You are on page 1of 14

BAB II

PEMBAHASAN

A. Telinga

Pada orang dewasa telinga merupakan satu kesatuan anatomik yang

berperan sebagai organ pendengaran sekaligus keseimbangan. Akan tetapi

pada mudigah, telinga berkembang dari tiga bagian yang jelas berbeda :

Telinga luar, yang berperan sebagai alat pengumpul suara

1. Telingatengah yang

berfungsisebagaipenghantarsuaradaritelingaluarketelingadalam

2. Telingadalam yang

mengubahgelombangsuaramenjadiimpulssarafdanmencatatperubahan-

perubahankeseimbangan.

1. Telingadalam

Petunjuk pertama adanya perkembangan telinga dapat ditemukan

pada mudigah berumur kurang lebih 22 hari sebagai penebalan ektoderm

permukaan pada kedua sisi rombensefalon. Penebalan ini, plakoda telinga

melakukan invaginasi dengan cepat dan membentuk gelembung telinga

atau gelembung pendengaran (otokista). Dalam perkembangan

selanjutnya, masing-masing gelembung terbagi menjadi :

1. Unsur ventral yang membentuk sacculus dan ductus cochlearis

2. Unsur dorsal yang membentuk utrikulus, canalis semicircularis dan

endolymphaticus

sedangkan sudut mediannya berhubungan dengan dan sebagian ditunjang oleh sebuah prosesus tulang rawan yang panjang. Sacculus. Dinding lateral ductus cochlearis tetap melekat pada tulang rawan di sekelilingnya oleh ligamentum spirale. spiral ini dengan bagian sacculus lainnya kemudian hanya berupa sebuah saluran sempit. ductus cochlearis. ductus reuniens. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya sel-sel ini membentuk dua buah rigi: rigi dalam kelak menjadi limbus spiralis dan rigi luar. modiolus yang kelak menjadi poros tulang cochlea. Sel-sel epitel ductus cochlearis pada mulanya sama. Sel sensoris dan membrana . sacculus membentuk suatu kantung keluar berbentuk tubulus pada kutub bawahnya. Struktur epitel yang terbentuk dengan cara demikian dikenal sebagai labirin membranosa. Ductus cochlearis kemudian terpisah dari scala vestibuli oleh membrana vestibularis dan scala tympani oleh membrana basilaris. scala vestibuli dan scala tympani. menembus mesenkim di sekitarnya secara spiral hingga pada akhir minggu ke-8. Sel-sel ini diliputi oleh ujungnya terletak diatas sel-sel rambut. Mesenkim di sekitar ductus cochlearis segera berdiferensiasi menjadi tulang rawan. Rigi yang terakhir ini merupakan sel-sel sensoris sistem pendengaran. Pertumbuhan keluar ini. a. Dalam minggu ke-10 sampai tulang rawan ini mengalami vakuolisasi dan terbentuklah dua ruang perilimfe. Cochlea dan Organ Corti Pada perkembangan minggu ke-6.

Akan tetapi. Selanjutnya ganglion terbagi menjadi bagian cochlearis dan vestibularis yang masing- . sekelompok kecil sel memisahkan diri dari dindingnya dan membentuk ganglion statoakustikus. Sel lain di dalam ganglion ini berasal dari crista neuralis. Impuls yang dibangkitkan pada sel sensorik crista dan macula sebagai akibat perubahan sikap tubuh dihantarkan ke otak oleh serabut vestibuler saraf otak VIII. Salah satu ujung canalis ini melebar membentuk crus ampullare. Selama pembentukan gelembung telinga. sedangkan ujung lainnya tidak melebar dan dikenal sebagai crus nonampullare. crista ampullaris yang mengandung sel sensorik untuk memelihara keseimbangan. b. Sel-sel didalam ampulla membentuk suatu krista. Utriculus Dan CanalisSemicircularis Selama perkembangan minggu keenam. canalis semicircularis tampak sebagai kantong pipih pada bagian utriculus gelembung telinga. karena dua crus nonampularr menyatu hanya ada lima crura yang memasuki utriculus yaitu tiga dengan ampula dan dua tanpa ampulla. Dengan demikian terbentuklah tiga buah canalis semicircularis. Daerah sensorik yang sama juga berkembang pada dinding utriculus dan sacculus yang dikenal sebagai maculae acustcae. Bagian tengah dinding kantong ini kemudian melekat satu sama lain dan selanjutnya menghilang. dihantarkan ke ganglion spirale dan kemudian kesistem saraf melalui serabut-serabut pendengaran dari saraf otak VIII.

