You are on page 1of 27

38

BAB IV
ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH

4. Data Penelitian
4.1 Data Beban Produksi.
Beban produksi di PT.Indofood Bogasari yang menggunakan udara
bertekanan terdiri dari beberapa line produksi. Adapun jumlah plant produksi
yang ada yaitu 10 plant produksi diantaranya :
- Plan produksi Mill : MNO, HIJ, FG, DE, KL, C, AB, MTC, FAM
- Plan produksi packaging 1kg
- Plan produksi packaging 25 kg
- Plan wet sillo A
- Plan sillo A
- Plan packing export
- Plan TPW sillo B
- Plan pellet sillo B
- Plan paletesing .

4.2 Data Perkiraan Kebutuhan Udara Masing-masing Mill Pada Awal
Perencanaan.
Perkiraan kebutuhan udara didasarkan kepada beban kapasitas produksi yang
ada. Dimana asumsi yang digunakan untuk menentukan kebutuhan udara masing-
masing mill berdasarkan asumsi yang disampaikan oleh PT.Indofood Sukses
Makmur – Div.Bogasari adalah dimana pada saat perencanaan awal unit
kompresor yang ada mencukupi untuk kebutuhan beban yang ada dan di bawah
ini adalah data beberapa plan mill

Tabel 4.1. Beban Udara Bertekanan Pada Awal Perencanaan
Kapasitas Produksi Asumsi Kebutuhan
NO Mill/Plant
(ton/hari) Udara (m3/menit)
1 AB 1000 3.47
2 C 900 3.12

39

3 DE 900 3.12
4 FG 1100 3.82
5 HIJ 2400 8.33
6 KL 1600 5.55
7 MNO 3000 10.41

4.3 Data Spesifikasi dan Data Pengukuran Mesin Sistem Udara Bertekanan
Adapun data mesin sistem udara bertekanan yang ada di PT.Indofood
Bogasari adalah sebagai berikut :

4.3.1 Kompresor dan Alat-alat Penunjang
4.3.1.1 Kompresor.
1. Data jumlah kompresor
Jumlah kompresor penghasil udara bertekaan untuk memenuhi kebutuhan
seluruh plan yang ada di PT.Indofood Bogasari berjumlah 27 unit. Adapun data
seluruh kompresor yang ada adalah sebagai berikut.

Tabel 4.2 Pengukuran Fowrate dan Efisiensi Kompresor
Daya FAD *) Pengukuran Estimated
No Brand Model
(KW) (m3/min) (m3/min) Efficiency
1 Sullair LS 25S - 300 223.7 37.66 36.29 96.36%
HWC
2 Sullair LS 25S - 300 223.7 37.66 35.69 94.77%
HWC
3 Sullair TS 20S - 200 150 27.38 22.30 81.45%
HWC
4 Sullair TS 20S - 200 150 27.38 24.82 90.65%
HWC
5 Atlas Copco GA 22P 22 3.12 2.74 87.82%
6 Atlas Copco GA 30 30 4.20 3.40 80.9%
7 Atlas Copco GA 30 30 4.20 3.18 75.71%
8 Atlas Copco GA 30 30 4.20 3.14 74.76%
9 Atlas Copco GA 18 18 2.61 1.90 72.84%
10 Atlas Copco GA 18 18 2.61 2.02 77.43%
11 Atlas Copco GA 18P 18 2.64 1.95 73.79%
12 Atlas Copco GA 11P 11 1.86 1.38 73.98%
13 Atlas Copco GA 15 15 2.21 1.64 74.30%
14 Atlas Copco GA 15 15 2.21 1.59 72.04%
15 Atlas Copco GA 15 15 2.21 1.51 68.42%
16 Atlas Copco GA 15 SP 15 2.49 1.61 64.58%
17 Atlas Copco GA 15 SP 15 2.49 - -
18 Atlas Copco GA 15 SP 15 2.49 1.67 66.99%
19 Atlas Copco GA 15 SP 15 2.49 1.55 62.17%

