You are on page 1of 18

1.

1 Definisi dan Sifat – Sifat Persekutuan
1. Definisi Persekutuan
Persekutuan (partnership) adalah suatu penggabungan diantara dua orang (badan)
atau lebih untuk memiliki bersama-sama dan menjalankan suatu perusahaan guna
mendapatkan keuntungan atau laba.
Dalam persekutuan pemisahan pemilik dan manajemen hampir tidak ada, namun
demikian penyelenggaraan akuntansi harus berpedoman pada ketentuan–ketentuan
yang diatur oleh prinsip–prinsip yang lazim. Dari segi akuntansinya, persekutuan
sebagai suatu unit usaha harus dianggap mempunyai kedudukan terpisah dengan para
pemiliknya.

2. Sifat – Sifat Persekutuan
Secara umum ada 5 yang menjadi karakteristik persekutuan yaitu :
1) Berusaha Bersama-sama (Mutual Agency)
Setiap anggota merupakan agen dari pada persekutuan untuk mencapai tujuan
usahanya.

2) Jangka waktu terbatas (Limited life)
Persekutuan tetap ada selama orang–orang (badan–badan) yang mengadakan
persekutuan itu ada dan masing–masing masih tetap menghendakinya. Setiap
perubahan yang berhubungan dengan maksud mengkahiri penjanjian dari para
anggota berarti membubarkan persekutuan. Penarikan modal atau kaitan seorang
anggota otomatis membubarkan persekutuan.

3) Tanggung jawab tidak terbatas (Unlimited Liability)
Tangung jawab seorang anggota terbatas pada jumlah yang ditanam di dalam
usaha persekutuan. Apabila di dalam keadaan tertentu persekutuan tidak dapat
membayar hutang-hutangnya karena jumlah kekayaan tidak cukup, maka kreditur
berhak menagih pada salah satu seorang dari anggota persekutuan tersebut.

4) Memiliki suatu bagian/hak di dalam persekutuan (Ownership of an Interest in a
Partnership)
Kekayaan yang ditanam di dalam perusahaan tidak lebih dari hak milik
yang terpisah dari anggota yang menjadi kekayaan persekutuan. Anggota yang
menanamkan kekayaan ke dalam persekutuan berarti menyerahkan haknya untuk
mengusahakan dan menggunakan kekayaannya itu, dan sepenuhnya rela untuk dipakai

1

Hal ini mengindentifikasikan bahwa nilai aset neto persekutuan sebelumnya dicatat terlalu rendah di pembukuan atau adanya goodwill yang belum dicatat Kasus 3. 2 .2 Investasi Awal dalam Persekutuan Seorang sekutu baru dapat mengakuisisi kepemilikan dengan cara melakukan investasi ke dalam persekutuan. Invetasi sekutu baru sama dengan proporsi sekutu baru terhdapat nilai buku persekutuan. 5) Pengembalian bagian keuntungan persekutuan Setiap anggota mendapat bagian dari keuntungan persekutuan. Kasus 2. Langkah pertama untuk menentukan bagaimana menghitung bagaimana menghitung masuknya sekutu baru adalah dengan menghitung proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan (new partner’s proportion of the partnership’s book value) sebagai berikut : Modal Invetasi Persentase Proporsi sekutu Baru terhadap sekutu + Sekutu Modal atas Nilai buku Persekutuan = Sekutu baru sebelumnya Baru Proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan dibandingkan dengan jumlah investasi yang dibuat sekutu baru untuk menentukan prosedur akuntansi yang harus dilakukan dalam penerimaannya sebagai sekutu baru. Suatu persetujuan yang dibuat untuk membagi keuntungan itu sendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai aset neto persekutuan sebelumnya terlalu tinggi di pembukuan atau sekutu baru memberikan kontribusi goodwill sebagai tambahan aset lain. Hak yang diberikan kepada persekutuan ini memberikan hak yang sama dengan anggota lainnya untuk memimpin dan menjalankan usaha persekutuan. Tiga kondisi dapat terjadi jika sekutu baru melakukan investasi persekutuan yaitu : Kasus 1. Dalam kasus ini persekutuan menerima kas tau asset lain. Investasi sekutu baru lebih besar dari proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan. guna mencapai tujuan-tujuan persekutuan. tidak merupakan suatu bentuk persekutuan. 1. Investasi sekutu baru lebih rendah dari proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan.

