You are on page 1of 2

Urine Bocah 3 Tahun di Riau Mengandung

Zat Narkoba Usai Konsumsi Permen

02 Apr 2018, 19:21 WIB
Petugas menunjukkan pil ekstasi selama pengungkapan tiga kasus narkoba di Gedung BNN,
Jakarta, Kamis (29/3). Selama Maret 2018, BNN berhasil mengungkap tiga kasus
penyelundupan narkotika jaringan internasional. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Liputan6.com, Jakarta Seorang ibu dan balita di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau,
positif terindikasi narkoba usai menjalani tes urine. Sang ibu berinisial RN dan balita CS diduga
mengonsumsi permen yang mengandung zat narkoba, yakni methafetamin dan amphetamin.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek menjelaskan, awalnya pihaknya telah
mendapatkan informasi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Meranti tentang laporan ibu balita
yang tinggal di Jalan Alah Cikpuan, Gang Mulia Selatpanjang, pada 31 Maret 2018Dari
pengakuan RN, dia dan sang anak sebelumnya pada Jumat, 30 Maret 2018 bermain di rumah
ayahnya atau kakek dari sang anak yang berinisial AR. Saat itu, AR sempat membelikan lima
bungkus permen di warung dekat rumahnya.

"Anaknya memakan sebanyak tiga bungkus permen dan ibunya sisanya," kata Loade saat
dihubungi Liputan6.com, Senin (2/4/2018).

Selang tiga jam, usai memakan permen tersebut, balita berumur 3 tahun 8 bulan tersebut
mengalami perubahan perilaku. Seperti mengalami gangguan susah tidur hingga berbicara tidak
karuan sampai keesokan harinya. Karena hal itu, pihak keluarga langsung melaporkan kepada
pihak yang berwajib.

"Banyak bercerita tidak karuan atau ngoceh intinya perbuatan atau kelakuan anaknya tersebut
seperti tidak biasa dilakukan sehari-hari," ucapnya.

pihak penegak hukum tidak terburu-buru untuk melakukan tindakan represif sebelum adanya hasil laboratorium.Lanjut Laode. "Ibunya dites positif juga. "Pihak penegak hukum jangan terburu-buru untuk melakukan tindakan represif atau tindakan sebelum adanya hasil lab. . membawa sang anak ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan pengobatan. Tak hanya si balita. RN didampingi Anggota Sat Resnarkoba." lanjutnya. Termasuk distributor yang memasukkan produk permen tersebut di wilayah Selatpanjang. Hasil tes urine CS dinyatakan positif menggandung amphetamine. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti akan menguji permen yang telah diserahkan pihak keluarga korban. sang ibu juga melakukan tes yang serupa dan dinyatakan positif juga. Anaknya dites di rumah sakit dan ibunya di rumah. Untuk membuktikan terkait dugaan permen yang mengandung narkoba." jelasnya. Hal terpenting. "Apakah permen tersebut ada mengandung narkotika atau korban sebelumnya ada mengonsumsi makanan atau minumam serta memakan obat sebelum memakan permen itu. Dia menyebut. sesampainya di rumah. rencananya pada hari ini. kata dia. Masih Penyelidikan Kendati begitu. La Ode menyebut Sat Resnarkoba sampai saat sekarang masih menyelidiki keluarga korban dan lingkungan sekitarnya." kata La Ode. dilakukan juga uji laboratorium ke BPOM Pekanbaru.