You are on page 1of 13

1.

PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERSEKUTUAN
Ketika persekutuan secara hukum rismi didisolusi baik dengan masuknya sekutu baru
atau dengan berhenti atau meninggalnya sekutu lama. Suatu perjanjian persekutuan baru
perlu dibuat untuk kelanjutan usaha persekutuan. Namun, apakah aktiva dari usaha
persekutuan yang sedang berlangsung harus dinilai ulang? Pendekatan penilaian kembali
mengacu pada prosedur goodwill, sedangkan pendekatan tanpa penilaian mengacu pada
prosedur bonus.
Penyerahan kepemilikan ke pihak Ketiga
Persekutuan tidak didisolusi jika sekutu menyerahkan kepemilikannya dalam
persekutuan kepada pihak ketiga karena penyerahan ini sendiri tidak mengubah hubungan
antarsekutu. Apabila si penerima tidak menjadi sekutu, perubahan satu-satunya yang
dibutuhkan pada buku persekutuan adalah transfer modal sekutu yang memberi ke si
penerima.
Sebagai penyerahan kepemilikan Marko sebesar 25% ke Koni pada persekutuan Koni
Marko dicatat sebagai berikut :
Modal Marko xxx
Modal Koni xxx
Jumlah modal yang ditransfer sama dengan jumlah yang dicatat untuk modal Marko saat
diserahkan, dan itu juga tidak berhubungan dengan perhitungan yang diterima Marko atas
25% kepemilikannya.
Masuknya Sekutu Baru
Sekutu baru dapat diterima dengan kesepakatan bersama antarsekutu lama.
Persekutuan lama didisolusi dan perjanjian yang baru diperlukan untuk operasi persekutuan
selanjutnya. Jika tidak ada perjanjian yang baru, maka seluruh laba dan rugi dalam
persekutuan yang baru dibagi secara merata.
Seseorang bisa menjadi sekutu dalam sebuah persekutuan yang telah berjalan dengan
cara membeli kepemilikan satu atau lebih sekutu lama dengan persetujuan seluruh sekutu
lama yang lain, atau dengan cara menginvestasikan sejumlah uang atau sumber daya ke
dalam persekutuan. Untuk kedua cara tersebut, buku persekutuan harus ditutup untuk
memperbaharui perkiraan modal sebagai antisipasi perjanjian persekutuan yang baru. Namun,
situasi ini berbeda jika persekutuan tidak menerima sumber daya saat pihak ketiga membeli
kepemilikan langsung dari sekutu lama, tapi ia menerima sumber daya baru saat pihak ketiga
menjadi sekutu melalui investasi langsung dalam persekutuan.

buku persekutuan ditutup.000.000. Persekutuan lama didisolusi.000. Ayat jurnal yang harus dibuat untuk mencatat transaksi kepemilikan Alfa ke Cakra adalah: Modal Alfa Rp 25.000 (Mencatat masuknya Cakra ke dalam persekutuan dengna membeli setengah kepemilikan Alfa) Pada kasus ini.000.25). maka penilaian ulang tidak diperlukan.2.000 Modal Cakra Rp 25. pembayaran Cakra Rp 25. Cakra membeli setengan kepemilikan Alfa sebesar Rp 25. dan Cakra terdiri dari Alfa dan Cakra masing-masing memiliki 25% kepemilikan dalam modal dan laba persekutuan baru. modal dan kepemilikan disamakan sebelum dan sesudah masuknya Cakra. Yaitu. goodwill tidak boleh dicatat sampai seluruh aktiva yang dapat diidentifikasi disesuaikan ke nilai wajar mereka.000. dan bukti-bukti mengindikasikan bahwa aktiva bersih dari persekutuan lama dinilai secara benar. persekutuan yang baru Alfa. Oleh sebab itu.000.000 (Rp 25. jumlah yang disesuaikan diamortisasi atau didepresisasi selama sisa umur aktiva. Penilaian Ulang/Cara Goodwill Saat aktiva dinilai ulang dan goodwill dicatat. pendekatan ini dapat dibandingkan dengan pendekatan yang . Meskipun cara penilaian ulang biasanya mengacu pada cara goodwill. PEMBELIAN KEPEMILIKAN DARI SEKUTU LAMA Dengan persetujuan dari seluruh sekutu yang ada. Baleno. Apabila perkiraan modal disamakan dengan rasio pembagian laba rugi sebelum dan sesudah masuknya sekutu baru. goodwill harus diamortisasi maksimum selama 40 tahun. Misalnya Alfa dan Baleno adalah sekutu dengan saldo modal masing-masing Rp 50.000.000/0. sekutu baru dapat diterima masuk ke dalam persekutuan dengan membeli kepemilikan langsung dari sekutu lama.000 untuk 25% kepemilikan dalam modal dan pendapatan persekutuan yang akan datang mengimplikasikan nilai total persekutuan Rp 100.000 dan mereka membagi laba rugi secara merata. Apabila aktiva dinilai ulang dan perkiraan aktiva tak berwujud disesuaikan. aktiva bersih dari persekutuan lama mungkin dinilai secara benar. Karena aktiva bersih persekutuan lama dicatat sebesar Rp 100.000.000.000. dan perjanjian yang baru digunakan untuk kegiatan operasi persekutuan selanjutnya.

