You are on page 1of 14

MAKALAH

PERAWATAN BAB PADA BAYI BARU LAHIR

Disusun Oleh:

Desy Karlina Maulany Ulfah

Glory Rebecca S Nurul Hikmah

Irinda Herawati Rizka Dwi Rahmadini

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES KALIMANTAN TIMUR
JURUSAN KEBIDANAN
PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat rahmat-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tak lupa pula kami
mengucapkan terima kasih kepada dosen Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Neonatus
yang telah memberikan tugas ini kepada kami sebagai upaya untuk menjadikan kami
manusia yang berilmu dan berpengetahuan.

Keberhasilan kami dalam menyelesaikan makalah ini tentunya tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
dan masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, untuk itu, kami mengharapkan
saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini, sehingga dapat bermanfaat
bagi siapapun yang membacanya.

Samarinda, 25 Oktober 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER ......................................................................................................................... 1

KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii

BAB I ............................................................................................................................ 1

PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1

A. Latar Belakang .......................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 1

C. Tujuan ........................................................................................................ 2

BAB II ........................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ........................................................................................................... 3

A. Jenis Kotoran Yang Sehat Pada Bayi ........................................................ 3

B. Cara Membersihkan Alat Reproduksi Laki-laki dan Permpuan Pada Bayi
Baru Lahir ............................................................................................................. 6

BAB III ....................................................................................................................... 10

PENUTUP ................................................................................................................... 10

A. Kesimpulan .................................................................................................... 10

B. Saran ............................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 11

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kondisi kotoran bayi dapat menggambarkan kondisi kesehatannya, sehingga
penting bagi orang tua untuk mengetahui seperti apa kotoran bayi yang normal.
Normalnya, bayi buang air besar (BAB) rata-rata empat kali per hari di minggu
pertama kehidupannya. Pada minggu-minggu pertamanya pula, jadwal BAB masih
belum teratur. Bayi bisa BAB ketika sedang menyusu atau tiap setelah selesai
menyusu. Seiring berjalannya waktu, bayi akan menemukan jadwal rutin BAB.

Setelah beberapa minggu awal terlewati, sebagian bayi yang mendapatkan Air
Susu Ibu (ASI) bisa jadi hanya BAB satu kali dalam beberapa hari atau dalam
seminggu. Kondisi ini bukanlah masalah selama bayi mudah untuk mengeluarkan
kotorannya dan kotoran bertekstur lembut.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana ciri-ciri warna fases dan air kencing yang normal pada bayi baru
lahir ?

2. Bagaimana cara membersihkan alat reproduksi laki-laki dan perempuan pada
bayi baru lahir ?

1
C. Tujuan

Adapun tujuan penulisannya adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui seperti apa kotoran yang sehat pada bayi baru lahir

2. Untuk mengetahui cara membersihkan alat reproduksi laki-laki dan perempuan
pada bayi baru lahir

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Jenis Kotoran Yang Sehat Pada Bayi

Seperti Apa Kotoran Yang Sehat Bagi Bayi Baru Lahir?

Kondisi kotoran bayi dapat menggambarkan kondisi kesehatannya, sehingga
penting bagi orang tua untuk mengetahui seperti apa kotoran bayi yang normal.
Normalnya, bayi buang air besar (BAB) rata-rata empat kali per hari di minggu
pertama kehidupannya. Pada minggu-minggu pertamanya pula, jadwal BAB masih
belum teratur. Bayi bisa BAB ketika sedang menyusu atau tiap setelah selesai
menyusu. Seiring berjalannya waktu, bayi akan menemukan jadwal rutin BAB.

Setelah beberapa minggu awal terlewati, sebagian bayi yang mendapatkan Air Susu
Ibu (ASI) bisa jadi hanya BAB satu kali dalam beberapa hari atau dalam seminggu.
Kondisi ini bukanlah masalah selama bayi mudah untuk mengeluarkan kotorannya
dan kotoran bertekstur lembut.

