You are on page 1of 6

IJPST Volume 1, Nomor 1, Juni 2014

Formulasi dan Evaluasi Tablet Alprazolam 1 mg
Yuti Mutiawati2, Taofik Rusdiana1, Fitrileni2, Anis Khoirunisa1
1
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
2
Unit Riset dan Pengembangan PT. Kimia Farma, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Abstrak
Alprazolam merupakan obat golongan benzodiazepine yang digunakan untuk menangani gangguan
anxietas jangka pendek, pengobatan gangguan kepanikan, dengan atau tanpa agographobia. Beberapa
faktor dapat berpengaruh dalam kecepatan melarut obat dari sediaan tablet, yang berdampak pada
ketersediaan hayatinya, antara lain ukuran kristal zat aktif, mekanisme dan kecepatan hancurnya tablet,
metode granulasi, jenis dan jumlah penggranul, jenis, jumlah dan metode inkorporasi zat penghancur
dan pelincir, proses dan formulasinya. Tujuan dari penelitian adalah menyiapkan dan mengevaluasi
tablet alprazolam 1 mg, dengan metode granulasi basah, bahan pembantu yang digunakan adalah
amilum maydis dan laktosa sebagai pengisi, Natrium lauril sulfat sebagai pengikat kelarutan, sodium
starch glycolat sebagai penghancur, eritrosin CI 45430 sebagai pewarna, polivinil pirolidon K 30
sebagai pengikat dengan variasi konsentrasi, etanol 95% sebagai pembasah, talkum, silikon dioksida
koloidal, dan magnesium stearat sebagai pelincir dan antilengket, pemeriksaan yang dilakukan
terhadap massa granul: kadar air, waktu alir, sudut istirahat, kompresibilitas, distribusi ukuran partikel,
dan dilakukan pemeriksaan sediaan tablet dan terhadap formula yang dipilih dilakukan uji disolusi
terbanding dan uji bioekivalensi dibandingkan terhadap tablet innovator alprazolam 1 mg, dengan
hasil memenuhi persyaratan.

Kata kunci: Alprazolam, uji bioekivalensi, uji disolusi terbanding

Formulation and Evaluation of 1 mg Alprazolam Tablet
Abstract
Alprazolam is benzodiazepines drug which used to manage short-term anxiety disorder, also used for
the treatment of panic disorder, with or without agographobia. Many factors can affect drug
dissolution rates from tablets, hence possibly drug bioavailability- including the crystal size of the
drug, tablet disintegration mechanisms and rates, the method of granulation, type and amount of
granulating agent employed, type, amount and method of incorporation of disintegrants and lubricants
and other formulation and processing factors. The aim of the study was to prepare and evaluate
alprazolam tablets with dosage strengths 1 mg, with wet granulation method, as an adjuvant used: corn
starch and lactosa sebagai filler, sodium lauril sulfat as solubilizer, sodium starch glycolat as
desintegrant, Erytrocin CI 45430 as colloring, polivinyl pirolidon K 30 as binder with variatrion
concentration, ethanol 95% as wetting agent, talc, silicon dioksida coloidal and magnesium stearat as
glidant and antiadherent, test for the granule are particle distribution, water content, angle of repose,
bulk density, taped density, apparent density (compressibility), and test for the tablet dosage are
description of tablet, wight uniformity, hardness, desintegration time, content uniformity, disolution,
for the selected formula tested the comparison of disolution and bioequivalence to 1 mg Alprazolam
tablet innovator, the results obtained, that the tablet alprazolam 1 mg, are meet the requirements.