500. Pada kasus ini tiap sekutu lama mendapat Rp 2.500.000.333. Perkiraan modal sekutu baru dikredit untuk 1/3 kepemilikan dalam modal Rp 130.333.000 Modal Baleno Rp 22.333 Modal Bobbi Rp 3.000 dari persekutuan baru dan perbedaan antara investasi dan kredit modal sekutu baru dialokasikan ke perkiraan modal sekutu lama sesuai dengan perjanjian pembagian laba rugi lama.000. aktiva bersih persekutuan naik hanya sejumlah investasi baru.000 yakni nilai aktiva yang tidak dicatat yang akan diakui sebagai keuntungan Cakra untuk alokasi laba di masa yang akan datang.333.000.000 Modal Andri Rp 3.500.000 akibat lebihnya jumlah modal yang ditransfer (Rp 25.000.000.000 ini untuk Alfa dan Baleno menggambarkan setengah dari Rp 10.000 yang diterima dari Cakra terlihat seimbang.500. Situasi ini mengacu sebagai bonus kepada sekutu lama karena sekutu lama menerima .500.000 Modal Cakra Rp 45. maka jurnal yang dibutuhkan untuk mencatat masuknya Charli ke dalam persekutuan adalah: Kas Rp 50.000 Karena modal dan hak dalam jumlah yang sama ditransfer oleh Alfa dan Baleno kepada pembagian Rp 50.000 modal yang ditransfer). Aktiva Persekutuan tidak Dinilai Ulang (Bonus kepada Sekutu Lama) Apabila sekutu memutuskan untuk tidak melakukan penilaian ulang.000 yang diterima dikurangi Rp 22. jurnal tunggal cukup untuk mencatat transfer itu: Modal Alfa Rp 22. Tanpa Penilaian Ulang/Cara Bonus Apabila aktiva persekutuan baru tidak dinilai ulang.333 Modal Charli Rp 43. Kelebihan Rp 2. tetapi modal dalam jumlah yang sama harus ditransfer ke Cakra.334 (untuk mencatat investasi Charli dalam persekutuan dan memberikan Andri dan Bobbi bonus atas nilai aktiva yang tidak tercatat) Pada kasus ini.000.digunakan untuk mencatat penggabungan usaha yang menggunkan metode pembelian atau akuisisi divisi yang beroperasi atau kelompok aktiva.

