You are on page 1of 25

KONSEP DASAR KEHAMILAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN IBU

HAMIL

A. Konsep Dasar Kehamilan
Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama
haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati. Yang menandai awal
periode antepartum. (Varney, 2006)

Kehamilan adalah suatu keadaan dimana dalam rahim seorang wanita terdapat
hasil konsepsi (pertemuan ovum dan spermatozoa) (Rustam Mochtar, 1998).

Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap wanita
yang memiliki organ reproduksi sehat yang telah mengalami menstruasi dan
melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang organ reproduksinya
sehat sangat besar kemungkinanya akan mengalami kehamilan (Mandriwati,
2007).
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang bersinambung dan terdiri dari
ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi
(implantasi) pada uterus, pembentukan plasenta dan tumbuh kembang hasil
sampai aterm. (Manuaba, 2010).

1. Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem
hormonal yang kompleks. Selama masa subur yang berlangsung 20 sampai
35 tahun, hanya 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses pematangan
dan terjadi ovulasi. Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami
perubahan menjadi folikel de Graaf yang menuju ke permukaan ovarium
disertai pembentukan cairan folikel. Desakan folikel de Graaf ke permukaan
ovarium menyebabkan penipisan dan disertai devaskularisasi. Selama

pertumbuhan menjadi folikel de Graaf, ovarium mengeluarkan hormon
estrogen yang dapat mempengaruhi gerak dari tuba yang makin mendekati
ovarium, gerka sel rambut lumen tuba makin tinggi, peristaltik tuba makin
aktif. Ketiga faktor ini menyebabkan aliran cairan dalam tuba makin deras
menuju uterus.
Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak,
terjadi pelepasan ovum yang disebut ovulasi. Dengan gerak aktif tuba yang
mempunyai umbai (fimbraie) maka ovum yang telah dilepaskan segera
ditangkap oleh fimbriae tuba. Proses penangkapan ini disebut ovum pick up
mechanism. Ovum yang tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju
uterus dalam bentuk pematangan pertama artinya telah siap untuk dibuahi.
(Manuaba, 2010).
2. Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus menjadi spermatosit pertama,
menjadi spermatosit kedua, menjadi spermatid akhirnya spermatozoa.
Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi matarantai hormonal yang kompleks
dari pancaindra, hipotalamus, hipofisis dan sel interstisial leydig sehingga
spermatogonium dapat mengalami proses mitosis. Pada setiap hubungan seksual
dikeluarkan sekitar 3 cc sperma yang mengandung 40 sampai 60 juta
spermatozoa setiap cc. Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas
kepala (lonjong sedikit gepeng yang mengandung inti), leher (penghubung antara
kepala dan ekor), ekor (panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung energi
sehingga dapat bergerak). Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan
hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba falopi. Spermatozoa yang masuk
ke dalam alat genitalia wanita dapat hidup selama tiga hari sehingga cukup waktu
untuk mengadakan konsepsi (Manuaba, 2010).

Pada kavum uteri. terjadi proses kapasitasi yaitu pelepasan lipoprotein dari sperma sehingga mampu mengadakan fertilisasi.  Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona pelusida. tempat yang paling luas yang dindingnya penuh nonjot dan tertutup sel yang mempunyai silia. Proses pemecahan dan pematangan mengikuti bentuk anafase dan telofase sehingga pronukleusnya menjadi “haploid”. ‘vitelus” membangktkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metafase”. Wanita selalu . Pada manusia terdapat 46 kromosom dengan rincian 44 dalam bentuk “autosom” sedangkan 2 kromosom sisanya sebagai pembawa tanda seks. Proses Nidasi atau Implantasi Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma. Spermatozoa menyebar masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri. dijumpai inti dalam bentuk metafase ditengah sitoplasma yang disebut vitelus. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pasangan pembawa tanda dari pihak pria maupun wanita. Nutrisi dialirkan ke dalam vitelus melalui saluran pada zona pelusida. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot.  Pada ovum. Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba falopi 4. Ovum mempunyai waktu hidup terlama di dalam ampula tuba.  Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi.  Ovum siap dibuah setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam. diliputi oleh korona radiata yang mengandung persediaan nutrisi. Proses konsepsi dapat berlangsung seperti uraian dibawah ini.3.  Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba.