Nilai investasi Sekutu Baru Sama dengan Proporsi Nilai Buku Persekutuan Besarnya investasi sekutu sering kali merupakan hasil negosiasi antara sekutu lama dengan calon sekutu baru. maka tidak ada diferensial. (2) pengakuan goodwill.Rangkuman dari tiga kasus di atas : Langkah 1 : adalah membandingkan investasi sekutu baru dengan proporsinya terhadap nilai buku persekutuan . (3) menggunakan metode bonus (bonus method). Kasus 1. indikasi bahwa nilai buku dari aset neto sama dengan nilai wajarnya. yaitu diferensial bernilai positif. Tiga metode yang berbeda tersedia untuk penerimaan sekutu baru ketika terjadi perbedaan antara investasi sekutu baru dengan proporsinya terhadap nilai buku persekutuan. biaya historis yang mendasari aset neto disesuaikan selama proses penerimaan sekutu baru. Dengan menggunakan revaluasi aset neto dan pengakuan goodwill. Jika nilai buku sama dengan biaya perolehan investasi . Terdapat beberapa kesamaan antara akuntansi untuk penerimaan sekutu baru dengan akuntansi atas investasi pada saham di korporasi. Ketiga metode adalah : (1) revaluasi aset neto. kelebihan biaya perolehan atas nilai buku. Langkah 2 : adalah menentukan metode penerimaan. mungkin adalah goodwill yang tidak diakui atau karena aset yang nilainya terlalu rendah- kasus yang sama seperti akuntansi untuk diferensial pada investasi saham. Jika sekutu baru membayar lebih dari nilai buku. Gambaran Umum Akuntansi Penerimaan Sekutu Baru Langkah 1: Membandingkan proporsi Nilai Langkah 2: Metode Alternatif untuk Buku dan Investasi sekutu Baru Mencatat Penerimaan Sekutu Baru Obeservasi Kunci 3 .

000.tidak ada alokasi lanjut (Kasus 1) goodwill karena sekutu baru Akan modal investasinya Biaya perolehan investasi < Nilai buku 1. Biaya Perolehan Investasi > Nilai buku 1.000.sekutu lama menerima (Kasusn2) dan alokasikan kepada sekutu lama nilai aset. Citra 10. Tidak ada revaluasi. barulah mungkin untuk menghitung proporsi nilai buku sekutu baru.000.000.000.000) x 0.25 (10.000 4 .000 Penerimaan Citra untuk seperempat kepemilikan atas Investasinya sebesar Rp10.000) Selisih (investasi = nilai buku) Rp Jurnal yang dicatat dalam pembukuan persekutuan adalah : 1 januari 20X3 (10) Kas 10.000 Modal.000 Proporsi nilai buku sekutu baru : (Rp30.000.000. goodwill. goodwill persekutuan Biaya Perolehan investasi = Nilai buku 1.000. banus. Alokasikan bonus kepada sekutu baru peningkatan modal Setelah nilai investasi disetujui. Revaluasi aset neto menuju nilai pasar .mencatat goodwill 3.000. sebagai berikut : Investasi pada persekutuan Rp10. Revaluasi aset neto menuju nilai pasar . Untuk investasi Rp10.000 + Rp10. Catat goodwill yang belum diakui bonus biaya investasi Dan alokasikan kepada sekutu lama . Citra akan mendapatkan seperempat kepemilikan pada pesekutuan.mencatat peningkatan 3. atau . Alokasikan bonus kepada sekutu lama. mengakui goodwill yang dibawa sebagai insentif Sekutu baru .sekutu mendaptkan (Kasus 3) dan alokasikan kepada sekutu lama goodwill atau bonus 2. 2.

000 untuk seperempat kepemilikan modal dalam persekutuan. Tiga alternatif perlakuan akuntansi dalam kasus ini adalah : 1. b.000.000) Selisih (investasi= nilai buku Rp 750.000 Proprosi nilai buku sekutu baru (Rp30.000 atas nilai buku saat ini. Dengan metode ini adalah: a. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan saldo modal awal ditambah nilai goodwill ditambah investasi sekutu baru.000 Citra telah menginvestasikan Rp11.000. Misalnya.200.000. metode bonus adalah perpindahan saldo modal antara sesame sekutu.250. Menggunakan metode bonus. sebagai berikut : Investasi pada persekutuan Rp11. Modal sekutu lama dinaikan sebanding dengan kenaikan peningkatan nilai buku aset. Modal sekutu lama dinaikan sebanding dengan nilai goodwill c. Dengan metode ini adalah: a. 3. Pada dasarnya.Kasus 2. Nilai buku aset dinaikan ke nilai pasarnya b. seseorang sekutu dapat melakukan investasi lebih besar dari porsi kepemilikannya atas nilai buku persekutuan. Goodwill yang tidak tercatat diakui b. Ilustrasi pendekatan atas Revaluasi Aset 5 .000.000) x 0. Pada alternatif ini adalah: a. c. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan saldo modal awal ditambah nilai revaluasi aset tambah investasi sekutu baru.000. Mengakui goodwill yang tidak tercatat.000 + Rp11.000. Nilai investasi Sekutu Baru Lebih Besar dari Proporsi Nilai Buku Persekutuan Dalam beberapa kasus. Metode ini digunakan ketika sekutu tidak menginginkan penyelesaian pada nilai aset atau mengakui goodwill. 2. Modal sekutu lama dinaikan sebanding dengan nilai bonus yang dibayarkan sekutu baru. Langkah pertama adalah membandingkan investasi sekutu baru dengan proporsi nilai bukunya. Revaluasi nilai aset.000 untuk kepemilikan dengan nilai buku Rp10. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan saldo modal awal ditambah investasi sekutu baru. sehingga membayar lebih tinggi Rp750.25 (10. diasumsikan Citra menginvestasikan Rp11.