Prosedur goodwill dan bonus dapat diperbandingkan dalam hal bahwa setiap sekutu akan menerima Rp 50.000 bila perusahaan dijual untuk harga Rp 150. Apabila jumlah yang diinvestasikan oleh sekutu baru mengimplikasikan bahwa persekutuan lama memiliki nilai aktiva yang tidak tercatat. Meskipun bukti-bukti yang mendukung penilaian ulang tidak selalu meyakinkan. maka ada implikasi bahwa sekutu baru membawa goodwill ke dalam persekutuan.000. Juga. membawa klien atau bakat individu untuk keuntungan persekutuan di masa mendatang. Apabila kepemilikan yang diberikan kepada sekutu baru lebih besar dari jumlah yang diinvestasikannya dan aktiva berwujud persekutuan lama dicatat pada nilai wajarnya.kredit modal untuk sebagian dari investasi sekutu baru. Investasi Persekutuan pada Nilai Buku . penilaian ulang yang berdasarkan harga yang dibayar oleh sekutu yang baru masuk memiliki keunggulan dalam pembentukan modal untuk sekutu tersebut yang sama dengan jumlah yang ia investasikan. Keputusan untuk menilai ulang atau tidak aktiva persekutuan ketika sekutu baru masuk melalui pembayaran kepada sekutu yang telah ada. INVESTASI DALAM PERSEKUTUAN YANG TELAH ADA Sekutu baru diterima dalam persekutuan baik melalui investasi kas atau aktiva lain. Persekutuan lama secara resmi didisolusi dan investasi sekutu baru dicatat berdasarkan isi perjanjian persekutuan yang baru. tidak begitu penting dibandingkan dengan pertimbangan modal mengenai transfer modal dan distribusi kas. Perlakuan yang dapat diperbandingkan terhadap seluruh sekutu merupakan tujuan dari penilaian ulang aktiva.000. 3. jumlah modal yang ditransfer dan alokasi kas lebih mudah ditentukan jika aktiva dinilai ulang karena keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan persekutuan lama secara formal dicatat dalam pembukuan. penilaian total atas usaha baru yang berdasarkan investasi sekutu baru cukup beralasan.000.

000.000. Investasi Sadguna dicatat pada buku persekutuan : Kas Rp. Sadguna setuju untuk menginvestasikan Rp.000 (menilai ulang aktiva persekutuan lama yang didasarkan pada jumlah investasi Sadguna) Kas Rp.30.60.40. 40.60.000.000.30.000 ditambah investasi baru Rp.000.000 dikurangi aktiva tercatat Rp.000 Modal Sadguna Rp.000 (mencatat investasi Sadguna dalam persekutuan untuk 1/3 kepemilikan modal dan laba) Saldo Modal (dalam ribuan) .000. nilai lebih dari total aktiva Rp. 30.120.000.000 untuk 1/3 kepemilikan dalam Rp.40.000.000.000 Modal Santi Rp.000 (mencatat investasi kas Sadguna Rp.000.000). Santi dan Indra memiliki saldo modal @ Rp.000 Modal Sadguna Rp.000.10.000.000. jurnalnya : Goodwill Rp. 30.000.120.000.000.000.000.000 Modal Indra Rp.40.10. 20. Total aktiva dari persekutuan baru Rp. Indra dan Sadguna dengan membayar kas Rp.20.000 (aktiva Rp. 30.000. 40. Mereka sepakat untuk menerima Sadguna untuk 1/3 kepemilikan dan pembagian laba persekutuan baru Santi. membagi laba sama rata.000 dan membagi laba sama rata. maka ada implikasi bahwa persekutuan lama memiliki nilai aktiva tak tercatat.000 dan nilai aktiva tak tercatat menjadi Rp.000.000.000.000.000. 40.100. jika aktiva dinilai ulang.000.000 untuk 1/3 kepemilikan dalam modal dan laba persekutuan) Aktiva Persekutuan Dinilai Ulang (Goodwill untuk Sekutu Lama) Asumsikan Santi dan Indra memiliki saldo @ Rp. sepakat untuk menerima Sadguna untuk 1/3 kepemilikan dalam modal dan laba persekutuan baru dengan menginvestasikan kas Rp. 30.000.000 aktiva tercatat ditambah investasinya Rp.

000 Rp.333.60.333.3 1/3 Rp.100.30.333.33.33.20.40.10.333.40.33.40.000 1/3 Indra Rp.333.3.000 Rp.333.000 Rp. 40.000 Rp.000 Rp.40.80.000 1/3 Rp.000 Rp.40.3.000 Aktiva Persekutuan Dinilai Ulang (Goodwill untuk Sekutu Baru) .30.000 Rp.333 Modal Sadguna Rp.000 Rp.30.3 1/3 Sadguna Rp.40.333.000 1/3 Sadguna Rp.334 (mencatat investasi Sadguna dalam persekutuan dan memberikan Santi dan Indra bonus atas nilai aktiva yang tidak tercatat) Saldo Modal (dalam Ribuan) Modal Per Buku Investasi setelah investasi Santi Rp.40.40.30.3 1/3 Indra Rp.000 Rp.33. Sebelum Setelah Modal penilaian Penilaian penilaian Investasi setelah ulang ulang ulang baru transfer Santi Rp.333.000 Rp.000 Rp.333 Modal Indra Rp. maka jurnalnya : Kas Rp.60.10.3.333.120.000 Rp.000 Rp.000 1/3 Aktiva Persekutuan tidak Dinilai Ulang (Bonus untuk Sekutu Lama) Apabila sekutu memutuskan untuk tidak melakukan penilaian ulang.3.3 Rp.000 Rp.000.3 Rp.000 Modal Santi Rp.000 Rp.3 Rp.33.

