You are on page 1of 24

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Setiap perusahaan, khusunya PT PLN (Persero) Pusdiklat mengharapkan suatu lingkungan
kerja yang selalu bersih, rapi, dan masing-masing pegawai mempunyai konsistensi dan disiplin
diri, sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktivitas yang tinggi di
perusahaan yang memiliki visi sebagai perusahaan kelas dunia, meskipun pada kenyataannya
kondisi yang diharapkan tersebut belum sepenuhnya terjadi di setiap fungsi/proses bisnis di
PLN.
Adanya keluhan mengenai terjadinya inefisiensi waktu dan sulitnya mencari data dan/atau alat
kerja yang penempatannya terlupakan serta adanya rasa kurang nyaman dengan kondisi
berkas di area kerja yang berantakan sehingga memicu kondisi emosional yang tidak baik yang
akhirnya menyebabkan rendahnya produktivitas kerja dan akan berdampak pada penurunan
kinerja perusahaan.

Adalah sebuah tool bernama 5S, suatu sistem manajemen tata graha, yang dilakukan dalam
rangka mengelola tempat kerja agar dapat dikondisikan menjadi bersih, aman, dan nyaman
sehingga salah satu sasaran yang ingin dicapai dari budaya yang ingin ditumbuhkan PLN
adalah budaya peduli terhadap keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan
sasaran dapat dipenuhi.

Manfaat dari melakukan implementasi 5S terhadap aspek operasional Pusdiklat diantaranya:
memperbaiki kondisi operasi, memperbaiki kehandalan proses, mengurangi kesalahan operasi
peralatan, mengurangi waktu yang diperlukan untuk pencarian data, meningkatkan
ketersediaan peralatan, meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi biaya, dan
meningkatkan aspek keselamatan.

Upaya menumbuhkan budaya tersebut salah satunya melalui Implementasi 5S yang
direncanakan akan rutin diselenggarakan setiap tahunnya di PLN.

1.2. Inisiative Charter
Memuat informasi berupa latar belakang implementasi 5S, tindakan yang dilakukan, KPI yang
mempengaruhi, analisis singkat dampak risiko, penanggung jawab, dan PIC kegiatan.

Gambar 4.1. Contoh Inisiative Charter

4.2. Workplandan Timeline
Memuat informasi detail dari inisiative charter yang telah disusun meliputi perencanaan dan
realisasi kegiatan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu

1

(bulanan/triwulanan/semester/tahunan) berikut dengan informasi pelaksanaan kegiatan yang
dilakukan.

Gambar 4.1. Contoh Workplan dan Timeline

2

dan keselamatan dalam organisasi. pendekatan sistematis untuk produktivitas.1. tetapi jugamerupakan serangkaian tindakan yang harus dilakukan secara sistematis dengan partisipasi penuh dari tenaga kerja yang terlibat. yang dirasakan pelanggan dalam bentuk perbaikan lingkungan. fundamental.peningkatan kualitas. Ini bukan hanya sebuah konsep. Prinsip 5S Secara prinsip.baik lingkungan kerja maupunisi (content) layanan. Hal ini digunakan sebagai dasar. 3 . Kegiatan 5S dipraktekkan dalam gerakan partisipatif secara nyata untuk meningkatkan kualitas.2. 5S merupakan instrumen yang dapat diandalkan untuk membuat terobosan dalam lingkungan kerja serta bagaimana tenaga kerja menghadapi situasi pekerjaan.

meningkatkan moral dan motivasi serta meningkatkan kepuasan kerja. Selain itu. Nol (zero) keterlambatan 3. Nol (zero) kerusakan alat/mesin 6. pelaksanaan dari prinsip-prinsip 5S juga membantu menciptakan sikap positif terhadap tenaga kerja.1. 5S adalah metode sederhana namun efektif untuk mengatur tempat kerja. Nol (zero) kualitas pelayanan yang berbeda 2. Gambar 1. Nol (zero) kecelakaan kerja/pelanggan 5. Nol (zero) kerugian perusahaan 9. antara lain adalah: 1. Road Map Implementasi 5S 4 .Target dari penerapan Prinsip 5S. Nol (zero) jasa/produk cacat Penerapan dari 5S sendiri merupakan suatu tonggak awal dari dasar standarisasi operasional lingkungan kerja yang terus menerus diterapkan untuk menjadi budaya penerapan berkelanjutan di unit. Nol (zero) citra negatif 8. Nol (zero) sampah/hal-hal yang tidak perlu 4. Nol (zero) keluhan pelanggan 7. pengenalan 5S diharapkan dapat menanamkan budaya tim. Dalam jangka panjang.

dan Shitsuke. Seiri/Sort/Ringkas Pisahkan apa yang masih diperlukan.Shine.Implementasi dari lingkungan kerja dilakukan sebagai berikut: Contoh: Mengelompokkan barang menjadi 1.3. 2. dan 4. Adapun bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi: Ringkas. Barang terpakai.Implementasinya adalah sebagai berikut: 5 . Rawat. Set. dan Rajin. 2. Seiketsu. Jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi: Sort. letakkan setiap barang di posisi optimal di tempat kerja. Seiton. Seiton/Set/Rapi Mengatur segala sesuatu yang dibutuhkan dalam urutan yang tepat untuk mempermudah pekerjaan. dan gunakan visual manajemen. yaitu: Seiri. Barang rusak/dibuang. Rapi.1. Barang tidak berguna/dibuang.Standardize. dan Sustain. Resik. Setiap "S" atau "R" tersebut dijelaskan secara singkat sebagai berikut: 1. buang yang sudah tak terpakai lagi dan kurangi kekacauan/berantakan. Seiso. 3. Barang jarang digunakan (idle)/dipindahkan ke tempat penyimpanan) sehingga tidak ada barang yang tidak diperlukan di tempat kerja. Definisi 5S 5S secara harfiah adalah 5 (lima) singkatan istilah Jepang dengan 5 inisial S.

