dicuri. 30:149) 4. mata uang dengan harta perniagaan. akan tetapi kalau tidak bisa dibedakan maka membayar zakatnya secara bersama-sama. Dan As-Sunnah telah menjelaskan dan merinci batas nishob dari macam harta yang ada.dibebani untuk membayar zakat (lihat Risalah Zakat oleh Syaikh bin Baz hal 13-14). maka yang punya tanah wajib membayar zakat dari bagian hasil tanamannya sebagaimana yang mengerjakannyapun wajib membayar zakat dari bagiannya. harta yang dibelinya tapi belum mampu mengambilnya dari penjual.15. Kepemilikan itu bisa berupa hasil usahanya. Harta yang tercampur (Khulatha) Kalau harta milik masing-masing bisa dibedakan maka membayar zakat secara masing-masing. (Fatawa 25:13. Oleh karenanya tidak diwajibkan atas zakat yang diwaqafkan ke pihak masyarakat umum. juga harta mukatabah yakni harta budak yang mau membeli dirinya karena seorang Mukatab mampu untuk mengurusi dirinya (lihat majalah Buhuts hal. pinjaman atau waqaf untuk dirinya.

perabot rumah tangga. 631) Adapun yang keluar dari bumi seperti biji-bijian. tidak perlu dengan haul yang baru. Yang berkembang dengan sendirinya seperti binatang ternak dan tanaman 2. (Fatawa 25:8). Jika modal dasarnya tidak sampai nishob kemudian ketika genap satu tahun (haul) mencapai nishob dengan keuntungannya maka menurut pendapatnya Imam Malik wajib untuk dizakati. Syaikh Abdullah Al-Bassam berkata: "Al-Wazir berkata: "Telah ijma' para ulama bahwa tidak ada zakat pada rumah yang ditempati. adapun yang tetap yang tidak mungkin berkembang karena hanya untuk digunakan pemiliknya tidaklah wajib zakat" (Taudihul ahkam:3/28) 6. Berlaku satu tahun (haul) Disyaratkan berlakunya satu tahun sudah mencapai nishob jika harta berupa mata uang atau binatang ternak. Berkembang (namaa') Zakat hanya diwajibkan pada harta yang berkembang yakni bisa bertambah dengan diusahakan. Berdasarkan haditsnya Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang memanfaatkan harta maka tidak ada zakat baginya sampai genap satu tahun pada pemiliknya. Yang berkembang dengan berubah dzatnya dan diusahakan seperti mata uang yang berkembang dengan diniagakan dan yang semisalnya. (Fatawa : 23). senjata yang biasa digunakan. Tirmidzi. Perlu diketahui bahwa haul (satu tahun) disini adalah tahun qamariyah (hijriyah) sebagaimana . Jika sampai nishob kemudian beruntung maka keuntungannya itu dihitung dengan modal dasarnya. Firman Allah Ta'ala: "Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya dengan membayar zakatnya. 5." (HR. Untuk menyempurnakan nishob harta syuroka' (harta gabungan) tidak boleh digabung bahkan wajib membayar zakat atas masing-masing yang berserikat kalau bagiannya sudah sampai nishob kalau bagiannya belum sampai nishob maka tidak wajib zakat. hamba sahaya. Kitab zakat 3:26 no. Jika memiliki harta yang belum sampai nishob kemudian memiliki yang bisa menyempurnakan nishob maka haulnya dimulai dari memiliki harta yang menyempurnakan nishob. berdasarkan hadits yang terdapat falam shahihain: "Tidak wajib atas seorang muslim mengeluarkan zakat atas hamba dan kudanya". buah-buahan maka zakatnya ketika panen dan tidak disyari'atkan menunggu haul (satu tahun).keteledoran pemiliknya maka tidak wajib membayar zakat. Dan harta yang berkembang ini dibagi menjadi dua macam: 1." (Al An'aam : 14) Maka barang siapa memiliki emas yang sudah sampai nishob dan telah berlalu selama satu tahun maka wajib zakat. pakaian yang digunakan. Saya katakan: "Ini adalah contoh batasan zakat yakni harta itu tidak wajib dikeluarkan zakatnya kecuali yang dipersiapkan untuk berkembang. dalam artian semua harta dihitung hasilnya kecuali apa yang keluar dari bumi.

dijelaskan oleh Imam Nawawi. karena kebanyakan orang kebiasaannya mengeluarkan zakat maal dibulan ramadhan Syaikh Muqbil menyatakan ketika menjawab masalah yang hampir sama dengan ini (Ijabatus Sail:121): Allah Ta'ala berfirman: "Keluarkanlah haqnya (zakatnya) ketika hari panen" (QS alAn'am : 141). Seyogyanya juga memilih orang yang dianggap bisa bermanfaat bagi Islam dan muslimin seperti para penuntut ilmu syar'i. maka tidak memutus (memotong) hitungan haul tersebut. Maka hendaklah cari para penuntut ilmu syar'i. . (Fatawa 25 : 100). jika haulnya bertepatan dengan bulan Ramadhan disalurkan ketika itu tapi jika datangnya haul tidak bulan Ramadhan dikeluarkan ketika itu juga (jangan menunggu bulan Ramadhan-pent). maka harus lah ia bersegera mengeluarkan zakat secepat-cepatnya karena mungki orang fakir sedang membutuhkannya maka (kita tegaskan kembali -pent) waktu mengeluarkan zakat adalah ketika sudah datang haul atau waktu panen. sementara nishab yang pertama (mata uang) belum genap hasilnya. Masalah ini (bolehnya menyegerakan pengeluaran zakat) bedasarkan satu riwayat: Dari Aliradiyallahu'anhu bahwasanya Abbas bin Abdul Muthalib minta ijin untuk menyegerakan pengeluaran zakatnya sebelum datang haul maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallammemberinya keringanan untuk melakukannya" (HR Tirmidzi dan Hakim dan dihasankan oleh syaikh Albani). Masalah: Boleh membayar zakat sebelum waktunya. Misalkan memiliki nishob dan membayar zakat sebelum berlalu satu tahun. Demikian juga emas dan perak yang telah sampai haulnya. kalau ada sebabnya. Seyogyanya bagi seorang muslim bersegera menunaikan zakatnya karena mungkin saja datang kepadanya kematian. Demikianlah. maka hitungan haul binatang ternak didasarkan pada haul mata uang. Ada seorang yang baik mencari-cari para penuntut ilmu syar'i. Jika mengganti nishab satu jenis harta dengan harta yang lain ditengah-tengah hitungan haul. atau akan tergambarkan berniat jelek. menurut salah satu pendapat ulama. maka boleh membayar zakat dan boleh menunggu sampai benar-benar yakin kalau sudah sampai hasil. (Fatawa 25 : 39) Masalah: Apakah zakat maal hanya diberikan di bulan ramadhan saja atau apakah telah ditetapkan waktunya. atau tertimpa kebangkrutan. Ketika tanaman di panen maka wajib ketika itu mengeluarkan zakatnya. Jika ragu-ragu apakah sudah berlalu satu tahun (haul) atau belum. Contohnya kalau membeli dengan mata uang senishab dengan senishab dari binatang ternak. . Telah diterangkan bahwa Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu hari pernah terburu-buru masuk kerumahnya ketika selesai shalat ketika keluar beliau melihat para shahabatnya sedang terheran-heran maka beliau bersabda: "Aku meninggalkan sepotong emas dirumah" . Aku kenal beberapa orang . membayar zakat tanaman setelah tumbuh sebelum bijinya siap dipanen dan zakat buah-buahan setelah tampak buahnya sebelum masak. mereka memang membutuhkan.