000) karena mereka mengharapkan total kontribusi Sadguna melebihi investasi kasnya. Masuknya Sadguna kedalam persekutuan dengan menggunakan prosedur bonus : Kas Rp.333. maka kelebihan Rp.000.000) Saldo Modal (dalam ribuan) .000 Modal Santi Rp.000.000.2.000 Modal Indra Rp.000 Goodwill Rp.40.43.60.000.000.000. Santi dan Indra harus setuju memberikan Sadguna 42% kepemilikan dalam Rp.000.100.000 = Rp.000 + investasi baru Rp.000. perbedaan sebesar Rp.000.42.000 aktiva tercatat ditambah investasinya Rp.333 Modal Sadguna Rp. 42.00. 1.000.60.000.000.333.40. Karena aktiva persekutuan tidak dinilai ulang. 1.000 yang dikredit ke perkiraan Sadguna harus dikurangkan juga ke perkiraan modal Santi dan Indra sesuai dengan ratio pembagian laba rugi lama.000.000.40.000 antara kredit modal Sadguna dan investasinya Rp.40.000.103.000 + goodwill Rp.000 dan 42% kepemilikan Sadguna sebesar Rp.3.000 (42% x Rp.000 Modal Sadguna Rp. Asumsikan Santi dan Indra menerima Sadguna ke dalam persekutuan untuk 42% kepemilikan dalam modal dan laba dengan investasi Rp.000.000. Aktiva Persekutuan tidak Dinilai Ulang (Bonus untuk Sekutu Baru) Total aktiva dari persekutuan Rp.000 untuk kepemilikan 42% dengan bonus Rp.333 (mencatat masuknya Sadguna dengan 42% kepemilikan dalam modal dan laba) Total modal persekutuan baru Rp.000 dianggap bonus untuk Sadguna. Ada implikasi bahwa Sadguna membawa goodwill ke dalam persekutuan.333.000.333. 40.40. 100.2. Jurnal Masuknya Sadguna : Kas Rp.333). 2.40.3. 42.000.000.000 (mencatat investasi Sadguna Rp.333 (modal lama Rp.

000 Rp.000) Rp.40. setiap penilaian ulang yang berhubungan dengan modal sekutu lama harus didasarkan pada investasi sekutu baru.(1. maka mereka dapat menspesifikasikan bahwa modal persekutuan ditentikan dengan berpatokan pada modal persekutuan lama atau investasi sekutu baru. 4. DISOLUSI PERSEKUTUAN KARENA MENINGGAL ATAU PENGUNDURAN DIRI .000 42% Rp. tanpa melihat apakah perjanjian mengimplikasikan bonus atau goodwill ke sekutu lama atau sekutu baru. Masalah konseptual muncul ketika kondisi yang dispesifikasikan tidak diikuti.000 29% Indra Rp 30.29.000) Rp. Modal Per Buku Investasi setelah transfer Santi Rp 30.000 29% Sadguna Rp.(1.000 Rp. jika investasi sekutu baru sama dengan modal yang dikreditkan pada sekutu baru maka tidak ada bonus (atau goodwill) b.000 Rp.60.42. jika investasi sekutu baru lebih kecil dari modal yang dikreditkan pada sekutu baru maka bonus kepada sekutu baru (atau goodwill jika aktiva dinilai ulang) Karena jumlah modal persekutuan lama tidak memberikan dasar untuk penilaian ulang modal sekutu lama.100. jika investasi sekutu baru lebih besar dari modal yang dikreditkan pada sekutu baru maka bonus pada sekutu lama (atau goodwill jika aktiva dinilai ulang) c. Masalah – Masalah Konseptual dalam Mencatat Investasi Persekutuan Oleh karena sekutu dapat memilih dan menyetujui penilaian persekutuan yang diinginkan.29.000 Rp.42.000 Dasar Penilaian Ulang Prosedur penilaian ulang / goodwill dan tanpa penilaian ulang / bonus merupakan pendekatan alternatif untuk mencatat perubahan dalam kepemilikan persekutuan melalui investasi langsung pada persekutuan yang telah ada. Adapun analisisnya : a.000 Rp.