Yang terakhir ini merupakan saluran yang menghubungkan cavum tympani dengan nasofaring. penyatuan dan menghilangnya bagian tengah dinding kantong luar semisirkularis. melebar dan membentuk cavum tympani primitif. 2. recessus tubotympanicus. Rongga ini berasal dari kantong faring pertama. Kantong ini tumbuh dengan cepat kearah lateral dan menempel dengan lantai celah faring pertama. Masing masing adalah perlekatan. D-F. Cavum Tympani Dan Tuba Eustachi Cavum tympani berasal dari endoderm. utriculus dan canalis semicircularis. C. 5 minggu. masing memberikan sel sensorik pada organ corti dan pada sacculus. Perhatiakna ampula di kanalis semisirkularis . Pembentukan kanalis semisirkularis A. Telingatengah a. B. 8 minggu. sedangkan bagian proksimal tetap sempit dan membentuk tuba auditiva atau tuba eustachii. 6 Minggu. Gambar 6. Bagian distal kantong ini.

Kini luas cavum tympani paling sedikit dua kali dari luas sebelumnya. Lapisan epitel endoderm cavum tympani primitif selanjutnya meluas sepanjang dinding ruangan yang baru terbentuk. Ketika tulang- tulang pendengaran ini sudah bebas sama sekali dari mesenkim yang disekitarnya.stapedius yang melekat pada stapes dipersarafi oleh nervus facialis saraf untuk lengkung faring kedua. ototnya m tensor tympani dipersyarafi oleh ramus mandibularis nervus trigeminus. cavum tympani meluas kearah dorsal yang disertai dengan pembentukan rongga jaringan sekitarnya untuk membentuk anthrum tympani. Setelah lahir. kemudian jaringan di sekitarnya menghilang. epitel endoderm menghubungkan tulang-tulang tersebut kedinding ruangan ini. tulang processus mastoideus yang sedang berkembang juga dimasuki oleh epitel cavum tympani dan terbentuk kantong udara yang berlapis epitel . Demikian pula m.b. namun tulang-tulang ini masih tertanam di dalam mesenkim hingga bulan kedelapan. Pada kehidupan janin lanjut. Sekalipun tulang- tulang pendengaran mulai tampak pada paruh pertama masa kehidupan janin. Oleh karena malleus berasal dari lengkung faring pertama. Tulang-TulangPendengaran Malleus dan incus berasal dari tulang rawan lengkung faring pertama dan stapes berasal dari lengkung kedua. Ligamentum penunjang tulang pendengaran ini berkembang kemudian di dalam mesenterium. seakan-akan seperti mesenterium.

Lapisantengahdarijaringanikat yang membentuk stratum fibrosum . sumbat meatus.Gendang Telinga Atau Membrana Tympani telinga dibentuk dari : 1. Meatus AcusticusExternus (Liang TelingaLuar Liang telinga luar berkembang dari bagian dorsal celah faring pertama. 3. Klak sebagian besar kantong udara mastoid ini berhubungan langsung dengan anthrum dan cavum tympani. sumbat ini menghilang dan epitel yang melapisi lantai liang ini kemudian ikut membentuk gendang telinga tetap. Lapisanepitel endoderm cavum tympani 3. sel-sel epitel pada dasar liang ini berproliferasi sehingga membentuk suatu lempeng epitel padat. Perluasan radang telinga tengah kedalam anthrum dan sel udara mastoid merupakan komplikasi yang agak sering terjadi pada infeksi telinga tengah. Pada awal bulan ketiga. Telinga luar a. Dalam bulan ketujuh. Kadang-kadang sumbat meatus tetap ada hingga lahir sehingga menyebabkan tuli bawaan. b. (pneumatisasi). Lapisanepitelektoderm di dasar meatus acusticus 2.

