You are on page 1of 9

Lampiran

SKENARIO SIMULASI BANJIR

SKENARIO UTAMA

14:00 WIB

Hadir di lokasi simulasi dengan menggunakan atribut masing-masing.

14:00-14:30 WIB

Briefing awal sebelum simulasi.

15:00 WIB

Menuju Starting Point (Lokasi di lapangan sepak bola RT.02 Kel. Muara Kelingi)

16:00 WIB

Simulasi bencana dimulai dengan bunyi Sirine, kemudian narator mulai membacakan
skenario. 35 mahasiswa Poltekkes memerankan perannya sebagai korban. Korban
menginformasikan kepada ketua RT atau kelurahan, kemuadian pemerintah setempat
menginformasikan kepada satuan pelaksana penanggulangan bencana dan pengungsian
(SATLAK) atau BPBD Kabupaten Musi Rawas.

16:10 WIB

Narator :

Desa Muara kelingi memiliki luas daerah keseluruhan 1900 Ha, yang meliputi :
tegal/kebun 32 Ha, perkebuanan 797 Ha, sementara tidak diusahaan ( std) 10 Ha,
perkarangan 27 Ha, rumah atau bangunan 996 Ha, rawa-rawa tidak ditanami 8 Ha, lain-lain
(jalan, sungai, danau, dan lain-lain 20 Ha) Kelurahan Muara Kelingi berdekatan dengan
sungai Kelingi dan Sungai Musi. Diketahui desa Muara kelingi merupakan Desa yang rawan
sekali terjadi banjir dan kebakaran. Untuk antisipasi tersebut maka kami akan mengadakan
simulasi bencana banjir agar masyarakat selalu siaga dan tidak panik serta memilki
pengetahuan ketika terjadi bencana didaerahnya.

Pada sore hari pukul 16.00 WIB, masyarakat daerah kelingi sedang melakukan
aktifitas seperti biasanya ada yang memancing, pulang kerja, berternak, bertani, ibu hamil

BPBD kemudian menginformasikan keadaan bencana kepada Tim Keamanan/Polisi/TNI. Tim evakuasi seperti BPBD bergegas mempersiapkan alat-alat. juga terlihat anggota kepolisian yang sedang membantu proses pembangunan tenda dan proses pengamanan daerah sekitar.yang sedang olahraga. BPBD kemudian menurunkan tim survey ke daerah bencana. setiap tim bergegas melakukan tugas dan perannya masing-masing sesuai dengan hasil dari rapat kordinasi. Mengenai kabar yang diterima oleh BPBD.02 Kel. dan tim triase memilah korban berdasarkan prioritas dan primery. dan berusahan untuk menyelamatakan diri. suara air pun terdengar kencang air pun terus naik mencapai kurang lebih 3 meter. Tim Keamanan Berada di daerah sekitar bencana. Pada sore tersebut terjadi hujan sangat lebat sehingga menyebabkan air disungai semakin tinggi dan semakin tinggi. bagian dapur. Wargapun terlihat panik. Misalnya mendirikan tenda. dan harta benda. keluarga. Mengenai bencana yang terjadi di Kelurahan Muara Kelingi. seperti perahu karet dan alat-alat evakuasi lainnya yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban di lokasi bencana. setelah itu ada tim dari kepolisian untuk membantu proses pembangauan tenda dan proses pengamanan bencana. Muara Kelingi) Setelah melakukan rapat koordinasi. Selain tim-tim emergency tersebut. Adapun warga yang memberi isyarat untuk memberikan berita bahwa arus air terus menaik. sedangkan Instansi Lain Berkumpul di starting point atau berkumpul dititik kumpul (Lokasi di lapangan sepak bola RT. Adapun tugas dari tim evakuasi dari berbagai seksi berkerja pada tugasnya masing- masing. Sedangkan anggota karang taruna terlihat mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk membangun tenda pengungsian. . sehingga menyebabkan gelombang air menaik. Tim keamanan berguna untuk mengamankan daerah sekitar bencana. terlihat seorang anggota keamanan yang memegang alat komunikasi sedang berperan memberikan informasi kepada instansi-instansi (Teknis : diperdengarkan audio penyampaian informasi) . warga menginformasikan kejadian ini kepada kepala BPBD Kabupaten Musi Rawas. Setelah BPBD mendapatkan informasi pasti. bunyi gemuruh semakin kuat. begitu pula Tim Medis yang terlihat sedang membangun dapur umum yang dibantu oleh warga sekitar serta membangun posko medis/RS Lapangan. Tim survey inilah yang kemudian menginformasikan kepada BPBD kembali mengenai kejadian bencana yang ada. adapun salah satu warga menelpon pemeritah setempat untuk meminta pertolongan pemerintah dari logistic hingga sandang dan pangan. Suara warga minta tolong semakin kencang. secondary survey.