3
Lalu bagaimana warna kotoran bayi yang normal dan tidak normal, serta
bagaimana kondisi kesehatan yang dapat berdampak kepada kotoran pada bayi?
Warna normal
Bayi yang sehat bisa terlihat dari warna kotorannya. Orang tua tidak perlu cemas
jika warna kotoran bayi seperti berikut ini:

 Hijau kehitaman. Beberapa hari pertama setelah lahir ke dunia, bayi akan
mengeluarkan mekonium, yaitu kotoran bayi baru lahir. Mekonium terdiri dari
cairan ketuban, lendir, dan segala sesuatu yang tertelan bayi ketika berada di dalam
kandungan. Teksturnya cenderung lengket dan berwarna hijau kehitaman. Bila
bayimu mengeluarkan mekonium, berarti pertanda baik bahwa ususnya bekerja
dengan normal.
 Hijau kecokelatan, yang artinya bayi mulai mencerna ASI. Pada hari ke-2 hingga
ke-4, seharusnya warna kotoran hijau kehitaman akan berangsur ke warna hijau
kecokelatan. Bila pada masa ini kotoran bayimu terus-menerus berwarna hitam
selama beberapa hari, maka kamu perlu berkonsultasi dengan dokter.
 Kuning terang. Bila kamu memberikan ASI pada bayimu, warna kotorannya akan
secara bertahap berubah setelah sekitar 3-5 hari. Ini karena air susu pertama dari ibu
berfungsi menyerupai pencahar yang membantu membersihkan mekonium dari
saluran pencernaan bayi. Warnanya yang semula hijau kecoklatan, akhirnya
menjadi kuning terang. Selain itu, bau dan teksturnya juga akan sedikit berubah.
Kotoran yang berwarna kuning terang ini sedikit tercium lebih manis. Teksturnya
gembur, kadang seperti menggumpal dan kadang kasar.
 Cokelat muda. Bayi yang mengonsumsi susu formula, kotorannya akan berbeda
dengan bayi yang rutin mengonsumsi ASI. Teksturnya seperti pasta gigi karena
bayi tidak dapat mencerna susu formula sepenuhnya. Baunya lebih menyengat
seperti kotoran orang dewasa dan berwarna kuning kecokelatan atau kuning pucat.
 Warna yang perlu diwaspadai
Warna-warna utama yang harus menjadi perhatian orang tua adalah merah, hitam,
dan putih. Bila kotoran bayimu di antara ketiga warna tersebut, segera periksakan
ke dokter.

4
 Merah atau berdarah, artinya ada darah segar dari dubur atau usus besar yang
keluar bersama kotoran.
 Sangat pucat atau putih yang dapat menunjukkan adanya infeksi atau masalah
dengan empedu atau biasa disebut penyakit kuning (jaundice). Kondisi ini umum
terjadi pada bayi baru lahir. Selain menyebabkan kotoran menjadi berwarna pucat,
penyakit kuning juga membuat kulit dan area putih mata menjadi terlihat kuning.
Walaupun penyakit kuning biasanya dapat hilang dalam beberapa minggu, bukan
berarti kamu bisa mengabaikannya karena kondisi ketahanan bayi jelas berbeda
dengan orang dewasa. Untuk langkah aman, konsultasikan kepada dokter, terutama
bila berlangsung lebih dari dua minggu.
 Hitam yang menunjukkan adanya darah yang tercerna di dalam saluran
pencernaan, padahal kelahiran sudah berlalu beberapa hari. Konsultasikan kepada
dokter bila hal ini terjadi. Ada kemungkinan kotoran ini bukan lagi mekonium.
 Hijau. Selain warna di atas, kamu juga perlu mewaspadai kotoran bayi yang
berwarna hijau. Pada bayi yang mengonsumsi ASI, kotoran berwarna hijau dapat
menjadi pertanda bahwa bayi menyerap terlalu banyak laktosa. Hal ini terjadi
karena kesalahan teknik menyusui. Kamu dianjurkan memberikan ASI dari
payudara satu hingga susunya habis baru kemudian berganti ke payudara lainnya.
Sementara itu, pada bayi yang mengonsumsi susu formula, warna hijau gelap pada
kotoran bayi bisa menandakan tidak cocok dengan merek susu formula yang
dikonsumsi, sensitif terhadap asupan, adanya kuman di perut, maupun efek
samping obat. Konsultasikan kepada dokter bila hal ini berlangsung lebih dari 24
jam.