Contoh: Melaksanakan prosedur kebersihan harian yang meliputi membersihkan kotoran dari peralatan dan di tempat kerja berikut sampah dan sisa debu di lantai sertaadanya penanggung jawab pekerjaan tersebut (PIC). peralatan. Seiketsu/Standardize/Rawat Gunakan prosedur standar dan checklist untuk menjaga area kerja yang teratur. 6 . dan perlengkapan. 3. Contoh: Lemari-lemari disusun dengan rapi dan diberi label sehingga mempermudah dalam pencarian barang. 4. & bermanfaat. bersih. Seiso/Shine/Resik Memelihara standar yang tinggi dalam kebersihan tempat kerja.

umpan balik pelanggan. keteladanan dan komitmen pemimpin serta kedisiplinan pegawai bekerja sesuai prosedur. Shitsuke/ Sustain/ Rajin Gunakan sistem untuk memantau 5S dan memastikan hal itu dijaga dengan konstan untuk Melatih dan memelihara kedisiplinan secara konsisten. Contoh: Menetapkan prosedur yang standar di unit dan menetapkan pengawas yang memeriksa di lapangan secara periodik sehingga prosedur dijalankan oleh PIC terkaitShitsuke/Sustain/Rajin. Contoh: Upaya yang diulang untuk memperbaiki area yang sama berupa pemasangan slogan. Gunakan sistem untuk memantau 5S dan memastikan hal itu dijaga dengan konstan untukmelatih dan memelihara kedisiplinan secara konsisten. Gambar 1. Langkah Penerapan 5S 7 .2. 5.

Untuk tahun 2018. Nol (zero) kerugian perusahaan karena pencemaran lingkungan 2 Workshop 1. Tempat 2.3. Nol (zero) keluhan masyarakat & Peserta Diklat 5. Nol (zero) keluhan masyarakat 5. Nol (zero) pencurian dan/atau Gudang 3. dampak yang diharapkan dari penerapan 5S dapat dievaluasi sesuai dengan kebutuhan PLN. khususnya pada tahun 2018. Set (Rapi). implementasiminimal harus fokus pada 3S terlebih dahulu. Prioritas Penerapan 5S 1. Dampak Penerapan 5S yang Diharapkan Secara berkala. Nol (zero) keluhan masyarakat/pemanfaat limbah 6. Nol (zero) kerugian perusahaan karena pencemaran lingkungan 3 Kegiatan Utama dan 1. Nol (zero) keterlambatan penyelesaian pekerjaan 4. Nol (zero) kecelakaan (Gudang Material 2. Nol (zero) kecelakaan (Bengkel. Nol (zero) keterlambatan pengambilan barang Limbah) 4.4. Untuk dapat menerapkan 5S secara penuh. yaitu: Short (Ringkas). Nol (zero) kecelakaan Penunjang 2. Nol (zero) pencurian Pendidikan Dan 3. Nol (zero) pencurian Pemeliharaan) 3. danShine (Resik).1. dampak yang diharapkan dari penerapan 5S di PLN Pusdiklat adalah sebagai berikut: Tabel 1. Gambar 1. Nol (zero) kerugian perusahaan karena kehilangan kesempatan produksi dan karena pencemaran lingkungan 8 . Dampak Penerapan 5S yang Diharapkan Tahun 2018 No Area Implementasi Dampak yang diharapkan 1 Gudang 1. Nol (zero) pemborosan waktu dan biaya 5. Nol (zero) kerusakan alat/mesin Pelatihan 4. Selanjutnya 3S yang sudah dilaksanakan tersebut harus distandarisasi dan dipelihara secara berkesinambungan untuk menjadi budaya kerja.

Surat Keputusan General Manager tentang Organisasi dan Tim Implementasi 5S 3. Siapa? (diisi dengan siapa saja yang terlibat agar angka 1 dapat terjadi) 4. Awareness. Dimana? Gudang/Workshop/Produksi (diisi dengan lokasi pada masing-masing area implementasi yang dipiih) 5. Banner/Spanduk 2. Bagaimana?(diisi dengan aktivitas apa yang dilakukan agar angka 1 dapat terjadi) 6. PEDOMAN IMPLEMENTASI Tahapan Implementasi 5S terdiri dari 5 tahapan.1. atau 3. Komitmen Manajemen Bentuk Komitmen Manajemen dalam bentuk: 1. Mengapa? Untuk menghilangkan barang-barang tidak diperlukan dari tempat kerja (area implementasi) 2. Knowledge Sharing. Evaluasi. Buku Pedoman/ Hand Book. atau 6. Seiri/Sort/Ringkas 1. dan Penyempurnaan. 2. yaitu: Komitmen Manajemen. Apa? Barang-barang tidak diperlukan (diisi dengan jenis-jenis barang yang akan dihilangkan) 3. Penetapan Komitmen Implementasi 5S baik tertulis maupunperhatian secara fisik di Area Implementasi 2. atau 2. Kapan? (diisi dengan waktu. dll) 9 .3. sebagai bentuk pelaporan agar masing-masing unit peserta lomba melaporkan dengan format: Mengapa? Apa? Siapa? Dimana? Bagaimana? dan Kapan? 2. setiap tanggal 1. Implementasi. Sertifikasi. atau 4. atau 5.3. setiap bulan.1.2. Coaching. Bentuk edukasi dapat dilakukan dalam bentuk: 1. Pedoman Implementasi 5S 4. contoh: setiap hari. Surat Keputusan General Manager tentang Implementasi 5S 2. Pelaksanaan Dalam pelaksanaan lomba implementasi 5S. BAB II. Kepedulian Menumbuhkan kesadaran dalam bentuk edukasi kepada seluruh pegawai dan mitra kerja sangat disarankan dilakukan sebelum implementasi 5S. Pelatihan.