yang telah selesai dari belajar mereka dan Insya Allah pahalanya besar tidak akan terputus dan tidak akan disia-siakan Allah. Miskin Mereka adalah orang yang tidak mempunyai sesuatu yang mencukupi mereka. Diantara tujuan disyariatkannya zakat adalah mencukupi orang faqir dan memenuhi kebutuhannya. adapun orang yang diberi adalah orang faqir yaitu yang tidak memiliki harta semisal orang kaya. hadits ini menerangkan yang diambil zakatnya adalah orang kaya yakni yang memiliki harta sampai nishab zakat. Ukuran orang itu cukup adalah ukuran yang lebih dari kebutuhan pokoknya bersama istri dan anaknya berupa makan. Mereka wajib orang Islam dan bukan yang diharamkan menerima shadaqah dari keluarga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yakni Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib. dan 2. pakaian. atau ikut berperang dijalan Allah atau diberi hadiah oleh seorang miskin yang mendapat bagian shadaqah" 4. Fakir. Amil zakat (pengurus zakat) Mereka adalah yang diangkat oleh imam atau naibnya. mereka pengambil zakat dan termasuk ini juga para penjaganya. 3. dalam hadits Muadz:"(Zakat) diambil dari orang kaya dan diberikan kepada orang faqir". budak-budak orang yang punya hutang dan yang yang berjuang dijalan Allah serta ibnu sabil kewajiban dari Allah dan Allah Maha Tahu dan Bijaksana. Hendaknya mencari para penuntut ilmu syar'i dan mendorong mereka untuk tenang dalam menuntut ilmu. Dari Abu Said Alkhudri radihiallahu'anhu bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallambersabda: "Tidak halal shadaqah itu bagi orang kaya kecuali orang kaya yang menjadi amil zakat. untuk mengumpullkan zakat dari orangorang kaya. Barang siapa yang tidak bisa mencukupi ukuran ini maka ia adalah faqir. tempat tidur dan perkara primer lainnya. Tidak ada perbedaan antara faqir dan miskin dalam masalah kebutuhan dan kemiskinan serta dari sisi berhak menerima zakat. Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat Mustahiq zakat ada delapan golongan. atau membelinya dari orang miskin. Orang-orang yang sedang dilunakkan hatinya (Muallaf) . maka keduanya diberi harta zakat (shadaqah) sekadar mengeluarkan dia dari kefaqiran menjadi cukup. Allah membatasinya dalam ayat: "Sesungguhnya zakat itu bagi orang-orang fakir miskin dan mengurusinya serta orang yang sedang ditundukkan hatinya."(QS. Kadar harta yang disalurkan kepada faqir dan miskin. minum. at-Taubah : 60) Adapun rincian mereka ini adalah sebagai berikut: 1.

yang ditaati kaumnya diberi bagian dengan harapan semakin kokoh keislaman dan keimanannya serta membantu dalam jihad seperti orang-orang yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beri bagian ketika pembagian ghanimah perang hawazin. seperti perbuatan Abu Bakar ra. Mereka adalah orang-orang yang bebas dari penduduk mekah dan masuk Islam diantara mereka ada munafiq.'' 5. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tiga golongan haq atas Allah untuk menolongnya: mujahid yang berperang di jalan Allah.' Dia berkata: "Demi Allah dia Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberiku. yang memberi bagian kepada Adhi bin Hatim serta Zibarqon bin Badar padahal keduanya adalah bagus keislamannya. b. 7. Orang-orang yang diperbantukan pemerintah untuk mengambil zakat dengan paksa dari orang yang tidak mau mengeluarkannya Adapun muallaf dari kalangan kafir adalah orang yang diharapkan keimanannya. sungguh ia dahulu adalah orang yang paling aku benci hingga terus menerus ia memberiku sampai menjadi orang yang paling aku cintai." 6. Gharimun Yaitu mereka yang menanggung hutang dan tidak mampu membayarnya. beliau berkata: "Ini adalah pemberian orang yang tidak takut faqir'. Budak (Hamba sahaya) Mencakup juga mukatib (yang mempunyai perjanjian damai dengan tuannya setelah membayar dirinya). orang yang menikah mengharapkan menjaga kehormatannya. seperti Shafwan bin Umayah yang diberi keimanan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan membiarkannya selama empat bulan untuk melihat urusannya supaya ia memilih untuk dirinya. Mualaf dari kalangan muslimin ada empat macam: a. d. Tokoh-tokoh muslimin. Orang yang berjihad dijalan Allah . Ia pernah hadir dan ikut perang Hunain sebelum Islamnya dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meminjam pedangnya ketika menuju perang Hunain. c. Pemimpin-pemimpin yang lemah imannya dari kalangan muslimin. yang lemah imannya setelah pembagian ghanimah itu sebagian besar mereka mantap dan bagus keislamannya.Mereka adalah orang-orang yang diinginkan tunduk hatinya menerima Islam atau memantapkan hatinya di atas Islam karena lemahnya iman dia atau mencegah kerusakannya terhadap muslimin dan mengharapkan bantuan darinya membela muslimin. Hal itu karena keduanya adalah pemimpin dikaumnya masing-masing. Kaum muslimin yang tinggal diperbatasan daerah muslimin dengan daerah musuh diharapkan pembelaan mereka. Dari Abu Hurairah. mukatib ditolong untuk membebaskan dirinya dengan uang zakat (shadaqah). mukatib yang ingin menunaikan perjanjiannya. Nabi memberinya seratus onta yang gemuk yang ada di lembah. Mualaf itu ada dua golongan: dari kalangan muslimin dan kafir.