Bayi baru lahir belum mempunyai jadwal BAB dan BAK yang teratur. Setidaknya
bayi baru lahir akan BAK sebanyak 12 kali dalam sehari dan 8 kali BAB dalam
sehari, terlebih jika bayi menerima ASI ekslusif. Jika bunda menggunakan popok
sekali pakai, segera ganti popok jika bayi sudah BAB. Karena pup bayi bersifat
asam sehingga jika terlalu lama menempel pada kulit akan menyebabkan iritasi.

Biasanya ketika BAB ekspresi bayi akan seperti meringis, dan seringnya disertai
dengan bunyi kentut.

5
B. Cara Membersihkan Alat Reproduksi Laki-laki dan Permpuan Pada
Bayi Baru Lahir

Popok bayi perlu diganti 7-8 kali sehari. Pantat bayi sangat halus dan lembut
sehingga mudah mengalami iritasi dari kelembapan berlama-lamaan terbungkus
oleh popok, kontak dengan urin dan feses, atau gesekan dari lapisan popok.
Akibatnya, si kecil membutuhkan perawatan khusus setiap kali Anda akan
mengganti popoknya.

Pertama, siapkan peralatan yang dibutuhkan

Anda akan membutuhkan popok baru, alas salin (bisa berupa kain bersih, alas
karet, atau alas plastik) untuk menjaga permukaan meja tetap bersih, peniti (jika
Anda menggunakan popok kain, bukan sekali pakai), handuk kering, dan tisu basah
sensitif khusus bayi tanpa pewangi dan alkohol atau lap bersih yang sedikit di
basahkan.

Banyak orangtua yang membersihkan pantat bayi dengan air saja untuk dua
minggu pertama. Menambahkan sedikit sabun pembersih khusus bayi ke dalam air
adalah pilihan lain, atau Anda bisa menggunakan tisu basah bayi yang sensitif dan
bebas pewangi. Menggunakan ini akan membantu melindungi penghalang alami
kulit bayi Anda.

Agar mudah membersihkan pantat dan alat kelamin bayi sebaiknya
menyediakan bola-bola kapas seukuran kepalan tangan orang dewasa yang sudah
direndam terlebih dahulu dengan air bersih.

Beberapa ibu juga menyediakan salep pelembap atau petroleum jelly untuk
mencegah atau mengobati ruam popok.

6
Kedua, siapkan bayi Anda

Baringkan bayi Anda pada meja salin yang telah dilapisi alas bersih, kemudian
intip ke dalam popok untuk meninjau situasi. Buka popok, dan jauhkan dari
jangkauan si kecil (bayi dikenal untuk menendang apapun tanpa pandang bulu).

Ketiga, mulai membersihkan pantat bayi

Angkat kakinya sedikit di pergelangan kakinya, dan usapkan tisu basah sensitif
atau lap lembap mulai dari atas ke bawah pantat (dari area paling bersih ke paling
kotor) dan dari depan ke belakang.

Untuk bayi perempuan, bersihkan mulai dari vulva (lipatan terluar dari bibir
hingga ke bagian tengah) menuju bokong. Untuk laki-laki, bersihkan area penis,
skrotum, dan daerah sekitarnya, dan kemudian pantat.

Menyeka dari depan ke belakang membantu mencegah bakteri berpindah dari
pantat ke dalam alat kelamin dan uretra bayi, dan menyebabkan infeksi saluran
kencing.

Cuci pantat bayi Anda dengan lembut, jangan lupa untuk menyeka setiap
lipatan dan kerutan kulit.