250.000 Modal.200.000 Jurnal untuk mencatat penerimaan Citra ke dalam persekutuan adalah : (12) Kas 11.800.Citra 11.000.000 Bagian sekutu baru atas Modal yang dihasilkan = (Rp30.000. Investasi Citra sebesar Rp11.000. (11) Tanah Rp3.000.000.000 Revaluasi tanah persekutuan menjadi nilai pasar.000. Bayu Rp1.000 Penerimaan Citra untuk seperempat kepemilikan moda di persekutuan. Cara lain untuk melihat penciptaan goodwill pada saat penerimaan sekutu baru adalah menggunakan akun T untuk menggambarkan neraca persekutuan.000 (60 persen dari kenaikan sebesar Rp3.000.000 + Rp3.000.000). dan modal Bayu meningkat sebesar Rp1. Peningkatan nilai tanah dialokasikan kepada saldo modal para sekutu baru ini sebagai pengakuan peningkatan nilai tanag dialokasikan kepada saldo modal para sekutu dengan menggunakan rasio laba dan rugi yang ada pada saat terjadinya peningkatan. Misalkan Citra membayar kelebihan sejumlah Rp750.000 Modal.000.000.000 Modal Persekutuan ABC Rp44.000 menjadikan modal persekutuan bernilai Rp44. Modal Aldi meningkat sebesar Rp1.000 sebagai berikut : Modal persekutuan AB sebelumnya Rp30.000.000.000.Aldi Rp1.000 Modal.000 + Rp11.000.000 tetapi penilaian terkini mengidentifikasikan tanah tersebut memiliki nilai pasar Rp7.000) x 0.000) persekutuan akan mencatat jurnal berikut untuk revaluasi tanah.000.000.800.200.000 Revaluasi tanah menjadi nilai pasar 3.025 = Rp11. Jika ada tambahan aset 6 .000.000.000 Investasi Citra 11.000 (Rp11.000 – Rp10.000) terhadap proporsi nilai buku karena persekutuan memiliki tanah dengan nilai buku Rp4.000 (40 persen dari Rp3.000.

000 Total dihasilkan Rp44.Citra 10.000.000 Rp41. Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan = (Rp30.25 = Rp10.000 Modal.000.000 + Rp3.Aldi 1.000 x 0.000) x 0.000.000.25 Yang perlu dicatat adalah Rp11.000 Penerimaan Citra dengan bonus kepada Aldi dan Bayu Kasus 3.000.000.000.000.000. seperti pengakuan goodwill.000 Modalsekutu Rp30.000 Aset neto Rp44.000 modal yang dihasilkan Persekutuan ABC. neto.000.Aldi 450.800.000 Persekutuan ABC menghasilkan saldo modal senilai Rp30.000 + Rp11.000.000 yang dikredit ke modal Citra adalah seperempat dari Rp44.000.000 Mengakui goodwill yang belum di catat (14) Kas 11.25 = Rp11. Sebelum penerimaan Citra Sebagai sekutu baru Aset neto Rp30.000.000 Investasi sekutu baru berupa kas Modal sebelum pengakuan Kas 11.000.000 Modal goodwill 3.Bayu 1.000.000 Menerima Citra sebagai sekutu baru untuk seperempat bagian Modal : Rp44.250.000 Jurnal yang dicatat dalam rangka penerimaan Citra sebagai sekutu adalah : (15) kas 11.000.000 Goodwill Rp41. sebagai berikut : Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan = (Rp30.Citra 11.000.000 investasi dari Citra.000 Estimasi goowill baru Total modal dihasilkan Goodwill 3.000) x 0.200.000 (13) Goodwill 3.000 Modal.000 Modal.000 di awal.000.000.000.000.Bayu 300.000 Modal.000.000.000 + Rp11. sebagai berikut.000 Modal.250.000.000 Modal.000 Modal baru 11.000. harus diseimbangkan dengan penambahan modal. ditambah Rp11. Nilai Investasi Sekutu Baru Lebih kecil dari Proporsi Nilai Buku Persekutuan 7 .