Siapa? (diisi dengan siapa saja yang terlibat agar angka 1 dapat terjadi) 4. debu. Bagaimana? (diisi dengan aktivitas apa yang dilakukan agar angka 1 dapat terjadi) 6.4. Siapa? (diisi dengan siapa saja yang terlibat agar angka 1 dapat terjadi) 4. Kapan? (diisi dengan waktu. setiap tanggal 1. contoh: setiap hari. cairan. Apa? Aktivitas 3S 3. Kapan? (diisi dengan waktu. Mengapa? Untuk memastikan pelaksanaan 3S standar dan konsisten 2. setiap tanggal 1. setiap tanggal 1. setiap bulan. setiap bulan. Bagaimana? (diisi dengan aktivitas apa yang dilakukan agar angka 1 dapat terjadi) 6. dll) 2. dll) 2. Dimana? Gudang/Workshop/Produksi (diisi dengan lokasi pada masing-masing area implementasi yang dipiih) 5. Siapa? (diisi dengan siapa saja yang terlibat agar angka 1 dapat terjadi) 4. dll) 10 . Seiketsu/Standardize/Rawat 1. Shitsuke/Sustain/Rajin 1. setiap bulan.3. Kapan? (diisi dengan waktu.2. Mengapa? Untuk mempemudah pekerjaan dan mempercepat pencarian barang 2. contoh: setiap hari. contoh: setiap hari. Bagaimana? (diisi dengan aktivitas apa yang dilakukan agar angka 1 dapat terjadi) 6. puing-puing 3. Apa? Kotoran. Apa? Prosedur 5S dan implementasinya 3.3. Mengapa? Untuk membuat tempat kerja bersih dan menghindari kontaminasi 2. setiap tanggal 1. Dimana? Gudang/Workshop/Produksi (diisi dengan lokasi pada masing-masing area implementasi yang dipiih) 5.3. Bagaimana? (diisi dengan aktivitas apa yang dilakukan agar angka 1 dapat terjadi) 6.2. Dimana? Gudang/Workshop/Produksi (diisi dengan lokasi pada masing-masing area implementasi yang dipiih) 5.5.3. Seiso/Shine/Resik 1. Dimana? Gudang/Workshop/Produksi (diisi dengan lokasi pada masing-masing area implementasi yang dipilih) 5. dll) 2. Siapa? (diisi dengan siapa saja yang terlibat agar angka 1 dapat terjadi) 4.3. Seiton/Set/Rapi 1. setiap bulan. Apa? Barang-barang yang sering digunakan (diisi dengan jenis-jenis barang yang sering digunakan) 3. Kapan? (diisi dengan waktu. Mengapa? Untuk memastikan pelaksanaan 5S berkelanjutan 2. contoh: setiap hari.

Nol (zero) keluhan masyarakat/pemanfaat limbah 8. Nol (zero) kerugian perusahaan karena pencemaran lingkungan 9. sebelum hal tersebut dilakukan terlebih dahulu dilakukan audit internal oleh tim yang ditetapkan oleh unit.2. Tindak Lanjut Hasil Audit 2. Evaluasi Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. yaitu: 1. dalam hal ini adalah auditor manajemen mutu/ISO 9001. Audit Internal 2.4. Dalam tahap ini setidaknya ada 2 (dua) hal yang harus dimiliki unit. Nol (zero) keterlambatan pengambilan barang di gudang 5. maka evaluasi pelaksanaan dilakukan oleh pihak yang independen. Nol (zero) pencurian 4. Namun demikian. Nol (zero) pemborosan waktu dan biaya 7. Penerapan Reward and Punishment 2. Nol (zero) kerugian perusahaan karena kehilangan kesempatan produksi Dalam tahap ini setidaknya ada 2 (dua) hal yang harus dimiliki unit. Nol (zero) kerusakan alat/mesin 3. Nol (zero) kecelakaan 2. yaitu: 1. Monitoring juga dilakukan oleh Divisi K3L terhadap tindak lanjut hasil audit. Monitoring Hasil Audit 11 . Tindak lanjut ditujukan agar tercapai: 1.5. Nol (zero) keterlambatan penyelesaian pekerjaan di workshop 6. Penyempurnaan Temuan auditor wajib ditindaklanjuti oleh auditee agar sasaran 5S dapat dicapai dan auditor wajib memonitor perbaikan/tindak lanjut yang dilakukan oleh auditee.

Keamanan. Laporan 5S juga di-cc ke Divisi Regional masing-masing atau Divisi Pembina Pusat- Pusat. Kepala Divisi Keselamatan. 3. 12 . dan Lingkungan (KDIV K3L). Dengan format laporan sebagaimana terlampir. maka pelaksanaan dilaporkan ke PLN Pusat c. BAB III. Laporan Untuk memastikan implementasi 5S telah terlaksana.2.1. BUKTI IMPLEMENTASI 3. Untuk selanjutnya pedoman ini senantiasa akan disempurnakan sesuai dengan perkembangan/kebutuhan PLN. Manajemen Implementasi 5S Untuk memastikan implementasi 5S yang best practices. Kesehatan Kerja.q. maka setiap prosedur kerja yang ada harus terdokumentasi dengan baik dan dituangkan dalam Dokumen Mutu (ISO 9001) dan/ atau Dokumen Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dan/ atau Dokumen Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan/atau Dokumen Sistem Manajemen Terintegrasi.

