You are on page 1of 11

MAKALAH PENANGANAN PASCAPANEN

“PENANGANAN PASCA PANEN KEDELAI”

DOSEN PENGAMPU :

1. Dr. Ir. Elis Kartika, M.Si
2. Ir. Zul Fahri Gani, M.P
3. Ir. YG Armando, M.S

DISUSUN OLEH :

NAMA : IFAN KEFAS SIRUMAPEA
NIM : RRD1A015016

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018

1

Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul Makalah penanganan pasca panen tanaman kedelai. Februari 2018 Penulis i . Makalah ini saya susun guna memenuhi tugas mata kuliah Penanganan pasca panen. untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini. Makalah ini secara umum berisi tentang penanganan cara panen kedelai dan penanganan pasca panen kedelai. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan baru bagi yang memerlukan. Jambi. KATA PENGANTAR Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

........................ i Daftar isi .............. 7 Daftar Pustaka ...................... 2 2......................1 Kesimpulan ......................................................................................... 3 Bab III Penutup ..................................................................... 7 3.... 8 ii ..........1 Latar Belakang ...................................................................................................................3 Tujuan ...........................................................................................................2 Saran .................................... 1 Bab II Pembahasan ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 2 2......... 1 1...........2 Rumusan Masalah ......................................................................................................................................... ii Bab I Pendahuluan ............. DAFTAR ISI Kata pengantar ..................................................... 7 3................................................................................... 1 1..........2 Pascapanen ............. 1 1...........................1 Panen .........

perontokan. Kegiatan panen dan pascapanen yang tepat. atau sarana yang digunakan. berjamur. BAB I PENDAHULUAN 1. pengeringan. cara dan sarana yang tepat. Kegiatan meliputi : panen.1 Latar Belakang Penen kedelai adalah serangkaian kegiatan pengambilan hasil budidaya tanaman kedelai dengan cara dipetik. 1. baik umur. pengemasan. busuk dan berkutu. biji menjasdi keriput. serta susut panen lebih tinggi. pengumpulan. Sedangkan pascapanen kedelai adalah kegiatan yang dimulai dariproses panen sampai dengan proses yang menghasilkan biji kedelai yang siap dipasarkan. cara. berwarna kusam dan kurang tahan disimpan. 1. akan menentukan jumlah dan mutu hasil kedelai yang diperoleh. 1 . pembersihan biji. Penen yanh terlalu awal berarti biji kedelai dalam kondisi muda (hijau) dan kadar ait biji yang tinggi sehingga setelah proses pengeringan.3 Tujuan Untuk mengetahui cara penanganan panen dan pascapanen tanaman kedelai. Sedangkan bila panen terlambat pada musim kemarau berarti kadar air biji rendah sehingga dapat menyebabkan biji jatuh ke tanah sebelum di panen karena udara yang panas atau terjadi gesekan antar batang. dipotong. bila musim hujan dapat menyebabkan biji berkecambah di batang. tetapi susut panen lebih rendah. dan penyimpanan. Sebaliknya.2 Rumusan Masalah Bagaimana cara penanganan panen dan pascapanen tanaman kedelai. atau dicabut pada umur/waktu. Panen kedelai sebaiknya dilakukan pada saat umur fisologi tanaman mencapai maksimal dan panen umur yang optimal.

1 Panen Penentuan saat panen merupakan tahap awal penenganan pascapanen. Kadar air berkisar 20-24%. antara lain (a) rantai kegiatan pascapanen lebih pendek sehingga dapat menghemat waktu. dan polong.  Kenampakan fisisk baik daun batang . Penentuan saat panen yang tepat dapat dilakukan berdasarkan :  Umur tanaman. dan (b) jumlah susut panen pada kadar air rendah hanya sekitar 6% dibandingkan kadar air yang tinggi mecapai 13%. ketetapan waktu panen akan menentukan tindakan pascapanen selenjutnya. dengan cara memegang batang utama tepat dibawah ranting/cabang yang berbuah.  Kadar air biji saat panen. Panen kedelai dapat dilakukan bila: a. e.00 pagi. Perlu diperhatikan bahwa keragaman umur panen juga disebabkan perbedaan musim tanam. Daun berwarna kuning (minimum 90%) dan sudah mulai rontok. b. Cara panen yaitu dengan mencabut tanaman atau memotong batang tanaman. BAB II PEMBAHASAN 2. d. Batang sudah kering. Diukur menggunakan alat ukur kadar air (moisture tester). ketingian tempat. dengan mempedomani deskripsi varietas. karena mempunyai keuntungan. suhu udara dan ketesediaan air. Sedangkan pemotongan ini lebih menguntungkan dibanding dengan cara cabut karena : (a) dapat mencegah terjadinya kerontokan 2 . panen juga dapat dilakukan pada kadar air rendah (17-20%). c. Panen sebaiknya dilakukan pada saat matahari bersinar cerah (tidak hujan). Polong berwarna coklat dan mudah pecah. Namun jika memungkinkan. f. yaitu dimualai pukul 08. Mencabut tanaman bila kondisi struktur tanah ringan berpasir. Oleh karena itu.