Bila spermatozoa kromosom X bertemu sel ovum. Laki-laki memiliki dua bentuk kromosom seks yaitu kromosom X dan Y. . endoterm dan mesoderm.terjadinya nidasi (implantasi) mendorong sel blastula mengadakan diferensiasi. Pada minggu kedua sampai ketiga terbentuk bakal jantung dengan pembuluh darahnya yang menuju body stalk (bakal tali pusat). pihak wanita tidak dapat disalahkan dengan jenis kelamin bayinya yang lahir karena yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami. Perkembangan dan pertumbuhan berlangsung. limpa dan sumsum tulang.berbarengan dengan pembelahan inti. Sel yang dekat dengan ruangan eksoselon membentuk “entoderm” dan yolk sac (kantong kuning telur) sedangkan sel lain membentuk “ektoderm” dan ruangan amnion. Oleh karena itu. Ruangan amnion dengan cepat mendekati korion sehingga jaringan yang terdapat di antara amnion dan embrio padat dan berkembang menjadi tali pusat. 5. Pembentukan plasenta Nidasi atau implantasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang. hasil konseps terus berjalan menuju uterus. Setelah pertemuan kedua inti ovum dan spermatozoa. terjadi jenis kelamin laki-laki. Pembelahan berjalan terus dan didalam morula terbentuk ruangan yang mengandung cairan yang disbut blastula. terjadi jenis kelamin wanita sedangkan bila kromosom seks Y bertemu sel ovum. Pada blastula. resesif dengan kromosom X. Awalnya yolk sac berfungsi sebagai pembentuk darah bersama dengan hati. blastula dengan vili korealisnya yang dilapisi sel trofoblas telah siap untuk mengadakan nidasi. Plat embrio terdiri dari unsur ektoderm. penyebaran sel trofoblas yang tumbuh tidak rata sehingga bagian blastula dengan inner cell mass akan tertanam ke dalam endometrium. Plat embrio terbentuk diantara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk sac. terbentuk zigot yang dalam beberapa jam telah mampu membelah dirinya menjadi dua dan seterusnya.

5 cm Hidung. Pada dua minggu pertama. dari minggu ke-3 sampai ke- 6 disebut mudigah (embrio) dan sesudah minggu ke-6 mulai disebut fetus. Tabel 2. Kehamilan dianggap lewat bulan bila lebih dari 42 minggu. rambut mulai tumbuh dikepala dan rambut halus (lanugo) tumbuh di kulit 24 minggu 30-32 cm Kedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata serta kulit keriput. (Manuaba. alat kandungan luar terbentuk namun belum berdiferensisasi 16 minggu 16-18 cm Genitalia eksterna berbentuk dan dapat dikenal.5-10 mm Rudimental mata. telinga dan tulang 8 minggu 2. Perubahan-perubahan dan organogenesis terjadi pada berbagai periode kehamilan. 2010). Bila lahir dapat bernapas tetapi hanya bertahan hidup beberapa jam saja . kelopak mata melekat. kulit tipis dan warna merah 20 minggu 25 cm Kulit lebih tebal. hasil konsepsi masih merupakan perkembangan dari ovum yang dibuahi. kuping. Fisiologi pertumbuhan janin Kehamilan berlangsung selama 40 minggu dengan perhitungan bahwa satu bulan sama dengan 28 hari. kepala besar. kepala menekur ke dada 12 minggu 9 cm Daun kuping lebih jelas. Jantung bayi mulai dapat dideteksi pada minggu ke-6 sampai 8 dengan menggunakan ultrasonografi atau sistem Doppler. B. leher mulai berbentuk.1 Proses Pertumbuhan Janin Umur Panjang Pembentukan organ kehamilan fetus 4 minggu 7. jari jemari mulai dibentuk.

 Kehamilan tunggal atau ganda atau triplet.  Penyakit yang menyertai kehamilan. rambut kepala tumbuh baik. 1998 Faktor dan subfaktor pertumbuhan dan perkembangan janin. Bayi prematur 40 minggu 50-55 cm Bayi cukup bulan. organ-organ baik. b.  Kebiasaan ibu. Faktor ibu  Keadaan kesehatan ibu saat hamil.  Kelainan pada uterus.28 minggu 35 cm Kulit warna merah ditutupi verniks kaseosa. Pada pria.  Infeksi intrauterin. yaitu : a. merokok. Kulit licin.  Penyimpangan genetik: kelaianan kongenital. verniks kaseosa banyak. kecanduan. Faktor janin  Jenis kelamin janin. pertumbuhan abnormal. Tulang-tulang kepala menulang Sumber: Mochtar. menangis pelan dan lemah. Bayi imatur 32 minggu 40-43 cm Kulit merah dan keriput. plasenta sangat penting artinya untuk menjamin kesehatan janin dalam rahim yang ditetapkan dengan indeks plasenta. . Bila lahir dapat bernapas. Faktor plasenta Plasenta adalah akar janin untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam rahim. c. testis sudah berada dalam skrotum sedangkan pada wanita labia mayora berkembang baik. Karena itu. bila lahir kelihatan seperti orang tua kecil (little old man) 36 minggu 46 cm Muka berseri tidak keriput.  Penyulit kehamilan. alkohol.