Tingkat Kerugian Perusahaan karena Kehilangan Kesempatan Produksi 5. Organisasi . Penyusunan hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan implementasi 5S dapat berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan merumuskan sumber daya yang ada berikut dengan pelaksana kegiatan sehingga program implementasi tersebut dapat berjalan secara tepat waktu dan dapat dilakukan upaya perbaikan yang tepat jika menemukan permasalahan didalam implementasi 5S di unit.Tim Pengelola c. Tingkat Kerugian Perusahaan karena Pencemaran Lingkungan di Gudang/Workshop/Produksi h. Tingkat Pemborosan Waktu dan Biaya di Gudang d. Seiketsu e. Tingkat Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan di Workshop f. Seiri b. Sosialisasi/Mobilisasi ke pegawai 2. Tingkat Pencurian di Gudang/Workshop/Produksi c. Seiton c. Standar Penilaian 13 . Indikator Dampak a. BAB IV. Tingkat Kecelakaan di Gudang/Workshop/Produksi b. BAB V. Tingkat Keluhan Masyarakat/Pemanfaat Limbah di Gudang/Workshop/Produksi g. Indikator Implementasi 5S a.1. diantaranya: 1.2. Seiso d. 4. Komitmen Manajemen dan Kepedulian b. Tingkat Keterlambatan Pengambilan Barang di Gudang e. KRITERIA PENILAIAN 5. Shitsuke 3.1. Indikator Penilaian Terdapat 3 (tiga) kelompok penilaian dari implementasi 5S. dan timeline. Indikator Faktor Penggerak/Pendorong/Driver a. Tingkat Kerusakan Alat/Mesin di Produksi i. PERENCANAAN IMPLEMENTASI 5S Didalam melakukan implementasi 5S maka terlebih dahulu unit harus merumuskan perencanaan implementasi 5S dalam bentuk inisiative charter. workplan.

Terbaik 1. dan 3  KatagoriTransmisi. Penilaian Kelompok Pemenang Lomba:  Katagori Pusat-Pusat/Pendukung/Jasa. Terbaik 1. dan 3 Proses Bisnis Gudang Workshop Produksi (Kelompok Lomba) Pembangkit Gudang Material Area Pemeliharaan Unit Pembangkit (Unit Pembangkit danUnit Gudang ATTB/Limbah Pembangkit Pembangkit milik Wilayah) Proyek Konstruksi Area Penempatan Material . Terbaik 1. dan 3  Katagori Proyek Konstruksi. 2. 2. dan 3 dilaksanakan melalui on desk assessment.1. Terbaik 1. Terbaik 1. Angka Pembobotan Untuk Materi Penilaian Adalah:  30% untuk Faktor Penggerak/Pendorong/Driver  50% untuk Implementasi 5S  20% untuk Dampak 3. dan 3  Katagori Distribusi. yaitu penilaian berdasarkan Laporan Implementasi 5S yang disampaikan oleh masing-masing unit (kualitas pelaporan menjadi sangat penting. dan 3  Katagori Wilayah. Penilaian Terbaik 1. 2. dan Produksi yang dilombakan adalah yang terbesar (contoh: Vendor Yantek dengan tenaga kerja terbanyak). Workshop. Pengelolaan Yantek Gudang ATTB/Limbah Wilayah Gudang Material . dan 3  KatagoriPembangkit. Penilaian Terbaik untuk masing-masing proses bisnis dilaksanakan melalui on site assessment. yaitu penilaian berdasarkan tinjauan lapangan dari Tim Juri. Bengkel (Pusharlis) Laboratorium (Puslitbang) Kelas (Pusdiklat) Tempat Arsip (Pusenlis) Tempat Arsip (Jaser) Ruang Kontrol (P2B) Kriteria Gudang. Lokasi Proyek (UIP) Area Limbah Proyek Transmisi Gudang Material . 2. Penilaian Mempergunakan Skala Angka 0 .100:  Baik Sekali : Nilai 91 – 100 (Maturity Level 5)  Baik : Nilai 76–90 (Maturity Level 4)  Cukup : Nilai 56–75 (Maturity Level 3)  Kurang : Nilai 31–55 (Maturity Level 2)  Kurang Sekali : Nilai 0 –30 (Maturity Level 1) 2. 2. Gardu Induk (Unit Transmis dan Unit Gudang ATTB/Limbah Transmisi milik Wilayah) Distribusi Gudang Material . 14 . Pengelolaan Yantek Gudang ATTB/Limbah Pusat/Pendukng/Jasa/P2B Gudang ATTB/Limbah . sehingga kelengkapan data dan bukti-bukti pendukung harus disiapkan dengan matang). Terbaik 1. 2. 2.

15 .