(4) pembersihan. seluruh hasil panen segera dijemur.00 siang. tidak ditunda terlalu lama. (3) perontokan. Pengumpulan dan pengangkutan Brangkasan kedelai (hasil panen kedelai yang terdiri atas batang beserta polonhnya) dikumpulkan secara teratur yaitu dengan memisahkan brangkasan kedelai dengan tinggkat kematangan yang berbeda. anyaman bambu. Dalam proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan dua cara. (d) rhizobium tetap tertinggal didala tanah. yaitu secara alami dan menggunakan para-para.00 sampai 12. Berangkasan kedelai yang polongnya masih kehijau-hijauan (belum masak sempurna) diikat menggunakan tali lalu dipikul menggunakan batang bambu atau kayu untuk selanjutnya dibawa ketempat pengumpulan. Pengeringan dilakukan selama 3-7 hari bila cuacanya baik. semua buah yang masih menempel pada batang diusahakan di jemur di tempat penjemuran. sebaiknya dipilih yang berwarna gelap/hitam untuk mempercepat pengeringan. Dapat dilakukan dengan dijemur diatas tikar. Cara ini memudahkan dalam pengaturan pengangkutan dan penjemuran sehingga dapat memperkecil kemungkinan penurunan mutu dan kehilangan hasil. (5) pengemasan. atau menggunakan alas plastik. pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali.2 Pascapanen Tahapan penanganan pascapanen kedelai terdiri dari : (1) pengumpulan dan pengangkutan. (2) pengeringan. (6) penyimpanan. polong akibat goncangan (b) cepat. hal ini menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan biji terlepas dari polongnya. 1. (c) dapat di terapkan pada kondisi kering ataupun basah. Pengeringan Setelah pemungutan selesai. Agar kedelai kering sempurna. Penjemuran dilakukan sampai kadar air 10% – 15% dan di pagi hari pukul 10. Pengeringan secara alami brangkasan kedelai dijemur langsung di bawah sinar matahari. 2. Brangkasan kedelai yang baru dipanen tidak boleh 3 . 2. Sedangkan biji kedelai yang digunakan untuk benih dijemur secara terpisah.

3- 0. untuk mencegah kerusakan biji karena kelembaban yang tinggi.ditumpuk dalam timbunan besar. dan daun atau batang tanaman kedelai. menampi sebaiknya dilakukan searah hembusan angin sehingga memudahkan dalam melakukan sortasi. serta kotoran lainnya. 3. Pengeringan dengan para-para dilakukan terutama bila panenan dilaksanakan waktu musim hujan. Dari bawah dialirkan udara panas dengan cara membakar sekam. 4. menggunakan alat dari anyaman baambu berbentuk bulat dan diberi bingkai penguat disekelilingnya. atau karet ban dalam (benen) sepeda atau kain. Pembersihan biji dapat dilakukan dengan cara :  Ditampi. hanya berkisar 0. alat penampi tipe HSU memilik kapasitas 500-600 kg/jam/2 operator. maka brangkasan kedelai harus dibolak-balik agar kerusakan biji dapat diminimalkan.  Menggunakan alat penampi (winnower). Para-para dibuat bertingkat. Sdangkan jika menggunakan alat perontok kedelai. Namun. kemudian brangkasan kedelai ditebar merata di atas para-para tersebut. proses perontokkan menggunakan alat dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan dipukul. segera lakukan perontokkan atau pembijian agar polong tidak menjadi lembab kembali.6%. Pembersihan Pembersihan biji bertujuan untuk memisahkan sortasi biji yang baik atau bernas dengan biji yang rusak atau kempes. cara ini membutuhkan waktu yang lama dan mahal.  Menggunakan perontok mekanis (thresher). 4 . Perontokkan Setelah berangkas kedelai kering. kerusakan biji lebih tinggi (1.6%). terutama pada musim hujan. Brangkasan dianggap cukup kering bila kadar airnya telah mencapai kurang lebih 18%. Caranya adalah :  Dipukul atau digebug menggunaka kayu. untuk menurunkan kadar air.6-8. Jika perontokan dilakukan dengan cara dipukul. atau pelepah kelapa.

termos dan kaleng pedaringan. virus). Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperpanjang kegunaan. 6. serta mengurangi ketersediaan oksigen. kelembaban. (2) menggunakan kemasan. bakteri. Pengemasan Pengemasan bertujuan untuk menghindari kerusakan biji dari kerusakan mekanis (gesekan. angin) dan serangan hama dan penyakit pada saat disimpan. hama. membantu dalam pengaturan pemasaran. menampung biji kedelai yang melimpah. dan kotoran. 10-15 kg. 5. penyakit (jamur. dll. dan 200 kg. (4) menurunkan kelembaban. dengan kapasitas masing-masing 50 kg. Biji kedelai yang telah bersih disimpan dalam wadah kantong plastik kemudian dibungkus ulang dengan karung plastik/goni agar dapat melindungi biji kedelai pada saat pengangkutan dan penyimpanan. semua wadah diberi alas seng yang dilubangi secukupnya dengan paku seukuran setengah diameter biji kedelai. Sedangkan penyimpanan biji kedelai untuk tujuan benih di tingkat petani dapat menggunakan wadah gentong. Penyimpanan udara bebas adalah proses penyimpanan dimana udara lingkunagan langsung berhubungan dengan ruang penyimpanan atau kemasan sehingga kontaminasi kotoran. tekanan. getaran). penyakit. Sedangkan penyimpanan kedap udara proses penyimpanan yang meghambat kegiatan biologic dan bertujuan menghambat pengaruh kondisi lingkungan seperti: suhu dan kelembaban. (5) memberikan 5 . Setiap bulan isi kantong perlu diganti guna mengefektifkan penyerapan uap air yang dihasilkan dari benih kedelai yang disimpan. kerusakan lingkungan (temperatur. Daya simpan dapat ditingkat kan melalui salah satu atau kombinasi dari cara sebagai berikut : (1) kadar air rendah. Penyimpanan dapat dilakukan dengan dua cara. mudah terjadi. (3) biji harus bersih dan bebas hama/penyakit. yaitu : penyimpanan udara bebas dan penyimpanan kedap udara. Di bawah alas diberi kantong-kantong (bahan dari kain cita yang berlubang-lubang besar) berisi kapur hidup (bongkahan kapur yang masih kuat menyerap air) atau abu sekam padi kering yang warnanya keputih-putihan. kontaminasi dengan hama.

 Kemasan tersebut ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung berhubungan dengan tanah atau lantai.  Biji kedelai yang telah dikemas diberi label berupa tulisan yang dapat menjelaskan tentang produk yang bersangkutan. dan bebas ham/penyakit. kotak.  Bila dilakukan pengangkutan jarak jauh. kering. Cara penyimpanan kedelai yang dianjurkan adalah :  Biji kedelai yang sudah berkadar air rendah (9-11%) harus tertutup rapat dalam kemasan kedap udara (kantong plastic.  Biji kedelai yang akan disimpan sebaiknya mempunyai kadar air 9-11% (untuk dikonsumsi) dan 8-10% (untuk benih) 6 .  Tempat penyimpanan haruslah teduh. maka setiap 2-3 bulan harus dijemur sampai kadar air basis basahnya sekitar 9-11% (untuk dikonsumsi) dan 8-10% (untuk benih).  Bila kedelai disimpan dalam waktu lama. (6) mengendalikan hama dan penyakit secara periodik. dan kaleng) untuk menghindari penyerapan air pada kondisi kelembaban udara naik. hendaknya dipilih wadah /kemasan yang kuat.aerasi.

Pasca panen meliputi segala kegiatan mulai dari panen. 3. baik memuaskan bagi kepentingan pemenuhan kebutuhan keluarga sendiri maupun memuaskan bagi kepentingan pemenuhan kebutuhan umum atau pasar.2 Saran Saran penulis adalah dengan adanya makalah ini mahasiswa dan khususnya pembaca dapat mengetahui cara penen dan pascapanen tanaman kedelai. Pada proses pemasaran. jenis produk hingga pengemasannya. mulai dari kondisi. 7 . tergantung dari jenis produk yang kita kelola. l hal ini tidk dapat di pisahkan dengan kedaan produk itu sendiri. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Penanganan pascapanen pada tanaman sangatlah penting dilakukan dengan sebaik-baiknya agar kualitas produk tetap terjaga. dalam arti memenuhi harapan atau memuaskan petani penanamnya. nilai suatu produk di tentukan oleh cara kita menangani produk tersebut setelah panen dengan berbagai macam teknik dan cara yang tepat. pengankutan sampai dengan menghasilkan produk setengah jadi yang siap dipasarkan. Kesimpulan utama dari kegiatan penanganan dan pengelolaan tanaman yaitu agar dapat diperoleh hasil tanaman yang baik. Pasca panen sendiri bertujuan untuk meningkatkan nilai suatu produk dengan nilai jual yang tinggi.

KEDELAI. Produksi Kedelai Strategi Meningkatkan Produksi Kedelai Melalui PTT. 8 . Yuyun Yuniarsih . Jakarta: Kanisius. 2014. 1996. Budidaya dan Pasca Panen. Yogyakarta: Graha Ilmu Direktorat Bina Produksi Padi dan Palawija. 1993. DAFTAR PUSTAKA Atman. Pascapanen Kacang-kacangan. Rahmat Rukmana. 2002. Penyaluran dan Peyerapan Benih Pada Palawija Baran Wirawan dan Sri Wahyuni. Pedoman Teknis Produksi. Pelatiha Pertanian di Dinas Tanaman Pangan Jawa Barat.