2010. Sebagian kecil darah tadi mengalir ke hati dan seterusnya ke vena kava inferior seperti tadi. namun air ketuban tidak masuk ke dalam alveoli paru-parunya. Darah yang kaya o2 dan nutrisi yang berasal dari uri masuk ke tubuh janin melalui vena umbilikus. Hanya sebagian kecil darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan bersama-sama dengan darah yang datang dari vena kava superior. Sebagian kecil darah menuju paru-paru kemudian melalui vv. Sirkulasi darah janin  Foramen Ovale  Duktus Arteriosus Botali  Arteriae Umbilikales Lateralis f. Pernapasan janin Janin dalam kandungan sudah mengadakan gerakan-gerakan pernapasan. Dalam atrium kanan. Karena tekanan dari paru-paru yang belum berkembang maka sebagian besar darah dari ventrikel kanan ini. (Mochtar. yang semestinya mengalir ke paru-paru melalui aa.pulmonales akan mengalir melalui duktus Botali ke aorta. darah akan mengalir ke seluruh tubuh membawa o2 dan nutrisi pada sel-sel organ tubuh janin (Mochtar. sebagian besar darah ini kana mengalir secara fisiologis ke dalam atrium kiri melalui foramen ovale. . e. Melalui duktus venosus Aranti sebagian besar darah tersebut mengalir ke vena kava inferior lalu masuk ke atrium kanan jantung. Duktus Venosus Aranti g. d. 1998). Dari aorta.pulmonales ke atrium kiri. Pusat pernapasan ini dipengaruhi oleh kadar o2 co2 di dalam tubuh janin. darah mengalir ke ventrikel kiri yang selanjutnya dipompakan ke aorta. Berat plasenta Indeks plasenta = Berat badan bayi Sumber: Manuaba. 1998). Dari atrium kiri.

j. Pada gawat janin timbul hipoksia berat. Hati telah berfungsi pada kehamilan 16 minggu yaitu untuk hemopoiesis dan metabolisme hidrat arang.h. Janin telah dapat menelan air ketuban dalam jumlah banyak yang diarbsorbsi oleh mukosa saluran pencernaan. Usia kehamilan Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 pekan (minggu) atau 10 bulan. ibu tertua yang hamil dan melahirkan berumur 52 tahun. kapasitas kandung kemih kira-kira 45 cc dan produksi air kemih rata-rata 0. i.05-0. Mekonium yang ada dalam saluran pencernaan berwarna hijau tua karena penghancuran bilirubin. 1998). Rumus Naegele dapat dihitung dengan menambahkan hari pertama haid terakhir dengan tujuh dan bulannya ditambah sembilan. mekonium keluar karena usus mengadakan peristaltik dan otot fringter ini lumpuh (mencret) sehingga air ketuban berwarna kehijauan. Contoh: HPHT . Kehamilan dibagi atas 3 triwulan (trimestes): kehamilan triwulan I antara 0-12 minggu. Ibu termuda yang hamil dan melahirkan adalah Lina Medina berumur 4 tahun 8 bulan. 1998). Glikogen. Secara normal janin meminum air ketuban 450 cc setiap hari. Saluran kemih (traktus urinarius) Ginjal janin mulai terbentuk pada kehamilan 12 minggu dimana dalam kandung kemih telah ada air kemih yang diekskresi ke dalam air ketuban. 1998). Rumus Naegele menggunakan usia kehamilan yang berlangsung selama 288 hari. vitamin A dan vitamin D disimpan dalam hati (Mochtar. Usia kehamilan dapat ditentukan dengan:  Menggunakan rumus Naegele.10 cc per menit (Mochtar. kehamilan triwulan II antara 12-28 minggu dan kehamilan triwulan III antara 28-40 minggu (Mochtar. Saluran pencernaan (traktus digestivus) Saluran pencernaan telah siap terbentuk pada kehamilan 16 minggu. Pada bayi baru lahir. Perkiraan kelahiran dihitung dengan menentukan hari pertama haid terakhir yang kemudian ditambah 288 hari.