 Manajemen puncak terlibat secara aktif dalam keanggotaan 5R/5S. 1.  Manajemen puncak telah menetapkan kebijakan organisasi terhadap penerapan 5R/5S kerangka kerja.  Usaha penerapan dan peningkatan 5R tidak termuat sama sekali dalam 1 program/rencana bisnis organisasi/perusahaan.  Manajemen puncak telah menunjuk anggota jajaran manajemen dari level yang memadai sebagai perwakilan manajemen dalam kepengurusan 5R. selalu menunjuk jajaran manajemen yang levelnya memadai untuk mewakili. dan  Jajaran anggota manajemen puncak tidak pernah sama sekali melakukan kunjungan lapangan untuk mengetahui progres penerapan 5R/5S.  Usaha penerapan dan peningkatan 5R/5S telah termuat dalam program 4 rencana bisnis organisasi/perusahaan baik program jangka pendek maupun jangka panjang. Indikator Faktor Penggerak/Pendorong/Driver Faktor penggerak mempunyai bobot penilaian sebesar 30% dimana pada masing-masing kriteria mempunyai kriteria penilaian berupa 5 maturity level.  Manajemen puncak kadang hadir dan terlibat dalam setiap acara khusus 5R dan jika berhalangan. Komitmen Manajemen Komitmen  Tidak ada penetapan kebijakan perusahaan/organisasi sama sekali dari Manajemen manajemen puncak terhadap penerapan 5R/5S.  Usaha penerapan dan peningkatan 5R/5S telah termuat dalam program 3 rencana bisnis organisasi/perusahaan. dan  Jajaran anggota manajemen puncak sering melakukan kunjungan lapangan untuk mengetahui progres penerapan 5R walaupun tidak rutin dan tidak terjadwal.  Manajemen puncak/perwakilannya tidak pernah hadir dalam acara khusus 5R/5S.  Usaha penerapan dan peningkatan 5R/5S telah termuat dalam program 5 rencana bisnis organisasi/perusahaan baik program jangka pendek maupun jangka panjang serta selalu dimonitor. 16 . dan  Jajaran anggota manajemen puncak kadang-kadang melakukan kunjungan lapangan untuk mengetahui progres penerapan 5R/5S.  Selalu ada perwakilan dari manajemen puncak yang hadir dalam setiap acara khusus 5R/5S.  Manajemen puncak telah menetapkan kebijakan organisasi terhadap penerapan 5R/5Sserta memberikan kerangka kerja dan menetapkan rencana kerja baik jangka pendek maupun jangka panjang.  Kepengurusan 5R/5S hanya ada di level pelaksana pada area kerja masing- masing.  Kepengurusan 5R / 5S mempunyai akses langsung ke manajemen puncak.5.3.  Anggota manajemen puncak maupun jajaran manajemen yang levelnya memadai tidak ada yang terlibat dalam kepengurusan 5R/5S.  Manajemen puncak/perwakilannya jarang hadir dalam setiap acara khusus 5R/5S. dan  Jajaran anggota manajemen puncak secara rutin dan terjadwal selalu melakukan kunjungan lapangan dan memberikan saran-saran dan memotivasi penerapan 5R/5S dalam organisasi atau perusahaan.  Manajemen puncak tidak menetapkan secara jelas tentang kebijakan penerapan 5R/5S. dievaluasi.  Manajemen puncak telah menetapkan kebijakan organisasi terhadap penerapan 5R/5S. dan  Jajaran anggota manajemen puncak hampir tidak pernah melakukan kunjungan lapangan untuk mengetahui progres penerapan 5R/5S.  Usaha penerapan dan peningkatan 5R tidak termuat secara jelas dalam 2 program/rencana bisnis organisasi/perusahaan.  Manajemen puncak selalu hadir dan terlibat dalam setiap acara khusus 5R / 5S. dan ditindaklanjuti.

dan telah meliputi seluruh area/wilayah serta melibatkan semua personil organisasi. dan  Administrasi penerapan 5R/5S telah terdokumentasi dengan baik. Pengelola  Organisasi 5R/5S tidak pernah melakukan pertemuan.  Organisasi 5R/5S selalu melakukan pertemuan walaupun tidak secara rutin/terjadwal. dan prosedur lengkap serta hasilnya selalu dianalisa dan diikuti tindakan perbaikan dan pencegahan 17 . dan  Administrasi penerapan 5R/5S telah terdokumentasi dengan baik.  Organisasi 5R/5S melakukan pertemuan rutin dan terjadwal untuk membahas penerapan 5R/5S serta membahas tindaklanjut rekomenadi audit (minim 1 bulan 1x dan 3 bulan sekali dihadiri. dan telah meliputi seluruh area/wilayah.  Organisasi 5R/5S melakukan pertemuan rutin dan terjadwal untuk membahas penerapan 5R/5S.  Seluruh area/wilayah dalam organisasi telah terbagi habis menjadi daerah- 4 daerah asuhan 5R/5S. minim 1 bulan 1x dan 3 bulan sekali dihadiri Korwil.  Setiap area asuhan telah mempunyai penanggung jawab area dan kelompok kerja.2. form dan prosedur lengkap.  Organisasi 5R/5S telah terbentuk dalam organisasi/perusahaan. namun belum mencakup/meliputi seluruh area/wilayah dalam organisasi.  Administrasi penerapan 5R/5S telah terdokumentasi dengan baik.  Organisasi 5R/5S telah terbentuk dalam organisasi/perusahaan.  Tidak ada pembagian area/wilayah organisasi/perusahaan menjadi daerah 1 asuhan.  Organisasi 5R/5S telah terbentuk dalam organisasi/perusahaan. form.  Tidak ada penanggung jawab area dalam daerah asuhan yang ada dalam organisasi/perusahaan. tidak mencakup dalam level organisasi / perusahaan.  Organisasi 5R/5S jarang melakukan pertemuan.  Seluruh area/wilayah dalam organisasi telah terbagi habis menjadi daerah - 5 daerah asuhan 5R/5S serta setiap daerah asuhan juga telah terbagi menjadi area tanggung jawab yang lebih detail/rinci.  Setiap area asuhan telah mempunyai penanggung jawab area dan kelompok kerja serta setiap kelompok kerja telah mempunyai program kerja 5R/5S. Organisasi/Tim Pengelola Organisasi/  Tidak ada organisasi 5R/5S baik pada level organisasi maupun area/wilayah Tim tertentu. dan  Tidak ada administrasi yang dilakukan/terdokumentasi dalam penerapan 5R/5S.  Hanya sebagian area/daerah asuhan yang mempunyai penanggung jawab area. 3  Sebagian besar area/wilayah dalam organisasi telah terbagi habis menjadi daerah-daerah asuhan. dan  Administrasi penerapan 5R/5S tidak terdokumentasi dengan baik. minim 3 bulan 1 x.  Setiap area asuhan telah mempunyai penanggung jawab area. 2  Hanya sebagian kecil yang telah terbentuk-daerah asuhan.  Organisasi 5R/5S hanya terbentuk pada area/wilayah tertentu. minim 1 bulan 1 x.