tetapi dengan berkembangnya mandibula. CAWAH OPTIKDAN VESIKULA LENTIS Mata mulai tampak pada mudigah 22 hari sebagai sepasang alur dangkal di samping otak depan. ruang intraretina. kelainan perkembangan daun telinga sering terjadi. vesikula optika (vesikel mata). alur ini membentuk kantong luar di otak depan. Lapisan dalam dan luar cawan optik mula – mula dipisahkan oleh suatu lumen. masing-masing tiga buah pada setiap sisi liang telinga luar. Sebagian besar gendang telinga melekat erat pada tangkai malleus sedangkan bagian lainnya membentuk sekat pemisah antara liang luar dan cavum tympani. Tonjol-tonjol ini (tonjol daun telinga). mereka bergerak naik kesamping kepala setinggi mata. telinga luar terletak di daerah leher bawah. Pada mulanya. Oleh karena penyatuan tonjol-tonjol daun telinga berlangsung agak rumit. Kemudian vesikula optika mulai mengalami invaginasi dan membentuk cawan optik ( optic cup ) berdinding kaca. Daun telinga (aurikula) Daun telinga berkembang dari enam buah proliferasi mesenkim yang terletak diujung dorsal lengkung faring pertama dan kedua yang mengelilingi celah faring pertama. (Mata) A. Dengan menutupnya tabung syaraf (natural tube). kelak menyatu dan membentuk daun telinga tetap. 4. tetapi lumen ini lenyap dan kedua lapisan . Vesikel – vesikel ini kemudian melekat ke ektoderm permukaan dan memicu di endokterm yang di perlukan untuk membentuk lensa.

lapisan inti dalam. B. mulai memanjang dan membentuk plakoda lentis (lempeng lensa). Selama proses pembentukan berlangsung. dan mulut dari cawan optik menjadi lubang bundar yaitu pupil. RETINA. Invaginasi tidak terbatas pada bagian tenggah cawan optik tetapi juga melibatkan sebagian daripermukaan inferior yang membentuk fisura koroidea. dikenal sebagai lapisen pigmen retina. mengandung sel – sel yang berbatasan dengan ruang intra retina yang berdiferensiasi menjadi elemen – elemen penyerap cahaya. termasuk lapisan inti luar. Di dekat lapisan foto reseptif ini terdapat lapisan mantel yang seperti yang seperti di otak. Perkembangan lapisan saraf ( dalam ) cawan optik berlangsung lebih rumit. Selama minggu kelima. ini berhadapan satu sama yang lain. vesikula lentis terlepas dari ektoderm permukaan dan berada di mulut cawan optik. dan lapisan ganglion. Serabut – serabut saraf di zona mengumpul di arah tungkai optik yang berkembang menjadi nervus optikus. Di permukaan terdapat lapisan fibrosa yang mengandung akson sel saraf dari lapisan lebih dalam. biir-bibir fisura koroidea menyatu. menghasilkan neoron dan sel – sel penunjangnya. Plakoda ini kemudian mengalami invaginasi dan berkembangmenjadi vesikula lentis (vesikula lensa). Pembentukan fisura ini memungkinkan arteri hialoidea mencapai ruang dalam mata. sel – sel ektoderm yang pada awalnya menempelpada vesikula optika . Selama minggu ketujuh. pars optika retine. IRIS DAN KORPUS SILIARE Lapisan luar cawan optik yang ditandai oleh granula – granula pigmen kecil. . sel batang (rod) dan kerucut (cone). Empat perlima bagian posterior. Karena itu.

disebelah dalam bagian ini berhubungan dengan lensa melalui suatu jaringan serabut elastis. Di sebelah luar bagian ini ditutupi oleh satu lapisan mesenkim yang membentuk m. serabut lensa primer ini mencapai dinding anterior vesikula lentis. LENSA Segera setelah vesikula lentis terbentuk. Pada orang dewasa. Kontraksi m. sel – sel dinding posterior mulai memanjang kearah anterior dan membentuk serabut – serabut panjang yang secara bertahap mengisi lumen vesikel. lapisan dalam tak berpigmen cawan optik. Otot – otot ini berkembang dari ektoderm dibawah cawan optik. Siliaris. Seperlima anterior lapisan dalam. pars sekaretina. SKLERA. Pada akhir minggu ke 17. Pars siliaris retina mudah dikenali karena sangat berlipat – lipat. Sementara itu.serabut lensa baru (sekunder) terus di tambahkan ke inti sentral tersebut. tetap memiliki satu lapis sel. D.ligamentum suspensorium atau zonula. C. dan pars siliaris retinae yang ikut serta membentuk korpus siliare. Siliaris mengubah tegangan ligamentum dan mengatur kelengkungan lensa. regio antara cawan optik dan epitel permukaan diatasnya terisi oleh mesenkin longgar. Diliator pupilae terbentuk dijaringan ini. pertumbuhan lensa belum selesai pada tahap ini. Namun. iris terbentuk oleh lapisan luar yang mengandung pigmen.sfigter pupilae dan m. DAN KORNEA . implus cahaya yang berjalan melalui sebagian besar lapisan retina sebelum mencapai sel batang dan kerucut. M. karena serabut. Bagian ini kemudian menjadi pars iridika retinae yang membentuk lapisan dalam iris. suatu lapisan kaya jaringan ikat bervaskular yang mengandung otot – otot pupil. KOROID.

