You are on page 1of 5

ayunan dan bandul fisis

Sunday, November 22, 2009

I. Tujuan Percobaan
1. Mempelajari sifat ayunan
2. Menentukan kecepatan gravitasi

II. Dasar Teori


Gerak harmonik sederhana
Gerak harmonik sederhana (GHS) mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusiodal dan
digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak harmonik sederhana dapat
dibedakan menjadi 2 bagian yaitu
• GHS Linier
• GHS Angular
Kinematika GHS
• Simpangan
x(t) = Am sin (wt +q0)
dimana
x = simpangan,
Am= amplitudo,
w = frekuensi angular
q0 = sudut fasa awal

Gambar 2. 1 Grafik gerak harmonik sederhana (GHS)

Kecepatan GHS adalah turunan dari simpangan GHS

Percepatan GHS adalah turunan kedua dari simpangan atau turunan kecepatan GHS

Pada GHS, frekuensi dan periode tidak tergantung pada amplitudo

Contoh-contoh GHS
1. Bandul Matematis atau Bandul sederhana
Bandul matematik adalah sebuah bandul dengan panjang I dan massa m dan membuat GHS
dengan sudut kecil (f <<). Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan
dinamakan gaya pemulih yaitu mg sin q dan panjang busur adalah s = lq. Kesetimbangan
gayanya adalah:

GHS bandul dapat dinyatakan:

Sehingga periode dari bandul adalah :

Gambar 2.2 Bandul Matematis


Bila amplitudo getaran tidak kecil namun tidak harmonik sederhana sehingga periode
mengalami ketergantungan pada amplitudo dan dinyatakan dalam amplitudo sudut q0 yaitu:

2. Bandul Fisis
Bandul fisis memperhitung momen inersia yaitu kecenderungan benda tegar melakukan gerak
rotasi. Bandul fisis memberikan torka pemulih sebesar t = Ia. Gaya pada GHS bandul fisis :

Persaman GHS pada bandul fisis:

Periode bandul fisis adalah

Gambar 2.3 Bandul Fisis


Gravitasi
Satuan percepatan rata-rata gravitasi bumi yang disimbolkan sebagai g menunjukkan rata-rata
percepatan yang dihasilkan medan gravitasi pada permukaan Bumi (permukaan laut). Nilai
sebenarnya percepatan gravitasi berbeda dari satu tempat ke tempat lain tergantung ketinggian
dan kondisi geologi. Simbol g digunakan sebagai satuan percepatan. Dalam fisika, nilai
percepatan gravitasi standar gn didefinisikan sebagai 9,806.65 m/s2 (meter per detik2), atau
32,174.05 kaki per detik2. Pada ketinggian p maka menurut International Gravity Formula.
g = 978,0495 (1+0.0052892 sin2 (p) - 0.0000073 sin2 (2p)) sentimeter per detik2. (cm/s2).
Simbol g pertama kali digunakan dalam bidang aeronautika dan teknologi ruang angkasa,
yang digunakan untuk membatasi percepatan yang dirasakan oleh kru pesawat ulang-alik,
disebut juga sebagai g forces. Istilah ini menjadi populer di kalangan kru proyek luar angkasa.
Sekarang ini berbagai pengukuran percepatan gravitasi diukur dalam satuan g. Istilah satuan
gee dan grav juga menunjuk kepada satuan ini.
III. Alat dan Bahan
1. Ayunan sederhana.
2. Ayunan fisis.
3. Stopwatch.

IV. Prosedur Percobaan


A. AYUNAN SEDERHANA
Gambar :

Gambar 4.1 Ayunan sederhana


1. Ambil panjang tali tertentu
2. Ukur waktu ayunan dengan mengukur waktu yang diperlukan untuk 20 kali ayunan.
3. Ulangi percobaan ini sekurang-kurangnya 5 kali dengan mengambil panjang tali yang
berlainan.
B. AYUNAN FISIS

Gambar :

Gambar 4.1 Ayunan fisis


1. Letakkan pemberat di tengah-tengah batang
2. Ukur ayunan dengan cara seperti A untuk 5 sumbu ayun yang berturut-turut pada sisi A
3. Ulangi percobaan B1 untuk 5 sumbu pada sisi B (baik ayunan fisis) yang setangkup dengan
titik sumbu 2.
4. Geserkan beban (pemberat) satu atau 2 lobang kesebelah dan ulangi percobaan B2 dan B3.
Ambil masing-masing 5 sumbu, tidak perlu setangkup.