000. Menggunakan metode bonus. Modal sekutu lama diturunkan sebanding dengan kenaikan penurunan nilai buku aset c. Misalnya.000. Citra melakukan investasi Rp8. 3. pada alternatif ini adalah : a.000 Proporsi nilai buku sekutu baru : (Rp30.000) x 0. Investasi pada persekutuan Rp8.000 untuk seperempat kepemilikan pada persekutuan.000. Ketiga pendekatan tersebut ialah : 1. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan saldo modal awal ditambah investasi sekutu baru.000) Selisih (investasi < Nilai buku) Rp(1.500.500. Sekutu baru mendapatkan bonus dari modal sekutu lama.000 + Rp8. Persediaan yang saat ini dicatat pada nilai buku sebesar Rp14. 2. Ilustrasi Pendekatan Revaluasi Aset Asumsikan Citra hanya membayar Rp8. Modal persekutuan yang dihasilkan lebih rendah dari saldo modal awal ditambah nilai aset yang diturunkan ditambah investasi sekutu baru. Nilai buku aset diturunkan untuk mencatat penurunan nilainya b.000.000 karena beberapa mengalami kerusakan.000 memiliki nilai wajar hanya Rp8. Dengan metode ini adalah: a. c.Ada kemungkinan bahwa seorang sekutu baru membayar lebih kecil dari proporsi kepemilikannya atas nilai buku persekutuan. yang akan menurunkan bagian bonus mereka yang nantinya dibayarkan kepada sekutu baru.000. Revaluasi nilai aset yang menurun. b.000 untuk seperempat kepemilikan modal di perusahaan ABC.Penurunan nilai dialokasikan kepada sekutu lama sebesar rasio laba atau rugi 8 .000. Goodwill dan keunggulan lain yang dibawa sekutu baru dicatat dan dimasukan ke dalam saldo modal sekutu baru.000) Tiga alternatif pendekatan untuk mengakui diferensial ketika investasi lebih rendah dari nilai buku yang diakuisisi. Modal sekutu lama dibiarkan tidak berubah. Dengan metode ini adalah: a. Mengakui goodwill yang dibawa sekutu baru.25 (9. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan saldo modal awal ditambah nilai goodwill yang dibawa sekutu baru ditambah investasi sekutu. c.000. b.

400. Ilustrasi Pencatatan Goodwill untuk Sekutu Baru Misalnya.000 goodwill ketika bergabung sebagai antisipasi laba yang akan dihasilkan Citra di kemudian hari. nilai goodwill yang dibawa oleh sekutu baru bisa diperkirakan dari jumlah modal yang ditahan oleh sekutu lama. Penurunan dicatat sebagai berikut : (16) Modal. Nilai goodwill yang dibawa oleh Citra dapat dihitung sebagai berikut : 9 .000 ditambah goodwill setara dengan 25 persen sisanya. sekutu lama menahan 75 persen kepemilikan pada persekutuan dan memberikan 25 persen kepada sekutu baru.000.000.000.Bayu 2.000 + Rp8.000.pada saat terjadinya penurunan nilai yaitu 60 persen kepada Aldi dan 40 persen kepada Bayu.000 Persediaan 6.000 investasi Citra sebesar Rp8.000 Jurnal untuk mencatat penerimaan Citra sebagai sekutu baru dalam persekutuan ABC adalah : (17) Kas 8. Mereka setuju Citra layak mendapatkan Rp2. Alternatif lain.000.000.Citra 8.Aldi 3.000.000) yang sekarang mencerminkan nilai wajar persekutuan.000 Modal.000 + Rp8.000 Revaluasi persediaan menjadi nilai wajar Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan = (24.000.000. dalam kasus ini.000.25 = Rp8.000 Modal. dan Citra setuju bahwa kemampuan Citra akan menghasilkan laba. Nilai 75 persen kepemilikan sekutu lama adalah Rp30.000) x 0. Aldi Bayu.000 (Rp24.600.000 Penerimaan Citra ke dalam persekutuan Nilai kredit modal tercatat milik Citra sama dengan investasinya karena jumlah nilai modal persekutuan adalah Rp32.000.000.