Masalah : Bolehkah memberikan zakat kepada satu golongan mustahik saja? Berkata pengarang Raudun Nadiyah: "Adapun memberikan (menyalurkan) zakat kepada satu gongan mustahiq saja merupakan masalah yang paling pantas untuk dibahas. memberi pembantu untuk membantu mujahidin serta meminjamkan onta pejantan" 8. Pengkhususan bagi mereka itu tidak mengharuskan untuk membagi hasil zakat kepada semua golongan mustahiq sama rata " Beliau menyatakan juga: ". Ibnu Sabil Para ulama telah sepakat bahwa seorang yang terputus perjalanan dari ngerinya diberi bagian shadaqah (zakat).. Bani Hasyim . untuk membantu mewujudkan tujuannya. sekarang akan kita sebutkan orang-orang yang tidak boleh menerima zakat dan tidak boleh menerimanya. mereka yakni para mujahidin mendapatkan bagian zakat.'' Keutamaan-keutamaan berinfak di jalan Allah Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang berinfaq di jalan Allah akan dicatat baginya tujuh ratus lipat" "Barang siapa yang membantu persiapan oarang yang berjihad maka ia telah berjihad. barang siapa yang mengurusi keuarga muahidin dengan baik maka ia telah berjihad" "Shadaqah yang paling afdhal adalah memberi naungan bagi yang sedang berjihad. tidak boleh diberikan kepada selain mereka." "Kesimpulannya: Bahwasanya Allah Subhanahu waTa'ala telah mentapkan zakat itu khusus untuk delapan golongan. kaya ataupun miskin." 2.. Para ulama mensyaratkan safarnya adalah untuk untuk ketaatan bukan untuk maksiat. Ibnul Mundzir berkata: "Telah ijma' ahlul ilmu yang kami hafal ilmunya bahwa seorang kafir dzimmitidak diberi zakat maal sedikitpun.kalau seseorang wajib bayar zakat dan ia mengeluarkannya untuk semua golongan mustahiq maka ia telah menjalankan perintah Allah..Jumhur ulama menyatakan maksudnya adalah orang-orang yang sedang berjihad. Dalam satu riwayat: "Zakat tidak halal bagi orang yang kaya kecuali orang kaya yang ikut berjihad dijalan Allah. Dalam hadits Muadz: "(Zakat) itu diambil dari orang kaya mereka dan di bagikan kepada orang miskinnya" yakni: diambil dari orang kaya muslimin dan diberikan kepada orang faqir yang muslim. mereka adalah: 1.'' Orang-orang yang Diharamkan Menerima Zakat Setelah kita ketahui mustahiq (penerima zakat/shadaqah) yang telah ditetapkan Allah. Orang-orang kafir dan mulhid.

" Adapun pendapatnya Ibnu Qutaibah: "Yang dimaksud Zakat Fitrah adalah zakat jiwa. keluarga Ja'far." (Riwayat Bukhari 3/291 dan Muslim 984 dan tambahan pada Muslim) Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitri. keluarga Abbas serta keluarga Harits. karena itu adalah kotoran harta manusia.Yang dimaksud disini adalah keluarga Ali bin Abi Thalib. keluarga 'Aqil. kalaupun mereka faqir mereka tetap kaya karena anaknya. seperti dua orang tua. Zakat Fithr Berkata Ibnul Atsir: "Zakat fitrah (fithr) adalah untuk mensucikan badan" (An Nihayah 2:307) Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil perkataan Abu Nu'aim: "Disandarkan shodaqoh (zakat) kepada fithr (berbuka) disebabkan karena wajibnya untuk berbuka dari bulan Ramadhan. anaknya. kuh (supaya Hasan membuangnya). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya shadaqah itu tidak pantas untuk keluarga Muhammad. Bapak dan anak-anak sendiri Telah sepakat fuqaha bahwasanya tiddak boleh memberikan zakat kepada bapak. Tidakkah kau tahu bahwa kita tidak memakan shadaqah. nenek. istilah itu di ambil dari kata fitrah yang merupakan asal dari kejadian. 4. sehingga tidak butuh lagi zakat. karena orang yang berzakat itu memang wajib menafkahi bapaknya. maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Kuh. Maka jika zakat disalurkan kepada mereka berarti telah mengambil manfaat sendiri dan tidak mengeluarkan zakat." Pendapat ini dilemahkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan yang benar adalah pendapat yang pertama. anak." (Muttafaq alaih) 3." Hasan (cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) radiallahu 'anhu mengambil korma shadaqah. (lihat Fathul Baari 3:367) "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat Fithr (fitrah) satu sha' dari kurma atau satu sha' dari gandum kepada budak atau yang merdeka. 1503 dari hadits Ibnu Umar) Hukum zakat fithr Zakat fitri itu wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar radhiallahu'anhuma: "Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri kepada manusia pada bulan Ramadhan. Istri Para ulama telah ijma' bahwa seseorang tidak boleh memberikan zakat kepada istrinya. cucu. Bukhari Kitab Zakat 3:367 no." (Riwayat Abu Dawud 1622 dan An Nasaai 5/50 padanya ada . ibu." (HR. hal ini dikarenakan dia wajib menafkahi istrinya. bapaknya atau cucunya kaya. laki-laki atau perempuan anak kecil ataupun dewasa dari kaum muslimin dan beliau menyuruh untuk dibayar sebelum manusia keluar untuk shalat ('ied). kakek. kecuali kalau dia terlilit hutang maka diberi dari bagian gharimin untuk melunasi utangnya.

" Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithr wajib juga atas janin. jelek dan makanan bagi kaum miskin. karena turunnya suatu kewajban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain. seluruh yang puasa butuh akan itu. jika 'illat (alasan -pent) diwajibkannya karena pensucian. zakat fithr diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa (berdosa) seperti yang diketahui keshalihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari. jika berserikat dalam'illat berserikat juga dalam hukum". karena janin tidak bisa disebut kecil atau besar. merdeka. dan hamba." (Telah lewat takhrijnya) Al-Khathabi rahimahullah (Ma'alimus Sunan 3/214) menegaskan: "Zakat fitri wajib juga atas orang puasa yang kaya atau fakir yang mendapatkannya dari makanan dia." (Riwayat Bukhari 3/291 dan Muslim 984) Sebagian ahlul ilmi mewajibkannya pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairahradhiallahu 'anhu: "Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithr" (Riwayat Muslim (982)) Hadits ini umum sedangkan hadits Ibnu Umar khusus. tapi kami mengerjakannya (mengeluarkan zakat fitri). tapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu.Al-Hasan yang ber-'an-'anah. anak kecil. besar.) Dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh-nya (hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fitr) karena mungkin Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallammencukupkan dengan perintah yang pertama. akan tetapi hadits tersebut memiliki penguat. beliau berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallammemerintahkan kami dengan shadaqah fitri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkan (kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami. Yang lain berkata: "Tidak wajib atas orang puasa karena hadits Ibnu Abbasradhiallahu 'anhuma: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithr pensuci bagi yang puasa dari perbuatan sia-sia. baik menurut masyarakat ataupun istilah. sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. . lelaki. Dan sanadnya SHAHIH. dan dikeluarkan oleh An-Nasaai 5/49 dan Ibnu Majah 1/585 dan Ahmad 6/6 dan Ibnu Khuzaimah 4/81 dan Al-Hakim 1/410 dan Al-Baihaqi 4/159 dari beberapa jalan. Dan hadits sebelumnya sebagai penguat. perempuan. kecil dan besar dari kalangan muslimin." Siapa yang diwajibkan? Zakat fithr wajib atas kaum muslimin.) Sebagian ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fitri telah mansukh (dihapus) oleh hadits Qais bin Sa'ad bin Ubadah radhiyallahu 'anhu." Al-Hafidz rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya 3/368: "Bahwa pada sanadnya ada seorang periwayat yang tidak dikenal. Berdasarkan hadits Abdullah bin Umar radhiallahu'anhuma: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fithr sebanyak satu shaa' korma atau satu shaa' gandum atas hamba dan orang merdeka. Al-Hafidz menjawab (3/369): "Penyebutan pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan.

Sebab dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudry mengatakan: "Kami (para sahabat Nabi) memberikan zakat fithri di masa Nabi shalallahu 'alaihi wassalam berupa satu sha' makanan. karena hadits Abu Said Al-Khudri radhiyallahu 'anhu: "Kami mengeluarkan zakat pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam satu shaa' makanan. Syaikh Abdullah ibnu Abdirrahman ibnu Shalih Al-Bassam dalam Taisirul 'Allam (keterangan beliau terhadap kitab Umdatul Ahkam I/404) mengatakan: "Bahan makanan yang paling utama untuk zakat fithri (dari bahan-bahan makanan yang ada) adalah bahan makanan pokok yang paling dibutuhkan oleh kaum muslimin (faqir dan miskin) setempat. berdasarkan hadits Ibnu Umarradhiallahu 'anhuma: "Timbangan-timbangan pedagang gandum memakai takaran orang Madinah.. para ulama berbeda pendapat. satu shaa' susu kering. Dan ini adalah pendapat ulama dari madzhab Malikiyyah dan Syafi'i dan diriwayatkan pula dari Imam Ahmad.." (Riwayat Abu Dawud 2340.." (Riwayat Bukhari 3/294 dan Muslim 985) Dan hadits Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan satu shaa' gandum. Akan tetapi pendapat ini. hingga dengan jalan-jalan ini jadi hasan.) Dalam masalah ini..Macam jenis zakat fithr Zakat fitri dikeluarkan berupa satu shaa' gandum. satu shaa' anggur kering atau salt. adalah pendapat yang marjuh/lemah. satu shaa' korma. Nawawi 7/281. satu shaa' korma. Dan apabila dikonversikan ke satuan timbangan (berat) maka 1 . satu shaa' anggur kering.Baihaqi 6/31 dari Ibnu Umar. dan aqith. satu shaa' salt." Abu Sa'id Al-Khudry berkata: "Dan makanan kami pada saat itu adalah gandum." (Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah 4/80 dan Al-Hakim 1/408-410) Ternyata dalam dua hadits ini. dalam Ibnu Abi Syaibah Mushannaf 4/37 dengan sanad shahih. wallahu a'lam.. serta dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi'iy rahimahullah ta'ala. Hadits Ali.." Ukuran Zakat Fithr Shaa' yang teranggap adalah shaa'-nya penduduk Madinah. satu shaa' gandum. satu shaa' susu. anggur kering. tidak kita dapati penyebutan beras atau sagu sebagai bahan makanan pokok di negeri ini. munqathi juga ada jalan lagi mauquf dari Ibnu Umar. Sehingga apakah kita harus mencari bahan-bahan yang tersebut dalam dua hadits di atas untuk membayar zakat fithri kita? Pendapat yang paling masyhur di dalam madzhab Hanbali (madzhabnya pengikut Imam Ahmad ibnu Hanbal) adalah pendapat bahwa membayar zakat dengan bahan-bahan selain yang disebutkan dalam dua hadits di atas adalah tidak sah. diriwayatkan pula oleh Baihaqi 2/161 dari jalan lain dari Ali. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ukuran (takaran) 1 sha' adalah sha' nabawy (seukuran 4 mud yang ditakar dengan dua tangan Nabi shalallahu 'alaihi wassalam)." Riwayat ini menunjukkan bahwa makanan yang dibayarkan adalah makanan pokok yang paling banyak dibutuhkan oleh penduduk suatu negeri. satu shaa' korma.