Setelah semua aman barulah tim triase memilah dengan 4 prioritas dengan prioritas pertama dengan ditandai warna merah gawat darurat contohnya adanya gangguan di airway. perdarahan aktif. Untuk pasien yang tenggelam dan henti napas maka tindakan awalnya dilakukan RJP. Setelah tim triase selesai melaksanakan tugasnya. Setiap perahu karet berisi 5 orang (4 orang tim evakuasi dan 1 orang tim medis). yang tidak ada masalah pada nafas dan jantungya. tim mulai mempersiapkan perahu karet yang telah stand by di lokasi. Tim Transportasi/Ambulance. terlihat tim evakuasi yang berada di darat. Setelah pasien dibawa keambulance Pasien dirujuk kerumah sakit kerumah sakit. Tim Evakuasi Perahu Karet bersama-sama menuju Lokasi Perahu Karet. Prioritas ketiga ditandai warna hijau berarti tidak gawat tidak darurat dengan waktu delay 2 jam contonya dengan pasien yang dapat berajalan sendiri. tim-tim evakuasi terlihat mulai berangkat mencari korban dan mengevakuasi korban-korban banjir di daerah bencana dengan menggunakan 2 perahu karet. Setelah persiapan perahu karet dan alat evakuasi lainnya. Sementara itu. dan circulation contohnya pasien dengan gangguan henti nafas. nadi. serta capiler refill. yang jelas tidak ada masalah di nafas dan jantungnya. tim evakuasi pun datang untuk mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman. Stand by di ambulance dan mengkordinir perujukan pasien-pasien yang gawat ke posko pelayanan kesehatan yang lebih memadai atau ke Rumah Sakit dengan menggunakan Ambulance. Kemudian segera dirujuk ke RS terdekat. birthing. Tim Evakuasi Darat mulai berkumpul dan melakukan pencarian dan pengevakuasian korban di daerah tepian danau. Setelah sampai di lokasi tersebut. Tim triase memastikan bahwa ketika terjadinya evakuasi bencana harus dengan tiga prinsip yaitu aman penolong. Prioritas kedua dengan ditandai warna kuning atau berarti gawat tidak darurat dengan waktu delay atau waktu tunggu 30 menit contohnya pada pasien fraktur atau patah tulang. pola napas. Untuk mengetahui apa prioritas pasien tersebut maka dilakukan tindakan dengan cara mengecek apakah ada sumbatan di jalan napasnya. aman lingkungan dan aman pasien. terlihat mulai bergerak mencari dan mengevakuasi warga dan korban yang terdampar di daerah sekitar rumah-rumah warga yang dibantu juga oleh Kepolisian yang berada di tempat. dan kemudian mulai bergerak mengevakuasi korban. Prioritas ke 4 ditandai warna hitam yaitu pasien yang meninggal. Dan adapun korban luka-luka dari warga yang dievakuasi akan ditangani oleh tim-tim medis yang ada. Tim-tim tersebut mengevakuasi korban dan warga sekitar dari daerah banjir menuju tenda pengungsian. henti jantung dengan waktu delay atau waktu tunggu 0 detik. dirumah sakit atau diposko tanggap bencana pasien .