Comp 2 22.35 Full Running Jumlah FAD 124.52 10 Atlas Copco GA22 P Mill MNO 2.36 Full Running 8 Bromwade Cyclon 215 R.35 60.36 Full Running 6 Bromwade Cyclon 215 R. tidak semua terhubung kedalam sistem besar udara bertekanan yang menuju ke plan-plan yang disebutkan di atas.Comp 1 35.24 1.13 62.24 1.Comp 2 24.90 72.99 60.40 Full Running 14 Atlas Copco GA30 Mill KL 3.61 1. dimana 8 unit kompresor secrew dan 4 unit kompresor reciprocating .14% 24 Broomwade Cyclon 215 105 2.84% 21 Atlas Copco GA 18 18 2.29 Full Running 2 Sullair LS25S-300HWC R.Comp 1 36.74 Full Running 11 Atlas Copco GA18 Mill MNO 1.36 60.61 1.25kg dan sillo adalah sebanyak 12 unit.12% 23 Sullair 12BS-50 ACAC 37 6. adapun data seluruh kompresor yang ada secara rinci adalah sebagai berikut.18 Stand By 15 Atlas Copco GA30 Mill AB 3.35 Full Running 7 Bromwade Cyclon 215 R.45% Dari keseluruhan kompresor yang ada.Comp 2 1.96 75.Comp 2 1.36 60.71 .Comp 2 1.02 Full Running 17 Atlas Copco GA11 P Mill AB 1.38 Full Running Jumlah FAD 19.14% 22 Sullair 12BS-50 ACAC 37 6.89% 25 Broomwade Cyclon 215 105 2.30 Full Running 4 Sullair TS20S-200HWC R.3 Tatus Operasional Kompresor FAD Status NO Kompresor Model Lokasi Pengukuran Operasional (m3/menit) 1 Sullair LS25S-300HWC R. 40 20 Atlas Copco GA 18 18 2.82 Full Running 5 Bromwade Cyclon 215 R. Sedangkan jumlah kompresor yang terhubung dengan jalur distribusi pada plan mill.35 60. Tabel 4.89% 27 Broomwade Cyclon 215 105 2.24 1.69 Full Running 3 Sullair TS20S-200HWC R.65 4.14 Full Running 16 Atlas Copco GA18 Mill AB 2.65 3.45% 26 Broomwade Cyclon 215 105 2.24 1.90 Full Running 12 Atlas Copco GA18 P Mill MNO 1. packaging 1kg .95 Stand by 13 Atlas Copco GA30 Mill KL 3.Comp 2 1.

Adapun datanya adalah sebagai berikut Tabel 4.7 . 43 6 Bromwade Cyclon 215 101 . 47 7 Bromwade Cyclon 215 101 . 44 8 Bromwade Cyclon 215 101 . Data Operasional Kompresor (setting) Tabel 4. 44 4. Jumlah air dryer yang ada terhubung pada system besar udara bertekanan berjumlah 4 unit.2 Air Dryer.3.7 3 Sullair SR270 27 217 6.5 Data Spesifikasi Air Dryer Max No Manufacture Air Dryer Working Air Working Power Flow Brand Model Pressure (KW) ( m3/menit) (psi) 1 Sullair SR450 45 217 8.7 2 Sullair SR450 45 217 8.7 4 Sullair SR270 27 217 6. 41 2. Data penurunan tekanan berikut merupakan data spesifikasi komponen air dryer untuk model tersebut.1.4 Data Operasional Kompresor Tekanan Keluaran Temperatur Keluaran (psi) NO Kompresor Model (T2) Loading Un-loading ( Co) 1 Sullair LS25S-300LWC 89 105 28 2 Sullair LS25S-300LWC 89 105 28 3 Sullair TS20S-200LWC 89 105 29 4 Sullair TS20S-200LWC 89 105 32 5 Bromwade Cyclon 215 101 . jenis dari semua dryer yang ada adalah tergolong kedalam refrigerant drayer.

Room 2 140 217 8 Sullair Com. Material Pipa : material pipa yang digunakan sebagai jalur distribusi adalah pipa jenis Carbon Steel.6 Data Penurunan Tekanan Pada Pree Filter dan After Filter No Manufacture Max Working Air Max Working Location Brand Flow ( m3/s) Pressure (psi) 1 Sullair Com. Room 1 198 217 4 Sullair Com. Room 2 140 217 6 Sullair Com.3. Room 1 198 217 5 Sullair Com.4 Data Sistem Pemipaan.1. Room 1 198 217 2 Sullair Com. Jenis sistem berdasarkan lay out : jenis pemipaan straight run atau open loop . Tabel 4.3 Pree Filter dan After Filter. Room 2 140 217 4. . Data pemipaan akan dijelaskan di bawah ini: . Jenis sitem berdasarkan peletakan kompresor: campuran antara centralisasi dan desentralisasi. Room 2 140 217 7 Sullair Com. diameter dan sambungan (fitting conection) pipa masing-masing plan akan ditunjukan dengan data gambar layout dan gambar isometric. . Room 1 198 217 3 Sullair Com. 42 4. Sedangkan data pemipaan untuk menginformasikan panjang.

diameter dan sambungan-sambungan pipa berdasarkan gambar iso metric masing-masing plan di lapangan adalah sebagai berikut Tabel 4.1 Layout Piping Plan Data panjang pipa.Mill FG 20342 76 6 2 1 2 5 D-Mill HIJ 37260 76 8 6 1 1 5 6 C-F 38090 100 4 1 2 7 F-FAM 16820 100 6 1 1 1 8 F-Mill MTC 20270 100 9 1 1 9 B-H 9100 100 3 2 1 1 10 H-Mill DE 18550 76 8 1 1 1 .7 Data Komponen Tiap Titik Pemipaan Panjang Diameter Jumlah Fitting Titik No Pipa Pipa Pemipaan Elbow Tee Tee Ball (mm) (mm) 0 Exit Reducer 90 line branch Valve 1 A-B 12430 150 4 2 2 B-C 10700 150 3 1 3 C-D 350 76 1 1 1 4 D. 43 Adapun data lay out pemipaan plan ditunjukan gambar di bawah berikut ini : Gambar 4.