VI. Pembahasan

Percobaan yang kedua adalah menggunakan ayunan fisis. Prosedur kerjanya adalah dengan
menggunakan sebuah beban yang dipasang pada sebuah batang sebagai porosnya. Untuk
mendapatkan data yang bervariasi letak beban diubah-ubah sehingga jarak kepusat masa (a)
berbeda-beda. Kemudian beban diayunkan dan dihitung waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai 20 kali ayunan.
Data-data hasil percobaan diatas digunakan untuk menentukan percepatan gravitasi (g). Pada
ayunan sederhana masa beban dan tali dapat diabaikan sehingga rumus yang digunakan
adalah :

Dimana : g = percepatan gravitasi ( )


L= panjang tali (m)
T= peride (sekon)

Sedangkan perhitungan data dengan ayunan fisis digunakan rumus :

Dimana : g = percepatan gravitasi ( )


L= panjang batang (m)
T= peride (sekon)
a= jarak ke pusat masa (m)
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kesalahan ini, selain karena adanya kurang teliti
dalam pengambilan data, ada kemungkinan kesalahan dalam menggunakan rumus. Secara
teori pada bandul fisis berat beban tidak diabaikan begitu juga dengan berat batang sebagai
lengan ayun. Tapi pada penuntun praktikum berat beban dan batang diabaikan.
Ditinjau dari segi grafik, pada percobaan dengan ayunan sederhana dapat dianalisa bahwa
kuadrat waktu ayun berbanding lurus dengan panjang tali yang digunakan. Sedangkan dengan
ayunan fisis dapat dianalisa bahwa waktu ayun berbanding lurus dengan jarak ke pusat masa.

X. Kesimpulan
Setelah dilakukan percobaan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Untuk menghitung percepatan gravitasi dapat digunakan ayunan sederhana dan ayunan
fisis.
2. Pada bandul sederhana untuk menghitung percepatan gravitasi, berat beban dan tali dapat
diabaikan.
3. Pada bandul fisis untuk menghitung percepatan gravitasi berat beban dan batang tidak
diabaikan.
DAFTAR PUSTAKA

Sutresna, Nana. 2006. Fisika untuk SMA kelas XII semestre I. Bandung: Grafindo Media
Pratama.

Wibawa, I Made Satriya. 2007. Penuntun Praktikum Fisika Dasar (Farmasi). Bali

Suharsini, Maria, dkk. 2007. Kimia dan Kecakapan Hidup. Jakarta: Ganeca.

Kuswati, Tine Maria. 2005. Sains Kimia untuk SMA kelas 3. Jakarta: Bumi Aksara.

Giancoli, Douglas C. 2001. Física Edisi relima, Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Pengertian Teori Bandul Fisis

Bandul fisis digunakan untuk menggambarkan gerakan berayun dari bandul yang disebabkan
oleh gravitasi. Untuk membuat bandul (pendulum), beratnya (m.g), tergantung dari titik tetap,
disebut pivot. Dengan menarik pendulum kembali dan melepaskan, itu akan berayun bolak-
balik karena tarikan gravitasi dan tegangan di sepanjang tali atau kawat yang
menggantungkan berat tadi. Gerakan ini terus berlanjut sebagai akibat inersia.

Menurut hukum dasar inersia, ketika benda dalam keadaan istirahat atau bergerak, ia akan
terus dalam keadaan itu kecuali ditindaklanjuti oleh kekuatan eksternal. Dalam kasus bandul
fisis, bandul akan terus berayun kecuali kekuatan eksternal bertindak untuk menghentikannya.
Karena tidak ada kekuatan eksternal bertindak di atasnya, itu dapat terus berayun tanpa batas
melalui busur yang sama.
Aksi pendulum adalah contoh yang baik dari kekekalan energi mekanik. Ini hukum fisika
menyatakan bahwa energi di dalam sistem selalu tetap konstan. Dengan kata lain, jumlah
energi selalu sama dan energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. Ada berbagai jenis
energi yang menyatakan bahwa sebuah objek dapat dalam bentuk, seperti energi kinetik,
potensial, kimia, nuklir dan termal. Energi Potensial dan kinetik, atau gerak, merupakan
energi keadaan adalah mereka yang diukur dan diamati dalam bandul fisika.

Ketika pendulum berayun, energi keadaan yang berubah berdasarkan tempat di busur benda,
tapi semuanya tetap sama dalam jumlah total potensial dan kinetik energi benda – dengan kata
lain, energi kekal. Pada titik tertinggi bandul, ia tidak memiliki kecepatan dan semua energi
dalam sistem adalah energi potensial. Ketika jatuh melalui busur, benda memperoleh energi
kinetik dan kecepatan sambil kehilangan energi potensial. Setelah melewati bagian bawah
busur, ia mulai lambat dan kehilangan energi kinetik sambil mendapatkan energi potensial
dan ketinggian. Meskipun energi kinetik dan potensial bervariasi, pengukuran fisika bandul
menunjukkan bahwa total tetap sama di semua titik di busur pendulum.

Dalam bandul fisis, hambatan udara dan gesekan diasumsikan tidak ada pada benda. Karena
energi dari sistem bandul adalah kekal, dikatakan memiliki gerak terus-menerus, yang dapat
dilanjutkan tanpa batas selama tidak ada energi yang hilang ke objek atau lingkungan lainnya.
Fakta bahwa pendulum terus berayun dengan cara yang sama dari waktu ke waktu adalah
mengapa hal itu digunakan dalam jam untuk menjaga waktu, dan pada awalnya digunakan
untuk melakukan pengukuran gaya gravitasi.

Share This Post To: Facebook Twitter