Keywords: Alprazolam, bioequivalence test, dissolution comparison test

Korespondensi: Yuti Mutiawati
ymutiawati@yahoo.com
26

50 0. India). povidon.05 Mg stearat 0.03 0.9 jam) pada orang dewasa yang sehat. dan polivinil alprazolam.00 0.50 0.50 g FDC blue No.00 2. Nomor 1.005 0.50 0. dapat dilihat pada Tabel 1. cross pirolidon K 30 (ISP Tch Inc).0 mg.74 58. Plasma pengujian bioekivalensi.00 0. kadar puncak yang paling banyak digunakan karena memiliki teramati antara 8. terutama pada serum Kualitas sediaan farmasi tergantung albumin secara in vitro. keamanan dan khasiat bagi suatu Private Limited. Metode zat penghancur dipilih sodium starch tersebut dilakukan terhadap ketiga formula.00 1.005 0. aerosil dalam merancang formula dari tablet (Cabot. dan F3) kollidon K 30.20 Aerosil 1.00 2. IJPST Volume 1. sodium starch glycolate (Avebe.005 0. bentuknya yang kompak dan Alprazolam akan terikat pada protein mudah dalam proses produksinya.00 33. Italy). evaluasi massa cetak. dan pengemasan sebagai jaminan ini meliputi alprazolam (Centaur Chemical efikasi. USA). Juni 2014 Pendahuluan level adalah tingkat proporsional dengan dosis yang diberikan.2.1 serum sebanyak 80%. meliputi kualitas dari bahan aktif dan juga bahan pembantu yang Metode digunakan serta berkaitan dengan formula sediaan.00 5. seperti cross carmelose.00 L Sodium starch glycolat 2.00 2. dan tiga variasi konsentrasi Formula tablet alprazolam (F1.005 0.00 1.03 0. Konsentrasi plasma skala pilot. dan natrium starch glycolat.0 ng/mL hingga 37 beberapa keuntungan.25 0.6 pada beberapa faktor.05 27 . teknologi proses produksi. amilum maydis (Cerestar).974 Amilum maydis 33. evaluasi maksimum akan tercapai dalam waktu sediaan tablet.50 0. glycolat5.20 Erythrocin CI 45430 0.50 0. pada penelitian sebelumnya digunakan natrium lauril sulfat (Cognis). 1 (Sensient Food Colors). dosis antara 0.30 Natrium lauril sulfat 0.00 0. magnesium stearat (Faci menilai faktor manfaat dan ekonomis dari Caraso. F2. 1 0. beberapa bahan pembantu yang digunakan.3 jam hingga dan anak-anak mengalami kesulitan dalam 26.00 1. yaitu mudah dalam ng/mL.50 0.005 0.00 0.3 mg Tablet merupakan bentuk sediaan yang sampai 3.10 Talkum 0.00 1.74 5.005 0.2 jam (sekitar 6. eritrosin Pemilihan bahan pembantu yang tepat CI 45430 (Sensient Food Colors). talkum (Osmanthus). antara satu sampai dengan dua jam. Formula yang Alprazolam mudah diabsorpsi di dalam terpilih selanjutnya dilakukan produksi saluran pencernaan. laktosa (Meggle. Waktu paruh dari alprazolam penggunaannya meskipun pasien orang tua adalah 11.10 Laktosa 59. Sumber alprazolam 1 mg sangat diperlukan dengan Kita Indah).025 Sodium starch glycolat 2.00 2.74 57. Holand). menelannya.30 Alkohol 95% 0.00 0. FDC Blue perbandingan bahan penghancur tablet No. dan Metode granulasi yang digunakan di hasilnya memenuhi syarat untuk ketiga zat dalam pembuatan tablet pada penelitian ini penghancur.3 Germany). uji disolusi terbanding.00 30. kontrol Bahan yang digunakan pada penelitian kualitas. produk. alkohol 95% (PT.03 3.25 0.00 3.00 4.25 0.7 Tabel 1 Formula Tablet Alprazolam 1 mg Formula per tablet Komponen Skala pilot (kg) F1 (mg) F2 (mg) F3 (mg) Alprazolam 1.4 pada penelitian ini sebagai adalah metode granulasi basah.50 g Kollidon K 30 3.