dan (3) sekutu yang mengundurkan diri menerima jumlah yang lebih kecil daripada modal akhirnya. atau persekutuan bisa juga berhenti / bubar secara hukum dan secara bisnis. 20% dan 40% . Cica. Untuk lebih jelasnya.000 100% 100% Pembayaran Lebih Kepada Sekutu yang Mengundurkan Diri . Berhentinya persekutuan secara bisnis disebut juga likuidasi. Bila sekutu mengalami kondisi kedua dan/atau ketiga. dan Dadi adalah sekutu dengan rasio pembagian laba masing-masing 40%. mari kita lihat pada contoh berikut.000.000 40% 40% Total Modal Rp 200.000.Pengertian Disolusi persekutuan ialah berubahnya hubungan sekutu yang menyebabkan berhentinya persekutuan secara hukum. Penyelesaian Akuntansi Mengenai Disolusi Pencatatan mengenai penyelesaian akhir akuntansi tergantung kepada 3 (tiga) kondisi berikut. Diasumsikan bahwa Boni. (2) sekutu yang mengundurkan diri menerima jumlah yang lebih besar daripada modal akhirnya. 80. Dengan disolusi. maka ayat jurnal yang diperlukan adalah mengurangkan perkiraan modalnya dan mengkredit kas.000.Modal dan besarnya kepemilikan dari ketiga sekutu pada saat Dadi mengundurkan diri adalah sebagai berikut: Saldo Persentase Persentase Modal Modal Laba Rugi Boni Rp. persekutuan tetap bisa berjalan terus dengan perjanjian baru. Jika sekutu mengalami kondisi pertama.50.000 25% 20% Dadi Rp.000 35% 40% Cica Rp.000. yaitu (1) sekutu yang mengundurkan diri menerima jumlah yang sama dengan saldo akhir modalnya.70. dan Dadi memutuskan untuk mengundurkan diri. cara penilaian ulang/goodwill dan cara tanpa penilaian ulang/bonus memberikan alternatif akuntansi untuk penyelesaian.

modal keseluruhan persekutuan dinilai ulang.000. modal keseluruhan persekutuan dinilai sebagai berikut: Goodwill (aktiva lain-lain) Rp30. dimana dalam kasus diatas didasarkan pada kelebihan pembayaran sebesar Rp12.000. Bonus untuk Sekutu yang Mengundurkan Diri Penarikan yang dilakukan Dadi dari persekutuan dengan cara bonus dicatat sebagai berikut: Modal Dadi Rp80.000.000.000 Kas Rp92.000 Kas Rp92.000 Modal Cica 4. Goodwill sama dengan Kelebihan Pembayaran Dicatat Metode kedua untuk mencatat penarikan Dadi ialah dengan mencatat kelebihan kas yang dibayarkan pada Dadi sebesar Rp12.000 Modal Cica 6. yaitu: 1.000 dari sisa modalnya sebagai goodwill dengan jurnal: Modal Dadi Rp80.000.000 Goodwill 12.000 untuk kepemilikannya dalam persekutuan pada penyelesaian akhir.000. tidak mencakup kepemilikan Boni dan Cica.000 yang dikurangkan dari modal Boni dan Cica dengan rasio pembagian laba masing-masing 40:20.000. sekutu sepakat bahwa usaha dinilai terlalu rendah dalam buku persekutuan dan bahwa Dadi akan dibayar sebesar Rp92.000 Jurnal ini menggambarkan bonus yang diberikan kepada Dadi sebesar Rp12.000.000 Pengunduran diri Dadi dicatat dengan: . Dengan metode ini.000.000.000. 2.000.000 Modal Dadi 12. Kelebihan pembayaran ini dicatat bisa dicatat dengan tiga metode. 3.000.000 . Penilaian Ulang Modal Persekutuan Total Berdasarkan Kelebihan Pembayaran Melalui pendekatan ketiga ini.000.000.000 Modal Boni Rp12.000 Modal Boni 8.000 Pendekatan ini dinilai tidak konsisten dan tidak logis karena hanya menilai ulang atas kepemilikan Dadi dalam aktiva persekutuan. Berdasarkan pada ilustrasi diatas.