dan  Hanya sebagian kecil personil organisasi/perusahaan yang telah mengetahui/memahami tentang manfaat penerapan 5R/5S bagi organisasi/perusahaan maupun personil.  Target/sasaran program penerapan 5R/5S telah disosialisasikan dan dimengerti oleh semua personil organisasi/perusahaan serta selalu ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan dan pencegahan (perbaikan berkesinambungan). Sosialisasi/Mobilisasi Sosialisasi/  Personil organisasi/perusahaan belum pernah mendapat penjelasan/training tentang 5R/5S.3.  Papan 5R/5S telah diterapkan di semua area/daerah asuhan dan isi papan 5 5R/5S telah memuat informasi yang memadai serta aktual.  Visual reinforcement tentang 5R/5S sangat minim dan tidak memadai untuk sosialisasi.  Visual reinforcement tentang 5R/5S telah dilakukan pada semua area/daerah asuhan untuk mensosialisasikan 5R/5S serta melibatkan semua personil organisasi/perusahaan. dan  Hasil/dampak/manfaat penerapan 5R / 5S bagi organisasi/perusahaan maupun personil telah disosialisasikan kepada seluruh personil organisasi. dan  Hasil/dampak/manfaat penerapan 5R/5S bagi organisasi/perusahaan maupun personil telah disosialisasikan walaupun belum mencakup seluruh personil organisasi/perusahaan.  Papan 5R/5S telah diterapkan di semua area/daerah asuhan dan isi papan 4 5R/5S telah memuat informasi yang memadai.  Seluruh personil perusahaan/organisasi telah memperoleh penjelasan/training dan telah memahami tentang 5R/5S serta telah mengimplementasikan di area kerjanya.  Seluruh personil perusahaan/organisasi telah memperoleh penjelasan/training dan telah memahami tentang 5R/5S.  Papan 5R/5S hanya ada di sebagian area/daerah asuhan dalam organisasi. namun belum mencakup/meliputi semua area/daerah asuhan/organisasi/perusahaan. dan  Tidak ada sosialisasi sama sekali tentang hasil/dampak penerapan 5R/5S bagi organisasi/perusahaan maupun personil.  Target/sasaran program penerapan 5R/5S telah disosialisasikan dan dimengerti oleh semua personil organisasi/perusahaan. dan  Hasil/dampak/manfaat penerapan 5R/5S bagi organisasi/perusahaan maupun personil telah disosialisasikan kepada seluruh personil organisasi serta telah dipahami. 18 . 2  Hanya sebagian target/sasaran program penerapan 5R/5S telah disosialisasikan dan belum semua personil mengetahuinya.  Target/sasaran program penerapan 5R/5S belum disosialisasikan.  Target/sasaran program penerapan 5R/5S telah disosialisasikan.  Sebagian besar personil organisasi/perusahaan telah memperoleh penjelasan/training tentang 5R/5S.  Hanya sebagian kecil personil organisasi/perusahaan yang telah memperoleh penjelasan/training tentang 5R/5S.  Visual reinforcement tentang 5R/5S telah dilakukan pada semua area/daerah asuhan untuk mensosialisasikan 5R/5S. 3  Papan 5R/5S telah diterapkan di semua area/daerah asuhan.  Visual reinforcement tentang 5R/5S telah dilakukan.  Papan 5R/5S belum diterapkan pada semua area/daerah asuhan dalam 1 organisasi/perusahaan. Mobilisasi  Telah ada visual reinforcement sama sekali tentang 5R/5S.