5 20078.21 31630. dan bawah) adalah pada rentang 2– caping.50 15.76 3348.21.25 80/100 (163μ) 1711. kandungan air akan berpengaruh terhadap Rata-rata ukuran partikel dari ketiga aktivitas pengikat dalam formula.97 3 Tebal 2.00 nilai tengah F1 F2 F3 45 17.50 17. Kompresibilitas yang baik dan sudut istirahat.1 660. dan bila 4%.2 886. 8 density. bila terlalu yang diperiksa dari beberapa titik (atas.4 635 Alas 6. Ketiga formula tersebut dievaluasi Pembahasan massa cetak dan bentuk sediaan tablet.6265316. yang akan berpengaruh terhadap diameter 6. dapat ditunjang oleh kadar air yang Hasil pengukuran distribusi ukuran memenuhi persyaratan dari setiap formula.45 9.80 17.60 1.09% 6 Waktu hancur Maksimum 15 menit 2 menit 27 detik 7 Kadar Alprazolam 90.50 6. kompresibilitas.72 (mesh) 30 39.52 15.00 mg X20= 100. akan memberikan kerapuhan. dan laminating dari tablet.6 mm. formula F1 dilakukan pemeriksaan lengkap Tablet alprazolam 1 mg dan tablet Tabel 4 Spesifikasi Tablet Alprazolam 1 mg No Jenis pengujian Persyaratan Hasil 1 Pemerian tablet Memenuhi Memenuhi 2 Keseragaman Bobot 100. granul masih lembab. pada diperoleh sudah baik.91 100/140 (127μ) 673.20 5.98 % 28 .73 170 1.76 mm X20= 2.03 4 Kekerasan 4060 N X5= 50.34 9 Disolusi.65 31365. berwarna ungu.00 100. yaitu 25 .94% 8 Keseragaman kadar 85. 30 menit Q> 80% 99. tapped penempelan massa pada punch dan dies.69 140/200 (90μ ) 873 871. sd= 2.36 120 1.50 10.9 Hasil yang o adalah F1.50 40. dengan granul. sd= 2. compressibility. di mana formula adalah 312. Evaluasi selanjutnya adalah nilai sudut Bentuk sediaan merupakan tablet flat istirahat yang berkaitan dengan sifat alir beveled edge.65 1. IJPST Volume 1.00 41.00 + 10.00 % 100.00 60/80 (213μ) 3301.71 45/60 (300μ) 5340 5250 5100 100 5.99 d rata-rata (μ) 312. Salah satu evaluasi dari granul adalah distribusi ukuran partikel. kering.90 1. sd= 0.00110.5 1703.4–6.4 80 10.00 Total 31262.00 % X10= 100. sd=1. nilai yang baik untuk sudut diperoleh hasil yang paling cepat hancur istirahat adalah 25o40o.3099 μ. kadar air granul. tengah.00 aritmatik 60 15.94.30 5.20 1.5 3305. Juni 2014 Tabel 2 Distribusi Ukuran Partikel (Kumulatif) Tabel 3 Distribusi Ukuran Partikel (Ukuran Berat) % Kumulatif Ukuran ayakan (mesh) F1 F2 F3 Ukuran ayakan Ukuran berat 18 1. Berdasarkan hal tersebut.6521 316.5 Total 100. dapat memberikan Parameter yang berpengaruh terhadap aliran yang buruk dan akan terjadi kompresibilitas adalah bulk density.63 6.8% 0. dan hausner ratio.35 1582.74 5 Kerapuhan Maksimum 0.00 100.26.3099 Hasil (Tabel 4).72 30/45 ( 470μ ) 19364 19575.85 1.6265 313. partikel disajikan pada Tabel 2 dan 3. Nomor 1. Pemeriksaan granul massa cetak meliputi.30 1. dari ketiga formula kualitas tablet.00115.75. nilai optimum kadar air akan memberikan Hasil ketiga formula untuk kadar air kompresibilitas yang baik.742.

30108.52 102. yang dihitung dengan terhadap waktu atau dari eksresinya dalam persamaan berikut: urine. Nilai faktor kemiripan atau f2 (50100) Penelitian ini disetujui oleh Komisi menunjukkan kesamaan atau ekivalensi Etik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Badan Pengawas Obat dan kedua kurva.53 AUC0-inf 311.24 299.37+145.8 3. Produk obat yang digunakan sirkulasi sistemik dalam bentuk utuh atau minimal 12 unit dosis. 15. Juni 2014 Tabel 5 Hasil Uji Disolusi Terbanding Tablet Tabel 6 Farmakokinetika Tablet Alprazolam Alprazolam terhadap Tablet Innovator Parameter Mean 90 CI (90%) F1 F2 farmakokinetika (%) Kondisi Keterangan Log Cmax 96. yang dan Tt adalah presentasi kumulatif obat mengikutsertakan 13 subjek dewasa sehat.52+0.2 5. Subjek dipuasakan semalam disolusi dari kedua produk tersebut. dan 60 obat yang mencapai atau tersedia dalam menit.06105.84 67.34 17. waktu Ketersediaan hayati adalah persentasi pengambilan sampel untuk produk obat dan kecepatan zat aktif dari suatu produk lepas cepat yaitu 10. acak. diukur dari kadarnya dalam darah kemiripan f2.92 Dapar pH 6.75+15.83 < 10% (50100)% Dapar pH 1. Pengujian cepat (>85% melarut dalam waktu kurang disolusi terbanding dilakukan dengan dari 15 menit dalam ketiga medium dengan metode basket pada 100 rpm atau metode metode uji disolusi yang dianjurkan).09 107.10 Parameter farmakokinetika yang dinilai dalam studi adalah luas area di ଵ଴଴ f2 = 50 log ቌ ቍ bawah kurva kadar terhadap waktu selama ∑೟స೙ ೟సభ [ೃ೟ష೅೟] మ ටଵ ା 72 jam (AUC0-t).73 265.92 29 .5 (dapar sitrat) tidak diperlukan.04 Memenuhi LogAUC0-inf 96. dan keesokan harinya diberi 1 (satu) tablet Karena produk “copy” dan juga produk alprazolam 1 mg (test) dan 1 (satu) tablet pembanding memiliki disolusi yang sangat alprazolam 1 mg innovator.56+0.32+5.66 Memenuhi Kesimpulan Uji disolusi terbanding: similar innovator dibandingkan.52+128. Nomor 1.98120.70 20. yang larut pada setiap waktu sampling dari berumur antara 18–55 tahun.76 Dapar pH 4. kadar puncak (Cmax) obat yang larut pada setiap waktu sampling dan waktu untuk mencapai kadar puncak (tmax) menggunakan rancangan menyilang.38 AUC0-t 271.10 dan pH 6.66 Tmax (h) 1. 30. yang berarti kemiripan profil Makanan RI.87+125. penjelasan mengenai metode penelitian. IJPST Volume 1.2 karena itu perbandingan profil disolusi (larutan HCl). sampel darah Tabel 7 Farmakokinetika Tablet Alprazolam–Tablet Innovator Parameter farmakokinetika Tablet alprazolam(n=13)(mean +SD) Tablet innovator (n=13) (mean + SD) Cmax (ng/mL) 17.84 59. dan diberikan produk uji (T=test). 45.8 (dapar fosfat).70 1.5 3. dari produk pembanding (R = reference).01+8.88 Memenuhi LogAUC0-t 97.97 67. larutan pH 4. oleh paddle pada 50 rpm dalam media pH 1.55 T1/2(h) 23. luas area di bawah kurva ೙ kadar terhadap waktu sampai waktu tak Di mana Rt adalah presentasi kumulatif terhingga (AUC0-inf). tersamar tunggal. profil disolusi aktif setelah pemberian produk obat dibandingkan dengan menggunakan faktor tersebut.20+5.84 100.35+125.