Sehingga seorang wanita atau anak kecil yang memiliki harta harus menunaikan dengan hartanya. Tetapi punya jalan yang sampai kepada Ibnu Umar.sha' nabawy setara dengan 2040 (dua ribu empat puluh) gram atau 2. dan sanadnya terputus. orang merdeka dan seorang hamba dari orang-orang yang membekalinya." (Telah lewat takhrijnya) Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana disebutkan dalam kitabnyaMajmu' Fatawa II/71-78 serta Ibnul Qoyyim dalam kitab beliau Zadul Ma'ad II/44. Kepada siapa disalurkannya Dan zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya dan mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma: "Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagi makanan bagi orang-orang miskin. "Kami diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (mengeluarkan) shadaqah fitri atas anak kecil dan orang tua. Bolehkah menggantikan bahan pokok dengan uang yang senilai? Al-Imam An-Nawawy menukilkan dalam Syarah Muslim VII/53 bahwa seluruh ulama (kecuali Abu Hanifah) tidak membolehkan zakat fithri yang dibayarkan dengan uang. Muslim).Wallahu a'lam." (Dikeluarkan oleh Ad-Daraqutni 2/141 dan Al-Baihaqi 4/161 dari Ibnu Umar dengan sanad yang lemah. Adapun hamba sahaya. Hadits tentang zakat fithri menunjukkan bahwa Rasulullahshalallahu alaihi wassalam mensyariatkan zakat ini untuk ditunaikan dalam bentuk makanan. padahal kita mengetahui bahwa di masa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam pun telah beredar uang dinar dan dirham. Amalan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan sahabatnya menunjukkan bahwa mereka selalu menunaikan zakat ini berupa makanan. Adapun bila dia tidak memiliki harta maka yang harus membayar adalah orang yang menanggung nafkahnya kalau dia memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang harus ia nafkahkan kepada orang-orang yang berada di bawah tanggungannya pada malam Ied dan esoknya. Namun beliau dan para sahabatnya tetap menunaikan zakat dengan bahan makanan. maka wajib bagi tuannya untuk membayar zakat budak tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah: "Tidak ada kewajiban untuk membayarkan shodaqoh seorang hamba sahaya kecuali zakat fithri. tidak dengan dinar dan dirham. Dan dikeluarkan oleh Al-Baihaqi 4/161 dari jalan lain dari Ali. Siapa yang harus dikeluarkan zakatnya Setiap kaum muslimin (laki-laki dan perempuan) harus membayar zakatnya masing-masing jika dia memiliki kemampuan untuk membayarnya. pada Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 4/37 dengan sanad yang SHAHIH maka hadits tersebut dengan beberapa jalan menjadi HASAN) Bila dia tidak memiliki sesuatu kecuali apa yang harus dia nafkahkan untuk tanggungannya maka tidaklah wajib baginya untuk membayar.Kedua. Pertama. Dan inilah yang rajih (kuat) berdasarkan beberapa hal.04 kg. Dan sebagian Ahlul Ilmi berpendapat bahwa zakat fitri diberikan kepada delapan golongan dan ." (HR. sebagaimana dikatakan oleh jumhur ulama.

Abu Dawud. Sungguh Nabi telah mewakilkan kepada Abu Hurairahradhiallahu'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhabarkan kepada aku agar aku menjaga zakat Ramadhan." Waktu Penunaian zakat Zakat fitri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju shalat ied dan tidak boleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya kecuali satu hari atau dua hari (sebelum 'Ied).107) Udzur. dan lainnya dengan sanad yang hasan). Qadha' dan Kaffarat Udzur (halangan) yang membolehkan orang tidak berpuasa Ada beberapa golongan yang boleh tidak berpuasa karena halangan tertentu diantaranya: . Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma mengeluarkan zakat kepada orangorang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan) untuk mengumpulkannya dan hal tersebut (dilakukan) satu hari atau dua hari sebelum 'Iedul fitri. Ibnu Majah." Adapun memajukannya satu atau dua hari sebelum Iedul Fithri. Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu: "Bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam memerintahkan kaum muslimin untuk membayarkan zakatnya sebelum keluarnya mereka untuk menjalankan shalat Ied. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah dilakasanakan shalat iedul fithri maka ia dianggap sebagai salah satu jenis shodaqoh saja dan zakatnya tidak diterima. Dan Ibnu Abbas radiyallahu anhu meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: "Barangsiapa menunaikan zakat fithri sebelum shalat ied maka ia adalah zakat yang diterima. Hikmah zakat fithr Allah Ta'ala mewajibkan zakat fithr sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kehidupan) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma yang telah lalu. Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub: "Aku katakan: "Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu shaa'?" Berkata Ayyub: "Apabila petugas telah duduk (bertugas)". (Lihat Sifat Puasa Nabi karya syaikh Salim Al-Hilali hal:101. Mereka meng-qiyas-kannya dengan zakat maal yang memang diberikan kepada 8 golongan sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta ala dalam surat At-Taubah ayat 60. Sedangkan untuk zakat fithri adalah dalil khusus yaitu hadits Ibnu Abbas yang telah disebut di atas. Karena dalil dari Al-Qur'an ini adalah dalil yang bersifat umum. maka hal ini diperbolehkan.(pendapat) ini tidak ada dalilnya. Dan termasuk dari (amalan) sunnah jika ada seseorang yang mengumpulkan zakat tersebut (untuk dibagikan kepada yang berhak -pent). Sebagian ulama menganggap bahwa zakat fithri disalurkan kepada 8 golongan." (HR. Aku katakan: "Kapankah petugas itu mulai bertugas?" Beliau menjawab: "Satu hari atau dua hari sebelum 'Iedul fitri. sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat berdasarkan riwayat dari Al-Bukhari dari Ibnu Umar radiyallahu anhu." (Dikeluarkan oleh Bukhari 4/396). Namun qiyas ini tidaklah dibenarkan.