Tabel 4.5 4 Line Mill FG 5. 44 11 H-I 600 100 1 12 I-Mill KL 30374 76 11 1 7 1 1 13 I-J 50570 76 2 1 1 14 J-Mill C 15 J-K Pipe Line Closed 16 K-Mill AB 17 L-M 68141 150 5 1 1 1 18 M-Mill MNO 39380 100 7 1 1 1 19 M-N 39677 150 1 1 20 N-Pack 1kg 8350 100 2 1 21 N-Pack 25 kg 287317 150 4 1 1 4.9 Data Pengukuran Konsumsi Udara Bertekanan Tiap Plant Flowrate Tekanan Kerja No Plan 3 (m /menit) Minimal (psi) 1 Line Mill MNO 13.71 72.30 72.90 72.5 3 Line Packaging 25 kg 20.5 Data Pengujian Kebocoran Sistem Data hasil pengujian system ditunjukan table di bawah ini.604 Tekanan Loading ( psi ) 97 97 Tekanan Unloading ( psi ) 105 105 Interval waktu loading ( s ) 58 46 Interval waktu un-loading ( s ) 210 933 4.5 .604 0.6 Data Pengukuran Fowrate dan Tekanan Masing-Masing Plan Pengukuran flowrate udara dalam pipa menggunakan alat flow meter merk Variomas. Adapun data konsumsi (fowrate) dan tekanan kerja untuk masing- masing mill dan plan tertera pada tabel berikut : Tabel 4.8 Data Pengujian Kebocoran Parameter Pengujian 1 Pengujian 2 3 Kapasitas Kompresor (m /s) 0.5 2 Line Packaging 1 kg 1.14 72.

Main Header Grafik 4. Untuk menentukan tekanan awal yang berada di dalam pipa dilakukan dengan menggunakan alat Hobo Prearusse Tranducer Data Loging. 1.35 72.5 7 Line Mill DE 4.59 72.1 Main Header Preassure Tranding Pengambilan data pressure trending di main header dilakukan dari tanggal 31 Oktober 2011 jam 16:48:47 hingga tanggal 03 Desember 2011 jam 12:37:43.32 72. adapun peletakan sensor adalah pada main header dan sebelum air dryer pada masing-masing ruang kompresor.5 8 Line Mill KL 16. Nilai Maksimum = 97.7 Data Pengukuran Tekanan Pada Pipa. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut.57 psi .86 72.5 TOTAL 81.1 di atas didapat nilai tekanan sebagai berikut. 45 5 Line Mill HIJ 8. Dari grafik 4.34 72.14 psi Nilai Rata-Rata = 91.51 4.5 9 Line Mill AB 10 Line Mill C Pipe line closed 11 Sillo A dan B Plan 1.5 6 Line FAM + MTC 9.22 psi Nilai Minimum = 34.

2 Tekanan Sebelum Air Dryer Ruang Kompresor 1 Pengambilan data pressure trending pada pemipaan sebelum air dryer di ruang kompresor 1 dilakukan dari tanggal 3 Desember 2011 pukul 11:24:54 hingga tanggal 14 Desember 2011 jam 01:42:46.57 psi .995 psi Nilai Minimum = 89. Dari grafik 4.34 psi Nilai Rata-Rata = 97. Nilai Maksimum = 105. adapun data yang terukur sebesar 27 Co 2. 46 Sedangkan pengukuran temperatur menggunakan alat Temperature Gun.2 di atas didapat nilai tekanan sebagai berikut. Sebelum Air Dryer Unit LS (comp room 1). Grafik 4.

3 Tekanan Sebelum Air Dryer Ruang Kompresor 2 Pengambilan data pressure trending pada pemipaan sebelum air dryer di ruang kompresor 2 dilakukan dari tanggal 1 Desember 2011 pukul 03:51:10 hingga tanggal 03 Desember 2011 jam 11:13:26. Nilai Maksimum = 97. 47 3. Sebelum Air Dryer Unit TS (comp room 2) Grafik 4.558 psi .3 di atas didapat nilai tekanan sebagai berikut.115 psi Nilai Minimum = 66. Dari grafik 4.486 psi Nilai Rata-Rata = 92.