. mengukur vital sign.dilakukankan secondary survey misalnya dilakukan pemasangan infuse. pemberian oksigen. dan lain-lain.

sedangkan anggota yang lain mempersiapkan alat-alat yang dibawa. Semua Instansi : Datang ke lokasi bencana dengan menggunakan kendaraan masing- masing.SKENARIO LANJUTAN 16:30 WIB Narator : Setelah menerima informasi bencana yang terjadi dari tim keamanan. mulai dari BPBD. Semua Instansi : Setiap koordinator dari instansi membentuk lingkaran. dan anggota karang taruna. Tim Medis. Kemudian pelaporan dari masing-masing instansi yang datang ke tempat mengenai jumlah sumber daya dan kesiapan alat yang dibawa oleh masing-masing instansi emergency. Tim BPBD Kabupaten Musi Rawas dan anggota Karang Taruna Muara Kelingi). Rapat koordinasi tersebut berisi penjelasan mengenai keadaan terkini dari lokasi bencana oleh BPBD. Tim Medis 10 0rang Mahasiswa. setiap tim bergegas melakukan tugas dan perannya masing-masing sesuai dengan hasil dari rapat . Diperagakan bagaimana rapat kordinasi sedang berlangsung. 16:35 WIB Narator : Di posko informasi. Tim Evakuasi 12 orang Mahasiswa. dengan BPBD memimpin rapat kordinasi. tim-tim emergency mulai berdatangan. Instansi datang dari berbagai arah. 16:40 WIB Semua Instansi mulai bergegas menuju lokasi masing-masing sesuai dengan pembagian tim hasil rapat koordinasi Narator : Setelah melakukan rapat koordinasi. mereka terlihat melakukan rapat koordinasi dengan BPBD sebagai koordinator lapangan. Setiap instansi emergency mulai menuju posko informasi milik BPBD. Tim Keamanan 4 orang Mahasiswa. Tim dapur umum 2 orang anggota karang taruna. kemudian bergegas menuju ke Lokasi Rapat Kordinasi yaitu di posko informasi/induk BPBD. (Korban 35 orang Mahasiswa.

Tim Dapur Umum : Menuju Lokasi Dapur Umum. Tim evakuasi seperti BPBD bergegas mempersiapkan alat- alat. dan kemudian mulai bergerak mengevakuasi korban. kemudian membangun tenda pengungsian di lokasi tersebut Tim Keamanan : . kordinasi. begitu pula Tim Medis yang terlihat sedang membangun dapur umum yang dibantu oleh warga sekitar serta membangun posko medis/RS Lapangan. kemudian membangun tenda dapur umum dan kemudian mempersiapkan peralatan-peralatan yang digunakan dalam pembuatan makanan untuk para pengungsi. Tim Posko Pengungsian : Menuju Lokasi Tenda Pengungsian. Tim Posko Medis: Menuju Lokasi Tenda Kesehatan. tim mulai mempersiapkan perahu karet yang telah stand by di lokasi. seperti perahu karet dan alat-alat evakuasi lainnya yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban di lokasi bencana. kemudian bersama tim medis membangun posko medis/RS Lapangan. Selain tim-tim emergency tersebut. Tim Evakuasi Darat Mulai berkumpul dan melakukan pencarian dan pengevakuasian korban di daerah tepian danau. Setelah sampai di lokasi tersebut. Tim Evakuasi Perahu Karet : Bersama-sama menuju Lokasi Perahu Karet. Sedangkan anggota karang taruna terlihat mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk membangun tenda pengungsian. juga terlihat anggota kepolisian yang sedang membantu proses pembangunan tenda dan proses pengamanan daerah sekitar.