Citra 10.000.000.000 Estimasi jumlah modal yang dihasilkan (Rp30.500.500.000 Penerimaan Citra sebagai sekutu baru Jumlah modal yang dihasilkan dari pembentukan persekutuan ABC adalah Rp 40.500.000 dapat juga diperlakukan sebagai bonus kepada Citra dari sekutu lama.000.000.000.000. Citra 9.000.000.000 Jumlah aset neto tidak termasuk goodwill (30.000 Langkah 2 Estimasi jumlah modal yang dihasilkan Rp40.000 Modal Aldi 900.75) Rp40.000.000 sebagai berikut: (19) Kas 8.000.000.000/0. dan akun modal Citra akan dikredit senilai Rp9.000.000 dengan Aldi dan Bayu bersama-sama memiliki 75 persen dan Citra sebesar 25 persen.000 modal sekutu lama berkurang Rp1.500. Langkah 1 75% dari estimasi modal yang dihasilkan Rp30.000 Modal.000.000 Modal.Bayu 600.000 adalah selisih antara nilai buku sekutu baru senilai Rp9.000 dengan investasinya senilai Rp8. Ilustrasi metode bonus Penerimaan Citra sebagai sekutu baru dengan seperempat kepemilkian pada persekutuan ABC dengan investasi hanya Rp8.000.000 Modal.000 Penerimaan Citra dalam persekutuan 10 .000.000) Estimasi goodwill Rp2.000 Jurnal yang dicatat untuk penerimaan Citra sebagai sekutu baru di persekutuan ABC adalah : (18) Kas 8. Bonus senilai Rp1.000 secara proporsional berdasarkan rasio laba atau rugi yaitu 60 persen dari Aldi dan 40 persen dari Bayu.500.000 investasi dari Citra (38.000 Goodwill 2.000 ditambah Rp8.

Pinjaman dan Uang Muka 11 .25 = Rp9.000 1. Penarikan Dana Laba persekutuan adalah imbalan usaha bagi para sekutu.000 Kas (-A) Rp. sekutu yang aktif biasanya menarikdana yang jumlahnya tetap secara mingguan atau bulanan untuk mengambil bagian merekadalam laba persekutuan.000) + 0. 1.000 (untuk mencatat tunjangan pengambilan) Penarikan Lee (-E) Rp.3 Tambahan Investasi dan Pengambilan Perjanjian persekutuan harus memuat pedoman untuk investasi tambahan dan penarikanyang dilakukan setelah kegiatan usaha persekutuan dimulai. Penarikan dalam jumlah yangbesar dan tidak biasa (irregular) umumnya dibebankan pada akun modal sekutu yang melakukanpenarikan.000 + 8. Sebaliknya.000 daripersekutuan setiap bulan mereka akan mencatat penarikan bulan tersebut sebagai berikut : Penarikan Townsed (-E) Rp. 12. 1. Investasi tambahan dikreditkan padaakun modal sekutu yang sudah ada. dan akun penarikannya akan ditutup dengan jurnal berikut : Modal Twinsend (-E) Rp. Contohnya .000.000. pada nilai wajar saat investasi. Efek akhir dariayat jurnal sama saja seolah-olah penarikan dibebankan langsung kea kun modal. saldo akun penarikannya pada akhirtahun berjumlah Rp.000. ApabilaTownsend mengambil Rp. Jumlah yang dikredit kepada sekutu baru adalah bagian kepemilikannya terhadap total modal yang dihasilkan. karena itu sekutu tidak perludigaji seperti halnya karyawan persekutuan. 1. 1. apabila Townsend dan Lee menarik Rp 1.000 Akun penarikan harus ditutup kea kun modal pada akhir tiap periode akuntansi.000 tiap bulan sepanjang tahun . yaitu : Bagian seekutu baru atas total modal yang dihasilkan = (Rp30. Jurnal untuk penarikan yang demikian adalah : 1. 12. 12.500.000 (Untuk menutup akun penarikan Twonsend) 2.000 Kas (-A) Rp.000 Penarikan Twosend (+E) Rp. 1.

Anggota tersebut disebut sekutu terbatas. tujuan untuk memberikan jasa-jasa karena keahliannya. 1. yang dalamrangka menolong persekutuan dengan melakukan pembayaran atau memberikan uang muka diluar jumlah modal yang telah disepakati untuk diberikan. 1. Persekutuan perdagangan (trading partnership). Ini dimuatdalam pasal 18 C dari undang-undang yang menyatakan bahwa “seorang sekutu. Demikian pula halnyadengan pinjaman dan uang muka persekutuan kepada sekutu individual. Perpindahan hak atas saham-saham tersebut tidak boleh mengganggu kontinuitas usaha persekutuan. 4. Persekutuan jasa-jasa (non trading partnership). adalah suatu bentuk persekutuan dimana semua anggota dapat bertindak atas nama perusahaan dan kepadanya dapat diminta pertanggung jawaban terhadap kewajiban-kewajiban persekutuan. Persekutuan terbatas (limited partnership) adalah suatu persekutuan dimana aktivitas anggota tertentu dibatasi dan sebaliknya tanggung –jawab masing-masing anggota ini dibatasi sampai jumlah tertentu. Persekutuan Firma (general partnership). yang mungkin sejumlah investasi yang telah diberikannya.5 Perjanjian Pembagian Laba dan Rugi 1. Perjanjian Persekutuan Akuntansi Dasar Persekutuan 12 . 5. Seorang sekutu bias saja memberikan pinjaman pribadi kepada persekutuannya. pembelian.4 Kegiatan Usaha Persekutuan Bentuk persekutuan (partnership) diantaranya : 1. akan menerima bunga terhitungtersebut dan utang bunganya dianggap sebagai kewajiban persekutuan. dan penjualan barang-barang 2. Masing-masing anggota disebut sekutu umum. 3. akan dianggap sebagaiaktiva persekutuan. Tanggung jawab setiap anggota joint stock companies tidak terbatas seperti halnya pada persekutuan umum. Joint stock companies adalah bentuk persekutuan di mana struktur modalnya berupa saham-saham yang dapat dipindah tangankan. usaha pokoknya adalah pembuatan.