. sanadnya Shahih walaupun dalam sanadnya ada AlJurairi. agar rukhshah tersebut tidak melenceng dari maksudnya. tetapi berbuka lebih utama dan lebih dicintai Allah. jika memberatkan hamba bukanlah suatu kebajikan sedikitpun. Hal ini telah dijelaskan dengan gamblang dalam satu riwayat Abu Said Al-Khudri radhiyallahu 'anhu.. Hamzah bin Amr Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Apakah boleh aku berpuasa dalam safar ?" -dia banyak melakukan safar.] Ketahuilah saudaraku seiman -mudah-mudahan Allah membimbingmu ke jalan petunjuk dan ketaqwaan serta memberikan rizki berupa pemahaman agama. riwayat Abul A'la darinya termasuk riwayat yang paling shahih sebagaimana dikatakan oleh Al-Ijili dan lainnya. namun bukan di sini tempat menjelaskannya]. Ibnu Hibban 2742 dari Ibnu Umar dengan sanad yang shahih]. Al-Bazzar 990. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Aku pernah melakukan safar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di bulan Ramadhan. Dalam hadits -dengan dua lafadz ini. Dalam riwayat lain disebutkan (yang artinya): .maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Berpuasalah jika kamu mau dan berbukalah jika kamu mau" [Hadits Riwayat Bukhari 4/156 dan Muslim 1121]. Allah mengendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" [Al-Baqarah:185].1.. Al-Baghawi 1763 dari Abu Said. Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berfirman (yang artinya): Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu. tidak menentukan mana yang afdhal. "Para sahabat berpendapat barangsiapa yang merasa kuat kemudian puasa (maka) itu baik (baginya). kita tidak lupa bahwa rahmat ini disebutkan di tengah-tengah kitab-Nya yang Mulia. namun mungkin kita (bisa) menyatakan bahwa yang afdhal adalah berbuka berdasarkan hadits-hadits yang umum. sebagaimana Allah menyukai diamalkannya perkara-perkara yang diwajibkan" [Hadits Riwayat Ibnu Hibban 364. Tetapi mungkin hal ini dibatasi bagi orang yang tidak merasa berat dalam meng-qadha' dan menunaikannya. sebagaimana Dia membenci orang yang melakukan maksiat" [Hadits Riwayat Ahmad 2/108. dan barangsiapa yang merasa lemah kemudian berbuka (maka) itu baik (baginya)" [Hadits Riwayat Tirmidzi 713.ada pembicaraan yang panjang. Musafir Banyak hadits shahih membolehkan musafir untuk tidak puasa. Hadits-hadits ini menunjukkan bolehnya memilih. Yang mejelaskan masalah ini adalah riwayat dari beberapa orang sahabat. AtThabrani dalam Al-Kabir 11881 dari Ibnu Abbas dengan sanad yang Shahih. . pada hari yang lain.sesungguhnya puasa dalam safar. seperti sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya): Sesungguhnya Allah menyukai didatanginya (diamalkan) rukhsah (keringanan) yang Dia berikan. orang yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa" [Hadits Riwayat Bukhari 4/163 dan Muslim 1118].

tempat dan manusia. Dia lebih mengetahui kebutuhan manusia dan apa yang bermanfaat bagi mereka. keduanya harus berbuka dan mengqadha. tidak ada pilihan lain bagi manusia. (dan mereka berdo'a): "Ampunilah kami yang Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali" [Al-Baqarah : 285] 2. Haid dan nifas Ahlul ilmi telah bersepakat bahwa orang yang haid dan nifas tidak dihalalkan berpuasa. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" [Al-Baqarah : 185] Yakni. kemudahan bagi orang yang safar adalah perkara yang diinginkan. 3. Sakit Allah membolehkan orang yang sakit untuk berbuka sebagai rahmat dari-Nya. yang tidak mampu puasa harus memberi makan setiap harinya seorang miskin" [Hadits Riwayat . Allah berfirman (yang artinya): Apakah Allah Yang Menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) . Orang-orang seperti ini perlu kita usik ingatan mereka kepada firman Allah Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan nyata (yang artinya): Dan tidaklah Tuhanmu lupa" [Maryam : 64]. Aku bawakan masalah ini agar seorang muslim tahu jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan suatu perkara. dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?" [Al-Mulk : 14]. Kakek dan nenek yang sudah lanjut usia Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Kakek dan nenek yang lanjut usia. Insya Allah 4. sehingga (berakibat ada yang) mencela orang yang mengambil rukhsah tersebut. Akan datang penjelasannya.bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda (yang artinya) : Bukanlah suatu kebajikan melakukan puasa dalam safar" [Hadits Riwayat Bukhari 4/161 dan Muslim 1110 dari Jabir]. bahkan Allah memuji hamba-hamba-Nya yang mukmin yang tidak mendahulukan perkataan manusia di atas perkataan Allah dan Rasul-Nya (yang artinya): Kami dengar dan kami taat. Wallahu a'alam. kalaupun keduanya puasa (maka puasanya) tidak sah. Peringatan: Sebagian orang ada yang menyangka bahwa pada zaman kita sekarang ini tidak diperbolehkan berbuka. Dan juga firman-Nya: "Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui" [Al-Baqarah : 232] Dan firman-Nya di tengah ayat tentang rukhshah berbuka dalam safar (yang artinya): Allah menghendaki kemudahan bagimu. Sakit yang membolehkan berbuka adalah sakit yang apabila dibawa berpuasa akan menyebabkan suatu madharat atau menjadi semakin parah penyakitnya atau dikhawatirkan terlambat kesembuhannya. cukup bagimu bahwa Dzat yang mensyari'atkan agama ini adalah pencipta zaman. ini termasuk salah satu tujuan syari'at. dan kemudahan bagi orang yang sakit tersebut. atau berpendapat bahwa puasa itu lebih baik karena mudah dan banyaknya sarana transportasi saat ini.