Korban yang di dapat ditangani medisnya oleh tim medis dan kemudian korban dibawa ke posko medis/RS Lapangan untuk penanganan lanjutan Tim Posko Medis: Menangani korban-korban yang berdatangan yang telah dievakuasi oleh tim evakuasi . terlihat mulai bergerak mencari dan mengevakuasi warga dan korban yang terdampar di daerah sekitar rumah-rumah warga yang dibantu juga oleh Kepolisian yang berada di tempat. terlihat tim evakuasi yang berada di darat. Posko Pengungsian) Transportasi/ Ambulance Stand by di ambulance dan mengkordinir perujukan pasien-pasien yang gawat ke Rumah Sakit atau ke pelayanan kesehatan yang lebih memadai dengan menggunakan Ambulance. Tim-tim tersebut mengevakuasi korban dan warga sekitar dari daerah banjir menuju tenda pengungsian. Menuju titik-titik yang telah ditentukan sebelumnya (Posko Induk/Informasi. di danau. Sementara itu. Setiap perahu karet berisi 5 orang (4 orang tim evakuasi dan 1 orang tim medis). Dapur Umum. tim-tim evakuasi terlihat mulai berangkat mencari korban dan mengevakuasi korban-korban banjir di daerah bencana dengan menggunakan 2 perahu karet. Tim Evakuasi Perahu Karet : Mengevakusi korban. Dan setiap tim mengevakuasi korban ke arah Posko Medis/RS Lapangan. sedangkan perahu karet 2 mengevakuasi 3 korban. Perahu karet 1 mengevakuasi 4 korban. Tim Evakuasi Darat : Mengevakuasi korban yang ada di pinggiran danau dengan menggunakan tandu dan alat evakuasi lainnya. Dan adapun korban luka-luka dari warga yang dievakuasi akan ditangani oleh tim-tim medis yang ada. SAAT PENGEVAKUASIAN Narator Setelah persiapan perahu karet dan alat evakuasi lainnya.

Tim Dapur Umum : Membagi-bagikan box-box bantuan kepada warga yang berada di tenda pengungsian Tim Medis : . Transportasi/Ambulance Tetap stand by di ambulance. bantuan-bantuan pun mulai berdatangan dari berbagai daerah yang peduli terhadap nasib para korban bencana. 17:05 WIB Narator : Sementara korban-korban dievakuasi dan ditangani oleh tim-tim emergency. sambil bersiap merujuk korban dari posko medis menuju Rumah Sakit terdekat. Pembagian logistik dan bantuan pun mulai terlihat di tenda pengungsian. Pembagian logistik dibantu oleh PMI (Tim Medis). Mengamankan daerah sekitar. Tim Dapur Umum : Membantu dalam pengevakuasian 35 warga dari daerah pemukiman ke tenda pengungsi. dan memberikan bantuan makanan kepada warga ditenda pengungsi dan bantuan logistik Tim Keamanan : Memberikan informasi ke posko informasi mengenai kegiatan-kegiatan ataupun penanganan yang sedang dilakukan. mengamankan prosesi pengevakuasian warga dan pengevakuasian korban medis.Tim Posko Pengungsian : Membantu pengevakuasian 35 orang warga dari daerah pemukiman ke tenda pengungsi dan memberikan bantuan logistik yang dibantu oleh Tim Dapur Umum.

Tim-Tim Lain Membantu dalam pemberian bantuan kepada pengungsi dan warga setempat 17:10 WIB Narator : Setelah pemberian bantuan. Rapat kordinasi yang dipimpin oleh BPBD berisi bahwa penanganan bencana di daerah bencana telah teratasi. semua tim emergency yang telah melakukan penanganan maupun evakuasi kembali berkumpul di posko informasi BPBD untuk melakukan rapat kordinasi beberapa hari kemudian. Tetap berada di posko medis/RS Medis. Siapkah kita untuk menghadapi datangnya bencana??? . Dan penanganan lanjutan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat yang akan menanggulangi bencana yang ada. dimana ketika koordinasi antara instansi- instansi emergency berjalan sesuai peran dan fungsinya masing-masing maka penangan bencana akan terkoordinir dan terlaksana dengan baik. ENDING Narator : Demikian simulasi pengangan bencana. kemudian melakukan kordinasi yang dipimpin oleh BPBD. Terlihat membantu dalam pembagian logistik di tenda pengungsian. Semua Instansi : berkumpul di posko informasi BPBD. mem-follow up korban-korban yang telah ditangani.