. Dengan menentukan usia kehamilan melalui ultrasonografi dapat diketahui: diameter kantung gestasi. lingkaran perut dan panjang tulang femur (sumber: Manuaba. jarak kepala-bokong. maka perhitungan perkiraan kelahiran adalah 15 + 7 = 22.  Perkiraan tinggi fundus uteri. tanggal 15 January 1993. jarak tulang biparietal. Pada kehamilan kedua dan seterusnya perkiraan ini kurang tepat. maka perkiraan usia kehamilan dapat ditetapkan. 2010). 1 + 9 = 10 sehingga dugaan persalinan adalah 22 Oktober 1993. Tinggi Fundus Uteri Usia kehamilan 1/3 di atas simfisis 12 minggu ½ di atas simfisi pusat 16 minggu 2/3 di atas simfisis 20 minggu Setinggi pusat 22 minggu 1/3 di atas pusat 28 minggu ½ pusat-prosesus xifoideus 34 minggu Setinggi prosesus xifoideus 36 minggu Dua jari (4 cm) dibawah prosesus xifoideus 40 minggu  Penentuan usia kehamilan dengan ultrasonografi. Perkiraan ini tidak akurat. Dengan memperkirakan terjadinya gerakan pertama janin pada usia kehamilan 16 minggu.  Gerakan pertama janin. Usia kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri. Mempergunakan tinggi fundus uteri untuk memperkirakan usia kehamilan terutama tepat pada hamil pertama.

dijumpai di muka (chloasma gravidarum). tegang dan sedikit nyeri.  Tanda Hegar  Tanda Chadwick  Tanda Piscaseck  Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang = Braxton-Hiks . 2. Tanda-tanda presumptif  Amenorea (tidak dapat haid)  Mual dan muntah (nausea and vomiting)  Mengidam (ingin makan sesuatu)  Tidak tahan suatu bau-bauan  Pingsan  Tidak ada selera makan (anoreksia)  Lelah (fetique)  Payudara membesar.  Konstipasi karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid.  Pemekaran vena-vena (varices) dapat terjadi pada kaki.  Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon kortikosteroid plasenta.  Miksi sering karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar. besar dan konsistensi dari rahim. areola payudara.C. Tanda dan gejala kehamilan 1.  Epulis: hipertrofi dari papil gusi. disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Tanda-tanda kemungkinan hamil  Perut membesar  Uterus membesar: terjadi perubahan dalam bentuk. leher dan dinding perut (linea nigra = grisea). betis dan vulva biasanya dijumpai pada triwulan akhir.

isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft) disebut Tanda Hegar. ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. Perubahan pada sistem reproduksi a) Uterus  Ukuran: untuk akomodasi pertumbuhan janin. Endometrium menjadi desidua. Perubahan Fisiologi Pada Kehamilan 1.  Teraba Ballotement  Reaksi kehamilan positif 3.  Denyut jantung janin  Didengar dengan stetoskop-monoral Laennec  Dicatat dan didengar dengan alat Doppler  Dicatat dengan feto-elektro kardiogram  Dilihat pada ultrasonografi  Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen D. rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim. juga bagian- bagian janin. pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat dan akhir kehamilan seperti bujur telur. Pada minggu pertama. pada kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa.  Bentuk dan konsistensi: pada bulan-bulan pertama kehamilan. Tanda pasti (tanda positif)  Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba. serabut-serabut kolagennya menjadi higrokopik.  Berat: berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan). . bentuk rahim seperti alpukat. Rahim yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam.

 Serviks uteri. c) Vagina dan vulva Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva.  Posisi rahim dalam kehamilan  Pada permulaan kehamilan dalam letak antefleksi atau retrofleksi. warnanya menjadi livid dan ini disebut tanda Chadwick. setelah itu mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati dan rahim yang hamil biasanya mobil. Aa. dapat terjadi diatasis rekti bahkan hernia. Akibat hipervaskularisasi. Warna livid pada vagina dan portio serviks disebut tanda Chadwick. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra. Karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah. . panjang dan anak-anak cabangnya. lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri.ovarika bertambah dalam diameter. Uterina dan aa. Serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda goodel. b) Indung telur (ovarium) Ovulasi terhenti. Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron. d) Dinding perut (abdominal wall) Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastis dibawah kulit sehingga timbul striae gravidarum. Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah. pada 4 bula kehamilan rahim tetap berada dalam rongga pelvis. vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan.  Vaskularisasi. Bila terjadi peregangan yang hebat. misalnya pada hidroamnion dan kehamilan ganda. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus.