13792 4 D. Q V= A Dimana.48174 . 44.90611 2 B-C 22. 5.41 m3/menit Kecepatan udara ( V ) = = 2462.09909 3 C-D 13.22 m/menit = 41.41 m3/menit Diameter Pipa ( D ) = 150 mm Luas penampang pipa ( A ) = π r2 = 0.30 76 19.10 Kecepatan Udara Dalam Pipa Kecepatan Flow rate ( Q ) Diameter Pipa ( D) No Titik Pemipaan Udara (V) (m3/menit) (mm) (m/second) 1 A-B 44.0181366 m2 Jadi. Tabel 4. Q = Flow rate (m3/s) A = Luas penampang pipa (m2) V = Kecepatan fluida (m/s)  Titik pemipaan A-B Flow rate ( Q ) = 44.9m3/s 0.Mill FG 5.64 76 50. 48 5 ANALISA DATA.1 Perhitungan kecepatan udara dalam masing-masing pipa.96 150 21.0181366 m2 Dengan menggunakan perhitungan yang sama seperti di atas.41 150 41. maka kecepatan aliran udara untuk masing-masing titik pemipaan dapat dilihat pada table di bawah. Kecepatan laju aliran pada masing-masing titik pada pipa distribusi dapat dicari dari persamaan di bawah.

45 100 45. ( T x 100 ) Leakage ( % ) = (T+t) Dimana.14 100 2.2 Perhitungan Rugi-rugi Karena Kebocoran Sistem.04 152 20.78769 7 F-FAM 3.25366 20 N-Packaging 1kg 1. 49 5 D-Mill HIJ 8.01166 14 J-Mill C 15 J-K Pile line closed 16 K-Mill AB 17 L-M 35.10828 19 M-N 22.65617 6 C-F 9.90 152 19.5414 10 H-Mill DE 4. Untuk mengetahui tingkat persentase rugi-rugi yang disebabkan oleh kebocoran pada instalasi pemipaan maupun pada mesin-mesing produksi.71 100 29.59 76 60.20606 5.34 76 30. dapat diketahui dengan menggunakan persamaan sebagai berikut.85247 18 M-Mill MNO 13.98153 13 I-J 15.685775 8 F-Mill MTC 5.32 100 19.70 100 12.59 100 35.62 100 7. T = Waktu yang dibutuhkan fasa load ( s ) t = Waktu yang dibutuhkan ketika fasa unload ( s ) .86439 11 H-I 16.86 76 17.75 152 32.51 76 57.22293 12 I-Mill KL 16.420382 21 N-Packaging 25 kg 20.10191 9 B-H 21.

Kapasitas speck kompresor yang digunakan ( berdasarkan hasil pengukuran ) = 36. Evaluasi pengujian 1.29 m3/menit = 0. 50 Dengan data pengujian pertama dan kedua adalah sebagai berikut. QxT Q loss = T+t Dimana Q = Flowrate kompresor (m3/s) Jadi flowrate yang terbuang akibat kebocoran system berdasarkan data yang ada adalah sebagai berikut 0.604 m3/s Tekanan Loading = 102 psi .604 m3/s Tekanan Loading = 102 psi Tekanan Unloading = 116 psi Interval waktu loading = 58 second Interval waktu un-loading = 210 second Maka persentase yang didapat adalah. Pengujian ke 2 dilakukan setelah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap kebocoran system yang ditemukan pada pengujian pertama. adapun data dan evaluasinya adalah sebagai berikut.13 m3/s 58 + 210 2. 58 Leakage ( % ) = x 100 = 21.29 m3/menit = 0. Evaluasi pengujian 2. 1.6 % 58 + 210 Sedangkan untuk megetahui flow rate yang terbuang dapat dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut.604 x 58 Q Loss = = 0. Kapasitas speck kompresor yang digunakan ( hasil pengukuran ) = 36.

604 x 46 Q Loss = = 0. `P ρ = RT ρ = Massa jenis udara ( kg/m3 ) Q = Kapasitas Alat (m3/s) . 46 Leakage ( % ) = x 100 = 4.028 m3/s 46 + 933 5. QxT Q loss = T+t Dimana Q = Flowrate kompresor (m3/s) Jadi flowrate yang terbuang akibat kebocoran system berdasarkan data yang ada adalah sebagai berikut 0. bilangan Renold dan nilai faktor gesekan (friction factor).1 Rugi-rugi Mayor (gesekan panjang pipa).3. .3 Analisa Penurunan Tekanan Pipa(pressure drop) 5. 51 Tekanan Unloading = 116 psi Interval waktu loading = 46 second Interval waktu un-loading = 933 second Maka persentase yang didapat adalah.7 % 46 + 933 Sedangkan untuk megetahui flow rate yang terbuang dapat dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut.  Titik pemipaan A-B Untuk mengetahui besar penurunan tekanan pada titik pemipaan A-B akibat panjang dan gesekan pada pipa (rugi-rugi mayor) terlebihdahulu harus dicari nilai massa jenis udara. Massa jenis Massa jenis udara pada titik A-B dapat dicari dengan menggunakan persamaan.