Namun, jangan bersihkan bagian dalam kelamin — seperti membuka labia
lebar-lebar untuk menyeka bagian dalam vagina — karena setiap alat kelamin
manusia memiliki mekanisme pembersihan diri otomatis, dan Anda tidak
seharusnya mengganggu mekanisme tersebut. Begitu pula dengan mendorong kulit
kulup penis bayi Anda ke belakang untuk menjangkau lipatan di dalamnya. Jika
Anda melakukan hal ini, kulit di sekitar penis berisiko robek dan bisa berujung pada
infeksi. Selain itu, luka infeksi yang mungkin timbul akan menyulitkan anak Anda
saat ia dewasa nanti.

Terakhir, tepuk daerah popok dengan handuk lembut dan bersih, termasuk di
setiap lipatan kulit, untuk mencegah maserasi. Menggosok terlalu sering atau keras

7
bisa merusak permukaan kulit bayi yang sensitif dan halus. Jika memungkinkan,
biarkan mengering dengan sendirinya dengan diangin-anginkan untuk mencegah
timbul ruam popok.

PERINGATAN untuk bayi perempuan, jangan pernah membubuhkan bedak di alat
kelaminnya karena bedak akan memicu tumbuhnya kanker leher rahim kelak.

Keempat, pakaikan popok bersih

Ganti alas meja salin dengan yang baru, buka popok bersih, dan baringkan bayi
Anda tepat di tengahnya, sehingga strap perekat popok sejajar dengan pusarnya.

Jika Anda memiliki bayi laki-laki, pastikan benar penisnya diposisikan ke
bawah sebelum menutup popok, untuk mencegah kebocoran.

Dalam beberapa minggu pertama, Anda mungkin memperhatikan bahwa
daerah vagina bayi Anda bengkak dan merah , atau bahwa dia mengeluarkan cairan
vagina berwarna transparan, putih, atau sedikit berdarah. Hal ini normal dan terjadi
karena bayi Anda mungkin telah terkena hormon Anda saat dia masih di dalam
rahim.

Namun, jika bayi Anda masih mengeluarkan cairan setelah enam minggu
pertama, jangan lupa untuk beri tahu dokter Anda saat pemeriksaan bayi Anda
selanjutnya.

Cobalah untuk biarkan bayi Anda bebas popok sesering yang Anda bisa, jadi
jangan selalu terburu-buru untuk memakaikan popok bersih lagi. Setiap kali Anda
membersihkan pantat bayi dan mengganti popoknya, oleskan krim pelindung atau
krim yang mengandung zinc oxide sebagai pencegahan ruam popok.

Ketika mengganti popok bayi, perhatikan warna dan kepadatan kotorannya.
Bayi yang diberi ASI biasanya mengeluarkan kotoran yang lunak, bukan encer.
Kotoran yang terlalu encer bisa menandakan bayi mengalami diare. Penelitian
menunjukkan bahwa bayi yang mendapat ASI cenderung untuk tidak menderita

8
konstipasi karena ASI mengandung semua nutrisi yang tepat untuk menjaga
kotoran bayi tetap lembut. Sebaliknya, bayi yang disusui dengan susu formula
cenderung lebih rentan mengalami konstipasi. Jika kamu khawatir tentang warna
atau kepadatan kotoran bayi, tidak ada salahnya untuk memeriksakan si Buah Hati
ke dokter.

9
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Popok bayi perlu diganti 7-8 kali sehari. Pantat bayi sangat halus dan lembut
sehingga mudah mengalami iritasi dari kelembapan berlama-lamaan terbungkus
oleh popok, kontak dengan urin dan feses, atau gesekan dari lapisan popok.
Akibatnya, si kecil membutuhkan perawatan khusus setiap kali Anda akan
mengganti popoknya.

B. Saran

Jika dalam penulisa makalah ini terdapat kekurangan, kami moho maaf. Ntuk itu
kamimengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar kami dapat
membuat makalah yang lebih baik di kemudian hari.

10
DAFTAR PUSTAKA

http://nova.grid.id/Keluarga/Anak/5-Langkah-Bersihkan-Kelamin-Bayi

http://www.alodokter.com/seperti-apa-kotoran-yang-sehat-bagi-bayi-baru-lahir

https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/parenting/kulit-bayi/tips-members
ihkan-pantat-bayi/amp/

11