Volume darah Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. jumlah protein albumin dan gamaglobin menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. kalau diperas keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna kuning. bayangan vena-vena lebih membiru. Nadi dan tekanan darah Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester kedua dan kemudian akan naik lagi seperti pada pra hamil. Protein darah Gambaran protein dalam serum berubah. Beta-globin dan fibrinogen terus meningkat. 3. cenderung naik . Perubahan pada organ dan sistem lainnya a. Hitung jenis dan hemoglobin Hematokrit cenderung menurun karena kenaikan relatif volume plasma darah. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25% dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu diikuti curah jantung yang meningkat sebanyak ±30%. 2. Jumlah eritrosit cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan transpor o2 yang sangat diperlukan selama kehamilan. payudara bertambah besar. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola payudara. tegang dan berat. Akibat hemodilusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan. Sistem sirkulasi darah 1. 4. 2. Dapat teraba noduli-noduli akibat hipertrofi kelenjar alveoli. ibu menderita penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasi kordis.tekanan vena dalam batas-batas normal pada ekstremitas atas dan bawah.e) Payudara Selama kehamilan.

nilai rata-ratanya 84 permenit. biasanya pada pagi hari. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim. Kulit Pada daerah kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi:  Muka: disebut masker kehamilan (chloasma gravida). . b. gigi tidak akan kekurangan kalsium. Nadi biasanya naik. d. misalnya hygiene yang buruk disekitar mulut.  Payudara: puting susu dan areola payudara. Resorbsi makanan baik namun akan menimbulkan obstipasi. Tonus otot-otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran makanan. Apa yang disebut dengan gingivitis kehamilan adalah gangguan yang disebabkan oleh faktor lain.  Perut: linea nigra striae. e. Tulang dan gigi Persendian panggul akan terasa lebih longgar karena ligamen-ligamen melunak (softening). Gejala muntah (emesis gravidarum) sering terjadi. Kapasitas vital paru meningkat sedikit selama hamil. disebut sakit pagi (morning sickness). Jantung Pompa jantung mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Saluran pencernaan Salivasi meningkat dan pada trimester pertama mengeluh mual dan muntah. Seorang wanita hamil selalu bernapas lebih dalam. 5. c. Bila konsumsi kalsium cukup. setelah akhir trimester pertama. Juga terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian. Sistem pernapasan Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak napas.

Pemeriksaan Ibu Hamil 1. Pemeriksaan tekanan darah.  Vulva f. Anamnesa  Anamnesa tentang identitas: nama diri sendiri.  Anamnesis tentang keluhan utama. Pemeriksaan khusus obstetri Inspeksi (tinggi fundus uteri. Kelenjar endokrin  Kelenjar tiroid dapat membesar sedikit.  Kelenjar adrenal tidak begitu terpengaruh E. apakah persalinan lahir spontan aterm. nadi. tampak sakit. Pemerikaan fisik a. Teknik pemeriksaan leopold:  Leopold I  Kedua telapak tangan pada fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus uteri. . gerak janin yang tampak). pekerjaan dan sebagainya. berat badan. pernapasan dan suhu. alamat. Buddin. 2. usia anak terkecil. hidup atau dengan tindakan. b. Leopold. Palpasi (menurut Kneble. untuk primigravida lama kawin dan usia.  Kelenjar hipofise dapat membesar terutama lobus anterior. tanggal haid terakhir. suami. Ahfeld). sehingga perkiraan usia kehamilan dapat disesuaikan dengan tanggal haid terakhir. Pemeriksaan fisik umum Keadaan umum: kompos mentis. keadaan dinding abdomen.  Anamnesa obstetri: kehamilan ke berapa.