ρ (A-B) = = 8.14 psi = 235387 Pa Nilai Rata-Rata = 91.9 Pa Maka.3 Pa Nilai Minimum = 34.49 kg/m3 x 41. Re (A-B) = = 2884726 1. 52 R = 287 ( tabel termodinamika ) P = Tekanan absolute (tekanan pengukuran + tekanan atm) (Pa) T = Temperatur ( K ) Data hasil pengukuran pada pipa awal titik A ( header pipe) Nilai Maksimum = 97. Bilangan Reynold Bilangan Reynold untuk titik A-B adalah didapat dari persamaan.49 kg/m3 287 x 300 K . ρxVxD Re = μ Dimana.150 m Maka. maka viscositas dinamik berdasarkan tabel adalah 1.9 Pa P(Absolut) = 631352.s/m2 .22 psi = 670308.57 psi = 631352. V (Kecepatan aliran A-B) = 41.90611 m/s x 0.9 Pa T(Temperatur) = 27oC = 300 K R(udara ) = 287 `731352.90611 m/s D (Diameter pipa A-B) = 0.85 x 10-5 N.85 x 10-5 N.9 Pa + 100000Pa = 731352.9 Pa Untuk menentukan nilai massa jenis menggunakan data tekanan rata-rata yaitu 631352.150 m μ (Viskositas dinamik) = (dengan temperatur udara 27o.s/m2) 8.

maka nilai f yang didapat sebesar 0.014 x 8.152 m V(titik pemipaan A-B) = 41.2 Rugi-rugi Minor (sambungan/fitting)  Titik pemipaan A-B .014 L(titik pemipaan A-B) = 12.90611 2 m/s Maka.00015 ft = 0. L V2 Δp = f x ρ x x D 2 Dimana.150 m Dari nilai Relative Roughness dan bilangan Renold yang didapat serta melihat Moody diagram.430 m 41.6 x 10-5 m. maka besar nilai Relative Roughness adalah sebagai berikut.06 x 10-4 D 0.430 m D(titik pemipaan A-B) = 0.3.6 x 10-5 m Relative Roughness = = = 3. 53 .0018 in = 4. maka nilai Roughness (e) yang didapat dari table adalah 0.49 Pa 0. Friction Factor (f) Dengan material pipa Carbon Steel .49 kg/m x x = 8648.014 Dari nilai-nilai di atas dapat ditentukan penurunan tekanan (Δp mayor) pada titik A-B didapat dari persamaan sebagai berikut.152 m 2 Perhitungan untuk titik pemipaan yang lain dapat dilihat pada lampiran 1 5.90611 m/s ρ (massa jenis A-B) = 8. Δp = 0. e 4. f (friction factor A-B) = 0.49 kg/m3 3 12.

∆p = Losse Tekanan Minor (Psi) ρ = Masa jenis fluida (kg/m3) V = Kecepatan Fluida Dalam Pipa (m/s) K = Koefisien Hambatan (tabel nilai k) Data sambungan/fitting titik A-B dan nilai k (dari tabel koefisien kerugian untuk komponen pipa).90611 m/s Maka.49 kg/m3 Kecepatan udara (V) titik A-B = 41.9 x 8.11 Nilai Koefisien Hambatan Jenis sambungan Jumlah Nilai k ∑k Tee (aliran lurus berflensa) 4 0.9 Massa jenis udara (ρ) titik A-B = 8. penurunan tekanan pada titik A-B dikarenakan sambungan adalah 41.2 0. Δp (total pemipaan ) = Δp mayor + Δp minor .3 Rugi-rugi Total Untuk penurunan tekanan pemipaan total dapat diketahui dari persamaan di bawah.906112 m/s 3 Δp = 0.264 Pa 2 Perhitungan untuk titik pemipaan yang lain dapat dilihat pada lampiran 1 5. V2 Δp = ∑k x ρ x 2 Dimana.1 ∑k 0.05 0.8 Katup bola (bukaan penuh) 2 0.3. 54 Kerugian yang disebabkan oleh sambungan (fitting) pada titik pemipaan A-B (Δp minor).49 kg/m x = 6709. dapat dicari dengan persamaan di bawah. Tabel 4.