dan (c) lapisan epitel yang berbatasan dengan bilik mata depan membrana iridopupilaris di depan lensa lenyap seluruhnya. yang selama kehidupan intarauterus mendarahi lensa dan membentuk lensa lapisan vaskular di permukaan dalam retina. Jaringan ini segera berdiferensiasi menjadi lapisan dalam yang setara dengan pia mater otak dan lapisan luar yang setara dengan dura meter. Pembuluh drah . Mesenkim membentuk pembuluh darah hialoid. Karena itu. dan lapisan luar yang bersambungan dengan sklera. Diferensiasi lapisan mesenkim diatas diatas permukaan anterior mata berlangsung berbeda. membrana iridopupilaris. E. kornea dibentuk oleh (a) lapisan epitel yang berasal dari ektoderm permukaan. membentuk hubungan antara bilik mata depan dan belakang. KORPUS VITREUM Mesenkim tidak saja mengelilingi primordium mata dari sebelah luar tetapi juga menginvasi bagian dalam cawan optik melalui fisura koroidea. Bilik mata depan (kamera anterior) terbentuk melalui vakuolisasi dan pemisahan mesenkim menjadi lapisan dalam di depan lensa dan iris. lapisan luar setara dengan sklera dan bersambungan dengan dura meter disekitar nervus optikus. Lapisan dalam kemudian membentuk lapisan pigmen kaya dengan pembuluh darah yang dikenal dengan koroid. substansia propria kornea. Pada akhir minngu kelima. Struktur ini membentuk suatu jalinan serabuthalus antara lensa dan retina. primordium mata seluruhnya dikelilingi oleh mesenkim longgar. Bilik mata depan itu sendiri dilapisi oleh sel mesenkin gepeng. yang membentuk korpus vitreum. (b) substansia propria atau stroma yang bersambugan dengan sklera. Ruang interstisium jalinan ini kemudian terisi oleh bahan gelatinosa transparan.

terdapat satu bidang mata yang kemudian berpisah menjadi dua primordium optik. yaitu kelanjutan dari koroid dan sklera yang mengelilingi nervus optikus. dan dinding dalam dan luar tangkai menyatu. di permukaan ventralnya. Serabut saraf retina kembali ke otak terletak di antara sel – sel dinding dalam tungkai. G. F. REGULASI MOLEKULAR PEMBENTUKAN MATA PAX6 adalah gen legultor kunci pada perkembangan mata. Akibat penngkatan jumlah sel saraf yang terus menerus . Pada awalnya. NERVUS OPTIKUS Cawan optik dihubungkan ke tungkai oleh cawan optik. Gen ini adalah anggota dari famili PAX ( paried pax ) faktor transkripsi dan mengandung dua motif pengikat DNA yang mencakup suatu ranah (domain) berpasangan dan suatu homeodomain berpasangan. meninggalkan kanalis hialoideus. terdapat lapisan pie araknoid dan dura. Dengan demikian. faktor transkripsi diekspresikan dalam pita neural ridge anterior lempeng saraf sebelum neurulasi di mulai. Sel – sel lapisan dalam menghasilkan jalinan neuroglia yang menunjang serabut nervus optikus. tungkai optik berubsh menjadi nervus optikus. fisura koroidea. Minggu ke tujuh. Di bagian luar. hialoid di regio ini mengalami obliterasi dan lenyap selama kehidupan janin. diding dalam tungkai terus tumbuh. Sinyal untuk pemisahan bidang ini adalah sonic hedgehog (SHH) yang di ekspresikan di lempeng prekordinal. fissura koroidea menutup. Di dalam alur ini terdapat pembuluh darah hialoid. . Bagian tengahnya mengandung sebagian dari arteri hialoidea yang kemudian di namai arteri sentralis retinae. Pada tahap ini. yang memiliki suatu alur. dan terbentuk suatu trowongan sempit didalam tungkai optik.