 Letak membujur dapt ditetapkan punggung anak. pada letak kepala akan teraba bokong pada fundus: tidak keras tak melenting dan tidak bulat. pemeriksa menghadap kearah kaki ibu untuk menetapkan bagian terendah janin yang masuk ke pintu atas panggul. fundus uteri tidak diisi oleh bagian-bagian janin. pada letak lintang.  Lepold III  Menentukan bagian apa yang terdapat diatas simpisis pubis. Auskultasi (bising usus. denyut jantung janin. gerak janin intrauterin. yang teraba rata dengan tulang iga seperti papan cuci. Pada letak lintang simpisis pubis akan kosong.  Bila bagian terendah masuk PAP telah melampaui lingkaran terbesarnya. sedangkan bila lingkaran terbesarnya belum masuk PAP maka tangan pemeriksa konvergen. hal lain yang terdengar).  Lepold IV  Pada pemeriksaan leopold IV. Perkusi (meteorisme. Pada letak membujur sungsang.  Pada letak lintang dapat ditetapkan dimana kepala janin.  Kepala akan teraba bulat dan keras sedangkan bokong teraba tidak keras dan tidak bulat.  Bagian apa yang terletak di fundus uteri. tanda cairan bebas). kepala bulat terasa keras dan melenting pada goyangan. maka tangan yang melakukan pemeriksaan divergen. 3. .  Leopold II  Kemudian kedua tangan diturunkan menelusuri tepi uterus untuk menentukan bagian apa yang terletak dibagian samping. 4.

5. 6. tambahkan protein 0. Indikasi pemeriksaan dalam:  Indikasi sosial untuk menentukan keadaan kehamilan atau persalinan.  Diet 4 sehat 5 sempurna. tes pemeriksaan air ketuban.5 gram/kg BB (1 telur/ hari). ultrasonografi.  Menentukan nilai skor pelvis.  Jika ada pemeriksaan luar.  Observasi adanya penyakit yang mempengaruhi kehamilan. Pemeriksaan tambahan (pemeriksaan laboratorium.  Diambil data tentang laboratorium. persalinan tidak maju-maju.  Pemeriksaan ultrasonografi. Trimester III  Setiap 2 minggu sekali sampai ada tanda kehamilan. penurunan bagian terendah. Trimester I dan II  Setiap bulan sekali. kedudukan janin tidak dapat ditentukan. Pemeriksaan dalam (pembukaan.  Jika akan diambil tindakan obstetriboperatif. sebelum ditinggalkan oleh penolong.  Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatan. penempatan kombinasi. ketuban. F. perlunakan serviks.  Jika karena sesuatu.  Pemeriksaan ultrasonografi.  Nasehat tentang diet 4 sehat 5 sempurna. 2. . komplikasi kehamilan dan imunisasi tetanus 1. tumor yang menyerupai bagian terendah. pelvimetri panggul). tes pemeriksaan bakteriologis).  Jika ada sangkaan kesempitan panggul dan CPD. Jadwal Pemeriksaan Kehamilan 1.

b. f. status perkawinan. seperti pekerjaan wanita dan pasangannya. umur.  Imunisasi tetanus 2. perkiraan persalinan. lamanya.  Rencana pengobatan. letak anak. latar belakang budaya dan etnik. Riwayat Penyakit Keluarga. alamat dan status. siklus. TFU. penyulit kehamilan. HPHT. BB. agama. DJJ. e. Meliputi jenis kontrasepsi yang digunakan. TD. oedema. suku/bangsa. Konsep Asuhan Keperawatan 1. Riwayat pemeriksaan ANC. ditetapkan dalam riwayat social. pendidikan. G. kemana harus datang untuk melahirkan. keluhan UK (minggu) dan terapi yang didapat. Flour Albus. g. Riwayat kontrasepsi.  Observasi adanya penyakit yang menyertai kehamilan. jenis persalinan. Faktor-faktor situasi. Pengkajian a. banyaknya. Riwayat obstetri yang lalu: meliputi kehamilan keberapa.  Nasihat tentang tanda inpartu. umur kehamilan. komplikasi hamil trimester ke-3. pendidikan. d. lamanya pemakaian dan keluhan yang dirasakan selama memakai alat kontrasepsi. jenis kelamin anak dan masa nifas. saudara kandung dan anak-anak. Data yang diikumpulkan tanggal pemeriksaan. Hal ini membantu mengidentifikasi gangguan genetik atau familial dan kondisi-kondisii yang dapat mempengaruhi status kesehatan wanita atau janin. Keluhan Utama: Klien mengatakan mual-mual dan muntah c. pekerjaan. reflex tungkai. Riwayat Menstruasi : meliputi menarche usia. . Riwayat keluarga memberikan informasi tentang dekat pasien. termasuk orang tua. serta status sosioekonomi. penolong. Identitas berupa nama. Identitas Pasien.