86 5644.8388 7629.34 33849.874 3 C-D 76 13.5 166365.889 12739.241 9 B-H 100 21.75 2 B-C 150 22.264 Pa Jadi penurunan tekanan total pada titik pemipaan A-B adalah.45 12571.12 Penurunan Tekanan Tiap Titik Pemipaan Diameter Flow rate Δp Mayor Δ Minor Δp Total No Titik Pemipaan Pipa ( D) (Q) (Pa) (Pa) (Pa) (mm) (m3/menit) 1 A-B 150 44.989 3661.49 Pa + 6709.04 6955.6 73956.716 11 H-I 100 16.503 1463.868 2288.30 7462.55096 54.857 48019.13 34696.373 4341.85 18 M-Mill MNO 100 13.Mill FG 76 5.204 15357.17 13307.59 107516.5 4 D.7 53105. Δp total A-B = 8648.2 .552 12527.1661 9683.52 20 N-Packaging 1kg 100 1.14 38.682 673.222 5 D-Mill HIJ 76 8.41 8648. Δp mayor A-B = 8648.859 10488.966 2643.2314 1228.3123 21 N-Packaging 25 kg 150 20.49 6709.37 181472.5081 749.33 5266.62 727.3 19 M-N 150 22.7 462378.857 4843.351 10498.71 21389.75 Pa Perhitungan untuk titik pemipaan yang lain dapat dilihat pada lampiran 1 Tabel 4.885 1704.49 Pa Δp minor A-B = 6709.857 ∑Δp 296002.31 11051.518 7 F-FAM 100 3.01 10 H-Mill DE 76 4.264 Pa = 15357.26 8 F-Mill MTC 100 5.6 6 C-F 100 9. 55  Titik pemipaan A-B Dari perhitungan di atas didapat.70 2052.7 23623.64 815.90 44790 3229.59 479.62 41469.23 10250.97 13 I-J 14 J-Mill C Pipe line closed 15 J-K 16 K-Mill AB 17 L-M 150 35.96 1956.76134 15.32 9883.7579 735.7 12 I-Mill KL 76 16.9 19255.75 31219.

01 Pa + 10488. Δp (plant mill DE) = Δp Total A-B + Δp Total B-H + Δp Total H-mill DE 15357.87 Pa + 10498.22 Pa = 42257.5 Pa + 12739.38 Pa e. Δp (plant mill KL) = Δp Total A-B + Δp Total B-H +Δp Total H-I + Δp Total I-mill KL 15357.FAM) 15357.24 Pa = 35888.87 Pa + 10498.26 Pa = 33010.75 Pa + 3661.87 Pa + 12527.518 Pa + 1463.716 Pa = 49469.5 Pa + 53105.43 Pa . Δp (plant FAM) = Δp Total (A-B) + Δp Total (B-C) + Δp Total (C-F) + Δp Total (F.11 di atas. Δ p (plant mill FG) = Δp Total (A-B) + ΔpTotal (B-C) + Δp Total (C-D) + ΔpTotal (D-mill FG) 15357.34 Pa b.97 Pa = 221682.476 Pa f.75 Pa + 3661.mill HIJ) 15357.75 Pa + 23623. Δ p (plant mill HIJ) = Δp Total (A-B) + Δp Total (B-C) + Δp Total (C-D) + Δp Total (D.75 Pa + 23623.6 Pa = 82623.7 Pa + 181472.75 Pa + 3661.4 Penurunan Tekanan Masing-masing Plant. kita dapat menentukan penurunan total tekanan untuk masing-masing plant yang akan dijelaskan di bawah ini a.01 Pa + 1228.75 Pa + 3661.87 Pa + 12527. 56 5.398 Pa d.7 Pa c. Berdasarkan perhitungan dan melihat tabel 4.52 Pa + 4341. Δp (plant mill MTC) = Δp Total (A-B) + Δp Total (B-C) + Δp Total (C-F) + Δp Total (F-mill MTC) 15357.

Δp (header-plant) Dimana dengan mengambil beberapa data tekanan pada grafik 4.857 Pa = 97119. Δp (plant mill MNO) = Δp Total L-M + Δp Total M-mill MNO 41469.52 Pa + 48019.3123 Pa = 49153. Δp (plant packaging 1 kg) = Δp Total L-M + Δp Total M-N + Δp Total N- Packaging 1 kg 41469.3 Pa = 76166.1 di atas serta berdasarkan perhitungan penurunan tekanan total pada masing-masing plant.68 Pa i. maka kita dapat menentukan tekanan maksimal dan tekanan minimal pada masing-masing plant melalui persamaan di bawah ini.5 Tekanan Masing-Masing Plan Dengan melihat grafik 4. 57 g. Δp (plant packaging 25 kg) = Δp Total L-M + Δp Total M-N + Δp Total N- Packaging 25 kg 41469.4 di bawah. maka kita dapat mentukan nilai maksimum rata-rata dan minimum rata-rata dengan me lihat grafik 4.85 Pa + 7629.85 Pa + 34696.Δp (header-plant) P min = P min . .15 Pa h.3 dan grafik 4.2 di atas.227 Pa 5.85 Pa + 7629. P max = P max .52 Pa + 54.