sisanya dibagi atas dasar perjanjian. Dalam persekutuan tentu harus ada perjanjian sebagai dasar pijakan pembentukan persekutuan tersebut. dan beberapa hal yang harus ada yaitu . 6) Penarikan kembali modal yang disetor 7) Asuransi jiwa kematian salah satu anggota 8) Penyelesaian apabila ada perselisihan diantara para anggota dan lain-lain. Pembagian Laba Bersih atau Rugi Bersih Para anggota persekutuan dapat membuat persetujuan pembagian laba bersih (rugi bersih) yang dianggap sesuai dengan kontribusi masing-masing anggota di dalam persekutuan. 2) Dengan perbandingan atas dasar perjanjian. selebihnya dibagi atas dasar perjanjian. diketahui posisi rekening pribadi (prive/personal/current account) dan rekening “modal” masing-masing anggota adalah sebagai berikut : 1) Apabila disetujui laba (rugi) yang diperoleh dibagi sama : Rugi & Laba Rp 150. Pada akhir tahun1980. Adapun berbagai cara pembagian laba bersih (rugi bersih) yang akan dikemukakan disini adalah: 1) Dibagi sama.00 13 .000. Tuan Muliadi dan Tuan Haris telah mendirikan sebuah persekutuan dan pada tahun 1980 mendapatkan keuntungan sebesar Rp 150. 2. Terdapat berbagai cara yang dapat dipakai sebagai dasar pembagian laba bersih (rugi bersih) di dalam persekutuan. 5) Mula-mula diberikan gaji sebagai pemilik dan bonus kepada anggota yang aktif bekerja. Dasar pembagian laba bersih (rugi bersih) yang dipilih harus dinyatakan di dalam perjanjian persekutuan.000.000. 4) Mula-mula ditentukan bunga modal dari masing-masing anggota. 3) Dengan perbandingan penyertaan modal. 6) Mula-mula diterapkan bunga untuk modal dari anggota.00. sifat serta bidang usaha. tanggal berdiri. nama persekutuan. Contoh : Tuan Feri. Ferri Rp 50. anggota. Pada perjanjian persektuan berisi tentang.00 Pribadi. kemudian gaji sebagai pemilik dan bonus untuk anggota-anggota yang dianggap berjasa dan sisanya dibagi atas dasar perjanjian bersama. 1) Besarnya investasi dari masing-masing anggota 2) Hak dan kewajiban anggota 3) Buku-buku catatan dan laporan keuangan 4) Pembagian keuntungan 5) Hal-hal khusus yang menyangkut masalah pembebanan dan penerimaan imbalan jasa tertentu diantara para anggota.

Muliadi Rp 50. karena pada umumnya ditentukan sepihak (oleh pemilik sendiri) dan bukan atas transaksi yang obyektif.00 Total Rp 150.250.000 = Rp 30. dan Bunga Modal Di dalam akuntansi gaji pemilik dan bunga modal (sendiri) tidak diakui sebagai biaya (usaha) bagi perusahaan.00 2) Apabila pembagian laba/rugi dengan perbandingan Tuan Feri : Tuan Muliadi : Tuan Haris = 3 : 5 :7 Rugi & Laba Rp 150.000. Haris Rp 70.00 Pribadi. Haris Rp 50.00 2) Sesuai dengan perbandingan modal akhir. Untuk itu informasi laba (rugi) 14 .000.00 Pribadi.000. Pribadi. Muliadi Rp 50.000.000.00 = Rp 50. Rugi & Laba Rp 150. Feri Rp 30.000. Muliadi Rp 50. Haris Rp 60. Haaris Rp 62.00 Pribadi.00 Pribadi. yaitu : 1) Sesuai dengan perbandingan modal awal.00 Pribadi.500.00 3.00 Pribadi.000.000.00 Pribadi.000.000.00 Pribadi.000 = Rp 70.000.000. Muliadi Rp 50.00 Pribadi. Rugi & Laba Rp 150.00 Pribadi. Feri Rp 40.000. Haris Rp 75.00 Perhitungan: Bagian laba Tuan Feri = 3/15 x 150.00 3) Sesuai dengan perbandingan modal rata-rata tahunan Rugi & Laba Rp 150.000. Namun jika dapat diidentifikasikan dengan jasa dan bunga modal maka harus diperlukan sebagai biaya yang sebenarnya. Feri Rp 37.00 Pribadi. Bagi manajemen lebih bermanfaat untuk memperlakukan gaji pemilik dan bunga modal (sendiri) sama halnya dengan biaya usaha.00 Pribadi.000. Muliadi Rp 41.000.00 Bagian laba Tuan Haris = 7/15 x 150.00 Bagian laba Tuan Muliadi = 5/15 x 150. Feri Rp 33.00 3) Apabila pembagian laba (rugi) sesuai perbandingan penyertaan modal dari masing- masing anggota Dalam hal ini ada 3 kemungkinan yang bias ditempuh.000. Masalah Gaji Pemilik.000.750.00 Pribadi.500.

maka perhitungan dan alokasi kembali laba (rugi) kepada masing-masing pemilik harus dilakukan. bunga atas pinjaman dan gaji karyawan merupakan biaya bagi perusahaan dan harus dikurangkan dari pendapatan untuk menentukan besarnya laba rugi periodik.Misalnya ada kesalahan perhitungan beban penyusutan aktiva tetap. 5.dapat dibebankan kepada laba (rugi) tahun yang berjalan atau dialokasikan sebagian kepada laba (rugi) tahun-tahun yang lalu sesuai dengan kehendak para anggota pemilik. 3) Apabila koreksi laba (rugi) cukup besar. 2) Laporan perubahan modal . 2) Apabila jumlah koreksi cukup besar. periodiknya lebih menggambarkan kemampuan perusahaan memperoleh laba yang sebenarnya. Laporan Keuangan Pada Persekutuan Pada perusahan-perusahan umumnya laporan keuangan biasanya disusun untuk badan usaha yang berbentuk persekutuan terdiri dari antara lain : 1) Laporan perhitungan rugi laba. Sedangkan bunga atas modal yang ditanamkan dari gaji pemilik diperlukan sebagai perhitungan pembagian laba rugi. Hal ini menyangkut masalah koreksi dan penyesuaian terhadap alokasi laba (rugi) kepada msing-masing anggota pemilik. 6. laporan perubahan modal didalam persekutuan identik dengan laporan perubahan laba ditahan laporan perubahan modal merupakan ikhtisar semua transaksi baik transaksi usaha maupun transaksi modal yang mengakibatkan kenaikan dan berkurangnya saldo modal masing-masing pemilik selama satu periode tahun buku. Koreksi Atas Laba / Rugi Tahun-Tahun Yang Lalu Di dalam persekutuan. 15 .dan dapat diidentifikasikan. cukup ditutup atau dibebebankan kepada laba (rugi) tahun yang berjalan. 4. Gaji Pemilik dan atau Bunga Modal Di Atas Jumlah Laba Bersih Gaji pemilik dan bunga modal dari masing-masing anggota harus diperhitungkan lebih dahulu dalam pembagian laba baik perusahaan itu memperoleh keuntungan maupun mengalami kerugian. masalah yang dihadapi dalam koreksi laba (rugi) ialah pengaruhnya terhadap hak pemilikan dan bagian atas laba (rugi) kepada masing-masing pribadi anggota (pemilik). Pada umumnya tiga alternatif berikut ini dapat dipakai untuk menyelesaikan penyesuaian alokasi atas laba (rugi) tahun-thaun yang lalu : 1) Jumlah koreksi laba (rugi) yang relatif kecil. asal tidak mempengaruhi secara material terhadap hak-hak pemilikan (saldo modal) dari masing-masing anggota pemilik.dan sulit diidentifikasikan.