Arif MH. penelitian ini. Formulation and Evaluation of orally disintegrating Simpulan tablet of niacinamide. pula dengan uji ketersediaan hayati 2012. Nomor 1.2(10):26–36. 8. 30. Pharma Metric Labs. Tabel 6 dan Tabel 7. 2012 September. Bioequivalence of alprazolam Ucapan Terima Kasih sublingual tablet formulation and alprazolam immediate release tablet in Ucapan terima kasih kepada PT. periode wash out selama 1 minggu. 9. 36.2. Farma Tbk. Briens L. Razzak MSMI. Labadie RR. setelah 3. 14. Damle B. attributes and release profile of F2 (50–100) menunjukkan kemiripan paracetamol immediate release tablets. Effect of terhadap tablet alprazolam uji dan superdisintegrants on some physical innovator adalah memenuhi persyaratan.5(4):149–153. 45 menit. begitu Bangladesh Pharmaceutical Journal. 2. IJPST Volume 1. jam setelah pemberian obat.00. Gangale AA.3(3):292– tablet alprazolam 1 mg.15(1):89–94. Shakar AAM. Exploratory study Modifikasi pati singkong pregelatin on active pharmaceutical ingredient sebagai bahan pembawa cetak manufacturing for essential medicines.5. 2. Ambore SM. Bioequivalence study report. 30 . secara fisika dan 302. Gavit MM. komparatif terhadap innovator adalah 6. (IJPRS). 4. Radjaram A. kimia adalah memenuhi persyaratan. PT. 2012. 2013. 2013. The Pharma menggunakan UPLC-MSMS tertera pada Innovation. Hossain disolusi terbanding yang dilakukan MM. 4. Thakur. J Bioequiv Availab. 12. 4. Biological and Berdasarkan hasil pengujian sediaan Chemical Sciences. Betsch E. Daftar Pustaka Kimia Farma. 3. Tarabar S.1115 24. Kimia Farma. 7. 1.0477 0 -5 0 6 12 18 24 30 36 42 48 waktu dalam jam 54 60 66 72 Gambar 1 Profil Rata-rata Konsentrasi Plasma diambil pada jam. Setyawan D. 0. 15.15(1):65–74. Kadar obat diukur mungo husk powder. Kimia healthy volunteers. Uji 5. Narwal S. yang telah membantu 2013. Yusuf H. 2014. AAPS Pharmaceutical & Research Sciences PharmSciTech. Kuruganti U. Research Journal of Pharmaceutical. PT. Thakur RR. Indonesia. 1. Patil SG. Bumpas J. 2.5. Crouter A. antara kedua sediaan tablet tersebut. Washington DC: The World Bank. International Journal of pharmaceutical excipients. The Effect of of fast disintegrating tablets of moisture on the flowability of alprazolam. bioekivalen. 6. Reza MS. Crownover P. 1. Juni 2014 25 Plasma konsentrasi 20 15 Produk Inovator ng/ml 10 Produk Uji 5 4. Jakarta. Development of prosedur diulang dengan menggunakan pharmaceutical excipient from Vigna obat lainnya. 48 dan 72 2009. Design and in vitro evaluation 8.

Pedoman uji bioekivalensi. J. 2008. Eksakta. Nomor 1.IJPST Volume 1. Jakarta: BPOM RI.7(1):31–47. Juni 2014 langsung. 2005. Med. 10. BPOM RI. 31 . Penelit.