5 Pa .16 Pa .4 Nilai Maksimum Rata-Rata Grafik 4.34 Pa = 623155.66 Pa P min = 611137. a.42257.5 Pa Maka nilai tekanan masing-masing plant adalah.638 psi = 611137.34 Pa = 568880. P max = 665413 Pa .51 psi = 665413 Pa Nilai Minimum Rata-rata = 88. 58 Grafik 4. Plant mill FG.42257. Nilai Maksimum Rata-rata = 96.5 Nilai Minimum Rata-Rata Dimana data yang didapat adalah.

07 Pa g. Plant FAM.5 Pa . maka untuk menentukan besar laju aliran massa untuk masing-masing plant dapat dihitung dengan persamaan di bawah ini.35888. P max = 665413 Pa .68 Pa = 561983. Plant mill HIJ.33010.68 Pa = 616259.602 Pa P min = 611137. P max = 665413 Pa .476 Pa = 561668.76166.476 Pa = 615943.5 Pa . P max = 665413 Pa .3 Pa P min = 611137. P max = 665413 Pa .62 Pa P min = 611137.35 Pa h.5 Pa .227 Pa = 568293. P max = 665413 Pa . Plant packaging 1 kg. Dimana . P max = 665413 Pa .7 Pa = 528513.38 Pa = 575249.97119.43 Pa = 443730.102 Pa d.221682.5 Pa . Plant mill KL.398 Pa = 632402.38 Pa = 629524.49469.398 Pa = 578127.15 Pa = 534971. 59 b.43 Pa = 389455.35888.7 Pa = 582789.49153. Q = Flow rate yang masuk ke plant (m3/menit) = Laju aliran massa (kg/s) .12 Pa e.82623.773 Pa P min = 611137.32 Pa P min = 611137.57 Pa P min = 611137.024 Pa f.227 Pa = 514018.5 Pa .221682.49153.273 Pa 5.49469.15 Pa = 589246.76166.85 Pa P min = 611137. Plant mill MNO.5 Pa .6 Laju Aliran Massa Udara Masing-masing Plant Dari perhitungan penurunan tekanan tiap titik pemipaan serta perhitungan massa jenis.524 Pa P min = 611137.33010.5 Pa . P max = 665413 Pa .5 Pa .82623. Plant mill MTC. P max = 665413 Pa .82 Pa i. Plant packaging 25 kg. Plant mill DE.8 Pa c.97119.

721 kg/s b.773 kg/s e.7 m3/menit x 8. Plant Packaging 1kg = 1.59 8.90 7.6116 kg/menit = 2.13 Nilai Massa Jenis Udara Masuk Plant Flow rate ( Q ) Massa Jenis (ρ) No Titik Pemipaan 3 (m /menit) (kg/m3) 1 D.652 kg/s f.08 kg/menit = 1. 60 Tabel 4.013 8 N-Packaging 1kg 1.831 kg/s h. Plant Mill KL = 16.924 Berdasarkan data pada table 4.138 kg/m3 = 29.0334 kg/menit = 0. maka laju aliran massa udara yang masuk ke masing-masing plant adalah sebagai berikut.133 kg/menit = 0.86 8. Plant Mill MTC = 5.138 kg/m3 = 46.62 m3/menit x 8.163 2 D-Mill HIJ 8. Plant FAM = 3.491 kg/s d. Plant Mill HIJ = 8.163 kg/m3 = 43.86 kg/menit = 1.924 kg/m3 = 9.138 5 H-Mill DE 4.264 kg/menit = 0.223 kg/s g.924 9 N-Packaging 25 kg 20.135 kg/s c.924 kg/m3 = 165. Plant Mill MNO = 13.34 8.71 m3/menit x 8.052 6 I-Mill KL 16.163 kg/m3 = 68.052 kg/m3 = 39. Plant Mill FG = 5.013 kg/m3 = 109.163 3 F-FAM 3.70 8.038 kg/m3 =133.Mill FG 5.86 m3/menit x 8.71 8.14 7.13 di atas.90 m3/menit x 7.151 kg/s i.30 m3/menit x 8.62 8.387 kg/menit = 0.038 7 M-Mill MNO 13.30 8.46 kg/menit = 0.59 m3/menit x 8. Plant Packaging 25 kg = 20. a. Plant Mill DE = 4.35 kg/menit = 2.34 m3/menit x 8.760 kg/s .14 m3/menit x 7.138 4 F-Mill MTC 5.

995 psi = 730809. 61 5. grafik 4.14 psi = 235387 Pa Nilai Rata-Rata = 91.34 psi = 615977.2 dan grafik 4.57 psi = 631352. .5 Pa . Komponen ruang kompresor 1 : 2 unit air dryer.6 Pa Nilai Rata-Rata = 97.3 Pa Nilai Minimum = 34. Tekanan sebelum air dryer ruang kompresor 1 Nilai Maksimum = 105.9 Pa Dari data di atas kita dapat menentukan penurunan tekanan yang terjadi pada komponen penunjang udara bertekanan masing-masing ruangan kompresor. Tekanan sebelum air dryer ruang kompresor 2 Nilai Maksimum = 97.8 Pa Nilai Minimum = 89.9 Pa .57 psi = 672721.486 psi = 458404. Tekanan pada pipa header atau sesudah air dryer Nilai Maksimum = 97.7 Perhitungan Penurunan Tekanan Pada Komponen Masing-masing Ruang Kompresor Berdasarkan data pengukuran tekanan pada grafik 4.22 psi = 670308. Dimana datanya adalah sebagai berikut.115 psi = 669584.4 Pa Nilai Minimum = 66. Δp Total komponen ruang komp = P rata-rata sebelum air dryer.558 psi = 638164. 4 buah after/pre filter dan 1 receiver tank Komponen ruang kompresor 2 : 2 unit air dryer dan 4 buah after/pre filter dan 4 buah receiver tank.P rata-rata sesudah air dryer (P header) .8 Pa Nilai Rata-Rata = 92. dengan persamaan sebagai berikut.1.3 kita dapat menentukan penurunan tekanan komponen yang adap pada pemipaan ruang kompresor 1 dan ruang kompresor 2.

penurunan total tekanan (∑Δp Total) yang terdapat pada jaringan pemipaan adalah sebesar ∑Δp Total = 462378.631352.6 Pa + 6812 Pa = 48180.6 Pa Δp Total komponen ruang komp 2 = 638164.9 Pa = 6812 Pa 5. Sehingga total penurunan tekanan sistem Δp Total Sistem = 462378.7 Pa.9 Pa = 41368.631352.6 Pa = 510558.11 di atas. dimana Δp Mayor = 296002.8 Pa 166365.9 Pa .6 % 510558.6 Pa Sedangkan berdasarkan table 4.4 % 510558. 62 Jadi.5 Pa .8 Pa .6 Pa Δp Komponen = x 100 = 9.2 Pa + 48180.7 Pa Δp Minor = x 100 = 32.8 Pa 48180.5 Pa dan Δp Minor 166365.5 Pa Δp Mayor = x 100 = 58 % 510558.8 Evaluasi Rugi-rugi Penurunan Tekanan Total Sistem Sedangkan total penurunan tekanan pada system dapat dilihat dengan persamaan sebagai berikut : Δp Total Sistem = Δp Total Piping Plant + Δ p Total Komponen Penunjang Berdasarkan perhitungan di atas. ΔpTotal Komponen = 41368.8 Pa Sehingga persentase untuk masing-masing rugi-rugi tekanan sistem adalah 296002. maka penurunan tekanan total komponen (ΔpTotal Komponen) adalah sebagai berikut.2 Pa. Δp Total komponen ruang komp 1 = 672721.

62 Pa P min = 575249.6 Pengukuran Tekanan Pada Plant MTC Pengambilan data pressure trending pada pemipaan masukan plant MTC di ruang plant mill MTC yang dilakukan dari tanggal 31 Oktober 2011 pukul 16: 06:15 .  Data mill MTC .9 Perbandingan Penentuan Penurunan Tekanan Berdasarkan Perhitungan dan Pengukuran Adapun yang akan dibandingkan adalah hasil perhitungan tekanan minimal dan maksimal secara matematis dengan hasil pengukuran pada plant.Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan alat ukur Hobo Pressure Tranducer Grafik 4. sehingga didapat tekanan maksimal dan tekanan minimal pada plant mill MTC yaitu : P max = 629524. Berdasarkan perhitungan yang didapat adalah. Terdapat beberapa data hasil pengukuran untuk beberapa plant yang akan dilakukan perbandingan yaitu. 63 5. Penurunan tekanan Δp mill MTC yang didapat adalah 35888.12 Pa .38 Pa. sehingga perbandingan penurunan tekanan secara teoritis dan percobaan dapat dibandingkan.

6 di atas didapat nilai tekanan sebagai berikut P max rata-rata = 90. 64 hingga tanggal 14 November 2011 pukul 14:08:31.252 psi = 622265. Dari grafik 4.229 psi = 566949 Pa Sedangkan penurunan tekanan yang diperoleh dari pengukuran adalah Δp Pipa mill MTC = P max header (pengukuran) – P max plant (pengukuran) 665413 Pa – 622265.6 Pa = 43147.6 Pa P min rata-rata = 82.4 Pa .