5. dan Produksi. Persediaan. area yang sulit resik.Rapi . kuning. perawatan mandiri telah terdokumentasi (Daftar sumber area kotor.Resik) Ada dokumen jadwal perawatan dan kebersihan di area ini dan dilaksanakan 4 secara konsisten (SOP/IK). Indikator Faktor Implementasi Faktor Implementasi mempunyai bobot penilaian sebesar 50% dimana pada masing-masing kriteria mempunyai kriteria penilaian berupa 5 maturity level. KAIZEN) Seiketsu/ Standardize/ 1 Perawatan di area ini tidak dilakukan secara konsisten dan tidak terdokumentasi Rawat 2 Ada perawatan di area ini tetapi tidak terdokumentasikan Perubahan-perubahan di area ini telah terdokumentasikan. hijau) Sudah tidak ada lagi barang-barang/peralatan/material/dokumen/informasi yang 3 tidak diperlukan yang masih berada di area ini. berantakan dan tidak ada penandaan atau identifikasi 1 Shine/ Resik terhadap item-item yang penting Area ini telah dibersihkan secara rutin sesuai dengan jadwal kerjanya. Area dan peralatan telah dibersihkan di dalam kegiatan kerja sehari-hari. Kendali Visual 3 telah diterapkan (Kendali Visual : Ringkas . Arsip. Kendali 3 visual telah diterapkan Kesepakatan terhadap kebersihan sarana telah terdokumentasi dan rutin 4 dijalankan (Standar Kebersihan: Lembar Periksa) Para penaggung jawab area telah berupaya melakukan pencegahan kontaminasi. berdebu. Seiri/ Sort/ Tercampurnya antara barang-barang/peralatan/material/dokumen/informasi yang Ringkas 1 diperlukan dengan yang tidak diperlukan dan berserakan di area ini Sudah ada pemilahan antara barang- 2 barang/peralatan/material/dokumen/informasi yang diperlukan dan yang tidak diperlukan (Pemberian label merah.4. Ada 2 identifikasi pemeriksaan terhadap item-item penting. yaitu: Gudang. Klasifikasi barang- barang menurut: Frekuensi/Fungsi/Keseragaman/Retensi pemakaian Ada penandaan di lokasi yang telah ditetapkan untuk membuat penataan menjadi 3 lebih terlihat nyata. Kaizen) 19 . Before- After) Seiton/ Set/ Penempatan barang-barang/peralatan/material/dokumen/informasi tidak beraturan 1 Rapi di area ini dan statusnya tidak jelas Sudah ada penetapan lokasi terhadap barang- 2 barang/peralatan/material/dokumen/informasi yang diperlukan. 5 "membersihkan = memeriksa". Identifikasi dan garis demarkasi Ada dokumentasi dan metode untuk menjaga barang- 4 barang/peralatan/material/dokumen/informasi agar selalu berada di tempatnya dan tidak berlebihan atau kekurangan (Layout) Metode dokumentasi telah dikembangkan agar selalu menyediakan evaluasi 5 berkesinambungan dan tindakan improvement untuk mempersingkat waktu kerja (KAIZEN) Seiso/ Area ini kotor. Workshop. Setiap personil secara berkesinambungan mencari efektivitas waktu dengan 5 melakukan perubahan prosedur dan membagikan informasi (Papan Kegiatan 5S. Ada label merah untuk semua barang yang tidak diperlukan (Label Merah) Ada dokumentasi dan metode untuk menjaga area ini yang selalu terbebas dari 4 barang-barang/peralatan/material/dokumen/informasi yang tidak diperlukan (Standar Inventaris. Kriteria yang digunakan meliputi implementasi 5S yang diaplikasikan pada 3 area. Lembar Periksa) Setiap personil secara berkesinambungan selalu mencari peluang improvement 5 mengurangi jumlah atau item di wilayah tanggung jawabnya (KAIZEN.

9 dalam kurun waktu (tiga) tahun terakhir sebagai berikut: 1. Data Jumlah Hari Tidak Produksi karena Kecelakaan Kerja/ Instalasi/ Umum/ Lingkungan.d. Data Biaya Perbaikan Kerusakan 9. Data Jumlah Kasus Pencurian. Tingkat Kerugian Perusahaan karena Kehilangan Kesempatan Produksi Masing-masing unit agar melaporkan data-data angka 1 s. Data Pemanfaatan Limbah 5. Data Hasil Proper (khusus pembangkit). Tingkat Keluhan Masyarakat/Pemanfaat Limbah di Gudang/ Workshop/ Produksi 5. Kehilangan Hari Kerja.5. Tingkat Keterlambatan Pengambilan Barang di Gudang 4. Data Pengelolaan Keluhan. Indikator Faktor Dampak Faktor Implementasi mempunyai bobot penilaian sebesar 20% dengan indikator sebagai berikut: 1.5S dan kegiatan safety telah dikembangkan dan diterapkan 4 Tindak lanjut yang nyata dari komitmen ber-5S dan terdokumentasi Secara umum tampak adanya pemahaman yang mantap untuk selalu menjaga 5 prinsip-prinsip ber-5S 5. Tingkat Kerugian Perusahaan karena Pencemaran Lingkungan di Gudang/ Workshop/ Produksi 6. Jumlah Kerugian Materi (Rupiah) karena Kecelakaan Kerja/ Instalasi/ Umum/ Lingkungan 20 . Tingkat Pencurian di Gudang/ Workshop/ Produksi 3. Tingkat Pemborosan Waktu dan Biaya di Gudang 7. Data Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan (Hari) 8. Tingkat Kerusakan Alat/Mesin di Produksi 9. Shitsuke/ Pemeriksaan di area ini dilaksanakan secara acak dan tidak adanya informasi Sustain/ 1 visual dari kinerja penerapan 5S Rajin Adanya usaha untuk memperbaiki kondisi area ini (Visual Fotografi / KAIZEN. Data Jumlah Kecelakaan Kerja. Data Keluhan Masyarakat. 2. Data Kerugian Finansial Perusahaan 6. Jumlah Kecelakaan Umum. Data Waktu Keterlambatan Pengambilan Barang dari Standar 4. 2 Before .After) 3 Komitmen ber. Dampak Kecelakaan (Korban dan Kerugian Materi). Jumlah Kecelakaan Instalasi. Kerugian Materi (Rupiah) karena Pencurian 3. Tingkat Kecelakaan di Gudang/ Workshop/ Produksi 2. Tingkat Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan di Workshop 8. Data Kasus Pencemaran Lingkungan. Data Kerusakan Alat/Mesin dan Tingkat Kerusakan. Data Kinerja Inventory Turn Over 7.

On desk assessment 4.Tahapan Penilaian Lomba 5S (Festival Budaya) 2017 2018 No. dan penilaian lapangan (on site assessment).1. yaitu tahapan pengumpulan laporan implementasi 5S. Implementasi 5S 2. Pengumuman pemenang 21 . BAB VI. Tabel 6. penilaian tahap awal (on desk assessment). PELAKSANAAN PENILAIAN Pelaksanaan Penilaian Lomba 5S memiliki 3 tahapan utama. Tahapan Penilaian 1-9 10 11-12 1 1. Berikut ini timeline dari tahapan penilaian tersebut. On site assessment 5. Pengumpulan Laporan Implementasi 5S 3.