" [Hadits Riwayat Tirmidzi 715. penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. dari jalan Manshur dari Mujahid dari Ibnu Abbas. aku akan ceritakan kepadamu tentang masalah puasa. tapi punya syahid(penguat)]. beliau membaca ayat (yang artinya): Orang-orang yang tidak mampu puasa harus mengeluarkan fidyah makan bagi orang miskin" [Al-Baqarah : 184]. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Ibnul Mundzir menukil dalam Al-Ijma' no. aku temukan beliau sedang makan pagi. Kemudian beliau berkata: "Yakni lelaki tua yang tidak mampu puasa dan kemudian berbuka.Bukhari 4505. Dari Anas bin Malik *). bukan Anas bin Malik Al-Anshari pembantu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. dan diantara mereka adalah wanita hamil dan menyusui. beliau hanya meriwayatkan satu hadits saja dari Nabi. Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka AlMubarok (PMR). Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan. Dari Anas bin Malik (bahwa) beliau lemah (tidak mampu untuk puasa) pada satu tahun. Nailul Authar 4/315. pernah tinggal di Bashrah. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Qadha' (Membayar Hutang Puasa) Sesegera Mungkin 1. harus mengeluarkan setiap harinya satu mud gandum" [Hadits Riwayat Daruquthni 2/208 dalam sanadnya ada Abdullah bin Shalih dia dhaif. kenapa aku tidak (mau) makan makanan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Wanita hamil dan menyusui Di antara rahmat Allah yang agung kepada hamba-hamba-Nya yang lemah adalah Allah memberi rukhsah (keringanan) pada mereka untuk berbuka. Diriwayatkan oleh Daruquthni (2/207) dan dishahihkannya. Irwaul Ghalil4/22-25. Qadha' tidak wajib segera dilakukan . yakni hadits di atas. 129 tentang adanya ijma' (kesepakatan) dalam masalah ini]. Dari Abu Hurairah tadhiyallahu 'anhu: "Barangsiapa yang mencapai usia lanjut dan tidak mampu puasa Ramadhan. tapi ia adalah seorang pria dari bani Abdullah bin Ka'ab. Lihat Syarhus Sunnah 6/316. Abu Daud 3408. ia berkata: "Aku mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. harus memberi makan seorang miskin setiap harinya 1/2 gantang gandum". Ibnu Majah 16687. "Mendekatlah. menggugurkan atas orang hamil dan menyusui kewajiban puasa". Demi Allah. [Hadits Riwayat Daruquthni 2/207. Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala menggugurkan 1/2 shalat atas orang musafir. beliau bersabda. Nasa'i 4/180. kemudian beliau membuat satu wadah Tsarid dan mengundang 30 orang miskin (untuk makan) hingga mereka kenyang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengucapkan keduanya atau salah satunya. Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Fathul Bari 8/180. Ke 5 th 1416 H. penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly. sanadnya shahih] 5. Sanadnya hasan (baik) sebagaimana pernyataan Tirmidzi] *) Dia adalah Al-Ka'bi. Aduhai sesalnya jiwaku.

Muslim 1146. pada hari-hari yang lain". Kesimpulannya. baik karena udzur ataupun tidak". Dikatakan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Tamamul Minnah hal. kewajibannya dengan jangka waktu yang luas berdasarkan satu riwayat dari Sayyidah Aisyahradhiyallahu 'anha (yang artinya): Aku punya hutang puasa Ramadhan dan tiak bisa mengqadha'nya kecuali di bulan Sya'ban" [Hadits Riwayat Bukhari 4/166.bahwasanya mengqdha' puasa Ramadhan tidak wajib dilakukan segera. [Dibawakan oleh Bukhari secara mu'allaq. hendaknya diqadha' secara berturut-turut tidak boleh memisahnya" Ini adalah riwayat yang dhaif (lemah). Nasa'i dan Daruquthni". Al-Baihaqi berkata: "dia (Abdurrahman bin Ibrahim) didhaifkan oleh Ma'in. dimaushulkan oleh Abdur Razak. dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya" [Al-Mu'minuun : 61] 2.Ketahuilah wahai sauadaraku se-Islam -mudah-mudahan Allah memberikan pemahaman agama kepada kita. hal ini didasarkan ayat dalam Al-Qur'an (yang artinya): Bersegeralah kalian untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian" [Ali Imran : 133] Firman Allah (yang artinya): Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. Lihat Ta liqut Ta liq (3/186). Ibnu Abi Syaibah dengan sanad Shahih. dan hal ini menunjukkan bahwa beliau kalaulah mampu niscaya dia tidak akan mengahhirkan qadha' (sampai pada ucapan Syaikh) maka menjadi tersirat darinya bahwa ketidakmampuan Aisyah adalah merupakan udzur (alasan)] Berkata Al-Hafidz di dalam Al-Fath 4/191: "Dalam hadits ini sebagai dalil atas bolehnya mengakhirkan qadha' Ramadhan secara mutlak. Sudah diketahui dengan jelas bahwa bersegera dalam mengqadha' lebih baik daripada mengakhirkannya. Daruquthni bekata: "Abdurrahman bin Ibrahim dhaif". Abu Hurairah berkata: "Diselang-selingi kalau mau" [Lihat Irwaul Ghalil 4/95] Adapun yang diriwayatkan Al-Baihaqi 4/259. karena masuk dalam keumuman dalil yang menunjukkan untuk bersegera dalam berbuat baik dan tidak menunda-nunda. Daruquthni. Daruquthni 2/191-192 dari jalan Abdurrahman bin Ibrahim dari Al'Ala bin Abdurrahman dari bapaknya dan Abu Hurairah secara marfu': "Barangsiapa yang punya hutang puasa Ramadhan. tidak ada satupun hadits yang marfu' dan shahih -menurut pengetahuan kami- . Tidak wajib berturut-turut dalam mengqadha' karena ingin menyamakan dengan sifat penunaiannya. Ibnu Hajar menukilkan dalam Talkhisul Habir 2/206 dari Abi Hatim bahwa beliau mengingkari hadits ini karena Abdurrahman.422 setelah membawakan hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Muslim bahwasanya beliau (yakni Aisyah) tidak mampu dan tidak dapat mengqadha' pada bulan sebelum Sya'ban. Berdasarkan firman Allah pada surah Al-Baqarah ayat 185 (yang artinya): Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Dan Ibnu Abbas berkata (yang artinya): Tidak mengapa dipisah-pisah (tidak berturut-turut)".