000 dari saldo modal akhirnya mengindikasikan bahwa modal persekutuan yang berjalan dinilai terlalu tinggi sebesar Rp20.000.333.000.000.000 Modal Dadi 8.000.000 Modal Cica 4. pendekatan alternatif ini akan membawa hasil yang salah.667 Kas 72. Pembayaran kepada Sekutu yang Mengundurkan Diri Lebih Kecil dari Saldo Modal Anggaplah Dadi dibayar Rp72.000 Aktiva Bersih Rp20.000.000.000.000 Modal Dadi Rp72.666. BAB III . Jika penyamaan ini tidak ada.333 Modal Cica 2.000 .000 Bonus dihitung dari kelebihan saldo modal Dadi atas kas yang dibayar oleh persekutuan untuk 40% kepemilikannya.000.000 Kas Rp92. Aktiva dinilai Terlalu Tinggi Diturunkan Pembayaran pengunduran diri Dadi lebih rendah Rp8. Penilaian ulang dan pembayaran kepada Dadi dicatat sebagai berikut: Modal Boni Rp8.000.000 Kas Rp72.000 Modal Boni Rp 5. Modal Dadi Rp92.000.000.000.000 2.000.000 Pendekatan ini dapat diterima apabila modal dan kepemilikan dari sekutu yang mengundurkan diri disamakan.000 pada penyelesaian akhir untuk kepemilikannya dalam persekutuan. Pada kasus ini. ketiga sekutu setuju bahwa bisnis bernilai lebih rendah dari nilai bukunya. 1. pengunduran diri Dadi akan dicatat dengan cara bonus sebagai berikut: Modal Dadi Rp80. Bonus untuk Sekutu yang Melanjutkan Apabila bukti-bukti yang mengindikasikan bahwa modal persekutuan dinilai dengan wajar.

membawa klien atau bakat individu untuk keuntungan persekutuan di masa mendatang. persekutuan tetap bisa berjalan terus dengan perjanjian baru. Dengan persetujuan dari seluruh sekutu yang ada.1 Kesimpulan Ketika persekutuan secara hukum rismi didisolusi baik dengan masuknya sekutu baru atau dengan berhenti atau meninggalnya sekutu lama. Sekutu baru diterima dalam persekutuan baik melalui investasi kas atau aktiva lain. buku persekutuan ditutup. Disolusi persekutuan ialah berubahnya hubungan sekutu yang menyebabkan berhentinya persekutuan secara hukum. atau persekutuan bisa juga berhenti / bubar secara hukum dan secara bisnis. aktiva bersih dari persekutuan lama mungkin dinilai secara benar. Apabila perkiraan modal disamakan dengan rasio pembagian laba rugi sebelum dan sesudah masuknya sekutu baru.2 Saran Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah yang kami buat ini. PENUTUP 3. Suatu perjanjian persekutuan baru perlu dibuat untuk kelanjutan usaha persekutuan. Dengan disolusi. Berhentinya persekutuan secara bisnis disebut juga likuidasi. Persekutuan lama secara resmi didisolusi dan investasi sekutu baru dicatat berdasarkan isi perjanjian persekutuan yang baru. sekutu baru dapat diterima masuk ke dalam persekutuan dengan membeli kepemilikan langsung dari sekutu lama. karena itu kami menerima segala bentuk kritik dan saran yang bersifat membangun. dan perjanjian yang baru digunakan untuk kegiatan operasi persekutuan selanjutnya. 3. . Persekutuan lama didisolusi.

Richard E. Valdean C. Yanti. Lembke. 2010. DAFTAR PUSTAKA Beams.tips/documents/perubahan-kepemilikan-persekutuan-55cac72f427af. dan Amir Abadi Jusuf.html) diakses pada 19 Februari 2018 . (https://dokumen. Floyd A. King. Akuntansi Keuangan Lanjutan (Perspektif Indonesia) Buku 1. Akuntansi Keuangan Lanjutan di Indonesia. Ferra. Jakarta: Salemba Empat. 2015. Jakarta: Salemba Empat. 2000. Perubahan Kepemilikan Persekutuan. Baker. Thomas E.