1. Shitsuke/ Sustain/ Rajin Bab 4. Implementasi 5S (merujuk pada Lampiran 3) 3. slogan. Workplan dan Timeline Bab 2. Seiso/ Shine/ Resik 3. dan Program Kerja  Prosedur (SOP/Instruksi Kerja/Formulir) Implementasi 5S yang telah dimiliki 2. Pendahuluan 1.3.1.2. Organisasi . Kesimpulan 5. Seiton/ Set/ Rapi 3.2. dll).5. Seiri/ Sort/ Ringkas 3. Saran 22 . Lampiran 1.  Visual reinforcement tentang 5S di area perusahaan / organisasi / daerah asuhan untuk mensosialisasikan 5S (tulisan-tulisan. Setelah Implementasi 5S  Tingkat Kecelakaan di Gudang/ Workshop/ Produksi  Tingkat Pencurian di Gudang/ Workshop/ Produksi  Tingkat Keterlambatan Pengambilan Barang di Gudang  Tingkat Keluhan Masyarakat/Pemanfaat Limbah di Gudang/ Workshop/ Produksi  Tingkat Kerugian Perusahaan karena Pencemaran Lingkungan di Gudang/ Workshop/ Produksi  Tingkat Pemborosan Waktu dan Biaya di Gudang  Tingkat Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan di Workshop  Tingkat Kerusakan Alat/Mesin di Produksi  Tingkat Kerugian Perusahaan karena Kehilangan Kesempatan Produksi Bab 5. Penutup 5.1. Inisiative Charter 1.1. Sebelum Implementasi 5S  Tingkat Kecelakaan di Gudang/ Workshop/ Produksi  Tingkat Pencurian di Gudang/ Workshop/ Produksi  Tingkat Keterlambatan Pengambilan Barang di Gudang  Tingkat Keluhan Masyarakat/Pemanfaat Limbah di Gudang/ Workshop/ Produksi  Tingkat Kerugian Perusahaan karena Pencemaran Lingkungan di Gudang/ Workshop/ Produksi  Tingkat Pemborosan Waktu dan Biaya di Gudang  Tingkat Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan di Workshop  Tingkat Kerusakan Alat/Mesin di Produksi  Tingkat Kerugian Perusahaan karena Kehilangan Kesempatan Produksi 4. spanduk. Seiketsu/ Standardize/ Rawat 3. poster.2.3. Isi Laporan Wajib Implementasi 5S Bab 1. Sosialisasi/Mobilisasi ke Pegawai  Personil perusahaan / organisasi telah memperoleh penjelasan / training dan telah memahami tentang 5S.3. Dampak 4.1. Tugas. logo.2.  Papan informasi 5S  Target / Sasaran  Hasil / dampak / manfaat penerapan 5S bagi perusahaan / organisasi maupun personil telah disosialisasikan kepada seluruh personil perusahaan / organisasi Bab 3.2.4.Tim Pengelola  Organisasi 5S dalam perusahaan (merujuk pada Lampiran 2)  Jadwal Pertemuan Rutin Organisasi 5S  Area Implementasi 5S  Penanggung Jawab. Latar Belakang 1. Penggerak 2. Komitmen Manajemen  Kebijakan perusahaan / organisasi  Agenda manajemen puncak  Program perusahaan / organisasi  Kepengurusan  Kunjungan lapangan 2.

Lampiran 2. Struktur Organisasi Implementasi 5S Pembina 5S General Manager Auditor Tim Audit Kinerja Koordinator 5S Manajer Bidang yang menangani K3L Sekretariat Deputi Manajer yang menangani K3L Koordinator Wilayah Koordinator Wilayah Koordinator Wilayah Manajer Unit Manajer Unit Manajer Unit Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab Area Area Area PIC Gudang PIC Gudang PIC Gudang Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab Area Area Area PIC Workshop PIC Workshop PIC Workshop Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab Area Area Area PIC Produksi PIC Produksi PIC Produksi 23 .

................................................................................................. Penanggung Jawab (Siapa?) : ....................... Penanggung Jawab (Siapa?) : ... No Kegiatan (Apa dan Target Tanggal (Kapan?) Hasil Kendala Keterangan Bagaimana?) (Mengapa?) Mulai Selesai Sebelum Setelah LAPORAN PELAKSANAAN SHITSUKE/SUSTAIN/RAJIN Area (Dimana?) : ................................................................................................................................................... Penanggung Jawab (Siapa?) : ........................................................................................................................................................ Format Pelaporan 5S LAPORAN PELAKSANAAN SEIRI/SORT/RINGKAS Area (Dimana?) : ................................................................................................................................................................................................................................................................. Penanggung Jawab (Siapa?) : ............................................................................................................ Tanggal : ............................................... Penanggung Jawab (Siapa?) : ............................................................................................. Tanggal : ........................................................................................................... No Kegiatan (Apa dan Target Tanggal (Kapan?) Hasil Kendala Keterangan Bagaimana?) (Mengapa?) Mulai Selesai Sebelum Setelah LAPORAN PELAKSANAAN SEITON/SET/RAPI Area (Dimana?) : .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Lampiran 3................... No Kegiatan (Apa dan Target Tanggal (Kapan?) Hasil Kendala Keterangan Bagaimana?) (Mengapa?) Mulai Selesai Sebelum Setelah 24 ............ Tanggal : .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. No Kegiatan (Apa dan Target Tanggal (Kapan?) Hasil Kendala Keterangan Bagaimana?) (Mengapa?) Mulai Selesai Sebelum Setelah LAPORAN PELAKSANAAN SEISO/SHINE/RESIK Area (Dimana?) : ........ No Kegiatan (Apa dan Target Tanggal (Kapan?) Hasil Kendala Keterangan Bagaimana?) (Mengapa?) Mulai Selesai Sebelum Setelah LAPORAN PELAKSANAAN SEIKETSU/STANDARDIZE/RAWAT Area (Dimana?) : ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ Tanggal : .................................................................................................................................... Tanggal : ....