 Mengganti pakaian dalam tiap kali lembab.  Minum : 6-7 kali sehari  Nafsu makan : tidak nafsu.  Sikat gigi 2 kali sehari tiap selesai mandi. alasan : karena mual dan muntah 2. Personal Hygiene  Mandi 2 kali sehari. lauk-pauk. . Nutrisi  Frekuensi makan : 3 x sehari  Jenis makanan : nasi. sayur. Eliminasi BAK :  Frekwensi : 6-7 kali sehari  Warna : kekuningan  Bau : tercium bau aseton  Keluhan : urin sedikit BAB :  Frekwensi : 3 kali seminggu  Warna : coklat  Bau : khas  Konsistensi : padat  Keluhan : sulit saat BAB 3. Kebutuhan Dasar Manusia 1.  Keramas 3 kali seminggu. Istirahat Dan Tidur  Tidur siang : 1-2 jam  Tidur malam : 7-8 jam 4.  Mengganti pakaian 2 kali sehari tiap selesai mandi.h. dan buah-buahan.

.  DJJ : hasil periksa setiap 30 menit atau lebih sering jika ada tanda-tanda gawat janin. Contoh darah perlu diambil untuk crossmatching untuk persiapan bila ada transfusi.  Waktu masuk ruang bersalin ulangi lagi pemeriksaan Ht. Urinalis untuk protein. air ketuban dan penyusupan kepala janin.5. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum :  Kepala  Mata  Leher  Kardiovaskuler  Pencernaan/abdomen  Ekstremitas  Sistem persyarafan  Genito urinaria  Pemeriksaan janin  Tinggi badan  Berat badan sebelum hamil  Berat badan sekarang  Lila  Tanda-tanda vital Pemeriksaan penunjang  Hasil pemeriksaan laboratorium selama hamil khususnya hematokrik (menggambarkan anemia). Pengkajian khusus fetal  DJJ. glukosa dan keton. 6.

Outcomes: Dalam waktu 1 x 24 jam perawatan diharapkan:  Tidak gelisah  Tidak mengekspresikan kekhawatiran karena perubahan dalam peristiwa hidup.  Ada kontak mata  Tidak ketakuatan  Wajah tidak tegang.  Nyeri akut b/d agen cedera  Konstipasi berhubungan dengan kehamilan  Keletihan berhubungan dengan kehamilan 3. Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam : status kesehatan Goal: klien akan menurunkan tingkat kecemasan selama dalam perawatan.  Molase atau Penyusupan tulang kepala janin. Perencanaan a. dan nilai warna air ketuban jika selaput ketuban pecah. nyeri. Diagnosa  Ansietas b/d lingkungan yang tidak familier. Objective: klien dapat beradaptasi dengan status kesehatannya. atau kurang pengetahuan tentang proses persalinan. 2. tangan tidak tremor  Tidak ada peningkatan ketegangan  Tidak ada peningkatan keringat .  Warna dan adanya air ketuban : penilaian air ketuban setiap kali melakukan pemeriksaan dalam. Penyusupan adalah indicator penting tentang seberapa jauh kepala bayi dapat menyesuaikan diri terhadap bagian keras (tulang) panggul ibu.

diastole 60-90 mmHg. R/: Untuk memperbaiki keseimbangan fisik dan psikologi  Kurangi stressor (termasuk membatasi akses individu pada pasien jika sesuai) dan usahakan menuntut pasien R/: Seminimal mungkin jika memungkinkan untuk menciptakan iklim tenang dan teraupetik. R/: Untuk membantu pasien rileks selama periode ansietas berat .  Tekanan darah nadi dan frekuensi pernapasan dalam batas normal(TD: systole 100-130 mmHg. R/: Untuk menciptakan kesejahteraan dan meyakinkan pasien bahwa kebutuhannya akan terpenuhi.  Kolaborasi pemberian obat sesuai yang diresepkan. Nadi : 60. penolakan dan sebagainya. Berikan makanan bergizi dan tingkatkan kualitas tidur disertai langkah-langkah yang memberikan rasa nyaman. Intervensi dan rasional  Ajarkan kepada pasien teknik relaksasi untuk dilakukan sekurang-kurangnya setiap 4 jam ketika terjaga. kemarahan.100 X/menit.  Berikan kesempatan kepada pasien untuk mendiskusikan perasaanya dengan orang lain yang memiliki masalah kesehatan yang sama R/: Untuk menghilangkan keraguan dan meningkatkan dukungan  Secara seksama perhatiakan kebutuhan fisik pasien.  Pantau respon verbal dan non verbal yang menunjukan kecemasan klien R/: Klien mungkin tidak menunjukan keluhansecara langsung tetapi kecemasan dapat dinilai dari perilaku verbal dan non verbal yang dapat menunjukan adanya kegelisahan. RR: 12-24 X/ menit)  Berkonsentrasi  Tidak ada blocking pikiran. 4.