ia berkata: "Datang seseorang kepada RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata: "Ya Rasulullah. Abu Dawud berkata.yang menjelaskan keharusan memisahkan atau secara berturut-turut dalam mengqadha'. Muslim 1147] Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma. Wallahu 'alam. tetapi dia berpendapat untuk memberi makan (fidyah) sebagai pengganti orang yang tidak puasa Ramadhan. demikian pendapat sebagian Syafi'iyah (pengikut madzhab Imam Syafi'i) dan madzhabnya Ibnu Hazm (7/2.8). Tetapi hadits-hadits umum ini dikhususkan. demikian pendapat Imam Ahmad seperti yang terdapat dalam Masa'il Imam Ahmad riwayat Abu Dawud hal. Oleh karena itu dibolehkannya memisahkan tidak menafikan dibolehkannya secara berturut-turut. apakah aku harus membayarnya?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Ya. Beliau menjawab. melapangkan dan mendinginkan hati. maka walinya apalagi orang lain tidak bisa mengqadha'nya. "Puasa Ramadhan?". tapi dia harus mengeluarkan makanan setiap harinya untuk seorang miskin. 95: "Aku mendengar Imam Ahmad ditanya tentang qadha' Ramadhan" Beliau menjawab: "Kalau mau boleh dipisah. Aisyah tidak memahami hadits-hadits tersebut secara mutlak yang mencakup puasa Ramadhan dan lainnya. 3. padahal beliau adalah perawi hadits tersebut. seorang wali tidak puasa untuk mayit kecuali dalam puasa nadzar. sebagaimana yang dilakukan Anas dalam satu atsar yang kami bawakan tadi. Namun barangsiapa yang wafat dalam keadaan mempunyai hutang nadzar puasa. Demikian pendapat Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin Hanbalrahimahullah. harus dipuasakan oleh walinya berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:"Barangsiapa yang wafat dan mempunyai hutang puasa nadzar hendaknya diganti oleh walinya" [Bukhari 4/168. Abu Dawud berkata dalam Al-Masail-nya hal. dikuatkan pula oleh pemahaman dalil karena memakai seluruh hadits yang ada tanpa menolak satu haditspun dengan pemahaman yang selamat khususnya hadits yang pertama. namun yang lebih mendekati kebenaran dan mudah (dan tidak memberatkan kaum muslimin) adalah dibolehkan kedua-duanya. tidak boleh dipuasakan oleh anaknya selama dia hidup. dengan dalil riwayat 'Ammarah bahwasanya ibunya wafat dan punya hutang puasa Ramadhan kemudian dia berkata kepada Aisyah: "Apakah aku harus . sesungguhnya ibuku wafat dan dia punya hutang puasa setahun. Muslim 1148] Hadits-hadits umum ini menegaskan disyariatkannya seorang wali untuk puasa (mempuasakan) mayit dengan seluruh macam puasa. kalau mau boleh juga berturut-turut". Inilah yang menenangkan jiwa. 96 dia berkata: Aku mendengar Ahmad bin Hambal berkata: "Tidak berpuasa atas mayit kecuali puasa nadzar". Ulama telah sepakat bahwa barangsiapa yang wafat dan punya hutang shalat. Begitu pula orang yang tidak mampu puasa. hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar" [Bukhari 4/168. "Memberi makan".

Diperbolehkan juga memberi makan kalau walinya mengumpulkan orang miskin sesuai dengan hutangnya. Yang berpendapat seperti ini pula adalah Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu. beliau menshahihkan sanadnya] Sudah maklum bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma adalah periwayatan hadits kedua. kalau tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut. Sa'ad bin Ubadah minta fatwa kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Ibuku wafat dan beliau punya hutang puasa nadzar?" Beliau bersabda: "Qadha'lah untuknya". Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim serta lainnya. kalau tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. seorangnya berpuasa satu hari (ini) diperbolehkan". tentang laki-laki yang menjima' (menyetubuhi) isterinya di siang hari bulan Ramadhan. (Wajib) atasmu untuk membacanya karena sangat penting. [Bukhari 4/112 secara mu'allaq. tetapi yang meriwayatkan dengan tertib (sesuai urutannya) perawinya lebih banyak. Kafarat bagi laki-laki yang menjima' isterinya Telah lewat hadits Abu Hurairah. kalau punya hutang nadzar diqadha' oleh walinya. demikian perbuatan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.mengqadha' puasanya?" Aisyah menjawab: "Tidak. maka riwayatnya lebih rajih karena perawinya lebih banyak jumlahnya dan padanya terdapat tambahan ilmu. Sudah disepakati bahwa rawi hadits lebih tahu makna riwayat hadits yang ia riwayatkan. setiap harinya setengah gantang untuk setiap muslim". Kafarat (Denda) dalam Puasa Ramadhan 1. beliau berkata: "Jika salah seorang dari kalian sakit di bulan Ramadhan kemudian wafat sebelum sempat puasa. mereka sepakat menyatakan tentang batalnya puasa karena jima'. ini lafadz dalam Al-Muhalla. Perincian seperti ini sesuai dengan kaidah ushul syari'at sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim dalam I'lamul Muwaqi'in dan ditambahkan lagi penjelasannya dalam Tahdzibu Sunan Abi Dawud 3/279-282. kemudian mengenyangkan mereka. dishahihkan sanadnya oleh Syaikhuna Al-Albany dalam Mukhtashar Shahih Bukhari 1/58]. Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 7/4. dengan sanad sahih. lebih khusus lagi beliau adalah perawi hadits yang menegaskan bahwa wali berpuasa untuk mayit puasa nadzar. tetapi bersedekahlah untuknya. bahwa dia harus mengqadha' puasanya dan membayar kafarat yaitu: membebaskan seorang budak. Al-Hasan berkata: "Kalau yang mempuasakannya tiga puluh orang. . Ada yang mengatakan: kafarat jima' itu boleh dipilih secara tidak tertib (yaitu tidak urut seperti yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah di atas). Barangsiapa yang wafat dan punya hutang puasa nadzar dibolehkan diqadha' oleh beberapa orang sesuai dengan jumlah hutangnya." [Diriwayatkan Abu Dawud dengan sanad shahih dan Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 7/7. dibayarkan fidyah dan tidak perlu qadha'. dimaushulkan oleh Daruquthni dalamKitabul Mudabbij. Diriwayatkan Thahawi dalam Musykilat Atsar 3/142.

namun tidak mampu mebebaskan seorang budak ataupun puasa (dua bulan berturut-turut) dan juga tidak mampu memberi makan (enam puluh orang miskin). karena ketika dikhabarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perbuatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. 2. 3.Tidak pernah terjadi hal seperti ini dalam riwayat-riwayat lain. baik bagi yang menyatakan boleh memilih atau tidak. Gugurnya kafarat Barang siapa yang telah wajib membayar kafarat. ketika mengabarkan kesulitannya dan memberinya satu wadah korma untuk memberikan keluarganya. Kafarat hanya bagi laki-laki Seorang wanita tidak terkena kewajiban membayar kafarat. maka gugurlah kewajibannya membayar kafarat. yang menganggap lebih rajih yang tertib disebabkan karena tertib itu lebih hati-hati. . karena itu berpegang dengan tertib sudah cukup. Wallahu 'alam. dan orang yang berilmu menjadi hujjah atas yang tidak berilmu. berbeda dengan sebaliknya. karena tidak ada beban syari'at kecuali kalau ada kemampuan. beliau hanya mewajibkan satu kafarat saja. Allah berfirman (yang artinya): Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kemampuan" [AlBaqarah : 286] Dan dengan dalil Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggugurkan kafarat dari orang tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful