You are on page 1of 2

33

BAB 3

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN

3.1 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual penelitian tentang pengaruh teknik relaksasi nafas

dalam terhadap tingkat nyeri pada pasien fraktur, dapat dijelaskan seperti gambar

3.1
Manajemen Nyeri
Faktor-faktor Nonfarmakologi : - Tekanan Darah
yang menurun
mempengaruhi Teknik Relaksasi - Denyut nadi
nyeri Nafas dalam menurun
- Usia - Otot rileks/ tidak
- Jenis Kelamin - Stimulasi kulit spasme
- Kultur - Stimulasi elektrik - Globulin alfa pada
-- Makna - Akupuntur otak meningkat
Ansietasnyeri - Plasebo
-- Perhatian
Pengalaman
- Ansietas - Umpan balik
masa lalu biologis Tingkat Nyeri
-- Pengalaman
Pola koping - Ringan
masa - Hipnotis
- Suportlalu - Distraksi - Sedang
- Pola koping &
keluarga - Berat
- Suport - Imajinasi terbimbing
Sosial - Sangat berat/parah
keluarga &
Sosial
Manajemen Nyeri
Farmakologi :
- Sedatif-hipnotik
- Antipsikotik
- Antihistamin
- Anti depresan
Keterangan :

= Diteliti

= Tidak diteliti

Gambar 3.1
Kerangka konseptual penelitian pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap
tingkat nyeri pada pasien fraktur di Instalansi Rawat Darurat
Rumah Sakit Umum Negara

hipnotis. makna nyeri. nyeri sedang. otot-otot menjadi rileks (tidak spasme) dan dapat meningkatkan globulin alfa pada otak. Manajemen nyeri dapat dibedakan menjadi dua yaitu manajemen nyeri farmakologi dan manajemen nonfarmakologi. stimulasi elektrik. placebo. support keluarga dan social. ansietas. antipsikotik. umpan balik biologis. . perhatian. Teknik relaksasi nafas dalam ini dapat menurunkan tekanan darah dan denyut nadi. akupuntur. distraksi dan imajinasi terbimbing. nyeri berat. Manajemen nyeri farmakologi yaitu dengan pemberian obat-obatan seperti sedative hipnotik. pengalaman masa lalu.2 Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian ini adalah : Ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap tingkat nyeri pada pasien fraktur di Instalansi Rawat Darurat Rumah Sakit Umum Negara. 3. dan nyeri sangat berat. jenis kelamin. stimulasi kulit. dimana tingkat nyeri dapat diklasifikasikan menjadi empat yaitu nyeri ringan. dengan demikian akan dapat diketahui tingkat nyeri yang dirasakan oleh pasien. antihistamin dan antidepresan. 34 Keterangan gambar : Faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri yaitu usia. pola koping. kultur. sedangkan manajemen nyeri nonfarmakologi yaitu dengan teknik relaksasi nafas dalam.