Karena itu. PAX6 bekerja di ektoderm permukaan untuk mengatur perkembangan lensa. Kemudian ekspresi dua gen homeobox. diatur oleh PAX6. proses ini di atur oleh sinyal – sinyalinteraktif antara vesikula optika dan mesenkim disekitarnya serta ektoderm permukaan diatasnya di regio pembentuk lensa. tidak akan terjadi invaginasi optik. Diferensiasi lensa bergantung pada PAX6 meskipun gen ini tidak berperan dalam aktivitas induktif oleh vesikula optika. PAX6 tampaknya menjadi tak esensial untuk pembentukan cawan optika. SIX3 dan PROXI . Gabungan ekspresi PAX6. Karena itu ektoderm lensa esensial unyuk pembentukan cawan optik sedemikian sehingga tanpa plakoda lentis. faktor transkipsi lain. Selanjutnya vesikula optika mengeluarkan BMP -4 yang juga meningkatkan dan mempertahankan ekspresi SOX2 serta ekspresi LMAF. juga diekspresikan dan masing – masing mengarahkan diferensiasi lapisan pigmen dan lapisan saraf.Ekspresi SSH meningkatkan ekspresi PAX2 di pusat bidang mata dan menekan PAX6. SOX2 dan LMAF memicu ekspresi gen – gen yang berperan dalam pembentukan lensa kristalina. Ekspresi ini meningkatkan faktor transkipsi SOX2 dan juga mempertahankan ekspresi PAX6 dibakal ektoderm lensa. Pola ini di pertahankan sehingga PAX2 diekspresikan di tungkai optik dan PAX6 diekspresikan di cawan optik dan ektoderm permukaan di atasnya yang memebentuk lensa. faktor pertumbuhan fibroblas (FGF) dari ektoderm permukaan mendorong diferensiasi lapisan saraf retina (lapisan dalam). mengarahkan lapisan pigmen retina (luar). . Sebaliknya. sedangkan transforming growth factor β (TGFβ) yang disekresikan oleh mesenkim sekitar. Faktor transkripsi MIFT dan CHX10 yang terletak disebelah hilir. Seiring dengan perkembangannya.

Secara normal. Meskipun abnormal biasanya ditentukan oleh ginetik. KORELASI KLINIS KELAINAN MATA 1. Mikroftalmia. dannervusoptikus. Kolobomadapatterjadijikafisurakoroideagagalmenutup. akanmembentukcelah. SIX3 juga bekerja sebagai regulator produksi kristalin dengan menghambat gen kristalin. Akhirnya. Kolobomaadalahkelainanmataumum yang seringberkaitandengancacatmatalainnya. bola mata mungkin hanya dua pertiga volume normalnya. H. mata berukuran terlalu kecil. retina. Secara normal. Mutasi di gen PAX2dilaporkanberkaitandengankolobomanervusoptikusdanmungkinberper andalamtipecacatmatalainnya. fisurainimenutuppadamingguketujuhperkembangan.mekroftalamia biasanya berkaitan dengan . celahinidapatmeluaskekorpussiliarr. Jikatidakmenutup. koroid. PAX6 yang bekerja melalui FOX3 mengatur poliferasi sel di lensa. 3. Ateri hilaoidea mungkin menetap dan membentuk suatu korda atau kista. Meskipunbiasanyahanyaterdapat di iris – kolobomairidis. meninggalkan bagian projsimal untuk membentuk arteri sentralis rentinae. bagian distal pembuluh darah ini mengalami degenerasi. Pada katarak kongenital. lensa menjadi opak selama kehidupan intrauterus. 5. Membran iridopupilaris dapat menetap dan tidak diserap sewaktu pembentukan bilik mata depan. 4. Koloboma (celah) kelopakmatajugadapatterjadi. termasuk PROXI. 2.

6. 8. . mutasi di PAX6 menyebabkan aniridia dan juga dapat berperan menimbulkan anoftalmia dan mikroftalamia. Pada sebagian kasus. 7. Afakia kongenital (tidak adanya lensa) dan aniridia ( tidak addanya iris) anomali jarang yang disebabkan oleh gangguan pada induksi dan pembentukan jaringan yang berperan dalam pembentukan struktur – struktur mutasi . kelainan mata lainnya.cacat ini biasanya disertai oleh kelainan kraniu yang parah. Anoftalmia adalah tidak trbrntuknya mata. Siklopia( mata tunggal/satu) dan sinoftalmia(penyatuan mata) membentuk suatu spektrum cacat berupa penyatuan sebagian atau keseliruhan mata. sehingga sering terjadi akibat infeksi intrauterus misalnya oleh sitomegalovirus dan toksoplasmosis.cacat ini di sebabkan oleh hilangnya jaringan di garis tengah yang dapat terjadi sedini mungkin seperti pada hari ke 19 sampai 21 kehamilanatau pada tahap lebih lanjut pada saat wajah mulai terbentuk. analis histologismengungkapkan adanya sedikit jaringan mata .