implementasikan teknik mengendalikan nyeri alternatif. Outcomes: Dalam 1x24 jam perawatan. Pada saat tingkat nyeri klien tidak terlalu kentara. c. bergantung pada gambaran nyeri pasien. R/ Untuk menentukan keefektifan obat. Rencanakan aktivitas distraksi.100 X/menit. diastole 60-90 mmHg. Untuk menghindari interpretasi subjektif. e.b. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera (biologis) : kontraksi uterus Goal: Klien akan terbebas dari nyeri akut. d. R/ Membantu klien memfokuskan pada masalah yang tidak berhubungan dengan nyeri. RR: 12-24 X/ menit). Kaji jenis dan tingkat nyeri pasien. R/ Teknik nonfarmakologis pengurangan nyeri akan efektif bila nyeri pasien berada pada tingkat yang dapat ditoleransi. Nadi : 60. b. nadi dan pernapasan dalam batas normal (TD: systole 100- 130 mmHg. R/ Untuk menurunkan ketegangan atay spasme otot dan untuk mendistribusikan kembali tekanan pada bagian tubuh. Bantu pasien untuk mendapatkan posisi yang nyaman dan gunakan bantal untuk membebat atau menyokong daerah yang sakit bila diperlukan. klien :  Melaporkan nyeri berkurang secara verbal  Tidak tampak meringis dan diaforesis  Tekanan darah. Intervensi : a. . R/ Untuk mengetahui jenis dan tingkatan nyeri klien akut atau kronis. Berikan obat yang dianjurkan untuk mengurangi nyeri. Objective: Klien akan terhindar dari agen cedera biologis selama dalam perawatan.

jika tidak dikontraindikasikan R/: tindakan tersebut dapat membantu menghindari anemia dan demineralisasi b. Anjurkan pasien untuk menyelingi aktivitas dengan periode istirahat R/: penjadwalan periode istirahat yang teratur dapat membantu menurunkan keletihan dan meningkatkan stamina d. d. Anjurkan pasien untuk tunda makan bila pasien mengalami keletihan R/: agar kondisi pasien tidak memburuk c. klien :  Tidak terjadi peningkatan keluhan fisik  Tidak terjadi kekurangan energi. Konstipasi berhubungan dengan kehamilan Goal : Klien tidak mengalami kopnstipasi Objective : . letargi. Tetapkan pola tidur yang teratur R/: tidur di malam hari 8 sam pai 10 jam dapat membantu mengurangi keletihan e. Keletihan berhubungan dengan kehamilan Goal : klien mengalami keletihan selama perawatan Objective : klien dapat beradaptasi dengan kehamilannya Outcomes : dalam 1x24 jam perawatan. letih.c. Hindari situasi yang penuh emosional R/: situasi yang emosional dapat memperburuk keletihan pasien. Lesu dan lelah  Mampu memulihkan energy setelah tidur  Mampu melakukan aktifitas fisik pada tingkat yang biasa Intervensi dan Rasional a. Anjurkan pasien untuk makan makanan yang kaya zat besi dan mineral.

Outcome : setelah dilakukan tindakan keperawatan …x24 jam diharapkan:  Klien dapat defekasi secara spontan dan lancar tanpa menggunakan obat  Konsistensifses lunak  Tidak teraba masa pada kolon ( scibala )  Bising usus normal ( 15-30 kali permenit ) Rencana tindakan a. Anjurkan pada klien untuk makan maknanan yang mengandung serat R/ Diet seimbang tinggi kandungan serat merangsang peristaltik dan eliminasi regular d. R/ Klien dan keluarga akan mengerti tentang penyebab obstipasi b. Berikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab konstipasi. yang melunakkan massa feses dan membantu eliminasi . Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian pelunak feses (laxatif. Lakukan mobilisasi sesuai dengan keadaan klien R/ Aktivitas fisik reguler membantu eliminasi dengan memperbaiki tonus oto abdomen dan merangsang nafsu makan dan peristaltic f. Berikan intake cairan yang cukup (2 liter perhari) jika tidak ada kontraindikasi R/ Masukan cairan adekuat membantu mempertahankan konsistensi feses yang sesuai pada usus dan membantu eliminasi regular e. enema) R/ Pelunak feses meningkatkan efisiensi pembasahan air usus. Auskultasi bising usus R/ Bising usus menandakan sifat aktivitas peristaltic c. suppositoria.