000 3.000.000 Rp 15.000. Dengan kata lain perubahan ketentuan pembagian laba. dengan menonjolkan hak pemilikan tiap-tiap anggota melalui rekening modalnya secara terpisah.000. SOAL DAN JAWABAN Soal 15-2 Perjanjian Persekutuan antara Anita dan Danu memiliki ketentuan sebagai berikut. sebagian besar ketentuan di dalam penyusunan neraca pesekutuan tidak berbeda dengan neraca perusahaan pada umumnya.000 Rp 30.000 dan (b) Rp 20. Hal ini dianggap penting agar perimbangan hak-hak pemlikan setelah berlakunya ketentuan yang baru tetap dapat dipertahankan. 4. Keterangan Anita Danu Total Perentase Keuntungan 70% 30% 100% Modal rata-rata Rp 50. kemungkinan akan mengakibatkan keuntungan pada sebagian pemilik dan kerugian bagi sebagian pemilik lainya dari posisi aktiva sebelum ketentuan baru itu mulai berlaku. maka terlebih dahulu harus diadakan penilaian kembali terhadap aktiva perusahaan sebelum ketentuan yang baru mulai berlaku.000) (10%) Gaji Rp 25.000.000.000.000 Laba bersih Rp 80. Perubahan Ratio Pembagian Laba (Rugi) Apabila para anggota pemilik bersepakat untuk mengadakan perubahan ketentuan pembagian laba (rugi) perusahaan. kemungkinan berlaku surut.000 Bunga atas Modal Rata-Rata Rp 5.000. 2. Anita dan Danu akan mendapatkan gaji masing-masing Rp 25. Peubahan ketentuan pembagian laba (rugi) tanpa diikuti penilaian kembali aktiva.000 Jawaban : a).000) 16 .000 Diminta: Buatlah skedul pembagian laba dengan mengasumsikan laba persekutuan adalah (a) Rp 80.000 dan Rp 15.000. Modal rata-rata Anita adalah Rp 50. 1. 3) Neraca.000.000. Kecuali penyajian pada sisi passive di dalam neraca persekutuan menggunakan dasar “konsep pemilik (proprietary concept)”. Sisal laba rugi akan dibagi antara Anita dan Danu dengan rasio 70:30.000 Rp 3.000.000 dan Danu Rp 30.000 (Rp 8.000. 7.000.000.000. Masing-masing sekutu akan mendapatkan 10 persen dari modal rata-rata.000 (Rp 40.

maka wewenang para sekutu untuk menjalankan perusahaannya juga berakhir. Rp 32.000 Rp 9. Seorang dapat memperoleh kepentingan dalam persekutuan firma lewat : a.400.000) (10%) Gaji Rp 25.000) Sisa Pendapatan (defisit) .000.000) Rp 28.000 Laba bersih Rp 20. Jika semua sekutu setuju untuk menerima seorang pembeli kepentingan sebagai sekutu.000 (Rp 8. . Sisa Pendapatan .600.000 (Rp 32. Misalnya.000.000 Total Rp 10. maka perusahaan dapat dilanjutkan sebagai persekutuan firma baru.000.600. Walaupun pembubaran ini mengakhiri asosiasi perorangan – perorangan untuk tujuan awal mereka.000 Rp 30.000 Rp - 27.000. (Rp 28. namun hal ini tidak berarti pembubaran perusahaan atau bahkan hambatan dalam kelangsungan hidupnya.400.000 Rp 15.000 (Rp 40. persekutua harus dibubarkan atau diakhiri usahanya ? Jelaskan bagaimana persekutuan dapat membeli kepentingan sekutu yang yang mengundurkan diri dari persekutuan ? Jawaban : Dengan masuknya seorang sekutu kerja yang baru atau keluarnya sekutu kerja atau meninggalnya seorang sekutu maka akan membubarkan persekutuan bersama persekutuan.000. maka 17 . Suatu persekutuan dikatakan bubar apabila persetujuan awal para sekutu untuk menjalankan usaha bersama – sama dilanggar dan tidak berlaku lagi. Masuknya sekutu baru dengan membeli kepentingan sekutu lama.600.400.000.000 b).000. pengunduran diri salah seorang sekutu atau lebih lewat penjualan kepentingannya dapat membubarkan persekutuan.000. .000 Alokasi 70%:30% Rp 22.000.000.000.000 Alokasi 70%:30% (Rp 19.000. yang terdiri dari sekutu – sekutu yang ada ataupun sekutu – sekutu yang ada ditambah dengan masuknya seorang sekutu baru. Jika seorang sekutu meninggal atau mengundurkan diri.000) Rp Total Rp 52.000.400.000 Rp 3.000 Rp 9. Keterangan Anita Danu Total Perentase Keuntungan 70% 30% 100% Modal rata-rata Rp 50.000 Bunga atas Modal Rata-Rata Rp 5.600. Dengan bubarnya persekutuan firma.000 Rp - Soal P 15 – 9 Apakah jika ada sekutu yang keluar.000) (Rp 8.

b. Perolehan kepentingan lewat investasi. hal ini akan membubarkan persekutuan firma yang lana dan menciptakan persekutuan firma baru. 18 . Apabila seseorang memperoleh kepentingan dengan melakukan investasi. maka aktiva dan modal persekutuan firma akan bertambah.